cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
REGULASI UPAH BURUH DALAM FIQH Ridwan Ridwan
Al Qalam Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.036 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i1.1672

Abstract

Dalam Islam, besar kecilnya upah buruh ditentukan dengan pada kualitas dan jasa yang diberikan (ujrah af-mitsl). Semakin tinggi jasa yang diberikan, semakin tinggi besar upah yang diterimanya. Ini berbeda dengan paradigma kapitalis yang memaknai upah dengan parameter harga barang yang diproduksinya atau dengan mendasarkan pada tingkat taraf hidup masryarakat. Bagaimanapun barang yang diproduksi oleh sebuah perusahaan bukanlah milik buruh. Pendasaran upah dengan menggunakan upah minimun dengan melihat taraf hidup masryarakat tidak bisa dinalar, karena dalam Islam negara wajib menjamin warganya untuk mendapatkan pekerjaan. Sedangkan nilai dasar yang harus menjadi semangat setiap regulasi pemerintah adalah nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan bersama. Legalitas seorang kepala negara (ulil amri) membuat paket regulasi berkaitan dengan buruh sudah barang tentu dimaksudkan untuk membuat tatanan sosial khususnya di dunia industrial menjadi lebih baik (maslahat). Kemaslahatan dimaksud adalah kemaslahatan dua kepentingan yaitu kepentingan buruh dan majikan.Kata Kuna: upah buruh, upah minimum, upah maksimum, dan fiqh.
ANALISA PENGARUH IDEOLOGI ATAS MANUSIA Yusuf Somawinata
Al Qalam Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.386 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i55.1539

Abstract

Analisa Pengaruh Ideologi atas Manusia
TANGGUNGJAWAB ILMUWAN MUSLIM DALAM MASYARAKAT Wazin Baihaqi
Al Qalam Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.743 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i92.1445

Abstract

Tidak semua pengetahuan memenuhi kaidah-kaidah ilmiah. Pengetahuan ilmiah memiliki kriteria tertentu seperti pengetahuan (knowledge), tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran dan dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain (obyektif). Dalam kerangka filsaf ilmu, sebuah pengetahuan dapat disebut pengetahuan ilmiah (science) apabila memenuhi aspek-aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis. Karena itu seorang ilmuwan adalah orang yang mampu menyelami dunia pengetahuan ilmiah dengan mengikuti kaidah-kaidah keilmuan yang telah ditetapkan, terutama dalam menggali dan memperoleh data. Jelas sekali bahwa pengetahuan ilmiah mengandalkan kekuatan logika dan hanya membatasi diri pada gejala-gejala konkrit yang dapat diindera oleh manusia.Seorang ilmuwan tidak hanya menunjukan sebuah kemampuan berfikir logis dan argumentatif, tetapi ia memiliki sebuah pandangan tentang bagaimana ilmu tersebut digunakan. Beberapa ilmuwan memilih sikap netral dan menyerahkan penggunaan ilmu pengetahuan sesuai keinginan dan kebutuhan masyarakat. Kelompok ilmuwan lain memilih untuk memiliki sikap formal dengan memperhitungkan kegunaan ilmu pengetahuan tersebut dengan nilai-nilai kemanusiaan, mempertimbangkan kelestarian alam dal memiliki pertimbangan kelestariannya. Ilmuwan memiliki tanggung jawab terhadap profesinya untuk senantiasa prefesional dan loyal terhadap asas-asas profesi seperti kejujuran, obyektif, kritis dan rasional. Selain itu ilmuwan memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat untuk senantiasa tertarik dengan permasalahan masyarakat dan dengan kemampuannya membangun masyarakat tersebut. Untuk itu perlu dibina komunikasi yang baik antara ilmuwan dan masyarakat.Dalam pembahasan ini dirumuskan pula bagaimana idealnya ilmuwan muslim itu. Terdapat istilah ulil albab dan rausyanfikr untuk menunjukkan mentalitas ilmuwan muslim ideal Dijelaskan pula dalam tulisan ini bagaiman Al­Quran justru menuntun manusia pada cara-cara benalar untuk mencapai kebenaran dan menyandingkannya dengan keimanan, sehingga untuk ilmuwan muslim tidaklah mungkin memisahkan antara ilmu dan iman. Karena itu ilmuwan muslim tidak semata-mata mengakui kebenaran yang dihasilkan dari fakta-fakta obyektif yang dapat diuji kritis tetapi juga memiliki keterikatan terhadap nilai-nilai agama. Sehingga dalam mengamalkan ilmunya, ilmuwan muslim mempertimbangkan apakah pemanfaatan ilmu tersebut sesuai dengan etika Islam ?
KEMAMPUAN MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Zohriah, Anis
ALQALAM Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.733 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i2.1378

Abstract

Tulisan ini menyoroti sqauhmana peran strategis kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja guru yang pada akhirnya akan memberikan perubahan positif dan kompetitif bagi lembaga yang dipimpinnya.
THE IDEA OF IJTIHAD OF THE INDO­-PAKISTAN SUBCONTINENT MUSLIM SCHOLARS Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.639 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1646

Abstract

Di antara banyak konsep dalam kajian Islam, konsep ijtihad memiliki daya tarik tersendiri. Shah Wali Allah dan Muhammad Iqbal, dua ulama-pemikir generasi yang berbeda dari anak benua India, termasuk kaum cendekiawan yang menaruh minat pada konsep tersebut. Alih-alih mempercayai bahwa pintu ijtihad telah tertup, keduanya menyerukan agar cendekiawan Muslim, berdarsarkan kapsitas yang dimiliki, melakukan ijtihad sesuai dengan tututan zaman dan keadaan. Bagi mereka pintu ijtihad masih terbuka lebar, khususnya bagi masalah­masalah yang tidak secara jelas dinyatakan dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi. Menurut Wali Allah, ijtihad merupakan sine quanon bagi terciptanya masyarakat Muslim yang sehat dan tangguh. Ibarat dokter, mujtahid harus bisa merekomendasikan obat yang tepat untuk penyakit yang berbeda bagi orang/masyarakat yang berbeda pada waktu dan tempat yang berbeda pula. Obat mujarab bagi masyarakat yang dilanda konflik madzhab internal Sunni di satu pihak, dan madzhab Syiah di lain pihak adalah takhayyur da Sebagaimana Wali Allah, Iqbal memandang ijtihad sebagai bagian integral dari prinsip pergerakan dan pembahan. Ijtihad memberikan sentuhan sifat dinamis serta aplikasi unversal bagi doktrin-doktrin Islam. Sementara itu, dari sisi praktik, Iqbal yang menyaksikan 'kebingungan' umat Islam dalam memilih bentuk negara setelah terlepas dari cengekaraman penjajah, melakukan ijtihad politik dengan mengajurkan republik yang demokratis sebagai bentuk negera Islam yang ideal Berbeda dengan Wali Allah, pada saat sekarang ini pada zaman yang dibelit beraneka ragam masalah kompleks ijtihad tidak bisa lagi dilakukan secara individual melainkan secara kolektif, yakni dengan melibatkan berbagai pakar dengan disiplin yang berbeda sesuai dengan masalah yang hendak dicarikan solusinya secara rasional dan Islami.
THE SIGNIFICANCE OF DHAMM AL­KALAM WA AHLIH BY AL-HARAWI AS A SOURCE OF AL-SUYUTl'S SAWN AL­MANTIQ WA 'L-KALAM 'AN FANNAY AL-MANTIQ WA 'L-KALAM Mufti Ali
Al Qalam Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.86 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i2.1503

Abstract

Redaksi Sawn al-Mantiq yang diedit oleh al-Nashshar (1947) dan Su'ada 'Ali 'Abd af-Raziq (1910) masih bisa di-upgrade; nama-nama otoritas yang dirujuk oleh al-Suyuti bisa diperbaiki, tidak dengan membaca kembali naskah aslinya yang sudah tidak bisa diakses lagi dan tersimpan di Perpustakaan al-Azhar tetapi dengan mengkolasi (collate) salah satu karya yang diringkas al-Suyuti dalam Sawn al-Mantiq tsb. Karya jang diringkas tersebut adalah Dhamm al­Kalam karya al-Harawi, satu karya yang ringkasannya adalah seperempat lebih batang tubuh (corpus) Sawn al-Mantiq (terdiri dari 227 halaman cetak) karya al-Suyuti.Hasil kolasi terhadap reproduksi naskah Dhamm al-Kalam yang disimpan di Perpustakaan Nasional Suriah memperlihatkan signifikansi Dhamm al-Kalam sebagai sumber Sawn al-Mantiq dan bahan dasar untuk meng­upgrade redaksi Sawn al-Mantiq yang diedit masing-masing oleh 'Ali Sami al­Nashshar (1947) and Su'ada 'Ali 'Abd al-Raziq (1970).
GURU MUGHNI KUNINGAN (1860-1935) Helmi Hidayat
Al Qalam Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.834 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v29i3.1415

Abstract

There has been a strong linkage between the dissemination of Betawi culture and Islam in Jakarta. The prominent figures of Betawi are generally known as "kyai" or religious leaders. The Indonesian history recorded that Betawi people were strictly fanatic Muslims and, to some extent, during the Dutch colonization era they were strongly well-known as anti-Western. They tended to identify Western people as infidels. Nevertheless, the portrait of Islam and the social history of Muslim intellectuals among Betawi have not been much scrutinized. The researchers just gave more attention dealing with the social­ history, politics, arts and culture, and archeology of Betawi. This article tries to give contribution to the development of what Azra called biographical dictionary as a part of the tarajim ulama literature. Key Words: Abdul Mughni, Ulama, Betawi, Islam, Bibliographical Dictionary
PRASANGKA JAWARA TERHADAP ULAMA DAN UMARO DI BANTEN SELATAN Karomani Karomani
Al Qalam Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.445 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1690

Abstract

Di Menes Banten Selatan, Jawara, ulama dan umaro merupakan elite lokal yang memiliki pengaruh dan peran penting dalam masyarakat. Ulama memiliki pengaruh kuat dalam bidang keagamaan, jawara memiliki pengaruh kuat dalam bidang adat seni dan budaya dan umaro memiliki pengaruh kuat dalam jaringan kekuasaan pemerintahan. Tiga kekuatan ini menjadi suatu konfigurasi kepemimpinan yang satu sama lain saling menunjang. Meskipun demikian diantara ketiga elite ini acapkali terjadi hubungan yang kurang harmonis.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif terhadap elite jawara, ulama dan umaro. Data diperoleh dari informan yang berperan sebagai sosok jawara, ulama dan umaro di kecamatan Menes dengan mengunakan wawancara mendalam, pengamatan terlibat dan studi dokumentasi. Analiszs data menggunakan pola metode kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jawara dalam komunitas ulama tidak berprasangka terhadap perilaku ulama, sementara jawara di luar komimitas ulama berprasangka. Jawara berprasangka terhadap prilaku umaro. Unsur budaya, stereotip dan pengalaman hidup jawara memperkaya bentuk prasangka terhadap ulama dan umaro.Kata Kunci: Prasangka, elit lokal, jawara, ulama, umaro
TINJAUAN UMUM TENTANG EKONOMI M. Junus Gozali
Al Qalam Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.317 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1456

Abstract

Ekonomi adalah pengetahuan tentang kegiatan yang mengatur urusan kekayaan dalam bidang produksi, distribusi dan konsumsi. Masalah ekonomi ini telah dijelaskan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Anas Ibn Malik RA. bahwa Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan kepada salah seorang sahabat Anshar untuk bekerja, berusaha mencari kayu bakar ke bukit, dan ia mengerjakan (produksi), menjual (distribusi), dan membeli makanan (konsumsi), serta bersedekah (melaksanakan peduli sosial).Pada saat ini terdapat dua sistem ekonomi, yang menguasai dunia, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Kedua sistem ini masing-masing memiliki konsep yang bertolak belakang. Sosalisme memiliki konsep ekonomi kolektif, sedangkan kapitalisme memiliki kebebasan indvidu (liberal). Di samping perbedaan, yang berlolak belakang itu, keduanya mempunyai persamaan, yaitu aktivitas perekonomiannya memiliki watak materialisme murni.Berbeda dengan kedua sistem ekonomi di atas, sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berketuhanan. Di samping bersifat material, namun di dalamnya tidak mengabaikan aspek spiritual (ibadah). Sendi dari aspek spiritual adalah kesadaran individu muslim akan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan menempatkan Allah SWT pada puncak atas, maka segala aktivitas ekonomi dalam Islam. tidak akan terlepas dari pengawasan dan petunjuk yang diberikan di dalam al-Qur'an dan al-Hadits, baik, menyangkut dengan masalah produksi, distribusi, maupun konsumsi. Allah SWT melarang terhadap cara memperoleh barang produksi dalam mendistribuaikannya atau mengkomsumsikannya dengan jalan yang balil, kecuali dengan aktiuitas yang sah berdasarkan kebebasan dengan kesukarelaan masing-masing pihak, tidak curang dan tidak ada unsur paksaan atau tekanan. Dengan demikian tampaklah bahwa Islam telah menyelesaikan masalah bagaimana agar manusia dapat memanfaatkan (mengelola) kekayaan yang ada, dan inilah sebenarnya yang dianggap sebagai masalah ekonomi bagi suatu masyarakat. Sebagai kesimpulan dalam meninjau masalah ekonami, Islam hanya membahas masalah bagaimana cara memperoleh kekayaan, mengelola dan mendistribusikannya, sesuai dengan aturan al-Qur'an dan al­Hadits, dan mendapat hasil pemikiran para ulama. Dengan demikian hukum-hukum yang menyangkut masalah ekonomi dibangun atas tiga kaidah, kepemilikan (property), pengelolaan kepemilikan dan mendistribusikan kekayaan di tengah-tengah maayarakat.Keyword: Qur'an/Hadit, Ekonomi, Sistem
دراسة بديعية في كتاب اللؤ لؤ والمرجان Hannanah Mukhtar
Al Qalam Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.875 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang retorika Nabi Muhammad SAW melalui hadis-hadisnya, khususnya yang berkaitan dengan seni badf. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengekspos seni badi pada hadis-hadis yang terdapat di dalam kitab al-Lu'lu' wa al­-Marjan fima ittafaqa 'alaih al-Syaikhan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Metode deskriptif ini menggunakan studi tentang seni badi' umumnya yang menyangkut definisi, kelahiran, pertumbuhan dan berbagai jenisnya, selain munculnya perbedaan antara ulama terkait hal ini. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk menjelaskan makna yang sulit dipahami dari kosakata dalam hadis dan menjelaskan aspek keindahan yang mengacu pada maksud Nabi SAW yang menggunakan seni badi. Hal ini dilakukan dengan teliti dan netral dalam setiap langkah. Kadang-kadang, peneliti dipaksa untuk membahas hadis dari perspektif retorika umumnya tanpa terbatas pada aspek badi', untuk memperjelas makna dari sebuah hadis. Penelitian retorika dari perspektif badi' terbatas pada hadis verbal, tidak termasuk tindakan terkait hadis atau kata-kata para sahabat. Hal ini karena retorika adalah cabang bahasa yang memperhatikan kata-kata dan makna sedangkan hadis tindakan terkait hanyalah kata-kata sahabat atau ibu dari orang-orang mukmin yang menggambarkan tindakan Nabi. Makalah ini menunjukkan bahwa Nabi mengacu pada berbagai jenis badi dalam hadis-nya. Hikmah yang mendasari penggunaan jenis badi' oleh nabi lvluhammad adalah untuk memhuat hadis lehih kuat dalam membentuk jiwa pendengar sejalan dengan tujuan kenabiannya yaitu membimbing manusia ke jalan yang benar.Kata Kunci: badi'ah. hadis, al-Lu'lu' wa al­-Marjan

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue