cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
DELIK PENCEMARAN NAMA BAIK DALAM UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DITINJAU DARI PERSPEKTIF HAM Sean Clara Thamrun
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.974 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi semakin masif pada abad ke-21. Perkembangan teknologi seyogyanya dapat membantu dan meningkatkan kinerja suatu individu. Globalisasi informasi telah menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia dan mengharuskan dibentuknya pengaturan yang jelas dan tegas mengenai pengelolaan Informasi dan Transaksi Elektronik di tingkat nasional sehingga pembangunan Teknologi Informasi dapat dilakukan secara optimal, merata, dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka ditetapkanlah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). UU ITE dibuat untuk membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi secara optimal dan bertanggung jawab. Materi dalam UU ITE tidak dapat dilepaskan dari persoalan Hak Asasi Manusia karena berbicara kebebasan berekspresi
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TENAGA KERJA DI BAWAH UMUR Maria Grenita Harefa
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.454 KB)

Abstract

Penjelasan Umum Undang-Undang Perlindungan Anak menjelaskan bahwa anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus dijaga karena setiap anak memiliki harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang senantiasa harus dijunjung tinggi. Baik orang tua, keluarga, masyarakat, dan Negara wajib menjaga dan memelihara hak-hak anak. Perlindungan anak terikat erat dengan orang tua, keluarga, masyarakat, dan Pemerintah sebagai wujud nyata hadirnya Negara. Perlindungan ini bertujuan untuk menjamin dan melindungi setiap hak dan kepentingan anak agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang sesuai dengan Hak Asasi Manusia. Latar belakang yang menempatkan perlindungan anak sebagai hal krusial adalah masih jamaknya ditemukan anak-anak yang tidak mendapatkan hak sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Eksploitasi anak-anak sebagai tenaga kerja di bawah umur semakin memperburuk paradigma akan betapa memprihatinkannya kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Negara pada dasarnya telah memberikan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja di bawah umur melalui norma-norma dalam berbagai peraturan perundang-undangan agar terhadap pelanggaran hak-hak anak dapat dikenakan sanksi
KEPASTIAN HUKUM ATAS PENERBITAN SERTIPIKAT HAK PAKAI BAGI PEMILIK SEBIDANG TANAH YANG DIPERUNTUKKAN SEBAGAI SEMPADAN PANTAI Salvian Kumara; Jeremia Junior Santoso; Vicky Rhizaldy; Hansen Edbert Holsen
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.275 KB)

Abstract

Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) mengenal berbagai macam hak atas tanah, mulai dari hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, maupun hak pakai. Pasal 19 ayat (1) UUPA mengamanatkan agar Pemerintah mengadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia demi menjamin kepastian hukum. Persoalan yang terjadi secara praktis, pendaftaran tanah tidak selalu berjalan lancar. Berbagai peraturan perundang-undangan lain dan pertimbangan dari berbagai aspek sering menjadi penghalang yang salah satunya terkait sempadan pantai. Pejabat dari Kantor Pertanahan menjadikan Pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Penataan Ruang yang mengatur ketentuan pidana bagi pejabat yang menerbitkan izin yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang sebagai tameng untuk menolak menerbitkan sertipikat hak pakai atas tanah yang peruntukannya sebagai sempadan pantai. Argumentasi tersebut kemudian melahirkan pertanyaan apakah tanah yang diperuntukkan sebagai sempadan pantai memang tidak dapat disertipkatkan. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa peraturan perundang-undangan yang berlaku memang tidak memberikan kepastian hukum bagi pemilik tanah maupun pejabat yang berwenang karena tidak secara tegas memperbolehkan atau melarang penerbitan sertipikat hak atas tanah yang diperuntukkan sebagai sempadan pantai.
HAKIKAT HUKUM ADMINISTRASI LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN TERHADAP PENGELOLAAN SHELTER BENCANA ALAM DI KOTA PADANG Hengky Ho
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.193 KB)

Abstract

Terlepas dari pentingnya perdebatan tentang lingkungan yang telah dihadapkan pada kecenderungan untuk menempatkan 'alam' dan 'manusia' serta 'krisis alam' dan 'krisis keadilan' dalam dikotomi statis. Penelitian ini menantang ide tersebut dengan argumentasi bahwa masalah yang paling sentral dalam wacana lingkungan dan pembangunan tidak terletak pada persuasi 'manusia' dan 'alam' tetapi pada hubungan antara keduanya. Pembangunan didefinisikan sebagai keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan. Namun, konsep pembangunan tidak memiliki aturan kejelasan. Salah satunya ada dibagian pembangunan berkelanjutan untuk melindungi korban terdampak bencana alam, yaitu shelter. Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan bagi peningkatan kesejahteraan manusia. Shelter yang dibangun untuk menampung korban terdampak bencana alam di Kota Padang tidak semuanya cocok sebagai tempat berlindung. Ini jelas akan berdampak pada masyarakat jika bencana benar-benarterjadi dan tidak ada upaya maksimal dari pemerintah untuk meminimalkan risiko korban. Harus ada koordinasi yang jelas antara lembaga yang melakukan pemeliharaan aset. Sehingga dapat memastikan bahwa pemeliharaan dilakukan pada aset sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dan swasta dan masyarakat untuk bersama dalam upaya penanggulangan risiko bencana alam
TANGGUNG GUGAT RUMAH SAKIT ATAS TINDAKAN DOKTER MELAKUKAN OPERASI PASIEN TANPA PERSETUJUAN MEDIS Dimas Fannyrza Yuriant Putra
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.814 KB)

Abstract

Rumah Sakit bertanggung gugat atas tindakan dokter yang melakukan operasi terhadap pasien tanpa persetujuan medis yang menyebabkan pasien mengalami pembengkakan dan pembusukan pada bekas operasi, ditinjau dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran disebabkan Rumah Sakit melakukan tindakan medik tidak didasarkan atas persetujuan medis sebagaimana Pasal 2 Permenkes Nomor 290/Menkes/Per III/ 2008. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan yuridis normatif. Hasil yang diproleh dalam peneilitian ini bahwa Dokter tidak memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional, dan tidak merujuk kepada dokter lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik sesuai dengan Pasal 51 UU No. 29 Tahun 2004. Ketiga, Dokter dalam hal ini (dokter “in”) adalah orang-orang yang berada di bawah tanggungan Rumah Sakit, sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 1367 KUH Perdata, Rumah Sakit dapat digugat atas tindakan dokter yang memberikan pelayanan medis tidak sesuai dengan standar profesi sebagaimana dalam Pasal 50 UU No. 29 Tahun 2004. Keempat, Pasien yang mengalami kerugian akibat pelayanan dokter “in” dalam Rumah Sakit, berhak menuntut ganti rugi terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya sesuai dengan Pasal 58 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2009.
KEDUDUKAN ANAK LUAR KAWIN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 YANG DIUBAH MENJADI UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG PERKAWINAN (STUDI KASUS: ALK RYAN DANIEL DICKSON) Yohanes Halim Martiono
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.478 KB)

Abstract

Perkawinan merupakan sebuah perstiwa penting dalam kehidupan manusia. Di Indonesia, terdapat Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang mengatur mengenai perkawinan serta hal-hal yang berkaitan dengan perkawinan. Perkawinan Campur berdasarkan Pasal 57 Undang-undang Perkawinan, merupakan perkawinan antar dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan. Salah satunya adalah Perkawinan yang dilakukan oleh DK dan MN merupakan perkawinan Campiran dan tidak sah Karena tidak memenuhi unsur pasal 61 ayat (1) Undang-undang Perkawinan, yang mewajibkan Perkawinan campur dicatat oleh pegawai pencatat yang berwenang, berakibat pada status anak dari pada perkawinan tersebut yaity RD yang berstatus sebagai anak luar kawin. Dalam pengurusan administrasi mengesahkan perkawian yang memakan waktu lama, DK dan MN memilih melakukan penetapan permohonan kepada Pengadilan Negeri Batam untuk menetapkan status RD sebagai anak dari suami dan istri DK dan MN. Hasil dari penilitan ini adalah ius contitutum atau hukum yang berlaku yaitu Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan belum mengatur secara tegas mengenai status anak luar kawin. Jika merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi tertanggal 17 Februari 2012 No. 46/PUU-VIII/2010 seharusnya kedudukan anak luar kawin lebih mendapatkan kepastian hukum.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA Baspuri Luahambowo
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.241 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih ditemukan siswa yang mempunyai keterampilan belajar yang rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari kebiasaan siswa yang suka membolos, catatan kurang lengkap, menyontek saat ujian, siswa cenderung bersikap tidak aktif atau tidak mengajukan pertanyaan apabila ada materi yang kurang dimengerti, menyerahkan tugas tidak tepat waktu, masih banyak siswa yang mendapatkan nilai ujian di bawah kriteria ketuntasan minimal. Upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan keterampilan belajar siswa adalah memberikan layanan informasi menggunakan pendekatan cooperative learning tipe jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan informasi menggunakan pendekatan cooperative learning tipe jigsaw untuk meningkatkan keterampilan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non equivalent control group. Subjek penelitian adalah 23 siswa pada kelompok eksperimen dan 26 siswa kelompok kontrol di SMP Negeri 1 Telukdalam. Instrumen yang digunakan adalah instrumen keterampilan belajar model skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan statistik teknik Wilcoxon Signed dan teknik Kolmogorov Smirnov 2 Independent Sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi menggunakan pendekatan cooperative learning tipe jigsaw lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan belajar siswa.
GERAKAN MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI TERHADAP PANDEMI COVID-19 Walsyukurniat Zendrato
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.787 KB)

Abstract

Abstrak Pada Desember 2019 tepatnya di Wuhan, Cina, ditemukan jenis virus corona baru yang disebut Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan lebih berbahaya dibanding SARS atau MERS. COVID-19 menimbulkan berbagai komplikasi penyakit terutama gangguan pada saluran pernapasan seperti gagal pernapasan akut, pneumonia, acute respiratory distress syndrome (ARDS) dan juga komplikasi dan masalah pada organ lain hingga menyebabkan kematian bagi penderitanya. Virus Corona (CoV) adalah keluarga besar virus yang dapat menginfeksi burung dan mamalia, termasuk manusia. Menurut WHO (World Health Organization) virus ini menyebabkan penyakit mulai dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV. Virus ini bersifat zoonosis, artinya ini merupakan penyakit yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia seperti Rabies dan Malaria. Dalam mencegah penularan virus corona, dokter Reisa Broto Asmoro seorang Dokter Umum menyampaikan bahwa semua orang harus menjaga gaya hidup bersih dan sehat, makanan yang seimbang, istrahat yang cukup, rutin olahraga, jangan panik dan stres agar daya tahan tubuh tidak menurun dan melakukan banyak kegiatan positif didalam rumah. Kesimpulan : gerakan mencegah dari pada mengobati baiknya tetap diterapkan dan tidak terlambat, mengingat karena penyebaran Virus ini sangat cepat dan telah banyak menelan korban jiwa. Saran : Jika mengalami gejala virus ini, segeralah melapor ke puskesmas/rumah sakit terdekat.
ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILIKUSI, DAN PERLOKUSI PADA DEBAT CAPRES-CAWAPRES REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2019 Merdina Ziraluo
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.723 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada debat capres-cawapres republik Indonesia 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk men- deskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada debat capres-cawapres republik Indonesia Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah video debat pertama debat capres- cawapres republik Indonesia 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur lokusi 8 penggunaan, tindak tutur ilokusi 15 penggunaan, dan tindak tutur perlo- kusi 1 penggunaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua tuturan pada debat capres-cawapres republik Indonesia tahun 2019, mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Akan tetapi, tidak semua tuturan yang terdapat di dalam tindak tutur tersebut memenuhi verba yang ada dari masing-masing kategori, sebab tidak se- mua tuturan yang ada dalam debat capres tersebut memiliki penanda yang mengindika- sikan tuturannya masuk ke dalam verba dari setiap kategori tindak tutur. Saran yang da- pat diberikan peneliti adalah: (1) bagi pengajar bahasa dan sastra Indonesia, diharapkan agar menggunakan hasil penelitian ini dalam memberikan pengajaran tentang bentuk tindak tutur, yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi, dan (2) bagi peneliti lain, dapat menjadikan sumbangan pemikiran dalam memberikan gambaran mengenai tindak tutur serta konteks yang menyertai percakapan dari kedua paslon pada debat capres- cawapres republik Indonesia tahun 2019. Selanjutnya, untuk mengembangkan penelitian ini dengan menggali bentuk tindak tutur dan keterkaitan antarbentuk tindak tutur, se- hingga diharapkan dapat menyempurnakan karya sederhana ini menjadi lebih baik demi perkembangan ilmu pengetahuan.
LEKSIKON FLORA PADA BOLANAFO BAGI GUYUB TUTUR NIAS KAJIAN EKOLINGUISTIK Mastawati Ndruru
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.336 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bolanafo bagi guyub tutur Nias. Leksikon flora pada bolanafo bagi guyub tutur Nias ini menjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teori ekolinguistik digunakan sebagai landasan teori dalam menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi pada bolanafo dan wawancara kepada beberapa informan yang dilakukan oleh peneliti. Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam menganalisis data adalah teknik rekam (video/foto). Dalam melakukan observasi, peneliti mengamati video/foto bolanafo. Sedangkan dalam wawancara, peneliti mendengarkan rekaman dan mengubah data dari tulis menjadi data tertulis yakni melalui transkrip data rekaman. Hasil dari analisis data ditemukan ada 5 (Lima) leksikon flora pada bolanafo yang terealisasi dalam masyarakat Nias. Adapun leksikon flora tersebut sebagai berikut: tawuo (daun sirih), gambe (daun gambir), fino (pinang), mbago (tembakau), betua (kapur sirih).

Page 70 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue