cover
Contact Name
Treny Hera
Contact Email
jurnalsitakaraupgripalembang@gmail.com
Phone
+6285357344704
Journal Mail Official
jurnalsitakara@univpgripalembang.ac.id
Editorial Address
Street. Jendral A. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang South Sumatera
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Sitakara
ISSN : 25026240     EISSN : 26203340     DOI : https://dx.doi.org/10.31851/sitakara
Core Subject : Education, Art,
Sitakara Journal provides a forum to publish original research-based articles related to art education dan culture. Those scientific articles are the ones which discusses culture art and philosophy of art, curriculum, methodology, teaching and learning media, learning approaches, comparison, character education, teachers/lecturers, students, evaluation in art education, and the relationship between art and culture in human.
Articles 189 Documents
Tari Sada Sabai Di Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan Atina Margaretha; A. Heryanto; Nofroza Yelli
Jurnal Sitakara Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tari Sada Sabai sebelum dikembangkan dan upaya pengembangan terhadap tari Sada Sabai di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data di peroleh dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Sada Sabai merupakan tari tradisional Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang telah diwariskan dari nenek moyang secara turun temurun. Sada yang artinya pihak dari pengantin perempuan, Sabai yang artinya pihak dari pengantin laki-laki. Adapun elemen-elemen tari Sada Sabai yaitu gerak, musik atau iringan, tema, tata rias, tata busana, properti, dan pola lantai. Tari Sada Sabai yang dikembangkan merupakan bentuk revitalisasi dari tari Sada Sabai yang hampir punah sehingga dalam pelestariannya tari Sada Sabai yang telah dikembangkan tersebut di sosialisasikan dengan tujuan untuk memperkenalkan tari Sada Sabai terhadap masyarakat umum yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur maupun se-Sumatera Selatan. Upaya pengembangan tari Sada Sabai yaitu eksplorasi gerak, improvisasi gerak, evaluasi gerak, komposisi gerak, musik atau iringan, tata rias, tata busana, pola lantai, dan pengelolahan properti. Tari ini dikembangkan atas dasar keinginan Pemerintah, Pemuka Adat, dan khususnya seniman di Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Kata Kunci: Pelestarian, garap tari, tari Sada Sabai.
ADAT PERNIKAHAN MUKUN TANDANG SUJUD Ajiasta, Eggi; Nurdin, Nurdin; Siswanto, Silo
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.8382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan informasi yang jelas tentang Prosesi Tradisi Adat Pernikahan “Mukun Tandang Sujud” Di Daerah Pali Desa Gunung Menang. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Tradisi Adat Pernikahan “Mukun Tudung Sujud” di Daerah Pali Desa Gunung Menang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah prosesi adat pernikahan Mukun Tandang Sujud di Daerah Pali Desa Gunung Menang yang meliputi jingok rasan, seserahan, magike mukun, mipis bumbu, akad nikah, resepsi dan tandang sujud. Informasi dalam penelitian ini mencakup kedua mempelai pengantin dan kedua orang tua mempelai pengantin.Kajian Ini menyimpulkan bahwa Mukun berarti meminta, yang di minta calon pengantin perempuan kepada calon pengantin laki-laki. tradisi mukun tersebut diberikan ketika serah-serahan di kediaman perempuan, jika mendapatkan mukun yang dibagikan dari perempuan itu berserta undangan maka mereka membalasnya dengan memberikan perabotan rumah tangga kepada pengantin perempuan, Tandang Sujud tradisi yang khusus dilakukan oleh pasangan pengantin baru, agar mengetahui sanak saudara baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu dari kedua pasangan. Kata kunci: Adat Pernikahan; Makun Tandang Sujud.
BENTUK PENYAJIAN TEATER LEGENDA BUKIT PENDAPE DI FESTIVAL SRIWIJAYA Ramadina, Dianita Puteri; NAD, Nugroho; Hasan, Hasan
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.8826

Abstract

Penelitian ini adalah suatu kajian tekstual tentang Teater Legenda Bukit Pendape pada Tim Kesenian Kabupaten Musi Banyuasin. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Bentuk Penyajian Teater Legenda Bukit Pendape Oleh Tim Kesenian Kabupaten Musi Banyuasi di Festival Sriwijaya Palembang 2021, sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan Bagaimana Bentuk Penyajian Teater Legenda Bukit Pendape Oleh Tim Kesenian Kabupaten Musi Banyuasi di Festival Sriwijaya Palembang 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil Bentuk Penyajian Teater Legenda Bukit Pendape yaitu meliputi : persiapan, latihan olah tubuh, olah vokal, pernapasan serta pendukung pertunjukan yang terdiri dari Tata Rias, Tata Busana, Tata Suara, Tata Cahaya, Properti, dan Tata Panggung. Kata Kunci: Bentuk Penyajian; Teater Tradisional; Legenda Bukit Pendape.
FENOMENA TRANCE PADA PERTUNJUKAN TARI LENGGER PUNJEN DI SANGGAR RUKUN PUTRI BUDAYA WONOSOBO Dwi Rahayuningtyas, Nurul; Bisri, Moh. Hasan
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.11081

Abstract

Fenomena Trance pada pertunjukan Tari Lengger Punjen merupakan kejadian atau peristiwa yang marak terjadi pertunjukannya di kalangan masyarakat Wonosobo. Trance selalu disajikan dalam dua sajian, yaitu trance secara alami atau sungguhan dan trance secara skenario. Tari Lengger Punjen memiliki ragam gerak yang cukup unik dengan posisi penari perempuan dipunji penari laki-laki atau punjen serta membawa boneka dan payung mengibaratkan sebuah keluarga, selain itu terdapat pula adegan kerasukan atau trance dengan fenomena atau bentuk penyajian diskenario maupun trance sungguhan atau alami. Masalah yang dikaji dalam penelitian yaitu Bagaimana Bentuk Pertunjukan Tari Lengger Punjen di Sanggar Rukun Putri Budaya dan Bagaimana Fenomena Trance Tari Lengger Punjen di Sanggar Rukun Putri Budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan fenomenologi dengan tujuan untuk memahami dan mendeskripsikan Bentuk Pertunjukan dan mengetahui Fenomena Trance secara deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diabsahkan dengan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Fenomena Trance yang terjadi fleksibel mengikuti permintaan orang yang mempunya hajad yaitu dapat secara alami tanpa rekayasa maupun tampil dengan diskenario. Kata Kunci: Trance; Pertunjukan; Tari Lengger Punjen.
Analisis Kebutuhan Evaluasi Pembelajaran Unsur Dalam Tari Merak Bagi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Berbasis Crossword Puzzle Ani Nur Auliyatun Latifah; Wahyu Lestari
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.13759

Abstract

This research to create innovative learning in creative evaluation through a crossword puzzle. The problem is focused on the fact that teachers still use conventional or paper-based learning evaluation models. To approach this issue, Sugiyono's theory on Evaluation is used as a reference for conducting the research. The learning evaluation process was carried out at SMP IT INSAN CENDEKIA to analyze the needs of students and teachers in the learning evaluation process at the school. The research method used is Research and Development (R&D), which will produce an online-based learning evaluation innovation. Data was collected through qualitative research used to capture art learning evaluation assessment data conducted by teachers using observation, interviews, and documentation data collection techniques. The data was analyzed descriptively qualitatively. Quantitative research was used to test the validity and reliability of the products to be produced. The results of the research show that the wordwall puzzle is very practical for use by students of SMP IT INSAN CENDEKIA in the learning evaluation process, with 22 out of 24 students able to understand and use this application effectively. This study concludes that the online-based crossword puzzle learning evaluation model can provide new innovations in the evaluation process and has a high level of effectiveness and efficiency.
Studi Komparatif Tari Topeng Gethak Madura Dan Tari Topeng Kaliwungu Lumajang Rosiyanti, Maulida; MD, Slamet
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.14738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa persamaan dan perbedaan bentuk yang ada pada Tari Topeng Gethak dan Topeng Kaliwungu. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana bentuk Tari Topeng Gethak dan Topeng Kaliwungu, dan bagaimana komparatif bentuk Tari Topeng Gethak dan Topeng Kaliwungu. Untuk menjawab permasalahan ini dipergunakan  teori dari Slamet MD mengenai bentuk koreografi tunggal yang terdiri dari unsur- unsur gerak tari, penari, tata rias busana, pola lantai, musik tari, dan tempat pementasan, sedangkan untuk menjawab komperatif digunakan teori Goyrs keraf. Teori ini untuk membandingkan Tari Topeng Gethak dan Tari Topeng Kaliwungu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Topeng Gethak dan Kaliwungu merupakan tarian yang berbeda daerah, namun memiliki kesamaan dari akar budayanya yang sama yaitu budaya Madura. Hal ini dikarenakan adanya migrasi masyarakat Madura ke Lumajang pada tahun 1830. Kata Kunci: Studi Komparatif, Tari Gethak, Tari Topeng Kaliwungu.   ABSTRACT This research aims to analyze the similarities and differences of forms between Gethak Mask Dance and the Kaliwungu Mask Dance. The problem of this research is what the forms of Gethak Mask Dance and Kaliwungu Mask Dance are, and how the forms of Gethak Mask Dance and Kaliwungu Mask are comparative. To answer this problem, Slamet MD's theory regarding a single choreographic form consisting of elements of dance movements, dancers, fashion make-up, floor patterns, dance music and performance venues is used, while for a comparative answer, Goyrs Keraf's theory is used. This theory is to compare the Gethak Mask Dance and the Kaliwungu Mask Dance. The research method used is a qualitative method with an ethnochoreological approach. Data was collected through observation, interviews, literature study and analyzed descriptively. The results of this research show that the Gethak and Kaliwungu Mask Dances are dances from different regions, but have similarities in the same cultural roots, namely Madurese culture. This is due to the migration of Madurese people to Lumajang in 1830. Keywords: Comparative Study, Gethak Dance, Kaliwungu Mask Dance.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN TARI KIDUNG TLEDHEK ADAPTASI TAYUB TULUNGAGUNG Juana Jihan Saputri; Anggono Kusumo Wibowo
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.14785

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kreatif penciptaan karya tari Kidung Tledhek. Masalah difokuskan pada (1) Bagaimana bentuk koreografi tari Kidung Tledhek? (2) Bagaimana proses penciptaan tari Kidung Tledhek?. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Sumandiyo Hadi dalam bukunya yang berjudul Aspek-aspek koreografi kelompok, terdapat 10 elemen yang terdiri dari gerak, ruang, iringan musik, judul, tema, jenis tari, jumlah penari, tata rias dan busana, tata cahaya/ lighting, dan properti. Untuk membahas proses kreatif penciptaan menurut Prof. Dr. Sri Rochana tahapan penciptaan seni meliputi tehnik, eksplorasi, dan penyajian. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan koreografi yang ditekankan pada pengumpulan data, studi pustaka, wawancara, dan pengamatan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukan bentuk koreografi berasal dari unsur tradisi namun dalam penggarapan karya tari ini menghasilkan suatu koreografi yang memberi nuansa baru. Kata kunci: bentuk, kreativitas, koreografi.   Abstractions This research aims to determine the creative process of creating the Kidung Tledhek dance work. The problem focuses on (1) What is the form of the Kidung Tledhek dance choreography? (2) What is the process of creating the Kidung Tledhek dance?. In order to approach this problem, refer to the theoretical reference from Sumandiyo Hadi in this book entitled Aspects of groups choreography, there are 10 elements consisting of movement, space, musical accompaniment, title, theme, type of dance, number of dancers, make-up and clothing, set lighting/lighting, and properties. To discuss the creative creation process according to Prof. Dr. Sri Rochana, the stages of creation include technical art, exploration and presentation. This research method uses a qualitative research type with a choreographic approach which emphasizes data collection, literature study, interviews and observation by the author. The reseach result show that the form of choreography comes from traditional elements, but in producing this dance work, a choreography that gives a new nuance is produced. Keyword: form, creativity, choreography.
Tradisi dan Inovasi Tari Cepetan Karya Bambang Eko Susilohadi di Kabupaten Kebumen Astuti Rahmadani, Citra; MD, Slamet
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.14816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi dan inovasi Tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi di Kabupaten Kebumen. Permasalahan penelitian adalah bagaimana bentuk Tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi dan bagaimana inovasi tari Cepetan karya Bambang Eko Susilohadi. Teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan bentuk menggunakan teori bentuk Suzanne K. Langer yang terdiri dari motif-motif gerak, urutan sajian, rias dan busana, musik atau iringan, serta tempat pertunjukan, sedangkan eksistensi menggunakan teori TOR atau tantangan organisme respon Slamet MD yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi. Penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi. Langkah penelitian yang akan dilakukan dalam pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil menunjukan bahwa hasil inovasi dari tradisi kesenian Cepetan Alas menjadi sebuah Tari Cepetan yang meliputi penggarapan bentuk yang dipengaruhi oleh perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Kata kunci : Tari Cepetan, Tradisi, Eksistensi   ABSTRACT This research aims to analyze the traditions and innovations of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi in Kebumen Regency. The research problem is what the form of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi is and how the innovation of the Cepetan Dance by Bambang Eko Susilohadi is. The theory used to answer the problem of form uses Suzanne K. Langer's theory of form which consists of movement motifs, sequence of presentation, make-up and clothing, music or accompaniment, and place of performance, while existence uses the TOR theory or Slamet MD's response organism challenge, which is about the factors that influence existence. The research uses an ethnochoreological approach. The research steps that will be carried out in collecting data are obtained through interviews, observation, documentation and literature study. The results show that the innovation of the Cepetan Alas artistic tradition has become a Cepetan Dance which includes the development of forms that are influenced by the development and needs of society. Keywords: Cepetan Dance, Traditional, Existence
Makna Simbolis Kesenian Sandul di Dusun Kwadungan Kabupaten Temanggung Putra Bhagaskara, Bayu; Slamet MD
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.14823

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolis kesenian Sandul di Dusun Kwadungan, Kabupaten Temanggung. Permasalahan penelitian adalah bagaimana bentuk kesenian Sandul di Dusun Kwadungan, Kabupaten Temanggung dan bagaimana makna simbolis kesenian Sandul di Dusun Kwadungan, Kabupaten Temanggung. Teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan bentuk menggunakan teori Slamet MD, yaitu secara mikro pertunjukan dapat dilihat secara teks tentang lingkup pembentuk tari, mulai dari gerak, penari, tata rias busana, pola lantai, musik tari, dan tempat pementasan. Pengungkapan makna simbolis dalam penelitian ini menggunakan teori Talcott Parsons yang dikutip Harsja W. Bachtiar dalam artikel “Birokrasi dan Kebudayaan” dikatakan bahwa kebudayaan sebagai suatu sistem simbol di dalamnya memuat kepercayaan (konstitutif), pengetahuan, kognitif, nilai moral, dan ekspresi. Penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi. Langkah penelitian yang dilakukan dalam pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil menunjukan bentuk kesenian Sandul tersusun atas gerak, penari, tata rias busana, pola lantai, musik tari, dan tempat pementasan, sedangkan makna simbolis meliputi kepercayaan (konstitutif), pengetahuan, kognitif, nilai moral, dan ekspresi. Kata Kunci: Kesenian Sandul; Makna Simbolis ABSTRACT This research aims to describe the symbolic meaning of Sandul art in Kwadungan Hamlet, Temanggung Regency. The research problem is what the form of Sandul art is in Kwadungan Hamlet, Temanggung Regency and what is the symbolic meaning of Sandul art in Kwadungan Hamlet, Temanggung Regency. The theory used to answer the problem of form uses Slamet MD's theory, namely from a macro perspective, dance can be seen from the form in which the dance is performed both socially, historically and semiotically. Revealing symbolic meaning in this research uses Talcott Parsons' theory quoted by Harsja W. Bachtiar in "Bureaucracy and Culture" which states that culture as a symbol system contains beliefs (constitutive), knowledge, cognition, moral values and expression. The research uses an ethnochoreological approach. The research steps taken in collecting data were obtained through observation, interviews and literature study. The results show that the Sandul art form is composed of movement, dancers, fashion make-up, floor patterns, dance music, and performance venues, while the symbolic meaning includes belief (constitutive), knowledge, cognitive, moral values and expression. Keywords: Sandul Art; Symbolic Meaning
BENTUK DAN PROSES PENCIPTAAN KARYA TARI ABHIMANTRA PADA KOMPETISI FESTIVAL KESENIAN INDONESIA 2023 DENPASAR BALI Anastasya Kusuma Wardani; Soemaryatmi, Soemaryatmi
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.14882

Abstract

Penelitian bertujuan menjelaskan secara analitik tentang sebuah proses penciptaan karya tari dalam konteks kompetisi atau perlombaan FKI 2023 yang membuka peluang pada mahasiswa terbaik di Institut perguruaan tinggi seni, untuk tampil sebagai juara. Melihat fakta-fakta proses penciptaan karya tari Abhimantra yang diciptakan dalam konteks perlombaan ini, menarik untuk dibahas secara ilmiah karena membuka wacana untuk memahami bentuk karya dan proses penciptaannya dalam konteks perlombaan, yang karakternya selalu berada dalam tekanan psikologis untuk menang, mewakili kelompok atau institusi, dan kreatif dalam ruang sempit aturan-aturan lomba. Rumusan permasalahan pada tulisan ini adalah mempertanyakan 1) bentuk Karya Tari Abhimantra dan 2) proses penciptaan Karya Tari Abhimantra. Metode penelitian artikel yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan penggalian data pengamatan partisipatif karena penulis adalah penari dalam karya Abhimantra. Penelitian ini menggunakan teori analisis Sumandiyo Hadi tentang bentuk dan proses penciptaan karya tari dan teori analisis Ahimsa Putra tentang teks dan konteks karya seni. Melalui penelitian ini disimpulkan bahwa 1) Karya tari Abhimantra adalah karya tari bentuk duet atau pasangan yang menggunakan konsep garap tari surealis bersumber dari pengembangan vokabuler Gaya Surakarta, ekplorasi gerak-gerak volume besar, gerak ekstrim yang beresiko, dan ekplorasi unsur pendukung koreografi seperti tata busana, rias, tata cahaya, serta musik, 2) penciptaan karya tari ini tidak bisa leluasa karena harus mengikuti Juknis lomba, dan 3) secara psikologis penciptaan tari ini di bawah tekanan keinginan untuk memenangkan perlombaan dan 4) karya tari Abhimantra koreografi yang khas dalam konteks kepentingan perlombaan. Penulisan artikel ilmiah ini memandang bahwa, pada proses penciptaan karya tari Abhimantra adalah kreativitas yang harus mencurahkan lebih banyak energi kreatif agar mampu mewujudkan karya tari yang berhasil dalam konteks perlombaan. Kata kunci: Karya Tari; Kompetisi; Bentuk; Proses Penciptaan; Teks dan Konteks.