cover
Contact Name
Treny Hera
Contact Email
jurnalsitakaraupgripalembang@gmail.com
Phone
+6285357344704
Journal Mail Official
jurnalsitakara@univpgripalembang.ac.id
Editorial Address
Street. Jendral A. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang South Sumatera
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Sitakara
ISSN : 25026240     EISSN : 26203340     DOI : https://dx.doi.org/10.31851/sitakara
Core Subject : Education, Art,
Sitakara Journal provides a forum to publish original research-based articles related to art education dan culture. Those scientific articles are the ones which discusses culture art and philosophy of art, curriculum, methodology, teaching and learning media, learning approaches, comparison, character education, teachers/lecturers, students, evaluation in art education, and the relationship between art and culture in human.
Articles 189 Documents
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: REPRESENTASI FEMINISME TOKOH DRUPADI DALAM PULUNG GELUNG DRUPADI KARYA WASI BANTOLO Elvina, Luh; Wasi Bantolo, Matheus
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.14907

Abstract

Karya Drama Tari dan Musikal Pulung Gelung Drupadi adalah sebuah karya yang digarap oleh seniman asal Jawa Tengah yaitu Wasi Bantolo dan dipentaskan pada tahun 2014. Karya ini menceritakan sebuah kisah Dewi Drupadi pada epos Mahabharata yang ketegangan pada keteguhan Dewi Drupadi dalam mempertahankan harga dirinya yang telah ditemui oleh Dursasana dalam permainan dadu. Penelitian ini menggunakan teori feminisme dari Rosemarie Putnam Tong dalam bukunya yang berjudul Feminist Thought (Tong, 2009) sebagai acuan untuk membedah karya drama tari dan musikal Pulung Gelung Drupadi ini. Hasil penelitian ini adalah uraian mengenai bentuk karya Pulung Gelung Drupadi dan analisis tentang aliran feminisme yang terkandung dalam beberapa aspek seperti koreografer dan penggarapan karya Pulung Gelung Drupadi. Kata Kunci: Pulung Gelung Drupadi; Wasi Bantolo; Feminisme.
Kolaborasi Seni Tradisional dan Teknologi: Kreativitas dalam Pembelajaran Tari Beriuk Tinjal Melalui Aplikasi TikTok Balqis, Lale Alia; Haryono, Slamet; Haryanto, Eko
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.15432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi antara seni tari Beriuk Tinjal dan platform media sosial TikTok dalam meningkatkan kreativitas peserta didik. Beriuk Tinjal, sebagai salah satu bentuk seni tari tradisional Indonesia khususnya pulau Lombok, menghadapi tantangan untuk tetap eksistensi relevan dan menarik bagi generasi muda di era digital. TikTok, sebagai salah satu aplikasi berbagi video yang popular, menawarkan berbagai fitur yang dapat digunakan untuk mengajarkan dan mempromosikan seni tari tradisioanal. Melalui metode studi kasus dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana penggunaan TikTok dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam belajar dan mengekspresikan seni tari Beriuk Tinjal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi TikTok dalam pembelajaran tari tidak hanya memperkaya pengalaman belajar peserta didik tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berinovasi dan mengeintegraikan kembali gerakan-gerakan tari tradisional dalam konteks yang lebih modern dan menarik. Temuan ini mengidentifikasi bahwa kolaborasi antara seni tradisioanl dan teknologi dapat menjadi strategi efektif untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda. Kata Kunci: Teknologi; Kreativitas; Tik Tok; Tari Beriuk Tinjal.
Kostum Tarian Topeng Ireng Kabupaten Magelang Menurut Perspektif Semiotika Charles Sanders Pierce Devina Reza Amelia; Sulanjari, Bambang; Sunarya, Sunarya
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.15685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari kostum tarian Topeng Ireng. Tarian Topeng Ireng merupakan salah satu kesenian asli daerah Kabupaten Magelang yang masih berkembang sampai saat ini. Dengan metode deskriptif kualitatif, peneliti membahas makna dari kostum dan aksesoris yang dipakai dalam tarian ini. Sumber data berupa hasil observasi dan wawancara secara langsung dengan pengrajin kostum Topeng Ireng. Teori semiotika Charles Sanders Pierce digunakan peneliti sebagai acuan untuk mengupas makna dari kostum dan aksesoris yang dipakai dalam pertunjukan Topeng Ireng. Berdasarkan hasil penelitian, kostum tarian ini memiliki bentuk dan makna yang tidak jauh dari budaya suku Dayak. Kemudian menurut filosofi Jawa kostum ini diibaratkan seperti peribahasa Jawa “Ajining Raga Saka Busana”. Kemudian dari analisis menggunakan teori semiotika Pierce didapatkan tanda, objek, dan interpretan pada kostum tarian topeng ireng. Ditemukan beberapa objek dalam kostum topeng ireng di antaranya kuluk, kace dan rapek, serta krincingan. Kostum tarian ini memiliki peran dalam pertunjukkan tarian di antaranya sebagai identitas karakter tarian, daya tarik visual dan penguatan ekspresi serta gerakan para pemainnya. Kata kunci : Kostum, Topeng Ireng, Perspektif, Semiotika, Pierce
Proses Penciptaan Tari Belanger di Sanggar Raden Kuning Ogan Ilir Sari, Desi Puspita; Kurniawan, Irfan
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.16108

Abstract

Tari Belanger merupakan karya tari kreasi baru yang mengangkat cerita tradisi nenek moyang terdahulu yang ada di Desa Seri Tanjung, yang menceritakan proses pemandian anak-anak perempuan yang beranjak remaja untuk menghindari masalah ataupun tolak balak. Peneliti melakukan wawancara terhadap koreografer tari Belanger yaitu Ana Nurkadina. Manfaat peneliti ini untuk mengenalkan dan melesetarikan tradisi kesenian yang hampir hilang yang berada di lingkungan sekitar desa Seri Tanjung. Bagi peneliti sejenis supaya bisa menjadi referensi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengambilan dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini tari Belanger merupakan Proses penciptaan tari Belanger menggunakan metode konstruksi I dan II menurut teori Jacqueline Smith. Kata Kunci : Penciptaan; Tari Belanger; Sanggar Raden Kuning.
Analisis Bentuk Musik The Phantom of The Opera Pada Marching Band Gita Thata Citra Kencana Dabo Singkep Nurkhaliq, Raja Fitrian; Widiastuti, Uyuni
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.16221

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Eksistensi Marching Band Gita Thata Citra Kencana Dabo Singkep. 2) Bentuk musik pada lagu The Phantom of The Opera pada Marching Band Gita Thata Citra Kencana Dabo Singkep. Masalah difokuskan pada eksistensi dan bentuk musik. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori eksistensi dan teori bentuk musik (prier). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kerja laboratorium dan dianalisis secara mendalam dan detail sesuai dengan teori yang digunakan. Kajian ini menyimpulkan bahwa 1) Marching Band Gita Thata Citra Kencana hingga saat ini masih eksis dikalangan masyarakat Dabo Singkep, 2) bentuk musik yang terdapat pada aransemen The Phantom of The Opera memuat 5 motif asli dengan 4 motif pengembangan, 3 kalimat depan atau antesenden dan 3 kalimat belakang atau konsekwen, yaitu (ax), (by) dan (cz). Aransemen ini adalah bentuk lagu tiga bagian, yaitu A(ax), B(by) dan C(ax). Kata Kunci: Analisis; The Phantom of The Opera; Marching Band; Dabo Singkep; Eksistensi.
PROSES KREATIF WIJANARKO DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI EKSOTIKA KEMUKUS Adisti, Icha Mutia; Alkaf, Mukhlas
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v10i1.14855

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan elemen Tari Eksotika Kemukus dan proses kreatif Wijanarko dalam Tari Eksotika Kemukus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan koreografi. Hasil dari penelitian ini menyajikan deskripsi Tari Eksotika Kemukus yang diciptakan oleh Wijanarko pada tahun 2022 berdurasi 15 menit. Judul tari terinspirasi dari keindahan yang ada di Kemukus. Tema Tari Eksotika Kemukus adalah mengungkapkan suasana kerakyatan kegotongroyongan. Tari Eksotika Kemukus ditarikan oleh 20 penari dengan menggunakan properti diantaranya penjor, umbul-umbul, alat puja pinandhita (bokor), lonceng ganta, tintir, keranjang, pecut, caping, tenggok, garu/garbu, tampah, dan jala. Rias dan kostum yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan peran penari. Ruang yang digunakan adalah berbentuk pendopo. Proses kreatif Wijanarko dipengaruhi oleh kepribadian Wijanarko yang tekun dan kreatif. Proses diawali dengan riset mengenai Kemukus, eksplorasi gerak untuk menyampaikan nilai dan makna , eksplorasi properti untuk menggambarkan profesi masyarakat Kemukus, eksplorasi musik untuk mendukung suasana, penggabungan gerak dan musik, dan menghasilkan produk Tari Eksotika Kemukus. Kata kunci : Eksotika Kemukus, Elemen-elemen, dan Proses Kreatif
ANALISIS SIMBOL FILOSOFI TATA RIAS DAN BUSANA TOKOH SUPRABAWATI DALAM WAYANG WONG GAYA YOGYAKARTA Sari, Afifah Wulan Aprilia; Fahmiana, Yusria
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v10i1.15150

Abstract

Wayang wong gaya Yogyakarta merupakan sebuah seni pertunjukan drama tari yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan penggalan kisah Mahabarata dan Ramayana. Dalam perkembangan cerita Mahabarata, Sri Sultan Hamengkubuwono V membuat cerita wayang wong dengan tokoh Dewi Suprabawati, lakon “Alap-Alapan Siti Sundari” yang hingga saat ini cerita wayang wong tersebut masih sering dipentaskan di Bangsal Srimanganti, keraton Yogyakarta. Dewi Suprabawati merupakan sesosok tokoh wayang wong yang memiliki karakter “mbranyak” atau sering juga disebut dengan tegas, lincah, cekatan dan memiliki jiwa petualang yang berani. Dalam penggambaran simbol karakter sesosok Dewi Suprabawati yaitu terdapat pada tata rias dan busana yang digunakan. Tata rias dan busana yang digunakan untuk tokoh Dewi Suprabawati dipilih sesuai dengan pembangunan watak tokoh karakter dan tentu saja berpatokan dengan pakem keraton atau sesuai dengan busana tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh K.R.T Djadjadipura. Kata Kunci: Wayang wong, Simbol Filosofi, Tata Rias, Tata Busana.
PENGELOLAAN SANGGAR SENI SERUNDINGAN DI KOTA LUBUKLINGGAU Dewi, Lusiana; Elvandari, Efita; Hasan, Hasan
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v10i1.15852

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Sanggar Seni Serundingan Di Kota Lubuklinggau. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Georgy R. Terry mengatakan dalam pengelolaan harus mengetahui fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controlling. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang besifat deskriptif. Data – data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta dilengkapi dengan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa Sanggar Seni Serundingan berdiri sejak tahun 2014 dikenal sebagai sanggar paling banyak diminati di kotanya. Dari perencanaan sumber daya manusia, perencanaan dalam keuangan, perencanaan dalam program kerja, perencanaan material, serta perencanaan dalam sebuah pemasaran, kemudian berlanjut pada tahap pengorganisasian, penggerakan dengan pengawasan pada seluruh anggota dalam menjalankan sebuah kegiatan. Dalam meningkatkan kualitas mengembangkan sanggar, Sanggar Seni Serundingan berkolaborasi melakukan kerja sama setiap tahunnya dalam segala perayaan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga Tim Kesenian dari berbagai daerah. Kata Kunci: Pengelolaan; Perencanaan; Pengorganisasian; Penggerakan; Pengawasan.
TRANSFORMASI SASTRA LISAN PADA TARI SABUK JANUR Solehah, Siti; Alkaf, Mukhlas
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v10i1.16303

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses transformasi Tari Sabuk Janur karya Joko Sunarto yang terletak di dusun Plawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan studi pustaka. Observasi dilakukan ke lokasi penelitian yaitu dusun Plawan desa Girimulyo Kecamatan Ngargoyoso. Wawancara dilakukan untuk mengetahui informasi penting terkait kesenian tari Sabuk Janur. Studi pustaka dilakukan dengan menelaah sumber data tertulis yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk tari Sabuk Janur tidak terlepas dari unsur-unsur pembentuknya. Tari Sabuk Janur terinspirasi dari moncokaki Kyai Sabuk Janur yang sedang memecahkan masalah kekeringan di dusun Plawan. (2) Tradisi lisan dapat tetap hidup dan berhubungan dalam masyarakat di era modern melalui proses transformasi dengan 5 tahapan: 1) Mengidentifikasi ide untuk memilih beberapa adegan sebagai sumber ide tari Sabuk Janur. 2) Membuat konsep tekstual tari. 3) Menjelaskan alur dramatik dari konsep tekstual. 4) Melakukan pertunjukan. 5) Melihat tanggapan penonton terhadap pertunjukan tari Sabuk Janur. Kata Kunci: Tari Sabuk Janur, Bentuk, Transformasi.
MILA ROSINTA DALAM PENCIPTAAN KARYA MATAYA INDONESIA Ratuanak, Aloysius Rama; Christiyaningrum, Valentina Angella
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v10i1.16569

Abstract

This research aims to describe the creation process of the dance work Mataya Indonesia by Mila Rosinta, a well-known young dance artist in Yogyakarta. Mataya in Sanskrit means dancing and Indonesia symbolizes the diversity of the archipelago. The research method used in obtaining data is using a qualitative approach. The data were collected through interviews and literature study. This study concludes that the work Mataya Indonesia is a creation dance work created since 2012. The idea and concept of this work takes the theme of unity in the diversity of Indonesia which is poured into a dance performance. The movement motifs are inspired by the traditional dance movements of each region in Indonesia. In the creation of this work, Mila Rosinta poured several important elements such as movement, floor patterns, music, makeup and clothing, property and lighting. As a young artist, Mila Rosinta hopes that the creation of this work can motivate dance artists, aspiring artists and the younger generation to be able to create a quality and meaningful work, and still love and preserve the diversity of cultures in Indonesia. Keywords: Mila Rosinta; Dance Creation; Mataya Indonesia