cover
Contact Name
Rudy Hartono
Contact Email
dinomks70@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rudyhartono@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan telah teregister dengan e-ISSN: 2549-0567. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
TRADISI MAKKATTE’ DITINJAU DARI ASPEK GENDER DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ETNIS BUGIS SULAWESI SELATAN Subriah Subriah; Andi Syintha Ida
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.463 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.230

Abstract

Khitan pada wanita sampai saat ini tetap menimbulkan kontroversi, termasuk di Indonesia, walaupun banyak khitan pada muslimah anak-anak Indonesia, dilakukan secara simbolis saja, tetapi masih banyak yang melakukannya secara ekstrim/berlebihan yang mana hal ini adalah pelaksanaan tradisi budaya mereka dan tentunya berisiko.Rumusan masalah penelitian adalah praktik khitan perempuan pada daerah etnis Bugis, Alasan-alasan apa sajakah yang mendorong masyarakat etnik Bugis melaksanakan Khitan perempuan, dan implikasi khitan perempuan terhadap kesehatan reproduksi.Jenis penelitian adalah kualitatif, yang bersifat natural setting berupa penekanan pada sifat kealamian sumber data yang menggambarkan hasil temuan di lapangan secara utuh menggunakan dasar-dasar teori yang ada, desain penelitian menggunakan grounded research dimana peneliti dapat mengembangkan semua pengetahuan dan teorinya setelah mengetahui permasalahan dan data dilapangan.Subjek penelitian adalah masyarakat etnis Bugis yang dijadikan sebagai informan inti, jumlah informan inti tergantung dari tingkat kejenuhan informasi yang dibutuhkan atau menggunakan tehnik snowball dalam memperoleh data dan informasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder melalui kajian literatur, telaah dokumen, penelusuran internet serta penelusuran data lontara Bugis.Instrumen utama adalah penulis sendiri, didukung pedoman wawancara yang disusun dengan mengacu pada operasionalisme indikator-indikator fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan logika induktif, data disusun/digolongkan dalam pola, tema atau kategori yang diinterpretasikan dengan memberikan makna, menjelaskan pola, kategori dan mencari keterkaitannya antara satu dengan yang lainnya. Dengan cara ini didapatkan suatu fenomena yang bersifat khusus yang dideskripsikan pada suatu kesimpulan dalam konsep pengetahuan baru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penentu dilaksanakannya makatte adalah kepercayaan dalam konsep agama yang mewajibkan makkatte bagi anak perempuan dan budaya atau tradisi turun temurun dari nenek moyang orang Bugis, sedangkan implikasi khitan perempuan terhadap gender dan kesehatan reproduksi tidak menimbulkan efek negatif bila praktik makkatte dilakukan secara steril dan tanpa tindakan yang berlebihan ataupun melukai alat genitalia externa dan interna.
ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PADA PENDERITA DEMAM TYPOID DI RSUD MAROS Ridha Sufiani Ismail; Rudy Hartono; Chaerunnimah Chaerunnimah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.113 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i2.250

Abstract

Typhoid fever is a deases in small intestine and could cause continous symptoms, that was generated by salmonella thyposa. Knowing macro nutrition intake for typhoid fever patients in Makassar City Hospital. The study is acase study with observationa approach, patient’s nutrition intake data obtained 24 hours food recall form and the data was analized using Food Material Needs List. Macro nutrition intake in first and second day in recall averaged, is known at 2239.15 kcal energy (77,1%) which categorized moderate, energy’s intake were close to standard amount that recomended. 75.3 gr (103.85) proteins, which categorized normal and protein’s intake was fulfill standard amount that was recomended. 86.05 gr (117 %) fats which categorized very excessive, fat’s intake was exceeded standard amount that was recomended. 294.65 gr (54 %) carbohydrate which categorized deficient, and was not meet the standard amount that was recommended. Medical diagnosis Febris Pro Ev. patients nutrition status was normal nutrition status from IMT 23.89 kg/m2 result. Intervention that was given to the patient in from stomach diet (tender food) and education about diet advice based on patient’s condition and needs was given. Key Word : Macro nnutrition intake, Nutrition status , Thypoid fever
Hubungan kepadatan Anopheles sp. dengan Kejadian Malaria di Desa Bontosunggu Kabupaten Kepulauan Selayar Risky Risky; Muhammad Hasan
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.215 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.95

Abstract

Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan  oleh protozoa dari genus plasmodium yang ditularkan  melalui gigitan nyamuk Anopheles betina serta dapat juga ditularkan secara langsung  melalui transfusi darah, jarum suntik serta ibu hamil kepada bayinya. Terdapat  empat spesies Plasmodium yaitu  P. falcifarum, P. vivax, P. malariae, dan P.  ovale. Penelitian bertujuan untuk mengetahui  hubungan kepadatan  nyamuk Anapholes sp dengan kejadian malaria di desa Bontosunggu Kab. Kepulauan Selayar tahun 2013. Penelitian dilakukan secara Observasional dengan pendekatan  cross sectional study.  Observasi  Anopheles sp. dengan penangkapan nyamuk malam hari dengan umpan manusia (HLC), sedangkan   penemuan penderita malaria menggunakan kit RDT (Rapid Diagnostic Test) bantuan Global Foundation (GF). Anopheles yang ditangkap  dari hasil penangkapan malam hari dengan metode HLC  diidentifikasi sebagai An. subpictus dan An.barbirostris. Angka kepadatan per jam penangkapan  (MHD) An. Subpictus, tertinggi pada  jam 22.00 sebesar 0,083. MHD An. Barbirostris sebesar 0,016 pada masing-masing jam 23.00 dan 24.00. Ditemukan 3 orang (7,1%) Penderita Malaria  melalui RDT dari 42 orang sampel. Analisis bivariat  menunjukkan ada hubungan antara kepadatan Anopheles sp. dengan kejadian malaria dengan nilai p=0,032 < 0,05. Analisis bivariat  juga menunjukkan adanya  hubungan antara keberadaan plasmodium  dengan kejadian malaria dengan nilai p=0,000 < 0,05.Kata kunci:  Anopheles sp.,  Malaria,  Analisis Bivariat.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN GIZI MAKRO SERTA STATUS GIZI PADA PASIEN PRE-EKLAMSI DI RSIA SITI FATIMAH KOTA MAKASSAR Rudy Hartono; Hikmawati Mas&#039;ud; Andi Syam Haeru
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.111 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.122

Abstract

Preeclampsia until now is still a health problem that can not be solved completely. Statistical data in developed countries shows that 10-30% of all maternal deaths are caused by preeclampsia. Preeclampsia is one of the three major causes of maternal death in addition to bleeding and infection. Nutritional intake is an indicator to see the nutritional adequacy and upper arm circumference of pregnant women is one tool to assess the nutritional status, so it can be known complications during pregnancy. This study aims to determine how the relationship of energy intake and macro nutrition and nutritional status with the incidence of preeklamsi in RSIA Siti Fatimah Makassar. The type of this research is cross sectional study. Data collection was done by interview using questionnaire with total sample as many as 34 people. The result of the research using statistical analysis of chi-square test showed that energy intake, protein intake, fat intake, and carbohydrate intake as well as nutritional status were obtained by p values, p = 0.584, p = 0.611, p = 0.416, p = 0.649 And p = 0.547 means that there is no relationship between energy intake and macro nutrition and nutritional status in patients preeklamsi in RSIA Siti Fatimah Makassar. It is expected that the respondent health officer can increase the frequency of counseling both personally and group related factors that can influence the occurrence of preeclampsia.Keywords : Intake of Energy, Macro Nutrition, Nutrition Status, Preeclampsy
EFEKTIVITAS SEDIAAN MASKER ANTI JERAWAT YANG MENGANDUNG EKSTRAK BATANG WASABI (Wasabia japonica (Miq) Matsum) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes Asmawati, Asmawati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.384 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.235

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas sediaan Masker anti jerawat yang mengandung ekstrak batang wasabi (Wasabia japonica (Miq) Matsum) terhadap  Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui efektivitas dari sediaan masker anti jerawat yang mengandung ekstrak batang wasabi sebagai salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat tradisional yang dapat menghambat pertumbuhan terhadap Propionibacterium acnes. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang wasabi  selanjutnya di ekstraksi dengan Etanol 96 % secara Perkolasi. Ekstrak Kering yang diperoleh selanjutnya di formulasi dalam bentuk sediaan Masker dengan Variasi  konsentrasi dari Ekstrak Batang Wasabi, Formula yang di buat dilakukan evaluasi mutu fisik dan kestabilan pada tiap masker. Pengujian efektivitas antibakteri sediaan masker dilakukan menggunakan dengan metode difusi, masa inkubasi 1 x 24 jam pada suhu 37o C. Konsentrasi ekstrak batang wasabi yang digunakan adalah 2%, 2,5%, 3%, dan kontrol negatif  dan kontrol positif eritromisin. Setelah di inkubasi 1 x 24 jam selanjutnya dilakukan pengamatan dan pengukuran zona hambatan rata - rata masing – masing  untuk Konsentrasi 2% diperoleh 10,6 mm , Konsentrasi 2,5% diperoleh 12,6 mm, konsentrasi 3% diperoleh 13,8 mm, Kontrol Positif  diperoleh 23,0 mm, dan untuk kontrol Negatif diperoleh 8,6 mm . Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan pengolahan data dan analisis statistik menggunakan analisis non parametrik analisis kruskal wallis dan uji lanjutan analisis Mann Whitney  menunjukkan bahwa antara konsentrasi 2,5 % dengan 3 % menunjukkan efek yang tidak berbeda secara bermakna ( p < 0,05 ). Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada Konsentrasi 2,5 dan 3 % efektif menghambat pertumbuhan  bakteri Propionibacterium acnes tetapi masih lebih rendah dibandingkan dengan Kontrol Pasiitif.
PENGARUH PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN FLEKSIBILITAS LUMBAL PADA IBU POST PARTUM Djohan Aras; Firdayanti Rauf; Fitrah Nasaruddin; Sri Saadiyah L
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.711 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.96

Abstract

Mengukur nilai fleksibilitas lumbal adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat kelenturan tubuh pada ibu post partum, yang dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Pada ibu post partum akan mengalami beberapa perubahan seperti kelemahan dan penguluran terutama otot-otot panggul, pinggang, dan dinding perut, hal ini dapat menimbulkan ikat sendi/otot menjadi kendor dan dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Pilates exercise merupakan latihan yang memfokuskan pada peningkatan daya tahan, kekuatan dan fleksibilitas pelvis, abdominal, maupun vertebra menggunakan metode stretching dan strengthening dengan tujuan mempertahankan stabilisasi tulang belakang baik pada posisi diam ataupun bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pilates exercise terhadap perubahan fleksibilitas lumbal pada ibu post partum. Metode penelitian ini yaitu pra-eksperimental dengan One Group Pre-Post Test Design. Responden terdiri dari 15 ibu post partum, fleksibilitas lumbal ibu post partum dievaluasi menggunakan Modified Schober test (MST) sebelum dan sesudah 9 kali perlakuan. Hasil peneltian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil pretest dan posttest fleksibilitas lumbal menunjukkan peningkatan dengan hasil p = 0,001 (p<0,05) yang artinya terdapat perubahan yang signifikan antara pilates exercise dengan perubahan fleksibilitas lumbal. Penelitian ini menunjukkan pemberian pilates exercise dapat meningkatkan fleksibilitas lumbal pada ibu post partum.Kata Kunci: Fleksibilitas lumbal, pilates exercise, post partum
Tinjauan Pengetahuan Masyarakat Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidrap tentang Penggunaan Obat Tradisional Rusli Rusli; Djuniasti Karim; Agust Dwi Djajanti; Chichi Ramadhani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.732 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i2.246

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan bentuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern dan dipergunakan sebagai alternatif pengobatan. Penggunaan tanaman obat untuk penyembuhan suatu penyakit didasarkan pada pengalaman yang secara turun – temurun yang diwariskan oleh generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. Tanaman obat tradisional merupakan suatu komponen penting dalam pengobatan tradisional. Selain lebih ekonomis, efek samping dari obat tradisional sangat kecil. Karena itu, penggunaan obat tradisional dengan formulasi yang tepat sangat penting dan tentunya lebih aman dan efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kecamatan Panca Rijang terhadap penggunaan obat tradisional
PENGARUH MICRO WAVE DIATHERMY DAN RHYTMICAL STABILISASI TERHADAP PERUBAHAN FUNGSIONAL SENDI LUTUT PENDERITA OSTEOARTRITIS DI BAGIAN FISIOTERAPI RMC MAKASSAR Suriani Suriani; Suharto Suharto
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.288 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.30

Abstract

Osteoarthritis is a chronic disease of cartilage, associated with secondary changes in cartilage, leading to joint inflammation and degeneration. Problems of pain and movement limitations can lead to decreased muscle strength as well as functional impairment in the knee joint, especially walking and up and down stairs. The purpose of this study was to determine whether there is an influence between MWD and Rhytmical Stabilization to functional changes in knee joints in osteoarthritis patients in physiotherapy RMC Makassar. This research is a pre experimental study with pretest-post test design one group design. Research subjects as many as 10 people who have knee osteoarthritis who went to the physiotherapy of Ratulangi Medical Center Makassar. Sampling by accidental sampling during the study was conducted. The results showed a significant difference before - after administration of MWD and Rhitmical stabilization to functional ability of patient walking knee osteoarthritis with average difference of 2.00 cm ± 0,00 with Wilcoxon Signed Ranks Test test p = 0,002 and for functional capability up and down ladder obtained by difference of mean equal to 1,10 ± 0.316 with p = 0.002. The conclusion of this study is the increase in walking ability and up and down stairs of patients with knee osteoarthritis after given MWD and Rhitmical stabilization.
STUDI KADAR DEBU DI TERMINAL MALENGKERI KOTA MAKASSAR Rafidah Rafidah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.43 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.236

Abstract

Debu adalah partikel-partikel yang berukuran kecil yang dihasilkan oleh proses mekanis sebagai hasil proses alami maupun mekanik,dan Debu juga merupakan satu indikator yang dipergunakan untuk mengukur derajat pencemaran udara. Pencemaran udara terjadi karena didalam udara banyak terkandung partikel yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar debu pada udara ambien di pintu masuk dan keluar Terminal Malengkeri Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pengukuran yang dilakukan pada dua lokasi sebanyak enam kali pengukuran dan disetiap titik dilakukan tiga kali pengambilan sampel  di waktu pagi, siang dan sore hari  tepatnya di pintu masuk Terminal dan di pintu keluar Terminal. Cara memperoleh data adalah dengan melakukan pengukuran di lapangan dan pemeriksaan laboratorium. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah  Hi-Vol, serta menggunakan alat tambahan lainnya yaitu hygrothermometer, dan anemometer. Hasil penelitian yang dilakukan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian pada dua lokasi dengan enam kali pengukuran  diperoleh pada lokasi titik I hasilnya dipagi 117,80 µg/Nm3, siang 124,81 µg/Nm3 dan sore 197,72 µg/Nm3 sedangkan titik II pagi hari 56,38 µg/Nm3, siang 92,67 µg/Nm3, dan di sore 155,18 µg/Nm3. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar debu yang ada dilokasi masih berada dibawah standar baku mutu udara ambien. Disimpulkan rata-rata hasil pengukuran titik I 146,776 µg/Nm3 dan titik II rata–rata 101,41 µg/Nm3, kedua hasil menunjukan masih dibawah Baku Mutu Udara Ambien yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur SulSel No.69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu dan Kriteria kerusakan Lingkungan. Disarankan kepada pengelolah lebih memperhatikan keadaan lingkungan sekitar, membenahi kembali konstruksi jalan didalam Terminal. Serta  bagi pengguna yang hendak menggunakan jasa kendaraan sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah terpaparnya debu.
POLA MAKAN, KEADAAN KESEHATAN DAN SUAPAN ZAT GIZI ANAK BALITA STUNTING DI MONCONG LOE KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN Nadimin Nadimin
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.755 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.94

Abstract

Sulawesi Selatan terutama di Kabupaten Maros termasuk daerah yang memiliki jumlah balita stunting yang tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan, keadaan kesehatan dan asupan zat gizi anak balita stunting. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional study menggunakan sampel keluarga yang memiliki anak balita stunting di Kecamatan Moncong Loe Kabupaten Maros. Pengumpulan data pola makan dan keadaan kesehatan anak dilakukan dengan cara wawancara dengan ibu anak balita. Data asupan zat gizi dikumpulkan dengan cara recall 24 jam. Data balita stunting diperoleh melalui pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U). Anak balita mengalami stunting tingkat sangat pendek sebanyak 27,7%, sisanya tergolong pendek (72,3%). Anak-anak  tersebut menerima makanan selain ASI sejak sebelum keluarnya ASI pertama (29,78%), pemberian MP-ASI pertama kebanyakan dilakukan sejak umur 6 bulan (74,47%) dan memiliki susunan hidangan yang seimbang (61,7%). Sebagian besar anak balita mengalami sakit dalam satu bulan terakhir (63,83%) dengan frekwensi yang terbanyak adalah 1 kali (76,67%). Kebanyak anak balita stunting mengalami gejala penyakit infeksi, yaitu batuk, pilek dan demam. Asupan zat gizi anak terutama energi dan zat-zat gizi mikro tergolong kurang, kecuali protein dan vitamin A yang telah memenuhi kecukupan AKG. Frekwensi sakit pada anak balita stunting tergolong tinggi meskipun durasinya hanya sekitar 2-3 hari, dan pola makan anak masih banyak yang tergolong kurang baik terutama dalam hal pemberian makanan prelaktal. Rerata asupan energy dan zat gizi mikro tergolong sangat kurang.Kata kunci: pola makan, kesehatan, asupan zat gizi, stunting

Page 6 of 24 | Total Record : 237