cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Judul Jurnal : Dinamika Komposisi Keanggotaan DPRK Pidie Dari Partai Golkar Hasil Pemilu Legislatif Tahun 2004, 2009, dan 2014 Aria Mustari; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak B. Indo:Perubahan sistem politik Indonesia mengakibatkan partai politik seperti Partai Golkar terjadi penurunan suara pada pemilu legislatif tahun 2004 dengan memperoleh 13,33 persen suara, kemudian pada pemilu legislatif tahun 2009 turun menjadi 2,18 persen suara, sedangkan pada pemilu legislatif tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi 7,92 persen suara. Kenyataan ini menjadi problematik menarik untuk dikaji jika dibandingkan dengan Partai Aceh yang memperoleh 54,69 persen suara.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya penurunan suara Partai Golkar pada Pemilu Legislatif tahun 2004, 2009, dan 2014 di Kabupaten Pidie serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh partai Golkar dalam rangka meningkatkan suara pada Pemilu Legislatif tahun 2019.Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai informan dan dokumen-dokumen penting dari Komisi Independen Pemilihan dan dari DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie. Sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini.Perubahan sistem politik Indonesia mengakibatkan partai politik seperti Partai Golkar terjadi penurunan suara pada pemilu legislatif tahun 2004 dengan memperoleh 13,33 persen suara, kemudian pada pemilu legislatif tahun 2009 turun menjadi 2,18 persen suara, sedangkan pada pemilu legislatif tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi 7,92 persen suara. Kenyataan ini menjadi problematik menarik untuk dikaji jika dibandingkan dengan Partai Aceh yang memperoleh 54,69 persen suara. Hasil Pemilu Legislatif yang mempengaruhi keanggotaan DPRK Pidie dari Partai Golkar adalah pada Tahun 2004 disebabkan terjadinya konflik antara pemerintah RI dan GAM, sementara pemilu legislatif tahun 2009 dan 2014 dikarenakan adanya dinamika politik Partai Golkar di tingkat nasional yaitu konflik internal dalam tubuh kepengurusan Golkar yang menyebabkan lahirnya partai-partai baru sehingga banyak tokoh dan kader Golkar bergabung dengan Partai baru. Faktor lainnya beriringan perdamaian Aceh yang mengakibatkan lahirnya Partai Lokal terutama Partai Aceh. Upaya yang dilakukan oleh Partai Golkar pada tahun 2019 agar dapat menambah kursi di DPRK Pidie adalah Partai Golkar semaksimal mungkin menata kembali pengurus golkar dari kabupaten, kecamatan, dan desa harus solid dan kompak serta mempersamakan visi dan misi dalam merebut hati rakyat. Golkar harus mencamkan dan melaksanakan 7 prinsip dalam visi baru yang menggambarkan karakteristik partai Golkar sebagai partai yang terbuka, Mandiri (independent), demokratis, moderat, solid, mengakar, dan responsif.Disarankan kepada DPD II Golkar Kabupaten Pidie untuk lebih serius menata kepengurusannya di berbagai tingkatan untuk adanya kesatuan langkah dalam memperjuangkan perolehan suara pada pemilu berikutnya. Kata Kunci: Dinamika, komposisi keanggotaan, DPRK Pidie, partai Golkar, Pemilu Legislatif.Judul B. Inggris : Dynamics Of Membership Composition Pidie District House Of Representatives From Golkar Party Legislative Election Results 2004, 2009, And 2014Abstract B. Inggris :  Changes in the Indonesian political system resulted in political parties such as the Golkar Party declining in 2004 legislative elections with 13,33 percent of the vote, then in the legislative elections in 2009 fell to 2,18 percent of the vote, while the legislative elections in 2014 increased to 7,92 percent of the vote. This fact becomes problematic to be studied when compared to the Aceh Party which gained 54.69 percent of the vote. This study aims to describe the causes of the decline in the votes of the Golkar Party in the 2004, 2009 and 2014 Legislative Election in Pidie District and describes the efforts made by the Golkar Party in order to improve the vote in the 2019 Legislative Election. The data required in this research is obtained through field research and literature. Field research was conducted by interviewing key informants and documents from the Independent Election Commission and from the Golkar District Pidie District Executive Board. While literature research is done by reading textbooks, legislation and other materials related to this research. The result of the legislative election affecting the membership of Pidie District Parliament from Golkar Party was in 2004 due to the conflict between the government of the Republic of Indonesia and the Free Aceh Movement, while the legislative elections in 2009 and 2014 due to the political dynamics of Golkar Party at the national level namely internal conflict within the body of the Golkar stewardship that led to the birth of new parties so that many Golkar figures and cadres joined the new Party. Other factors coincided with the Aceh peace that resulted in the birth of the Local Party, especially Partai Aceh. The efforts made by Golkar Party in 2019 in order to increase the seats in the Pidie District House of Representatives is the Golkar Party as much as possible to rearrange the Golkar officials from the districts, districts and villages to be solid and compact and to equate the vision and mission to win the hearts of the people. Golkar must recall and implement the 7 principles in a new vision that describes the characteristics of the Golkar party as an open, independent, democratic, moderate, solid, rooted and responsive party. It is recommended to DPD II Golkar of Pidie Regency to be more serious in managing their stages in various levels for the unity of step in fighting for the vote in the next election. Keywords: Dynamics, membership composition, Pidie District House of  Representatives, Golkar Party, Legislative Elections 
Pendidikan Seks dalam Keluarga (studi Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Remaja dalam Mencegah Perilaku Seks Pra Nikah di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Triyani yani; Dr. Rasyidah, S.Ag.,M.ag
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang menjadi kekhawatiran masyarakat terutama orang tua di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya adalah persoalan pernikahan dini dan perilaku seks pra-nikah, berakibat hamil diluar nikah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana situasi komunikasi interpersonal orang tua dan remaja dalam mencegah perilaku seks pra-nikah. Dengan menggunakan teori Definisi Situasi WilliamIThomas. Mengawali setiap tindakan perilaku yang ditentukan sendiri selalu ada satu tahap pengujian dan pertimbangan yang dapat disebut Definisi Situasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan wawancara mendalam (in depth interview) sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat memberi tanggapan tabu terhadap pendidikan seks, sehingga orang tua sendiri memberikan tindakan enggan untuk memberikan pendidikan seks kepada remaja. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan terhadap pendidikan seks, orang tua hanya memberikan sebatas arahan, orang tua juga tidak memberikan sikap terbuka dan perasaan positif terhadap remaja, selain itu orang tua juga tidak memiliki ketrampilan khusus dalam berkomunikasi, interaksi orang tua dan remaja terjadi ketika ada masalah yang muncul dilingkungannya, secara spontan orang tua memberikan arahan tanpa membuat perencanaan khusus untuk mendiskusikan pendidikan seks.Hubungan interpersonal orang tua dan remaja menunjukan bahwa definisi situasi pada komunikasi yang terjalin adalah kurang baik.Kata Kunci :Pendidikan Seks, Komunikasi Interpersonal, Orang TuaEducation Sex in Family (Interpersonal Comunication Studies Of Parents and Adolescents in Preventing Pre-Marriage Sex Behavior in Darul Makmur Sub-District, Nagan Raya District)ABSTRACT The problems that become the concern of the community, especially the parents in Darul Makmur Sub-district, Nagan Raya District, is the issue of early marriage and pre-marital sex behavior, resulting in pregnancy outside of marriage. This study aims to find out how the situation of interpersonal communication between parents and adolescents in preventing pre-marital sex behavior. By using William I Thomas Situation Definition theory. Initiating any self-defined behavioral action there is always a testing and consideration stage that can be called a Situation Definition. This research uses qualitative descriptive approach and in depth interview as data collection. The results of this study indicate that people give a taboo response to sex education, so parents themselves provide reluctant action to provide sex education to adolescents. This is due to the lack of knowledge of sex education, parents only provide limited direction, parents also do not give an open attitude and positive feelings towards adolescents, but parents also do not have special skills in communicating, parents and adolescent interactions occur when there is a problem which appears in the environment, spontaneously giving parents directions without making a special plan to discuss sex. The interpersonal relationship of parents and adolescents shows hat definition of situation in the comunication is not good. Keywords: Sex Education, Interpersonal Communication, Parents  
Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Anak (Suatu Studi di SMPN 1 Samadua, Kabupaten Aceh Selatan) MARWATI MARWATI; ZAKARIA A JALIL
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.402 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar anak di SMP Negeri 1 Samadua, Kabupaten Aceh Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcot Parson untuk menjelaskan masalah penelitian. Untuk mencapai penelitian, jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi untuk menjelaskan masalah dalam penelitian, yang mejadi populasi penelitian seluruh siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Samadua yang berjumlah 50 0rang. Adapun Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 samadua. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis korelasi pada tabulasi data responden yakni 50 siswa-siswi menunjukkan nilai nonsignifikansi (p) = 0,391 (p 0,05),  dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,124. Besaran nilai tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar anak sehingga menunjukkan Ho diterima dan Ha ditolak dan penelitian ini bernilai negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan  status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar anak.  Kata kunci: status sosial ekonomi, orang tua, prestasi belajar anak The Relationship Of The Socioeconomic Status Of Parents With The Learning Achievement Of Children (A Study At SMP Negeri 1 Sama Dua, South Aceh District)ABSTRACTThis study aims to determine the relationship of socioeconomic status of parents with learning achievement of children in SMP Negeri 1 Samadua, South Aceh district of the academic year 2016/2017.This study uses Talcot Parson's functional structural  theory to explain the research problem. To achieve the research, this type of research uses the method of titular approach with correlation research type to explain the problem in research, which became the research population of all students of class VIII SMP Negeri 1 Samadua which amounted to 50 people. The sample of this research is the students of class VIII SMP Negeri 1 samadua. Technique of collecting data using questionnaire method. Data analysis technique using product moment pearson hypothesis test. The results showed that the results of the correlation hypothesis test on the data tabulation of respondents is 50 students showed the value of nonsignifikansi (p) = 0,391 (p 0,05), with correlation coefficient (r) = 0,124.The amount of value indicates that there is no correlation between the variables of socioeconomic status of the parents with the children's learning achievement so that Ho is accepted and Ha is rejected and the research is negative, so it can be said that there is no correlation between the socioeconomic status of the parents with the learning achievement of the child. Keywords: socioeconomic status, parents, learning achievement of children
PRODUKTIVITAS DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH (DEKRANASDA) DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KABUPATEN BIREUEN NAILUL MUNA; ALAMSYAH TAHER
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.395 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi dari Dekranasda yang menjadi institusi penggerak para pengrajin yang berada di Kabupaten Bireuen yang memiliki kemampuan tetapi kurang inovatif terhadap produk yang mereka hasilkan. Produk yang mereka hasilkan tidak variatif dan kadang kala hasil kerajinan nya bersifat monoton (sama). Kemudian produk yang mereka hasilkan hanya di jual di lingkungan mereka saja, disebabkan kurangnya kerjasama. Sehingga beberapa pengrajin harus menutup usahanya karena tidak dapat menambah pendapatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana produktivitas Dekranasda terhadap pengrajin dan kerjasama dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, 1 orang dari Dekranasda dan 6 orang pengrajing binaan Dekranasda. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modal sosial. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa produktivitas Dekranasda dikaitkan dengan modal sosial terdiri dari kepercayaan, jaringan, dan norma yang menjadi acuan untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas yang di hasilkan oleh pengrajin. Kepercayaan dalam hal penetapan harga yang dilakukan oleh Dekranasda dengan melihat harga pasaran, sehingga memperoleh keuntungan bersama. Peran jaringan  disini dapat mempermudah dalam pemasaran, kerjasama, dan pemesanan. Sedangkan norma berupa kesepakatan bersama dalam pelatihan maupun pengembangan usaha maupun barang yang dihasilkan, sehingga mendorong kerjasama antar pengrajin maupun dengan konsumen bahkan dengan Dekranasda tentunya. Apabila ketiga modal tersebut berjalan baik, maka akan mempermudah dalam peningkatan para pengrajin baik dari segi pendapatan dan kualitas, kerjasama, serta peningkatan usahanya menjadi lebih maju. Kata kunci : Dekranasda, Modal Sosial, dan Kerjasama. 
FENOMENA PETISI ONLINE PADA SITUS CHANGE.ORG DIKALANGAN JURNALIS (Studi Terhadap Jurnalis di Sekretariat Jurnalis Banda Aceh) syahril nave; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.693 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul fenomena petisi online di kalangan jurnalis Banda Aceh dengan studi kasus disekber jurnalis Banda Aceh. Fenomena petisi online muncul sejak beberapa tahun yang lalu, dimana melalui situs change.org orang orang menyuarakan suara mereka terkait isu yang menurut mereka perlu adanya perhatian lebih dari pihak pemerintah maupun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagamana fenomena petisi online disikapi dikalangan para jurnalis di Banda Aceh. Teori yang digunakan adalah teori spiral of silent dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana penelitian ini hanya menggambarkan fenomena petisi online pada situs change.org di kalangan para jurnalis. Teknik pengumpulan data yang gunakan adalah wawancara semi terstruktur dan observasi dengan pemilihan informan menggunakan teknik purpossive sampling hingga dipilih 6 orang informan. Berdsarkan hasil dari penelitian, fenomena petisi online dikalangan para jurnalis mendapat respon yang positif, apalagi isu – isu yang disuarakan merupakan isu untuk kepentingan banyak pihak, serta tidak mementingkan kepentingan pribadi. Serta dengan adanya fenomena ini diharapkan bisa menjadi wadah baru bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat maupun isu. Kata Kunci : Fenomena, Petisi Online, Change.org, JurnalisOnline Petition Phenomena On The Change.Org Website Journalists (Study Against Journalists at the Secretariat of Banda Aceh Journalists)  This research entitled an online petition phenomenon among Banda Aceh journalists with case studies held on Banda Aceh journalists. The phenomenon of online petition has emerged since a few years ago, through the change.org website people are voicing their voices on issues that they think need more attention from the government and others. This study aims to determine how the phenomenon of online petition responded by journalists in Banda Aceh. The theory used is spiral of silent theory using qualitative descriptive research method, where this research only describes the phenomenon of online petition among journalists. Data collection techniques that use semi-structured interviews and observations with the selection of informants using purposive sampling technique until selected 6 people informants. Based on the results of the study, the phenomenon of online petition among journalists was received a positive response, where there issues that are voiced is the public importances one, not personal importance. And with this phenomenon is expected to be a new forum for the community to voice opinions and issues. Key Word : Phenomenon, Online Petition, Change.Org, Journalist
Efektivitas Penggunaan Website Dalam Mempromosikan Hasil Karya Fotografer indah putra; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.727 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Efektivitas Penggunaan Website Dalam Mempromosikan Hasil Karya Fotografer (Studi Pada Fotografer Freelance Banda Aceh)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan website fotografi oleh fotografer freelance, strategi penggunaan website oleh fotografer freelance, serta efektivitas penggunaan website dalam mempromosikan hasil karya fotografer freelance Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pengukuran efektivitas, yang mengatakan bahwa efektivitas merupakan usaha pencapaian sasaran yang dikehendaki, ditujukan kepada orang banyak dan dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang fotografer freelance Banda Aceh yang dipilih dengan teknik purposive. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website sangat efektif, efektivitas tersebut berdasarkan penggunaan website oleh fotografer freelance Banda Aceh sebagai salah satu pencapaian tujuan dalam mempromosikan hasil karya. Strategi penggunaan website dengan menghadirkan konten foto dan gambar yang merupakan hasil karya fotografer. Sehingga efektivitas website sebagai tempat promosi ditemukan ketika pencapaian tujuan fotografer serta pencapaian hasil akhir dari penggunaan website fotografi yang menjadikan suatu ketergantungan antara fotografer freelance dengan penggunaan website dalam mempromosikan hasil karya.Kata Kunci : Efektivitas, Website The Efectivity of The Website As Promotion Place of Photographer’s Art Creature (The Study of Freelance Photogapher in Banda Aceh)The title of this research is "The Efectivity of The Website As Promotion Place of Photographer’s Art Creature “(The Study of Freelance Photogapher in Banda Aceh)”. The aims of this study are to know the usefulness of website by freelance photographer, the strategy of website by freelance photographer, and the efectivity of photographer art creature/results. The reseach’s theory are including of efectivity measuretments theory, which saying that efektivity is is the achievement effort of the target, for lot of people and has a advantage for the citizen community. This research conclude of 5 (five) Banda Aceh freelance photographer that chousing by purposive technique. Data collection methods used in this study are interviews, observation and documentation. The result of this research shows that the photography website is very effective, the effectivity based on photography’s website usefull by Banda Aceh freelance photographer. As a one of the achivement goals to to promote the art result. The using of website strategy with presenting photo and picture content which is a photographer art result. The effectivity of website as promotion place is found when the achivement goals and final result of the using of photography website makes some of tendecy between the freelance photographer and the website usefullnes as a promotions place.Keywords: Effectiveness, Website
STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS POLDA ACEH UNTUK MEMBENTUK CITRA POSITIF POLISI DI MATA MASYARAKAT Maya Agustia; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.608 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Humas Polda Aceh untuk Membentuk Citra Positif Polisi di Mata Masyarakat”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan Humas Polda Aceh dalam membangun citra positif kepolisian serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat Hums Polda Aceh dalam membangun citra positif kepolisian. Metode yang yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dan informasi diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam kepada subjek-subjek yang berkaitan , diantaranya Kabid Humas Polda Aceh, Kasubbid PID, Polisi Sim Keliling serta masyrakat. Kemudian dilakukan Observasi non participant dan studi dokumentasi dalam mengumpulkan data, dengan tujuan mendapatkan informasi tentang strategi komunikasi Humas Polda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Tehnik Analisis SWOT. Untuk itu Humas Polda Aceh melakukan berbagai strategi sebagai upaya memperbaiki citra seperti Polisi Saweu Sikula, Sosialisasi, Pelayanan SIM keliling, Pengaduan Masyarakat, Pengamanan di hari-hari besar, penyampaian informasi melalui media sosial, media cetak, elektronik dan media luar ruangan. Terdapat beberapa faktor penghambat berupa kendala SDM serta kendala peralatan. “The Communication Strategy of Public Relation of Aceh Regional Police to establish imagery of Society’s Opinion”, This research is entitled “The Communication Strategy of Public Relation of Aceh Regional Police to establish imagery of Society’s Opinion”, the aim of this research was to achieve the communication strategy used by Aceh Regional Police Public Relation (PR) in establishing positive imagery of society’s opinion together with its obstacles. The data was obtained by conducted an interview to the subjects of the research, viz; Head of PR Division, PID Head of Sub-Division, SIM Police officers, and some people around. Then, the observation non-participant and its documentation was held to get strong evidence. This research used Analytical SWOT technique. Therefore, the PR held various strategies, those are PolisiSaweuSikula, socialization, mobile SIM services, and public complaints services. The information is delivered through social media, printed, electronic, and outdoor advertising. There were some inhibited factors, they were lack of human resource, lack of fasilitation, and human awareness.
Upaya Pasangan yang Tidak Memiliki Anak Dalam Mempertahankan Perkawinan Ayu Melta Fariza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK. Masalah–masalah yang di hadapi keluarga, tidak ada rumah tangga yang tidak memiliki masalah. Itulah rumus baku yang diyakini semua konsultasi keluarga. Tetapi yang membedakan yaitu bagaimana sikap masing-masing keluarga yang dalam menghadapi permasalahan tersebut. Akan tetapi tidak semua pernikahan di anugerahkan keturunan. Adanya pasangan suami istri yang mempunyai kesulitan dan hambatan dalam mendapatkan anak. Jika pasangan tersebut tidak mendapatkan keturunan padahal mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi, bias jadi pasangan tersebut mengalami infertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan suami istri tanpa anak memaknai ketidakhadiran anak dan bagaimana upaya pasangan suami istri yang tidak memiliki anak dalam mempertahankan hubungan perkawinan. Dengan lokasi penelitian di Desa Ulee Ue, Lamsiot, dan Jruek Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis, dengan maksud untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan lebih mendalam terkaitpenulisan skripsi.  HasilpenelitianyaituPerkawinan merupakan proses integrasi dua individu yang hidup dan tinggal bersama.Pertukaran terjadi dalam beberapa bentuk dalam matriks, antara lain, pertukaran langsung/ pertukaran tergeneralisasi dan pertukaran produktif.  Dalam pertukaran langsung (Direct Exchange), timbal balik dibatasi pada kedua aktor yang terlibat. Pertukaran tergeneralisasi (Generalized Exchange) melibatkan timbal balik yang bersifat tidak langsung. Seseorang memberikan kepada orang lain, dan penerima merespon tetapi tidak kepada orang pertama. Dalam pertukaran langsung dan tergeneralisasi, satu orang diuntungkan oleh nilai yang dimiliki oleh orang yang lainnya. Satu orang menerima penghargaan, sementara yang satunya mengalami pengorbanan. Dalam pertukaran produktif (Productive Exchange), kedua orang mengalami pengorbanandan mendapatkan penghargaan secara simultan. Kesimpulannya adalah Pada umumnya pasangan suami istri berusaha memiliki anak dengan berbagai cara. Usaha untuk mendapatkan anak bagi pasangan yang telah menikah sejak lama, diupayakan dari segi modern dan tradisional, ke dokter kandungan juga kedukun-dukun di daerahnya. Dengan saran yaitudibutuhkan semangat dan dukungan untuk menguatkan pasangan menghilangkan kesepian yang dirasakan sejak lama. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk dapat mempunyai anak, meski hal tersebut tak kunjung datang ABSTRACT. The family problems, there is no family without problems. It’s a standard formulation that was believed by all families consultant. However, the different is how the figure of each family in facing the problems. But not all the marriage will be given the children, some couples have any problem detention on getting an offspring, if the couple have a problem on getting an offspring but they did not used a contraception, might be the couple have infertilities. The purpose of this research is to learn how to marriage without offspring meaning of absence the children and how the efforts of couple without the children keep their marriage relationship. The villages location of this research are Ulee Ue, Lamsiot, and Jruek at Indrapuri, Aceh Besar. The research using the qualitative approach with use analysis descriptive method, and the purpose of this research is to get comprehensive description and more depth about this research. The result of research told that the marriage is integration process between two individuals that were living together. The exchange occurs in some from the matrix, among other things : direct exchange, generalized exchange and productive exchange. On direct exchange, reciprocal is limited on both actors that involved. Generalized exchange involves reciprocal indirect. Someone give it to another, and recipients respond but not to the first person. On direct and generalized exchange, one of them benefited by the value that owned by another one. One person received award, and the other suffered a victimization. One productive exchange, both of actors suffered victimization and received award simultaneously. The conclusions is in generally the marriage couple trying to get an offspring in various ways. Attempts to get  an offspring for couple who have been married for along time, were trying modern and traditional way, the couple will try to consult with gynecologist or traditional healer around their. The advice and support is needed to brace up the couples to eliminate loneliness that has been feeling for along time. Although all the efforts to get an offspring have made, but it did not presents.
Pengaruh Konflik Elit Kampus Terhadap Kualitas Pengembangan Fakultas (Studi Kasus pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). siti fajrina; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.625 KB)

Abstract

Konflik merupakan salah satu esensi dari kehidupan dan perkembangan manusia yang mempunyai karakteristik yang beragam. Konflik sering terjadi didasari oleh perbedaan jenis kelamin, strata sosial dan ekonomi, sistem hukum, bangsa, suku, agama, kepercayaan, aliran politik, serta budaya dan aturan hidup. Konflik yang terjadi antara Pimpinan FISIP Unsyiah dan Pimpinan Unsyiah disebabkan oleh beberapa faktor, yang mana faktor-faktor ini kemudian mengakibatkan ketidaksinambungan dalam kualitas pengembangan FISIP Unsyiah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik elit kampus antara pimpinan FISIP Unsyiah dengan pimpinan Unsyiah dan juga untuk mengetahui pengaruh konflik tersebut terhadap pengembangan FISIP Unsyiah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Elit dan menggunakan Konsep Konflik Organisasi.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara semi terstruktur dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi antara Pimpinan FISIP Unsyiah dan Pimpinan Unsyiah terjadi akibat berbagai faktor konflik yang berdasarkan konsep konflik organisasi. Konflik ini kemudian mengakibatkan terjadinya disfungsional antar lembaga yang berdampak langsung terhadap birokrasi kampus seperti kurangnya tenaga dosen, indisipliner dosen, dan berbagai masalah fasilitas dan pembangunan FISIP Unsyiah. Kata kunci: Konflik, Konflik Organisasi, Konflik Elit Kampus
Diskusi Politik Pengunjung Warung Kopi dan Partisipasi Politik Menjelang Pemilihan Walikota Banda Aceh 2017 Muhibbul Khairi; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.775 KB)

Abstract

Tulisan ini, menjelaskan tentang fenomena warung kopi di kota Banda Aceh sebagai ruang publik, yang setiap harinya dipenuhi oleh individu, komunitas, dan dengan latar belakang profesi yang beragam, tujuan, maupun kepentingan yang berbeda. Mulai darimembicarakan bisnis, silaturahmi sesama kerabat, berdialog tanpa batas, hingga tak jarang pembicaraan melebar pada perdebatan politik yang terjadi sesama pengunjung warung kopi dalam satu meja. penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif-kualitatif atau metode campuran, dengan pendekatan ruang publik dan budaya politik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode Kuantitatif-Kualitatif atau metode campuran melalui kajian kepustakaan, observasi, kuisioner, dan wawancara bersama pengunjung warung kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, diskusi pengunjung warung kopi berpengaruh dan memiliki hubungan terhadap partisipasi politik menjelang pemilihan walikota Banda Aceh 2017, dilihat berdasarkan indikator organ informasi, diskusi politik dan partisipasi politik, diskusi pengunjung warung kopi menyangkut situasi politik menjadi tolak ukur dalam menganalisis tingkat partisipasi politik yang terjadi di ruang publik warung kopi, yaitu dengan mengukur tingkat pengetahuan pengunjung warung kopi terhadap perkembangan situasi dan kondisi politik menjelang pemilihan walikota Banda Aceh 2017.

Page 35 of 102 | Total Record : 1018