cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penamas Adi Buana
ISSN : 26225727     EISSN : 26225395     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
KEPEMANDUAN DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS PENGELOLA KAWASAN EKOWISATA GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN Sucipto sucipto
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2393

Abstract

Gunung Api Purba Nglanggeran pada tahun 2015 telah ditetapkan menjadi bagian dari geopark gunung sewu dan masuk dalam geopark network di level internasional. Untuk itu, pelatihan bahasa inggris perlu dilakukan untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan meningkatkan keterampilan komunikasi serta meningkatkan standar pelayanan terhadap wisatawan mancanegara. Melihat kualitas SDM yang bervariasi maka metode yang dipilih dalam pelatihan yaitu, reading, vocabulary, diskusi, role play dan native speaker. Selama dua bulan pelatihan dilaksanakan, pengelola sudah memiliki keberanian untuk memandu wisatawan asing, mampu menjelaskan secara sederhana mengenai objek wisata yang ada dan memiliki kemampuan dalam membaca teks serta memilik hafalan kosa kota yang memadai sesuai dengan objek dan daya tarik wisata di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Pengelola perlu memperkaya kosa kata, membiasakan komunikasi dalam bahasa inggris. Kemampuan bahasa inggris dapat meningkatkan pelayanan pengelola terhadap para wisatawan asing, dan pengelola mampu menyampaikan informasi dengan baik kepada wisatawan mancanegara.
MASA REMAJA DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN AL-HAMDANIYAH Nurul Azizah; Rafhani Rosyidah; Dwi Nastiti
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2414

Abstract

Berdasarkan hasil survey di Pondok putri pesantren Al-Hamdaniyah meunjukkan seluruh santri putri merupakan kategori remaja, namun dipondok pesantren para santri putri tidak pernah mendapatkan pendidikan dan pengetahuan tentang perkembangan remaja dan kesehatan reproduksi, sehingga para santri belum mengetahui bagaimana perubahan yang dialamai remaja baik secara fisik maupun psikologis, dan tidak dapat mengenali jika terdapat penyakit atau kelianan pada organ reproduksinya. Berdasarkan pernyataan tersebut maka pada tanggal 10 maret 2020 dilaksanaan workshop dan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, yang mengupas tentang perkembangan remaja dan berbagai masalah yang terjadi pada remaja, termasuk antisipasi dan bahaya penggunaan NAPZA, serta bahaya pergaulan bebas remaja. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi penyuluhan tentang kesehtan reproduksi remaja wanita, mulai dari pengenalan organ reproduksi, perubahan yang terjadi pada organ reproduksi remaja wanita, serta pengenalan kelainan dan masalah kesehatan reproduksi remaja wanita. Hasil kegiatan program kemitraan masyarakat terhadap santri pondok pesantren Al-Hamdaniyah ini sangat penting bagi kelansungan hidup sehat para santri, agar para santri dapat menimba ilmu dengan kondisi yang baik, dan dapat menjalani hidup sehat
PENGUATAN PROMOSI DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN DI DESA PUJON KABUPATEN MALANG Siti Nuurlaily; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2426

Abstract

Abstract Tourism village is largely based in local wisdom is a form of integrated activities between attractions, accommodation, supporting facilities and additional facilities in the form of village management presented in the structure of community life that is bound by traditional procedures and norms that apply in the village. The development of sustainable tourism villages reguires the participation of local communities in all phases of development starting from the planning, implementation and supervision and control stages. Pujon Kidul Village in Pujon subdistrict, Malang regency is one of the tourist villages developed by the village community, which has tourism potential from the agriculture, livestock and small to mediun industries which is supported by the geographical and climatological conditions of the region. The purpose of this activity is to strengthen the promotion of village teourism based in local wisdom by identifying the potential of the Pujon Kidul village tourism area. Approach to the implementation of community service using the Rural Appraisal Approach (RAA) through a Group Discussion Forum (FGD) between the Pujon Kidul village apparatus, the Tourism Awarness Group (Pokdarwis) and the representatives of the village community. The results of this activity are strengthening promotion through a catalog of tourism village potentials and understanding of village afficials, the community and the private sector in planning the development of tourism villages through the utilization of the potential of geography, agriculture, animal husbandry and plantations in the tourism village of Pujon Kidul District of Pujon Malang Regency which begore socialization and counselling was 32% to 96%.. Keyword : Local Wisdom, Tourism Potentials, Tourism Village Abstrak Desa wisata sebagaian besar berbasis pada kearifan lokal desa adalah bentuk kegiatan terintegrasi antara atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung dan fasilitas tambahan berupa manajemen desa yang disajikan dalam struktur kehidupan masyarakat yang terikat dengan prosedur tradisi dan norma yang berlaku di desa. Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam seluruh fase pengembangan mulai dari tahap perencanaan, implementasi dan pengawasan serta pengendalian. Desa Pujon Kidul di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan salah satu desa wisata yang dikembangkan oleh masyarakat desa, memiliki potensi wisata dari sector pertanian, peternakan dan industry kecil ke menengah yang didukung kondisi geografi dan klimatologi wilayahnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah penguatan promosi desa wisata yang berbasis kearifan lokal dengan mengidentifikasi potensi kawasan wisata desa Pujon Kidul. Pendekatan – pendekatan pelaksanaan pengabdian dengan menggunakan metode Rural Appraisal Approach (RAA) melalui Forum Group Diskusi (FGD) antara aparatur desa Pujon Kidul, Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) dan perwakilan masyakat desa. Hasil dari kegiatan ini adalah penguatan promosi melalui katalog potensi desa wisata dan pemahaman aparatur desa, masyarakat dan pihak swasta dalam perencanaan pengembangan desa wisata melalui pemanfaatan potensi geografi, pertanian, peternakan dan perkebunan di desa wisata Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang sebelum sosialisasi dan penyuluhan sebesar 32% menjadi 96%. Kata kunci : Desa Wisata, Potensi wisata, Kearifan Lokal.
IbM Kelompok Pembuat Kerupuk Kerang di Desa Pepe Kabupaten Sidoarjo sukarjati; Tony Susilo Wibowo
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2427

Abstract

Kerupuk kerang belum dipasarkan secara luas padahal rasanya enak dan mempunyai nilai gizi yang tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Di desa Pepe Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo ada pembuat kerupuk kerang. Di desa Pepe juga ada penjual kerang darah bercangkang dan kerang darah kupas serta banyak buruh pengupas kerang darah. Kegiatan IbM ini bertujuan meningkatkan pendapatan pembuat kerupuk kerang di desa Pepe. Permasalahan yang dialami oleh pembuat kerupuk kerang adalah 1. Kemampuan dan pengetahuan pembuat kerupuk kerang terbatas dalam hal: (a) Kerupuk diuleni menggunakan bak plastik yang tidak tahan panas, saat adonan di uleni dengan kaldu kerang panas maka adonan dapat tercemar bahan kimia dari plastik. (b) Kerang yang digunakan tanpa di cuci dan tidak di buang kotorannya. (c) Pembuat kerupuk kerang kurang kreatif dan kurang inovatif (d) Pengetahuan dan kemampuan cara pengemasan kerupuk kerang kurang, (e) Pengetahuan tentang hygienitas kerupuk kurang karena penjemuran kerupuk dilakukan di pinggir jalan 2. Pengetahuan tentang strategi pemasaran kurang, 3. Penjemuran yang hanya mengandalkan sinar matahari menyebabkan pada saat hujan tidak memproduksi kerupuk sehingga penghasilannya tidak ajeg (tidak rutin). 4. Produksi terbatas karena terbatasnya fasilitas pendukung proses 5.Bentuk kerupuk kerang tidak menarik karena kerupuk dicetak menggunakan tangan 6. Ketebalan kerupuk kerang tidak rata karena di iris secara manual. 7. Kerupuk di uleni dengan tangan, sehingga adonan tidak tercampur rata. Penyelesaian Permasalahan Mitra dengan cara mengembangkan usaha pembuat kerupuk kerang lebih meningkat produksinya dan menjadikan kerupuk kerang sehat dan bergizi. Hal ini ditempuh dengan langkah langkah:1.memberi pendampingan tentang cara pemilihan bahan kerang yang baik. 2.Melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan kerupuk kerang yang dicampur aneka sayuran untuk meningkatkan nilai gizi kerupuk kerang.3. Melakukan pendampingan pembuatan kerupuk kerang yang hygienis. 4.Melakukan pendampingan cara pengemasan yang baik.5.Melakukan pendampingan tata cara mendaftarkan produk guna memperoleh nomor Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Departemen Kesehatan (DEPKES). 6. Pelatihan dan Pendampingan dalam mengembangkan strategi pemasaran.7. Memberikan fasilitas pendukung produksi berupa:Mesin pengaduk adonan, Alat pencetak kerupuk kerang berbahan stainles steel, Mesin perajang kerupuk kerang. Luaran Produk Kerupuk Kerang asli dalam kemasan yang baik dan beratribut serta telah memperoleh nomor PIRT dari DEPKES. 2.Produk Kerupuk kerang dengan penambahan wortel dalam kemasan yang baik dan beratribut. Teknologi tepat guna mesin adonan, perajang kerupuk, alat pencetak Hasil Kegiatan Pengabdian yang telah dilakukan adalah melakukan pendampingan pemilihan bahan baku yaitu kerang yang berkualitas. 2.pendampingan pembuatan kerupuk kerang yang hygienis, 3. Melakukan pendampingan cara memperoleh PIRT. 4. Memberikan alat pencetak kerupuk. 5. Memberikan alat pengaduk kerupuk.
PKM-MEKANISASI PRODUKSI PETIS UDANG DI UD.MURNI SIDOARJO samsul huda; Siti Naviah; Natasya habibah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2428

Abstract

Petis merupakan produk olahan, sebagai campuran untuk menambah citarasa khusus. Tujuan untuk memberikan solusi pada produsen utamanya dalam peningkatan kuantitas dan kualitas produk. Lokasi ditentukan secara purposive di Kabupaten Sidoarjo. Hasil pengabdian ini menyimpulkan bahwa : penggunaan pengaduk manual memiliki nilai tambah sebesar Rp.17.270,- dan prosentase keuntungan 69.11 %, sedangkan yang menggunakan mekanisasi mesin nilai tambah Rp.25.850 dengan prosentase keuntungan 87.10 %, secara organoleptik tektur produk petis lebih halus, mengkilat dan fleksibel.
Pelatihan Kultivasi Spirulina Bagi Siswa dan Siswi SMA/SMK di Daerah Surabaya, Sidoarjo dan Sekitarnya Pungky Slamet Wisnu Kusuma; Tatang Sopandi
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2431

Abstract

Produk mikroalga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu karena berpotensi menghasilkan beragam bahan kimia dan senyawa aktif biologis seperti vitamin, pigmen karotenoid, protein, lipid dan polisakarida. Selain itu produk mikroalga ini diminati karena memberikan nilai manfaat ekonomi terkait dengan eksploitasi kultur mikroalga secara massal. Namun didalam pelaksanaanya masih banyak ditemukan kendala untuk memproduksi mikroalga ini karena ada beberapa cara budidaya untuk menghasilkan produk mikroalaga yang optimal. Untuk memecahkan masalah ini diperlukan pelatihan dan pendampingan. Tujuan kegiatan pelatihan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang cara kultivasi spirulina dengan harapan merangsang peserta pelatihan untuk menekuni usaha berbasis spirulina sehingga dapat menggerakkan ekonomi berbasis spirulina. Hasil pelatihan kultivasi spirulina ini bagi peserta didik diperoleh informasi baru mengenai potensi dan manfaat ekonomi dari budidaya spirulina sebagai sumber pakan, sumber pangan dan energi alternatif yang terjangkau dengan teknologi sederhana yang dapat digunakan untuk mewujudkan kemandirian.
Workshop Photo Editing Sebagai Bekal Wirausaha Bagi Karang Taruna Kecamatan Gondang Mojokerto liknin nugraheni; Sri Rahayu; Sunyoto Hadi Prayitno; Erlin Ladyawati; Moh. Syukron Maftuh; Nur Fathonah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2439

Abstract

Berdasarkan hasil survey dan observasi pada pemuda dan pemudi karang taruna yang ada di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto ini, menunjukkan bahwa masih banyak dari mereka yang masih belum memiliki pekerjaan atau bisa dikatakan bahwa mereka belum belum bisa mendapatkan penghasilan. Salah satu factor yang berhasil kami himpun adalah dikarenakan masih kurangnya keterampilan yang mereka miliki. Hal tersebut disebabkan oleh para pemuda dan pemudi karang taruna tidak pernah memperoleh bimbingan baik dari pendidikan formal ataupun dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat mengarahkan para pemuda pemudi karang taruna pada pengetahuan luas, khususnya yang berkenaan dengan photo editing. Berdasarkan masalah tersebut, maka tim pelaksana PPM prodi pendidikan matematika FKIP Unipa Surabaya, akan melaksanakan Workshop photo editing dengan memanfaatkan aplikasi adobe photoshop. Kegiatan tersebut, mampu menambah referensi dan pengetahuan bagi pemuda karang taruna yang ada di Kecamatan Gondang terutama di bidang desain grafis khususnya photo editing. Setelah mengikuti workshop, para karang taruna yang dapat mengedit foto secara sederhana dan mengaplikasikannya dalam berbagai macam bentuk publikasi cetak seperti logo, pamflet, brosur, kartu nama, poster, buku, tata letak/layout majalah, desain iklan, undangan, cover majalah, dan lain sebagainya akan mampu mengembangkan jiwa entrepreneur dibidang photo editing, sehingga dapat dijadikan lapangan pekerjaan.
DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK SEBAGAI MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Eka Nada Shofa Alkhajar; Agusniar Rizka Luthfia
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2524

Abstract

Perubahan iklim adalah sebuah persoalan global yang dihadapi seluruh umat manusia. Orang-orang perlu mengetahui bagaimana cara menghadapi perubahan iklim. Secara umum, ada dua strategi utama untuk mengurangi resiko dari dampak perubahan iklim. Salah satunya adalah mitigasi perubahan iklim. Strategi ini terdiri dari upaya-upaya untuk mengurangi atau mencegah peningkatan emisi gas rumah kaca. Dalam konteks ini, remaja pun memiliki peran penting untuk ambil bagian dan melakukan aksi nyata. Salah satu bentuk aksi nyata tersebut adalah dengan mendaur ulang sampah plastik. Sampah plastik adalah salah satu sumber emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, aksi ini sangatlah penting untuk dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali remaja keterampilan untuk mendaur ulang sampah plastik terutama botol plastik bekas. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra kegiatan telah memiliki keterampilan untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi benda-benda yang menarik dan bernilai guna.
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA TERHADAP PEDIDIKAN SEKSUAL ANAK USIA DINI Aisyah Aisyah; Isabella Hasiana
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a2695

Abstract

Orangtua memiliki peran terhadap pendidikan anak mulai dari usia sejak di dalam kandungan hingga dewasa. Peran yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak memiliki berbagai macam peraturan yang semuanya itu untuk memberikan pendidikan yang optimal bagi anak. Didalam program pengabdian pada masyarakat ini, memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap orang tua tentang pentingnya pendidikan seksual terhadap putra putrinya sejak di usia dini. Dalam hal pendidikan seksual tentu orangtua memiliki peran yang tidak sedikit. Orangtua harus menyadari bahwa dengan pendidikan seksual yang diterapkan sejak dini kepada anak, maka diharapkan anak akan terhindar dari perilaku-perilaku yang mengarah kepada kekerasan seksual. Peserta kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ialah 25 wali murid TK Kristen Sejahtera. Pelaksanaan kegiatan menggunakan daring. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ialah orangtua memiliki pengetahuan bahwa pendidikan seksual yang diberikan bukanlah hal yang tabu dan tentu saja yang diberikan kepada anak usia dini ialah sesuai dengan pemahaman kognitif mereka.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN PADAT SPIRULINA UNTUK SISWA SMA/SMK DI SURABAYA DAN SIDOARJO Diah Karunia Binawati; Sukarjati; susie Amilah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a2701

Abstract

Abstrak Spirulina adalah sianobakterium multiseluler, walaupun mirip dengan bakteri tetapi Spirulina mempunyai mekanisme fotosintesis yang mirip dengan yang ditemukan pada tanaman. Spirulina merupakan mikroalga sel tunggal yang hidup di air dan berkembang biak dengan cara membelah diri ini dikenal sebagai sumber nutrisi nabati terlengkap yang kaya akan asam amino esensial, vitamin, mineral dan karotenoid (Sitorus, 2015). Kandungan nutrisi Spirulina yang lengkap mengakibatkan Spirulina semakin banyak digunakan untuk kebutuhan manusia baik dalam bidang pangan maupun kecantikan. Pelatihan pembuatan sabun padat transparan Spirulina bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa SMA/SMK di Surabaya dan Sidoarjo tentang pengaplikasian ilmu dan teknologi dalam menghasilkan sabun padat transparan untuk membersihkan dan menyehatkan kulit wajah. Bahan yang digunakan adalah Chip soap 450 g, Lexaine C 0,06 g, Carbowax liquid 0,03 g, Propilen glikol 0,03 g, Fixolite 12 g, Spirulina 9 g, Alkohol 96 % 30 ml, parfum. Hasil pelatihan ini memberikan informasi tentang penggunaan Spirulina untuk pembuatan sabun padat transparan dan mempraktekkan secara langsung pembuatan sabun padat transparan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa. Kata kunci: sabun padat transparan, kulit wajah, Spirulina Abstract Spirulina is a multicellular cyanobacterium, although similar to bacteria, but Spirulina has a photosynthesis mechanism that is similar to those of plants. Spirulina is a single cell microalga that lives in the water and reproduce by dividing itself. Spirulina is known as the most complete source of vegetable nutrition because it’s rich of essential amino acid, vitamin, mineral, and carotenoids (Sitorus, 2015). The complete nutrition in Spirulina makes it more widely known and used to fulfill the human needs, both in the fields of food and beauty. The training of making Spirulina transparent solid soap aims to provide knowledge and skills to students of high school and vocational school in Surabaya and Sidoarjo regarding the application of science and technology in producing transparent solid soap to cleanse and nourish the facial skin. The ingredients used are Chip soap 450 g, Lexaine C 0,06 g, Carbowax liquid 0,03 g, Propilen glikol 0,03 g, Fixolite 12 g, Spirulina 9 g, Alcohol 96% 30 ml, and Perfume. The purpose of this study is to give information and direct practice about the use of Spirulina to make transparent solid soap, so this training is expected to grow the entrepreneurial sense of the students. Keywords: transparent solid soap, facial skin, Spirulina