cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
PERWUJUDAN TOKOH IVAN KALYAYEV DALAM NASKAH KEADILAN KARYA ALBERT CAMUS DENGAN PENDEKATAN AKTING THE SYSTEM STANISLAVSKI Fajar Eka Putra; Meria Eliza; Dede Pramayoza
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1209

Abstract

Perancangan tokoh Ivan Kalyayev dalam naskah Keadilan karya Albert Camus terjemahan Ipong Niaga merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan untuk mewujudkan tokoh Ivan Kalyayev sebagai pertunjukan teater. Proses perancangan pemeranan meliputi identifikasi sistem pelatihan yang tepat dalam memerankan tokoh, postulasi atas metode pemeranan yang tepat, dan akhirnya formulasi perwujudan tokoh  ke dalam  pertunjukan. Kesimpulan  atas proses perancangan tokoh Biopic, dapat diwujudkan dengan representasi melalui pendekan The System Stanislavski, agar dapat ditampilkan dengan gaya realisme. Kata kunci: Ivan Kalyayev, Keadilan, Albert Camus, The System, Round The Table.
PENERAPAN TEKNIK MEMAINKAN PIANIKA DALAM BENTUK ENSAMBEL PIANIKA PADA LAGU KAMPUANG NAN JAUAH DI MATO Reni Alvionita; Emridawati Emridawati; Awerman Awerman
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil penerapan teknik memainkan pianika dalam bentuk ensambel pianika pada lagu Kampuang Nan Jauah Di Mato di SDN 07 Teladan Bukittinggi. Secara metodologis penelitian ini berbentuk jenis kualitatif yang menggunakan pendekatan action research. Kualitatif dalam penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku siswa/i yang diamati. Pendekatan action research digunakan untuk penerapan tindakan pembelajaran yang diteliti dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah, dan mengamati tingkat keberhasilannya. Kemudian diberikan tindakan lanjutan bersifat penyempurnaan tindakan dan penyesuaian situasi, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik. Penelitian ini juga didukung dengan metode penelitian lainnya; metode ceramah, metode demonstrasi, metode eksperimen, dan metode imitasi. Hasil yang diperoleh dari penerapan teknik memainkan pianika kepada peserta didik adalah peserta didik mampu mempraktekkan teknik penjarian pada pertunjukan ensambel pianika dengan lagu Kampuang Nan Jauah Di Mato dan pada kegiatan drumband
KAJIAN STRUKTUR DAN TEKSTUR DRAMATIK NANDAI BATEBA RADEN BUNGSU KAB.BENGKULU SELATAN Handayani, Lusi; Saaduddin, Saaduddin; Herwanfakhrizal, Herwanfakhrizal
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.764

Abstract

Nandai Bateba merupakan teater tutur yang berkembang di dusun dalam Desa Pajar Bulan Kabupaten Bengkulu Selatan. Pertunjukan Teater Tutur Nandai Bateba menjadi tradisi penghibur setelah hari ke tujuh kematian, dipertunjukan untuk menghibur keluarga yang mendapatkan musibah agar tidak larut dalam kesedihan. Teater tutur ini dipertunjukan oleh seorang Juru Nandai (penutur) dengan bentuk dilagukan/ ditembangkan serta dialog dan lakuan secara spontan tanpa menyiapkan skenario tertulis.Teater tutur Nandai Bateba Raden Bungsu merupakan sebuah pertunjukan lakon atau cerita dari Teater tutur yang dimaksud seni pertunjukan. Teater tutur Nandai Bateba Raden Bungsu sebagai pusat penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kualitatif, dalam bentuk deskriptif analisis serta didudukan menganalisis struktur dan tekstur pertunjukan terutama enam nilai dramatik; alur, karakter, tema, dialog, mood (rhythm), dan spektakel. Sesuai dengan teori Kernodle dan Portia Kernodle.
“SENSITIF” : Bentuk Tubuh yang Tidak Stabil ketika Gejala Asma Febian Lavica
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2078

Abstract

Karya tari Sensitif terinspirasi dari penyakit asma. asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernafasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran nafas yang menimbulkan sesak atau sulit bernafas. Penyakit asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab,  diantaranya aktifitas fisik yang berlebihan, pengaruh obat-obatan, stres, emosi berlebihan, dan dimana yang paling sering karena adanya faktor lingkungan penyebab asma. Untuk melahirkan sebuah konsep kedalam karya tari, pengkarya  menghadirkan  bentuk dari tingkah laku penderita penyakit asma kedalam tubuh yang tidak stabil. Pengkarya juga menggunakan properti selang sebagai interpretasi saluran pernafasan yang menyempit pada penderita asma. Dalam karya tari ini terdiri dari tiga bagian, bagian pertama menggambarkan spontanitas pada tubuh ketika mengalami sesak nafas yang diinterpretasikan melalui tubuh penari, bagian kedua menginterpretasikan mengi yang dirasakan ketika sesak nafas yang disimbolkan menggunakan selang yang berfungsi sebagai saluran pernafasan, kemudian bagian ketiga menggambarkan tubuh yang terkontaminasi pada penyakit asma yang sulit dikendalikan
JALUAR GANJIAL MUSIK DENGAN PENDEKATAN RE- INTERPRETASI TRADISI Dio Puja Sukma; Yurnalis Yurnalis; Elizar Elizar
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2080

Abstract

Karya komposisi musik ini bersumber dari Repertoar Kendidi yang terdapat pada Kesenian Celempong Rarak Godang di Kabupaten Kuantan Singingi, setelah pengkarya melakukan analisa terhadap Repertoar Kendidi tersebut pengkarya menemukan adanya perbedaan dua birama atau dissebut dengan Poly meter yang terdapat pada frase pertama pada repertoar Kendidi. Perbedaan birama itu lah yang menjadi ketertarikan pengkarya untuk ditafsirkan kembali ke dalam bentuk komposisi musik dengan judul “Jaluar Ganjial”, dalam penggarapannya pengkarya lebih cenderung menggunakan beberapa teknik garap seperti : permainan tempo, call and repons, unisoso, hocketting, sehingga terjadi permainan poly meter
PENYAJIAN SOLIS GITAR KLASIK DENGAN REPERTOAR SUITE OP. 19 KOYUNBABA DAN JOGET HITAM MANIS ILHAMUL IQBAL
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2081

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk memberikan gambaran bentuk pertunjukan Solois Gitar dalam dua repertoar Suite op. 19 koyunbaba karya Carlo Domeniconi yang merupakan karya pada zaman modern, pertunjukan pertama ini dibawakan dengan bentuk solis gitar. Pertunjukan kedua sebuah pertunjukan musik melayu Joget Hitam Manis, dibawakan dengan iringan ansambel campuran. Dalam menyajikan kedua repertoar ini penyaji memberikan sajian yang berbeda-beda dalam tiap-tiap repertoar baik dari perbedaan teknik bermain, style, zaman serta interprestasi pada masing-masing repertoar dengan tujuan tercapainya sebuah pertunjukan yang bernilai estetis.
KARYA TARI “FAKE SMILE” BERBASIS RISET Rahmat Elfi Julianto; Wardi Metro; Idun Ariastuti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2075

Abstract

The dance work "Fake Smile" was inspired by personality disorders that exist around society, namely psychopaths. Psychopath, which is a condition in which a person cannot feel empathy and tends to commit violence to other humans without being followed by feelings of guilt for his own satisfaction. In working on this concept, the writer has an idea that is to use facial and body expressions as a medium of expression and communication as well as the property of a pyramid-shaped frame covered with cloth as an expression of the mood of a psychopath. In addition, the exploration of motion is developed from the behavior of people with psychopathic disorders which are visualized with the character of the writer. The methods used in this work include observation, data processing, literature study, selection of supporting works, exploration, motion arrangement, improvisation, and evaluation. This work consists of three parts, the first part describes the anti-social pressure, the second part describes the emotional sufferer, and the third part describes the uncontrolled body of the psychopath sufferer.
PEMERANAN TOKOH MURID DALAM NASKAH PELAJARAN KARYA EUGENE IONESCO TERJEMAHAN TOTO SUDARTO BACHTIAR DENGAN GAYA ABSURDISME Ica Nurhasanah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2082

Abstract

Naskah Pelajaran karya Eugene Ionesco terjemahan Toto Sudarto Bachtiar menceritakan tentang seorang murid yang datang kerumah Profesor untuk belajar demi melanjutkan pendidikan doktoralnya. Tokoh Murid memiliki karkater yang cenderung percaya diri dan ceria. Meskipun Tokoh Murid sudah mencapai pendidikan doktoralnya, ia masih belum bias membedakan antara pengurangan dan penjumlahan. Konflik pun dimulai dari masalah tersebut yang dianggap sebagai dasar dari pengetahuan orang yang punya pendidikan tinggi. Tokoh Murid diwujudkan oleh pemeran di atas panggung menggunkan gaya absurd. Untuk mewujudkan kerja aktor, pemeran menggunakan metode akting Stanislavsky. Pemeran tidak serta merta menggunakan seluruh metode yang digagas oleh Stanislavski. Pemeran menggunakan metode yang dianggap membantu terwujudnya Tokoh Murid di atas panggung dengan baik. Pemeran berusaha semaksimal mungkin agar metode yang digunakan dapat diaplikasikan dengan baik.
GUGUAH BATINGKAH Komposisi Karawita Kesenian Dikia Rabano Di Jorong Lasi Mudo Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat Ardi Saputra
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2076

Abstract

Kesenian dikia rabano di jorong Lasi Mudo, Kenagarian Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, dalam permainan pola rabano pada lagu barakato lagi, pola rabano dimainkan dengan batingkah dan struktur garap musikalnya yang masih kurang tergarap. Dari kasus musikal tersebut pegkarya mendapat ide untuk mengembangkan pola tingkah rabano yang masih kurang tergarap menjadi bervariasi baik dari warnya bunyi dan pola ritmenya. pengkarya terinspirasi dari pola tingkah rabano pada lagu barakato lagi. Guguah batingkah merupakan sebuah istilah yang pengkarya adopsi dari penyebutan dari pola tingkah rabano pada lagu barakato lagi. Dari pola tingkah rabano maka pengkarya mengembangkan pola-pola tingkah rabano yang terdapat pada lagu barakato lagi dengan garapan baru yang berbeda dari tradisinya. Bedasarkan dari pengamatan pengkarya terhadap pola tingkah rabano tersebut masih belum tergarap secara variatif sehingga timbul ide dari pengkarya untuk menggarap kesenian dikia rabano Lasi kedalam garap komposisi dengan pendekatan tradisi, dengan beberapa instrumen seperti, rabano, kompang, dan pano sebagai bentuk pengembangan garap sekaligus sentuhan rasa yang lebih variatif dan tidak menoton
PEMERANAN TOKOH GARENG DALAM NASKAH PENJUAL BENDERA KARYA WISRAN HADI DENGAN METODE STANISLAVSKY Muhammad Fajar
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 2 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i2.2083

Abstract

Pemeran tokoh Gareng dalam naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan untuk mewujudkan tokoh Gareng pada sebuah pertunjukan diatas panggung. Penciptaan pemeran tersebut diawali dengan analisis naskah sesuai dengan tokoh yang akan di perankan. Bagian dari analisis tokoh Gareng meliputi aspek Psikologi, Fsiologi, Sosiologi. Hasil dari analisis tersebut menjadi pedoman bagi pemeran untuk mewujudkan tokoh Gareng, dengan menggunakan metode Akting Stanislavsky. Disini pemeran menggunakan Magic If atau Pengandaiaan yang berguna bagi pemeran untuk membangun bentuk keaktoran dan menyatukan karakter pemeran dengan karakter tokoh yang diperankan

Page 11 of 16 | Total Record : 158