cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
TARI SIKAMBANG DI PESISIR SELATAN DALAM KONTEKS SENI PERTUNJUKAN: TINJAUAN GENDER DAN SEMIOTIKA Nurhidayati Nurhidayati; Adriana Gusti; Yusfil Yusfil
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i1.2523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tari Sikambang dalam konteks Seni Pertunjukan pada masyarakat Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan dalam kajian Analisis Gender dan Semiotika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis yaitu seluruh data yang didapat baik data tertulis, maupun data dilapangan, di deskripsikan kemudian dianalisis sesuai permasalahan peneliti yang diajukan. Teori yang digunakan adalah teori Gender yang dikemukakan Gayle Rubin danteori Semiotika oleh Ferdinand De Sausure. Gender dalam tari Sikambangyaitu penari laki-laki yang berperan sebagai perempuan dalam pertunjukan tari Sikambangdalam pesta perkawinan dari sudut pandang Gayle Rubin. Hal ini terlihat dari busana yang digunakan oleh penari. Tari Sikambang ditarikan oleh dua orang penari laki-laki yang berperan sebagai ayah dan ibu. Busana yang digunakan oleh penari yang berperan sebagai ibu adalah baju kebaya, rok dari kain panjang, dan tutup kepala (jilbab), sedangkan penari yang berperan sebagai ayah adalah baju koko, celana panjang dan peci hitam, walaupun demikian karakter gerak yang dihasilkan oleh penari yang berperan sebagai perempuan tetap terlihat Maskulin, sebagaimana Kodratnya sebagai laki-laki. Begitu juga dengan struktur gerak yang terdapat dalam tari Sikambang yang memiliki makna dalam kehidupan. Kata Kunci:    Tari Sikambang; pesta perkawinan; Pesisir Selatan; gender; semiotika
PERTUNJUKAN BERDAH DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA RANTAU MAPESAI, KECAMATAN RENGAT, KABUPATEN INDRAGIRI HULU Ratih Khoirunnisa; Syafniati Syafniati; Jonni Jonni
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i1.2312

Abstract

Berdah merupakan salah satu kesenian bernuansa Islami berbentuk zikir yang berisikan puji-pujian kepada Allah SWT dan sanjungan terhadap nabi Muhammad SAW, selain itu juga menceritakan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW. Teks yang dinyanyikan dalam pertunjukan Berdah terdiri dari bahasa Arab yang berasal dari kitab  barzanggi. Tujuan awalnya  penyajian Berdah ini untuk menyebarkan Agama Islam.  Tetapi dalam perkembangannya Berdah  sekarang ini sudah menjadi suatu kesenian yng berfungsi sebagai hiburan masyarakat dalam acara pesta perkawinan. Dari segi bentuk penyajiannya, kesenian berdah dinyanyikan secara bersama-sama (koor) sambil memainkan pola-pola ritme instrument yang dinamakan gebane. Kesenian berdah ditampilkan oleh laki-laki 7 sampai 15 pemain.. Lagu-lagu yang disajikan dalam kesenian berdah terdapat 7 repertoar lagu, yaitu Assalamualaik, bisyahri, tanaqol,badatlana, birabbisyai, tabarokallah dan makhfulatan. Kesenian ini ditampilkan dalam dua posisi duduk dan berjalan dalam acara mengarak pengantin laki-laki. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur pertunjukan dalam upacara perkawinan di Desa Rantau Mapesai.Kata kunci: berdah, upacara perkawinan, gebane.
METODE PENGGARAPAN MUSIK ILUSTRASI THE SOUND OF CRUSADES M. Iqbal Widianto; Emridawati Emridawati; Hafif HR
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2077

Abstract

The Sound of Crusades merupakan sebuah komposisi musik ilustrasi yang dibuat untuk mengekspresikan dan menghadirkan suasana perang salib melalui musik kepada para pendengarnya. Penggarapan komposisi ini berasal dari peristiwa perang salib, yaitu perang agama antara umat Islam dengan Kristen Eropa selama dua abad (akhir abad ke-11 sampai abad ke-13). Musik ini diolah dengan menggunakan perangkat elektronik seperti; hardware dan software untuk memproduksi musik multimedia, diantaranya; komputer, speaker monitor, midi controller, headset monitor, software Digital Audio Workstation, Virtual Studio Technology dan Virtual Studio Technology Instrument serta fitur Automation, Velocity dan Fx. Musik ini tergolong musik programa, dimana di dalamnya terdapat adegan dan cerita dengan visual slide gambar. Komposisi musik ini dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan alur cerita yang terjadi pada perang salib. Hasil akhir dari komposisi musik ilustrasi ini, berupa visualisasi video yang berisikan slide ilustrasi gambar perang salib.
PERTUNJUKAN SOLO PIANO REPERTOAR TOCCATA IN D MINOR BWV 565, PARTITA IN C MINOR BWV 826, MAK INANG PULAU KAMPAI Rizki Isman Haris; Yon Hendri; Zainal Warhat
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i1.753

Abstract

Pada penyajiannya, Toccata in D Minor BWV 565 yang merupakan salah satu karya popoler zaman barok yang diciptakan oleh J.S Bach pada kisaran tahun 1730-1735. Karya ini banyak mengandung Chord  dengan interval diminis yang dimainkan dalam bentuk Broken Chord dan penggandaan nada yang selaras dengan jarak satu oktave yang dimainkan dengan tempo cepat. Pada tahun 1899 Ferruccio Busoni menulis transkrip Toccata in D Minor BWV 565 kebentuk solo piano. Partita No. 2in C Minor BWV 826 adalah sebuah karya yang ditulis oleh J.S Bach untuk solo Harpsikord, karya ini ditulis pada tahun 1726. Partita adalah karya instrumental multi gerakan yang isinya beberapa gerakan yang relatif singkatyang di awali dengan Sinfonia.Sinfonia dimainkan dengan pengembangan dari Broken Chord pada tangan kanan dan diringi dengan glissando pada tangan kiri yang dimainkan pada tempo Gruve Adagio. Gerakan kedua dimainkan dengan not sepertigapuluhduaan dan seperenambelasan pada tangan kanan yang diringi dengan not seperdelapan tanpa jeda pada tangan kiri. Mak Inang Pulau Kampai adalah sebuah karya melayu dengan komposer NN yang diaransemen oleh Bapak Rizaldi S.Kar M. Hum kebentuk solo piano. Karya ini cukup populer di Indonesia dan juga di Malaysia. Kata “mak inang”artinya ialah pengasuh, jadi “mak inang” disini adalah seorang memiliki provesi sebagai pengasuh putra dan putri bangsawan pada zaman dahulu. Karya ini dimainkan dengan not seperenambelasan pada tangan kanan dan diringi dengan not seperdelapan yang menyerupai pola ritme Bass pada tangan kiri, dimainkan dengan tempo cepat dan memberikan suasana ceria senang, bahagia, damai dan tenang bagaikan ombak Pulau Kampai, sebuah pulau yang terletak di Muara sungai Besitang yang menghadap ke Selat Malaka.Kata kunci : Solo Piano; Pertunjukan; Klasik; Modern.
DESKRIPSI STRUKTUR TARI TAK OYAI DI KENAGARIAN PAINAN TIMUR KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Alsi Putra Doeta; Yarlis Yarlis
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i1.2531

Abstract

Fokus utama dalam penelitian ini adalah tentang deskripsi struktur tari Tak Oyai di Kenagarian Painan Timur Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik data tertulis maupun data di lapangan dihimpun dan dijabarkan kemudian dianalisis sesuai permasalahan penelitian yang dirumuskan. Pendekripsian struktur Tari Tak Oyai dilakukan supaya masyarakat Painan Timur mengetahui tentang struktur Tari Tak Oyai dan dapat melestarikan tari tersebut. Tak Oyai terdiri dari kata Tak yang berarti tidak, dan Oyai berarti goyah. Jadi Tak Oyai bermakna sebagai tidak ada kegoyahan dalam bekerja yang penting selalu bersemangat walau dalam keadaan sulit sekalipun. Sikap semangat tersebut menggambarkan tentang seorang petani yang selalu bersemangat bekerja meskipun dalam keadaan sulit. Untuk menjelaskan semua ini dilakukan dengan menggunakan beberapa teori, teori yang relevan tentang struktur tari yaitu teori struktur dari Y.Sumandyo hadi, kemudian teori bentuk dari Y. Sumandyo Hadi. Kata Kunci: Tari Tak Oyai, Struktur, Bentuk
PENGALEH PUKOL Komposisi Karawitan Kesenian Kompang Di Desa Concong Luar Kabupaten Indragiri Hilir Rizki Agus Irlianto; M. Halim M. Halim; Firman Firman
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i1.2537

Abstract

ABSTRACTKompang art in Concong Luar Village, Concong Subdistrict, Indragiri Hilir Regency, in the kompang pattern game on the long pukol song, the kompang pattern is played with manners and the musical structure of the work is still underdeveloped. From this musical case, the artist got the idea to develop a kompang transition pattern that is still underdeveloped to be varied both in terms of sound color and rhythm pattern. the creator was inspired by the transition pattern in the long pukol song. Pengaleh Pukol is a term that the author adopted from the mention of the transitional pattern in the long pukol song. From the kompang transition pattern, the artist develops transitional patterns in the kompang found in the long pukol song with a new composition that is different from the tradition. Based on the artist's observations of the transitional pattern, this has still not been worked out in a variety of ways, so the idea arose from the artist to work on the Riau Kompang art into compositional work with a traditional approach, with several instruments such as, rabano, kompang, and flying as a form of developing work as well as a touch of taste. varied and unobtrusive.
PERTUNJUKAN MUSIK SOLO VIOLIN DENGAN REPERTOAR CHACONNE IN G MINOR, SPIRITED AWAY, DAN WE WIIL ROCK YOU Alqtuiss Patri Sakti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i1.2002

Abstract

Chaconne In G Minor adalah pertunjukan solo violin pertama yang merupakan komposisi solo violin gubahan T.A. Vitali(1663), yakni seorang pemain violin ternama pada zaman barok. Komposisi musik tersebut dikenal dengan istilah chaconne yang berhubungan pada era barok (klasik). Ide dan strukturnya hampir serupa dengan bentuk passacaglia dari bentuk (form) yang sama. Spirit away adalah pertunjukan solo violin kedua, yakni merupakan komposisi solo violin karya Iskandar Widjaja seorang violinist yang lahir pada tahun 1986 asal Jerman berdarah Indonesia. We Will Rock You adalah pertunjukan solo violin ketiga yang merupakan transkripsi vocal pada instrumen violin dari lagu band Queen, yaitu band asal Inggris (London) yang berdiri pada tahun 1970. Metode penyajian yang digunakan ialah penerapan tekhnik permainan violin pada tiga komposisi musik Chaconne In G Minor, Spirit away, We Will Rock You melalui pendekatan etude, yaitu sebuah buku panduan dalam menguasai tekhnik permainan violin. Etude yang digunakan ialah Rodolphe Kreutzer 42 etude's, buku panduan tersebut merupakan karangan dari seorang pianis bernama Rodolphe Kreutzer (1766-1831). Tekhnik yang diterapkan merupakan tekhnik yang terdapat pada komposisi musik yang dipertunjukan, di antaranya; stacato, legato, arpeggio,, richochet dan double stop. Pertunjukan solo violin yang menerapkan komposisi musik berbeda zaman dan style (gaya), yakni antara klasikal dan modern adalah bentuk kesukaran dalam mewujudkannya. Rodolphe Kreutzer 42 etude's adalah panduan yang memuat tekhnik-tekhnik bermain violin, sehingga penerapan komposisi musik tersebut dapat di garap dengan kaidah baku yang memiliki suatu standar permainan violin.Kata kunci: Chaconne In G Minor;  Spirit Away ; Rodolphe Kreutzer
PEMERANAN TOKOH ARINI DALAM NASKAH MAINAN GELAS KARYA TENNESSEE WILLIAMS ADAPTASI SUYATNA ANIRUN DENGAN METODE AKTING STANISLAVSKY Novita Andriani Butar-Butar; Martozet Martozet
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i1.2538

Abstract

Tujuan dari penelitian ini agar dapat memerankan sosok Arini dalam naskah Mainan Gelas karya Tennessee Williams adaptasi Suyatna Anirun dengan menggunakan metode akting Stanislavsky. Hasil ataupun capaian dalam penelitian ini berupa pertunjukan teater. Permasalahan yang terdapat dalam naskah Mainan Gelas, menggambarkan kejadian yang sering terjadi pada zaman sekarang. Baik dari segi eksternal maupun internal, yaitu ketidak harmonisan sebuah keluarga. Naskah ini berbicara seputar krisis eksistensi individu dalam bermasyarakat (salah satunya) yang memiliki kekurangan fisik, keterbelengguan, kesendirian, dan keterasingan bagi pribadi-pribadi manusia dalam konteks batin dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini merupakan capaian akhir dari proses produksi. 1) Mengetahui struktur dan tekstur naskah Mainan Gelas karya Tennessee Williams adaptasi Suyatna Anirun bagi kebutuhan pemeranan tokoh Arini.2) Mewujudkan pemeranan tokoh Arini dalam naskah Mainan Gelas karya Tennessee Williams adaptasi Suyatna Anirun dengan menggunakan metode akting Stanislavsky. Hasil penelitian dalam menubuhkan tokoh, ingatan emosi dan Given Circuntance relevan dengan kondisi masyarakat yang ada di Desa Suka Makmur Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Metode Stanislavsky dapat membantu penulis dalam memerankan tokoh Arini dengan baik. Berdasarkan metode akting ini pemeran dapat  meyakinkan penonton bahwa apa yang terjadi di atas panggung adalah berdasarkan fakta dan kejadian yang sebenarnya, sesuai dengan naskah yang dimainkan.
TANAH LIAT SEBAGAI INSPIRASI DALAM MENCIPTAKAN KARYA TARI “TUBUH YANG MENGGELIAT” Anisa Rabdina; Yan Stevenson; Wardi Metro
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 2 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i2.3111

Abstract

ABSTRAK  Karya tari Tubuh Yang Menggeliat berangkat dari sifat tanah liat yang memiliki sifat mudah dibentuk ketika basah seperti gerakan mengalir dan bersifat keras ketika kering seperti gerakan stakato atau sentakan-sentakan. Fokus pengkarya ialah mentransformasikan sifat tanah liat itu ke dalam tubuh penari. Dimana disampaikan dalam respons tubuh penari terhadap sifat tanah liat tersebut pada setiap bagian dalam karya ini. Divisualkan oleh lima orang penari serta diperkuat dengan musik tekno live serta elemen komposisi lainnya. Metode yang digunakan dalam penggarapan karya ini adalah metode eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Karya ini digarap dengan tema kehidupan dan menggunakan tipe abstrak yang terdiri dari tiga alur garapan dan ditampilkan di Auditorium Boestanoel Arifin Adam Institut Seni Indonesia Padang Panjang.Kata Kunci : Sifat, Tubuh, dan Tanah Liat ABSTRAK  The Body Wriggling dance work departs from the nature of clay, which is easy to shape when wet like a flowing movement and hard when dry like a staccato movement or jerks. The focus of the artist is to transform the nature of the clay into the dancer's body. Which is conveyed in the response of the dancer's body to the nature of the clay in every part of this work. Visualized by five dancers and reinforced by live techno music and other compositional elements. The methods used in this work are exploration, improvisation, and shaping methods. This work is done with the theme of life and uses an abstract type consisting of three plots and is displayed at the Boestanoel Arifin Adam Auditorium, the Indonesian Art Institute, Padang Panjang.  Keywords: Nature, Body, and Clay
STUDI KASUS MANAJEMEN ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN PADA PROGRAM STUDI SENI TARI ISI PADANGPANJANG Wulan Maesa Yelvi; Yusfil Yusfil; Ninon Syofia
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 8, No 2 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v8i2.3112

Abstract

ABSTRAK                Tulisan ini merupakan hasil penulisan yang membahas tentang studi kasus manajemen organisasi seni pertunjukan tahun 2018-2021 pada Program Studi Seni Tari Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Pelaksanaan manajemen pertunjukan di Program Studi Seni Tari tidak sesuai dengan ilmu manajemen, sebagaimana teori yang dikemukakan oleh George R. Terry (1960) yaitu fungsi dasar menajemen sebagai proses dinamis yang meliputi fungsi-fungsi manajemen : 1) perencanaan (planning), 2) pengorganisasian (organizing), 3) penggerakan (actuating), 4) pengawasan atau evaluasi (controlling). Hal ini terjadi karena tidak adanya kerjasama antara Program Studi Seni Tari dengan Himpunan Mahasiswa jurusan (HMJ) Seni Tari, sehingga pada tata cara pengelolaan pertunjukan tari baik itu sifatnya pribadi dan untuk kegiatan kampus tidak berjalan secara sistematis, seringkali bersifat subjektiv. Di sisi lain terdapat kekurangan mengenai fasilitas untuk menunjang aktivitas mahasiswa dalam melakukan matakuliah praktek. ABSTRACK                This paper is the result of research that discusses case studies of performing arts organization management in 2018-2021 at the Dance Study Program of the Indonesian Institute of the Arts Padangpanjang. The implementation of performance management in the Dance Study Program is not in accordance with management science, as proposed by George R. Terry (1960) namely the basic function of management as a dynamic process which includes management functions: 1) planning, 2) organizing (organizing), 3) actuating, 4) monitoring or evaluation (controlling). This happened because there was no collaboration between the Dance Study Program and the Dance Department Student Association (HMJ), so that the procedures for managing dance performances, both personal and for campus activities, did not run systematically, often being subjective. On the other hand, there is a lack of facilities to support student activities in conducting practical courses.