cover
Contact Name
Rudy Hartono
Contact Email
dinomks70@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rudyhartono@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan telah teregister dengan e-ISSN: 2549-0567. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
ANALISIS KADAR RESIDU PESTISIDA (KLORPIRIFOS) DALAM LALAPAN BERDASARKAN CARA PENGOLAHAN Khiki Purnawati Kasim
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.645 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.233

Abstract

Senyawa klorpirifos banyak digunakan untuk mengendalikan hama terutama komoditi sayur-sayuran yang dijadikan lalapan. Lalapan umumnya dikomsumsi mentah dan terlebih dahulu dicuci dengan air ataupun dicelup pada air panas. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa residu pestisida (klorpirifos) dalam lalapan berdasarkan cara pengolahan. Jenis penelitian adalah deskriptif yaitu mengidentifikasi residu klorpirifos dalam lalapan kubis dan kacang panjang dengan cara pengolahan pencucian air bersih dan pencelupan air panas. Kadar residu klorpirifos diketahui melalui pemeriksaan laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 12 sampel yaitu kubis dan kacang panjang tanpa perlakuan, lalapan yang dicuci dengan air bersih dan lalapan yang dicelup air panas. Hasil penelitian diketahui rerata kadar residu klorpirifos pada kubis segar sebesar 0.004 mg/kg dan kacang panjang segar sebesar 0.045 mg/kg. Rerata kadar residu klorpirifos dalam lalapan dengan pencucian air bersih pada kubis sebesar 0.0005 mg/kg dan kacang panjang sebesar 0.0145 mg/kg. Rerata kadar klorpirifos dalam lalapan dengan pencelupan air panas pada kubis sebesar 0.0005 mg/kg dan kacang panjang sebesar 0.005 mg/kg. Disimpulkan bahwa pada lalapan kubis terdapat penurunan kadar residu klorpirifos 84% pada pencucian air bersih dan 90% pada pencelupan air panas, sedangkan pada lalapan kacang panjang dengan pencucian air bersih terdapat penurunan 65% dan pencelupan air panas terdapat penurunan 88%. Sehingga disarankan kepada pedagang makanan yang terdapat lalapan dalam menu jualannya sebaiknya mengolah lalapan dengan pencelupan pada air panas.
HUBUNGAN PENDAPATAN ORANGTUA DAN POLA MAKAN SERTA KEJADIAN PENYAKIT DIARE DENGAN STATUS GIZI Asmiati Asmiati; Rudy Hartono; Aswita Amir; Hijrah Asikin
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.161 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i2.252

Abstract

This type of research is analytic research using the Cross-Sectional Study approach, to obtain data on the relationship of diet and parental income and the incidence of diarrheal diseases on nutritional status (BB / TB) of the students of SDN Daya 1. Populations in this study were all elementary school students of the third, fourth, and fifth grade of SDN Daya 1 Makassar City. The sample in this study were elementary school students in the grades III, IV and V in SDN Daya 1 located in Paccerakkang village, Biringkanaya Subdistrict, Makassar City, with the following criteria: class III-V students who were willing to become a sample; children are in good health at the time of sampling; and parents and teachers are willing to become respondents. Data analysis uses the Chi-Square test. The results showed that diet was not related to nutritional status as evidenced by the value of p = 0.48 (> 0.05), parental income was not related to nutritional status where most of the parents' income level was quite sufficient as evidenced by p = 0, 269 > 0.05) as well as the incidence of diarrhea not related to nutritional status as evidenced by p = 0.470 (> 0.05). It is recommended that the process of data collection is better collaboration between researchers and the school, making direct observations at the household level regarding food availability, and adding food intake variables to find out the meal portion of the sample. Keywords: Parental Income, Diet, Diarrhea and Nutritional Status
UPAYA PEMELIHARAAN TEKANAN DARAH BAGI PASIEN HIPERTENSI DI RSUD SYEKH YUSUF KABUPATEN GOWA Baharuddin K; Wirmawanti Wirmawanti
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.353 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.93

Abstract

Hipertensi dapat didefenisikan sebagai tekanan darah pasien persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg.Tujuan penelitan ini untuk mengetahui upaya pasien dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dengan mengontrol tekanan darah, diet hipertensi, berolahraga, dan keteraturan berobat. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analisis, populasi yang diteliti adalah pasien hipertensi yang rawat inap diRSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 65 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dengan penilaian skala Gutman. Analisa data menggunakan analisa distribusi frekuensi kemudian disajikan dalam tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran upaya pasien dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dengan mengontrol tekanan darah, diet hipertensi, berolahraga, dan keteraturan berobat masih sangat kurang. Hasil penelitian tentang upaya pasien dalam memelihara tekanan darah pada pasien hipertensi yaitu yang mengontrol tekanan darahnya 6 orang (9,2%), tidak mengontrol tekanan darah 59 orang (90,8%). Pengetahuan tentang diet hipertensi yang baik 8 orang (12,3%), yang masih kurang 57 orang (87,7%). Pengetahuan tentang Berolahraga yang baik 6 orang (9,2%), yang berpengetahuan kurang 59 orang (90,8%). Dan upaya berobat secara teratur 4 orang (6,1%), yang berobat secara tidak teratur 61 orang (93, 9%).Kesimpulan dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kesadaran pasien hipertensi dalam mengontrol tekanan darahnya menyebabkan masih tingginya kasus hipertensi dan komplikasi penyakit akibat hipertensi di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.
ANALISIS KUANTITAS DAN HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA PETUGAS RADIOLOGI DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR Suciyani Suciyani; Nurlia Naim; Zulfian Armah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.492 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.129

Abstract

The Radiology Officer is one of the groups that has a risk to the danger of radiation exposure and it caused of the healthy in the certain level. Then, it could cause the Chronis disease until with the death. The effect of Chronis could appear in years later. Indicator of Hematopoietic commonly used as radiation exposure. It was differential count leukocyte, lymphocyte, absolute count, neutrophil, platelet and erythrocyte. The disturbance of hematopoitic system is caused radiation exposure that the effecting of the amount erythrocytes decreased as sensitivity and the life expectancy, which was the lymphocyte reacted firstly. It is followed by granulocyte, thrombocyte, and erythrocyte. The aim of this research is to know the quantity and differential count leukocyte with radiology officer. The kind of this research was descriptive research through quantity and differential count leukocyte with the radiology officer. There were 7 samples on 24 of February 2017 until 4 March 2017 in Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. The quantity of the research with the radiology office in BBMK Makassar was 85,71% normally and it increased (14,29%) while the differential count leukocyte was 100% basofil in the amount of normal, 42,86% eosinophil increased, 14,29% neutrophil decreased, 14,29% lymphocyte increased, 14,29% monocyte decreased and 14,29% monosit increased. It should be more increased the effecting of dangerous radiation and the using of personal protective equipments should be increased based on the regulation of Bapeten number 8 at 2011 and radiology officer should be more attention to the nutritional and their healthy.Keywords: Quantity of Leukocyte, Differential Count Leukocyte, The Radiology Officer
DESCRIPTION OF DIETARY HABIT AND ENERGY INTAKE AND NUTRITIONAL STATUS ON ELDERLY Muhajirin Tahir; Rudy Hartono; Sukmawati Sukmawati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.953 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i2.247

Abstract

Background: Elderly is someone who has reached age of 60 years. At that age there will be setbacks cells that can affect the function and the ability of the body system so that the various problems experienced by the elderly. It had an impact on their lack of food consumption pattern. Conduct of one will be reflected of diet pertaining to consumption food. Objective: to describe the food consumption pattern, energy intake and nutritional status on elderly. Method: This research was conducted in RW 10 Sub Sudiang Biringkanaya District of Makassar. Sampling was done by purposive sampling with criteria for residing permanently, willing to be sampled and active communication. The total sample are 22 people. This research using method food recall as much as two times within 24 hours and not successive. Research Result: Research based on the composition food consumption pattern of good dish are 59,1 % and less are 40,9 %. Food consumption pattern based on the frequency of good food are 86,4 % and less are 13,6 %. Energy intake of all are still lacking that is 100%. While the normal nutritional status are 81,8%, skinny was 9,1% and 9.1% are a fat. Conclusion: Elderly food consumption patternbased on the composition of dishes are generally good and the frequency of the food less. Nutritional status of elderly generally normal. Advice on further research is expected to use food weighing to see an intake of an elderly and it is necessary to the efforts of a public health center in more attention to the health of the elderly in the form of education or socialization so that the elderly can increase and improve diet and nutritional status.
PENGARUH FRICTION DAN INFRA RED TERHADAP PENURUNAN NYERI AKIBAT LOW BACK PAIN PADA WANITA HAMIL DI RSKDIA FATIMAH MAKASSAR Aco Tang
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.618 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.98

Abstract

Hasil dari penelitian pada ibu hamil di berbagai daerah Indonesia mencapai 60- 80% orang yang mengalami nyeri pinggang bawah pada kehamilannya (Mafikasari dan Kartikasari, 2015). Pada wanita hamil, tercatat 54,9 % di trimester 3 yang mengalami nyeri pinggang bawah dan sekitar 10 % dari wanita dengan nyeri pinggang bawah kronis dimulai ketika hamil (Robertson, 2014). Nyeri pinggang bawah merupakan nyeri yang terjadi didaerah pinggang berikut pantat yang disebabkan oleh berbagai faktor penyebab seperti ketegangan otot, proyeksi organ dalam ataupun karena kerusakan organ tertentu yang disebabkan oleh berbagai faktor penyebab mulai dari faktor penyebab yang patologis seperti trauma sampai faktor penyebab yang fisiologis seperti kehamilan. Nyeri pinggang bawah dapat di tangani dengan intervensi fisioterapi seperti Infra Red dan Friction. Friction adalah suatu manipulasi atau massage ringan pada suatu titik tertentu pada jaringan dengan gerakan melingkar atau melintang dengan gerakan yang dibentuk tersebut tidak boleh bergeser dari permukaan kulit dan tetap bergerak bersama-sama dengan menggunakan ujung ibu jari, jari atau tulang yang menonjol pada punggung jari tangan, yang ditujukan pada kapsul sendi, fascia dan ligament. Penelitian ini bersifat quasy eksperimen dengan dengan rancangan penelitian one group pre test dan post test design. Sampel yang diambil sebanyak 20 orang berumur antara 18-35 tahun. Penelitian ini menggunakan pengukuran nyeri sebelum dan setelah pemberian infra red dan friction selama 6 kali perlakuan. Data dianalisis melalui uji wilcoxon. Instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini adalah VAS  untuk mengukur  nyeri akibat low back pain pada Wanita hamil di RSKDIA Fatimah Makassar. Pemberian Friction dan Infra Red dapat menghasilkan penurunan nyeri pada penderita nyeri pinggang bawah sebesar 9,25 dengan nilai rata-rata pre test sebesar 55,25 dan nilai rata-rata post test sebesar 42,50. Disarankan kepada Fisioterapis agar menggunakan Friction dan infra red untuk mengurangi nyeri pinggang bawah pada wanita hamil trimester III.Kata Kunci : Friction, Infra Red, nyeri, low back pain
PENGARUH KINESIOTAPPING TERHADAP PENURUNAN NYERI AKIBAT LOW BACK PAIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RSKDIA PERTIWI MAKASSAR Muh Thahir
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.249 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.100

Abstract

Pada masa Ibu Hamil seiring dengan membesarnya uterus maka pusat gravitasi akan berpindah kearah depan sehingga ibu hamil harus menyusuaikan posisi berdirinya. Postur tubuh yang tidak tepat akan memaksa peregangan tambahan dan kelalahan pada tubuh, terutama pada bagian tulang belakang sehingga menyebabkan terjadinya sakit atau nyeri pada bagian punggung ibu hamil. Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah, dapat berupa nyeri local (inflamasi) maupun nyeri radikuler ataupun keduanya. Penelitian ini bersifat quasy eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre test dan post test design. Sampel yang diambil sebanyak 20 orang berumur antara 18-35 tahun. Penelitian ini menggunakan pengukuran nyeri sebelum dan setelah pemberian kinesiotapping selama 6 kali perlakuan. Data dianalisis melalui uji wilcoxon. Instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini adalah VAS  untuk mengukur  nyeri akibat low back pain pada ibu hamil trimester III di RSKDIA Pertiwi Makassar. Hasil uji Wilcoxon diperoleh adanya perbedaan signifikan nilai nyeri sebelum dan sesudah pemberian  kinesiotapping dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa Penggunaan intervensi kinesiotapping dalam mengurangi nyeri pinggang bawah ibu hamil trimester III. Untuk disarankan kepada fisioterapis agar mengaplikasikan intervensi  kinesiotapping pada ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri pinggang bawah.Kata Kunci : Kinesiotapping, nyeri, low back pain
Qualitative and activities tests of acetogenin compound from soursop seeds extract (Annona muricata L) as rice weevil insecticide (Sitophylus oryzae L) Ade Fitri; Yolanda Sari; Anggun Nurjanna; Astuti Astuti
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 2 (2019): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.023 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v14i2.926

Abstract

Kutu beras (Sitophylus oryzae L), merupakan salah satu jenis hama gudang yang banyak merusak persediaan beras di tempat penyimpanan. Pada penelitian ini digunakan tanaman biji sirsak (Annona muricata L.) atau family Annonaceae yang meiliki kandungan senyawa acetogenin dan bersifat sebagai insektisida. Insektisida merupakan salah satu jenis pestisida berdasarkan organisme yang dapat membunuh serangga maupun hama. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi senyawa acetogenin dari biji sirsak adalah metode maserasi. Pada uji FT-IR ekstrak biji sirsak diperoleh senyawa acetogenin dari golongan alkaloid yang di tandai dengan adanya gugus OH pada panjang gelombang 3469.94, pada panjang gelombang 2854.65 adanya gugus alkana C-H, pada panjang gelombang 1745.58 adanya gugus aldehid, keton, asam karbosilat dan ester ( C=O), pada panjang gelombang 1643.35 ditandai dengan adanya gugus alkena ( C=C), pada panjang gelombang 1539.20 ditandai dengan senyawa nitrogen ( NO2), pada panjang gelombang 1460.11 – 723.31 didapatkan senyawa alkana ( C-H).  Pada uji FT-IR serbuk biji sirsak ditandai dengan adanya panjang gelombang 3415.93 ditandai  dengan gugus amina, amida ( N-H ), panjang gelombang 2924.09 ditandai dengan gugus alkana (C-H), panjang gelombang 1745.58 – 1647.21 ditandai dengan gugus aldehid, keton, asam karbosilat dan eseter (C=O), panjang gelombang 1541.12 ditandai dengan gugus senyawa nitrogen (NO2), panjang gelombang 1460.11 didapatkan gugus alkana (C-H), panjang gelombang 1055.06 – 1028.06 didapatkan gugus alkohol, seter, asam karbosilat dan ester (C-O). Hasil uji aktivitas menunjukkan kematian kutu beras pada hari ketiga perlakuan. 
Mandala Colouring Therapy And Cognitive Function In Elderly With Dementia Noor Rochmah Ida Ayu TP; Reni Dwi Setyaningsih; Wilis Sukmaningtyas
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 2 (2019): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.955 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v14i2.891

Abstract

Dementia is a disorder of cognitive function in eldery. It is as one sign of an aging process, where there is a metabolic decline in the brain. Non-pharmacalogical theraphy with art theraphy, Mandala Therapy, believed to improved the cognitive function of older adult with dementia.This study aims to determain the effect of Mandala Therapy to improving cogntive function in elderly. Mandala Colouring Theraphy,which is expected to be able to help  elderly  to increase focus, concentration, reduce anxiety and can be an inherent process of meditation. The research design in this study used quasy experimental with the sample as 37 elderly. The measurement of cognitive function was carried out using the Mini Mental State Examination (MMSE) instrument which was carried out before and after the Mandala color therapy. The results found not significant difference between before and after Mandala colouring therapy (p = 0.324) with a mean decline of 0.69 points, but there were significant differences based on the severity of cognitive function disorders. Coloring therapy needs to be done routinely and continuously in order to provide meaningful results.
UJI AKTIVITAS SEDIAAN TEH BIJI MAHONI ( Swietenia mahagoni ) UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKKOSA DAN AKTIVITAS PEROKSIDASI LIPID PADA TIKUS DIABETES MILLITUS TIPE 2 Nielma Auliah; Muhammad Asri
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 2 (2019): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.423 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v14i2.1136

Abstract

This research aimed to know the effect of mahagony seeds ( Swieteniamahagoni ) tea of MDA levels induced type 2 diabetes mellitus alloxan. By using the control group design  method, post-test and by using 15 rats divided into 5 groups, namely group I negative group, group II control Alloxan induction, group III tea mahagony seeds 5 gram/kgBB, group IV tea mahagony seeds 10 gram/kgBB and group V mahagony seeds 15 gram/kgBB. The treatment was carried out for 14 days. In this research showed that the level of blood glucose affects increase of MDA levels. At 15 gram/kgBBof tea dosage presentasionshowed a significant value on decreasing blood glucose levels P = 0,000 < (α 0,05) and blood MDA levels P = 0,000 < (α 0,05) and it can be concluded that mahogany seed tea (Swieteniamahagoni) had an effect on decreasing levels of rat MDA type 2 diabetes mellitus induced by alloxan, with a dose of 15 grams /kgBB which is the optimal dose in reducing blood Glucose and MDA levels. Keywords : Type 2 Diabetes Mellitus, MDA, Mahogany Seeds Tea, Alloxan

Page 7 of 24 | Total Record : 237