cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Peranan UP3AI Unsyiah Dalam Mengantisipasi Pengaruh Pemberitaan LGBT (Lesbian,Gay,Biseksual,Transgender) di Media Online Terhadap Mahasiswa Dana Dwi Prasetyo; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan UP3AI unsyiah dalam mengantisipasi pengaruh pemberitaan LGBT di media online terhadap mahasiswa Unsyiah, Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang menjadi informan adalah sebanyak 4 orang terdiri dari 2 orang pengurus pusat UP3AI Unsyiah dan 2 orang mahasiswa yang merupakan bagian dari pengurus UP3AI Fakultas. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan studi dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran (Role Theory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa peranan yang dilakukan oleh UP3AI Unsyiah dalam mengantisipasi pengaruh pemberitaan LGBT di media online terhadap mahasiswa yaitu mengadakan seminar tentang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), mengelola akhlak, moral dan perilaku mahasiswa melalui proses mentoring dengan memberikan edukasi yang bersifat keagamaan, bekerja sama dengan semua pihak dalam mengantisipasi pengaruh LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) serta memberikan informasi yang bersifat edukasi kepada mahasiswa melalui media online. Penelitian menunjukkan bahwa UP3AI Unsyiah memiliki peranan yang cukup besar dalam mengantisipasi pengaruh pemberitaan LGBT di media online terhadap mahasiswa Unsyiah.Kata Kunci: Peranan UP3AI, LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), Media OnlineThe role of UP3AI  in anticipating the influence of online media report concerning LGBT toward studentsABSTRACT  This study is intended to determine the role of Unsyiah in anticipating the influence of online media report concerning LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) toward students of Unsyiah, Banda Aceh. A descriptive qualitative method was used as the research approach. Four informants consisted of 2 central board members of UP3AI Unsyiah and 2 students who were part of UP3AI executive board at faculty level were selected as the research subjects. To collect the data, interview and document analysis were utilized while role theory was employed to analyze the data. The analysis results showed that there were several roles performed by UP3AI Unsyiah namely by conducting a seminar about LGBT; administering a mentoring class in attempt to educate students about Islamic character, moral, and behaviour; building cooperation with all parties in anticipating the influence of LGBT; and sharing educative information for students through online media. This study showed that the role of UP3AI Unsyiah was suited to the concept of ideal role suggested by role theory i.e. the role which is performed by the stakeholder. In addition, the results also referred to the role of religious sociology and the role of family sociology. This study confirms that UP3AI has a significant role in anticipating the influence of online media report concerning LGBT toward students of Unsyiah.Keywords: Role of UP3AI, LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender), Online Media
Menguji Independensi Wali Nanggroe Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 tahun 2013 Mauliza Effendi; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.327 KB)

Abstract

ABSTRAKMauliza Effendi2017MENGUJI INDEPENDENSI WALI NANGGROE BERDASARKAN QANUN ACEH NOMOR 9 TAHUN 2013Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politikUniversitas syiah kualaDr. Effendi Hasan, MA(xi, 76), pp, bilb, app              Wali NanggroemerupakansebuahLembagaadatdalampemerintahan Aceh semenjakdi bentuknyaQanun Aceh Nomor 8 tahun 2012 yang lalu, proses perjalananLembagaWaliNanggroedalamkancahpemerintahanterusmendapatkan pro dankontrabaikdikalanganakademisimaupunmasyarakat Aceh sendiri yang kemudian Qanuntersebuat di revisi menjadi Qanun Aceh Nomor 9 tahun 2013, pelaksanaan tugas Wali Nanggroe yang seharusnya menunjukan sikap independensi yang mengedepankan nilai netralitas malah disalah gunakan dengan bersikap memihak kepada kelompok tertentu membuat Wali di ragujan untuk dapat mempersatukan rakyat Aceh. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui tungas dan fungsi Lembaga Wali Nanggroe berdasarkan dengan Qanun Aceh Nomor  Nomor 9 Tahun 2013 danuntuk menjelaskan mengapa Wali Nanggroe yang seharusnya memiliki sikap independen malah ikut serta sebagai tim pemenagan calon Gubernur Aceh yang diusung oleh partai Aceh pada pemilu 2017.Adapunmetodepenelitianmenggunakanpendekatanpenelitiankualitatif yang berlandaskandeskriptif, penelitiankualitatifdeskriptifmerupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang, dengan mengunakan metode ini maka peneliti dapat mendeskripsi, mengambarkan atau lukiskansecara sustematis, factual dan akurat.      HasilpenelitianmenunjukanbahwaLembagaWaliNanggroemerupakansebuahlembagaadat Aceh yang dibutuhkanolehmasyarakat Aceh, namunindependensi WaliNanggroe di ragukan, hal tersebutkarenakanWali Nanggroeselalumenunjukansikap yang mendukungpihaktertentusehinggaindependensiWali Nanggroe di pertanyakanolehmasyarakat. WaliNanggroe di bawahpimpinan Malik Mahmud di anggaptidakmemilikinilaiindependensi sehingga dengan itu wali Nanggroe bukan sebagai pemesaturakyat Aceh.Wali Nanggroediharapkan bersikap independensi dalam menjalankan tungasdan tangung jawab lembaga yang telah beliau pimpin. Independensi Malik Mahmud merupakan hal yang paling di harapkan oleh rakyat Aceh sehingga Wali Nanggroe mampu menjadi pemersatu masyarakat baik adat maupun politik.Kata Kunci :Wali, Independesi dan PemersatuTESTING THE INDEPENDECE OF WALI NANGGROE BASED ON QANUN OF ACEH NUMBER 9 OF 2013ABSTRACTMauliza Effendi2017TESTING THE INDEPENDECE OF WALI NANGGROE BASED ON QANUN OF ACEH NUMBER 9 OF 2013Faulty of Social and politial scienesyiah kualaUniversityDr. Effendi Hasan, MA(xi, 76), pp, bilb, app   Wali Nanggroe has been a stakeholder of an adat institution within the Aceh Government since the establishment of Qanun of Aceh Number 8 of 2012. The journey of Wali Nanggroe Institution in the governmental arena continues to gain pros and cons from either the academics or the people of Aceh. The Qanun was then revised to Qanun of Aceh Number 9 of 2013.In implementing his task, Wali Nanggroe should show the attitude of independence that puts forward the value of neutrality instead misused by being partial to a particular group that makes his ability to unite the people of Aceh is questioned.The purpose of this research was to determine the duties and functions of Wali Nanggroe in accordance with Qanun of Aceh Number 9 of 2013 and to find out the reason why the Wali Nanggroe, who should have been independent, participated as a campaign team of Aceh Governor candidate from Aceh Party in General Election of 2017.The research employed qualitative approach based with descriptive design. Descriptive qualitative research is a method that try to find out the status of a group of people, an object, a condition, a system of thought or a class of events in the present. By using this method, the researcher can describe an issue systematically, factually and accurately.            The result of the research showed that Wali Nanggroe Institution is an Acehnese adat institute needed by Acehnese people, but the independence of Wali Nanggroe was in doubt. It was because the Wali Nanggroe always showed theattitude that supported acertain party so that people questioned his independence. Wali Nanggroe under the leadership of Malik Mahmud is considered to have no independent value so that the Wali Nanggroe gave the impression that he did not act as a unifier of the Acehnese people. Wali Nanggroe is expected be independent in carrying out the responsibility of the institution he leads. The independence of Malik Mahmud is the most expected by the people of Aceh so that Wali Nanggroe becomes a unifier of society both adat and politics. Keywords: Wali Nanggroe, Independence and Unifier
Penggunaan Hashtag Sebagai Varian promosi Produk Pada Media Sosial Instagram Darniza Afriani; Dr. Mahyuzar Mahyuzar Drs, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.34 KB)

Abstract

ABSTRAK- Penelitian ini berjudul “Penggunaan Hashtag Sebagai Varian Promosi Produk Pada Media Sosial Instagram”. Media sosial Instagram kini bukan hanya menjadi wadah untuk sekedar mengunggah foto namun juga menjadi sebagai media dalam memasarkan produk . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena baru dalam dunia komunikasi pemasaran. Disini peneliti menggunakan model komunikasi pemasaran yaitu model marketing promotion mix . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipan dan dokumentasi. Wawancara tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu menentukan informan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan yaitu terhadap 5 orang informan yang merupakan pelaku bisnis online di Instagram dan menggunakan hashtag sebagai strategi mempromosikan produk. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan hashtag sebagai strategi mempromosikan produk adalah sangat efektiv dan berefek pada peningkatan penjualan Kata Kunci : komunikasi pemasaran, Instagram, hashtag ABSTRACT - This research entitled "The Effectiveness of Product Promotion Through Social Media Instagram Using Hashtag". Social media Instagram is now not only a container to just upload photos but also become as a medium in marketing the product. This study aims to identify new phenomena in the world of marketing communications. Here the researcher uses a marketing communication model that is marketing promotion mix model. The method used in this research is qualitative approach with descriptive analysis. Data collection was done by semi-structured interview technique, nonparticipant observation and documentation. The interview was conducted by using purposive sampling technique, that is determining informants based on a number of predetermined criteria ie 5 informants who are online business in Instagram and using hashtag as a strategy to promote the product. Based on the results of research using the hashtag as a product promoting strategy is very effecve and has an effect on sales increase. Keywords: Marketing Communications, Instagram, hashtag ABSTRACT - This research entitled "The Effectiveness of Product Promotion Through Social Media Instagram Using Hashtag". Social media Instagram is now not only a container to just upload photos but also become as a medium in marketing the product. This study aims to identify new phenomena in the world of marketing communications. Here the researcher uses a marketing communication model that is marketing promotion mix model. The method used in this research is qualitative approach with descriptive analysis. Data collection was done by semi-structured interview technique, nonparticipant observation and documentation. The interview was conducted by using purposive sampling technique, that is determining informants based on a number of predetermined criteria ie 5 informants who are online business in Instagram and using hashtag as a strategy to promote the product. Based on the results of research using the hashtag as a product promoting strategy is very effecve and has an effect on sales increase. Keywords: Marketing Communications, Instagram, hashtag 
Perbandingan Strategi Political Marketing Pasangan Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah Dengan Muzakir Manaf - TA Khalid Pada Pilkada Aceh 2017 andri susarno; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.543 KB)

Abstract

Pada pilkada Aceh 2017 pasangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah merupakan pasangan memperoleh angka terbanyak yaitu 898.710 suara. Disusul oleh pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid dengan mfvperolehan 766.427 suara. Political marketing merupakan  metode yang dapat dilakukan oleh setiap kandidat  dalam upaya merebut kekuasaan. Political marketing penting dilakukan untuk membangun hubungan dua arah antara pasangan calon dengan pemilih yang akan menjadi pedukungnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi political marketing kedua kandidat pasangan serta perbandingannya dalam memasarkan produk politik untuk memenangkan pilkada Aceh 2017. Penelitian ini mengunakan teori Lees Marshment. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data wawancara langsung, observasi lapangan dan dokumentasi kandidat. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam memasarkan produk politik, pasangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah mengunakan push marketing dan market oriented party sedangkan pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid mengunakan pass marketing dan market oriented party  dalam menghadapi pilkada Aceh 2017. Melihat kondisi kedepan, pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid harus lebih mengedepankan pertemuan-pertemuan dialogis bersama masyarakat sedangkan pasangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah harus lebih mengintensifkan pertemuan-pertemuan dialogis dengan masyarakat.Kata kunci: pasangan calon, political marketing, pilkada CAMPARISON OF POLITICAL MARKETING STRATEGY PARTNERS IRWANDI YUSUF – NOVA IRIANSYAH WITH MUZAKIR MANAF – TA KHALID IN REGIONAL HEAD ELECTION 2017 ABSTRACTAt the elections in Aceh in 2017, the pairing of Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah was the pair earned the highest number of 898,710 votes, followed by Muzakir Manaf - TA Khalid with the acquisition of 766,427 votes. Political marketing is a method that can be done by every candidate in an effort to seize power. Political marketing is important to build a two-way relationship between the candidate pair and the voters who will be the supporters. The purpose of this study is to find out the political strategy of both candidate pairs and its comparison in marketing political product to win elections Aceh 2017. This research uses Lees Marshment Theory. In this research, qualitative approach is used with direct interview data source, field observation and candidate documentation. The result shows that in marketing the political products, the couple Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah used the marketing push and market oriented party while the pair Muzakir Manaf - TA Khalid used pass marketing and market oriented party in the face of Aceh elections 2017. It is suggested that in the future, the couple of Muzakir Manaf - TA Khalid should prioritize dialogical meetings with the community while Irwandi Yusuf's partner - Nova Iriansyah should intensify dialogical meetings with the community. Keywords: candidate pair, political marketing, regional head election  
PERSEPSI KAUM IBU TERHADAP PROGRAM KELUARGA BERENCANA DAN KESEHATAN REPRODUKSI (Studi Terhadap Kaum Ibu Gampong Biluy Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar) Ridha Rohaza; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.62 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini berjudul “Persepsi Kaum Ibu tehadap ProgramKeluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (Studi Terhadap KaumIbu di Gampong Biluy Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar.”)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi kaum ibu terhadapprogram keluarga berencana dan kesehatan reproduksi di GampongBiluy, Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif kualititatif. Subjek penelitian yang menjadiinforman adalah sebanyak 10 orang kaum ibu Gampong Biluy. Teknikpengumpulan data yang digunaka adalah wawancara dan studidokumentasi. Teori yang digunaka dalam penelitian ini adalah teori difusiinovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada agenda kegiatanBKKBN Kecamatan yaitu penyuluhan, sosialisai yang dilakukan padasetiap bulan untuk merubah persepsi kaum ibu terhadap programkeluarga berencanan dan kesehatan reproduksi dan terus berupaya untukmengajak kaum ibu untuk menggunakan KB yang bertujuan untukmeningkatkan angka penggunaan KB di Gampong Biluy. Penelitian inimenunjukkan bahwa kegiatan program BKKBN Kecamatan cocokmenggunakan inovasi terbaru sesuai dengan konsep teori difusi inovasiyang mana suatu konsep atau ide baru di komunikasikan melaluiberbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial, selain itu hasil penelitian juga mengacu pada bagaimana pihak BKKBNKecamatan menggunakan komunikasi persuasif untuk mengajak kaum ibu menadi peserta Keluarga BerencanaABSTRACT – This research entitled Perception of Mother to Family PlanningProgram and Reproductive Health (study on mother in Gampong Biluy, DarulKamal District of Great Aceh). The purpose of this research is to know theperception of mother to family planning and reproduction health program inGampong Biluy, Great Aceh. The approach used in this research is descriptivequalitative method. Research subjects who become informants are as many as 10people of mothers Gampong Biluy. Data collection techniques used are interviewsand documentation studies. The theory used in this research is innovationdiffusion theory. The result of the research shows that there is a schedule activityof BKKBN District that is counseling, socialization done every month to changemother's perception toward family planning program and reproduction healthand keep trying to invite mother to use Family Planning Program which aim toincrease the number of family planning use in gampong biluy. This researchshows that the activities of BKKBN District program are suitable to use the latestinnovation according to the concept of innovation diffusion theory which a newconcept or idea is communicated through various channels and certain timeperiod in a social system, besides the research result also refers to how the BKKBNDistrict Using persuasive communication to invite mothers to be family planningparticipants.
KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP MESJID KERAMAT DI GAMPONG UJONG PASI KAB. NAGAN RAYA Indah Mardiah; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.817 KB)

Abstract

AbstrakKepercayaan terhadap tempat keramat merupakan salah satu bentuk nilai yang dianggap masyarakat sangat berharga dalam kehidupan sosial mereka. Pada masa modern sekarang masyarakat secara umum tidak lagi mempercayai halhal yang bersifat mistik, justru berbeda dengan masyarakat Gampong Ujong Pasi dimana mereka masih mempercayai hal-hal mistik yang dibawa secara turun temurun. Mereka percaya dengan melakukan shalat di Mesjid Gudang Buloh apapun yang dinazar akan dikabulkan dan mereka juga percaya bahwa air sumur di mesjid tersebut dapat memberikan manfaat, bayi-bayi mereka dimandikan di sumur, dengan harapan dapat sembuh dari semua penyakit, air sumur yang terdapat di Mesjid Gudang Buloh hanya digunakan masyarakat untuk bernazar, untuk diminum dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit,air tersebut tidak diperbolehkan untuk berwudhu. Maka penelitian inibertujuan untuk mengetahui makna kepercayaan masyarakat terhadap Mesjid Gudang Buloh sebagai tempat keramat dan peran masyarakat dalam mempertahankan mesjid tersebut sebagai tempat keramat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan analisa menggunakan teori tahap perkembangan masyarakat Auguste Comte.Kemudian pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan metode penelitian di atas, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Makna kepercayaan terhadap Mesjid Gudang Buloh yaitu: sebagai sumber keselamatan, kepercayaan ini memberikan pengaharapan bagi masyarakat bahwa mesjid tersebut sebagai penyelamatmereka dalam kehidupan sehari-hari sebagai tradisi dan simbol kekeramatan. Kedua; peran masyarakat dalam mempertahankan mesjid tersebut yaitu: Sosioalisasi keluarga masyarakat Gampong Ujong Pasi terhadap anak di dalamkeluarga, mitos dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakat GampongUjong Pasi serta melestarikan tradisi.Kata Kunci : Kepercayaan masyarakat, tempat keramatCOMMUNITY TRUSTING TO THE MESJID KERAMAT IN GAMPONG UJONG PASI KAB. NAGAN RAYAThe belief in the sacred place is one of the forms of value that society considersvery valuable in their social life. In modern times society is generally no longerbelieve in things that are mystical, it is different from the people of GampongUjong Pasi where they still believe in the mystical things that are carried onfrom generation to generation. They believe that by performing the prayers atthe Mesjid Gudang Buloh whatever the in vows will be granted and they alsobelieve that the well water in the mosque can provide benefits, their babies arebathed in the well, with a variety of expectations, the well water contained inthe Mesjid Gudang Buloh is only used society to vowed, water is not allowed toperform ablution. So this study aims to determine the meaning of publicconfidence in the Mesjid Gudang Buloh as a place of sacred and the role ofsociety in maintaining the mosque as a sacred place. This research usesdescriptive method with qualitative approach, and analysis using theory ofcommunity development stage Auguste Comte. Then the data collectionthrough observation techniques, interviews, and documentation. With theabove research methods, the results of this study show that: Firstly, themeaning of belief in Mesjid Gudang Buloh is: as a source of salvation, this beliefgives hope for the society that the mosque as their savior in daily life astradition and symbol of sacred. Second; the role of the community inmaintaining the mosque are: Socio-socialization of the people of GampongUjong Pasi towards children in the family, myths and habits that developed inthe community GampongUjong Pasi and preserve the tradition.Keywords: Community trust, sacred place
Analisis Semiotika Foto Jurnalistik Rubrik Menatap Aceh Pada Koran Harian Serambi Indonesia Agus Setyadi; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian berjudul “Analisis Semiotika Foto Jurnalistik Rubrik Menatap Aceh Pada Harian Serambi Indonesia” bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam sebuah foto jurnalistik wisata yang diambil dari beberapa kabupaten di Aceh. Peneliti ingin melihat bagaimana fotografer Harian Serambi Indonesia membingkai keindahan alam Aceh dalam wujud foto dengan tidak mengabaikan nilai-nilai jurnalistik sehingga menghasilkan makna semiotika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori semiotika Roland Barthes yaitu denotasi, konotasi serta mitos untuk memahami makna dibalik foto-foto yang dimuat pada Rubrik Menatap Aceh edisi Januari hingga Feburari 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Data primer dikumpulkan melalui arsip koran edisi Januari hingga Februari 2015 dan data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang memiliki relevansi dengan penelitian ini. Sampel yang digunakan selama periode tersebut adalah enam foto karena rubrik itu sempat tidak terbit selama dua minggu. Dari enam foto yang dianalisis, semuanya menunjukkan makna denotasi yang jelas. Sedangkan untuk makna konotasi, tidak semua foto memiliki keenam prosedur semiotika Roland Barthes seperti pose karena gambar yang ditampilkan hanya pemandangan saja tanpa ada makhluk hidup yang dapat menjadi cerita. Meskipun demikian ada beberapa prosedur yang lebih ditonjolkan seperti trick effect, object, dan photogenia. Semua foto yang dimuat terlihat ada cropping sebagian, objek utama ditonjolkan, cara fotografer mengambil gambar, serta caption foto bersifat mengarah pembaca. Sementara mitos pada foto jurnalistik wisata sulit ditemukan tetapi pada foto kelima menampilkan ekspresi wajah seorang perempuan sedang tersenyum sambil menyenter giok yang menyimbolkan perasaan senang.Kata Kunci : Foto Jurnalistik, Menatap Aceh, Semiotika, Serambi Indonesia             ABSTRACTThe study entitled "Analysis of Semiotics Photojournalistic Rubric Menatap Aceh in daily Serambi Indonesia" aims to determine the meaning contained in a tour journalism photo taken from several districts in Aceh. The researcher wanted to see how the photographers of daily Serambi Indonesia frame the natural beauty of Aceh in the form of photos without neglecting journalistic values in order to obtain semiotic meaning. In this study, the researcher used semiotic Roland Barthes theory about denotation, connotation and myth in order to understand the meaning behind the photographs posted in the “Rubric Menatap Aceh” edition of January until February 2015. This study used a descriptive qualitative approach which aims to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects. The primary data was collected through newspaper archives in the edition of January-February 2015 and the secondary data was collected through library research which has relevance to this study. The sample used in this study during these periods is six photos as a rubric that had not been published for two weeks. From the six photos which were analyzed, all of them showed a clear denotation meaning. Meanwhile, not all photos have a sixth Roland Barthes semiotic procedures for the connotations as the pictures displayed only the scenery without any living creature can be a story. Nevertheless there are some procedures that are more highlighted such as trick effects, objects, and photogenia. All posted photos seem there is no cropping partially visible, the main object is highlighted, and the way of the photographer taking pictures, as well as the caption of photo is leading the reader. Although the myth of the photojournalism is hard to find but in the fifth photo shows the facial expression of a woman who is smiling while shining the jade that symbolize pleasure feeling. Keywords       : Journalism Photo, Menatap Aceh, Semiotic, Serambi Indonesia 
CITY BRANDING KOTA BANDA ACEH SEBAGAI KOTA ISLAM DUNIA Wulan Maulija; Dr. Hamdani M Syam, M.A.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.529 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul: “City Branding Banda Aceh sebagai Kota Wisata Islam Dunia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan city branding Kota Banda Aceh sebagai Kota Wisata Islam Dunia dan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melakukan city branding di Kota Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bauran promosi (promotion mix). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini yang menjadi informan penelitian adalah staf di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh dan masyarakat Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara semi terstrukstur. Data yang telah dikumpulkan tersebut kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data, kemudian penyajian data, dan verifikasi atau penegasan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa city branding Kota Banda Aceh dilakukan dengan cara pengelelolaan yang dirancang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh. Diantaranya adalah pemilihan tagline, pemberdayaan nilai unik, menjaga sistem yang telah ada agar tidak terjadi penyimpangan, mengembangkan para pelaku usaha, melestarikan sumber daya alam potensial, memberi edukasi kepada masyarakat mengenai city branding, menciptakan success story kepada wisatawan, dan menciptakan event-event. Disamping itu, city branding yang sedang diterapkan di Banda Aceh memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung dapat berupa mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat, dilaksanakan event-event baik di dlam kota maupun diluar kota, dukungan dari masyarakat Banda Aceh, dan adanya investor-investor yang menginvestasi di Banda Aceh. Sementara itu, faktor penghambat dalam melakukan city branding Banda Aceh adalah tidak adanya investor yang ingin menginvestasi di Banda Aceh, tidak bersatunya segala aspek yang ada di Banda Aceh, tidak adanya industri kreatif, dan promosi tidak berjalan secara konsisten.Kata Kunci: City branding, Teori Bauran Promosi (Promotion Mix), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh.CITY BRANDING BANDA ACEH as WORLD ISLAMIC TOURISMABSTRACT The research entitled: "City Branding Banda Aceh as World Islamic Tourism". The purpose of this research is to know the management of city branding of Banda Aceh as World Islamic Tourism and to know the supporting factor and the inhibiting factor in doing city branding in Banda Aceh. The theory used in this research is the promotion mix theory. The method used in this research is descriptive qualitative. In this research, the research informants were staff at Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh and Banda Aceh people. The data were collected by using observation, documentation and semi-structured interview. The data collected is then analyzed by reducing the data, presenting, and then verifying or affirming the conclusions. Based on the results of the research shows that the city branding of Banda Aceh is done by management which is designed by Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh. Among them are the selection of tagline, unique value empowerment, maintaining the existing system in order to avoid deviation, developing business actors, preserving potential natural resources, educating the public about city branding, creating success stories to tourists, and creating events. In addition, the city branding that is being implemented in Banda Aceh has supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors can be in the form of receiving support from the Central Government, executing events both in the city and outside the city, support from the Banda Aceh community, and the presence of investors investing in Banda Aceh. Meanwhile, the inhibiting factor in city branding in Banda Aceh is the absence of investors wanting to invest in Banda Aceh, unrelated to all aspects of Banda Aceh, the absence of a creative industry, and the promotion does not work consistently. Keywords: City branding, Promotion Mix Theory, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh.
Komparasi Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Unsyiah Yang Berpartisipasi Dalam Multi Level Marketing (MLM) Dengan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Unsyiah Dhea Atifa; Dr. Mahyuzar, Drs, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.56 KB)

Abstract

ABSTRAK - Public speaking saat ini menjadi hal yang wajib dikuasai oleh setiap individu untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan keterampilan berkomunikasi dengan baik (good communication skills) termasuk public speaking, menjadi kualifikasi utama perusahaan dalam menerima karyawan. Penelitian ini membahas tentang bagaimana komparasi kemampuan public speaking para mahasiswa yang akan melanjutkan karirnya pada jenjang yang lebih tinggi, yaitu mahasiswa Unsyiah yang berpartisipasi dalam Multi Level Markting (MLM) dengan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Unsyiah. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, peneliti menganalisis hasil penelitian dengan bantuan teori retorika oleh Aristoteles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan public speaking informan pada penelitian ini yaitu mahasiswa Unsyiah yang berpartisipasi dalam Multi Level Marketing (MLM) dan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Unsyiah telah memenuhi kedua asumsi dari teori retorika serta telah memenuhi bukti-bukti dari teori retorika yakni logos, pathos, dan ethos. Mahasiswa Unsyiah yang berpartisipasi dalam Multi Level Marketing (MLM) mempertimbangkan khalayak mereka serta menggunakan beberapa bukti dalam presentasi mereka ketika melakukan public speaking. Begitu pula dengan public speaking mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Unsyiah yang secara garis besar telah memenuhi kedua asumsi tersebut, namun dari segi penampilan dan tingkat keseringan melakukan public speaking, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Unsyiah masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan mahasiswa Unsyiah yang berpartisipasi dalam Multi Level Marketing (MLM). Adapun cara yang dapat dilakukan untuk terus meningkatkan kemampuan public speaking dari para mahasiswa tersebut yaitu harus adanya wadah yang spesifik, mempelajari serta mengaplikasikan teori public speaking.Kata Kunci: Public speaking, Mahasiswa, Unsyiah, Multi Level Marketing, Ilmu KomunikasiComparation of Public Speaking Ability Between Unsyiah Student’s Who Participate In Multi Level Marketing (MLM) And Communication Student Of UnsyiahABSTRACT - Nowadays, Public speaking is an important matter that must be mastered by every individual to achieve success in the future. This is because the skills to communicate well (good communication skills) including public speaking, become the company’s main qualificationmin accepting employees. Thin study discuss the comparison between the students who havw ability of public speaking who will continue their career at a higher level, namely Unsyiah students who participate in Multi Level Marketing (MLM) with students majoring in Communication Study in Unsyiah. Using a descriptive qualitative research approach, researchers analysed the results of research with the help with the help of the theory of rhetoric by Aristotle. The result of the research shows that the public speaking ability of Unsyiah students who participated in Multi Level Marketing (MLM) are effective, because it has fulfilled the two assumptions of rhetorical theory and has fulfilled the evidence in their presentation when doing public speaking. Similarly, the public speaking students majoring in Communicatin in Unsyiah who outline meets the two assumtions of the theory of rhetoric, but in terms of a appearance and level of public speaking, students majoring in Communication Studies Unsyiah still far behind when it compared to Unsyiah Students who parcipated in Multi Level Marketing  (MLM). The ability of student’s public speaking can be improved by providing a specific place, learn and apply the theory of public speaking.Keywords : Public Speaking, Students, Multi Level Marketing (MLM),       Communication Science 
PERAN TWITTER ACTIVISM GERAKAN #BANDAACEHMASUKAKAL DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN WALI KOTA BANDA ACEH Syarifah Ismaraynita; Rahmat Saleh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.243 KB)

Abstract

Abstrak  -  Penelitian ini berjudul “Peran Twitter Activism Gerakan #BandaAcehMasukAkal Dalam Mempengaruhi Kebijakan Wali Kota Banda Aceh”. Kebijakan ini dikalangan masyarakat menimbulkan pro dan kontra membuat para netizen ikut memberikan pendapat mereka di media sosial twitter. Aksi mereka menggunakan fitur pada twitter membuat isu ini mejadi pembicaraan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah peran twitter activism mempengaruhi kebijakan Wali Kota Banda Aceh dengan gerakan #BandaAcehMasukAkal . Teori yang digunakan adalah teori spiral of silence. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara Semi Berstruktur, Observasi dan Dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik purposive. Berdasarkan hasil dan pengolahan data yang didapatkan melalui wawancara Semi Berstruktur, Observasi dan Studi Dokumentasi maka terlihat bahwa twitter mempunyai peran dalam mempengaruhi kebijakan melalui tweet-tweet yang dimainkan oleh para hard core. Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data yang dilakukan maka terlihat bahwa twitter activism memiliki peran dalam memainkan isu terhadap Kebijakan Wali Kota. Tindakan mereka menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sikap Wali Kota dengan melalukan evaluasi dan klarifikasi ulang terhadap kebijakan yang telah diterapkan guna mengurangi kesalahpahaman antara Pemko dan masyarakat Kota Banda Aceh.Kata kunci: twitter activism, hard core.THE ROLE OF TWITTER ACTIVISM MOVEMENT #BANDAACEHMASUKAKAL IN INFLUENCING POLICIES MAYOR OF BANDA ACEHAbstract - This research is titled "The Role of Twitter Activism Movement #BandaAcehMasukAkal In Influencing Policies Mayor of Banda Aceh". This policy among people raises the pros and cons of making the netizens come to give their opinions on social media twitter. Their action using the feature on twitter makes this issue a national conversation. The purpose of this study was to find out how the role of twitter activism influenced the policy of Banda Aceh Mayor with the movement #BandaAcehMasukAkal. The theory used is the spiral of silence theory. The research method used qualitative research approach with descriptive research type. Data collection tool in this research is Semi-structured interview, observation and documentation. Informant selection technique used is purposive technique. Based on the results and data processing obtained through Semi-structured interviews, Observation and Documentation Studies it appears that twitter has a role in influencing the policy through tweets made by the hard core. Based on the results of interviews and data processing performed it appears that twitter activism has a role in playing the issue of the Mayor's Policy. Their actions became one of the factors affecting the Mayor's attitude by evaluating and re-clarifying the policies that have been implemented to reduce misunderstandings between the Government and the Banda Aceh City community.Keywords : media activism, hard core.

Page 33 of 102 | Total Record : 1018