cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
TATA PEMERINTAHAN INDONESIA DALAM WAWASAN NUSANTARA MENGHADAPI GLOBALISASI DUNIA A. SOMAD ZAWAWI
Al Qalam Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1318.829 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i55.1540

Abstract

Tata Pemerintahan Indonesia dalam Wawasan Nusantara Menghadapi Globalisasi Dunia
PENGARUH ISLAM TERHADAP KEKUASAAN POLITIK DI INDONESIA Wazin Baihaqi
Al Qalam Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.531 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i1.1437

Abstract

Ada tiga fase perkembangan Islam yang dijelaskan dalam tulisan ini. Pertama tetang masuknya Islam ke Indonesia. Pada fase ini Islam sebagai sebuah ide baru di Nusantara mendapatkan tempatnya tidak hanya sebagai agama yang kemudian dianut oleh penduduk asli, tetapi juga mengubah lembaga politik yang semula berbentuk kerajaan bercorak Hindu menjadi bentuk kerajaan yang bercorak Islam. Fase kedua tentang bagaimana Islam bereaksi terhadap kolonialisme yang masuk ke Indonesia. Perlawanan terhadap kolonialisme dilakukan oleh kelompok Islam selama 3,5 abad. Gerakan perlawanan yang semula bersifat sporadis kemudian berkembang menjadi gerakan politik yang lebih modern karena bangkitnya kesadaran dari kelompok terpelajar Islam yang disebut dengan urban Islam (Islam perkotaan). Di tengah kebijakan-kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang menghambat perkembangan dan pelaksanaan syari'at Islam, kelompok Islam bersikap defensif (bertahan) dan bahkan terus berkembang higga Islam tetap sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia. Fase ketiga tentang bagaimana kelompok Islam bersikap pro aktif terhadap persiapan pembentukan negara pasca kemerdekaan. Para tokoh nasionalis islami berusaha untuk menetapkan Islam sebagai asas kehidupan bernegara dan berbangsa setelah pada akhirnya harus berkompromi dengan heterogintas masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Islam, Indonesia, politik, sejarah
EVALUASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Lailial Muhtifah
Al Qalam Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.656 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i2.1379

Abstract

Kata Kunci: Ayat-ayat al-Qur'an, Evaluasi Pendidikan
METODE DAN CORAK TAFSIR QURAISH SHIHAB Endad Musaddad
Al Qalam Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.164 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1647

Abstract

Muhammad Quraish Shihab dalam kajian tajsir al-Qur'an di Indonesia saat ini merupakan sosok yang fenomenal. Beliau merupakan salah seorang ulama terkemuka Indonesia yang mengkhususkan diri pada kajian ilmu-ilmu al-Qur'an dan tafsir. Danri tangannya telah lahir puluhan artikel, buku, yang semuanya bersentuhan dengan kajian al-Qur'an.Salah satu gagasannya yang cukup brilian adalah pengembangan metode tafsir maudhu'i dalam kajian tafsir al-Qur'an, sebuah metode yang tergolong baru dimana sebelumnya ulama-ulama tafsir dalam kajian al-Qur'an lebih banyak menggunakan metode tahlili. Quraish dengan kepiawaiannya berusaha mengembangkan metode tersebut dan secara apik ia aplikasikan dalam bukunya "Wawasan al-Qur'an: Metode maudhu'i atas pelbagai persoalan umat".Buku ini berisi bimbingan normatif teologis yang diperuntukan bagi pembaca untuk bisa berdialog dan berkonsultasi dengan al-Qur'an sesuai dengan problem dan kebutuhannya. Dengan bahasa kiasan Quraish Shihab dalam buku ini ingin menjamu tamu-tamunya dengan sederet kotak makanan yang masing­masing sudah ada jenis masakannya agar sang tamu lebih mudah dan lebih cepat untuk mencicipi dan menyantapnya. Inilah yang olehnya merupakan gambaran dari metode tafsir maudhu'i.
PARADIGMA TRADISIONALIS DALAM PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MODERN Efi Syarifudin
Al Qalam Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.324 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i3.1505

Abstract

As a traditionalist political thinker in modern era, Rasyid Ridha (1865-1935) had shown a relation between caliphate system and modern Islamic state system. He tried to formulate ''tradition" to answer political problem in modern era. Until the value of civil authority and humanized law included/formulated in Islamic state model which draft by him. He believed that the caliphate system could unify Islamic society in one leadership.An idea drafted by Ridha about ahl hal wal aqd institution and caliphate was more thrive than the thinkers before (classical thinkers), especially on competency, characteristic and the duties of caliphate and ahl hal wal aqd. A number of Ridho's idea had repeated classical thinker's thought, but Ridha able to modify it with the social reality. Ridha had made effort to set his ideas with writing activities and political movement to maintain caliphate tradition in Islamic state.
ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN VOWELS MAHASISWA JURUSAN TADRIS BAHASA INGGRIS IAIN "SMH" BANTEN ILA AMALIA
Al Qalam Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.061 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v29i3.859

Abstract

This research is aimed at describing the pronunciation errors committed by the students of English Education Department IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang Banten. The pronunciation errors in this research only cover one of the English phonemes, that is vowel The data were collected by asking 20 students to read aloud some English texts. The reading activity was recorded by using a handycam.The research result shows that the students committed errors in pronouncing vowels [I, i:, u:, e, a:, ^, Ω, Ɔ:, α, 3:, Ə, à] as much as 1058 errors. These errors are in the form of omission as muse as 12 errors, addition as much as 82, and substitution as much as 964. The most frequent error occurred was in the vowel /Ə/ as much as 316 errors which consisted of 54 errors in the form of addition and 322 errors in the form of substitution.The students' pronunciation errors of vowels may be caused by many factors, such as inteiference from their native/ mother tongue, interference from the target language they are learning, and inteiference from their developmental errors. Key words: vowel, interference, overgeneralization
SEMANTICS AND WORD-FORMATION IN MODERN ENGLISH Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.896 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1457

Abstract

Semantic adalah salah satu cabang linguistik yang mengkaji makna, yang tataran kajiannya pada tingkat kata dan kalimat. Makna kata dan kalimat saling berhubungan: karena kata secara terpisah sulit dipahami maknanya, dan sebaliknya, kalimat tidak bisa dipahami sepenuhnya bila ada kata, khususnya kata kunci, yang secara individu tidak dipahami, terutama dalam bahasa Inggris. Salah satu upaya untuk memahami makna kalimat dengan bantuan makna individu adalah dengan cara mengenal proses pembentukan kata dalam bahasa lnggris, yang dalam bahasa Lyons disebut dengan ''productive derivational rules of word formation". Dengan mengenali ciri-ciri atau bentuk dan menguasai aturan pembentukan kata bahasa Inggris, diharapkan pengguna bahasa tersebut, terutama mahasiswa jurusan bahasa Inggris, tidak saja bisa memaknai makna teks bahasa Inggris dengan benar dan lebih baik tanpa ‘terlalu sering' membuka kamus, tetapi mereka juga bisa menyusun kalimat sendiri dengan menggunakan kata-kata baru yang dihasilkan dari pembentukan kata yang sama dari kelas kata yang lain. Empat kelas kata yang dibahas dalam kaitannya dengan word-formation di sini adalah nomina, verba, adjective, dan adverbia. Kajian word-formation, yang biasanya dikaji dalam morfologi, memang secara sekilas tidak ada hubungannya dengan semantics, tetapi sesungguhnya ia secara tidak langsung berhubungan. Pandangan ini, di antaranya dianut oleh Joan L. Bybee. Ia mengatakan, bahwa kajian morfologi mendekati morfem sebagai unit (terkecil) lingusitik dengan kandungan semantik. Salah seorang Linguis Indonesia: Harimurti Kridalaksana, jugaberpendapat senada bahwa subsistem fonologis, garamatikal, dan leksikal tidak bisa lepas dari aspek-aspek semantis.Keyword: Linguistiks, Modern Engliah, Part of Speech.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN SPIRITUAL SYAIKH 'ABD AL-QADIR AL-JILANIY Badrudin, Badrudin
Al Qalam Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1984.389 KB)

Abstract

The Principles of Islam requirehuman to maintain and improve their moral values BuT in fact, many Moslems face problems of moral deteriora tion, crisis of beliefs, and moral decadence that happenin all aspects of life. This moral deterioration is often associated by the experts of education with the failure of educat ion. The failure of education relates to the education system that has various components that affect each other. The elements needed in the education system are the goal of education , educators, students, tool s, and natural surroundings. The results of this study indicate that the essence of spiritual learning obligations according to Syaikh 'Abd al-Qadir al-Jilaniy is araising the total of truth towards Allah SWT's path. The aims of the learning areto implement knowledge and clean the heart (tazkiyyah al-nafs) from worldly characters and the lust of dirtiness to ma'rifatullah. Spiritual educators are those who practice the law of Allah, clean the heart and guide students to the safety of life in the Hereafter . Learners constantly face Allah and obey Him, do not meet the call besides Allah, listen to the call of Allah and implement everything stated in the Qur ·an and the Prophet tradition. Teaching method used is the method of mau'izhah, sima', ahwal , and muhasabah fial-nafs (introspection). Educational materials are based on the basics of spiritual education in the Qur'an, the Prothet tradition. and the opinion of Muslim religious leaders who have noble characters and integrate science. Moral education is the core of Islamic education. The implications of the spiritual educational thought of Syaikh 'Abd al-Qadir al-Jilaniy toward the reality of Islamic education in Indonesia is the emphasis of moral education that leads to a balance relationship between the exoteric and esoteric aspects of the learning process.
KONTROVERSI HUKUM PERKAWINAN BERBEDA AGAMA Zakaria Syafe'i
Al Qalam Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.354 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i1.1659

Abstract

Perkawinan berbeda agama adalah perkawinan antara orang yang berlainan agama, seperti perkawinan orang Islam (pria/wanita) dengan orang bukan Islam (pria/wanita), baik kafir musyrik maupun Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Bagi Negara Indonesia, perkawinan itu telah diatur dalam UU No.1 / 1974, dan Kompilasi Hukum Islam, bahkan telah difatwakan oleh MUI, bahwa “Dilarang melangsungkan perkawinan antara seorang pria dengan seorang perempuan yang tidak beragama Islam”.Sebagian kecil umat Islam Indonesia membolehkan perkawinan berbeda agama, sehingga mengundang kontroversi dengan umat Islam umumnya yang berpendirian bahwa perkawinan berbeda agama itu haram. Alasan mereka adalah Q.S. Al Baqarah: 221. Kata al-musyrikat pada ayat tersebut dipahami sebagai kafir musyrik dari Bangsa Arab, tidak termasuk untuk musyrik non Arab. Karena itu, penganut agama Hindu, Budha, Majusi, Shobiun dan lainnya dibolehkan untuk dinikahi. Sedangkan Q.S. AI-Maidah: 5, secara mutlak membolehkan dilakukannya perkawinan dengan Ahli Kitab baik kitabiyah harbiyah atau dzimmiyah. Proses istinbath hukumnya, mereka menggunakan pendekatan analisis teks dan historis. Tujuannya dalam rangka mewujudkan semangat misi Islam itu sendiri yang harus mencerminkan pluralitas, kasih sayang antar umat beragama, toleransi dan pembebasan.Perkawinan berbeda agama menurut kebanyakan ulama tidak dibolehkan kecuali mengawini wanita Ahli kitab dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi agar tidak merugikan Islam. Adapun metode istinbath hukum menggunakan pendekatan analisis teks, historis, sosiologis, dan kajian illat hukum. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa perkawinan beda agama itu hukumnya haram, li syadz al-dzari'ah (menyumbat sesuatu yang akan menjadi jalan menuju kerusakan). Perkawinan berbeda agama ini akan lebih banyak menimbulkan mafsadat dan mudarat, lebih-lebih dalam kondisi sosial, politik dan ekonomi seperti di Indonesia. Karena itu perlu optimalisasi pelaksanaan UU No.1 / 1974 dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia.
UTANG-PIUTANG A. WARDI MUSLICH
Al Qalam Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.079 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i52.1519

Abstract

Utang-Piutang

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue