cover
Contact Name
Nebuchadnezzar Akbar
Contact Email
nezzarnebuchad@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
ilmukelautanunkhair@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 2620570X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan yang mencakup: biologi laut, ekologi laut, biologi oseanografi, kimia oseanografi, fisika oseanografi, geologi oseanografi, oseanografi perikanan, akustik kelautan, remote sensing kelautan, sistem informasi geografis kelautan, mikrobiologi kelautan, pencemaran laut, akuakultur kelautan, teknologi hasil perikanan, bioteknologi kelautan, interaksi laut dan atmosfir, perubahan iklim, dan rekayasa kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Tobololo Kota Ternate Andi K Hi Yusup; Muhammad Ridwan Lessy; Abdurachman Baksir
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.317 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i2.937

Abstract

Pengembangan pariwisata harus memperhatikan kesesuaian dan daya dukung lingkungan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian dan menghitung daya dukung kawasan pariwisata Tobololo. Purposive sampling digunakan dalam pengumpulan data di mana lokasi penelitian dibagi menjadi tiga stasiun. Di setiap stasiun, data yang dikumpulkan meliputi kedalaman air, tipe pantai, dan lebar serta material substrat. Selain itu, data oseanografi meliputi kecepatan arus, kecerahan, biota berbahaya, tutupan lahan pesisir, kemiringan pesisir dan ketersediaan air tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketigastasiun yang diteliti ditemukan bahwa kategori rekreasi pada semua stasiun memiliki kriteria yang sangat sesuai (S1), yang mendapat skor 76, untuk semua stasiun. Sementara, untuk berenang, di semua bidang memiliki kategori yang sangat sesuai (S1) di mana skor 115 untuk stasiun I dan stasiun II, dan skor 101 untuk stasiun III. Selanjutnya, daya dukung wilayah untuk rekreasi pantai adalah 361 orang / hari, dan berenang adalah 240 orang / hari.
Aktivitas Antifouling Senyawa Bioaktif Dari Lamun di Perairan Pulau Morotai Nurafni Nurafni; Rinto Muhammad Nur
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.68 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i2.942

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem di laut yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan biota laut dan merupakan salah satu ekosistem laut yang paling produktif. Lamun banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, kosmetik, obat-obatan, antibakteri, dan antibiofouling. Di Pulau Morotai banyak ditemukan jenis-jenis lamun, tetapi belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lamun dari perairan Pulau Morotai sebagai bioantifouling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai November 2018. Sampel lamun diperoleh dari Perairan Desa Posi-Posi, Juanga, Pandanga, dan Daeo. Ekstrasi lamun dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan n-heksan. Uji aktivitas antifouling menggunakan bakteri biofilm. Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan untuk jenis lamun yang memiliki aktivitas antifouling Hasil ekstraksi menunjukkan bahwa rendemen ekstrak dengan pelarut metanol lebih besar dibandingkan dengan n-heksan. Ekstrak terbanyak diperoleh dari ekstrak metanol Cymodecea rotundata (19,32%), diikuti ekstrak metanol Enhalus acoroides (9,55%), ekstrak metanol Halodule pinifolia (5,96%), ekstrak n-heksan Halodule pinifolia (0,53%), ekstrak n-heksan Enhalus acoroides (0,35%), dan ekstrak n-heksan Cymodecea rotundata (0,24%). Hasil uji antifouling menunjukkan bahwa ekstrak metanol Enhalus acoroides memiliki aktivitas antifouling terhadap bakteri uji. Hasil identifikasai senyawa bioaktif menunjukkan ekstrak metanol Enhalus acoroides mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid.
Pengujian Mutu Ikan Teri Kering (Stolephorus spp) Dengan Penggunakan Konsentrasi Garam yang Berbeda Andi Agus; Fikri Rizky Malik
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.18 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i2.936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu ikan teri kering (Stolephorus spp) dengan menggunakan konsentrasi garam 10% dan 12,5% dan waktu penyimpanan selama 14, 28 dan 42 hari dengan menggunakan pengamatan organolektif dan biokimiawi dengan menghitung total volatile base (TVB). Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.Pengambilan contoh dilakukan secara acak dari satu daerah penangkapan. Contoh yang terdiri dari ikan teri segar kemudin dikeringkan selama 14 hari dan diuji, selanjutnya di uji lagi pada hari ke 28 dan 42 hari. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa Ikan teri kering (Stolephorus spp) yang telah mengalami proses pengeringan selama dua minggu dan penyimpanan selama 6 minggu mengalami kemunduran mutu baik secara organolektif maupun biokimiawi.Penilaian organolektif meliputi kenampakan, bau dan tekstur.Untuk kenampakan hanya pada penilaian hari ke 14 (24 September 2013) menunjukkan nilai yang diisyaratkan sedangkan pada hari ke 28 (7 Oktober 2013) dan 42 hari (21 Oktober 2013) sudah menunjukkan nilai yang tidak diisyaratkan.Untuk bau dan tekstur setipa hari pengamatan menujukkan nilai yang tidak disyaratkan. Rendahnya nilai mutu organolektif ini disebabkamn karena pada proses pengeringannya, kondisi panas matahari tidak optimal.Pada pengujian secara biokimiawi dengan pengujian total volatile base (TVB) menunjukkan bahwa kadar garam dan lama penyimpanan tidak berbeda nyata sedangkan interaksi keduanya berpengaruh nyata. Hasil uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) menujukkan bahwa pada kadar garam 10%, perlakuan 14 hari berbeda nyata dengan 28 hari dan tidak berbeda nyata pada 28 hari dan 42 hari sedangkan pada kadar garam 12,5% berbeda nyata antar setiap perlakuan lama penyimpanan. Untuk lama penyimpanan, memperlihatkan penyimpanan 14 hari tidak berbeda nyata sedangkan 28 hari dan 42 hari berbeda nyata. Tingginya kadar TVB melewati ambang batas yang diisyaratkan karena proses pengeringan yang tidak optimal selama penelitian karena kondisi cahaya matahari yang tidak optimal karena musim hujan.
Strategi Pengelolaan Perikanan Tuna Di Kabupaten Pulau Morotai (The strategy of tuna fisheries management in Regency of Morotai Island) Titien Sofiati; Djainudin Alwi
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.235 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i2.935

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah merumuskan alternatis strategi prioritas pengelolaan perikanan tuna di Kab. Pulau Morotai. Adapun manfaat yang diperoleh antara lain sebagai rekomendasi bagi PEMDA Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai untuk pengembangan perikanan tuna. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pulau Morotai selama tida bulan yaitu bulan Juni-Agustus 2018.Pengumpulan data dilapangan menggunakan metode survei.Dimana data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder.Altaernatif strategi menggunakan analisis SWOT dengan terlebih dahulu mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor internal usaha perikanan tuna di Kab. Pulau Morotai.Hasil identifikasi dan pembobotan serta skoring faktor internal memberikan nilai sebesar 2,834, sedangkan hasil skoring faktor eksternal sebesar 3,327.Berdasarkan nilai tersebut dari keempat alternative strategi yaitu strategi SO, Strategi ST, strategi WO, dan strategi WT, diperoleh strategi prioritas untuk pengelolaan adalah strategi SO.Strategi prioritas pengelolaan perikanan tuna di Kab. Pulau Morotai terdiri dari: (1) Menerapan model pengelolaan perikanan tuna terpadu; (2) Membuka peluang pasar melalui penetapan alur bisnis perikanan tuna dengan investor dari luar Kabupaten Pulau Morotai (dalam maupun luar negeri); (3) Manajemen pengelolaan yang baik, melalui program Koperasi nelayan.
Efesiensi Teknis Pemasangan Rumpon di Perairan Bone Bolango Provinsi Gorontalo Asruddin Asruddin; Nasriani Nasriani
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.516 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i2.802

Abstract

ABSTRAKPerairan Teluk Tomini sekitar perairan Bone Bolango terdapat sejumlah alat bantu penangkapan yang biasa disebut dengan rumpon. Rumpon tersebut terpasang dan tersebar di perairan dimana mimiliki sejumlah faktor-faktor teknis yang dapat mempengaruhi produksi tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efisiensi teknis pemasangan rumpon di perairan Bone Bolango. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Bone Bolango Provinsi Gorontalo pada bulan April-Agustus 2018.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu kedalaman perairan (x1), lama masa panen rumpon (x2), jarak rumpon dengan daratan (x3),  jarak antar rumpon (x4) dan produksi tangkapan ikan di area rumpon (Y). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 22 spot tempat pemasangan rumpon. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis efisiensi teknis (Tehcnical Eficiency) menggunakan model DEA (Data Envelopment Analysis). Berdasarkan hasil analisis efisiensi diperoleh nilai rata-rata 0,802 yang berarti bahwa secara umum pemasangan rumpon di perairan Bone Bolango relatif belum efisien. Dari 22 spot rumpon yang diamati, terdapat 2 spot rumpon yang sudah efisien yaitu pada spot 18 yang memiliki kedalamanan 600 meter, lama masa panen rumpon selama 10 hari, jarak rumpon dengan daratan sejauh 591 meter dan jarak antar rumpon sejauh 539 meter dengan produksi tangkapan di area rumpon sebesar 1850 kg serta rumpon pada spot 21 yang memiliki kedalamanan 800 meter, lama masa panen rumpon selama 7 hari, jarak rumpon dengan darata sejauh 2065 meter, jarak antar rumpon sejauh 799 meter dan produksi tangkapan sebesar 2000 kg. Kata kunci: : efisien, faktor teknis, rumpon, produksi tangkapan    
Perhitungan Nilai Digital Radiansi Berdasarkan Band Pada Citra Alos Avnir-2 Di Wilayah Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat Rustam E Pembonan; Muh Ansar Amran; Firdaut Ismail
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.483 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i2.940

Abstract

Citra satelit yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra ALOS AVNIR-2 dengan resolusi spasial 10 m dan terdiri atas empat band yang terdiri atas tiga band merupakan spektral visible (cahaya tampak) dan satu gelombang merupakan spektral infrah merah. Cakupan area dari citra ALOS AVNIR-2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilayah Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Adapu tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai digital radiansi pada citra ALOS AVNIR-2 di Wilayah Sidangoli Dehe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan aplikasi algoritma dalam pengolahan dan analisis citra. Sebelum melakukan koreksi radiansi citra maka harus dilakukan pengolahan awal terhadap citra yang meliputi koreksi atmosferik, koreksi geometric, dan komposit citra. Hasil dari penelitian ini merupakan citra radiansi yang telah dikoreksi secara matematis dengan model algoritma melalui transformasi dari Nilai Digital (DN) yang merupakan bilangan berbasis 28. Nilai digital citra radiansi tersebut terintegrasi secara langsung dengan histogram sehingga dapat divisualisasikan melalui julat gelombang spektral. Citra dari hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai digital radiansi masing-masing band dari Citra ALOS AVNIR-2 yaitu band 1 dengan nilai 0 – 110 wm-2sr-1 μm-1, band 2 dengan nilai 0 – 121 wm-2sr-1 μm-1, band 3 dengan nilai 0 – 111 wm-2sr-1 μm-1, dan band 4 dengan nilai 0 – 170 wm-2sr-1 μm-1.
Struktur komunitas ikan karang di perairan Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Provinsi Maluku Utara Nebuchadnezzar Akbar; Firdaut Ismail; Rustam E Paembonan
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.747 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v1i1.677

Abstract

ABSTRAKKawasan pesisir Pulau Maitara memiliki potensi mangrove, lamun dan terumbu karang. Ekosistem terumbu karang menyediakan tempat hidup untuk berbagai jenis organisme laut. Ikan karang merupakan organisme laut yang mendiami karang untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Perairan pulau Maitara kaya akan keanekaragaman karang tetapi data dan informasi untuk ikan karang masih sangat sedikit. Tujuan penelitian untuk memperoleh data struktur komunitas ikan karang. Penelitian dilakukan pada April 2018. Metode pengambilan data ikan karang menggunakan metode underwater visual census (UVC).Pengambilan data kualitas air dilakukan pada setiap stasiun pengamatan. Analisis data ikan karang meliputi kelimpahan, keanekaragaman jenis, dominansi dan keseragaman jenis. Hasil penelitian menunjukan parameter lingkungan perairan mendukung kehidupan terumbu karang dan biota perairan. Identifikasi ikan karang ditemukan 8 famili, 19 genus dan 54 spesies dengan total individu 460 ekor. Ikan karang ditemukan tiga kelompok yakni ikan indikator, ikan target dan ikan mayor. spesies dari genus Chaetodon banyak ditemukan dibandingkan dengan yang lain. Kelimpahan ikan karang berdasarkan stasiun pengamatan diperoleh stasiun I yakni 0,51 ind/m2, stasiun II 0,39 ind/m2 III yaitu 0,41 ind/m2. Kelimpahan ikan indikator adalah 0,50 individu/m2, ikan target 0,77 ind/m2 dan ikan mayor 0,05 ind/m2. Indeks keanakeragaman ikan ditemukan secara keseluruhan masuk dalam kategori tinggi, nilai indek dominansi yang ditemukan memperlihatkan dominansi yang rendah dan indeks keseragaman jenis menunjukan bahwa komunitas dalam keadaan stabil.Kata kunci : Dominansi, ikan karang, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, pulau Maitara dan underwater visual census.
Studi Perbandingan Pengelolaan Dan Penggunaan Sumberdaya Kelautan/Perikanan Selama Era Tahun 1988an (Studi Kasus Kota Ternate, Maluku Utara) Andi Agus
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.079 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1197

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui studi pengelolaan sumberdaya kelautan/perikanan tahun 1980an di Kota Ternate, Maluku Utara. Metode Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitative dan Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara deskriptif qualitative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi alat tangkap yang digunakan masih kecil, belum ada mekanisasi dan masih menggunakan layar sebagai tenaga penggerak.Jaringan pemasaran hasil perikanan dalam bentuk segar dan olahan serta hasil laut di Kota Ternate sudah ada antar pulau atau daerah dan belum banyak regulasi yang mengaturnya serta gejolak harga belum terjadi.Kata Kunci : Dimensi alat tangkap, Jaringan Pemasaran, Ikan segar, olahan dan Hasil-hasil laut.
Studi Pendahuluan Terhadap Populasi Ikan Banggai Cardinal(Pterapogon kauderni, Koumans 1933) di Perairan Teluk Ambon Dalam Rikardo Huwae; Simon I Patty; Ucu Yanu Arbi; Jance Hehuwat
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.026 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1192

Abstract

Pterapogon kauderni merupakan salah satu spesies ikan hias laut endemik Indonesia yang memiliki nilai komersial yang cukup tinggi pada perdagangan ikan hias internasional. Populasi ikan inidi alamtelah nyata mengalami penurunan akibat dari penangkapan berlebihan tampa memperhatikan aspek biologis maupun ekologis.Pengamatanterhadap ikan Banggai Cardinaldi perairan Teluk Ambon Dalamdilakukan untuk mengetahui jumlah populasi dan dugaan stok ikan.Hasilnya menunjukkan bawa populasi ikan tertinggi terdapat pada lokasi Poka,dengan nilaidensitas0,17-0,42 ekor/m²dandugaan populasi mencapai 25411 ekor. Populasiikan terendah terdapat di Waiheru dengan densitas0,05-0,06 ekor/m² serta dugaan populasi mencapai 2556 ekor.Kelimpahan populasi ikanhias ini berhubungan erat dengan kelimpahan bulu babi yang merupakan mikrohabitat utamanya pada daerah lamun dan terumbu karang.Kata kunci: Populasi, habitat, Pterapogon kauderni, Teluk Ambon Dalam.
AnalisisKelayakanFinansial Usaha Penangkapan Tuna di Desa Sentra Tuna Kabupaten PulauMorotai Titien Sofiati; Djainudin Alwi
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.629 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1198

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis kelayakan financial dari usaha penangkapan tuna di Kabupaten Pulau Morotai. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi literatur. Responden pada penelitian ini adalah nelayan tuna di desa-desa sentra tuna yaitu desa Daeo, Sangowo dan Bere-Bere dengan responden dipilih secara purposive sampling. Analisis yang digunakan terdiriatas: analisis keuntungan, NVP, dan Payback Period (PP). Hasil analisis financial menunjukan bahwa investasi rata-rata pelaku usaha adalah Rp13,440,000,- dengan total cost sebesar Rp770,000- per trip. Keuntungan yang diperoleh pelaku usaha rata-rata sebesar Rp 873,400,- per trip dan keuntungan per tahun sebesar Rp 209,616,000,-. Dari investasi, pelaku usaha penangkapan tuna membutuhkan waktu pengembalian modal (PP) yang relative cepat yakni selama 0 tahun 6 bulan. Nilai NVP positif dan R/C ratio > 1 menunjukan bahwa usaha penangkapan tuna di desasentra tuna Kabupaten Pulau Morotai layak secara financial untuk diteruskan.Kata kunci: Kelayakan finansial, penangkapan tuna

Page 2 of 17 | Total Record : 162