cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK ANGKAT DIKAITKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PENGANGKATAN ANAK. KLAUDIUS ILKAM HULU
Jurnal Education and Development Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1801.666 KB) | DOI: 10.37081/ed.v5i1.487

Abstract

Perlindungan anak merupakan usaha yang dilakukan untuk menciptakan kondisi agar setiap anak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya demi perkembangan dan pertumbuhan anak baik secara fisik, mental, sosial dan rohaniah. Perlindungan terhadap anak angkat dapat diartikan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kebebasan dan hak asasi anak (Fundamental Rights freedoms children) serta berbagai kepentingan yang berhubungan kesejahteraan anak. Pengangkatan anak atau adopsi merupakan salah satu jalan yang ditempuh bagi suatu keluarga yang belum dikaruniakan anak atau ingin menambah anggota dalam keluarga sebagai pelimpahan kasih sayang sekaligus mengikat kasih sayang orang tua sehingga dalam kenyataannya, pengangkatan anak merupakan realitas yang ada dan tumbuh di dalam masyarakat. Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana konsep pengangkatan anak dan bagaimana kebijakan pemerintah dalam upaya perlindungan anak angkat. Metode penelitian yang digunakan dengan melakukan studi pustaka (library research) yang jenis penelitiannya yuridis normatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan data sekunder berupa bahan hukum primer terdiri dari undang-undang dan peraturan pemerintah, bahan hukum sekunder terdiri dari penelitaian para ahli dan karya-karya ilmiah atau buku-buku yang berkaitan dengan pokok pembahasan dan bahan hukum tertier berupa kamus umum, kamus hukum dan ensiklopedia. Analisis data yang digunakan deskriptif analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa konsep pengangkatan anak dapat dilakukan melalui prosedur hukum yakni penetapan di pengadilan dan melalui adat kebiasaan setempat dan kebijakan pemerintah dalam upaya perlindungan hukum terhadap anak Pemerintah mempunyai peranan penting dalam melindungi hak hak anak tersebut, karena anak merupakan harta kekayaan bangsa dan negara yang menjadi generasi penerus bagi masa yang akan datang, sehingga pemerintah memberikan perlindungan terlihat dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan anak dan Peraturan pemerintah No. 54 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Anak. Pemerintah dapat memberikan pengawasan, konsultasi, konseling penyuluhan dan pendampingan dalam proses pengangkatan anak. Hal ini, dapat menjadi ilmu pengetahuan bagi masyarakat dalam melakukan pengangkatan anak serta menjadi pedoman bagi pemerintah untuk dapat melakukan pengawasan terhadap pengangkatan anak untuk lebih efektif dan efisien.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 ONOLALU TAHUN PELAJARAN 2014-2015 ASKARMAN LAIA
Jurnal Education and Development Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.105 KB) | DOI: 10.37081/ed.v3i3.497

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, keterampilan siswa menulis puisi di kelas VIII SMP negeri 3 Onolalu masih rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah pendekatan Saintifik dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelasVIII SMP Negeri 3 Onolalu dan (2) Untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan menulis puisidengan menggunakan pendekatan Saintifik siswa kelasVIII SMP Negeri 3 Onolalu Tahun Pembelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 3 Onolalu dengan jumlah siswa 21 orang, laki-laki 9 orang dan perempuan 12 orang. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah keterampilan kemampuan siswa dalam menulis puisi melalui pendekatan Saintifik. Proses dalam penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nontes dan tes. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, kemampuan siswa menulis puisi adanya peningkatan. Hal ini tampak pada siklus I dan II. Pada siklus I nilai rata-rata siswa 66,23 atau 33,33% dan pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 75,48 atau 90,47%.
Analisis Maksim Kebijaksanaan dan Maksim Permufakatan dalam Film Lua-Lua Mböwö Sebua Karya Ponti Gea ASKARMAN LAIA
Jurnal Education and Development Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.545 KB) | DOI: 10.37081/ed.v5i1.499

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan maksim kebijaksanan dalam film Lua-lua Mböwö Sebua karya Ponti Gea yang terdapat pada episode satu dan dua dan untuk mendeskripsikan maksim permufakatan dalam film Lua-lua Mböwö Sebua ciptaan Ponti Gea yang terdapat pada episode satu dan dua. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. yaitu, penelitian yang berbentuk etnografi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yaitu menyimak langsung tuturan pada saat kaset diputarkan dalam film Lua-lua Mböwö Sebua karya Ponti Gea episode satu dan dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis maksim kebijaksanaan dan maksim permufakatan dalam film Lua-lua Mböwö Sebua karya Ponti Gea pada episode satu dan dua di dalamnya terdapat tujuh percakapan yang mengandung maksim kebijaksanaan dan sembilan percakapan yang termasuk maksim permufakatan. Oleh karena itu, disarankan tidak hanya sekedar mengerti tuturan yang terdapat dalam film Lua-lua Mböwö Sebua karya Ponti Gea episode satu dan dua, akan tetapi mampu memahami dan mengklasifikasikannya dan saat melakukan penelitian analisis jenis film baiknya peneliti menggunakan komputer atau leptop ganda untuk memudahkan menganalisisnya.
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER DALAM NOVEL JOKOWI TUKANG KAYU HELNANIRMA SUSANTI FAU
Jurnal Education and Development Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.165 KB) | DOI: 10.37081/ed.v3i2.536

Abstract

Permasalahan yang terdapat dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso sangatlah kompleks. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain: masalah keluarga, sekolah, pekerjaan, keuangan dan pemerintahan. Permasalahan tersebut menyebabkan perubahan psikis dalam kehidupan kehidupan tokoh utama pada novel tersebut. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso (2) mengetahui relevansi novel Jokowi Si Tukang Kayu terhadap pembelajaran pendidikan karakter di SMA. Jenis penelitian tergolong penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data tersebut dengan kalimat-kalimat kualitatif. Subyek penelitian adalah novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso, sedangkan objeknya adalah nilai-niai pendidikan karakter dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso serta implikasinya dalam pembelajaran di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai-nilai karakter yang terkandung dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso ada 5 yaitu, nilai karakter kerja keras, mandiri, disiplin, jujur, tanggungjawab; (2) terdapat relevansi atau hubungan yang terkait antara nilai-nilai pendidikan karakter novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso terhadap pembelajaran pendidikan karakter di SMA. Jadi dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso terdapat nilai-nilai karakter yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran pendidikan karakter di SMA. Saran yang ditawarkan yaitu; (1) Hendaknya guru menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran. (2) hendakhnya penelitian ini menjadi bahan perbandingan kepada peneliti selanjutnya.
NILAI-NILAI MORAL PADA NOVEL “MISTERI GELAS KEMBAR” KARYA S.MARA HELNANIRMA SUSANTI FAU
Jurnal Education and Development Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1813.951 KB) | DOI: 10.37081/ed.v5i1.537

Abstract

Nilai moral merupakan nilai yang mengandung kebaikan dalam hal kesusilaan atau perilaku manusiawi yang memiliki dimensi yang tinggi dan mutlak diperlukan oleh setiap manusia untuk menjalankan kehidupannya sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, penggalian nilai-nilai moral dalam karya sastra perlu dilakukan mengingat penyampaian nilai-nilai moral dalam karya sastra tidak secara langsung. nilai-nilai moral dapat ditanamkan dalam kepribadi siswa agar mereka memiliki karakteristik yang berakhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel “Misteri Gelas Kembar” Karya S. Mara Gd. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penulisan kualitatif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan sumber-sumber tertulis dan membaca novel “Misteri Gelas Kembar” Karya S. Mara Gd secara berulang-ulang. Dari hasil data penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa dalam novel “Misteri Gelas Kembar” Karya S. Mara Gd terdapat nilai-nilai moral yang terdiri dari 1) nilai moral kesadaran, 2) nilai moral kebaikan 3) nilai moral kebijaksanaan, 4 ) nilai moral pengharapan, 5) nilai moral kejujuran. Peneliti menyarankan kiranya dapat dijadikan sebagai pelajaran yang berharga menyikapi permasalahan hidup serta termotivasi untuk mengkaji aspek-aspek novel yang lain
IMPROVING STUDENTS` SPEAKING SKILL OF DESCRIPTIVE TEXTS THROUGH MIND MAPPING AT GRADE X1 TKJ OF SMK N 1 PANYABUNGAN, MADINA – SUMUT DINA SYARIFAH NASUTION
Jurnal Education and Development Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1733.292 KB) | DOI: 10.37081/ed.v5i1.541

Abstract

This research aims to measure the implementation of Mind Mapping on Improving Students` Speaking Skill of grade XTKJ of SMK N 1 Panyabungan, Mandailing Natal - Sumatera Utara. The method of this research was Classroom Action Research ( CAR ). The participant in this classroom action research was 44 students of grade XTKJ of SMK N 1 Panyabungan, Mandailing Natal - Sumatera Utara. The instrument consisted of Mind Mapping Practice, Speaking test, observation sheet, and interviews. The data of this research was analyzed two methods of data analysis. Quantitative data analysis was used to examining and interpreting data from Mind Mapping practice and speaking test. The data taken from observation and interview was used qualitative data analysis. The result shows that (1) Mind Mapping better improves the students` Speaking Skill. This can be evidence from the students` means which better gradually improved in cycle one, and two, and (2) the researcher found that the changes of students` speaking skill are influenced by six factors, namely, interesting teaching media, interesting material, attractive classroom activities, enjoyable classroom management, attractive teacher`s approach, teacher strategy.
KEMERDEKAAN GAYA BAHASA RADITYA DIKA DALAM STAND UP COMEDY Mina Syanti Lubis
Jurnal Education and Development Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1690.493 KB) | DOI: 10.37081/ed.v4i3.620

Abstract

Stand up comedy is a comedian stands by himself/herself on the stage to give the jokes and speaks directly before the audience and there is no companion beside him/her. Every comic in stand up comedy has characteristics difference. It can be seen from costume, the way to express the theme, the way in speaking, figure of speech, body movements, intonation and so on. The figure of speech in rhetoric is known as style in speaking. The figure of speech can assess personal style, character, and ability of a person who uses that language. It's getting better use of figure of speech it's getting better a person's assessment for him, it's getting worse use of figure of speech, it's getting worse a person's assessment for him. The approach of this research is qualitative by applying descriptive method. The figure of speech that used by Raditya Dika are at least repetition, hyperbole, and sarkasme. The skill to use the figure of speech gives jokes for the audience. Raditya Dika conveys the rant become a joke. He has high creativity to express a problem in daily living by using language that invites laughter.
ANALISIS GAYA BAHASA RETORIS DALAM PIDATO BUNG KARNO Mina Syanti Lubis
Jurnal Education and Development Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.523 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i3.621

Abstract

The purpose of speech is not only give information to the public verbally but speech should pay attention language, diction, and style that used so that the information can be received by audience. the style of language is one of the things taht need to be considered in giving speech because the beauty in using style of language is a hallmark of a good speech. Ir. Soekarto (the firs president of indonesia) was a capable rhetorical to build and burn the spirit of Indonesian youth to be independent and irrespective of the other colonies of the nations. Nationalism, the burning spirit of the youth, an the maintenance of the nation"s self-esteem, are the preice of every speech. until today the refernce to speech still refers to him. based on the nanalysis, the rhetorical languange that used Ir. Soekarno in his speech was anastrop as many as 5 quotations, apostrophes as many as 3 quontations, asindeton as many as 1 quotation, and polisidenton as many as 7 quotations. the purpose of using of rhetorical language is to affirm something so rise the spirit of the audience, showing a pround impression of a struggle that expressed by using the figure of speech.
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM PENERAPAN HUKUMAN MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA (Suatu Tinjauan Yuridis Normatif) LAKADODO LAIA
Jurnal Education and Development Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2780.207 KB) | DOI: 10.37081/ed.v5i1.642

Abstract

Masalah kebijakan penanggulangan kejahatan korupsi akhir-akhir ini masih mendapatkan sorotan tajam dari berbagai kalangan baik masyarakat, profesional maupun dari kalangan penegakan hukum itu sendiri. Berbagai aspek penegakan hukum yang dibicarakan, salah satunya adalah masalah reformasi hukum dan keadilan, “supremasi hukum” dalam arti bahwa peranan pendidikan tinggi hukum dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum dan berintegritas moral/berkeimanan/berkeilmuan. Untuk menghasilkan penegak hukum yang berkualitas dan berintegritas tersebut sebagai upaya dalam kebijakan penanggulangan kejahatan, maka peranan lain yang merupakan bagian dari kebijakan sosial, yang secara strategis dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu tahap formulasi hukum oleh lembaga legislatif, tahap penerapan hukum oleh pengadilan, dan tahap eksekusi. Dalam hal kebijakan dalam penegakan hukum yang berkualitas dilakukannya terobasan baru dalam hukum pidana korupsi, dengan menerapan kebijakan pidana mati terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang dianggap lebih efektif dibandingkan dengan memberikan sanksi pidana penjara, kurungan atau denda dan/atau pidana berupa pembayaran uang pengganti kepada pelaku. Penjatuhan pidana mati terhadap pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana ditentukan dalam Pasal 2 Ayat (2) UU PTPK (spesialis derogate) dan Pasal 10 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (generalis derogate) manakala pelaku melakukan perbuatan korupsi dalam “keadaan tertentu”. Keadaan tertentu yang dimaksud adalah keadaan yang dapat dijadikan sebagai alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi, yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter.
HUBUNGAN KEKERABATAN 8 SPESIES MARGA PANDANUS BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN ANATOMI DWI RATNA ANJANING KUSUMA MARPAUNG
Jurnal Education and Development Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2105.929 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i1.650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan 8 spesies dari marga Pandanus yang ditemukan di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan menggambarkan dan menginterprestasikan kekerabatan 8 spesies marga Pandanus dengan 14 karakter pembeda baik secara morfologi dan anatomi. Hasil penelitian menunjukkan spesies dari marga Pandanus yang ditemukan dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok I meliputi Pandanus sp1., Pandanus sp4., Pandanus latus, Pandanus sp2. dan Pandanus bifidus dengan tingkat kemiripan 55-70%; kelompok II meliputi Pandanus odoratissimus, Pandanus atrocarpus dan Pandanus penangensis dengan kemiripan sebesar 75-93%. Pandanus atrocarpus dan Pandanus penangensis memiliki kemiripan sebesar 93 % yang artinya berkerabat sangat dekat diantara kedua spesiesnya. Perbedaaan mendasar antara kedua spesies tersebut adalah pada Pandanus penangensis batang tumbuh tegak memiliki percabangan seperti tempat lilin dan warna recurved spines berwarna terang.

Page 41 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue