cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
STUDI JENIS-JENIS CAPUNG DI KAWASAN GUNUNG NANGGARJATI HUTAPADANG KABUPATEN TAPANULI SELATAN Perima Simbolon
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.206 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis capung yang terdapat di kawasan Gunung Nanggarjati Hutapadang Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan eksploratif. Pengumpulan data dilakukan di lapangan dan laboratorium. Data lapangan berupa pengamatan langsung pada lokasi atau jalur yang sudah ditetapkan. Data laboratorium berupa identifikasi dan koleksi jenis-jenis capung yang didapatkan di lapangan. Pengambilan sampel dilakukan pada pukul 08.00-12.00 WIB dan pukul 14.00-17.00 WIB. Hasil penelitiannya diperoleh jenis-jenis capung yang didapatkan di Kawasan Gunung Nanggarjati Hutapadang sebanyak 6 jenis yaitu Orthetrum sabina, Orthetrum testaceum, Pantala flavescens, Neurothemis ramburii, Agriocnemis pigmaea, dan Pseudagrion microcepahlum. Jenis ini berasal dari 2 sub ordo dan 2 famili yaitu sub ordo anisoptera dari famili libellulidae dan sub ordo zygoptera dari famili coenagrionidae.
Interaksi Pembelajaran Berdasarkan Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Sukriadi Hasibuan
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.6 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.795

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini untuk interaksi antara faktor pembelajaran dan kemampuan awal siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas V SD Negeri 200201 Kota Padangsidimpuan semester dua dengan jumlah sampelnya sebanyak 50 siswa yang terbagi kedalam kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan rancangan penelitian menggunakan Pretes-Postes Control Group Design. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat diketahui bahwa F pada faktor pembelajaran yang berhubungan dengan kategori kelompok siswa sebesar 3.96 dengan nilai signifikansi sebesar 0.026 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, sehingga H0 diterima. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Secara teoritis interaksi terjadi karena dipengaruhi oleh kemampuan awal dan pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengeksplorasi kemampuan matematik.
MEMBANGUN KARAKTER SISWA PADA TINGKAT SMP Sahrudin Pohan
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.118 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.799

Abstract

Masalah karakter siswa termasuk ditingkat SMP sering menjadi bahan pembicaraan termasuk di masyarakat sekolah itu sendiri. Munculnya pembicaraan ini seiring dengan munculnya perilaku-perilaku siswa yang kurang mencerminkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan sebagai pandangan hidup bangsa. Karakter siswa dimaksud yaitu karakter tentang kejujuran sebagai pengejawantahan dari unsur ketuhanan, suka menolong dan belaskasihan kepada sema sebagai pengejawantahan dari unsur kemanusiaan, kerukunan sebagai pengejawantahan dari unssur persatuan, bergotong-royong dan tengang rasa sebagai pengejawantahan dari unsur karakyatan dan sosial sebagai pengejawantahan dari unsur keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter siswa tentang unsur-unsur sila Pancasila dalam kehidupan mereka di sekolah dan upaya membangun karakter siswa yang sesuai dengan cerminan nilai-nilai sila Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Indikator penelitian ini adalah pengejawantahan dari unsur-unsur Pancasila. Hasil penelitian secara keseluruhan karakter siswa belum sepenuhnya sesuai dengan cerminan nilai-nilai yang terkandung dalam unsur-unsur Pancasila.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI RECIPROCAL TEACHING DAN STRATEGI EKSPOSITORI PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI DI KELAS VIII SMP SWASTA TUNAS HARAPAN SAYURMATINGGI T.P. 2011/2012 Mutiara Siagian
Jurnal Education and Development Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.611 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i1.800

Abstract

The result of preliminary study in eighth grade of SMP Swasta Tunas Harapan Sayurmatinggi shows that lack of using instructional variations causes student’s low achievement in solving physics problem in physics class. Based on that observation, this research is conducted to see the difference of student’s achievement in physics problem solving taught by using reciprocal teaching strategy and expository strategy. Quasi experiment is applied in this research. Population of this research is all students of eighth grade in SMP Swata Tunas Harapan. The sample is taken through cluster random sampling by taking 2 classes as sample; they are VIIIA as experimental class A and VIIIB as experimental class B. Each class consists of 30 students. The instrument used is achievement test of student’s physics problem solving which consists of 5 essay questions. The result of t-test shows that there is the difference between students’ achievement in physics problem solving taught by using reciprocal teaching strategy and expository strategy. The difference is that students’ achievement in physics problem solving taught by using reciprocal teaching strategy is higher than those taught by using expository strategy. Therefore, it can be concluded that there is the difference between between student’s achivivement in physics problem solving taught by using reciprocal teaching strategy and expository strategy in the topics of work and energy in eighth grade of SMP Swata Tunas Harapan Sayurmatinggi academic year 2011/2012.
THE DIFFICULTIES OF STUDENTS TO WRITE NARRATIVE TEXT AT THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 LOLOWAU M. Yunus Laia
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.561 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.803

Abstract

The objective of this research is to expalain the kinds and the reasons of difficulties in writing narrative text which was devided into grammar,vocabulary,speeling, handwriting, punctuation and layout done by the eighth grade students of SMP Negeri 1 Lolowau especially in writing narrative text. In doing this study, the writer used descriptive analysis of qualitative research design. Additionally, in collecting the data document and interview were used. English teacher and students were interviewed to get additional information about the background of students’ knowledge in writing narrative text, and test was given to the students to know the difficulties they made. Furthermore, the participants of the test were 20 of the eighth grade students of SMP Negeri 1 Lolowau. Both result of interview and test were analyzed to get a comprehensive conclusion. The finding shows that most of students got difficulties in writing narrative text. The classification of difficulties which has been done by the students is grammar, vocabulary, speeling, punctuation and layout and layout except, in handwriting. The result of interview shows that the reasons of difficulties during writing narrative text faced by students were students have not enough knowledge about English structure, lack of vocabulary, students are not interested in learning English or students lack of motivation,the first language influences the learners’ concept about English pattern and the way of reading and writing are different. Knowing the diffuculties and causes of them, it is suggested to English teacher at this school to overcome the difficulties of students to write narrative text.
IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT THROUGH LANGUAGE EXPERIENCE APPROACH AT THE EIGHTGRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 LOLOMATUA M. Yunus Laia
Jurnal Education and Development Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.658 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i3.804

Abstract

This researchaimed to improve the Student’s ability in writing descriptive text through Language Experience Approach (LEA). This research was designed by using Classroom Action Research (CAR) which was done in two cycles. Incollecting the data, observation paper and test were usedas the research instruments. Based on the data analysis,showed that the result of the observation paper of researcher’s activities in meeting I was 68,75 % while meeting II was 81,25% and cycle II in the first meeting was 87,5% while in the second meeting was 93,75%. While the result of students’ observation paper of students activities in cycle I in meeting I was 78,9% while in second meeting was 79,1% and cycle II in the meeting I was 83,2% while in the meeting II was 87,6%. The students’ test result in cycle Iwas 59,5%while in cycle II was 75,46%.Based on the research findings, in implementing Language Experience Approach (LEA) in teaching writing more interesting, effective and efissien in learning English especially in descriptive text. The researcher suggested that the teacher isexpected to teach writing descriptive text through application of Language Experience Approach (LEA) because through this approach, the students’ ability in writing decriptive text can be improved.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERI POKOK KOLOID Emmi Juwita Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.16 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Example Non Example terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi pokok koloid di kelas XI SMA Negeri 6 Padangsidimpuan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 – Januari 2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 6 Padangsidimpuan. sebanyak 6 kelas yang berjumlah 173 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling, maka terpilih kelas XI sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh nilai rata-rata penggunaan model Example Non Example mencapai 91,67 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Hasil belajar siswa sebelum (pre-test) menggunakan model pembelajaran Example Non Example mencapai nilai rata-rata 42,83 yang termasuk dalam kategori “Gagal”, sedangkan hasil belajar siswa setelah (post-test) menggunakan model pembelajaran Example Non Example mencapai nilai rata-rata sebesar 86,95 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Selanjutnya adalah analisis statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji “t-test”. Hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai thitung 17.53 dan ttabel pada tingkat kesalahan 5% dengan derajat kebebasan = 1,70 maka thitung lebih besar dari ttabel (17,53 > 1,70). Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima atau disetujui kebenarannya. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh model pembelajaran Example Non Example terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi pokok koloid di kelas XI SMA Negeri 6 Padangsidimpuan.
MODIFIKASI KONSENTRASI NITROGEN PADA MEDIUM MS (MURASHIGE SKOOG) TERHADAP PEMBENTUKAN KANTONG Nepenthes ampullaria Jack SECARA IN VITRO Dwi Aninditya Siregar
Jurnal Education and Development Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.74 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i1.809

Abstract

Penelitian mengenai Modifikasi Konsentrasi Nitrogen pada medium MS (Murashinge-Skoog) Terhadap Pembentukan Tunas Nepenthes ampullaria Jack Secara In Vitro. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Sebagai perlakuan adalah (A) Konsentrasi Nitrogen Penuh, Konsentrasi nitrogen 1/2 (B), Konsentrasi Nitrogen 1/4 (C), Konsentrasi Nitrogen 1/8 (D) dan Tanpa Nitrogen (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan unsur nitrogen pada medium MS dapat memacu pertumbuhan tunas Nepenthes ampullaria Jack . Medium modifikasi nitrogen 1/8 merupakan medium terbaik untuk pertumbuhan tunas
PENGARUH PROSEDUR KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN NIAS SELATAN 2018 YOELI FAU
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.487 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.810

Abstract

Ruang lingkup penelitian ini adalah tentang Pengaruh Prosedur Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nias Selatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Prosedur Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nias Selatan.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan data Primer. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa Prosedur Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai secara individual, dimana setiap peningkatan Prosedur Kerja sebesar 1 satuan akan meningkatkan Kinerja Pegawai sebesar 98,9 persen.Demikian halnya dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 60,9% yang mengandung arti bahwa60,9% persen variabel Kinerja Pegawai mampu dijelaskan oleh variabel Prosedur Kerja. Kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk mendorong peningkatan Kinerja pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nias Selatan adalah hendaknya Pimpinan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nias Selatan sangat perlu memperhatikan Prosedur Kerja Pegawai, sebab Prosedur Kerjasangat berpengaruh terhadap Kinerja yangpada akhirnya dapat meningkatkan Kinerja pegawai
AKTIVITAS PENAMBANG EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN BATANG NATAL KABUPATEN MANDAILING NATAL (2004-2017) Deka Maita Sandi
Jurnal Education and Development Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.494 KB) | DOI: 10.37081/ed.v4i1.826

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal semenjak tahun 2004 sampai tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sejarah keberadaan tambang emas tanpa izin, faktor yang mendorong masyarakat menjadi penambang emas tanpa izin, dampak aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) terhadap tingkat kesejahteraan penambang dan kesulitan-kesulitan yang dialami para penambang emas tanpa izin di Kecamatan Batang Natal. Aktivitas penambangan emas di Kecamatan Batang Natal sejak dahulu sudah dilakukan masyarakat dengan cara tradisional menggunakan dulang kayu, namun semenjak tahun 2004, aktivitas tambang emas di daerah ini mulai menggunakan mesin. Kegiatan penambangan emas ini umumnya tidak memiliki izin dari instansi pemerintah pusat atau daerah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Faktor yang mendorong masyarakat di Kecamatan Batang Natal menjadi penambang emas tanpa izin dipicu motif ekonomi, sosial, dan hukum. Kegiatan penambang emas tanpa izin telah menimbulkan berbagai dampak positif maupun negatif terhadap kondisi sosial, ekonomi, hukum dan lingkungan. Selain itu, para penambang emas tanpa izin menghadapi berbagai kendala antara lain modal yang terbatas, kemampuan teknis penambangan yang rendah, minimnya pemahaman standar lingkungan, peralatan yang sederhana, gencarnya razia penertiban aktivitas tambang emas ilegal yang dilakukan pemerintah dan aparat keamanan yang menimbulkan kesulitan para penambang.

Page 22 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue