cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD BERBANTUAN MEDIA VIDEO SHOW TERHADAP KETRAMPILAN SOSIALDAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Riona Mei Wanita Sari; Nasution .; Waspodo Tjipto Subroto
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.699 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model cooperative learning tipe STAD berbantuan media video show yang dapat meningkatkan ketrampilan sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar dengan langkah yaitu: (1) Presentasi kelas atau penyajian materi; (2) Pembentukan kelompok; (3) Tes (Kuis); (4) Perhitungan skor perubahan atau perkembangan siswa; (5) Pengakuan tim atau penghargaan kelompok. Untuk mengungkapkan kelayakan model cooperative learning tipe STAD berbantuan video show digubakan instrumen lembar validasi pada dua validator dan uji coba siswa perorangan serta kelompok kecil. Untuk mengungkapkan kepraktisan model cooperative learning digunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan keterampilan sosial siswa pada uji coba lapangan. Serta mengungkapkan keefektifan digunakan lembar penilaian pembelajaran pada uji coba lapangan.
URGENSI PENGATURAN FINANCIAL TECHNOLOGY DI INDONESIA Andrew Christian Salim
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.872 KB)

Abstract

Jasa keuangan menjadi salah satu sektor yang mengalami perkembangan sedemikian jauh. Aktivitas menghimpun dan menyalurkan dana tidak hanya “dikuasai” oleh perbankan saja. Lembaga keuangan lain yang merupakan lembaga keuangan non-bank juga dapat menghimpun dan menyalurkan dana. Setiap orang dapat mengajukan pinjaman dengan persyaratan yang sangat mudah melalui aplikasi berbasis daring atau biasa disebut financial technology peer to peer lending (fintech). Namun, dalam praktiknya perkembangan industri ini tidak diikuti dengan penyediaan payung hukum yang memadai atas legalitas lembaga-lembaga dimaksud. Situasi tersebut menempatkan konsumen pada posisi yang rentan dan hak-hak dasarnya justru menjadi sering terabaikan. Problematika hukum yang ada harus segera dicarikan solusinya melalui pembentukan peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan fintech di Indonesia secara jelas.
PENGGUNAAN KLAUSULA FORCE MAJEURE DALAM KONDISI PANDEMIK Arie Exchell Prayogo Dewangker
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.721 KB)

Abstract

Kondisi pandemik COVID-19 harus diakui amat sangat mempengaruhi keberlangsungan kehidupan manusia dan berbagai macam aktivitas. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada masa-masa awal pandemik mengakibatkan aktivitas manusia tidak dapat berjalan sebagaimana biasanya. Dunia usaha sudah pasti terkena ekses yang sangat besar. Tidak terhitung jumlah usaha yang harus melakukan pemutusan hubungan kerja, dan bahkan tidak lagi mampu beroperasi. Sementara di sisi lain, perusahaan tetap harus melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah diperjanjikan jauh sebelum terjadinya pandemik. Situasi dan kondisi tersebut menarik perhatian penulis untuk membahas lebih jauh apakah kondisi pandemik COVID-19 dapat dijadikan alasan bagi pihak dalam perjanjian untuk tidak melaksanakan prestasi/kewajibannya, atau yang biasa dikenal sebagai force majeure.
TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP PERNYATAAN YANG DITUANGKAN DALAM AKTA OTENTIK NOTARIS DAN AKIBAT HUKUMNYA BAGI PARA PIHAK Bryian Semiardi
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.569 KB)

Abstract

Seringkali dalam praktik kehidupan sehari-hari ditemukan surat pernyataan yang dibuat oleh pihak tertentu. Definisi pernyataan sendiri tidak diatur secara jelas di peraturan perundang-undangan. Pernyataan tersebut terkadang dibuat dalam bentuk akta di bawah tangan atau dalam bentuk akta otentik. Pernyataan yang dituangkan dalam bentuk akta otentik berarti pernyataan tersebut dibuat di hadapan notaris sebagai pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik dan memiliki kekuatan pembuktian sempurna. Notaris sebagai pejabat umum yang membuat akta otentik harus menjalankan prinsip kehati-hatian ketika membuat akta, termasuk untuk akta pernyataan. Prinsip kehati-hatian berarti apa yang dinyatakan oleh penghadap tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada. Jika apa yang dinyatakan oleh penghadap kemudian tidak benar, notaris tidak bertanggung jawab ataupun bertanggung gugat selama notaris dapat membuktikan bahwa ia telah menjalankan prinsip kehati-hatian. Pihak yang menyatakan yang harus dimintai pertanggung jawaban apabila terjadi ketidaksesuaian antara fakta yang terjadi dengan pernyataan yang disampaikan.
KEDUDUKAN UANG ELEKTRONIK DALAM HUKUM INDONESIA BERDASARKAN PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 20/6/PBI/2018 TENTANG UANG ELEKTRONIK James Jusuf
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.365 KB)

Abstract

Modernisasi telah mengubah banyak sektor dalam kehidupan manusia. Perubahan dalam satu sektor akan mempengaruhi sektor lainnya. Misalnya perkembangan dalam bidang teknologi yang semakin memudahkan manusia dalam berkomunikasi dengan ponsel yang disertai dengan eksistensi internet. Manusia pada akhirnya mampu melakukan berbagai hal hanya dengan berbekal sebuah ponsel, termasuk dalam melakukan pembayaran. Jika di era sebelumnya manusia hanya dapat membayar secara tunai dengan uang yang fisiknya harus tampak secara nyata, melalui ponsel manusia dapat melakukan pembayaran dengan jauh lebih praktis. Mekanisme tersebut kemudian dikenal sebagai pembayaran elektronik menggunakan uang elektronik yang dilakukan melalui jaringan internet atau secara daring. Tentu kemajuan tersebut membawa banyak keuntungan bagi manusia. Namun demikian perlu diperhatikan juga legalitas dan pengaturan secara jelas atas uang elektronik di Indonesia. Peraturan yang dibuat diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan hukum yang mungkin timbul di kemudian hari.
PENGARUH POLITIK HUKUM TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL Johanis Don Bosko Sukardan
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.825 KB)

Abstract

Indonesia kaya akan potensi alam yang melimpah sehingga dapat digunakan sebagai sumber dana dalam memajukan perekonomian dan menjadi incaran pasar dunia. Dalam memenuhi ketertarikan investor, Indonesia harus mampu menciptakan suasana iklim yang nyaman bagi investor asing agar terus terjadi pemasukan terhadap pembangunan ekonomi nasional. Hukum, politik dan ekonomi adalah salah satu penopang dalam pembangunan nasional, sehingga ketiganya harus serasi dan sejajar. Arah kebijakan hukum politik ekonomi merupakan sesuatu yang memiliki nilai guna sehingga tujuan hukum dapat dicapai. Karena hukum dibentuk dan dibangun untuk mengatur bagaimana perilaku bisnis yang dilakukan oleh investor ataupun pengusaha. Dalam pembuatan kebijakan tersebut dibutuhkan peran politik yang berada dibidang pemerintahan legislatif. Kebijakan hukum yang dihasilkan diharapkan mampu untuk mengakomodasi kebutuhan negara sehingga warga negara tersejahterakan, di sisi lain kebijakan tersebut harus mampu untuk memberi ruang kepada investor guna tercapainya salah satu pembangunan ekonomi nasional.
PERIKATAN ANTARA PELAKU PEMBANGUNAN DAN KONSUMEN DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI DENGAN AKTA OTENTIK Virgiani Anindita Astasari
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilik bagaimana lahirnya suatu perikatan antara pelaku pembangunan dan konsumen dari sebuah bangunan, khususnya adalah apartemen. Kedudukan antara konsumen dan pengembang dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) berbeda dengan penjualan yang menggunakan sistem pre project selling. Perbedaannya terletak pada Pengikatan Jual Beli yang dilaksanakan dalam bentuk suatu perjanjian dan pada umumnya dalam bentuk akta notariil. Perjanjian tersebut tentu melahirkan konsekuensi hukum bagi pelaku pembangunan dan konsumen berupa prestasi yang wajib dilaksanakan. Prestasi merupakan objek dari suatu perikatan, baik itu perikatan yang lahir dari Undang-Undang ataupun perikatan yang lahir dari perjanjian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perikatan antara pelaku pembangunan dan konsumen lahir dari perjanjian yang bersifat obligatoir. Secara teori dan konseptual, apa yang diatur dalam PPJB jelas akan mengikat sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi para pihak. Meskipun secara praktis, PPJB seringkali menempatkan pelaku pembangunan atau pengembang dan pihak konsumen dalam kedudukan yang tidak sederajat karena banyak klausul yang justru merugikan konsumen dan hanya menguntungkan pelaku pembangunan atau pengembang.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU AJAR DALAM MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH ISLAM BERBASIS KEBHINNEKAAN (PSI-BK) SEBAGAI DAYA TANGKAL RADIKALISME DI PERGURUAN TINGGI Heri Effendi; Siti Aisyah; Muspardi .; Muslim .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.497 KB)

Abstract

Buku ajar merupakan salah satu komponen penting yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya buku ajar yang sesuai diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan buku ajar sebagai pendukung dalam model Pembelajaran Sejarah Islam Berbasis Kebhinnekaan (PSI-BK) sebagai daya tangkal radikalisme di Perguruan Tinggi. Untuk mencapai tujuan dan target yang telah dijelaskan dalam penelitian ini, dilaksanakan penelitian pengembangan model Sugiyono, dengan langlah-langlah : (1) potensi dan masalah), (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaiki desaian, (6) Uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba produk, (9) revisi produk, (10) pembuatan produk masal. Analisis potensi dan masalah telah dilakukan observasi, wawancara dan angket kepada mahasiswa dan dosen. Subjek dan lokasi penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah di Institut pendidikan Tapanuli Selatan dan mahasiswa Prodi PPKn dan PGSD Universitas Bung Hatta. Sesuai target penelitian pada tahun pertama (tahun 2019), Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan perkuliahan dan angket terbuka untuk mahasiswa dan dosen. Hasil observasi menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi pada pembelajaran sejarah islam adalah belum adanya buku ajar yang bisa dijadikan sebagai pegangan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan dari mahasiswa dan dosen menunjukkan bahwa 1) bahan ajar diperlukan oleh mahasiswa adalah berupa buku ajar, 2) materi di dalam buku ajar berisi tentang: Gambaran Bangsa Arab Sebelum Islam, Gambaran Bangsa Arab Setelah Islam, Islam dan Radikalisme, Islam di Nusantara, dan Dilema Baru Islam Kekinian. Studi ini merupakan bagian dari studi awal pengembangan buku ajar sebagai bahan ajar mata kuliah Sejarah Islam . Hasil need assesment mengungkapkan responden setuju perlunya pengembangan buku ajar model pembelajaran sejarah Islam berbasis kebhinnekaan (PSI-BK) sebagai daya tangkal radikalisme di Perguruan Tinggi untuk ditindaklanjuti dengan uji validasi ahli dan uji coba dalam penelitian berikutnya pada lingkup yang lebih luas.
A CORRELATION OF USING CONTEXT CLUES STRATEGY AND VOCABULARY MASTERY AT THE FIFTH SEMESTER STUDENTS OF INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN PADANGSIDIMPUAN Lollo Rosa Lubis
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.034 KB)

Abstract

The aim of this study to know whether there was a significant correlation of using context clue strategy and vocabulary mastery at the fifth semester students of English Department of Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. The research was conducted by applying quantitative descriptive with 20 students as the sample and they were taken by using random sampling technique. Questionnaire and test were used in collecting the data. Based on inferential statistics by using r product moment and R square, the result showed ttable was less tcalculated (0.444<0.516) at a significant level of 5% and R square was 0.266470068. It means there was a significant correlation of using context clue strategy on vocabulary mastery at significant level of 5% at the fifth semester students of English Department of Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) and strategy context clue gave contribution as big as 26,65% on vocabulary mastery.
SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN SMARTPHONE Yusra Fadhillah
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.645 KB)

Abstract

Through the passing of time the development of a smartphone increasing and facilities is many and it is developing , defects that occurred are also often occurs .So that the passenger crowds people to do service in various places .Expert system the diagnosis was undertaken with the aim to help the process the result the diagnoses damage to a smartphone so that they do not take a long time to make sure the result the diagnoses further .By using the method forward chaining and certainty factor , begins with information to in the form of real they were combined into a rule to produce a conclusion .The results of that which is inferred on a forward chaining and certainty factor could reach up to match the level of as much as 73,33 % compared with the result by renowned expert in .The number is already shows that this method suitable to help people.

Page 83 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue