cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 361 Documents
Mengembangkan Desa Wisata Kreatif Perdamaian Sebagai Upaya Menghadirkan Shalom di tengah Ancaman Disintegrasi Bangsa Agus Supratikno; Rini Kartika Hudiono; Evi Maria; Suharyadi Suharyadi
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.228

Abstract

This paper is an analytical study of the "Peace Creative Tourism Village" initiated by the Creative and Peace Srumbung Gunung Society (CPSS). The analysis is carried out using sustainable tourism theory and socio-theological perspective through exploring the meaning of shalom. Srumbung Gunung Hamlet has the potential, both physically and non-physically, to be developed into a Peace Tourism Village. The physical potential of Srumbung gunung hamlet includes beautiful mountain views, traditional arts, and historical sites. Meanwhile, the non-physical potential is having local traditions and culture, having local wisdom, still living the values of harmony and mutual cooperation in the plural Srumbung Gunung community. All of these potentials are synergized into the capital to build a peace tourism village with an emphasis on the dimension of peace as its branding. The research results show that DWK "P" can be a model for a tourist village to bring peace (shalom) in the midst of the threat of national disintegration. Abstrak Tulisan ini adalah kajian analisis ??SDesa Wisata Kreatif Perdamaian? yang diinisiasi oleh Creative and Peace Srumbung Gunung Society (CPSS). Analisis dilakukan dengan menggunakan teori sustainable tourism dan perspektif sosio-teologis melalui menggali makna shalom. Dusun Srumbung Gunung mempunyai potensi, baik secara fisik maupun non-fisik untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Perdamaian. Potensi fisik yang dimiliki dusun Srumbung Gunung, antara lain pemandangan pegunungan yang indah, kesenian-tradisional, dan situs-situs bersejarah. Sedangkan potensi non-fisiknya adalah memiliki tradisi dan budaya lokal, memiliki kearifan lokal, masih hidupnya nilai-nilai kerukunan dan kegotongroyongan dalam masyarakat Srumbung Gunung yang plural. Semua potensi tersebut disinergikan menjadi modal untuk membangun desa wisata perdamaian dengan penekanan pada dimensi perdamaian sebagai branding. Hasil analisis menunjukkan, DWKP dapat menjadi salah satu model desa wisata sebagai sebuah upaya untuk menghadirkan damai (shalom) di tengah-tengah ancaman disintegrasi bangsa.
Transformasi komunitas misi: Gereja sebagai ciptaan baru dalam Roh Kudus Salurante, Tony; Bilo, Dyulius Th.; Kristanto, David
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.234

Abstract

Transformation is the key to the growth of the church and mission. Transformation is a positive change toward Christ that marks believers’ life, as indicated by Paul’s exhortation in Romans 12:2. The church refers to the people who believe in Christ so they are renewed by the power of the Holy Spirit. That transformation or renewal empowers the church to function as the light of the world, as a missional community through the power of the Holy Spirit. This article seeks to present the strong correlation between the spiritual transformation of the church by the power of the Holy Spirit with her function as a missional community. This article elaborates the meaning of transformation in the New Testament, the meaning of transformation from the perspective of systematic theology, and the strong correlation between spiritual transformation and the function of the church as a missional community. Abstrak Transformasi adalah kunci dari pertumbuhan gereja dan misi. Hal tersebut merupakan perubahan positif yang menjadi ciri kehidupan orang percaya kearah Kristus, sebagaimana nasehat Paulus dalam Kitab Roma 12:2. Gereja adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus sehingga dibaharui oleh kuasa Roh Kudus. Transformasi atau pembaharuan tersebut merupakan hal yang memampukan Gereja untuk berfungsi sebagai terang dunia, sebagai komunitas misional oleh kuasa Roh Kudus. Artikel ini melihat relasi yang erat antara transformasi Gereja oleh kuasa Roh Kudus dengan berfungsinya Gereja sebagai suatu komunitas misi. Artikel ini memaparkan makna transformasi spiritual di dalam Perjanjian Baru, makna transformasi spiritual dari perspektif teologi sistematika, dan relasi erat antara transformasi spiritual dengan fungsi Gereja sebagai suatu komunitas misi.
Persoalan Corpus Delicti dalam Teologi Kristen tentang Persidangan Ilahi Sonny Eli Zaluchu
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.172

Abstract

This study aims to examine and examine the concept of the divine trial regarding every human act at the end of time by using the Corpus Delicti perspective that was initiated by Erastus Sabdono regarding the fall of Lucifer. Corpus Delicti is a principle that emphasizes that a person cannot be punished unless proven guilty. It is concluded that in the concept of Christian theology, all people will actually stand before God, the Judge and all their deeds in the world are evidence for God to give rewards. The Corpus Delicti conception cannot be fully applied in Christian theology except definitively about its meaning. Because this term only and always refers to evil, whereas in Christian theology, divine commerce also includes good works. The analysis was carried out using the technique of fits biblical expectations, which is based on commentaries, conceptions, and views of theologians in books and journal papers. Abstrak Penelitian ini bertujuan menelaah dan meneliti konsepsi persidangan ilahi menyangkut setiap perbuatan manusia di akhir zaman dengan mengguna-kan cara pandang Corpus Delicti yang digagas oleh Erastus Sabdono mengenai kejatuhan Lucifer. Corpus Delicti adalah prinsip yang menekankan bahwa sese-orang tidak dapat dihukum kecuali dibuktikan bersalah. Disimpulkan bahwa di dalam konsep teologi Kristen, semua orang justru akan berdiri di hadapan Tuhan, Sang Hakim, dan semua perbuatannya di dunia adalah alat bukti bagi Tuhan untuk memberikan ganjaran. Konsepsi Corpus Delicti tidak dapat dipa-kai sepenuhnya di dalam teologi Kristen kecuali secara definitif tentang penger-tiannya. Sebab, istilah ini hanya dan selalu merujuk pada kejahatan sedangkan di dalam teologi Kristen, persidagangan ilahi juga mencakup perbuatan baik. Analisis dilakukan dengan teknik fits biblical expectations yang berpijak pada commentary, konsepsi dan padangan teolog di dalam buku dan paper jurnal.
Ibadah dan keadilan sosial: Interpretasi sosio-historis Amos 8:4-8 bagi hidup bergereja Sipahutar, Roy Charly H. P.
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.193

Abstract

This paper is an attempt to explore the deepest message of Amos 8:4-8 with the socio-historical interpretation approach. Progress and prosperity that occurred in northern Israel in the 8th century BC gave birth to religious euphoria. The euphoria can be seen from the crowded places of worship visited by people to offer praise and sacrifice. But unfortunately, religious life has no impact at all on their social life, greed and oppression occur here and there. This is the background to the criticism of the prophet found in Amos 8: 4-8. The socio-historical interpretation approach used in this study is a tool to explore the meaning of the text by investigating the social context of the community when the text was written. The results of the interpretation explain that the middle and upper classes form an economic system that harms the lower classes, namely small farmers and urbanites. Worship is useless if it does not give rise to social care for others. Abstrak Tulisan ini adalah suatu upaya menggali pesan terdalam teks Amos 8:4-8. Kemajuan dan kemakmuran yang terjadi di Israel Utara pada abad 8 sM melahirkan euforia keagamaan. Euforia itu tampak dengan ramainya tempat-tempat peribadatan yang dikunjungi umat untuk menyampaikan pujian dan korban. Tetapi sayangnya kehidupan beragama tersebut tidak berdampak sama sekali bagi kehidupan sosial mereka, ketamakan serta penindasan terjadi di sana-sini. Hal inilah yang menjadi latar belakang kecaman nabi yang terdapat pada Amos 8:4-8. Interpretasi sosio-historis yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat untuk menggali makna teks dengan menyelidiki konteks sosial masyarakat saat teks dituliskan. Hasil penafsiran menjelaskan bahwa kalangan menengah dan atas membentuk sistem perekonomian yang merugikan kalangan bawah yaitu petani kecil dan kaum urban. Ibadah menjadi sia-sia belaka bila tidak melahirkan sikap kepedulian sosial terhadap sesamanya.
Etnisitas, teologi, dan musik dalam nyanyian gereja: sketsa awal studi etnoteomusikologi nyanyian Gereja Protestan Maluku Lestari, Dewi Tika
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.259

Abstract

Church music is an essential part of Christian worship. The primary source to create Church music is commonly from the Bible, Christian tradition, and believers' experience. Yet, in the church music of the Protestant Church in the Moluccas (GPM), there is harmony between some elements such as ethnicity, theology, and music. In ethnicity, there is some local cultural tradition derived from the old local religion, which Christianity contextualizes. Using a descriptive qualitative research method, the harmony of all elements, ethnicity, theology, and music result in a new perspective, namely ethno-theo-musicology, to analyze and understand the church music existence. This research found that the Protestant Church member in the Moluccas appreciates all church music substances, which led them not only to praise God but also to experience God in their cultural experience in Maluku. Abstrak Musik gereja merupakan salah satu unsur penting dalam peribadahan Kristen. Musik gereja umumnya diciptakan bersumber dari kesaksian Alkitab, tradisi atau ajaran gereja tertentu, dan pengalaman iman orang percaya. Namun, dalam nyanyian Gereja Protestan Maluku (GPM), musik gereja bersumber dari harmonisasi unsur budaya lokal, teologi, dan musik. Dalam unsur budaya lokal juga ditemukan proses kontekstualisasi narasi-narasi mistik dari kepercayaan asli masyarakat sebelum menjadi Kristen. Dengan penelitian deskriptif kualitatif, artikel ini menjelaskan adanya perpaduan unsur etnisitas, teologis, dan musik yang kemudian menghasilkan suatu pendekatan etnoteomusikologis dalam mengartikan suatu nyanyian gereja. Penelitian ini menemukan bahwa Warga Gereja Protestan Maluku sebagai pemilik dari Nyanyian GPM, sangat mengapresiasi pendekatan etnotheomusikologis sebab dirasakan bahwa musik gereja selain memuliakan Allah juga mengantarkan mereka mengalami kehadiran Allah di dalam pengalaman-pengalaman budaya yang mereka miliki
Reinterpretasi Mazmur 23 sebagai Teks Quantum Affirmasi Healing Yudhi Kawangung; Nelci Nafalia Ndolu; Munatar Kause
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.194

Abstract

This article aims to reinterpret the text of Psalm 23 through the lens of the human energy center (chakra) healing therapy. The text of Psalm 23 is studied using the text analysis method. The findings are formulated using the lens of the quantum affirmation theory. The results showed that the text of Psalms 23 is a prayer Psalms that become affirmative sentences, which are able to renew the negative energy in the human chakra and restore the normal colors of the body chakra aura so that humans can think, work optimally and achieve life success. Psalm 23 as a quantum affirmation of David in achieving success can be used as a form of therapy to cleanse the aura of everyone, especially for church leaders to always emit a positive aura and reach a successful ministry. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mereinterpretasi teks Mazmur 23 dalam lensa terapi penyembuhan pusat energi (cakra) manusia. Teks Mazmur 23 dikaji menggunakan metode analisis teks. Temuan dirumuskan dengan menggunakan lensa teori Quantum affirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Maz-mur 23 merupakan Mazmur doa yang menjadi kalimat-kalimat afirmasi, yang mampu membaharui energi negatif dalam cakra manusia dan memulihkan war-na normal aura cakra tubuh, sehingga manusia dapat berpikir, berkarya dengan maksimal dan mencapai kesuksesan hidup. Mazmur 23 sebagai quantum affir-masi Daud dalam meraih sukses dapat digunakan sebagai bentuk terapi mem-bersihkan aura setiap orang khususnya bagi pemimpin gereja agar selalu memancarkan aura positif dan menggapai pelayanan yang sukses
Menerapkan Strategi Penginjilan Paulus dalam Kisah Para Rasul 17:16-34 pada Penginjilian Suku Auri, Papua Doni Heryanto; Wempi Sawaki
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.213

Abstract

Gospel messages are important, so to achieve the right goals, proper planning or strategy is needed. A person who does the gospel message not only depends on the magnitude of the strategy but also how effective the strategy is in introducing Christ. Therefore, the need to apply an effective strategy is very much needed by the GPdI congregation pastors in the East Waropen region in carrying out the Gospel message to the Auri tribe in Papua. The story of Paul in Athens in the Acts of the Apostles Acts 17: 16-34 is used as the biblical foundation in this study which results in five aspects, namely: understanding God's plan in eternity; understand the true purpose of the gospel message; has good characteristics as an evangelist; understand the characteristics of the target community of the gospel message, and using appropriate contextualization methods. This article aims to provide an understanding of Paul's evangelistic strategy to pastors of the GPdI congregation in the East Waropen region so that they can apply it in the Gospel message to the Auri tribe in Papua. Abstrak Pemberitaan Injil adalah hal yang penting, sehingga untuk mencapai sasaran yang tepat perlu adanya perencanaan atau strategi yang tepat juga. Seseorang yang melakukan pekabaran Injil tidak saja bergantung pada hebatnya strategi, namun juga seberapa efektif strategi tersebut dalam memperkenalkan Kristus. Oleh karena itu kebutuhan untuk mengaplikasikan strategi yang efektif sangat diperlukan oleh para gembala sidang GPdI wilayah Waropen Timur da-lam melakukan pekabaran Injil kepada suku Auri di Papua. Kisah Paulus di Atena dalam Kisah Para Rasul Kisah Para Rasul 17:16-34 dijadikan landasan biblika dalam penelitian ini yang menghasilkan lima aspek, yakni: aktualisasi karya penyelamatan Allah; mengerti tujuan hakiki dari pekabaran Injil; memili-ki karakteristik yang baik sebagai seorang penginjil; memahami karakteristik masyarakat sasaran pekabaran Injil; dan melakukan metode kontekstualisasi yang tepat. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai stra-tegi penginjilan Paulus kepada para gembala sidang GPdI wilayah Waropen Timur, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam penginjilan suku Auri
Self-directed learning readiness mahasiswa di masa pandemi Covid-19 Saputra, Yudha Nata
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.183

Abstract

In order to prevent transmission of Covid-19, the government and universities agreed to temporarily stop face-to-face lectures and replace them with distance learning in the form of online lectures. Even so, the implementation of distance learning in the form of online lectures has different characteristics from face-to-face lectures, because the role of students in online learning is far greater than the role of students in face-to-face lectures so that they require self-directed learning readiness from students so that distance learning is done can be effective. Therefore, it is necessary to conduct research on students' self-directed learning readiness in attending online lectures during the Covid-19 pandemic. The research method used in this study is a survey, a survey conducted on 78 students. The results showed that students 'self-directed learning readiness was still at a moderate stage, so it was necessary to make an effort to identify students' self-directed learning needs and to arrange a more complete online learning schedule. Abstrak Dalam rangka mencegah penularan Covid-19, pemerintah dan perguruan tinggi sepakat untuk menghentikan sementara waktu perkuliahan tatap muka dan menggantinya dengan pendidikan jarak jauh dalam bentuk perkuliahan daring. Meskipun demikian, pelaksanaan pendidikan jarak jauh dalam bentuk perkuliahan daring ini, memiliki karakteristik yang berbeda dengan perkuliahan tatap muka, karena peran mahasiswa dalam pembelajaran daring jauh lebih besar dibandingkan peran mahasiswa dalam perkuliahan tatap muka sehingga memerlukan self-directed learning readiness dari maha-siswa agar pendidikan jarak jauh yang dilakukan dapat efektif. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap self-directed learning readiness mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan daring di masa pandemi Covid-19 ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey yang dilakukan kepada 78 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Cipanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-directed learning readiness mahasiswa masih berada pada tahap sedang, sehingga perlu dilakukan usaha untuk mengindentifikasi kebutuhan belajar mandiri mahasiswa dan menyusun jadwal pembelajaran daring yang lebih lengkap.
Menemukan Tuhan dalam Segalanya: Analisis Spiritualitas Kristiani dalam Puisi Novita Dewi
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.189

Abstract

As a language of devotion, poetry can help people gain peace and understanding about themselves, each other, and the world around them. This article explores a number of world poetry that tells about the presence of God. Based on the contemplative relationship between poetry and spirituality, the aim of this study is to examine how God the Creator is present and represented in poetry. Using the hermeneutic-interpretative method of analysis, the research data which include six poems from various countries were analyzed with the conceptual framework being (1) poetry as a prayer and (2) Ignatian Spirituality, i.e., a spiritual practice to affirm that God is present in our world and active in our lives. The reading of the selected poems shows that God can indeed be found in everything. First, God is present in the universe and everything living in it. Second, having gone through various struggles, the characters or speakers in the poems find God within themselves. Third, the face of God is visible in others because humans are created in His image. The conclusion is that studying God's presence in poetry can contribute to the narratives of one's spiritual journey. Abstrak Sebagai bahasa pengabdian, puisi dapat membantu orang memperoleh kedamaian dan pengertian tentang diri sendiri, sesamanya, dan dunia di sekitarnya. Artikel ini membahas sejumlah puisi lintas negara yang mengkisahkan kehadiran Tuhan. Bertumpu pada relasi yang berpatutan antara puisi dan spiritualitas, tujuan studi ini adalah meneliti bagaimana Sang Pencipta hadir dan direpresentasikan dalam puisi. Metode interpretasi hermeneutik dipakai untuk menganalisis data yang berupa enam puisi dari berbagai negara dengan kerangka pikir (1) puisi sebagai doa dan (2) Spiritualitas Ignasian, yaitu latihan rohani yang menegaskan bahwa Tuhan hadir di dunia dan aktif dalam kehidupan kita. Hasil pembacaan sejumlah puisi tersebut menunjukkan bahwa Tuhan sungguh dapat ditemukan dalam segalanya. Pertama, di alam raya dan segala isinya Tuhan hadir. Kedua, setelah melalui pelbagai pergumulan, tokoh atau pembicara dalam puisi menemukan Tuhan dalam dirinya sendiri. Ketiga, wajah Tuhan terlihat dalam diri sesama karena manusia diciptakan sesuai citraNya. Sebagai simpulan, kajian puisi tentang kehadiran Tuhan dapat menambah alur kisah perjalanan spiritual seseorang
Pathos and Its Implication in the Philokalia Fathers Hendi, Hendi; Jihole, Deswita
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.195

Abstract

This article is a review of πάθος (pathos; lust; desire) according to the Philokalia fathers. Pathos is the irrational expression of the soul. It arises from human decisions and choices (free will) alienated from Christ and becomes the disease of the soul (heart). This paper examines pathos, a list of pathos, the pathos process, and how to heal the pathos. The method of the study is the literature review by analyzing the Philokalia texts and other resources. Philokalia is a set of spiritual writings of the Church Fathers based on the Orthodox spiritual tradition. Pathos can only be healed by spiritual practice or discipline (ascesis). Each pathos requires a different ascesis. Jesus Prayer, nepsis, and prayer of the heart are the primary therapies for the sickness of the soul (pathos). The therapy is the purification of the soul to achieve theosis (becoming the likeness of Christ).

Page 8 of 37 | Total Record : 361