cover
Contact Name
Nebuchadnezzar Akbar
Contact Email
nezzarnebuchad@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
ilmukelautanunkhair@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 2620570X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan yang mencakup: biologi laut, ekologi laut, biologi oseanografi, kimia oseanografi, fisika oseanografi, geologi oseanografi, oseanografi perikanan, akustik kelautan, remote sensing kelautan, sistem informasi geografis kelautan, mikrobiologi kelautan, pencemaran laut, akuakultur kelautan, teknologi hasil perikanan, bioteknologi kelautan, interaksi laut dan atmosfir, perubahan iklim, dan rekayasa kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Pengaruh Penambahan Tepung Ulat Sagu Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila Di Wadah Terkontrol Sudirto Malan; Riksanjani Riksanjani
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1430

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani karena memiliki daging yang tebal serta rasa yang enak. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ikan adalah pakan. Pakan merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan Mengetahui pengaruh penambahan tepung ulat sagu pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila dan dapat mengetahui dosis tepung ulat sagu yang baik terhadap kualitas pakan buatan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan Pada bulan Oktober sampai bulan November 2018. di Laboraturium Basah Kastela Fakultas Perikanan Dan Kelautan Universitas Khairun Ternate. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan tepung ulat sagu A 20 gr dari 100 gram pakan, B sagu 25 gr dari 100 gram pakan, C 30 gr dari 100 gram pakan, D pakan komersil (kontrol). Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada pelakuan D pakan komersil (kontrol) sebesar 8,54 gram, diikuti perlakuan C sebesar 5,98 gram, perlakuan B sebesar 5,64 gram dan perlakuan A sebesar 4,84 gram. Pertumbuhan sesaat SGR nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan D pakan komersil (kontrol) sebesar 3,87 gram di ikuti dengan perlakuan C sebesar 3,82 gram, perlakuan B sebesar 3,81 gram dan yang terendah perlakuan A yaitu sebesar 3,80 gram. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila selama 28 hari pada tiap-tiap perlakuan memiliki nilai yang sama, yaitu 100 %.Kata Kunci: Ikan Nila, Pertumbuhan, Tingkat Kelangsungan hidup
Potensi Pribiotik Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelulus Hidupan Benih Mujair (oreochromis mossambicus) Titin Liana Febriyanti; Rahyuni Sy Domili
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1424

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan membuktikan kombinasi yang paling optimal probiotik pada pakan dengan padat tebar yang berbeda terhadap pertumbuhan mutlak dan kelulus hidupan pada benih ikan mujair (Oreochromismossambicus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akuakultur Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan skala laboratorium. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Dosis prebiotik pada pakan yaitu 15ml/kg (P1) dan 20ml/kg (P2) dengan 3 perlakuan padat tebar yaitu 2, 3, 4 ekor dan 3 kali ulangan. Tahapan dalam penelitian ini yaitu dari persiapan alat dan bahan, menyiapkan bakteri probiotik (Bacillus sp., Lactobacillus sp., Nitrosomonas sp.), pemberian probiotik pada pakan serta media, kemudian pemeliharaan beih ikan mujair (Oreochromis mossammbicus) selama 10 minggu. Variable yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan berat mutlak dan kelulushidupan. Hasil yang diperoleh pertumbuhan tertinggi dicapai pada perlakuan P1B yaitu dengan rerata 12,74 g. Sedangkan pertumbuhan terendah dicapai pada perlakuan P2C yaitu dengan rata-rata sebesar 9,44 g.Kelulus hidupan tertinggi terdapat pada perlakuan (P1B) 93%, sedangkan kelulushidupan terendah pada perlakuan P2C yaitu sebesar 86,67 %.Kata Kunci: Potensi Probiotik, Mujair (Oreochromismossambicus), Pertumbuhan, Kelulushidupan, Pakan, Padat Tebar
Analisa Vegetasi Hutan Mangrove Di Selat Pogo-Pogo Kabupaten Halmahera Selatan Laswi Irmayanti; Muhammad Nur; Sadam Husain M. Mayor; M Charis Kamarullah
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1425

Abstract

Mangrove ecosystems have a very important role for the coastal environment, both in terms of physical, ecological and economic. One of the important mangrove areas in South Halmahera is on the coast of Pogo-Pogo island. The purpose of this study was to identify the diversity and dominance of mangrove species in the Pogo-Pogo Strait. Research uses the method of the plot lanes. The types of mangroves found in the research location were 9 species, 3 of which were categorized as true mangrove and 6 types of asociate mangrove. The diversity of mangroves found at the study site was relatively low. The Shannon-Wienner species diversity index (H ') for seedling (H' = 0.59), sapling (H '= 0.00), and tree (H' = 0.66). This indicates that the distribution of individual numbers of each species was lowed and the stability of the mangrove forest community in the Pogo-Pogo strait was lowed. In all level of growth (seedlings, saplings and trees), the Rhizophora mucronata was the most dominating species.Key words: mangrove, diversity, pogo-pogo
Kajian Kualitas Air dan Indeks Pencemaran Perairan Laut di Teluk Manado Ditinjau Dari Parameter Fisika-Kimia Air Laut Simon I Patty; Marenda Pandu Rizki; Husen Rifai; Nebuchadnezzar Akbar
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1387

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada dua musim yaitu musim barat dan musim peralihan-I untuk mengetahui kualitas air laut dan indeks pencemaran di Teluk Manado. Pengukuran suhu, salinitas, kecerahan, pH dan oksigen terlarut dilakukan secara in situ (langsung di lapangan) sedangkan kekeruhan, fosfat dan nitrat dianalisa di labaratorium WLN-Manado. Semua metode analisis berdasarkan pada buku Standards Methods for The Examination of Water and Wastewater (APHA, AWWA, WEF, 2005). Hasil perhitungan indeks pencemaran menunjukkan Teluk Manado masih dalam kondisi baik hingga tercemar ringan. Variasi nilai suhu, salinitas, kecerahan dan kekeruhan air laut masih dalam kondisi relatif normal untuk kategori perairan pantai. Derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO), fosfat dan nitrat masih dalam batas aman kesuburan suatu perairan dan masih baik untuk kehidupan dan perkembangan biota laut.Kata kunci: Kualitas air, karakteristik fisika-kimia, Teluk Manado
Struktur Komunitas Dan Panjang Koloni Karang Keras Di Perairan Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Souhoka
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1426

Abstract

Karang keras merupakan salah satu komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan sumbangsih bagi organisma yang ada di sekitarnya maupun yang ada di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui struktur dan panjang koloni karang keras di perairan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Pebruari 2019 di 7 lokasi dengan menggunakan metode transek garis.Hasil Analisamenunjukkan keanekaragaman jenis (H) tertinggi sebesar 1,17 ditemukan di Stasiun 1. Kemerataan jenis (E) tertinggi sebesar 0,86 di Stasiun 1 dan dominansi jenis (D) tertinggi sebesar 0,20 di Stasiun 7. Persentase tutupan karang keras tertinggi ditemukan di Stasiun 3 sebesar 86,24% dengan jumlah jenis karang keras sebanyak 90 jenis. Panjang koloni karang keras tertinggi dari jenis Porites cylindrica 6523cm atau 23,93% dari total panjang karang keras seluruh stasiun penelitian.Kata kunci : Struktur komunitas,karang keras, Bolang Mongondow.
Dampak El Nino Terhadap Pola Distribusi Ikan Karang dan Pelagis di Wilayah Samudra Pasifik M Janib Achmad; Satria Krida Nugraha
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1421

Abstract

El Nino adalah salah satu fenomena yang berdampak pada perubahan suhu laut. Di wilayah Pasifik Timur Tropis (TEP), El Nino ditandai oleh suhu permukaan laut yang tinggi di wilayah tersebut. Ini memiliki dampak yang berbeda pada organisme laut di wilayah TEP, terutama pada ikan karang dan pelagis. Pelagis yang ditelitiselama El Nino 1972/73, 1982/83 dan 1997/98 memiliki kecenderungan untuk bermigrasi ke daerah yang lebih dingin. Beberapa jenis pelagis memiliki tingkat reproduksi yang berbeda selama El Nino. Sementara ikan karang, yang diketahui memiliki area tetap, memiliki respons berbeda selama terjadiEl Nino. Karena mereka tidak dapat bermigrasi, ikan karang perlu beradaptasi pada perubahan suhu selama El Nino. Akibatnya, selama El Nino jumlahpopulasiikan karang menurun, ini disebabkan oleh faktor reproduksi yang rendah dan jumlah makanan yang terbatas.Kata Kunci :El Nino, Ikankarang,Pelagis, Tropical Eastern Pasific
Keanekaragaman Echinodermata di Perairan Pulau Ngele Ngele Kecil, Kabupaten Pulau Morotai Nurafni Nurafni; Sandra Hi Muhammad; Ikbal Sibua
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1427

Abstract

Echinodermata merupakan hewan invertebrata yang memiliki duri pada permukaan kulit, filum ini terbagi atas lima kelas yaitu Bintang laut (Asteroidea), Bintang mengular (Ophiuroidea), Teripang (Holothuroidea) Bulu babi (Echinoidea) dan Lili laut (Crinoidea).. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman Echinodermata diperairan Pulau Ngele-Ngele Kecil. penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 – Januari 2018 dengan menggunakan metode Transek Kuadrat. Penarikan contoh sampling berdasarkan keberadaan Echinodermata dan ditentukan sebanyak 4 stasiun penelitian. Hasil perhitungan nilai kepadatan jenis tertinggi pada jenis Laganum laganum sebesar (14,75 - 14,92 ind/m²) dan yang terendah jenis Ophiarachna affinis, Ophiactis sp, Linckia laevigata dan Protoreaster nodosus sebesar (0,58 – 0,83 ind/m²) pada masing-masing jenis dalam tiap stasiun. Nilai indeks keanekaragaman jenis tertinggi pada stasiun III sebesar 1,04 dengan kategori sedang dan terendah pada stasiun I diperoleh 0,54. Nilai indeks keseragaman tertinggi pada stasiun II dan III sebesar 0,10 dengan kategori kecil dan yang terendah pada stasiun I sebesar 0,05. Sedangkan nilai indeks dominasi yang diperoleh pada empat stasiun penelitian sebesar 0,02 – 0,04 dapat dikategorikan dengan kriteria yang rendah.Kata kunci: Keanekaragaman, Echinodermata, Pulau Ngele Ngele
Pemanfaatan sinar ultra violet dalam menjaga kualitas ikan sagela asap Asruddin Asruddin; Ni’mawati Syariah; Rahyuni Sy Domili
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v3i1.1857

Abstract

Ikan sagela asap telah memiliki daya tahan yang tinggi tetapi tetap perlu penanganan yang baik di dalam penyimpanannya. Penanganan ikan asap sagela di dalam penyimpanannya ialah mengasapi kembali ikan sagela tersebut atau dengan cara menjemur untuk mengendalikan pertumbuhan jamur. Pada penyimpanan ikan sagela asap, Perlu suatu inovasi dengan menggunakan bantuan lampu sinar ultra violet yang dapat mempertahankan kualitasikan asap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sinar Ultra violet dalam mempertahankan kualitas ikan sagela asap. Data dalam penelitian ini ialah hasil penilaian panelis dengan uji organoleptik berupa kenampakan, bau, tekstur, jamur dan lendir. Data panelis selanjutnya di analisis dengan analisis deskriptif,disajikan dalam bentuk histogram, table atau gambar kemudian diinterpretasikan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa penggunaan sinar ultra violet memiliki pengaruh yang baik terhadap kenampakan, tekstur, bau, jamur dan lendir pada kelompok ikan sagela asap yang berada pada posisi jarak 50 cm dari sumber cayaha dibandingkan dengan kelompok ikan sagela yang barada pada posisi 150 cm maupun yang tanpa menggunakan lampu ultra violet. Untuk penilaian tertinggi dari segi tekstur dan bau terdapat pada perlakuan lampu C (UV 15 watt) dengan kelompok ikan berjarak 50 cm dan 100 cm dari sumber cahaya dibandingkan perlakuan lainnya.Kata Kunci: ikan sagela asap, kualitas, sinar ultraviolet
Analisis pertumbuhan alga merah (Ptilophora pinnatifida) yang di budidaya pada skala laboratorium Rovina Andriani; Fatma Muchdar; Angela Wulansari; Eka Kusuma Dewi; Abd Hakim Husen; Dewi Putri Lestari
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v3i1.1863

Abstract

Ptilophora pinnatifida termasuk dalam genus alga merah yang tersebar di Indo-Pasifik Barat, terutama dihabitat subtidal pada kedalaman lebih dari 100 meter. Genus ini jarang ditemui, 3 dari 14 spesies yang telah dikenali hanya dapat dikumpulkan dari arus atau aliran air. Spesies Ptilophora umumnya berasal dari perairan beriklim sedang (hanya 2 spesies yang diketahui berasal dari perairan beriklim tropis) dan secara biogeografis area penyebarannya masih terbatas. Laju pertumbuhan rumput laut umumnya mengalami peningkatan pesat pada periode tertentu tergantung pada umur tanaman tersebut dan setelah mencapai puncak, laju pertumbuhan akan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan harian dan pertumbuhan spefifik alga merah (Ptilophora pinnatifida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan rumput laut Ptilophora pinnatifida yang dibudidaya pada bak selama 10 minggu (70 hari) mencapai rata-rata berat 3 gr dan panjang 1,138 cm. Hasil analisis laju pertumbuhan spesifik menunjukkan pada umur 43-57 hari terjadi pertumbuhan rumput laut yang pesat, yaitu 1,63%.Kata Kunci: rumput laut; Ptilophora pinnatifida; pertumbuhan; budidaya skala laboratorium
Indeks ekologi makroalga di perairan sagolo Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai Nurafni Nurafni; Sandra Hi Muhammad; Kismanto Koroy; Fahmid Jurame
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v3i1.1858

Abstract

Makroalga memiliki banyak manfaat, baik manfaat sebagai bahan baku industri seperti industri makanan, tekstil, dan kosmetik. Makroalga juga menyediakan habitat untuk beberapa jenis biota laut seperti krustasea, moluska, echinodermata dan ikan. Serta pemanfaatan makroalga sebagai alginat terbesar terdapat pada industri tekstil, pangan, kertas, farmasi dan industri kosmetikPentingnya peranan dan manfaat makroalga, maka perlu dilakukan pendataan jenis Makroalga yang ada di perairan kabupaten pulau Morotai khususnya di Perairan Sagolo. Kehadiran jenis makroalga di Perairan Sagolo berperan penting sebagai tempat berlindung biota kecil (benih ikan dan udang). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis indeks ekologi makroalga di perairan Sagolo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2019 di Perairan Sagolo dengan menggunakan metode transek kuadrat. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah kepadatan jenis, keanakeragaman, indeks dominasi dan kemerataan. Jenis makroalga yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 13 jenis dan hasil analisis struktur komunitas kepadatan, keanakeragaman jenis,indeks kemerataan dan indeks dominasi pada tiga stasiun penelitian menunjukkan kepadatan tertinggi pada stasiun I terdapat pada jenis Padina sp (15,56 ind/m²), terendah Hormophysa triquetra (1,11 ind/m²), stasiun II jenis tertinggi Sargassum echinocarpum (22,33 ind/m²), terendah Dictyota bartayresiana (2,22 ind/m²) dan stasiun III tertinggi Sargassum echincharpum (18,89 ind/m²). Terendah caulerpa sp (4,44 ind/m²). Indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang pada ketiga stasiun dengan nilai (1,798,-2,072). Indeks kemerataan jenis tidak tersebar merata dengan nilai (0,078-0,105) dan indeks dominasi tidak ada yang mendekati 1 dengan nilai (0,022,-0,016).Kata kunci: indeks ekologi, makroalga, Morotai

Page 4 of 17 | Total Record : 162