cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Hendrik Kuasa Sihura
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1747.541 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.1264

Abstract

Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Telukdalam, Untuk mengetahui pengaruh perencanaan SDM terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat TelukdalamUntuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan perencanaan SDM secara simultan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Telukdalam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan yang berjumlah sebanyak 24orang yang terdiri dari 8 orang Pegawai Negeri Sipil dan 32orang Honorer. Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil sebagai berikut variabel Lingkungan Kerjasecara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Dengan nilai thitung (8,561) > ttabel (1,697) dan tingkat signifikansi 0,000 < (0,05), maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya variabel Lingkungan Kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Selanjutnya variabel Perencanaan Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai yang ditunjukkan oleh nilai thitung (11,300) >ttabel (1,697) dan tingkat signifikan sebesar 0,000< 0,05, maka keputusannya adalah Ha diterima dan Ho ditolak dengan arti bahwa varibel Perencanaan Sumber Daya Manusia (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan.Variabel Lingkungan Kerja,Perencanaan Sumber Daya Manusia secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Dengan nilai Fhitung sebesar 329,258> nilai Ftabel sebesar 3,33 pada df numerator 2, df deminator 29 pada α = 5% (0,05). Artinya bahwa semua variabel bebas (Lingkungan Kerja dan Perencanaan Sumber Daya Manusia) mampu menjelaskan variabel bebas (Kinerja Pegawai) dengan kata lain variabel bebas secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikat pada tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Lingkungan Kerjasecara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (2)Perencanaan Sumber daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (3) Lingkungan Kerja,Perencanaan Sumber Daya Manusia secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ENCORE VS PARTITUR LAGU DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR ANSAMBEL MUSIK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SURABAYA DAN SMP NEGERI 3 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2018/20 Azis Mustaqim
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.628 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ansambel musik siswa SMP kelas VIII yang diajar menggunakan metode kooperatif dengan media encore vs media partitur lagudan motivasi belajar siswa. Penelitian didasarkan pada temuan di lapangan bahwa pemahaman konsep refleksi siswa masih lemah, sehingga banyak terjadi kesalahan konsep pada pembelajaran musik ansambel, salah satu penyebab lemahnya pemahaman siswa adalah kurangnya keterlibatan aktifitas siswa saat pembelajaran. Sehubungan dengan itu maka perlu dipilihkanmedia pembelajaran yang sesuai dan dapat melibatkan aktivitas siswa secara maksimal. Salah satu media yang dapat membantu mengembangkan kemampuan siswa dalam pembelajaran musik ansambel adalah media software encore. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Ramdomized Control-Group Pre-test, post-test, design pre-tes, post test, control-Group design dengan dua macam perlakukan. Di dalam model ini dimulai perlakuan kedua kelompok diberi tes awal atau pre-test, untuk mengukur kondisi awal , selanjutnya pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi perlakuan yaitu denganmemberi tes lagi sebagai post-test. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Surabaya dan SMP Negeri 4 Surabaya. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII A dan VIII B di SMP Negeri 3 Surabaya dan SMP Negeri 4 Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probalitas (Probalitas Sampling), yaitu setiap aggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi angota sampel. Metode sampling yang dipakai adalah metode undian , variabel dalam penelitian ini meliputi, (1) variabel bebas : Metode kooperatif dengan media encore, (2) variabel moderator: motivasi belajar, (3) variabel terikat : hasil belajar. Analisis data hasil penelitian digunakan pengujian validitas, reliabilitas, homogenitas dan normalitas, serta anova satu jalur untuk hipotesis (H1) dan hipotesis (H2) dan anova dua jalur untuk hipotesis (H3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran metode kooperatif dengan media encore terlihat menunjukkan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran metode kooperatif dengan media partitur, dengan rata hasil metode kooperatif dengan media encore mencapai 81,864 sedangkan metode kooperatif dengan media partitur 76,386.
RESPON SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 200111 PADANGSIDIMPUAN TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA TTS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Monica Theresia; Anni Rahimah; Weni Aulia
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.711 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1266

Abstract

Penelitian ini menghasilkan sebuah deskripsi mengenai respon siswa di sekolah dasar negeri 200111 Padangsidimpuan terhadap penggunaan media TTS dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan adanya beberapa identifikasi masalah, maka peneliti terfokus pada masalah yang diteliti, topik penelitian ini adalah mengenai respon siswa di sekolah dasar negeri 200111 Padangsidimpuan terhadap penggunaan media TTS dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respon siswa di sekolah dasar negeri 200111 Padangsidimpuan terhadap penggunaan media TTS dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pada siklus I, secara keseluruhan skor rata-rata yang diperoleh dari 34 orang respon siswa untuk 10 pernyataan yang ada adalah3,18 dengan persentase 79,5% dengan kualifikasi setuju. Secara keseluruhan dapat disimpulkan siswa setuju terhadap pernyataan yang ada terkait penggunaan media TTS dalam pembelajaran. Pada siklus II, secara keseluruhan skor rata-rata yang diperoleh dari 34 orang respon siswa untuk 10 pernyataan yang ada adalah 3,56 dengan persentase 88,9% dengan kualifikasi sangat setuju. Secara keseluruhan dapat disimpulkan siswa sangat setuju terhadap pernyataan yang ada terkait penggunaan media TTS dalam pembelajaran
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI ALUR BELAJAR BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) Efrata Gee
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1800.89 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1267

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengimpelementasikan alur belajar berbasis Realistic Mathematic Education (RME) pada topik barisan dan deret untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Alur belajar yang diberikan berisikan permasalahan nyata yang menbantu siswa mengikuti proses-proses matematisasi guna membangun pengetahuan siswa dalam pemecahan masalah matematis. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 1 Telukdalam dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu teknik tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah menggunakan alur belajar berbasis RME. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah sebelum tindakan berada pada kategori sangat kurang mencapai 48,41. Sedangkan setelah tindakan berada pada kategori baik, hal ini ditunjukkan bahwa nilai rata-rata mencapi 74,85. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alur belajar berbasis Realistic Mathematics Education meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING, INKUIRI, DAN KREATIVITAS SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA BAGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 46 DAN SMP NEGERI 61 SURABAYA Hesti Kusumawati
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1955.041 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1271

Abstract

Pembelajaran yang dilaksanakan tidak menunjukkan apapun mengenai upaya dari gurunya, hanya menghabiskan waktu dan anggaran tanpa kemajuan yang berarti. Rendahnya kualitas pendidikan tersebut tercermin juga dalam pembelajaran IPA di SMP. Penguasaan konsep IPA masih dibawah kriteria ketuntasan minimal serta keterampilan proses yang dilandasi sikap ilmiah siswa dalam memperoleh pengetahuan belum bisa diberdayakan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahuiperbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti Metode pembelajaranproject based learning dan inkuiri, Untuk mengetahui perbedaanhasil belajar IPA antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dengan siswa yang memiliki kreativitas rendah, dan Untuk mengetahui interaksi antara penggunaan Metode pembelajaran project based learning, inkuiri dan kreativitas siswaterhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini dilakukan di kelas VIISMP Negeri 46 dan SMP Negeri 61 Surabaya tahun pelajaran 2018/2019. Untuk mengetahui hasil tersebut dilakukan analisis desain faktorial 2x2, maka digunakanlah analisis varians dua arah. Hasil analisis pada uji hipotesis pertama didapat bahwa F hitung 22,566 lebih besar dari F tabel dengan dk pembilang 1 dan penyebut 67 yaitu 3,99 (F hitung> F tabel) dan p = 0,000 maka p < 0,05 artinya nilai rata-rata kedua populasi tidak sama sehingga terbukti bahwa hasil belajar metode pembelajaran project based leaarning dan metode inkuiri berbeda secara signifikan. Hipotesis kedua didapat hasil karena F hitung 5,182 lebih besar dari F tabel dengan dk pembilang 1 dan penyebut 67 yaitu 3,99 (F hitung> F tabel) dan p = 0,000 maka p < 0,05 artinya nilai rata-rata kedua populasi tidak sama sehingga terbukti bahwa hasil belajar siswa yang memiliki kreativitas rendah dan tinggi berbeda secara signifikan; dan hipotesis ketiga didapat F hitung 0,219 lebih kecil dari F tabel dengan dk pembilang 1 dan penyebut 67 yaitu 3,88 (F hitung < F tabel) dan p = 0,641 maka p > 0,05 artinya tidak ada interaksi metode pembelajaran dan kreativitas siswa terhadap hasil belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran project based learning menunjukkan hasil lebih tinggi dibanding metode inkuiri, kelompok subyek yang memiliki kreativitas tinggi memperoleh hasil belajar IPA yang lebih tinggi, dibandingkan dengan kelompok yang memiliki kreativitas rendah, dan kelompok subyek yang memiliki kreativitas tinggi memperoleh hasil belajar IPA yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan kelompok subyek yang memiliki kreativitas rendah.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS GOOGLE CLASSROOM PADA MATERI ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN RESPONS MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 4 SURABAYA Ari Sudibjo
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.553 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1272

Abstract

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik isi maupun sistemnya. Penelitian bertujuan menggunakan layananGoogle classroom yang digunakan sebagai media pembelajaran IPA pada materi alat optik untuk meningkatkan respons motivasi dan hasil belajar siswa di SMPN 4 Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang menjelaskan gambaran-gambaran hasil penelitian. Instrumen penelitian mengunakan lembar validasi media pembelajaran dari ahli media dan guru IPA, angket siswa serta lembar hasil belajar. Sebelum media pembelajaran Google classroom digunakan pada siswa, terlebih dahulu dilakukan validasi oleh dua ahli media, dan hasil validasi didapatkan nilai sebesar 85,95%.Nilai tersebut menyatakan media IPA berbasis google classroom layak untuk dipergunakan. Respons motivasi siswa terhadap Google classroom di SMPN 4 Surabaya dalam penelitian ini setuju 70 %, persentase sangat setuju 20%, yang tidak setuju dan sangat tidak setuju masing-masing persentasenya 10% dan 0%. Hasil belajar siswa setelah menggunakan Google classroom di SMPN 4 Surabaya hasilnya meningkat, yaitu rata-rata hasil pre-test39,76 dan ketika pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran IPA dengan e-learning berbasis Google classroom, nilai kognitif siswa cukup meningkat dibandingkan sebelumnya menjadi 76,05.
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI KANTOR CAMAT PADANGSIDIMPUAN UTARA Umar Kholil
Jurnal Education and Development Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.518 KB) | DOI: 10.37081/ed.v4i3.1275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat atau tidak pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di kantor camat Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan pengaruh variable X terhadap variable Y. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor camat Kecamatan Padangsidimpuan Utara yang berjumlah 38 orang. Sedangkan Sampel penelitiannya berjumlah 38 orang dengan teknik pengambilan sampelnya adalah Total Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Angket, lalu data yang dikumpulkan dianalisis dengan dua cara, yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial menggunakan uji t. Untuk hasil dari analisis deskriptif diperoleh hasil untuk motivasi kerja dengan Mean=76,51 dan untuk variabel kinerja pegawai diperoleh mean=71,75. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh thitung = 2,212 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = N – 2 = 70 – 2 = 68 diperoleh ttabel=1,68. Dengan demikian dapat diketahui bahwathitung lebih besar darittabel (2,212>1,68). Hipotesis yang diajukan diterima atau disetujui kebenarannya yaitu terdapa tpengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di kantor camat Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
SIKLUS HIDUP KUPU-KUPU Doleschallia bisaltide (LEPIDOPTERA: NYMPHALIDAE) Viviet Handayani
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2050.713 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1277

Abstract

Larva kupu-kupu Doleschalia bisaltide hidup pada berbagai tanaman inang yang tergolong ke dalam famili Acanthaceae, salah satunya Graptophyllum pictum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama siklus hidup kupu-kupu D. bisaltide yang dipelihara pada tanaman inang G. pictum. Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penelitian dilaksanakan di Kebun Tumbuhan Obat Universitas Andalas dan Laboratorium Taksonomi Hewan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Andalas dari bulan April sampai dengan Juni 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus hidup kupu-kupu D. bisaltide yaitu 34-38 hari (36,45±1,40).
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN TIK BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN APLIKASI CONSTRUCT 2 PADA PESERTA DIDIK SMAN 2 PROBOLINGGO Arum Fitria; Suryaman .; Yoso Wiyarno
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.498 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1280

Abstract

Perkembangan dan perubahan peraturan yang terus berubah dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk selalu bisa menyiapkan segala sesuatu yang bisa membuat guru tetap siap menghadapi segala perubahan yang ada, misalnya pada saat dimulainya kurikulum 2013, salah satu perubahan yang sangat dirasakan dan membuat gelisah adalah berubahnya fungsi guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi guru bimbingan TIK. Dalam usaha memberikan pelayanan bimbingan TIK yang maksimal terhadap peserta didik salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu menggunakan sebuah media software yang bisa digunakan untuk proses bimbingan blended learning. Aplikasi Construct 2 merupakan salah satu software game editor berbasis HTML 5. Aplikasi ini digunakan untuk membuat game edukasi, namun dalam hal ini penulis ingin mengembangkan aplikasi Construct 2 untuk membuat sebuah media bimbingan TIK yang berbasis android. Berdasar pada hasil dari pengolahan serta analisis data penelitian yang telah dilaksanakan tentang pengembangan model bimbingan TIK blended learning menggunakan Aplikasi Construct 2 ini diperoleh kesimpulan bahwa peserta didik SMAN 2 Probolinggo memilih kualifikasi sangat baik sehingga cukup valid produk pengembangan model bimbingan TIK untuk blended learning menggunakan aplikasi Construct 2 ini diperlukan bagi mereka karena dapat memberikan pengalaman yang berkesan dan bermakna.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SENI BUDAYA (SENI RUPA) KELAS VII DI SMP NEGERI 4 SURABAYA Tina Agustin; Meini Sondang Sumbawati; Nurmida Catherine Sitompul
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2195.716 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1283

Abstract

Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Surabaya adalah lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Lembaga ini mempunyai tujuan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa yang berkarakter tinggi dan berbudaya lingkungan. Berkenaan dengan nilai-nilai penting dari tujuan tersebut, maka diperlukan adanya proses pembelajaran yang baik. Salah satu ciri proses pembelajaran yang baik adalah adanya bahan ajar yang baik dan bermutu serta ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.Rangkaian pengembangan yang dilakukan oleh penulis dalam mengembangkan bahan ajar seni budaya (seni rupa) adalah 1) menentukan strategi pembelajaran, 2) menentukan model pembelajaran, 3) melakukan pendekatan pembelajaran, 4) menentukan dan mengembangkan bahan ajar, 5) melakukan uji coba pengembangan bahan ajar, 6) merevisi hasil produk pengembangan bahan ajar.Kajian produk menunjukkan bahwa : 1) ahli isi mata pelajaran Seni Budaya (seni rupa) menyetujui materi yang disajikan dalam bahan ajar ini, 2) ahli desain pembelajaran menyetujui proses pembelajaran yang dibuat dalam bahan ajar dan menerima apa yang ditampilkan melalui bahan ajar ini, 3) peserta didik memberikan respon positif atas bahan ajar yan penulis buat.Bahan ajar yang dikembangkan oleh Tina agustin ini dapat digunakan oleh peserta didik di SMP Negeri 4 Surabaya dan peserta didik lainnya yang berminat dalam pembelajaran Seni Budaya (seni rupa)

Page 49 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue