cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
PERKAWINAN BEDA AGAMA: SUATU TINJAUAN SOSIOLOGI Agustin Sukses Dakhi
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.981 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1284

Abstract

Berawal dari ungkapan Emile Durkheim tentang perubahan dari masyarakat solidaritas mekanik ke solidaritas organik bahwa seseorang tidak dituntut untuk memilih seorang calon istri atau suami dari satu keluarga atau klan atau dari kelompok tertentu lainnya; juga seseorang tidak dipaksa untuk menerima keputusan orangtuanya dalam memilih pasangan hidupnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan faktor-faktor dan dampak yang ditimbulkan dari perkawinan beda agama ditinjau dari sudut pandang sosiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bila ditinjau dari perkawinan beda agama, maka dalam masyarakat organik masih ada kesadaran kolektif yang bersifat mekanik. Dikatakan demikian karena dalddam masyarakat organik, tuntutan memilih calon istri/suami dari keluarga, klan, kelompok tertentu masih besar/kuat. Kemudian, tuntutan atau campur tangan orangtua dalam pemilihan pasangan hidup anggota keluarganya masih sangat kuat. Selanjutnya, pada masyarakat organik, masih terdapat kesadaran kolektif yang bersifat mekanik sehingga pada masyarakat organik tidak menjamin munculnya individualis seperti dikotomi yang dikemukan oleh Emile Durkheim
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPS BERORIENTASISTUDENT CENTERLEARNING DALAM BLENDED LEARNINGKELAS VII DI SMP NEGERI 4 SURABAYA. TESIS, PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN Ninik Suhartini; Meini Sondang Sumbawati; Nurmida Catherine Sitompul
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2170.709 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1286

Abstract

Model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum 2013 juga sering disebut sebagai kurikulum integrated yang menggunakan pendekatan antardisiplin ilmu geografi,sosiologi, ekonomi, dan sejarah. Penguasaan konsep keterpaduan IPS guru masih dirasa sangat minim dikarenakan guru yang mengampu pelajaran IPS bukan berasal dari kualifikasi pendidikan IPS terpadu. Karena guru sebagai ujung tombak dalam mensuksekan pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 pemerintah membuat kebijakan untuk memberikan pembekalan yang mendalam dalam bentuk pelatihan secara bertahap untuk meningkatkan professional dan pedagogik dalam bentuk pelatihan-pelatihan, hal ini tentunya akan menyita waktu guru untuk mengikuti kegiatan tersebut, sehingga akan mengganggu dan bahkan sering meninggalkan kelas yang diampu. Untuk mengatasi hal itu diperlukan solusi dengan mengembangkan sebuah bahan ajar yang mampu mebuat peserta didik belajar secara mandiri dan bisa berkomunikasi dengan guru meskipun di tempat yang berbeda.Produk Modul Pembelajaran IPS ini memiliki spesifikasi yang menjadi keunggulannya antara lain: 1) bahan ajar yang memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam belajar mandiri dengan melakukan intruksi-instruksi untuk melakukan tugas dengan bisa mengakses materi-materi secara online 2) pembelajaran yang dikelola memeberikan pengalaman belajar bermakna dengan menyajikan materi-materi untuk menambah pengetahuan peserta didik baik secara tertulis maun secara online 3) Evaluasi yang disajikan untuk mengukur seberapa jauh peserta didik mencapai tujuan belajar disajikan secara online sehingga mempermudah peserta didik dalam mengerjakan soal evaluasi dan dapat mengevaluasi dirinya sendiri. 4) Bahan ajar terdiri dari beberapa kegiatan pembelajaran dari berbagai topik dan ilustrasi menarik disertai contoh-contoh terkait dalam kehidupan yang dapat diakses melalui konten web sekolah, rumah belajar, google classroom atau konten-konten yang terkait secara online.5) Penggunaan bentuk web enchached course , dengan pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran di kelas disertai link-link yang dapat membimbing peserta didik dalam menemukan situs-situs yang relevan dengan pelajaran. Pengembangan modul pembelajaran IPS berorientasi student center learning dalam blended learning merupakan penelitian pengembangan model Dick &Carey dengan dasar teori belajar bermakna David Ausubel dan teori belajar kontruktivisme. metode pengumpulan data uji kelayakan modul dilakukan dari uji ahli , uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan . Hasil uji ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan secara rata-rata menunjukan bahwa Modul Pembelajaran IPS Berorientasi Studen Center Learning dalam Blendet Learning dinyatakan layak untuk dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran.
SISTEM PEMIDANAAN DALAM UNDANG-UNDANG YANG BERCORAK EKONOMI (STUDI TERHADAP TINDAK PIDANA PERBANKAN) Achmad Syaifullah; Rodliyah .; Sahnan .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2216.186 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemidanaan dan sanksi pidana apa saja yang bisa digunakan dalam tindak pidana yang bercorak ekonomi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif (Normative Legal Research), dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan konseptual (Konseptual Approach). Adapun hasil penelitian ini adalah 1)Sistem Pemidanaan dalam KUHP adalah sebagai berikut : jenis sanksi adalah Pidana Pokok Berupa Pidana Mati, Penjara, Kurungan, Tutupan dan Denda, serta Pidana Tambahan. Perumusan Sanksi menggunakan sistem ancaman Alternatif. Terhadap berat ringannya pidana menggunakan ancaman Maksimum Khusus dan Minimum Umum. 2) Sistem pemidanaan dalam tindak pidana ekonomi adalah sebagai berikut: Jenis Sanksi digunakan adalah pidana Mati, Pidana Penjara, Pidana Kurungan, Pidana Denda, Pidana Tambahan, Tindakan Tata tertib. Perumusan Sanksi menggunakan system ancaman Kumulasi Alternatif yakni gabungan 2 (dua) pidana pokok atau pemisahan 2 (dua) pidana pokok. Terhadap berat ringannya pidana menggunakan ancaman Maksimum Khusus dan Minimum Umum. 3) Sistem pemidanaan dalam tindak pidana perbankan adalah sebagai berikut : Jenis Sanksi digunakan adalah Pidana Penjara, Pidana Kurungan, Pidana Denda, dan Sanksi Administrasi. Perumusan Sanksi menggunakan system ancaman Kumulasi yakni gabungan 2 (dua) pidana pokok. Terhadap berat ringannya pidana menggunakan ancaman Maksimum Khusus dan Minimum Khusus.
KERAGAMAN BURUNG PADA BERBAGAI TIPE HABITAT DI TAMAN NASIONAL BATANG GADIS Nurul Husna Siregar; Mutiara Siagian
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.526 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1297

Abstract

Penelitian tentang keragaman burung pada berbagai tipe habitat di Resort 5 Sopotinjak Seksi PTN Wilayah III Muara Soma Desa Sopotinjak telah dilakukan pada bulan April-Mei. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis burung pada berbagai tipe habitat, meliputi Jalan Hutan, Danau, dan Hutan Primer. Metode yang digunakan dalam pengambilan data burung menggunakan metode Point Count. Data burung yang diperoleh dihitung indek keanekaragaman dan indeks kemerataan spesiesnya. Hasil penelitian menemukan 66 spesies dari 28 famili, dengan jumlah tertingg ditemukan pada habitat Hutan Primer yaitu 43 spesies, Jalan Hutan yaitu 38 spesies, dan danau ditemukan 22 spesies. Indeks keanekaragaman dan kemerataan tertinggi juga ditemukan pada habitat Hutan Primer yaitu 3.56 dan 0.95.
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KOTA PADANGSIDIMPUAN, PROVINSI SUMATERA UTARA Nurul Husna Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.297 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1306

Abstract

Padangsidimpuan merupakan salah satu kota yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara dan terbagi menjadi enam kecamatan. Penelitian identifikasi keanekaragaman jenis burung di kota Padangsidimpuan dilakukan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman burung. Penelitian dilakukan dari bulan April hingga Juli 2019 pada tiga kecamatan, yaitu Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan Selatan dan Padangsidimpuan Utara. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Point Count kemudian dianalisis indeks keanekaragaman dan indeks kemerataannya. Hasil penelitian mendapatkan 44 spesies burung dari 24 famili dengan jumlah spesies tertinggi ditemukan pada kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. . Indek keanekaragaman dan kemerataan tertinggi pada kecamatan Padangsidimpuan Batunadua yaitu 2.93 dan 0.85.
SIKAP MASYARAKAT KOTA PADANGSIDIMPUAN TERHADAP PERKEMBANGAN BEBERAPA TEMPAT WISATA (Studi Kasus Objek Wisata Kaisar Waterpark Desa Joring Natobang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu) Ros Nida Siregar; Mariyatul Kubtiyah
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.076 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1312

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap perkembangan beberapa tempat wisata di Kota Padangsidimpuan. Tepatnya perkembangan objek wisata Kaisar Waterpark Desa Joring Natobang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Metode Penelitian yang dilakukan adalah metode survey dengan jumlah total populasi sebanyak 995 orang dan diambil sampel sebanyak 95 orang yang tersebar di 4 (Empat) dusun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara sikap masyarakat terhadap perkembangan objek wisata Kaisar Waterpark dengan nilai persamaan regresi linear sederhana sebesar Y = 8,520 + 0,946X. Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai sebesar 0,981 yang menunjukkan besarnya pengaruh sikap masyarakat terhadap perkembangan objek wisata yaitu 98,1 % dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,990 yang berkategori sangat kuat. Dan sisanya sebesar 1,9 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Sehingga ditarik kesimpulan masyarakat setuju dan mendukung pengembangan objek wisata kaisar waterpark dan dampak perkembangan objek wisata Kaisar waterpark terhadap masyarakat Desa Joring Natobang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan adalah meningkatnya pendapatan masyarakat dan berkurangnya pengangguran. Dimana para penjual atapun warung-warung yang berjualan di sekitar Kaisar Waterpark meningkat penghasilannya dan para pemuda pemudi seperti naposo nauli bulung diberdayakan bekerja di lokasi objek wisata Kaisar Water Park.
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING Mohammad Faridl Darmawan; Afif Kholisun Nashoih
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.946 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran menggunakan perangkat smartphone android yang dikenal dengan istilah mobile learning, serta mengetahui tingkat efektifitas media tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia, selain juga berfungsi sebagai piranti yang mendukung pembelajaran blended learning. Penelitian ini mengadopsi model penelitian pengembangan Sugiyono yang terdiri dari 10 tahap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument observasi, kuesioner, dan tes. Tahap analisis data dilakukan pada hasil validasi ahli materi dan ahli media melalui lembar kuesioner, serta digunakan untuk menganalisis uji kompetensi kognitif guna mengetahui tingkat efektifitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media mobile learning dinyatakan valid serta layak dijadikan sebagai media pembelajaran, berpijak pada validasi ahli media dan materi dengan rata-rata skor mencapai 3.46, sehingga dinyatakan layak. Sementara hasil uji coba menunjukkan adanya efektifitas media melalui skor pretes dan postes yang mengalami peningkatan sebesar 26.71, dengan nilai rata-rata pretes sebesar 52.39 dan postes 79.10. Angka tersebut menunjukkan bahwa penerapan media mobile learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, serta mendukung model pembelajaran blended learning.
PENEGAKAN HUKUM DALAM KONSEP PEMENUHAN GANTI KERUGIAN OLEH NEGARA ATAS DASAR KEKELIRUAN PENERAPAN HUKUM Yusak Eliezer Setiawan; Peter Jeremiah Setiawan
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.368 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1320

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa pemberian ganti rugi oleh tersangka, terdakwa, atau terpidana atas dasar kekeliruan penerapan hukum khususnya proses penegakan hukum yang keliru sehingga dijatuhinya putusan bebas atau lepas . KUHAP telah mengatur tata cara penuntutan ganti kerugian kepada negara. Pasal 95 ayat (1) KUHAP menentukan ganti kerugian dapat dituntut oleh tersangka, terdakwa, atau terpidana karena adanya kekeliruan mengenai hukum yang diterapkan oleh penegak hukum. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang yang telah menderita akibat dari putusan tersebut harus diberi ganti rugi. Pemberian ganti rugi selaras dengan asas dan tujuan pembentukan KUHAP sendiri yang tercantum dalam penjelasan umum yaitu pemberian ganti kerugian wajib diberikan kepada seseorang yang ditangkap, ditahan, dituntut ataupun diadili yang keliru dalam menerapkan hukumnya.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBERDAYAAN DIRI TERHADAP AKTIVITAS PERAWATAN DIRI KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Febrina Angraini Simamora; Hotma Royani Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.803 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1325

Abstract

The increase in type 2 diabetes mellitus sufferers in the world requires that sufferers must be able to empower themselves to be able to prevent complications, disabilities, and dependence in conducting self-care. An intervention strategy that allows clients to make decisions about goals, therapeutic choices, and self-care behaviors and to assume responsibility for effective daily diabetes care in helping clients care for themselves. This study aims to determine the effectiveness of self-empowerment in self-care activities of type 2 diabetes mellitus clients. The study design used was a quasy experiment with a one group pretests-posttest only design. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample of 16 people based on the power analysis table. The measuring instrument used was SDSCA (summary diabetes self care activities). Data analysis used paired t-test with p value 0.0001 (p value <0.05) which showed that the model of self empowerment was effective in increasing self-care activities of type 2 diabetes mellitus clients. Patients with type 2 diabetes mellitus were expected to be able to regulate their diet, physical exercise, and routine control of blood sugar levels.
PERANAN KEPOLISIAN DALAM PEMBINAAN PELAJAR UNTUK MENCEGAH AKSI TAWURAN DI KALANGAN PELAJAR (Studi Kasus Wilayah Hukum Polresta Padang) Eka Periaman Zai
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.138 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1331

Abstract

This study aimed to express the role of the police in establishing the students and discovering the efforts made by police ​​to overcome the brawls among the students in Padang. This research was conducted using qualitative research method by following the steps that implemented by Miles & Huberman. Data collection method that was used in this study is the observation, in-depth interviews and documentation studies. To ensure the validity of data, it was required investigated techniques by emphasizing the credibility of the data research. The informants were selected by purposive sampling and snowball sampling. The results of the research revealed that the role of the Police in establishing students to reduce the brawls among the students was done by being a builder of ceremony in many schools, holding legal counseling such as seminar, and holding other beneficial activity such as Saka Bhayangkara, Randai, Taekwondo, Silat, and Karate. Besides, the efforts of the police in the brawls anticipate that by conducting cooperation with the Department of Education in the form of a MoU. It was done because there is no specific rules about the brawls in constitution. MoU describes that the offender of brawls will be expelled from school/ returned to the parent/ guardian concerned. Based on the research, these punishments were flexible. The offenders of brawls are not always to be expelled from school but they are established first. If there is no change in students’ personality, the next punishment will be done.

Page 50 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue