cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
STRATEGI BRAND AWARENESS IDA KERAWANG GAYO DALAM MENCIPTAKAN MINAT KONSUMEN Nadia Hariani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerawang Gayo merupakan salah satu kerajinan yang mencerminkan identitas suku Gayo yang turun temurun. Kerawang Gayo juga sudah meningkat popularitasnya tidak hanya di Aceh saja, melainkan sudah diluar Aceh. Ida kerawang Gayo merupakan salah satu toko kerawang Gayo yang lebih unggul pendapatannya dibandingkan dengan toko lainnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan mengenai strategi brand awareness yang dilakukan Ida kerawang Gayo dalam menciptakan minat konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara purposive sampling melalui tiga informan. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara mendalam. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh melalui dua cara yaitu melalui data primer dan data sekunder. Adapun hasil dalam penelitian ini terlihat jelas bahwa Ida kerawang Gayo sudah melalukan strategi brand awareness dengan baik yaitu dengan melakukan periklanan, pemasaran langsung promosi penjualan, dan penjualan personal dalam menciptakan minat konsumen yang berlandaskan dengan teori retorika undangan yang peneliti gunakan. Terlihat pada bagaiamana cara mereka menggaet para khalayak untuk membeli produk mereka. Strategi yang mereka lakukan terbilang berhasil terlihat pada strategi brand awareness yang mereka gunakan. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa Ida kerawang Gayo menjadi salah satu toko yang lebih banyak peminatnya dikarenakan memang hasil produk Ida kerawang Gayo masih asli dan kental dengan budaya khas Gayo hal ini didapatkan dalam hasil wawancara informan yang terlibat dalam penelitian. Kata Kunci: Kerawang Gayo, Ida Kerawang, Strategi Brand Awareness
STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KEMISKINAN MELALUI SEKTOR PERKEBUNAN KOPI DI KABUPATEN BENER MERIAH MARISA SIBENGI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan komoditi yang terkenal di Kabupaten Bener Meriah yang membuat 90% penduduk Bener Meriah berprofesi sebagai petani kopi. Kopi itu akan meningkatkan pendapatan masyarakat, namun permasalahan dari profesi ini sangat kurang dari kata sejahtera karena Kabupaten Bener Meriah saat ini termasuk sebagai Kabupaten termiskin ke lima di Provinsi Aceh sehingga sangat dibutuhkan adanya program pemerintah dalam mendorong sektor pertanian kopi di Bener Meriah. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Dinas Pertanian memuat empat indikator yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Indikator yang pertama yaitu comparative advantage yang mempertemukan kekuatan dan kelemahan. Program tersebut ialah program sosialisasi dan pelatihan terkait pengembangan biji kopi mentah menjadi green bean kepada petani. Indikator kedua yaitu mobilization yakni mempertemukan kekuatan dan ancaman, kondisi ancaman yang terjadi ialah akses jalan dengan cuaca yang buruk yang mengakibatkan akses transportasi menjadi terganggu. Indikator ketiga yaitu investment/divestment yakni pertemuan antara peluang dan kelemahan, kelemahan yang dimiliki oleh Dinas Pertanian Bener Meriah bukan terletak secara kualitas tetapi secara kuantitas yakni jumlah anggota sosialisasi dan pelatihan yang dimiliki oleh Dinas Pertanian Bener Meriah masih sedikit. Indikator keempat yaitu damage control yakni pertemuan antara kelemahan dan ancaman, Oleh karena itu Dinas Pertanian tidak ingin membuka program tersebut kepada orang yang berada di luar dinas. Diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam pengembangan sektor pertanian harus berintegrasi dengan lembaga terkait dan masyarakat setempat agar program yang diberlakukan bisa berjalan dengan maksimal. Kata Kunci : Strategi, Kemiskinan, Petani Kopi
Peran Pemerintah Kampung Dalam Pengelolaan Dana Desa (Studi Terhadap Peningkatan Status Indeks Desa Membangun di Kampung Tingkem Bersatu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah) Mira Sawitri; Effendi Hasan; Novita Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/ Kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dana Desa dianggarkan setiap tahun sebagai salah satu sumber pendapatan desa. Dengan adanya Dana Desa, diharapkan agar desa dapat mengelola potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian desa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan status Indek Desa Membangun (IDM). Karena itu diperlukan inovasi, kreasi dan kerjasama dari berbagai pihak. Baik itu dari aparat desa sendiri, maupun dukungan serta peran aktif dari masyarakat desa. Pada tahun 2021 kecamatan Bukit menjadi kecamatan dengan total desa mandiri terbanyak di kabupaten Bener Meriah, diantaranya: Blang Sentang, Serule Kayu, dan Tingkem Bersatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah kampung Tingkem Bersatu dalam pengelolaan Dana Desa serta dampak atas peningkatan status Indeks Desa Membangun tehadap desa tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Penta helix, yaitu teori yang didasarkan pada lima jenis pemangku kepentingan (pemerintah, pembisnis/swasta, akademisi, komunitas, dan media) yang saling bersinergi dalam mewujudkan sebuah pembangunan atau inovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa sangat berperan dalam pengelolaan dana desa. Pemerintah Kampung Tingkem Bersatu telah melaksanakan tahapan Pengelolaan Dana Desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa yang tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Pengelolaan dana desa yang baik dapat meningkatkan status IDM sehingga cukup memberikan dampak positif terhadap desa tersebut. Adapun ke depannya, pemerintah desa diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan dana desa agar program yang diusulkan dapat tepat sasaran.Kata Kunci: Pemerintah Desa, Pengelolaan Dana Desa, Indeks Desa Membangun
PENGELOLAAN EKOWISATA TAMAN HUTAN KOTA DAN HUTAN MANGROVE DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA LANGSA Naufal Abdullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan ialah sama dengan Manajemen, dipahami sebagai suatu proses membeda-bedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan serta pengawasan dengan menerapkan ilmu maupun seni guna memenuhi tujuan tertentu. Ekowisata ialah gagasan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berupaya melindungi serta melestarikan lingkungan (alam serta budaya) serta mendorong keterlibatan masyarakat pada pengelolaan yang konservatif, sehingga bermanfaat bagi masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan Ekowisata Taman Hutan Kota dan Hutan Mangrove dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Langsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif, dengan metode pengumpulan data Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. Penelitian ini menggunakan Teori Pengelolaan dan Konsep Ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan ekowisata Taman Hutan Kota dan Hutan Mangrove dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Langsa belum optimal baik dari pengelolaan yang dilihat melalui perencanaan, perorganisasian, pergerakan, juga pengawasan, dan konsep ekowisata yang meliputi prinsip konservasi, prinsip partisipasi masyarakat, juga prinsip ekonomi. Hambatan bagi Pemerintah Kota Langsa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui Ekowisata adalah kekurangan ketersediaan anggaran, promosi yang belum optimal, pihak pengelola yang masih baru. Diharapkan dalam hal ini pemerintah dapat mengalokasikan anggaran yang memadai, memepercepat pembangunan infrastruktur, melakukan promosi yang akurat, meningkatkan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Hutan Kota dan Hutan Mangrove Kota Langsa. Kata Kunci: Pengelolaan, Ekowisata, Pendapatan Asli Daerah
PERAN HABITUS DAN MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN BISNIS USAHA UMKM BITATA FOOD DI KECAMATAN BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH Melda Rita; Khairulyadi khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUsaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Bitata Food adalah salah satu UMKM yang bergerak disektor usaha kuliner yang sukses di Kota Banda Aceh. Dikatakan sukses karena UMKM Bitata Food telah mendapatkan penghargaan yang menjadi finalis terbaik pada puncak AKI (Apresiasi  Kreasi  Indonesia) 2021  yang diberikan langsung oleh bapak Mentri Parawisata dan Ekonomi Kreatif bapak Sandiaga Salahudin Uno. Selain itu UMKM Bitata Food telah menguasai 150 swalayan, Suzuya Mall, Indomaret, Alfamart yang ada di Aceh Besar dan Banda Aceh yang sudah menyediakan produk Bitata Food.  Kemudian  UMKM Bitata Food juga telah membuka cabang diluar kota seperti Jakarta, Medan dan Bandung. Keberhasilan pengembangan UMKM Bitata Food dapat dilihat dari cara top management Bitata Food dalam menerapkan strategi-strategi khusus serta modal sosial yang dimiliki oleh UMKM Bitata Food. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui habitus yang dimiliki oleh Direktur Utama dan Direktur Bitata Food dalam  mengembangkan bisinis usaha kulinernya serta untuk mengetahui bagaimana pembentukan modal sosial dalam mendukung keberhasilan  UMKM  Bitata  Food  dalam  mengembangkan  bisnis usaha kuliner. Teori yang digunakan ialah teori habitus dan modal sosial dari Pierre Bourdieu. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adapun strategi yang diterapkan antara lain memiliki rasa tanggung jawab, menciptakan inovasi, meningkatkan relasi atau kerjasama dengan pihak yang berhubungan. Didalam rasa tanggung jawab, Direktur Utama memiliki habitus ketegasan, selanjutnya dalam menciptakan inovasi Direktur Utama Bitata Food memiliki habitus kreatifitas, kemudian dalam meningkatkan relasi atau kerjasama Direktur Utama memiliki habitus rasa kepercayaan diri. Selain itu Direktur Bitata Food juga memiliki habitus, adapun habitus yang dimilikinya mampu membantu tugas-tugas dari Direktur Utama Bitata Food seperti habitus menciptakan varians produk baru, meningkatkan pemasaran dan kemampuan mengrekrut karyawan dan mengatur sistem kerja karyawan Bitata Food.                                                                                                                                            Kata Kunci: Habitus, Modal Sosial, Struktur, Agen ABSTRACT Micro, small and medium enterprises (MSMEs) Bitata Food is one of the MSMEs engaged in the successful culinary business sector in Banda Aceh City. It was said to be a success because the UMKM Bitata Food won the award as the best finalist at the 2021 AKI (Indonesian Creation Appreciation) which was given directly by the Minister of Tourism and Creative Economy, Mr. Sandiaga Salahudin Uno. In addition, Bitata Food SMEs have mastered 150 supermarkets, Suzuya Mall, Indomaret, Alfamart in Aceh Besar and Banda Aceh which already provide Bitata Food products. Then UMKM Bitata Food has also opened branches outside the city such as Jakarta, Medan and Bandung. The success of Bitata Food MSME development can be seen from the way one implements special strategies and social capital owned by Bitata Food MSME. Based on this, this study aims to determine the habitus owned by the Main Director and Director of Bitata Food in developing their culinary business and to find out how social capital is formed to support the success of Bitata Food's MSMEs in developing a culinary business. The theory used is the theory of habitus and social capital from Pierre Bourdieu. The results of the research show that the strategies implemented include having a sense of responsibility, creating innovation, improving relationships or collaboration with related parties. In terms of responsibility, the Main Director has a habit of assertiveness, then in creating innovation the Main Director of Bitata Food has a habit of creativity, then in improving relationships or collaboration the Main Director has a habit of self-confidence. In addition, a Director of Bitata Food also has a habitus, while his habitus is able to assist the duties of the Main Director of Bitata Food such as the habitus of creating new product variants, improving marketing and recruiting employees and managing the work system of Bitata Food employees. Keywords:UMKM, in developing a culinary business 
ANALISIS PERAN TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH KOTA BANDA ACEH DALAM PENGENDALIAN INFLASI NURHASANATUN NURHASANATUN
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Banda Aceh, yang selanjutnya disebut TPID Kota Banda Aceh merupakan tim yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Banda Aceh Nomor 192 Tahun 2022 yang bertugas menjaga keterjangkauan harga barang dan jasa melalui pengendalian inflasi di Kota Banda Aceh. Dalam realitanya inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh Tahun 2022 mengalami kenaikan sebanyak 1.23%, perkembangan harga berbagai komunitas pada April 2022 secara umum menunjukan adanya kenaikan. Terjadinya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) 109, 85 pada Maret menjadi 111,20 pada April 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran dan strategi yang dilakukan oleh TPID Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode peneltian dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam menganalisis data menggunakan Teknik reduksi data, pengajian data dan penarikan. Penelitian ini menggunakan teori peran aktif, partisipatif, pasif dan strategi yang bertujuan untuk melihat peranan dilakukan oleh TPID Kota Banda Aceh dalam pengendalian inflasi. kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan Peran TPID Kota Banda Aceh menjadi 3 (tiga) kategori yaitu peran aktif yang dimana TPID melakukan optimalisasi pasar murah/ operasi pasar, melakukan penguatan dan pengawasan cadangan pangan, melakukan integrasi update data harga pangan di habapangan.go.id, dan peningkatan kehandalan TPID melalui Program Pembinaan (Capacity Building). Peran partisipatif, melakukan kerjasama dengan daerah surplus pangan dan pelaksanaan revitalisasi pasar tradisional. Peran pasif, peran yang dilakukan oleh Bappeda sebagai anggota TPID akan tetapi tidak menjalankan fungsinya dengan baik serta memberikan fungsinya kepada anggota pengurus lainnya. Strategi yang dilakukan oleh TPID Kota Banda Aceh yaitu strategi 4K berupa keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. Peranan TPID telah sesuai dengan pedoman pengendalian secara aktif, partisipatif, pasif. Diharapkan adanya upaya dari semua anggota TPID agar kinerjanya dalam pengendalian inflasi di kota Banda Aceh menjadi lebih maksimal. Kata Kunci: Peran, TPID, Inflasi, Kota Banda Aceh
GAYA KOMUNIKASI KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI Natasya Ulfa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi yang diterapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai. Penelitan ini menggunakan Teori Perilaku dari Gage dan Berliner untuk melihat gaya komunikasi seperti apa yang dilakukan oleh Kepala Dinas dalam upaya meningkatkan kinerja pegawainya. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Jumlah informan pada penelitian ini adalah lima orang yang terdiri dari satu orang Kepala Dinas dan empat orang pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Kepala Dinas menerapkan empat jenis gaya komunikasi dalam kepemimpinannya, yakni pertama the equalitarian style yang ditandai dengan sifat humoris, komunikatif dan egaliter Kepala Dinas, kedua the structuring style dengan memberikan tugas dan hukuman berjenjang melalui Kepala Bidang yang membidangi, ketiga the dynamic style dengan memberikan contoh nyata kepada pegawainya untuk melakukan tugas dan kewajiban bersama, keempat the relinguishing style dengan melibatkan pegawai dalam setiap pengambilan keputusan. Gaya komunikasi Kepala Dinas didominasi dengan the equalitarian style yang ditandai dengan sifat humoris Kepala Dinas didalam proses kepemimpinannya. Usaha Kepala Dinas untuk meningkatkan kinerja pegawai dapat dilihat dengan gaya komunikasinya yaitu dengan menciptakan kedekatan emosional dengan para pegawai, membuat malam apresiasi sebagai ajang penghargaan bagi pegawai, dan melakukan rapat rutin eselon untuk evaluasi kerja setiap minggu. Walaupun Kepala Dinas sudah berusaha memimpin semaksimal mungkin, namun masih juga terlihat beberapa pelanggaran yang dilakukan pegawai seperti pelanggaran jam keluar masuk kantor, masih menumpuknya tugas diatas meja pegawai, dan masih ada pegawai nongkrong saat jam kerja, namun pelanggaran tersebut masih dianggap kecil dan dianggap remeh jadi tidak dipermasalahkan oleh pegawai yang lainnya dan juga karena tidak terlalu berdampak buruk bagi instansi sendiri, oleh karena itu tidak dinaikkan kedalam rapat rutin mingguan untuk diselesaikan lebih lanjut. Kata Kunci: Gaya Komunikasi, Kepala Dinas, Kinerja Pegawai ABSTRACT This study aims to determine the communication style used by the Head of the Banda Aceh City Education and Culture Office in an effort to improve employee performance. This research uses the Behavioral Theory of Gage and Berliner to see what kind of communication style is used by the Head of Service in an effort to improve the performance of his employees. This study used a qualitative research method with a descriptive approach. The number of informants in this study were five people consisting of one Head of Service and four employees of the Banda Aceh City Education and Culture Office. The results of this study are that the Head of Service applies four types of communication styles in his leadership, namely the first is the equalitarian style which is characterized by the humorous, communicative and egalitarian nature of the Head of Service, second is the structuring style by giving tiered tasks and punishments through the Kepala Bidang in charge, third is the dynamic style by giving concrete examples to employees to carry out joint duties and responsibilities, fourth the relinguishing style by involving employees in every decision making. The communication style of the Head of Service is dominated by the equalitarian style which is marked by the humorous nature of the Head of Service in the leadership process. The Head of Service's efforts to improve employee performance can be seen from his communication style, namely by creating emotional closeness with employees, holding appreciation nights as an appreciation event for employees, and holding routine echelon meetings for work evaluations every week. Even though the Head of Service has tried to lead as much as possible, there are still several violations committed by employees such as violations of office entry and exit hours, piling up of tasks on employees' desks, and employees still hanging out during working hours, but these violations are still considered minor and trivial because not being questioned by other employees and also not having too much of a negative impact on the agency itself, therefore it is not raised in the routine weekly meeting to be resolved further. Keywords: Communication Style, Head of Office, Employee Performance
STRATEGI BADAN PERTANAHAN NASIONAL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEPEMILIKAN SERTIFIKAT HAK MILIK ATAS TANAH Novida. Ms; Alfi Rahman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Pertanahan Nasional adalah lembaga Pemerintah dan Kementrian yang mempunyai tugas dibidang pertanahan. Banyaknya jumlah tanah di Kabupaten Aceh Barat Daya yang belum mempunyai sertifikat dan belum melakukan pendaftaran tanah menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum dilaksanakan secara maksimal meskipun jumlah tanah yang bersertifikat bertambah dari tahun ke-tahun tetapi banyak program/strategi yang selama ini dijalankan oleh BPN belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat dengan baik dan sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal ini dibuktikan dari empat indikator strategi, berupa strategi organisasi, program, pendukung sumber daya, dan kelembagaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Aceh Barat Daya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepemilikan sertifikat hak milik atas tanah serta hambatan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Aceh Barat Daya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepemilikan sertifikat hak milik atas tanah. Teori yang digunakan adalah teori Strategi dan teori Kesadaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi BPN Kabupaten Aceh Barat Daya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat belum sepenuhnya maksimal dijalankan karena dalam indikator strategi menunjukkan bahwa dari 4 strategi tersebut belum berhasil dijalankan kecuali strategi kelembagaan. Hambatan BPN Kabupaten Aceh Barat daya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan sertifikat hak milik atas tanah yaitu kurangnya sumber daya manusia, nilai tanah yang masih rendah, banyaknya masyarakat homogen, dan mahalnya biaya dalam pengurusan pendaftaram. Adapun saran kepada BPN agar fokus kepada sosialisasi dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih memahami akan fungsi sertifikat  dan akta tanah.
STRATEGI MARKETING POLITIK EKA RIZKINA DALAM MEMPEROLEH KURSI DPRK ACEH BESAR TAHUN 2019 ARIEF FARIZI G
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan pemilu, salah satu problematika yang terus terjadi adalah masih sulitnya perempuan menduduki kursi di parlemen. Salah satu yang menjadi factor terkait sulitnya perempuan menduduki kursi adalah adanya ketimpangan gender yang masih begitu jauh. Fenomena tersebut juga terjadi di Aceh, salah satunya Aceh Besar. Berdasarkan data dari pemilu legislaif 2019 Aceh Besar dari total 203 orang perempuan yang mendaftar hanya satu orang saja yang berhasil memperoleh kursi DPRK yaitu Eka Riskina. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi marketing politik yang digunakan dan mengetahui pola marketing yang paling efektif yang digunakan oleh Eka Riskina dalam memperoleh kursi DPRK Aceh Besar. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori marketing politik 4P Firmanzah dan 3P Adman Nursal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan strategi marketing politik yang dijalankan oleh Eka Riskina sehingga berhasil memperoleh kursi DPRK Aceh Besar  menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan secara langsung (push marketing) yang di dalamnya terdapat product dan place, pendekatan dengan memanfaatkan media (pull marketing) yang di dalamnya terdapat promotion dan price, pendekatan dengan menggandeng tokoh (pass marketing). Pola marketing yang paling efektif dan berpengaruh dalam keberhasilan Eka Riskina adalah pendekatan secara langsung (push marketing) dengan bauran product dan place di dalamnya. Diharapkan Eka Riskina dapat memperbanyak produk politiknya, memperbanyak kegiatan yang bersifat pemberdayaan, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dan hubungan baik dengan masyarakat. Kata Kunci: Marketing Politik, Eka Rizkina, Legislatif
ANALISIS POLICY CAPACITY TERHADAP QANUN ACEH NOMOR 11 TAHUN 2018 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH T. AULIYA RAHMAN
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) adalah sebuah peraturan yang diterbitkan oleh Pemerintah Aceh untuk mengatur pelaksanaan syariat Islam pada setiap Lembaga Keuangan (LK) di Provinsi Aceh. Namun pelaksanaan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang LKS belum berjalan optimal dan masih ditemui kendala selama pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kapasitas kebijakan dari pelaksanaan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang LKS. Metode dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan Policy Capasity yang dikembangkan oleh X Wu, M Ramesh dan M Howlett. Data penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang LKS yang telah diterapkan masih ditemui beberapa permasalahan dalam implementasinya mulai dari kurangnya kapasitas sumber daya manusia pada bidang analitis, operasional dan politik, kurangnya ketersediaan alat dan media yang dimiliki oleh lembaga pemerintah untuk melakukan proses analitis dan operasional, serta masih terdapat kurangnya koordinasi yang sistematis baik itu di ranah instansi pemerintah maupun non-instansi. Untuk mengatasi permasalahan dan hambatan yang terjadi, pertama, perlu diupayakan optimalisasi faktor pendukung kapasitas kebijakan pada lembaga Pemerintah Aceh yang bertujuan agar penerapan implementasi Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah bisa terlaksana secara menyeluruh dalam rentan waktu secepatnya, kedua Pemerintah Aceh diharapkan dapat meningkatkan kapasitas yang dinilai masih kurang, sehingga proses penerapan Qanun LKS dapat lebih optimal. Kata Kunci : Analisis, Policy Capacity, Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang LKS

Page 98 of 102 | Total Record : 1018