cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
PRAKTIK BERTANI GARAM TRADISIONAL DI GAMPONG CEBREK, KECAMATAN SIMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE FAHRIL SYUHADA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat praktik bertani garam tradisional di lancang Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Pembahasan penelitian ini berfokus pada tindakan-tindakan sosial petani garam dalam mempertahankan eksistensi garam tradisional di Gampong Cebrek ditengah banyaknya garam impor yang beredar. Untuk menganalisa masalah tersebut, peneliti menggunakan Teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil yang ditemukan di lapangan, dalam penelitian ini adanya beberapa bentuk tindakan sosial yang dilakukan petani garam. Pertama, tindakan tradisional berupa meneruskan warisan keluarga, melakukan transaksi barter, menjual dengan berkeliling kampung dan di pasar-pasar tradisional, serta membangun nilai kebersamaan antar petani garam dan lingkungan masyarakat. Kedua, tindakan instrumental berupa menjaga kualitas garam dan memanfaatkan lokasi tambak garam, memperluas jaringan pemasaran, memaksimalkan pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan tertentu. Ketiga, tindakan berorientasi pada nilai berupa pertimbangan pekerjaan yang halal, menghargai warisan, dan rasa tanggung jawab kepada keluarga. Keempat ialah tindakan afektif berupa respon perasaan seperti rasa kecewa, marah dan sedih petani garam yang diakibatkan oleh banyaknya garam impor yang masuk sehingga mempengaruhi garam tradisional yang diproduksi petani garam. Tindakan-tindakan sosial yang dilakukan oleh petani garam merupakan faktor yang menyebabkan garam tradisional di Gampong Cebrek masih bertahan hingga sampai sekarangKata Kunci: Praktik Bertani Garam, Tindakan Sosial, Eksistensi
Upaya Penanganan Pengemis oleh Dinas Sosial di Kota Banda Aceh Mazaya Mazaya; Dahlawi Dahlawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Kesejahteraan Sosial, Pasal 46 ayat (2) menyatakan bahwa Upaya pencegahan dan penanganan gelandangan pengemis dilakukan oleh Dinas Sosial yang berkoordinasi dengan instansi terkait, aparat Kecamatan dan Gampong atau nama lain, tokoh masyarakat, ulama, tokoh agama lainnya dan masyarakat. Namun dalam kenyataannya di Kota Banda Aceh pengemis masih menjadi permasalahan sosial. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti kemiskinan, minimnya keterampilan kerja yang dimiliki, migrasi dari desa ke kota dan lainnya. Keberadaan pengemis di Kota Banda Aceh yang terus meningkat jumlahnya tentu saja meresahkan masyarakat karena terganggunya kenyamanan dan ketertiban di tempat umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya Dinas Sosial Kota Banda Aceh dalam penanganan pengemis serta apa saja yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan upaya tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori kesejahteraan sosial dan teori ketertiban umum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Banda Aceh dalam penanganan pengemis masih belum terlaksana secara maksimal, hal ini terbukti dengan masih terlihatnya para pengemis melakukan aktifitas meminta-minta di beberapa titik di Kota Banda Aceh. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial yaitu: operasi penertiban, pembinaan atau pemulangan dan himbauan melalui pamflet. Dalam menjalankan upaya ini Dinas Sosial Kota Banda Aceh bekerja sama dengan beberapa pihak salah satunya yaitu Satuan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh. Pengemis yang terjaring razia akan dibawa ke Rumah Singgah untuk dilakukan pembinaan fisik dan pembinaan aqidah. Pengemis yang berasal dari Kota Banda Aceh akan diimbangi dengan pembinaan keterampilan yang dimiliki sedangkan pengemis yang bukan warga Kota Banda Aceh  dilakukan pemulangan ke daerah asalnya. Dalam melaksanakan upaya tersebut terdapat beberapa hambatan yaitu keterbatasannya anggaran, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengindahkan larangan melayani pengemis melalui himbauan pamflet yang terdapat di beberapa titik di Kota Banda Aceh. Disarankan untuk Dinas Sosial untuk terus menjalin koordinasi yang baik dengan instansi-instansi terkait agar permasalahan ini dapat segera teratasi. Saat ini juga dibeberapa persimpangan lampu merah sudah terpasang CCTV, maka jika ada pengemis termonitor pada CCTV langsung menghubungi tim reaksi cepat untuk turun langsung ke lapangan.Efforts to Handle Beggars by the Social Service in Banda Aceh CityIn Aceh Qanun Number 11 of 2013 concerning Social Welfare, Article 46 paragraph (2) states that efforts to prevent and handle homeless beggars are carried out by the Social Service in coordination with relevant agencies, District and Gampong officials or by other names, community leaders, ulama, religious leaders. others and society. But in reality, in Banda Aceh, beggars are still a social problem. This is due to several factors, such as poverty, lack of job skills, migration from villages to cities and others. The presence of beggars in Banda Aceh City, which continues to increase in number, is troubling the community because of the disruption of comfort and of course in public places. The purpose of this study is to explain the efforts of the Banda Aceh City Social Service in handling beggars and what are the obstacles in implementing these efforts. In this research, the writer uses social welfare theory and general theory. This study uses qualitative research methods as research procedures that produce descriptive data. The results of this study indicate that the efforts made by the Banda Aceh City Social Service in handling beggars have not been carried out optimally, this is proven by the sight of beggars doing begging activities at several points in Banda Aceh City. Efforts made by the Department of Social Affairs are: controlling operations, coaching or repatriation and appeals through pamphlets. In carrying out this effort, the Banda Aceh City Social Service cooperated with several parties, namely the Satpol PP Unit and the Banda Aceh City WH. Beggars caught in raids will be taken to the Shelter House for physical training and aqidah coaching. Beggars originating from Banda Aceh City will be improved by developing their skills, while beggars who are not residents of Banda Aceh City will be repatriated to their original areas. In carrying out these efforts, there are several obstacles, namely budget constraints, and the lack of community participation in heeding the prohibition on serving beggars through the appeal of pamphlets found at several points in Banda Aceh City. It is recommended for the Department of Social Affairs to continue to establish good coordination with relevant agencies so that this problem can be resolved immediately. At this time, CCTV has been installed at several red light intersections, so if there are beggars monitored on CCTV, they immediately contact the quick reaction team to go directly to the field. 
EFEKTIVITAS POSTER ETIKA BERPAKAIAN TERHADAP TATACARA BERPAKAIAN MAHASISWA FISIP UNSYIAH Zikkri Samsi Kumara, Rahmawati, Zakirah Azman Zikkri Samsi Kumara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK“Efektivitas Poster Etika Berpakaian Terhadap Tatacara Berpakaian Mahasiswa FISIP Unsyiah”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektifkah pemasangan poster etika berpakaian terhadap tatacara berpakaian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dilakukan berdasarkan pada teori pemasaran sosial Philip Kotler (1989) (dalam Wahyuni Pudjiastuti, 2016), Pemasaran sosial artikan sebagai suatu cara/strategi Public Relation guna mempengaruhi dan mengubah sikap dan perilaku orang banyak untuk mengatasi berbagai fenomena sosial. Pemasaran sosial yaitu penerapan suatu rancangan pemasaran sosial pada kegiatan non-komersial yang berkaitan dengan kepedulian kemasyarakatan, kesejahteraan rakyat dan pelayanan sosial. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dengan informan berjumlah 8 (delapan) orang. Hasil penelitian menerangkan bahwa efektivitas poster etika berpakaian terhadap tatacara berpakaian belum sepenuhnya diterapkan oleh mahasiswa FISIP Unsyiah, ada beberapa kendala yang dialami mahasiswa dalam penerapan etika berpakaian yang sudah dianjurkan pihak kampus. Maka dari itu pihak kampus dituntut agar lebih meningkatkan kampanye mengenai etika berpakaian yang sudah dianjurkan. Untuk dapat memberikan informasi kepada mahasiswa/I FISIP Unsyiah terkait poster etika berpakaian, pihak kampus harus lebih giat untuk mensosialisasikan etika berpakaian yang telah dianjurkan. Agar terciptanya kampus yang lebih efektif dengan busana yang sudah ditentukan oleh pihak kampus.Kata Kunci: Efektivitas, Etika Berpakaian, Mahasiswa FISIP UnsyiahABSTRACT"Effectiveness of Dress Ethics Poster on Dress Procedures for FISIP Unsyiah Students". The purpose of this study was to determine how effective the installation of a dress code poster on the dress code of the students of the Faculty of Social and Political Sciences, Syiah Kuala University. This study uses a descriptive qualitative approach. The analysis was carried out based on the social marketing theory of Philip Kotler (1989) (in Wahyuni Pudjiastuti, 2016), Social marketing is defined as a Public Relations effort/strategy to change people's attitudes and behavior to overcome various social problems. Social marketing is the application of a social marketing concept to non-commercial activities related to community awareness, people's welfare and social services. The data collection technique in this study used interviews with 8 (eight) informants. The results showed that the effectiveness of the dress etiquette poster on dress procedures had not been fully implemented by FISIP Unsyiah students, there were several obstacles experienced by students in applying the dress code recommended by the campus. Therefore, the campus is required to further increase the campaign regarding the recommended dress code. To be able to provide information to FISIP Unsyiah students regarding dress ethics posters, the campus must be more active in socializing the recommended dress ethics. In order to create a more effective campus with clothing that has been determined by the campus. Keywords: Effectiveness, Dress Etiquette, FISIP Unsyiah Students
PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PADA TAYANGAN VLOG "ATTA GREBEK RUMAH" DI YOUTUBE Muhammad Radinal Sufri; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKomunikasi yang efektif tidak hanya merangkai kata tetapi dibutuhkan suatu pertimbangan bagaimana sebuah pesan akan dipersepsikan oleh seorang individu, oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi yang dimiliki mahasiswa Universitas Syiah Kuala pada tayangan vlog “Atta Grebek Rumah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori penggunaan dan pemenuhan kepuasan (Uses and gratification). Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yakni penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar melalui kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis yang relevan. Dalam penelitian ini terdapat 6 (enam) orang informan yaitu mahasiswa aktif Universitas Syiah Kuala yang telah menonton minimal 6 (enam) tayangan vlog dari “Atta Grebek Rumah” di youtube.  Dalam pemilihan informan penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sedangkan untuk menganalisis data, menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi yang ditimbulkan setelah menonton vlog “Atta Grebek Rumah” adalah munculnya beberapa efek seperti, efek kognitif, afektif dan behavioral. Biasanya efek ini memiliki nilai positif atau negatif berdasarkan dari penonton tayangan vlog itu sendiri. Kata Kunci : Persepsi, Vlog, Youtube, Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Perceptions of Syiah Kuala University students on the vlog "Atta Grebek Rumah" in YoutubeABSTRACTEffectiveness of communication does not only string words but requires a consideration of how a message will be perceived by an individual, therefore, this study aims to see the perceptions of Syiah Kuala University students on the vlog show "Atta Grebek Rumah. The theory used in this research is the use and gratification theory. The method in this research is descriptive qualitative, namely research that reveals certain social situations by describing reality correctly through words based on relevant data collection and analysis techniques. In this study, there were 6 (six) informants, namely active students of Syiah Kuala University who had watched at least 6 (six) vlog shows from "Atta Grebek Rumah" on youtube. In selecting the informants, this research used purposive sampling method, while to analyze the data, Miles and Huberman data analysis model was used. From the research, it can be concluded that the perception generated after watching the vlog "Atta Grebek Rumah" is the emergence of several effects such as cognitive, affective and behavioral effects. Usually this effect has a positive or negative value based on the viewer of the vlog itself. Keywords: Perception, Vlog, YouTube, Syiah Kuala University Students
PERAN KEUCHIK DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI GAMPONG LUTHU DAYAH KRUENG, KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN ACEH BESAR Fitri Mailisa; Zahratul Idami
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia yang mempunyai iklim bersifat basah mempunyai curah hujan yang tinggi sehingga sering terjadi banjir. Gampong Luthu Dayah Krueng, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, kerap terjadi banjir sehingga banyak merugikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran Keuchik dalam Mitigasi Bencana Banjir di Gampong Luthu Dayah Krueng Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, dan untuk mengetahui dan menjelaskan Mitigasi bencana banjir di Gampong Luthu Dayah Krueng Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. Dalam penelitian ini menggunakan teori peran dan mitigasi bencana banjir. Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan sebagai promotor peran keuchik kurang memadai, hal ini karena program kerja dalam mitigasi bencana banjir tidak maksimal. Sedangkan sebagai dinamisator, peran keuchik kurang dalam memberikan sosialisasi intensif dan penyeluhan-penyeluhan dan langkah-langkah dalam tindakan penanggulan banjir. Sebagai fasilitator peran keuchik hampir memadai. Mitigasi yang dilaksanakan di Luthu Dayah Krueng kurang maksimal. Hampir sebagian besar berupa mitigasi sruktural, yaitu berupa pembangunan tanggul di kedua sisi sungai. Namun pembangunan tanggul masih kurang maksimal dikarenakan masih sering terjadi banjir. Mitigasi non-struktural, juga masih kurang maksimal, program yang dilakukan berupa gorong royong membersihkan sungai dan peyuluhan serta himbauan kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan.Kata Kunci: Peran, Keuchik, Mitigasi Bencana Banjir.the role of the village head in flood disaster mitigation In Luthu Dayah Krueng Village, Sukamakmur Sub-district, Aceh Besar District ABSTRACTIndonesia, which has a tropical wet climate, has high rainfall so that floods often occur. In Luthu Dayah Krueng Village, Sukamakmur Sub-district, Aceh Besar District, floods often occur and this causes a lot of harm to the community. This study aims to identify and explain the role of the village head in flood disaster mitigation, as well as to find out and explain what flood disaster mitigation is in Luthu Dayah Krueng Village, Sukamakmur Sub-district, Aceh Besar District. This research uses role theory and flood disaster mitigation. This research was conducted through a qualitative approach. The results of the study concluded as a promoter, the role of the village head is inadequate; this is because the work program in flood disaster mitigation is not optimal. Meanwhile, as a dynamist, the role of the village head is still lacking in providing intensive socialization and counseling on flood mitigation measures. As a facilitator, the role of the village head is almost adequate. The mitigation carried out in Luthu Dayah Krueng Village is not really optimal. Most of the mitigation carried out is in the form of structural mitigation, namely the construction of embankments on both sides of the river. However, the construction of the embankment is still not optimal due to frequent flooding. Meanwhile, non-structural mitigation is still not optimal. Activities carried out in the form of mutual cooperation to clean rivers and urge the public not to litter.Keywords: Roles, Village Head, Flood Disaster Mitigation.  
TRADISI MEUDIKEE ORGANISASI MUHAMMADIYAH PADA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW (Studi Kasus Desa Kutabuloh II Kecamatan Meukek) Rizka Delvia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui proses tradisi Meudikee Organisasi Muhammadiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam di Desa Kutabuloh II Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan dengan metode studi kasus yang berfokus pada kasus perubahan tradisi maulid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perubahan tradisi ini melalui proses evolusi yaitu mulai dari penerimaan gagasan dan ide mengenai zikir barzanji sehingga agen mulai menciptakan mekanisme mengenai penyelenggaraan zikir barzanji yang baik di bagi desa mereka melalui rapat – rapat. Selain itu adanya keterbukaan masyarakat organisasi Muhammadiyah di Desa Kutabuloh II untuk menghadiri serta mempelajari tradisi meudikee. Keterbukaan ini bisa dilihat pada saat zikir barzanji mulai diterima oleh masyarakat organisasi Muhammadiyah Desa Kutabuloh II terjadilah perubahan kebiasaan masyarakat yaitu dengan latihan zikir kurang lebih 2 bulan sebelum hari peringatan maulid, dan Desa Kutabuloh II mulai terbuka dengan desa – desa lain dalam hal peringatan maulid dengan mengundang desa – desa lain. Kata Kunci : Maulid, Perubahan, Sosial, Tradisi, ZikirABSTRACT The purpose of this study was to determine the process Meudikee Muhammadiyah’s Organization of tradition of the Birthday of the Prophet Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam in Kutabuloh II Village, Meukek District, South Aceh Regency. The research method used is a qualitative method with an approach with a case study method that focuses on cases of changing the Maulid tradition. The results showed that the process of changing this tradition was through an evolutionary process, starting from the acceptance of ideas and ideas regarding barzanji remembrance so that agents began to create mechanisms regarding the implementation of good barzanji remembrance in their villages through meetings. When the barzanji remembrance began to be accepted by the Muhammadiyah community of Kutabuloh II village, there was a change in community habits, namely by practicing remembrance approximately 2 months before the birthday of the birthday, and Kutabuloh II Village began to open up to other villages in terms of birthday celebrations by inviting villages other. Keywords: Mawlid, Change, Social, Tradition, Zikr
KETERLIBATAN DAYAH DALAM PERPOLITIKAN PRAKTIS DI ACEH PADA PILEG 2019 (STUDI KASUS DAYAH BUSTANUL HUDA DAN DAYAH TERPADU INSHAFUDDIN) Alfarisi Billahsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDayah adalah lembaga pendidikan seperti yang tertuang dalam Qanun Aceh No 5 tahun 2008 pasal 1 ayat 19 yaitu Dayah berperan dalam memberikan percerdasaan yang berfokus pada pendidikan agama. Dalam UU Pemilu No 7 tahun 2017 pasal 280 ayat 1 huruf h, dimana larangan berkampaye menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. Namun nyatanya Dayah juga terlibat pada perpolitikan Praktis di Aceh pada Pemilihan Legislatif 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi dan Keterlibatan Dayah dalam perpolitikan praktis di Aceh pada Pileg 2019. Untuk meneliti masalah tersebut, penelitian ini menggunakan teori Partisipasi Politik dan teori Kekuasaan. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah dengan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dayah Bustanul Huda dan Dayah Terpadu Inshafuddin dari segi politik turut berkonstribusi dalam memberikan pemahaman terkait dengan nilai-nilai agama kepada para santri ataupun masyarakat di Provinsi Aceh. Pada Pileg 2019, Dayah Bustanul Huda dan Dayah Terpadu Inshafuddin turut berperan dalam politik praktis dengan memberikan izin kepada para caleg yang dekat dengan pimpinan Dayah untuk bersilaturrahmi ke Dayah dan memberikan dukungan kepada caleg yang dirasa oleh pimpinan Dayah tersebut layak untuk dipilih. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa Dayah terlibat secara aktif dalam politik praktis pada Pileg 2019 dengan memberikan dukungan terhadap caleg yang memiliki kedekatan dengan pimpinan Dayah. Dayah sebagai lembaga pendidikan harusnya tidak boleh terlibat dalam politik praktis.Kata Kunci : Dayah, Perpolitikan Praktis, Pemilihan Legislatif 2019ABSTRACTTraditional Islamic Boarding Schools (Dayah) is one of the Islamic education institutions, as regulated in Qanun Aceh Number 5 of 2008 in Article 1 Paragraph 19. Dayah serves as an institution that mainly focuses on providing religious education. Law Number 7 of 2017 in Article 280 Paragraph 1 Letter h concerning election states that state-owned facilities, religious venues, and religious education institutions must be used as campaign sites. However, some Dayah allegedly violated this regulation as they were involved in practical politics in Aceh in the 2019 legislative election. This study attempts to examine the contribution and involvement of Dayah in practical politics in the 2019 legislative election in Aceh. This study follows Political Participation theory and Power theory with a descriptive qualitative approach. The interview was used as the instrument in the data collection. The results revealed that Dayah Bustanul Huda and Dayah Terpadu Inshafuddin contributed to shaping their students’ and people in Aceh’s understanding of religious values. These Islamic educational institutions were involved in practical politics by giving the candidates of the election to visit their place and providing support to the candidates whom the leader thinks is worth choosing. Based on these findings, it can be concluded that Dayah was actively involved in practical politics in the 2019 legislative election by favouring particular candidates who have a connection with the leader of Dayah. Dayah, as an educational institution, must not involve practical politics.Keywords: Dayah, Practical politics, 2019 legislative election
MANAJEMEN ISU RSUD CUT NYAK DHIEN DALAM KASUS MALPRAKTEK TERHADAP PASIEN DI MEULABOH ACEH BARAT Sanusi Sanusi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Isu malpraktek terjadi pada bulan Oktober 2018 di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Aceh Barat. Rumah sakit menjadi sorotan media karena diberitakan meninggalnya dua anak laki–laki yang diduga akibat malpraktek pihak medis Rumah Sakit. Seperti yang dilansir oleh media tribunnews.com yang di publikasikan pada 23 oktober 2018 disebutkan “Dua Anak Meninggal 5 Menit usai Mendapat Suntikan di RSUD Cut Nyak Dhien”. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini “untuk mengetahui manajemen isu pasca kasus malpraktek dalam pemulihan citra di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Aceh Barat”. Dalam menentukan informan penelitian menggunaan Teknik purposive sampling, yaitu melakukan seleksi atas dasar kriteria – kriteria tertentu. Informan yang terdiri dari : 1) Wakil Direktur bidang pelayanan RSUD Cut Nyak Dien, 2) Kepala Bagian Hukum, Kemitraan dan Humas, 3) Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar Kabupaten Aceh Barat. Dalam menghadapi Isu dugaan malpraktek RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh melakukan upaya identifikasi isu melalui berita-berita yang disiarkan oleh media, tanpa meresponnya dahulu hingga ada keputusan dari pihak manajemen Rumah Sakit, kemudian akan disampaikan melalui Press Release kepada media. Penelitian ini menghasilkan gambaran bahwa yang dilakukan oleh Humas RSUD Cut Nyak Dhien belum efektif terhadap hasil yang diharapkan, hal tersebut dilihat masih adanya pemberitaan terkkait kasus Malpraktek yang semakin menarik perhatian media dan masyarakat tentunya sangat berdampak kepada turunnya citra rumah sakit. Kata Kunci: Isu, Humas, Rumah Sakit, Malpraktik, Citra.ABSTRACT The malpractice issue occurred in October 2018 at the Cut Nyak Dhien Regional General Hospital. This hospital was in the spotlight in the media because of the death of two boys who were allegedly due to malpractice by the hospital's medical staff. As reported by media tribunnews.com which was published on 23 October 2018 it was stated "Two Children Died 5 Minutes after Getting Injections at Cut Nyak Dhien Hospital". The aim of this research is "to find out the management of post-malpractice issues in image restoration at the Cut Nyak Dhien Meulaboh Hospital, West Aceh". In determining the research informants, purposive sampling technique was used, namely selecting based on certain criteria. The informants consisted of: 1) Deputy Director for services at the Cut Nyak Dien Hospital, 2) Head of the Legal, Partnership and Public Relations Division, 3) Academics from the Faculty of Public Health, Teuku Umar University, West Aceh Regency. In dealing with the alleged malpractice issue of the Cut Nyak Dhien Meulaboh Hospital, efforts to identify the issue through news broadcast by the media, without responding to it first until there is a decision from the Hospital management, then it will be submitted through a Press Release to the media. This study resulted in an illustration that what was done by the Public Relations of Cut Nyak Dhien Hospital had not been effective with the expected results, it was seen that there was still news related to malpractice cases which increasingly attracted the attention of the media and the public, of course, greatly impacted the decline of the hospital's image. Keywords: Issues, Public Relations, Hospitals, Malpractice, Images.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU BUNGARA (STUDI DI DESA DANAU BUNGARA KECATAMATAN KOTA BAHARU KABUPATEN ACEH SINGKIL) Suryadi Suryadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsiiini berjudul “Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Danau Bungara (Studi Di Desa Danau Bungara Kecamatan Kota Baharau Kabupaten Aceh Singkil)”. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan wisata dabau Bungara Di Desa Danau Bungara. Teoriidalam penelitianiini menggunakan Teori Tindakan Sosial Max weber. Dalam penelitianiini penulis menggunakan pendekatan Deskriptif dengan metode Kualitatif. Subjek penelitianiini sebanyak 5 orang dari unsur pemerintah desa dan masyarakat Desa Danau Bungara kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh Singkil. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keikutsertaan masyarakat desa Danau bungara dalam mengembangkan wisata Danau Bungara masyarakat selalu berperan aktif dalam mendukung perkembangan wisata Danau Bungara, mulai dari awal perencanaan, pelaksanaan dan pelayanan, dan pengawasan dan evaluasi. Bentukipartisipasi masyarakat Desa Danau Bungara dalam pengembangannwisata Danau Bungara meliputi partisipasi dalam bentuk fikiran atau gagasan, partisipasi dalan bentuk sosialisasi dan promosi kemudian partisipasi dalam bentuk tenaga. Masyarakat berperan sangat penting dalam mengembangkan wisata Danau Bungara dalam perjalanan menuju wisata yang dikenal oleh wisatawan dan masyarakat luas.Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Objek Wisata, Tindakan Sosial
Evaluasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Korban Konflik Oleh Badan Reintegrasi Aceh Tri Yuda; Maimun Maimun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1976 wilayah Aceh pernah mengalami konflik hingga pada tahun 2005 menjadi momentum perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah Republik Indonesia, kesepakatan damai pada tanggal 15 Agustus 2005 dengan Perjanjian MoU Helsinki. Pemerintah RI mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 15 tahun 2005 mengeluarkan tahapan pemulihan dimulai dari Disarmanment, Demobilitation, Reintegration. Reintegration adalah tahapan yang membutuhkan waktu dan biaya karena memulihkan kondisi pasca konflik, Badan Reintegrasi Aceh sebagai Lembaga Non Struktural Pemerintah Aceh tentunya ikut memulihkan Aceh pasca Konflik. Target dan capaian merupakan tantangan bagi Badan Reintegrasi Aceh dan menjadi tanggungjawab terhadap amanah untuk memulihkan kondisi Aceh pasca Konfik. Ditengah perjalanan realisasi Program Pemberdayaan Ekonomi Korban Konflik masih ada isu-isu yang beredar terkait belum tuntasnya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat korban konflik. Penelitian ini bertujuan mengetahui serta mendeskripsikan program pemberdayaan ekonomi masyarkat korban konflik dan yang menghambat dalam pelaksanaanya. Penelitian ini menggunakan Teori Evaluasi Program serta menganalisisnya dengan Teori Pemberdayaan Eknomi. Penelitian dengan metode Kualitatif dan pendekatan Deskriptif. Hasil dari Penelitian ini adalah target dan capaian pemberdayaan ekonomi yang belum tercapai, serta minimnya sumber daya manusia yang menguasai teknis lapangan sehingga terhambatnya proses pelaksanaan program. Selain itu masyarakat masih bergantung pada bentuk bantuan karena prosesnya tidak diiringi dengan pengembangan sumber daya pada masyarakat, pelaksanan Program dilakukan melalui perencanaan serta menyesuaikan kebutuhan dan latar belakang calon penerima program. Kemudian hambatan dalam penentuan sasaran yang dialami Badan Reintegrasi Aceh  yang menjadi terkendala karena strategi pelaksanaan program yang belum maksimal. Pada pelakasanaan program diharapkan melibatkan Stakeholder. Meningkatkan sumberdaya manusia baik kualitas dan kuantitas, adanya peningkatan sumberdaya manusia pada penerima program, dan fungsi Satpel BRA dapat dioptimalkan. Evaluation of the Economic Empowerment Program of People Victims of Conflict by the Aceh Reintegration AgencyIn 1976 the Aceh region had experienced conflict until in 2005 became a momentum of peace between the Free Aceh Movement and the Government of the Republic of Indonesia, a peace agreement on August 15, 2005 with the Helsinki MoU Agreement. The Indonesian Government issued Presidential Instruction No. 15 of 2005 issuing recovery phases starting from Disarmanment, Demobilitation, Reintegration. Reintegration is a stage that takes time and cost because it restores post-conflict conditions, the Aceh Reintegration Agency as a Non-Structural Institution of the Aceh Government certainly helped restore Aceh after the Conflict. Targets and achievements are a challenge for the Aceh Reintegration Agency and are responsible for the mandate to restore aceh's condition after the conference. In the midst of the realization of the Economic Empowerment Program of Victims of Conflict there are still outstanding issues related to the unresolved economic empowerment for the communities of victims of conflict. This research aims to find out and describe economic empowerment programs of people who are victims of conflict and those that hinder their implementation. This research uses program evaluation theory and analyzes it with the theory of economic empowerment. Research with qualitative methods and descriptive approaches. The results of this research are the targets and achievements of economic empowerment that have not been achieved, as well as the lack of human resources that master the technical field so that the program implementation process is hampered. In addition, the community still relies on the form of assistance because the process is not accompanied by the development of resources in the community, the implementation of the program is done through planning and adjusting the needs and background of prospective program recipients. Then the obstacles in determining the targets experienced by the Aceh Reintegration Agency became constrained because the program implementation strategy was not yet maximal. In the implementation of the program is expected to involve stakeholders. Increase human resources both quality and quantity, there is an increase in human resources in program recipients, and Satpel BRA functions can be optimized.Keywords : Program Evaluation, Victims of Conflict, Economic Empowerment, Aceh Reintegration Agency

Page 86 of 102 | Total Record : 1018