cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019" : 57 Documents clear
KETERLIBATAN SISWA DALAM KELAS BAHASA INGGRIS MELALUI PENGAJARAN KREATIF Anton Setiawan; Ahmad Munir; Suhartono Suhartono
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.332 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1143

Abstract

Penelitian ini berdasar pada fenomena yang dibuktikan dengan studi awal melalui kuesioner terhadap siswa di 5 sekolah di Surabaya Barat dan Utara yang menunjukkan bahwa kurangnya minat dan keterlibatan perilaku siswa kota Surabaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Sebanyak 64% siswa menganggap pelajaran agama lebih penting daripada bahasa Inggris. Selain itu 54% siswa menganggap bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sulit karena banyak kosakata yang tidak mereka ketahui. Ironisnya, mereka tidak didukung oleh peran serta orang tua tentang pentingnya bahasa Inggris. Sebanyak 88% tidak mengikuti pelajaran tambahan bahasa Inggris di luar sekolah. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif untuk mengetahui bagaimana keterlibatan perilaku siswa pada saat guru mengajar dengan metode mengajar kreatif. Subyek dari penelitian ini adalah 40 siswa dari 1 sekolah di Surabaya. Pengamatan dan rekaman video digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil yang signifikan dari penelitian ini adalah 90% siswa terlibat aktif, 5% siswa terlibat pasif dan 5% siswa tidak terlibat dalam pengajaran kreatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa minat dan keterlibatan perilaku siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat ditingkatkan dengan melalui mengajar kreatif.
PARAPHRASING TECHNIQUES USED BY ENGLISH POST GRADUATE STUDENTS Euis Fauziah Ramadhani; Slamet Setiawan; Ahmad Munir
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.457 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1160

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekhnik paraphrase yang diterapkan oleh mahasiswa pascasarjana untuk menghindari plagiasi. Penelitian ini dilakukan secara qualitatif dengan meneliti 10 thesis proposal mahasiswa pascasarjana disebuah universitas negeri di JawaTimur yang memiliki hasil plagiasi dibawah 20%. Data-data penelitian ini berasal dari thesis proposal mereka beserta sumber teorinya. Hasil menunjukkan bahwa plagiasi juga dapat ditemukan dalam tulisan mahasiswa pascasarjana, namun hanya dalam jumlah presentase yang sedikit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa plagiasi pada tulisan mereka akan terdeteksi plagiasi apabila mereka hanya menerapkan 1 atau 2 tekhnik paraphrase saja. Misalnya, hanya mengganti beberapa kata (changing word choice) atau hanya mengganti part of speech dari beberapa kata dalam kalimat. Sedangkan, ada dua cara yang paling sering muncul dan efektif sebagai tekhnik paraphrase yang digunakan mahasiswa pascasarjana untuk menghindari plagiasi dalam mem-paraphrase teori atau hasil penelitian dalam tulisan mereka; yang pertama adalah mengkombinasi beberapa tekhnik (lebih dari 2 tekhnik) seperti mengubah struktur ide pokok sumber, mengubah struktur kalimat sumber, mengambil ide pokok sumber; yang kedua adalah selalu menambahkan ide atau dasar fikiran mereka dalam mem-paraphrase.
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PENGELOLAAN MICROTEACHING DENGAN SIKLUS PENETAPAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN (PPEPP) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR CALON GURU INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN Armansyah Lubis; Hanafi .; Rabiyatul Adawiyah Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.499 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa IPTS dalam mengaplikasikan keterampilan mengajar mengadakan variasi dalam kegiatan PPL. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PPL NPM 2015 tahun ajaran 2018/2019, sedangkan yang menjadi sampel penelitian berjumlah 103 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa gambaran mahasiswa PPL mengaplikasikan keterampilan mengajar mengadakan variasi secara keseluruhan diperoleh nilai persentase 8,10% kategori kurang. Kemampuan untuk variasi suara dengn persentase 43%, pemusatan/perhatian dengan persentase 34%, pemberian waktu atau kesenyapan dengan persentase 39%, mengadakan kontak pandang dengan persentase 26%, pada indikator gerakan badan/ mimik wajah dengan persentase 34% dan perubahan posisi dengan persentase 26%. Berdasarkan Hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa
PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGANOLIMPIADE SAINS INFORMATIKA PADA MATERI PEMROGRAMAN DENGAN MODEL PENGEMBANGAN DICK & CAREY Lely Andayati; Suryaman .; Yoso Wiyarno
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.577 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1164

Abstract

Kompetisi Olimpiade Sains bidang Informatika merupakan ajang bergensi yang menjadi agenda tahunan setiap sekolah tingkat atas atau SMA. Sejak hadirnya kompetisi ini, Kementrian Pendidikan sudah mempersiapkan materi sebagai bekal pelatihan dengan hadirnya mata pelajaran TIK pada tahun 2004. Materi Olimpiade Sains Informatika yang memuat pemrograman komputer sangat sesuai dengan mata pelajaran TIK. Selama mata pelajaran TIK di terapkan di sekolah, guru pembimbing Olimpiade Sains Informatika dapat memberikan bimbingan dan memilih calon peserta kompetisi. Selama ini materi bahasa pemrograman pada mata pelajaran TIK sangat sedikit dibandingkan tingkat materi pada soal Olipiade Sains Informatika. Itulah sebabnya peserta Olimpiade Sains Informatika yang lolos ke tingkat nasional hanya di dominasi daerah-daerah tertentu saja atau belum rata seperti Olimpiade Sains bidang lain seperti Matematika, Biologi dan sebagainya. Harapan penulis modul bimbingan Olimpiade Sains Informatika ini dapat membangkitkan minat peserta didik untuk mengikuti seleksi Olimpiade Sains Informatika. Penulis yakin, setiap pelajar di Indonesia memiliki minat besar pada pemrograman terutama dengan hadirnya perangkat Smartphone dengan aplikasi baru yang sudah banyak berkembang. Produk pengembangan modul bimbingan Olimpiade Sains Informatika ini dapat menjadi pengetahuan dasar sebelum kompetisi atau memperdalam ilmu bahasa pemrograman
CODE-SWITCHING IN ENGLISH CLASSROOM INTERACTION IN A JUNIOR HIGH SCHOOL Ainy Mauliddiyah; Ahmad Munir; Ali Mustofa
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.311 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1167

Abstract

Abstract Code switching is not only encountered in social contexts, but we can also find it in the context of English classroom interaction. Therefore this study aims to observe code-switching that occurred in good English class interactions. That has been done by the students or by a teacher. This research was conducted to find out what factors that triggers the occurrence of code switching in English classroom interactions at the junior high school. The data in this study were analyzed qualitatively and through several stages, namely: such as (1) transcription of data, (2) classification of data, (3) analysis of data for the use of code that occurred in English class interactions and (4) data interpretation. Based on the results of data analysis, the results of this study indicated that the factors that trigger the occurrence of code-switching in English classroom interactions, the first factor was do not know words or sentences in English, the second factor was to avoid misunderstandings, the third was add emphasis factor on a sentence by repeating words, the fourth was a trigger factor for the participation of others (friends, other students, or teachers) Keywords: Code-Switching, Interaction in the Class, Data Transcription, Triggering Factors for Code-Switching
TEACHERS’ PRACTICESOF INTEGRATED PRONUNCIATION INSTRUCTION INJUNIOR HIGH SCHOOL Siska Hidayatin Nikmah; Slamet Setiawan; Ahmad Munir
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.271 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1168

Abstract

Penelitian ini dilakukan dilatarbelakangi oleh kurangnya penelitian-penelitian yang berfokus pada praktek pengajaran pengucapan Bahasa Inggris khususnya di sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktek-praktek pengajaran pengucapan Bahasa Inggris khususnya di level sekolah menengah pertama yang selama ini telah dilakukan oleh guru Bahasa Inggris di Indonesia. Selanjutnya, berangkat dari hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini, praktek-praktek tersebut dapat dikaji lebih dalam pada penelitian-penelitian selanjutnya maupun kebijakan pemerintah untuk pengembangan kualitas dan profesionalitas pengajaran pengucapan Bahasa Inggris khususnya pada level sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan pengalaman dan praktek dalam mengajarkan materi pengucapan Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah empat guru Bahasa Inggris yang mengajar di sekolah-sekolah menengah pertama di Surabaya dan Mojokerto. Hasil penelitian menggambarkan telah adanya kesadaran pentingnya dalam menyisipkan pengajaran pengucapan dalam setiap materi Bahasa Inggris yang diajarkan, pendekatan pengajaran yang sering dilakukan oleh para pengajar meliputi pengajaran pengucapan bersamaan dengan penegenalan kosa kata baru dan mengikutsertakan murid untuksenantiasa menunjukkan pemerolehan pengajaran pengucapan dengan role play, berpidato atau membuat proyek video.
VALIDITAS BAHAN AJAR FISIKA SISWA SMA/MA BERBASIS CONCEPTUAL CHANGE Febriani Hastini Nasution; Dedes Asriani Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.706 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1169

Abstract

This article was contained about analyzing the validity of students’ teaching module based on conceptual change. Students’ teaching module based on conceptual change was the module which is arranged based on the indicator of conceptual change, they are elicit and confirm current ideas, exposure to conflicting evidence, construct new explanation, apply and evaluate new explanation, and the last is review change in ideas and explanations. This module was validated by three validators. There were four components which was validated, they were about content validity which is consist of the components of module and the appropriateness of module’s contents, construct validity, language validity, and the suitability with the learning used conceptual change. Based on analysis data obtained: The average value of validity of students’ teaching module by three validators was 91.11 was in very valid category. Furthermore, the value of each components were 94.90 in content validity, 90.97 in construct validity, 86.90 in language validity, and 91.67 in the suitability with the learning used conceptual change. Four of the components were in very valid category.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR QAWAID ( Studi Kasus: SMP Unggulan NU Mojoagung Jombang ) Rina dian Rahmawati; Amrini Shofiyani
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.217 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1184

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan karena rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa arab, yang disebabkan oleh kurangnya minat siswa dalam pembelajaran bahasa arab khususnya pembelajaran tarakib, dan juga rendahnya kemampuan siswa didalam memahami pelajaran tersebut. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII Smp Unggulan NU Mojoagung, maka diterapkan model pembelajaran Peta Konsep. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2019. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 35 siswa. Hasil yang diperoleh adalah melalui hasil tes siswa yang diambilkan dari hasil pra siklus, siklus I dan siklus II. Rata rata hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 66,74 dengan kategori Cukup. Sedangkan pada siklus II rata rata siswa meningkat menjadi 76,28 dengan kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII Smp Unggulan NU Mojoagung.
DINAMIKA BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PENDEKATAN METAKOGNITIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN HIGH ORDER THINKING SKILLS Itgo Hatchi; Dwi Aninditya Siregar; Lia Purnama Sari; Suryadi Fajri
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.68 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika budaya sekolah di MAN 2 Padangsidimpuan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MAN 2 Padangsidimpuan, sedangkan untuk sampelnya adalah siswa kelas XI MIA 2. Hasil analisis data setelah penelitian didapatkan data observasi bahwa siswa di MAN 2 Padangsidimpuan memiliki dua kompetensi budaya sikap yaitu budaya spiritual dan budaya sosial. Pada kriteria budaya spiritual ini ada sepuluh aspek budaya sikap yang diamati. Didapatkah bahwa sembilan dari sepuluh budaya spiritual telah dimiliki oleh siswa MAN 2 Padangsidimpuan. Aspek yang tidak dimiliki yaitu menghargai perbedaan agama karena seluruh siswa di MAN 2 Padangsidimpuan beragama Islam. Untuk budaya sosial ada 4 aspek yang diamati dengan masing-masing kriterianya. Ternyata kriteria yang belum dimiliki oleh siswa MAN 2 Padangsidimpuan yaitu pada aspek nasinalisme rela berkorban. Jadi, secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa MAN 2 Padangsidimpuan telah memiliki dinamiki budaya sekolah yang bagus.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Project Based Learning (PjBL) yang Praktis Bagi Mahasiswa Calon Guru Fisika Lia Purnama Sari; Itgo Hatchi; Dwi Aninditya Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.811 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1188

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development. Research and development adalah metode penelitian yang dipakai dalam menghasilkan produk tertentu dan menguji kepraktisan dan keefektifan produk. Penelitian ini bertujuan dalam mengembangkan modul ajar berbasis project based learning (PjBL) yang praktis. Subjek penelitian yang digunakan adalah modul ajar berbasis PjBL. Dosen dan mahasiswa program studi pendidikan fisika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan merupakan responden dalam penelitian pengembangan modul ajar berbasis PjBL ini. Responden akan mengisi angket praktikalitas untuk mengetahui kepraktisan dari modul ajar yang dikembangkan. Berdasarkan penelitian pengembangan dan uji coba yang telah dilaksanakan dengan menggunakan modul ajar berbasis PjBL bagi mahasiswa calon guru fisika dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul ajar yang dikategorikan pada modul ajar valid dan praktis. Kepraktisan dari modul ajar ini dilihat dari respon dosen dan mahasiswa yang menggunakannya dengan penilaian praktis.

Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue