cover
Contact Name
Sri Hapsari Wijayanti
Contact Email
sri.hapsari@atmajaya.ac.id
Phone
+62215703306
Journal Mail Official
naskah.pengabdian@atmajaya.ac.id
Editorial Address
LPPM Unika Atma Jaya Jl. Jenderal Sudirman No. 51 Jakarta 12930
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 25987860     EISSN : 25988182     DOI : DOI: https://doi.org/10.25170/mitra.v4i2
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat (Journal of Community Empowerment) is a scientific journal for lecturers, students, researchers, from national or international institutions, to publish their research results in the area of community services or community assistance that they have implemented and recorded in a structured way. The journal encourages interdisciplinary collaboration in focusing on solving problems. It hoped that the writer or the team of writers participate directly in community services so that empowerment can be realized. MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat (Journal of Community Empowerment) publishes problems related to community services and their solutions as well as the impacts of community services. It focuses on the social services to a community or a group of communities, community empowerment, social and cultural access, and education for sustainable development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 168 Documents
Praktik Agroekologi untuk Pemberdayaan Komunitas Perempuan di Kelurahan Bawang, Kota Kediri, Jawa Timur dalam Mendukung Kedaulatan Pangan Keluarga Dian Pratiwi Pribadi
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.6935

Abstract

Agroekologi merupakan suatu konsep sekaligus praktik pertanian yang berpegangan pada budaya dan pengetahuan lokal untuk menguatkan modal sosial dan menjadi bagian dari gerakan sosial global. Praktik agroekologi menjadi satu strategi dalam sistem pertanian berkelanjutan berupa intervensi prinsip ekologis ke dalam seluruh aktivitas budidaya. Sementara itu, pertanian industrial telah meminggirkan peran perempuan mulai dari proses produksi sampai konsumsi. Di sisi lain, keterlibatan mereka dalam program dan pengambilan kebijakan publik masih rendah. Bahkan beberapa program pemerintah malah mendomestikasi perempuan. Dasar keilmuan terkait agroekologi memiliki dua perspektif, yaitu ekologis dan sosio-ekonomis. Konsep agroekologi dipakai untuk melihat peran perempuan dalam kerja pertanian dan penyediaan pangan keluarga. Konsep ini diharapkan mampu membangun lingkungan yang berkesetaraan gender, baik dalam pertanian tradisional maupun modern. Riset Aksi Partisipatif dipakai dalam pengabdian ini sebagai sebuah proses pembelajaran untuk mencari solusi atas permasalahan di masyarakat yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan perubahan sosial. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bawang Asri di Kota Kediri dalam wawancara, observasi dan diskusi serta Pelatihan berjudul Agroekologi dan Kedaulatan Pangan, serta kampanye dan membangun jaringan mulai dari tingkat lokal sampai internasional. Hasilnya berupa perubahan pola pikir, sikap, ataupun tindakan dari anggota KWT dari bertani dengan teknik modern menjadi agroekologis atas dukungan keluarga dan masyarakat sehingga memberdayakan mereka dalam perannya memproduksi pangan bagi keluarga. Agroekologi sebagai suatu konsep praktikal sekaligus gerakan sosial ideal untuk mencapai kedaulatan pangan suatu negara dimulai dari tingkat keluarga
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Visualisasi Data Interaktifsebagai Strategi Penguatan Literasi Data melaluiPemanfaatan Looker Studio Rifdatun Ni'mah; Amalia Nur Alifah; Ferdyan Paskah Dyka; Helisyah Nur Fadhilah
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7046

Abstract

Rendahnya literasi data di lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), menjadi tantangan dalam mewujudkan pembelajaran berbasis data. Observasi awal menunjukkan bahwa guru di SMP Hang Tuah 4 Surabaya belum terbiasa memanfaatkan data akademik secara visual maupun interaktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengolah dan memvisualisasikan data menggunakan Looker Studio sebagai langkah awal memperkuat literasi data siswa. Metode pelaksanaan berupa pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung menggunakan data nilai siswa. Materi pelatihan meliputi pengantar literasi data, pengolahan data sederhana, hingga pembuatan dashboard interaktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rerata skor pre-test sebesar 53,75 meningkat menjadi 78,13 pada post-test, dan didukung oleh hasil uji t berpasangan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Setiap peserta berhasil menyusun dashboard nilai yang menampilkan grafik interaktif dengan filter kelas dan mata pelajaran. Modul pelatihan yang disusun secara bertahap juga berkontribusi besar dalam mendukung pemahaman peserta. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya komunikasi data yang informatif dan kontekstual dalam proses pembelajaran.
Pengenalan Ilmu Kosmetik : Bahaya Produk Kosmetik Palsu dan Workshop Pembuatan Parfum Yulius Evan Christian; Erna Wulandari; Patrycia Setiawan; Regina Carissa; Madeline Keke Tanoko; Sharon Susanto
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7071

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, meningkat akibat pengaruh tren dan media sosial. Sebagian siswa belum memahami bahwa kosmetik dapat memengaruhi kesehatan dan harus digunakan dengan tepat. Peredaran kosmetik ilegal dan tidak terdaftar di BPOM meningkatkan risiko kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan pengalaman membuat parfum. Kegiatan dilaksanakan di SMAK 6 Penabur Pluit pada 30 Juli 2025. Peserta berjumlah 13 siswa dengan rentang usia 15–16 tahun. Metode pelaksanaan diawali dengan penyusunan materi, pembuatan soal asesmen, dan persiapan alat serta bahan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan mengintegrasikan diskusi interaktif dan juga praktik langsung. Secara umum, kegiatan terlaksana sesuai rencana tanpa kendala berarti. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan asesmen awal untuk mengetahui pengetahuan awal siswa SMA. Nilai rata-rata pretest yang didapatkan sebesar 66,92 yang termasuk dalam kategori sedang. Terjadi peningkatan nilai rata-rata posttest menjadi 92,3. Kategori pengetahuan sangat baik meningkat dari 7,7% menjadi 46,2%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan keterampilan membuat parfum
Sosialisasi Pembuatan Tempe Higienis bagi Ibu GBKP Kebayoran Lama Jakarta Selatan untuk Pangan Sehat Tati Barus
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7302

Abstract

Tempe merupakan pangan fermentasi tradisional Indonesia yang telah dikenal secara global karena kandungan gizinya yang tinggi, seperti vitamin B12, protein, antioksidan, serta senyawa probiotik dan antidiare. Berbagai studi menunjukkan manfaat tempe bagi kesehatan, termasuk peningkatan fungsi kognitif, kesehatan tulang, dan keseimbangan mikrobiota usus. Melihat tingginya potensi tersebut, dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan tempe kepada 26 ibu jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tujuannya adalah meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi tempe secara higienis, aman, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Pelatihan mencakup penyampaian materi teoritis mengenai manfaat tempe dan prospek usahanya, serta praktik langsung menggunakan metode Malang yang mencakup seluruh proses produksi, yang meliputi dari pemilihan bahan hingga tahap fermentasi. Peserta aktif mengikuti setiap tahapan dan berhasil menghasilkan tempe berkualitas baik sesuai standar keamanan pangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pangan fungsional.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Eco Enzyme sebagai Upaya Pemberdayaan Anggota PKK Desa Triyagan, Sukoharjo Destri Firlidya Fitrianti; Andhira Rahma Listiyanti; Syaiful Amin
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.6477

Abstract

Desa Triyagan, Sukoharjo, memiliki kelompok PKK yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Namun, potensi pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi belum sepenuhnya dimanfaatkan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada anggota PKK dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi eco enzyme dan sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, praktik pembuatan eco enzyme dan kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif, di mana peserta secara aktif dilibatkan dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari pemberian materi hingga praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat lebih memahami cara  mengelola sampah organik, memanfaatkan eco enzyme, serta mengaplikasikan eco enzyme sebagai sabun cuci piring. Produk sabun yang dihasilkan berkualitas baik dan ramah lingkungan. Dampaknya, peserta memiliki keterampilan baru yang dapat diterapkan untuk mengurangi sampah organik, mendukung pelestarian lingkungan, serta membuka peluang usaha berbasis eco enzyme. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas anggota PKK dalam pengelolaan sampah organik, sekaligus memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Pelatihan Musik Kolintang Inklusif bagi Tunarungu: Memberdayakan Komunitas dan Meningkatkan Aksesibilitas Spiritual Soegiarto Hartono
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7076

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas pelatihan musik Kolintang berbasis pendekatan multisensori dalam meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan spiritual penyandang tunarungu dalam komunitas gereja. Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan ruang liturgi yang lebih inklusif melalui ekspresi musikal yang dapat diakses secara visual, kinestetik, dan taktil. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Pelatihan dilaksanakan di Komunitas Disabilitas Katolik Kramat, Jakarta Pusat, melibatkan 10 peserta tunarungu, 3 pendamping, dan 4 pelatih. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan musikal peserta, tetapi juga memperkuat relasi sosial serta memperdalam pengalaman spiritual mereka dalam konteks komunitas iman. Pendekatan multisensori (visualisasi nada, gerakan tubuh, dan sensasi getaran) terbukti efektif dalam menjembatani keterbatasan auditori. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem pembelajaran musik gereja berbasis budaya lokal yang adaptif terhadap ragam disabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa musik dapat menjadi sarana komunikasi spiritual yang inklusif dan transformatif bagi semua kalangan.
Implementasi Alat Pembakaran Sampah Minim Asap sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah di Desa Pesantren Kabupaten Batang Faiq Mananul Faqih; Muhammad Hilmy Nurul Raihan; Frina Nian Saputri; Nabila Rista Purwaningrum; Gunadi; Sukirno
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7110

Abstract

Pesantren Village, Batang Regency, Central Java, faces serious challenges in managing organic and inorganic waste. The community still relies on open burning, which causes air pollution in the form of fine particles (PM2.5, PM10) and toxic gases such as carbon monoxide (CO), and poses a risk to respiratory health. Through the Community Service Program (KKN) at Semarang State University, an innovative, appropriate technology was developed in the form of a smoke-free waste incinerator made from a 200-liter used drum. The implementation included observation, tool design, testing, outreach and demonstration, and implementation. The result was proven to reduce smoke production by up to 80%, increase combustion efficiency, and convert organic waste into ash that can be further utilized. The outreach, which coincided with the commemoration of the 80th Indonesian Independence Day, successfully reached all elements of society and raised collective awareness of responsible waste management. This innovation proves that a simple, economical solution involving community participation can be a sustainable answer to waste problems in rural areas and has the potential to be implemented in other areas.
Model Pelatihan Kerajinan Tali Kur dalam Mengatasi Keterbatasan Keterampilan Berwirausaha Ibu PKK Desa Erelembang Sitti Hanima; Nurhidayah; Nurul Inayah; Dian Pramana Putra
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7283

Abstract

Kelompok perempuan, khususnya ibu PKK Desa Erelembang, memiliki kemampuan strategis dalam mendukung perekonomian keluarga dan pembangunan desa. Namun, potensi ini masih belum dimanfaatkan karena rendahnya kreativitas perempuan di desa, terbatasnya akses terhadap pelatihan keterampilan, dan kurangnya kesempatan untuk mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan. Situasi ini membatasi kemandirian ekonomi perempuan dan mengurangi nilai tambah pada sumber daya lokal yang ada. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi kelompok perempuan ibu PKK Desa Erelembang melalui pelatihan pembuatan kerajinan tali kur. Dengan sasaran mitra ibu PKK yang berjumlah 15 orang dan rata-rata usia 21-47 tahunang ikut berpartisipasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam berbagai tahapan, termasuk koordinasi dan riset awal, penyuluhan, pelatihan pembuatan kerajinan tali kur, pendampingan pengemasan dan pemasaran digital, serta evaluasi hasil kegiatan. Pendekatan partisipatif digunakan untuk secara aktif melibatkan mitra pada setiap tahap pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi kerajinan yang layak jual. Mitra juga mendapatkan pengalaman baru dalam pemasaran produk secara online dan membentuk kelompok usaha perempuan yang bekerja sama dengan BUMDes Gowa dan Inkubator Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Makassar, sehingga meningkatkan keberlanjutan program. Kegiatan ini memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif dan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.