cover
Contact Name
Nebuchadnezzar Akbar
Contact Email
nezzarnebuchad@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
ilmukelautanunkhair@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 2620570X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan yang mencakup: biologi laut, ekologi laut, biologi oseanografi, kimia oseanografi, fisika oseanografi, geologi oseanografi, oseanografi perikanan, akustik kelautan, remote sensing kelautan, sistem informasi geografis kelautan, mikrobiologi kelautan, pencemaran laut, akuakultur kelautan, teknologi hasil perikanan, bioteknologi kelautan, interaksi laut dan atmosfir, perubahan iklim, dan rekayasa kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Karakteristik Habitat dan Pola Sebaran Ketam Kenari(Birgus latro) di Pantai Kecamatan Ternate Barat Kota Ternate Yuyun Abubakar; Ma’sitasari Ma’sitasari
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.411 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1189

Abstract

Ketam kelapa merupakan hewan ekosistem pantai yang saat ini mengalami ancaman penurunan populasi. Tujuan penelitian mengetahui karakteristik habitat Ketam Kenari (Birgus latro) di Pulau Ternate Kota Ternate dan pola sebaran Ketam Kenari di pulau Ternate Kota Ternate. Pengambilan data menggunakan metode ”line transek”.Transek terdiri dari 3 buah yang ditempatkan sejajar garis pantai menuju daratan dengan panjang 50 meter dan setiap garis transek ditempatkan kuadrat 50 x 50 cm. Hasil analisis terhadap fraksi tanah ditemukan tanah liat lebih dominan dengan kandungan bahan organiknya 2,15%.Pada stasiun Takome memiliki karakteristik pantai yang curam dan terjal dan ditemukan tebing dengan ketinggian 1 m.StasiunSulamadaha memiliki kemiringan pantai yang tergolong landai dengan kemiringan rata-rata <5o. Lokasi perairan relatif terlindung dari energi gelombang karena morfologi pantai menjorok ke daratan dan terdapat pulau-pulau kecil yang berfungsi mereduksi energi massa air. Hal ini terbukti dari tingginya fraksi pasir (86,58%), liat 40,23 dan debu 8,20 dibandingkan fraksi tanah lainnya serta sedangkan c organiknya 1,65.Kondisi fisik stasiun Sulamadaha merupakan tempat yang sangat cocok untuk kehidupan ketam kenari dengan tipe pantai yang landai dan perairan yang tenang sangat mendukung siklus hidup dari hewan. Berdasarkan hasil analisis indeks morisita, maka pola sebaran Ketam kenari di Pantai Kecamatan Ternate Baratmemiliki pola sebaran seragam danStasiun Takome ditemukan pola sebaran mengelompok, stasiun Togafo dan sulamadaha adalah mengelompok.Kata Kunci :Ketam kenari, karakteristik habitat, pola sebaran
Respon Ikan Kembung Terhadap Warna Umpan Pada Alat Tangkap Pancing Ulur Di Teluk Tomini Asruddin Asruddin; Ni’mawati Syariah; Muhammad Hasan
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.843 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1199

Abstract

Nelayan Gorontalo telah mengkombinasikan beberapa bahan umpan buatan dengan macam-macam warna pada alat tangkap pancing ulur. Warna dominan pada umpan yang digunakan tersebut yaitu wana merah dan warna kuning. Untuk mendapatkan informasi ilmiah terhadap perbandingan hasil tangkapan pada umpan warna merah dan warna kuning maka dilakukan suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan rata-rata jumlah hasil tangkapan pada pancing yang menggunakan umpan pentil warna merah dan warna kuning. Jumlah sampel sebanyak 62 sampel dimana 31 sampel hasil tangkapan umpan warna merah dan 31 sampel hasil tangkapan umpan warna kuning. Data dianalisis dengan menggunakan Uji T Sampel Independen dengan menggunakan SPSS 20. Berdasarkan hasil perhitungan nilai rata-rata hasil tangkapan, pancing yang menggunakan umpan pentil warna merah memperoleh 18 ekor ikan kembung dibandingkan pancing yang menggunakan umpan pentil warna kuning sebanyak 16 ekor ikan kembung. Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan Uji T Sampel Independen diperoleh nilai T hitung 1,38 < 2,00 (T Tabel) yang berarti bahwa penggunaan umpan warna merah dan warna kuning tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap jumlah hasil tangkapan ikan kembung.Kata Kunci : Pancing Ulur, Warna Umpan, Ikan Kembung, Teluk Tomini
Uji Proksimat dan Uji Kesukaan Konsumen terhadap Nata De Fish dari Pemanfaatan Sari Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) di Banyuwangi Any Kurniawati; Nadya Adharani; Sulistiono Sulistiono; Megandhi Gusti Wardhana
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.286 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1194

Abstract

Sejauh ini telah dilakukan berbagai penelitian tentang nata secara intensif di Indonesia. Fakta menunjukkan bahwa masyarakat telah mengenal dan gemar mengkonsumsi berbagai jenis nata. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan kreatifitas, mendorong peneliti untuk mencoba teknologi fermentasi dari berbagai bahan baku, misalnya dari sari ikan lemuru (Sardinella longiceps). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan proksimat dan mengetahui uji kesukaan konsumen terhadap nata de fish di Banyuwangi. Metode yang digunakan yaitu dengan eksperimen di laboratorium yang dilanjutkan dengan metode survei kepada beberapa panelis yang ada di sekitar Banyuwangi. Hasil menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat nata de fish 73%, lemak 8,25%, Protein 26,75%, serat 28,5%, nitrogen 4,3%, dan mineral 9,25%. Analisis kesukaan konsumen terhadap nata de fish menunjukkan bahwa warna dan tektur lebih tinggi pada produk nata de fish, sedangkan parameter rasa menunjukkan hasil yang sama dan parameter aroma menunjukkan lebih tinggi pada produk nata kontrol.Kata kunci: Banyuwangi, kesukaan konsumen, nata de fish, proksimat.
Penentuan Ukuran Mata Jaring Insang Dasar (bottom gillnet) pada Komunitas Ikan Terumbu Karang di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat Darmawaty Darmawaty; Rina Rina; Salim Abubakar
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.447 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1200

Abstract

penelitian yaitumengetahui jenis-jenis ikan yang hidup di terumbu karang yang tertangkap dengan jaring insang dasar di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe, mengetahui struktur komunitas ikan pada ekosistem terumbu karang yang meliputi keanekaragaman jenis, dominasi jenis, kemerataan jenis) di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe dan menentukan ukuran mata jaring minum dari alat tangkap bottom gillnet yang dioperasikan pada ekosistem terumbu karang di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe. Pengambilan sampel dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan.dengan nelayan. Jaring dioperasikan pada waktu siang dan malam hari pada saat air bergerak pasang. Lama perendaman alat selama 2 jam. Penangkapan dilakukan sebanyak 12 kali ulangan artinya satu kali ulangan sama dengan satu trip. Penempatan jaring pada areal terumbu karang sesuai perlakuan dengan melintang atau searah garis pantai.Komposisi jenis ikan terumbu karang sebanyak 10 jenis yaituSiganus canaliculatuis, Siganus spinus, Siganus chysospilos, Scarus fraenatus, Scarus quoyi,Lutjanus gibbus, Pristipomoides auricillia, Epinephelus quoyanus, Mulloidichtys flavolineatus dan Rhinecanthus verrucosus. Keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap pada ekosistem terumbu karang di Pulau Donrotu tergolong sedang, dan tidak ada jenis yang mendominasi serta penyebaran jenisnya sangat merata.Ukuran mata jaring minimum bottom gillnet untuk penangkapan ikan pada ekosistem terumbu karang dengan ukuran ikan sedang menggunakan jaring dengan mesh size 3,78 inchi dan ikan besar, lebar dan tinggi dengan mesh size 5,30 inchi serta ikan yang panjang dan pipih dengan mesh size 2,65 ichi.Kata Kunci : Ikan karang, ukuran mata jaring, Pulau Donrotu
Kajian Pemanfataan Padang Lamun Sebagai Lahan Budidaya Ikan Baronang di Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai Firdaut Ismail; Nebuchadnezzar Akbar; Rustam E Paembonan; Irmalita Tahir
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.65 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1195

Abstract

Komunitas lamun berada di antara batas terendah daerah pasang surut sampai kedalaman tertentu di mana cahaya matahari masih dapat mencapai dasar laut. Padang lamun merupakan suatu komunitas dengan produktivitas primer dan sekunder yang sangat tinggi, detritus yang dihasilkan sangat banyak, dan mampu mendukung berbagai macam komunitas hewan. Salah satu penyebabnya adalah pemanfaatan daerah pantai yang dapat memberikan pengaruh terhadap keberadaan padang lamun. Ancaman terhadap eksistensi padang lamun ini diduga menyebabkan ikan baronang menurunnya nilai produksi hal ini akan memberikan pengaruh terhadap kondisi stok ikan baronang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasikan kondisi ekosistem lamun di perairan di Pulau Sembilan, (2) Menganalisis hubungan kondisi ekologis padang lamun terhadap pertumbuhan ikan baronang di Pulau Sembilan.Pengumpulan data dilakukan sejak bulan Agustus hingga September 2015 di padang lamun perairan Pulau Liang-liang, Kabupaten Sinjai. Pengumpulan data yang diperoleh secara langsung dilapangan dengan melakukan pengukuran kualitas air, kerapatan arus, kerapatan, penutupan lamun dan pertumbuhan ikan baronang.Pengamatan terhadap padang lamun di perairan Pulau Liang-liang merupakan vegetisi campuran (heterospesifik) yang didominasi oleh Cymodocea serrulata di stasiun I, II dan III serta didominasi oleh Syringodium isoetifolium dan Halodule Uninervis, dengan total kerapatan 214 ( teg/m2), penutupan 20.15 ( % ) pada stasiun I, Stasiun II dengan total kerapatan 129 ( teg/m2), penutupan 9.66 ( % ) sedangkan pada stasiun III dengan total kerapatan 188 ( teg/m2), penutupan 10.84 ( % ). Pengamatan terhadap pertumbuhan ikan baronang S.canaliculatus dibedakan atas stasiun I mencapai kisaran 10 g, sedangkan pengamatan pada Stasiun II dengan pertambahan bobot berat selama penelitian adalah 5 g dan pengamatan pada Stasiun III (Pasir berlempung) pertumbuhan berat 8 g.Kata kunci : kajian, padang lamun, ikan baronang, pulau sembilan
Kajian Pola Kekayaan Spesies dan Relung Mikrohabitat Ekosistem Padang Lamun Di Pulau Manomadehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat Rina Rina; Nursanti Abdullah
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.224 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1196

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan yaitu :mengetahui komposisi jenis padang lamun di Pulau Manomadehe Kecamatan Jailolo Selatan, mengetahui pola kekayaan spesies padang lamun di Pulau Manomadehe Kecamatan Jailolo Selatan, mengetahui keanekaragaman jenis, dominasi jenis dan kemerataan jenis padang lamun di Pulau Manomadehe Kecamatan Jailolo Selatan, serta mengetahui relung mikrohabitat jenis padang lamun di Pulau Manomadehe Kecamatan Jailolo Selatan. Pengumpulan data dengan menggunakan metode metode ”line transek” yang didasarkan panduan Seagrass-Net Western Pacific Monitoring Methods. Transek terdiri dari 3 buah yang ditempatkan sejajar garis pantai (horizontal) dengan panjang 50 meter. Komposisi jenis lamun yang tumbuh di zona intertidal Pulau Manomadeheyaitu sebanyak 6 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila minor, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolio, dan Syringodium isoetifolium. Kekayaan spesies lamun menunjukkan bahwa apabila total luasan area dilipatgandakan menjadi 1800 m2 (72 kuadrat) maka kekayaan jenis lamun tidak akan bertambah jenisnya yaitu tetap 6 jenis.Keanakeragaman jenis lamun baik tergolong sedang dan tidak ada jenis yang mendominasi serta penyebaran tiap jenis sangat merata. Jenis lamun yang mempunyai relung habitat terlebar adalah Enhalus acoroides dan tersempit adalah Holodule pinifilio. Kesaling-lingkupan relung atau tumpah tindih relung mikrohabitat yang cukup besar dilakukan oleh Enhalus acoroides terhadap Holodule pinifolio sebesar. Sedangkan sedikit terjadi pada Thalassia hemprichii terhadap Halodule pinifolio dan Halophila minor terhadap Halodule pinifolio.Kata Kunci : padang lamun, kekayaan spesies, relung mikrohabitat
Sebaran Horizontal Fosfat, Nitrat dan Oksigen Terlarut di Perairan Pantai Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Simon I Patty; Nebuchadnezzar Akbar
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.099 KB) | DOI: 10.33387/jikk.v2i1.1191

Abstract

Pengamatan fosfat, nitrat dan oksigen terlarut telah dilakukan di perairan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada bulan Pebruari 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi perairan berdasarkan ketersediaan dan distribusi spasial fosfat, nitrat dan oksigen terlarut di perairan tersebut. Analisa fosfat dan nitrat berdasarkan metoda spektrofotometri menggunakan spektrofotometer UV-VIS Shimadzu 1700. Kadar oksigen terlarut ditentukan dengan metoda elektrokimia menggunakan DO meter AZ 8563. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa kadar fosfat dan oksigen terlarut di lapisan permukaan dengan dekat dasar adalah berbeda, sedangkan kadar nitrat tidak berbeda antara lapisan permukaan dengan dekat dasar. Tinggi rendahnya kosentrasi fosfat, nitrat dan oksigen terlarut di perairan ini dipengaruhi oleh arus, pergerakan massa air, aktifitas plankton dan masukkan dari daratan. Kadar fosfat, nitrat dan oksigen terlarut di perairan Bolaang Mongondow masih tergolong normal dan baik untuk kehidupan biota laut.Kata kunci: Sebaran, fosfat, nitrat, oksigen terlarut, kualitas air, Sulawesi Utara
Pengaruh Perbedaan Umpan Buatan (Artificial bait) Terhadap Hasil Tangkapan Dengan Pancing Coping (Hand line) Di Perairan Desa Daeo Majiko Kabupaten Pulau Morotai Djainudin Alwi; Sandra Hi Muhammad
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1422

Abstract

Secara umum nelayan di Kabupaten Pulau Morotai dalam memanfaatkan sumberdaya ikan masih bersifat tradisional, rata-rata nelayan masih mengunakan alat tangkap yang sederhana dengan menggunakan umpan alami sebagai pemikat ikan dalam operasi penangkapan ikan tuna dan cakalang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah dan juga sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pengembangan teknologi perikanan tangkap yang ramah lingkungan. Sementara manfaat lain yang ingin diperoleh yaitu memberikan informasi kepada nelayan tentang penggunaan umpan buatan (artificial bait) sebagai umpan alternatif, untuk itu tujuan penelitian ini yaitu; 1) Membandingkan hasil tangkapan ikan berdasarkan jenis umpan buatan yang digunakan dan; 2) Mempelajari pengaruh perbedaan jenis umpan buatan terhadap hasil tangkapan dengan pancing coping (hand line).Penelitian ini berlokasi di Perairan Desa Daeo Majiko Kabupaten Pulau Morotai. Waktu pelaksanaan pada bulan Juni-September 2019.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental fishing yaitu pembuatan perlakuan yang diujicobakan untuk memperoleh informasi tentang persoalan yang diteliti. Data dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman ANOVA satu arah (one way anova),analisis respon yang dilihat ialah nilai rata-rata dari pengulangan setiap perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 5 jenis ikan yang tertangkap selama operasi penangkapan yakni; tuna sirip kuning (Thunus albacares),cakalang (Katsuwonus pelamis), tongkol (Auxis thazard), selayang (Elagatis bipinnulata) dan Lemadang (Coryphaena hippurus). Jumlah total hasil tangkapan pada masing-masing perlakuan selama penelitian menunjukkan bahawa perlakuan UB1(Almunium) relatif lebih banyak yaitu sebesar 348 kg dibandingkan dengan 2 (dua) perlakuan lainnya masing-masing UB2 (serat sutera) sebesar 292 kg dan UB3(Kepingan CD) sebesar 128 kg. Hasil uji ANOVA satu arah (one way anova) menunjukan bahwa perbedaan umpan buatan berpengaruh nyata terhadap jumlah berat hasil tangkapan.Kata kunci : Umpan buatan , pancing coping, hasil tangkap
Produktivitas dan Pola Musim Penangkapan Ikan Tuna (Thunnus albacares) di Perairan Kabupaten Pulau Morotai Titien Sofiati; Djainudin Alwi
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1428

Abstract

Potensi perikanan tuna di Kabupaten Pulau Morotai sangat menjanjikan, BPS Kabupaten Pulau Morotai (2018) menyebutkan produksi tuna pada tahun 2017 sebesar 496 ton. Kondisi demikian menjadikan tuna sebagai komuditas unggulan di daerah tersebut (Sofiati. 2016). Produktivitas suatu suatu usaha penangkpan dapat menjadi tolak ukur pemanfaatan suatu sumberdaya ikan. Sedangkan dengan mengetahui pola musim penangkapan dapat menjadi referensi nelayan dalam memaksimalkan operasi penangkapan ikan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengkaji produktivitas dan pola musim penangkapan ikan tuna di perairan Kabupaten Pulau Morotai.Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yakni studi pendahuluan pada bulan Juni 2019 dan pengambilan data di lapangan pada bulan Juli-Agustus 2019 dengam menggunakan metode survei. Data primer antara laindata hasil tangkapan, jumlah trip penangkapan yang diperoleh dari nelayan tuna. sedangkan data sekunder merupakan data time series tahun 2009-2016 dari DKP Kabupaten Pulau Morotai, DKP Provinsi Maluku Utara, Lock Book Koperasi Nelayan Tuna Pasifik,dan BPS Kabupaten Pulau Morotai. Analisis yang digunakan terdiri atas: analisi CPUE, dan analisi deret waktu (moving average).Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas penangkapan tunasebesar 0,798 ton/tahun. Meskipun produktivitas dari tahun ke tahun berfluktuatif tetapi memiliki trend yang menurun, hal ini dikarenakan penangkapan madidihang di Kabupaten Pulau Morotai menggunakan kapal motor dengan kapasitas yang kecil yakni 1,5-3 GT. Hasil analisis deret waktu (moving average) menunjukan bahwa musim penangkapan madidihang terjadi sepanjang tahun, dengan musim puncak terjadi pada bulan Maret dan bulan Mei.Kata kunci: Pola musim, produktivitas, tuna
Kondisi Ekologi Mangrove Di Perairan Guraping, Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara Abdul Motalib Angkotasan; Husain Marasabessi
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v2i2.1423

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem utama wilayah pesisir dan laut, ekosistem ini memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam menyediakan produk perikanan dan kelautan. Menjadi penyuplai flasmanutfa bagi kebutuhan hidup manusia. Perairan Guraping memiliki kawasan ekosistem mangrove yang baik dan dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata mangrove. Dalam upaya pengembangan itu, dibutuhkan adanya data dan informasi tentang kondisi ekosistem mangrove baik hutan mangrove maupun biota asosiasi dan kondisi ekologi serta aspek hidrooseanografinya. Dengan demikian maka penelitian tentang infentarisasi jenis mangrove di perairan guraping sangat penting dilakukan. Tujaun dari penelitian ini adalah untuk menginventarsir jumlah jenis mangrove yang ada di Perairan Guraping, untuk menganalisis kondisi ekologi ekosistem mangrove di perairan guraping. manfaat yang diaharapkan adalah diperolehnya data dan informasi tentang kondisi ekosistem mangrove di perairan guraping baik jumlah jenis maupun kondisi ekologinya. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode line intercept transect (LIT). Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui kondisi ekologisnya. Analisis yang dilakukan adalah analisis tingkat kepadatan realitif, persentase tutupan realitif, dominansi realtif dan nilai penting. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan adanya 16 jenis tumbuhan mangrove yang terdiri dari 10 jenis mangrove sejati dan 6 jenis tumbuhan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove.Ekosistem manrove di Perairan Guraping didominasi oleh mangrove jenis Rhizhophora sp dengan spesies yang dominan ditemukan adalah spesies Rhizhophora apiculata dan Rhizhophora mucronata. Kedua spesies ini ditemukan di semua lintasan pengamtan. Terdapat pula jenis jenis mangrove yang lain yakni Sonaratia alba, Bruguiera gymnoricha, Avicenia marina, Avicenia alba, Aegyceras floridium, Ceriops decandra, Xilacarpus granatum dan Nypa. Selain itu ditemukan pula beberapa jenis tumbuhan tumbuhan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove yakni jenis Pandanus spp, paku-pakuan, kayu baru, pohon aren, Ipomea pes-caprae dan pohon sagu. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa nilai indeks penting ekosistemn mangrove di perairan Guraping sebesar 16 dari jenis avicenia marina mangrove jenis Rhizhophora apiculata dominan ditemukan di lokasi penelitian dengan nilai indkes dominansi sebesar. Simpulan yang dapat diambil adalah, mangrove jenis Rhizhophora apiculata dominan ditemukan di lokasi penelitian dan meiliki nilai indeks keanekaragaman yang tetinggi rata-rata sebesar 0.36.Kata kunci : Ekologi, mangrove, guraping, Rhizhophora apiculata

Page 3 of 17 | Total Record : 162