cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25982370     DOI : -
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Uji Daya Parasitasi Trichogramma australicum Gir. (Hymenoptera : Trichogrammatidae) Terhadap Telur Corcyra cephalonica Staint (Lepidoptera : Pyralidae) Dan Telur Chilo aurilicius Dudg (Lepidoptera : Pyralidae) Di Laboratorium Hadi, Mochamad
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 14, No.1, Tahun 2012
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.108 KB) | DOI: 10.14710/bioma.14.1.42-45

Abstract

Penelitian mengenai daya parasitasi Trichogramma australicum Gir. terhadap inang alami dan inang pengganti ini bertujuan untuk mengetahui apakah T. australicum setelah bertahun-tahun dipelihara dengan menggunakan inang pengganti masih mampu memarasiti inang alaminya secara efektif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima kali ulangan. Perlakuan adalah pemarasitan telur penggerek batang tebu Chilo auricilius Dudg dan telur ngengat beras Corcyra cephalonica Staint. Perhitungan data dengan parameter jumlah pemarasitan, penetasan parasitoid, dan kemampuan pemarasitan per individu parasitoid betina. Pemeliharaan T. australicum dengan menggunakan inang pengganti tidak mempengaruhi kemampuan pemarasitan terhadap inang alaminya. Parasitoid T. australicum masih memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai agen pengendali hayati penggerek batang tebu, khususnya penggerek batang tebu berkilat C. auricilius. Rata-rata pemarasitan T. australicum terhadap telur C. cephalonica dan telur C. auricilius masing-masing sebesar 96.14% dan 95.0%. Penetasan parasitoid dari telur C. cephalonica dan telur C. auricilius masing-masing sebesar 97.13% dan 96.21%. Daya parasitasi per individu parasitoid betina terhadap telur C. cephalonica dan telur C. auricilius masing-masing sebesar 4.80 dan 4.75. Hasil analisis statistik terhadap semua uji menunjukkan tidak ada beda nyata antara kedua perlakuan.   Key word : daya parasitasi, Trichogramma australicum Gir. Chilo auricilius Dudg, Corcyra cephalonica Staint
Jenis–Jenis Tumbuhan Anggota Famili Asteraceae di Wana Wisata Nglimut Gonoharjo Kabupaten Kendal Jawa Tengah Kumolo, Fredian Bintar; Utami, Sri -
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 13, No. 1, Tahun 2011
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.107 KB) | DOI: 10.14710/bioma.13.1.13-16

Abstract

Famili Asteraceae adalah salah satu jenis famili tumbuhan yang menjadi penyusun vegetasi penutup lantaihutan di Wana Wisata Nglimut. Asteraceae merupakan salah satu famili dengan keanekaragaman jenis yang cukuptinggi dan mempunyai banyak manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis anggota familiAsteraceae yang terdapat di kawasan wana wisata Nglimut Gonoharjo kabupaten Kendal. Hasil penelitian inidiharapkan bisa memberikan informasi dasar dalam pemanfaatan dan konservasinya. Metode penelitian dalampenentuan titik sampling menggunakan tehnik sistematik. Garis transek yang diambil adalah jalur wisata yaitudimulai dari pintu masuk sampai tempat pemandian air panas. Ditentukan 6 titik sampling yang masing-masingberjarak 100 meter sepanjang garis transek. Pada setiap titik sampling dicatat jenisnya dan dihitung jumlahindividunya. Dilakukan pengukuran faktor lingkungan berupa ketinggian tempat dan kelembaban udara. Datadiperoleh dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian diperoleh 6 jenis tumbuhan famili Asteraceae yang tumbuh di wana wisata Nglimut yaituAgeratum conyzoides, Ageratum houstoniamum, Erechtites valerianifolia, Eupatorium riparium, Eupatoriumodoratum, dan Tegetes erecta. Jenis dengan jumlah individu paling banyak dan distribusinya tinggi di WanawisaNglimut adalah Eupatorium odoratum dan Eupatorium riparium, sedangkan jenis tumbuhan famili Asteraceae yangpaling jarang adalah Tegetes erecta.
Kapasitas Penyerapan dan Penyimpanan Air pada Berbagai Ukuran Potongan Rumput Laut Gracilaria verrucosa sebagai Bahan Dasar Pupuk Organik Haryanti, Anik Muji; Darmanti, Sri -; Izzati, Munifatul -
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.144 KB) | DOI: 10.14710/bioma.10.1.1-6

Abstract

Gracilaria verrucosa merupakan salah satu dari 555 jenis rumput laut yang ditemukan di perairanIndonesia. Merupakan alga merah yang thalusnya mengandung gel sehingga mempunyai kemampuan mengikat airyang cukup tinggi. Besarnya air yang dapat diserap dan disimpan tergantung dari luas bidang penyerapan. Selain haltersebut, Gracilaria verrucosa seperti rumput laut umumnya mengandung makro mineral, mikro mineral, protein,karbohidrat dan vitamin A dan C. Karena hal tersebut, maka Gracilaria verrucosa mempunyai potensi yang tinggiuntuk diamanfaatkan dalam bidang pertanian khususnya pada lahan dengan partikel tanah yang besar seperti lahanpasir yaitu sebagai bahan penyerap dan penyimpan air sekaligus sebagai sumbur pupuk organik. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kapasitas penyerapan dan penyimpanan air oleh Gracilaria verrucosa pada berbagaiukuran potongan. Penelitian menggunakan RAL, dengan perlakuan tunggal, terdiri dari 3 taraf perlakuan ukuranpotongan yaitu 0,25 cm, 0,5 cm dan 1 cm. masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Kesimpulannya adalahbahwa ukuran potongan berpengaruh terhadap kapasitas penyerapan dan penyimpanan air, kapasitas penyerapantertinggi pada potongan 0,25 x 0,25 cm dan kapasitas penyimpanan tertinggi pada potongan 1x1 cm.
Kualitas Kerabang Telur pada Berbagai Itik Petelur Lokal di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR), Ambarawa Eka Fitriani; Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 18, No.2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.707 KB) | DOI: 10.14710/bioma.18.2.107-113

Abstract

Duck (Anas platyrhynchos) was one type of potential poultry producing eggs. Efforts to increase productivity can be done through the selection of good breeding stock, provision of adequate food in quantity and quality as well as the provision of additional feed (feed additive). Calcium carbonate was a mineral needed by a group of ducks for egg shell formation. The purpose of the research was quality of the local duck eggs Pengging include ducks, duck Tegal and duck Magelang  based on the quality of its shell. This study uses a completely randomized design (CRD) with three treatments (Pengging duck, duck Ducks Tegal and Magelang) and 6 replication.The measured variable was the index of egg shell, eggshell weight, eggshell thickness and eggshell calcium. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a differentiating factor is the type of duck. Real different data analyzeda further test using Least Significant Differences Test (LSDT) at the level of 95%. The results of this research indexshowed that ducks Tegaland duck Pengging no significant difference but significantly different with Magelang ducks. Weight eggshell and eggshell thickness showed no significantly different for the three types of local ducks. Eggshell calcium levels showed that Magelang ducks and duck Pengging no significant difference but significantly different with Tegal ducks.Conclusion of the study was index eggshell and eggshell calcium could affect the quality of the eggshell. Keywords: Local Ducks in Central Java, the index of egg shell, eggshell weight, eggshell thickness, eggshell calcium.
Efektivitas Tanaman Lemna (Lemna perpusilla Torr) Sebagai Agen Fitoremediasi Pada Keramba Jaring Apung (KJA) Disekitar Tanjungmas Semarang U, Umarudin; Nur, Jumriah; Wulandari, Ayu; Izzati, Munifatul
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 17, No.1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.505 KB) | DOI: 10.14710/bioma.17.1.1-8

Abstract

The port of Tanjung Emas, Semarang as the main port in Central Java that have activity increases pollution impact. Hence the need for special attention and handling by using aquatic plants Lemna perpusilla. The purpose of this research is to know the physical condition of floating around the net keramba Tanjungmas city of Semarang. Designing the application fitoremediasi on floating around the net keramba Tanjungmas city of Semarang and Knowing the prospects of development of fitoremidiasi. This paper uses a case study research methods (case study), which this method has the goal to provide a detailed description of the background, traits and characters typical of cases of water are there in KJA around the Tanjugmas City of Semarang by taking the research object. While this research is the observation and interview is open ended. So that the data obtained indicate that the physical condition of floating around the net keramba Tanjungmas Semarang blackened water greenish colours, smells, and oily. Application design fitoremidiasi by Lemna perpusilla utilize water plants and fish seed banding continued with the observed results. As well as direct application on the KJA in the waters of Tanjung Mas with lemna and seed density setting fish whitefish. Fitoremidiasi development prospects by looking at opportunities to fish bandeng and Lemna perpusilla. Key words: Fitoremediasi, KJA, Fish Bandeng, Lemna perpusilla, Pollution.  
Kelimpahan Dan Keragaman Serangga OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dan Musuh Alaminya pada Tanaman Jagung dan Padi dengan Sistem Rotasi Tanaman Ervianna, Ana Rita; Hadi, Mochamad; Rahadian, Rully
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 21, No 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.362 KB) | DOI: 10.14710/bioma.21.1.35-46

Abstract

Insects in agricultural ecosystem can play a role as pests or natural enemies. The abundance and diversity of insect pests and natural enemies are interconnected because insect pests are food for natural enemy insects. The aims of the study were to compare the abundance and diversity of pest insects and natural enemies of corn and rice plant, and to determine the similarity of pest insects and natural enemies of corn and rice plant using crop rotation systems. The sampling has performed four times i.e, in the vegetative phase of corn, generative corn, vegetative rice, and generative rice. The sampling method used sweep net method. The results showed that the number of individual pest insects and natural enemies of each growth phase of corn plants were lower than rice plants. The number of species pest insect and natural enemies of each growth phase of corn plants were lower than rice plants. In addition the diversity of pest insect of each growth phase of corn plants was higher than rice plants while the diversity of natural enemies in each growth phase of corn plants was lower than rice plants. The diversity index of pest insects and natural enemies of each growth phase in corn plants and rice plants was in the medium category. The presence of pest insects and  natural enemies in each growth phase of corn and rice plants shows the species in the two compared ecosystems were different.
Pengaruh Pemberian Kompos Sampah Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan Chlorella vulgaris Pada Skala Laboratorium Hafizhah, Reka; Hariyati, Riche
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 14, No. 2, Tahun 2012
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.744 KB) | DOI: 10.14710/bioma.14.2.73-77

Abstract

Accumulation household organic waste caused environtment disturbances such as bad odor, methan occur, stoppage canal water, and disease spread. Organic waste processing are needed in order to reduce this problem. Processing household waste into composs was one way to reduce organic waste accumulation. The objective of this study is to determine optimal dose household composs for Chlorella vulgaris growth. Research are done in two phase within 9 days of each. Composs liquid doses for main research are 6%,7%,8%, 10%, and Walne fertilizer used as control. Result show effect of household composs on Chlorella vulgaris growth. Optimal doses for Chlorella vulgaris growth are composs liquid doses  8% and 10%.   Key word: Household composs, Growth, Chlorella vulgaris.
EKOLOGI BENTANG LAHAN Soeprobowati, Tri Retnaningsih
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 13, No. 2, Tahun 2011
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.881 KB) | DOI: 10.14710/bioma.13.2.46-53

Abstract

Ekologi Bentang lahanmerupakan dasar dari lingkungan manusia.Manusia sendiri dalam hidupnya tidak dapatterlepas dari hewan dan tumbuhan. Oleh karena itubentang lahan dapat didefinisikan sebagaikarakteristik alami suatu area dari dan atau dekatpermukaan bumi yang terbentuk oleh adanyainteraksi antara faktor abiotik (batuan, air, udara,tanah) dan faktor biotik (tumbuhan, hewan danmanusia) yang saling mempengaruhi dandipengaruhi. Oleh karena itu maka kajian bentanglahan fokus pada kajian hubungan antara ruangdan waktu antara fenomena alam dan proses didalam bentang lahan atau geosfer termasukkomunitas tumbuhan, hewan dan manusia
Kloning dan Sekuensing Gen Xilanase dengan Produk Gen Berukuran 30 kDa dari Bacillus halodurans CM1 pada Escherichia coli DH5α Safirah, Dearesty; Helianti, Is; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Budiharjo, Anto
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 18, No.2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.71 KB) | DOI: 10.14710/bioma.18.2.167-172

Abstract

The paper industry contributed the environment pollution due to chlor substances. Utilization of alkalothermophilic xylanase enzyme as a biocatalyst in the production of paper may become an environmentally friendly biobleaching alternative. Bacillus halodurans CM1 produces xilanase enzyme that had optimal activity at pH 9 and temperature 70°C. Previous study showed that this CM1 strains has several xilanase genes. The cloning of one of these alkalothermophiic xylanase (alkxyn) gene has been already conducted. This study aimed to clone alkxyn gene that encode alkalothermophilic xylanase enzyme from B. halodurans CM1 into Escherichia coli DH5α. Amplification of alkxyn has been carried out using primers for amplification xylanase 30 kDa. The alkxyn gene fragment was inserted into pGEM-T Easy vector and then transformed into E. coli DH5α. The results showed that the recombinant of E. coli DH5α harboring alkxyn gene from B. halodurans CM1 has been obtained. The sequences analysist based on BLAST showed that alkxyn fragment has homology (99%) with the alkaliphilic xylanase gene from Bacillus sp. 31 which encodes alkaliphilic xilanase (Genebank assession number: JF912895.1). Keywords: cloning, Bacillus halodurans CM1, xylanase, alkalothermophilic.
Struktur dan Perkembangan Daun Acalypha indica L yang Diperlakukan dengan Kombinasi IAA dan GA Pada Konsentrasi yang Berbeda Darmanti, Sri -
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 11, No. 1, Tahun 2009
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.369 KB) | DOI: 10.14710/bioma.11.1.17-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pegaruh IAA, GA dan kombinasi keduannya pada berbagai tingkatkonsentrasi terhadap perkembangan daun Acalypha indica L. Rancangan acak lengkap pola faktorial digunakandalam penelitian ini. Faktor pertama berupa variasi konsentrasi IAA (0, 10, 30 dan 50 ppm), faktor kedua berupavariasi konsentrasi GA (0, 10, 30 dan 50 ppm). Data kwantitatif diuji dengan ANAVA, dilanjutkan dengan DMRTpada taraf uji 5 %. Struktur anatomi didiskripsikan dari preparat penampang lintang lamina daun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan IAA, GA dan kombinasinya tidak mempengaruhi strukturanatomi daun Acalypha indica L. Tebal helaian daun Acalypha indica L. turun dengan perlakuan IAA, GA dankombinasinya. Penurunan tebal daun pada perlakuan dengan GA disebabkan oleh penurunan tebal jaringan palisadedan jaringan bunga karang, sedang pada perlakuan kombinasi IAA dan GA sebagian besar disebabkan olehpenurunan panjang sel palisade.