cover
Contact Name
Taopik Rahman
Contact Email
opik@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagapedia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PAUD AGAPEDIA
ISSN : 25812823     EISSN : 25809679     DOI : https://doi.org/10.17509/jpa
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD Agapedia adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terkait pendidikan anak usia dini dari perspektif mutidisipliner. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017" : 10 Documents clear
PERMAINAN TRADISIONAL KAULINAN BARUDAK UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI ANAK USIA DINI Mulyadiprana, Ahmad; Ganda, Nana; WS, Rustono
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.928 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9358

Abstract

This research is based on the facts in the field regarding the process of achieving early childhood education that is not optimal. Eeducational attainment is about to manage sel emotion of early childhood. The traditional games "kaulinan barudak" are one of the learning process approaches could be expected to provide positive stimulation toward developmental aspect of children’s potential. This study is conducted to determine the contribution of traditional games "kaulinan barudak" to the development of self emotion manage of children aged 5-6 years. This study uses quasi-experimental method with Pretest and Posttest control group design. Data is collected using structured observation, notes, and documentation. The results of this study are 1) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”positive significant”; 2) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years of conventional game in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”no siginificant positive effect”; 3) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”Different effect of traditional game “kaulinan barudak” from the conventional game”. The traditional game of “kaulinan barudak” gives a more significant positive effect than the conventional game. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta-fakta di lapangan mengenai kondisi proses pencapaian pendidikan anak usia dini yang belum optimal. Proses pencapaian pendidikan yang dimaksud adalah kemampuan mengelola emosi diri sendiri anak usia dini. Permainan tradisional “kaulinan barudak” merupakan salah satu pendekatan proses belajar yang diduga dapat memberikan stimulasi positif terhadap aspek perkembangan potensi anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi permainan tradisional “kaulinan barudak” terhadap pengembangan kemampuan mengelola emosi diri sendiri anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Pretest-Posttest control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penerapan permainan tradisional kaulinan barudak terhadap pengembangan kemampuan mengelola emosi diri sendiri anak usia 5-6 tahun di TK Artanita Kota Tasikmalaya; 2) Tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan penerapan permainan konvensional terhadap pengembangan kemampuan mengelola emosi diri sendiri anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya; 3) Terdapat perbedaan pengaruh permainan tradisional kaulinan barudak dengan permainan konvensional terhadap pengembangan kemampuan mengelola emosi diri sendiri anak usia 5-6 tahun. Permainan tradisional kaulinan barudak memberikan pengaruh positif yang lebih signifikan dari pada permainan konvensional.
PENGARUH MEDIA FLIPCHART TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA CIAWIGEBANG Wahyudin, Erik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.887 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9353

Abstract

Flipchart is a sheet of an album or calendar that is a bit larger than flipbook, arranged and tied in an order at the top. The paper sheet can be used as a media of teaching and learning, and may be considered as a replacement for the chalkboard or whiteboard. If a sheet is filled up with learning messages, it can be flipped over and the next sheet can be filled with new learningmessages. Flipchart media can only be used for a student group that contains approximately 30 people. This media can be filled with message in the form of letters, drawings, diagrams and figures. Reading for children of kindergarten is basic reading which is one of the aspects of language development that should be developed in kindergarten in her activities such as mentioning vowels and consonants, reading images that have a sentence or a simple word, mentioning objects that have the same sound of the beginning letter, and connecting images with the words. This study aimed to determine (a) the reading ability of early childhood kindergarten Pembina Group B Ciawigebang before the application of flipchart media. (b) the flipchart media application in learning to read in early childhood of Pembina kindergarten Group B Ciawigebang. (c) the flipchart media influence on early childhood reading ability in Pembina kindergarten Group B Ciawigebang. This study used a quantitative approach with the experimental method. The subjects in this study were 24 children in Pembina kindergarten Group B Ciawigebang. Data were collected through observation, testing and documentation. Data were analyzed using t-test. The results of the average post-test are 13 with an increase of 2.2 higher than the average value of the 10.8 pre-test. Based on the results of pre-test and post-test, 12.99 is obtained for tcount value with df = 23, consulted with ttable value at 5% significance level, it is obtained a result of 2.07. These results indicate tcount is greater than the value ttable (12.99 2.07). Ho was rejected and Ha was accepted. It means that flipchart media affected positively on reading ability of early childhood in Pembina kindergarten Group B Ciawigebang.Flipchart adalah lembaran kertas berbentuk album atau kalender yang berukuran agak besar dari flipbook, yang disusun dalam urutan yang diikat pada bagian atasnya. Lembaran kertas tersebut dapat dijadiakan sebagai media pengajaran dan pembelajaran, dan mungkin bisa dianggap sebagai pengganti papan tulis atau white board. Jika lembaran demi lembaran tersebut sudah habis terisi dengan pesan pembelajaran, maka lembaran itu bisa dibalik, kemudian lembar dibaliknya yang masih kosong tersebut bisa diisi dengan pesan pembelajaran. Media ini hanya bisa digunakan untuk kelompok siswa yang berisi sekitar 30 orang. Media flipchart bisa diisi pesan dalam bentuk huruf, gambar, diagram dan angka. Membaca bagi anak Taman Kanak-kanak adalah membaca permulaan yang merupakan salah satu dari aspek perkembangan bahasa yang harus dikembangkan di Taman Kanak-kanak dalam kegiatannnya menyebutkan huruf vokal dan konsonan, membaca gambar yang memiliki kalilmat atau kata sederhana, menyebutkan benda yang memiliki bunyi huruf awal yang sama, dan menghubungkan gambar dengan tulisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok B TK Negeri Pembina Ciawigebang berjumlah 24 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian dari rata-rata post-test yaitu 13 dengan peningkatan sebesar 2,2 lebih tinggi dari nilai rata-rata pre-test yaitu 10,8. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test diperoleh nilai thitung sebesar 12,99 dengan dk= 23 dikonsultasikan dengan nilai ttabel pada taraf signifikasi 5% diperoleh hasil 2,07. Dari hasil tersebut menunjukkan nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel (12,99 2,07) hasilnya tolak Ho dan Ha diterima artinya media flipchart berpengaruh positif terhadap kemampuan membaca anak usia dini Kelompok B TK Negeri Pembina Ciawigebang.
PENINGKATAN KEMAMPUAN ANAK USIA DINI MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI MEDIA PLAYDOUGH Sumardi, Sumardi; Rahman, Taopik; Gustini, Iis Syifa
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.226 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9359

Abstract

This research aimed to improve the ability to recognize the symbol of number with playdough in Group A TK WijayaKusumah / Kartika XIX-26 Tawang District Tasikmalaya.This research was a classroom action research using Kemmis and Taggart model which was implemented in 3 cycles. The subjects of this study were 12 children of group A. Data collection techniques in this study were observation and documentation. Data analysis technique used was descriptive qualitative.The results showed that there was an increase in the ability to recognize the symbols of number through playdough media in the children of group A TK WijayaKusumah / Kartika XIX-26 Tawang Tasikmalaya. This was indicated by the increase of observation result of cycle I, cycle II, and cycle III. Prior to the implementation of the act, the child's ability to recognize the number symbol on the criteria developed very well is 3 children or with an average percentage of 27.8%. In the implementation of cycle I, the ability of children to recognize the symbol of numbers on the criteria developed very well increased to 4 children or with average percentage of 30.6%. In the implementation of cycle II, the ability of children to recognize the symbol of numbers on the criteria developed very well increased to 8 children or with an average percentage of 63.9%. In the implementation of cycle III, the ability of children to recognize the number symbol on the criteria developed very well increased significantly to 10 children or with an average percentage of 86.1%. Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui media playdough pada anak kelompok A TK Wijaya Kusumah / Kartika XIX-26 Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas  menggunakan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam 3  siklus. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A yang berjumlah 12 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui media playdough pada anak kelompok A TK Wijaya Kusumah / Kartika XIX-26 Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil observasi siklus I, siklus II, dan siklus III. Sebelum dilaksanakan tindakan kemampuan anakmengenal lambing bilangan pada kriteria berkembang sangat baik rata-rata sebanyak 3 anak atau dengan rata-rata presentase 27,8%. Pada pelaksanaan siklus I, kemampuan anak mengenal lambing bilangan pada kriteria berkembang sangat baik meningkat menjadi 4 anakataudengan rata-rata presentase 30,6%. Pada pelaksanaansiklus II, kemampuan anak mengenal lambing bilangan pada kriteria berkembang sangat baik meningkat menjadi 8 anak atau dengan rata-rata presentase 63,9%. Pada pelaksanaan siklus III kemampuan anak mengenal lambing bilangan pada kriteria berkembang sangat baik meningkat signifikan menjadi 10 anak atau dengan rata-rata presentase 86,1%.
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN TERPADU PADA KELOMPOK BERMAIN (PLAY GROUP) DI TK ISLAM TIRTAYASA SERANG Atikah, Cucu
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9354

Abstract

Integrated learning has not been maximally implemented by teachers in the Islamic Kindergarten of Tirtayasa. The lack of teacher creativity in applying integrated learning and low student participation are the trigger of this research. The aim of this research was to find and analyze descriptive picture about the application of integrated learning to play group in improving various aspects of development in Islamic Kindergarten Tirtayasa Serang the results showed that integrated learning is effective enough to stimulate developmental aspects in play group, because it combines the subject matter in one theme. Aspects of these developments include aspects of moral religion, motor physical, language, cognitive and art.  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum dilaksanakannya pembelajaran terpadu oleh guru-guru di lingkungan TK Islam Tirtayasa secara optimal. Selain itu, minimnya kreatifitas guru dalam menerapkan pembelajaran terpadu serta partisipasi siswa yang rendah sebagai pemicunya. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis gambaran secara deskriptif tentang  penerapan pembelajaran terpadu pada kelompok bermain dalam meningkatkan berbagai aspek perkembangan di TK Islam Tirtayasa Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu cukup efektif untuk menstimulus aspek-aspek perkembangan pada kelompok bermain, karena memadukan materi-materi pelajaran dalam satu tema. Aspek perkembangan tersebut meliputi aspek agama, moral, fisik motorik, bahasa, kognitif, dan seni.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS MELALUI KEGIATAN BERCOCOK TANAM DI BAMBIM AL-ABROR KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA Yasbiati, Yasbiati; Giyartini, Rosarina; Lutfiana, Anisa
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.648 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9360

Abstract

This study aims to improve the naturalist intelligence of children through planting activities in BAMBIM Al-Abror mangkubumi district Tasikmalaya City. Naturalist intelligence can be enhanced by various activities that are directly related to nature, or introducing objects that would stimulate the child's naturalist intelligence. This research is a Classroom Action Research. The subjects of this study were 11 children in BAMBIM Al-Abror, with a total of 7 girls and 4 boys. This study consists of 3 cycles. The results of this study indicate an increase in the naturalist intelligence of children in BAMBIM Al-Abror by using planting activities, the end result of child’s naturalist intelligence in BAMBIM Al-Abror as the first indicator shows the pleasure of the plant has a significant increase with the final ability of 9.09% on the criteria begin to develop, 45.45% on the criteria developed as expected, and 45.45% on the criteria developed very well. The second indicator that is to distinguish the parts of the plant gets an improvement with the final ability of 18.18% on the criteria begin to develop, 45.45% on the criteria devolved as expected and 36.365 on the criteria develop very well. The third indicator of ability to look after the plants has increased with the final ability of 9.09% on the criteria begin to develop, 54.54% on the criteria developed as expected and 36.36% on the criteria develop very well. The fourth indicator of planting activities also increases with the final ability of 9.09% on the criteria developed as expected and 72.72% on the criteria developed very well. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak melalui kegiatan bercocok tanam di BAMBIM Al-Abror kecamatan mangkubumi Kota Tasikmalaya. Kecerdasan naturalis dapat ditingkatkan dengan berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan alam, seperti kegiatan bercocok tanam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian  ini adalah anak di BAMBIM Al-Abror sebanyak 11 orang anak, dengan jumlah 7 orang anak perempuan dan 4 orang anak laki-laki. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus. Hasil Penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kecerdasan naturalis anak di BAMBIM Al-Abror dengan menggunakan kegiatan bercocok tanam, hasil akhir kecerdasan naturalis anak di BAMBIM Al-Abror sebesar indikator pertama menunjukan kesenangan terhadap tanaman mengalami peningkatan yang signifikan dengan kemampuan akhir sebesar 9,09% pada kriteria Mulai berkembang, 45,45% pada kroteria berkembang sesuai harapan, dan 45,45% pada kriteria berkembang sangat baik. Indikator kedua membedakan bagian-bagian tanaman menalami peningkatan  dengan kemampuan akhir sebesar 18,18% pada kriteria mulai berkembang, 45,45% pada kriteria berkembang sesuai harapan dan 36,365 pada kriteria berkembang sangat baik. Indikator ketiga kemampuan merawat tanaman mengalami peningkatan dengan kemampuan akhir sebesar 9,09% pada kriteria mulai berkembang, 54,54% pada kriteria berkembang sesuai harapan dan 36,36% pada kriteria berkembang sangat baik. Pada indikator keempat melakukan kegiatan menanam juga mengalami peningkatan dengan kemampuan akhir sebesar 9,09% pada kriteria berkembang sesuai harapan dan 72,72% pada kriteria berkembang sangat baik.
PERAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK USIA DINI Wardhani, Dina Kusuma
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.084 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9355

Abstract

Introducing and teaching math to early childhood are suggested to be able to understand the child's development area because it can be applied the appropriate concepts and constraints in accordance with the child’s ability so that the child’s feel comfortable with the material conveyed. If child’s development can be understood then the correct mathematical concepts it can be given to the child’s, avoid mathematical fears, help the child’s learn mathematics naturally through playing activity. Math games are given gradually; start with counting objects, experiences of concrete events experienced through observation of the natural surroundings, knowledge and skills in the game of mathematics. It can be given gradually according to the level of difficulty, for example from concrete to abstract, easy to difficult and simple to complex. The mathematical game will work if children are given the opportunity to participate and be stimulated to solve their own problems. Ketika berniat mengenalkan dan mengajarkan matematika kepada anak usia dini disarankan untuk dapat memahami area perkembangan anak karena melalui pijakan tersebut kita dapat menerapkan konsep dan batasan yang tepat sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak merasa nyaman dan tidak bingung dengan materi yang kita sampaikan. Bila kita dapat memahami area perkembangan anak maka kita dapat memberikan materi kepada anak-anak berdasarkan konsep matematika yang benar, menghindari ketakutan matematika sejak awal,  membantu anak belajar matematika secara alami melalui kegiatan bermain, Permainan matematika diberikan secara bertahap diawali dengan menghitung benda-benda atau pengalaman peristiwa kongkrit yang dialami melalui pengamatan terhadap alam sekitar, pengetahuan dan keterampilan pada permainan matematika diberikan secara bertahap menurut tingkat kesukarannya, misalnya dari konkret ke abstrak, mudah ke sukar  dan dari sederhana ke yang lebih kompleks. Permainan matematika akan berhasil jika anak-anak diberi kesempatan berpartisipasi dan dirangsang untuk menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri.
KEMAMPUAN ANAK USIA DINI MENGELOLA EMOSI DIRI PADA KELOMPOK B DI TK PERTIWI DWP KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA Mulyana, Edi Hendri; Gandana, Gilar; Muslim, Muhammad Zamzam Nurul
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.548 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9361

Abstract

Early childhood ability in managing self-emotion is part of the maturation of the child’s emotional development during the transition from pre-operation to a period of concrete operations. Early childhood abilities in managing their own emotions can be seen from the dimensions of children's capabilities in harnessing their emotions positively, emotion-managing ability in accordance with the situation and condition of themselves, and self-defense capability of the child itself in various forms of children's self issue positions properly. This research was conducted in Pertiwi kindergarten DWP Tawang Subdistrict, Tasikmalaya City that aimed to describe the ability of early childhood in managing self-emotions. The subjects in this study were 18 students from Group B1 that consist of 8 boys and 10 girls. This research used a quantitative approach with descriptive research method. Data collection techniques used in this research are observation, documentation, and field notes. The instrument used in this study are observation sheet and fieldnotes. The data collected was then processed as provided in attachment 1, attachment 2, attachment 3 and attachment 4.The results of the research that has been done in Groups B1 TK Pertiwi DWP Tawang Subdistrict, Tasikmalaya City related early childhood ability in managing self-emotions can be summed up as follows: the majority of early childhood group B1 in Pertiwi kindergartenDWP in terms of early childhood ability in managing self-emotions are on the level of achievement of development judged as DAE (developed as expected). Kemampuan anak usia dini mengelola emosi diri merupakan bagian dari pematangan perkembangan emosi anak dimasa peralihan dari pra operasional memasuki masa operasional konkrit. Kemampuan anak usia dini dalam mengelola emosi dirinya sendiri dapat dilihat dari dimensi kemampuan anak dalam memanfaatkan emosi diri secara positif, kemampuan mengatur emosi sesuai dengan situasi dan kondisi diri, dan kemampuan pertahanan diri anak itu sendiri dalam berbagai bentuk posisi persoalan diri anak secara wajar. Penelitian ini dilakukan di TK Pertiwi DWP Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan anak usia dini mengelola emosi diri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelompok B1 yang berjumlah 10 anak terdiri dari 8 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar obsevasi dan catatan lapangan. Dari data yang yang terkumpul kemudian diolah seperti yang tertera dalam lampiran 1, lampiran 2, lampiran 3, dan lampiran 4. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Kelompok B1 TK Pertiwi DWP Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya terkait kemampuan anak usia dini mengelola emosi diri, maka peneliti ini dapat disimpulkan sebagai berikut: mayoritas anak usia dini pada Kelompok B1 di TK Pertiwi DWP dalam hal kemampuan anak usia dini mengelola emosi diri berada pada tingkat pencapaian perkembangan dinilai BSH (Berkembang Sesuai Harapan).
KONTRIBUSI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA PENGASUH PAUD DI KABUPATEN CIAMIS Nugraha, Dadan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.008 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9356

Abstract

This study is conducted based on observations of caretaker of early childhood education. Caretaker sometimes play a role as a teacher or as a companion, in fact they are not included as teachers or companions. The reason of it because there is no want who wants to become early childhood education teache or just because of their high motivation, but in terms of competence they are still lacking, so it could have an effect on its performance asearly childhood teacher. This study is analyzed the description of pedagogic competence, achievement motivation, and caretaker of early childhood performance and simultaneous of caretaker of early childhood performance. To find out the contribution of pedagogic competence, achievement motivation, and caretaker of early childhood, correlation study with survey method, data is collectted using test and structured observation. The results showed that pedagogic competence contribute positively significant to the performance of caretaker of early childhood education, achievement motivation contribute to the performance ofcaretaker of early childhood, and pedagogic competence and achievement motivation simultaneously have significant positive correlation to the performance of caretaker of early childhood education. This research recommended for caretaker of early childhood education to improve their ability in parenting continually and improving their motivation and competence by attending seminar and training and continuing tehir education.  Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan pada pengasuh PAUD. Pengasuh terkadang berperan rangkap sebagai guru atau sebagai pendamping, padahal secara akademik mereka tidak termasuk sebagai guru atau pendamping. Alasan mereka melakukan hal itu bisa saja dilatar belakangi karena tidak adanya orang yang mau menjadi pendidik PAUD atau hanya karena motivasi mereka yang tinggi, padahal dari segi kompetensi mereka masih kurang, sehingga bisa saja berpengaruh terhadap kinerjanya sebagai pendidik PAUD. Penelitian ini menganalisis gambaran kompetensi pedagogik, motivasi berprestasi, dan kinerja pengasuh PAUD serta besaran kontribusi kompetensi pedagogik, motivasi berprestasi, dan kompetensi pedagogik dan motivasi berprestasi (simultan) terhadap kinerja pengasuh PAUD. Untuk mengetahui kontribusi kompetensi pedagogik, motivasi berprestasi, dan kinerja pengasuh PAUD dilakukan penelitian studi korelasional dengan metode survai, pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk mengumpulkan data tentang kompetensi pedagogik dan angket untuk mengumpulkan data tentang motivasi berprestasi dan kinerja pengasuh PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berkontribusi positif signifikan terhadap kinerja pengasuh PAUD, motivasi berprestasi berkontribusi terhadap kinerja pengasuh PAUD, dan kompetensi pedagogik dan motivasi berprestasi secara bersama-sama (simultan) berkorelasi positif signifikan terhadap kinerja pengasuh PAUD. Penelitian ini merekomendasikan pengasuh PAUD untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam bidang pengasuhan dan diharapkan melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelatihan atau seminar yang dapat meningkatkan kompetensi dan motivasinya.
PROFIL MAHASISWA DALAM PROSES STUDI DI UPI KAMPUS TASIKMALAYA Rusmana, Nandang; Rahman, Taopik; Lestari, Tri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.264 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9364

Abstract

This research is based on the academic problem which is the students’ obstacle or difficulty in planning, implementing and maximizing the learning development. By taking the case in UPI Campus Tasikmalaya, there are some academic problems faced by the students. In this study the samples taken are students from level two, three and four majoring in PGSD and PGPAUD with total of 210 students. This research uses descriptive research method with reference to the following steps: (1) conducting a pre-emptive survey to reveal empirical data about the number of students experiencing non-success in learning; (2) conducting documentation and survey studies to obtain biographical data, activities outside the lecture, attitudes, studying habits and learning skills; (3) conducting quantitative analysis of the data to obtain a description of the relationships and differences among the variables studied; (4) formulatingthe strategies oflearning guidance for students who are unsuccessful in learning based on biographicaldata, activities outside the lecture, attitudes, studying habit and learning skill. The results obtained from the data profiles of students in the study process are210 students as much as 59% or 125 successful and as many as 66 students or 31% has not been successful. Based on data on average learning skill enough. As well as data on attitudes and study habits on average is enough. Form of guidance for students who have not been successful in the form of academic, personal or career guidance. Working closely with the student's Academic Advisor. Penelitian ini didadasarkan pada problema akademik yang merupakan hambatan atau kesulitan yang diperoleh para mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan dan memaksimalkan pengembangan belajarnya. Dengan mengambil kasus pada UPI Kampus Tasikmalaya beberapa problema akademik yang dihadapi para mahasiswa. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah mahasiswa tingkat dua, tiga dan empat jurusan PGSD dan PGPAUD yang totalnya berjumlah 210 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan mengacu kepada langkah-langkah sebagai berikut : (1) melakukann survey pendahuluaan untuk mengungkap data empirik tentang besarnya jumlah mahasiswa yang mengalami ketidakberhasilan dalam belajar; (2) melakukan studi dokumentasi dan survey untuk mendapatkan data biografis, aktivitas di luar kuliah, sikap dan kebiasaan belajar dan keterampilan belajar; (3) melakukan analisis kuantitatif terhadap data yang diperoleh untuk mendapatkan deskripsi tentang tata hubungan dan perbedaan di antara variabel yang diteliti; (4) merumuskan strategi bimbingan belajar bagi mahasiswa yang mengalami ketidakberhasilan dalam belajarnya berdasrkan data, biografis, aktivitas di luar kuliah, sikap dan kebiasaan belajar dan keterampilan belajar. Diperoleh hasil berupa data profil mahasiswa dalam proses studi, yaitu dari 210 mahasiswa sebanyak 59% atau 125 berhasil dan sebanyak 66 mahasiswa atau 31% belum berhasil. Berdasarkan data tentang keterampilan belajar rata-rata cukup. Serta data tentang sikap dan kebiasaan belajar rata-rata cukup. Bentuk bimbingan untuk mahasiwa yang belum berhasil berupa bimbingan akademik, sosial pribadi atau karir. Bekerja sama dengan Pembimbing Akademik mahasiswa.
PERMAINAN TRADISIONAL KAULINAN BARUDAK UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP EMPATI DAN POLA GERAK DASAR ANAK USIA DINI Nur, Lutfi; Halimah, Momoh; Nurzaman, Istikhoroh
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.655 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9357

Abstract

This research is based on the facts in the field regarding the process of achieving early childhood education that is not optimal. Eeducational attainment is about to manage sel emotion of early childhood. The traditional games "kaulinan barudak" are one of the learning process approaches could be expected to provide positive stimulation toward developmental aspect of children’s potential. This study is conducted to determine the contribution of traditional games "kaulinan barudak" to the development of self emotion manage of children aged 5-6 years. This study uses quasi-experimental method with Pretest and Posttest control group design. Data is collected using structured observation, notes, and documentation. The results of this study are 1) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”positive significant”; 2) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years of conventional game in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”no siginificant positive effect”; 3) the ability of self emotion manage of children aged 5-6 years in kindergarten Artanita Tasikmalaya entered into category”Different effect of traditional game “kaulinan barudak” from the conventional game”. The traditional game of “kaulinan barudak” gives a more significant positive effect than the conventional game. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta-fakta di lapangan mengenai kondisi proses pencapaian pendidikan anak usia dini yang belum optimal. Proses pencapaian pendidikan yang dimaksud adalah sikap empati dan pola gerak dasar anak usia dini. Permainan tradisional “kaulinan barudak” merupakan salah satu pendekatan proses belajar yang diduga dapat memberikan stimulasi positif terhadap aspek perkembangan potensi anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi permainan tradisional “kaulinan barudak” terhadap pengembangan sikap empati dan pola gerak dasar anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Pretest-Posttest control group design. Subjek siswa yang akan dilibatkan adalah anak usia dini di TK Perwari dan RA Istiqomah , dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 orang sesuai jumlah di TK Perwari dan RA Istiqomah. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan  observasi terstruktur, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini 1) profil kemampuan bersikap empati dan pola gerak dasar anak usia 5-6 tahun di TK Perwari Kota Tasikmalaya dan RA Istiqomah Kota Tasikmalaya masuk ke dalam kategori “Muncul”, 2) program kegiatan pembelajaran  meningkat, 3) program kegiatan pembelajaran dengan permainan konvensional menunjukan cukup baik, 4) kemampuan pola gerak dasar pada kelompok eksperimen meningkat.; 5) profil sikap empati dan pola gerak dasar setelah melalui penerapan permainan konvensional meningkat, 6) terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap empati dan pola gerak dasar di kelompok kontrol dan eksperimen. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10