cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
KAPASITAS ADAPTIF MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR TERHADAP BENCANA (Studi Kasus Bencana Banjir di Kelurahan Bastiong Karance Kota Terante) Mohammad Ridwan Lessy
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.547 KB)

Abstract

Kelurahan Bastion Karance merupakan salah satu kelurahan yang terletak di wilayah pesisir Kota Ternate. Kelurahan ini sangat berpeluang mengalami bencana banjir karena letaknya topografinya yang datar dan landai. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang paparan bencana, mengidentifikasi dampak bencana dan memahami kapasitas adaptif dari masyarakat and pemerintah di lokasi studi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data lapangan dilakukan dengan empat teknik, yaitu; Forum Group Discussion (FGD); Indepth Interview (wawancara mendalam), Observasi dan literature review. Hasil studi mendapatkan bahwa masyarakat dan pemerintah Kota Ternate telah menunjukkan kapasitas adaptasi cukup baik meskipun masih perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi bencana.
JASA LINGKUNGAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN JAILOLO Sukarmin Idrus
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.64 KB)

Abstract

Mangrove merupakan sumberdaya yang dapat dipulihkan (renewable resources). Keberadaan mangrove telah memberikan manfaat pada masyarakat yang sebagian hidup di daerah pesisir. Tingkat pemanfaatan mangrove masyarakat Kecamatan Jailolo cukup tinggi hal ini dapat dilihat dari  pemanfaatan mangrove sebagai areal penggunaan lain (APL) seperti kawasan pemukiman dan perluasan pelabuhan sangatlah besar yaitu sebesar 75% (BPDAS 2015). Oleh karena itu diperlukannya sebuah informasi tentang nilai sebenarnya dari jasa ekosistem mangrove tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung nilai jasa lingkungan ekosistem hutan mangrove di Kecamatan Jailolo. Hasil identifikasi dan valuasi ekonomi diperoleh 3 jenis Jasa ekosistem mangrove diantaranya Jasa penyedia (provision), antara lain, pemanfaatan kayu,  ikan, dan  kepiting; Jasa pengatur (regulating) sebagai pemecah gelombang dan pencegah intrusi air laut; dan Jasa budaya (cultural) sebagai ekowisata mangrove. Berdasarkan hasil analisis nilai total ekonomi jasa lingkungan hutan mangrove adalah sebesar Rp.253.064.381/tahun .Kata Kunci: Jailolo, mangrove, jasa lingkungan
PEMANFAATAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN MANGROVE TERHADAP KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI PESISIR KABUPATEN GORONTALO UTARA, KASUS KECAMATAN TOMILITO Faizal Kasim; Sitti Nursinar; Citra Panigoro; Zulkifli Karim; Aldin Lamalango
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1858.55 KB)

Abstract

Data DKP Gorontalo hingga akhir tahun 2015 menunjukkan bahwa total luas mangrove dipesisir Gorontalo Utara mengalami kerusakan seluas 1.107,93 ha (35.9% total kerusakan).Meskipun data penginderaan jauh dapat menyediakan infromasi berguna mengenai perubahantutupan dan atau penggunaan lahan, teknik ini memiliki keterbatasan pada beberapa kawasanmangrove sempit (kecil) seperti mangrove di pesisir Gorontalo Utara. Terkait hal tersebut,penelitian ini mencoba menggali informasi kerusakan mangrove yang terjadi berdasarkanpengetahuan masyarakat local untuk memahami gangguan yang berlangsung, berupa persepsimereka terhadap kerusakan mangrove di wilayahnya. Tujuan penelitian adalah menelusuribeberapa bentuk produk manfaat mangrove, sejalan dengan persepsi mereka terhadap perubahanlingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan observasi lapangmelalui wawancara rumah tangga dan observasi lapangan. Kesipulan penelitian menyorotikebutuhan untuk diseminasi pemahaman tentang mangrove dan manfaatnya yang berkelanjutanuntuk program rehabilitasi yang telah ada.Kata Kunci: Perubahan lahan, konversi mangrove, tambak, lahan pertanian, etnobotani
PEMETAAPEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN PULAU LIPANG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN PULAU LIPANG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA Julius F Wuaten; Joneidi Tamarol; Dekrist Kapai
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.962 KB)

Abstract

Ikan demersal yang oleh masyarakat di Sangihe dinamakan ikan batu atau ikan karang menjadi salah satu dari sekian banyak produk perikanan yang dihasilkan oleh nelayan di Sangihe. Produksi ikan demersal di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2010 mencapai 511,21 ton (6,65%) dari total produksi ikan yang mencapai 7.677,2 ton (Anonimous, 2011). Meningkatnya permintaan akan ikan demersal baik untuk kebutuhan lokal maupun ekspor mendorong untuk terus dikembangkan. Namun demikian informasi mengenai daerah penangkapan ikan demersal masih sangat minim sehingga perlu dilakukan penelitian dan pemetaan daerah penangkapan ikan demersal di Kabupaten Kepulauan Sangihe khususnya di perairan Pulau Lipang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan data posisi geografis daerah penangkapan ikan demersal disekitar Pulau Lipang Kecamatan Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk dipetakan menjadi peta daerah penangkapan ikan demersal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu upaya mengumpulkan informasi dari sebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu dan memiliki sifat verifikasi atau pengecekan terhadap teori yang sudah ada. Hasil penelitian diperoleh data posisi geografis daerah penangkapan ikan demersal di perairan sekitar Pulau Lipang pada : 03° 52’ 93.6” LU - 125° 22’ 65.3” BT kedalaman 117 – 135 meter; 03° 55’ 20.4” LU - 125° 23’ 64.8” BT kedalaman 30 – 40 meter; 03° 54’ 76.2” LU - 125° 22’ 84.3” BT kedalaman 20 – 50 meter; 03°54’ 56.6”LU -125°23’ 36.5” BT kedalaman 30 – 65 meter; 03°55’02.3”LU- 125° 23’ 23.2” BT kedalaman 40 – 59 meter; 03° 55’15,6”LU - 125°23’15.8” BT kedalaman 30 – 45 meter.Keyword : demersal, daerah penangkapan ikan, kepulauan sangihe
BIODIVERSITAS DAN KELIMPAHAN IKAN GELODOK (MUDSKIPPER) DI DAERAH INTERTIDAL PANTAI PAYUMB, MERAUKE Sunarni Sunarni; Modesta R Maturbongs
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.108 KB)

Abstract

Ikan gelodok (Mudskipper) merupakan salah  satu jenis biota endemik yang mendiami kawasan hutan mangrove. Di Indonesia,secara umum spesies ikan glodok kurang mendapat perhatian, sehingga informasi tentang spesies ini masih sangat sedikit terlebih di daerah Papua khususnya bagian selatan yang memiliki luasan mangrove yang begitu luas sebagai habitat alami bagi keberdaaan jenis-jenis ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang biodiversitas dan kelimpahan ikan gelodok sebagai biota endemik penghuni ekosistem mangrove di daerah intertidal pantai Payumb. Pengambilan sampel ikan gelodok dilakukan pada saat air surut, dilakukan secara manual yakni dengan menggunakan tangan. Biodiversitas ikan gelodok dinilai berdasarkan pada komposisi jenis dan beberapa indeks diversitas. Hasil penelitian ini menunjukkan total ikan yang dikoleksi 340 individu, terdiri dari 1 divisi, 2 ordo, 2 famili, 4 genus dan 5 spesies. Kelimpahan ikan gelogok tertinggi adalah jenis Boleophthalmus bodarrti 1.14 ind/m² dan kelimpahan yang terendah adalah jenis Periophthalmus takita yakni hanya sebesar 0,27 ind/m². Indeks keanekaragaman yang diperoleh adalah sebesar 2,0860 yang berarti bahwa hasil penelitian menunjukkan tingkat keanekaragaman ikan gelodok yang di pesisir pantai Payumb termasuk dalam kriteria sedang. tingkat dominansi ikan gelodok diperoleh nilai sebesar 0,2681. Hasil pengukuran parameter lingkungan diperoleh kisaran suhu rata-rata 25 - 29 °C, pH tanah  berkisar antara 6,5 sampai 7,0 dan memiliki tipe substrat lumpur berpasir.Kata kunci : biodiversitas, kelimpahan, ikan gelodok, Pantai Payumb
IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI LOKASI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Usy Nora Manurung
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.869 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bakteri yang menginfeksi ikan nila (Oreocromis niloticus) yang dibudidayakan di lima Kecamatan di Kabupaten Tahuna yaitu Kecamatan Tamako, Kecamatan, Tabukan Tengah, Kecamatan Tabukan Utara, Kecamatan Manganitu dan Kecamatan Tahuna, serta menganalisa parameter kualitas air (suhu dan pH). Dengan adanya penelitian ini, maka didapatkan informasi jenis bakteri yang menyerang ikan budidaya termasuk faktor-faktor penyebab. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2017. Isolasi dan identifikasi bakteri dilakukan di Laboratorium Penguji Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Tahuna. Organ target yang diperiksa adalah ginjal. Bakteri ditumbuhkan pada media TSA kemudian di isolasi. Pada bakteri dilakukan uji pewarnaan Gram, motility, aerobis, katalase, oksidase, O/F, glukosa dan media Rimler shots untuk A. hydrophila. Berdasarkan hasil uji tersebut, dilakukan identifikasi bakteri menggunakan buku Manual for the Identification of Medical Bacteria (Cowan, 1974). Dari 30 sampel yang di identifikasi, didapat 7 jenis bakteri patogen yang menyerang ikan nila yaitu bakteri Aeromonas hydrophila 11 ekor atau 36,6 %, Corynebacterium sp. 6 ekor atau 20 %, Enterobacteria sp. 5 ekor atau 16,6 %, Listeria sp. 2 ekor atau 6,6 %, Pseudomonas sp. 1 ekor atau 3,3 %, Plesiomonas sp. 1 ekor atau 3,3 % dan Kurtiha sp.1 ekor atau 3,3 %. Parameter kualitas air di ke lima Kecamatan berada pada kisaran 25 – 28o C, sedangkan nilai pH berkisar antara 6 – 7 dan sesuai dengan batas standar mutu PP No. 82 Tahun 2001 nilai tersebut layak untuk usaha budidaya.Keywords: Bakteri Patogen, Budidaya, Oreochromis niloticus
PENGEMBANGAN PULAU KECIL PERBATASAN (KAJIAN EKONOMI DAN KEBIJAKAN PADA PULAU LIRANG) Femsy Kour
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.455 KB)

Abstract

Kehidupan ekonomi di daerah perbatasan umumnya dipengaruhi oleh kegiatan di Negara tetangga. Di kawasan perbatasan Pulau Lirang, sulitnya aksebilitas memunculkan kecenderungan masyarakat khususnya nelayan untuk berinteraksi dengan masyarakat di Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Oleh karena itu, dibutuhkan adanya suatu pengelolaan dan pengembangan pulau-pulau kecil yang tepat sesuai dengan potensi, karakteristik, dan permasalahan yang dimiliki daerah tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi ekonomi masyarakat Pulau Lirang menggunakan metode Analisis Tukar Nelayan (NTN), menganalisis kebijakan pengembangan kawasan perbatasan, serta merumuskan strategi pengembangan Pulau Lirang menggunakan metode analisis kebijakan publik (Dunn, 1994) dan analisis SWOT. Secara umum nelayan Lirang yang adalah nelayan perbatasan memiliki distribusi NTN di atas angka satu, dan dapat disimpulkan bahwa nelayan mempunyai tingkat kesejahteraan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan subsistennya dan mempunyai potensi untuk mengkonsumsi kebutuhan sekunder atau tersiernya, dan menabung dalam bentuk investasi barang. Beberapa kebijakan yang turut mendukung pengembangan Pulau Lirang sebagai Pulau kecil perbatasan antara lain: meningkatkan kemandirian nelayan melalui dukungan sarana prasarana penangkapan ikan (pasar, dermaga/jeti, pangkalan pendaratan ikan (PPI), pabrik es, cold storage dan air bersih dalam menunjang proses dan kelancaran usaha perikanan tangkap) dan pelatihan-pelatihan bagi nelayan melalui pembinaan, magang, guna meningkatkan ketrampilan dan penguasaan teknologi dalam rangka pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan yang tersedia; meningkatkan kerjasama di bidang sosial dan ekonomi, dengan RDTL.Kata kunci : ekonomi, kawasan perbatasan, kebijakan
PENGARUH DETERGEN TERHADAP RESPON FISIOLOGI, LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA PADA SKALA LABORATORIUM Inayah Inayah
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.111 KB)

Abstract

Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolism. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oelh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki system respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup .Adanya bahan pencemar khususnya detergen yang masuk ke badan air tempat habitat dari Ikan Nila dapat mempengaruhi metabolisme dari ikan Nila yang pada akhirnya dapat menyebabkan ikan mengalami stress dan pada akhirnya mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon fisiologi dalam hal ini tingkat konsumsi oksigen, laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila pada skala laboratorium karena dengan adanya bahan pencemar detergen di perairan tempat hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat konsumsi oksigen pada hari pertama dan kedua sampai ke empat disertai dengan tingkat sintasan menurun pada hari kedua dan ketiga pada perlakuan B, C, dan D. Tetapi sampai pada hari ke 5 ikan tidak lagi mengalami kematian. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kata kunci : Respon fisiologi, Plasmolisis, Konsumsi Oksigen  
HUBUNGAN ANTARA SUHU PERMUKAAN LAUT DAN HASIL TANGKAPAN IKAN JULUNG DI PERAIRAN PULAU TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA Aisyah Bafagih; Sahriar Hamzah; Umar Tangke
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.415 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Pulau Ternate pada bulan Maret sampai April 2017 dengan tujuan untuk mengkaji hubungan suhu permukaan laut dengan hasil tangkapan ikan julung (Hemiramphus sp). Penelitian ini menggunakan metode survey untuk mendapatkan data hasil tangkapan ikan julung, suhu permukaan laut serta posisi tangkap yang nantinya akan dianalisis dengan metode analisis statistik dan Sistem Informasi Geografis untuk menjelaskan korelasi dari dua variabel tersebut yang selanjutnya di gambarkan dalam bentuk peta daerah penangkapan potensial. Hasil penelitian dilihat bahwa produksi ikan julung selama bulan Maret-Mei 2017sebesar 1.514,85 kg dengan daerah penangkapan di pesisir Pulau Ternate berjarak 0.5 - 1.5 mil dari garis pantai. Kondisi suhu permukaan laut selama penelitian berlangsung adalah berkisar antara 26.1-30.3 oC dengan rata-rata suhu permukaan laut adalah 29.14 oC. Hasil tangkapan ikan julung dipengaruhi oleh suhu permukaan laut dengan nilai koefisien korelasi (r2) 0.6255, dimana suhu optimum untuk penangkapan ikan julung di Perairan Pulau Ternate adalah 26.0-29.9 oC.Kata Kunci : Hemiramphus sp, ikan julung, Perairan Pulau Ternate
PENENTUAN SEBARAN TERUMBU KARANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA LYZENGA DI PULAU MAITARA Surahman Surahman; Rustam Efendi P
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.695 KB)

Abstract

Pulau Maitara merupakan suatu pulau kecil yang sangat potensial dengan berbagai macam kekayaan sumber daya alam. Salah satu potensi yang terdapat di pulau ini adalah ekosistem laut dangkal khususnya ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sebaran terumbu karang dengan aplikasi Teknologi Penginderaan Jauh dengan menggunakan Citra Alos Avnir-2di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis Teknologi Penginderaan Jauh dengan menggunakan algoritma lyzenga dalam mengetahui sebaran terumbu karang di perairan dangkal. Selain itu, survey lapangan juga dilakukan secara langsung untuk mengetahui jenis tutupan substrat yang selanjutnya digunakan dalam menguji tingkat akurasi hasil klasifikasi citra. Penelitian penurunan dari nilai konstanta yang digunakan dan diperoleh algoritma lyzenga baru dengan persamaan nilai yang didapatkan : if i1<=54 then log(i2) + (0.6197*log(i3)) else null. Adapun uji kebenaran hasil klasifikasi citra lyzenga yang digunakan dalam penelitian ini adalah 87.2 % dengan luasan pemetaan karang hidup di perairan Pulau Maitara sebanyak 24.93 ha.

Filter by Year

2016 2017