cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
TERBANG KENCER IN DIGITAL MUSIC Achmad Ibnu Munjazi; Martarosa Martarosa; Nurkholis Nurkholis
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i1.443

Abstract

Terbang kencer adalah kesenian musik tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Komponen penyusun Terbang Kencer terdiri dari Guru (Vokal/Penyair) dan alat musik perkusif yang berjumlah sembilan buah. Mereka Terdiri dari dua buah Terbang, empat buah Kencer, dua buah Kempling, dan satu buah Induk. Syair yang ada pada  Terbang kencer memiliki banyak jenis. Jenis Syair yang digunakan pada karya ini adalah Syair Sholawat  yang diambil dari Kitab Barzanji. Terbang kencer In Digital Music adalah sebuah karya yang mewujudkan permainan terbang kencer kedalam bentuk digital dan menerapkan rasa permainannya kedalam Musik elektronik dengan jenis House Music. Beberapa teknik Audio Digitalization yang digunakan antara lain Audio Sampling, Audio Variaton, dan Virtual Studio Instrumnetation. Karya ini dituangkan dalam dua bagian. Bagian pertama merupakan perwujudan bentuk Terbang kencer dalam bentuk MIDI Instrument. Bagian Kedua merupakan penuangan rasa permainan Terbang Kencer ke jenis House Music.  
PEMBELAJARAN TEKNIK VOKAL PADUAN SUARA SIK-SIBATUMANIKAM DAN WHEN YOU BELIEVE DI YAYASAN PRAYOGA BUKITTINGGI SMPS XAVARIUS Arnia Hartipa Iskandar; Nursyirwan Nursyirwan
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i2.891

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan siswa dalam bernyanyi yang tidak menggunakan teknik vokal yang baik dan benar. siswa bernyanyi tanpa memperhatikan cara pengucapan syair lagu atau yang disebut juga dengan artikulasi dan pernapasan yang tidak benar, siswa bernyanyi tidak memperhatikan nada atau yang disebut juga dengan intonasi. Mereka hanya sekedar bernyanyi tanpa memperhatikan bagaimana sikap bernyanyi yang baik dan teknik vokal yang benar. Dari pokok permasalahan ini peneliti akan membahas tentang metode Pembelajaran Teknik Vokal Paduan suara Sik-Sibatumanikam dan When You Believe di Yayasan Prayoga Bukittinggi SMPS Xavarius. Dalam penelitian ini peneliti memberi tindakan dengan penilaian tiga kategori yaitu teknik vokal, keseimbangan dalam paduan suara, dan kemampuan bernyanyi. Penelitian yang dilaksanakan di Yayasan Prayoga Bukittinggi SMPS Xavarius menggunakan jenis penelitian tindakan (Action Research). Adapun penelitian ini didukung oleh beberapa metode pembelajaran yaitu, metode demonstrasi, metode imitasi dan metode latihan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data tekumpul maka peneliti mulai mengolah data tersebut dengan menggunakan teknik klasifikasi data dan analisis data, yang dihitung dengan tabel distribusi frekuensi.
PENYAJIAN SOLIS MARIMBA REPERTOAR WINTER ANTONIO VIVALDI, NOCTURNE IN C SHARP MINOR FREDERIC CHOPIN Toni Rahmat Putra; Ferry Herdianto; Hafif HR
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1534

Abstract

This article about percussion music performances in marimba playing techniques as an instrument presented by solis. presenting two repertoires namely Winter (L'Inverno) created by Antonio Vivaldi from the Baroque era in the 18th century, presented in the form of a marimba solis performance and a second repertoire of a by Frederic Chopin, Nocturne In C Sharp Minor in the Romantic era presented in Solis Marimba with accompaniment Ensamble of strings. The two repertoires presented have differences ranging from difficulty levels, styles, game techniquesABSTRAK Artikel ini memuat tentang pertunjukan musik perkusi dalam teknik bermain marimba sebagai instrument yang disajikan oleh solis. membawakan dua repertoar yaitu Winter (L’Inverno) diciptakan oleh Antonio Vivaldi dari era Barok pada abad 18, disajikan dalam bentuk pertunjukan solis marimba dan repertoar kedua sebuah karya Frederic Chopin, Nocturne In  C Sharp Minor pada era Romantic yang disajikan dalam Solis Marimba dengan iringan Ensamble string. Kedua repertoar yang disajikan  memiliki perbedaan mulai dari tingkat kesulitan, style, teknik permainan.
GHGUMPIAN KOMPOSISI MUSIK DENGAN PENDEKATAN TRADISI Ahmad Wanda; Ediwar Ediwar; Alfalah Alfalah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.772

Abstract

Karya ini bersumber dari kesenian gamolan pekhing yang terdapat di desa Sekala Brak, Kabupaten Lampung Barat. Gamolan pekhing ini merupakan sebuah instrumen tunggal yang tergolong ke dalam perkusi melodis. Gamolan pekhing ini mempunyai sebuah repertoar lagu yang berjudul Tabuh Jakhang Kenali, keunikan dari tabuhan ini mempunyai ritme yang sama pada melodi pertama dan ketiga. Pada karya ini, pengkarya menggarap bentuk dasar ritme tersebut ke dalam komposisi musik dengan pendekatan tradisi. Dalam penggarapannya, bentuk dasar ritme ini dikembangkan ke dalam bentuk pengembangan ritme yang dihadirkan ke dalam bentuk melodi. Melodi-melodi yang dihasilkan dari pengembangan ini merupakan hasil kerja kreatif pengkarya dalam mengembangkan materi dasar yang telah ada menjadi sebuah materi baru dan menggarapnya sesuai dengan imajinasi pengkarya
SINKRETISME: REFLEFKSI BUDAYA KOTA SIBOLGA SENI PERTUNJUKAN TARI ANAK DI SUMATERA UTARA Sri Ayuni Lase; Surherni Surherni; Ernida Kadir
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1544

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Sinkretisme: Refleksi Budaya Masyarakat Pesisir Kota Sibolga Tapian Nauli, di Suamtera Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskripstif analisis. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teori sinkretisme oleh A. Suyono, teori budaya oleh Suwardi Endraswara dan teori koreografi atau komposisi oleh Y.Sumandiyo Hadi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang terdapat di dalam seni pertunjukan Tari Anak.Tari anak menceritakan tentang perjuangan orang tua yang menginginkan kesembuhan pada anaknya melibatkan dukun. Dukun berperan dalam proses pengobatan anak yang sakit dengan membacarakan mantra-mantra. Tari anak berikan doa-doa, petuah, dan harapan.
IMBAUAN RABAB PASISISA SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KOMPOSISI GITIAK MAMBAO RASO Bayu Eka Saputra; Yunaidi Yunaidi; Darmansyah Darmansyah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.765

Abstract

Penciptaan komposisi pada masa lalu sering dilakukan secara kolektif dan ditujukan untuk kepentingan bersama dalam satu masyarakat atau komunitas.Seiring dengan perkembangan zaman penciptaan komposisi karawitan telah menghadirkan keberadaan musik tradisi yang ada sebagai sumber penciptaan. “Gitiak Mambao Raso” merupakan karya komposisi baru yang berangkat dari motif-motif imbauan Rabab Pasisia yang memakai nada Le (6/). Dalam penggarapan komposisi “Gitiak Mambao Raso” terjadi exsplorasi terhadap musik tradisi, denga melakukan pengolahan menjadi tekhnik-tekhnik musik konvensional dan penggabungan pengolahan sumber tradisi baik secara lebih leluasa terjadi pengolahan terhadap materi musikal Imbauan Rabab Pasisia, baik melalui pengembangan bunyi, tempo terikat dengan sumber tradisi.
PENGEMBANGAN AYUAK PADA DENDANG RATOK PANINGGAHAN Artika Widya Sari; Admiral Admiral; Firdaus Firdaus
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1509

Abstract

Ayuak is a vocal technique used by traditional pedendang in dendang ratok, this ayuak technique is very distinctive in giving dendang ratok paninggahan melodic ornaments. In its history this art was once performed when a family member of the Paninggahan community died, to express feelings of grief. and deep sorrow for the family members left behind. This work, the author begins with the game Saluang and Mansi Solok, where the initial part is played simultaneously with the intention of being the basic tone of the melody to be played. The composition of the saayuak musical is the result of the worker's interpretation of the ayuak technique that the author works on in the form of a musical composition with an approach work on tradition, which aims to maintain the spirit of tradition in this work.Keywords: Ratok Paninggahan, Ayuak, Tradition Approach, DendangABSTRAKAyuak adalah sebuah teknik vokal yang digunakan oleh pedendang tradisi dalam dendang ratok,teknik ayuak ini sangat khas sekali dalam memberikan ornamen melodi dendang ratok paninggahan.Dalam sejarahnya kesenian ini dulunya dilakukan apabila salah seorang anggota keluarga dari masyarakat Paninggahan meninggal dunia, gunanya untuk mengekspresikan perasaan duka dan kesedihan yang mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Karya ini pengkarya memulainya dengan permainan Saluang dan Mansi Solok yang mana bagian awal ini dimainkan secara bersamaan dengan maksud sebagai nada dasar dari melodi yang akan di mainkan.Komposisi karawitan saayuak adalah hasil interpretasi pengkarya terhadap teknik ayuak tersebut yang pengkarya garap dalam bentuk komposisi karawitan dengan pendekatan garap tradisi, yang bertujuan untuk tetap mempertahankan roh tradisinya di dalam karya ini.Kata Kunci: Ratok Paninggahan,Ayuak, Pendekatan Tradisi, Dendang
EKSISTENSI SULING BAMBU DI DESA KOTO LUA KEC. SIULAK MUKAI KAB. KERINCI Wiwin Ardia; Syafniati Syafniati; Sriyanto Sriyanto
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.773

Abstract

Suling bambu adalah salah satu kesenian tradisi yang ada di desa Koto Lua Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci. Awalnya kesenian suling bambu ditampilkan menggunakan satu instrumen yaitu satu buah suling yang terbuat dari bambu. Fungsi kesenian suling bambu untuk menghibur diri sendiri di saat lelah bekerja di sawah, di ladang, bergembala ternak dan pada saat pesta panen. Seiring perkembangan zaman, suling bambu sudah berkembang dan tidak lagi digunakan pada saat pesta panen, melainkan sudah berubah fungsi sebagai acara hiburan seperti: prosesi pernikahan, turun mandi, sunatan rasul, kendurisko, Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK), dan penyambutan tamu di instasi-instasi pemerintah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pertunjukan suling bambu, perkembangan suling bambu dan pandangan masyarakat terhadap suling bambu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan melihat langsung pertunjukan. Hasil yang ditemukan menunjukan bahwa suling bambu telah mengalami perkembangan baik dari segi alat dan segi kegunaannya. Pada awalnya alat yang digunakan terdiri dari satu buah suling dan kemudian ditambah dengan beberapa instrumen lainnya seperti tambur, gendrang, cer, ketuk dan corong. Masyarakat memandang pertunjukan suling bambu adalah pertunjukan yang tidak boleh ditinggalkan pada acara arak-arakan penganten, FMPDK, penyambutan tamu di instasi-instasi pemerintah dan kenduri sko.
TURUK LAJO SIMAGERE DARI TARIAN RITUAL KE SENI PERTUNJUKKAN DI KEPULAUAN MENTAWAI Sisi Adira Veronica; Irdawati Irdawati; Maizarti Maizarti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Turuk Lajo Simagere Dari Ritual Ke Seni Pertunjukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskripsi analisis yaitu seluruh data yang di dapat baik data tertulis maupun data yang di lapangan di deskripsikan kemudian dianalisis sesuai permasalahan penelitian. Pendapat yang digunakan untuk mengkaji tarian ini adalah pendapat yang dikemukakan Soedarso SP tentang ciri-ciri pertunjukan ritual, pendapat yang dikemukakan oleh Soedarsono tentang ciri-ciri pertunjukan kemasan untuk wisatawan dan tentang elemen-elemen tari. Hasil penelitian yang didapat yaitu Turuk Lajo Simagere dari tarian ritual pengobatan menjadi seni pertunjukan. Turuk lajo Simagere dalam bentuk seni pertunjukan yang bisa di tampilkan di luar wilayah mentawai dan menambah pendapatan sampingan, sebagai upaya pelestarian.
RITUAL NGAYUN LUCI DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI ASEK LUCI Rike Denia Pratama; Adjuoktoza Rovylendes; Indriyetti Indriyetti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.766

Abstract

Karya tari berjudul “Asek Luci” adalah karya tari yang terinspirasi dari bagian prosesi ritual Ngayun Luci, yaitu menghantarkan luci ke sawah. Konsep tari ini disusun berdasarkan hasil riset pengkarya terhadap budaya yang masih diyakini dan dilaksanakan masyarakat Desa Koto Lua Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Untuk menvisualisasikan ide garapan ke dalam karya tari pengkarya menggunakan gerak-gerak tradisi Kerinci, musik pengiring karya tari ini mengunakan alat musik yang mampu mendukung suasana dan juga menghadirkan vokal-vokal tradisi Kerinci, serta setting dan properti pun juga membangun suasana yang ingin dihadirkan. Dalam karya tari ini terdapat tiga bagian, pada bagian pertama menghadirkan suasana sebelum terlaksanakannya ritual, bagian kedua menghadirkan Prosesi Ritual Ngayun Luci yaitu menghantarkan luci ke sawah, bagian ke tiga menghadirkan suasana suka cita masyarakat telah melakukan Ritual Ngayun Luci tersebut. Adapun pijakan gerak karya tari Asek Luci berupa gerak tari tradisi Kerinci yaitu tari rangguk.

Page 9 of 16 | Total Record : 158