cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
PEMETAAN RISIKO BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN WEDA TENGAH, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA Mohammad Lessy Ridwan Ridwan; Nurhalis Wahidin; Rommy M. Abdullah; Jefry Bemba
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.996 KB)

Abstract

Pemetaan risiko tsunami dapat diimplementasikan dengan berbagai cara. Integrasi analisis spasial melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu metode untuk mengembangkan pemetaan genangan dan penilaian risiko tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan wilayah risiko akibat skenario bencana tsunami di wilayah Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengan, Maluku Utara. Metode yang digunakan adalah analisis dari data sekunder yang meliputi analisis, peta topografi, citra satelit, kemiringan lereng dan peta kawasan rawan bencana tsunami. Dalam peta risiko tsunami, zona bahaya tsunami diklasifikasikan sebagai kategori tinggi, sedang dan rendah berdasarkan tingkat penggenangan dalam meter (kontur). Berdasarkan hasil pemetaan terlihat bahwa beberapa desa wilayah studi sangat memiliki tingakat kerentanan yang tinggi dan tingkat kerentanan yang sedang, namun semua desa memiliki tingkat risiko yang tinggi. Hasil studi ini menyediakan peta interaktif untuk mengidentifikasi daerah yang terkena dampak tsunami setelah bencana dan menginformasikan desa yang rentan tsunami sebelum merencanakan perencanaan bencana di masa depan.Kata kunci: Risiko tsunami, GIS, Halmahera Tengah
STATUS TERKINI KONDISI KOMUNITAS MANGROVE DI TAMAN WISATA PERAIRAN GILI MATRA, LOMBOK UTARA, NTB I Wayan Eka Dharmawan; Nebuchadnezzar Akbar
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.329 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem pesisir di pulau-pulau kecil. Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra memiliki ekosistem mangrove yang kurang diperhatikan baik dalam penelitian atau pengelolaan kawasan. Pengelolaan kawasan difokuskan untuk pengembangan industri pariwisata. Tekanan yang meningkat pada komunitas mangrove di TWP Gili Matra menjadi pemicu penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi terkini komunitas mangrove di Pulau Gili Trawangan dan Pulau Gili Meno berdasarkan nilai persentase tutupan kanopi dan kondisi vegetasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi komunitas mangrove di dalam kawasan tergolong baik. Namun, simpangan data yang cukup lebar merepresentasikan mangrove di Pulau Gili Trawangan memiliki potensi penurunan kondisi di masa mendatang jika tidak dikelola lebih baik. Pengelolaan kawasan mangrove berbasis ekoturisme dan wisata edukasi layak dikembangkan dan diharapkan dapat mendukung pelestarian mangrove dalam kawasan. Kata Kunci: mangrove, pengelolaan, persentase tutupan kanopi, ekoturisme, wisata edukasi
VARIASI MUSIMAN PARAMETER FISIKA KIMIA DI SEKITAR PERAIRAN ESTUARIA JENEBERANG, SULAWESI SELATAN Najamuddin Najamuddin
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.582 KB)

Abstract

ABSTRAKPerairan estuaria merupakan wilayah pertemuan antara perairan tawar dan asin menyebabkan perairan ini mengalami dinamika massa air yang cukup tinggi. Massa air tawar dari sungai dan massa air asin dari pasang surut air laut, keadaan atmosfir (curah hujan, penguapan, kelembaban udara), kondisi angin, dan upwelling di sekitar perairan pantai merupakan faktor yang berperan penting dalam proses dinamika massa air di perairan estuaria. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis variasi musiman parameter fisika kimia perairan berdasarkan periode musim barat dan timur yang meliputi parameter suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, total partikel tersuspensi, dan kandungan organik terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi musiman pada parameter suhu, salinitas, pH, total partikel tersuspensi, dan kandungan organik terlarut. Variasi musiman sangat signifikan terjadi pada parameter total partikel tersuspensi. Parameter oksigen terlarut tidak mengalami variasi musiman atau cenderung stabil pada musim barat dan timur.Kata kunci : fisika kimia, variasi musiman, estuaria, Jeneberang
STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI PERAIRAN PULAU DODOLA KABUPATEN PULAU MOROTAI Nurafni Nurafni; Rinto M. Nur
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.453 KB)

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem yang sangat tinggi produktivitas organiknya (Nontji, 2005). Lamun juga mempunyai peranan penting dalam kehidupan biota laut serta merupakan salah satu ekosistem bahari yang paling produktif. Meskipun memiliki manfaat penting ekosistem, tidak menjamin ekosistem ini tetap terjaga. Berdasarkan data hasil penelitian P2O LIPI pada tahun 2015-2016, Indonesia termasuk dalam kategori lamun yang kurang sehat. Penurunan luas padang lamun di Indonesia dapat disebabkan oleh faktor alami dan hasil aktivitas manusia terutama di lingkungan pesisir. Kajian dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ekosistem lamun memerlukan data dan informasi yang memadai melalui penelitian. Untuk mendapatkan informasi dan data lamun perlu dilakukan penelitian tentang komposisi jenis, kerapatan, dominasi dan tutupan lamun sebagai data awal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – April 2017 di Perairan Pulau Dodola. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek kuadrat, sedangkan analisis data yang digunakan antara lain komposisi jenis lamun, kerapatan jenis lamun ,presentasi penutupan lamun, kenakeragaman jenis, dominasi jenis dan indek keseragaman. Dari hasil penelitian, terdapat 6 jenis lamun yang berada di perairan Dodola antara lain Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, Halodule uninervis dan Halophila ovalis. Jenis lamun yang paling banyak ditemui yaitu Cymodocea rotundata sedangkan yang paling rendah adalah Halodule uninervis.Kata kunci: Struktur komunitas, lamun, Pulau Dodola 
KAPASITAS ADAPTIF EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU-PULAU KECIL (STUDI DI GUGUS PULAU GURAICI) KABUPATEN HALMAHERA SELATAN PROVINSI MALUKU UTARA Riyadi Subur
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.809 KB)

Abstract

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa spesies pohon mangrove yang  mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Komunitas vegetasi ini umumnya tumbuh pada daerah intertidal  dan supratidal yang cukup mendapat aliran air, dan terlindung dari gelombang besar serta arus pasang surut yang kencang. Sebagai salah satu ekosistem khas diwilayah pesisir dan pulaupulau kecil, mengrove memiliki berbagai fungsi diantaranya sebagai pelindung garis pantai dengan mereduksi kecepatan gelombang dan badai, pelindung pantai dari aberasi, pencegah intrusi air laut, penahan lumpur dan perangkap sedimen yang diangkut oleh aliran air permukaan.  Keberadaan ekosistem tersebut pada suatu suatu wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil berperan penting dalam meningkatkan kapasitas adaptif suatu pulau terhadap bencana alam karena berperan sebagai pelindung alami. Tujuan penelitian adalah menghitung dan menilai kapasitas adaptif ekosistem mangrove yang ditemukan tumbuh pada perairan sekitar pulau-pulau kecil dalam gugus Guraici. Penelitian ini dilakukan pada 17 pulau yang terdapat dalam gugus pulau Guraici. Pengukuran kapasitas adaptif ekosistem mangrove dilakukan dengan menganalisis enam parameter yaitu Indeks Dimensi mangrove (IDMg), Spesies Mangrove Dominan, Kerapatan pohon per hektar (pohon/ha), Jumlah Genera, Tipe Substrat, Jarak Ekosistem Mangrove dari Pemukiman. Nilai kapasitas adaptif ekosistem mangrove berada pada kisaran antara 0.0-1.0, dengan lima kategori kapasitas yaitu “sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi”. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove yang ditemukan pada tumbuh pada pulau-pulau kecil dalam gugus pulau Guraici tergolong kedalam tiga kategori kapasitas adaptif yaitu “sedang”, “rendah” dan “sangat rendah”, dengan nilai kapasitas adaptif yang terdistribusi antara 0.0-0.51. Sebanyak tiga belas pulau, memiliki ekosistem mangrove dengan kapasitas adaptif  berkategori “sedang”, dua pulau berkategori “rendah” dan dua pulau berkategori “sangat rendah”.Kata Kunci: Kapasitas Adaptif, Ekosistem Mangrove
KONDISI IKAN HIU BERJALAN HALMAHERA (Hemiscyllium halmahera) DI PERAIRAN TELUK KAO, HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Yoppy Jutan; A. S. W. Retraubun; A. S. Khouw; Victor P. H. Nikijuluw
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.204 KB)

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar, beriklim tropis dan memiliki stok keanekaragaman sumberdaya hayati tertinggi (mega biodiversity) dengan berbagai jenis sumberdaya perikanan termasuk ikan hiu. Namun permasalahan global yang terjadi saat ini justru Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penangkap hiu terbesar di dunia baik sebagai hasil tangkapan sampingan maupun utama. Padahal hiu memiliki peranan penting dalam keseimbangan rantai ekosistem di laut. Hiu berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan spesies endemik Maluku Utara dengan wilayah penyebaran yang sempit dan spesifik serta memiliki peranan penting dalam sistem rantai makanan di laut terutama pada struktur komunitas terumbu karang yang dangkal. Selain memiliki fekunditas sangat sedikit hanya dua butir telur setiap induk per tahunnya, ternyata pola pertumbuhannya juga tergolong lambat. Diduga bahwa salah satu factor penyebab adalah kondisi habitatnya yang rentan terhadap degradasi akibat aktivitas antropogenik, dan terutama adanya pengaruh pencemaran logam berat seperti mercury dari aktivitas pertambangan. Penelitian dilakukan dengan cara sampling sejak Juli 2016 sampai Agustus 2017, untuk mengevaluasi kondisi perairan sekitar penampang Teluk Kao, Halmahera Utara dengan menggunakan pendekatan factor kondisi dari ikan hiu berjalan Halmahera. Hasil penelitian ditemukan bahwa nilai faktor kondisi (Condition Factor: CF) adalah 1.0987. Karena CF > 1 maka perairan tempat hidup ikan masih berada dalam kondisi baik.Kata kunci: Faktor kondisi, Hemiscyllium halmahera, antropogenik, Teluk Kao, Maluku Utara.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN NGAWARO DI DESA WAYABULA DAN DESA BOBULA KECAMATAN MOROTAI SELATAN BARAT Titien Sofiati; Isma Kastanya
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.329 KB)

Abstract

Ikan ngawaro atau dikenal dengan nama lain ikan tore merupakan produk hasil perikanan unggulan dari Desa Wayabula dan Desa Bobula Kecamatan Morotai Selatan Barat. Proses pengolahan ikan ngawaro masih sederhana serta harga jual yang relative rendah. Dengan demikian perlu diketahui seberapa jauh usaha pengolahan ini layak secara finansial untuk terus dilanjutkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial dari usaha pengolahan ikan ngawaro di Kecamatan Morotai Selatan Barat. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi literature. Responden pada penelitian ini adalah semua pelaku usaha ikan ngawaro di Desa wayabula dan Desa Bobula yang berjumlah 15 responden. Analisis yang digunakan terdiri atas: analisis keuntungan, Revenue Cost rasio (R/C Ratio), NVP, BEP, dan Payback Period (PP). Hasil analisis finansial menunjukan bahwa investasi rata-rata pelaku usaha adalah Rp5.870.000, dengan total cost sebesar Rp4.682.400 per tahun. Keuntungan yang diperoleh pelaku usaha rata-rata sebesar Rp8.085.600. Dari modal usaha, pengusaha ikan ngawaro mencapai titik impas (nilai BEP) dengan memproduksi 284 unit dan jangka waktu pengembalian modal (PP) selama 1 tahun 1 bulan. Nilai NVP positif dan R/C ratio > 1 menunjukan bahwa usaha pengolahan ikan ngawaro di Desa Wayabula dan Desa Bobula layak secara finansial untuk diteruskan.Kata Kunci: Analisis kelayakan finansisal, ikan ngawaro,
IMPLEMENTASI PERMEN KP NOMOR 1 TAHUN 2015 TERHADAP PENGELOLAAN PERIKANAN KEPITING BAKAU BERBASIS PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL DI TELUK TOMINI Mohammad Zamrud; Aras Syazili
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.287 KB)

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan yang memperkuat ketahanan pangan berbasis ikan yang sekarang terancam krisis perikanan global. Hal ini dicerminkan dengan terjadinya penurunan produksi tangkapan perikanan  dunia. Salah satu penyebab ancaman krisis perikanan dunia tersebut adalah Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing) dan penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 tahun 2015 dan implementasinya serta menyusun strategi dalam pengelolaan perikanan kepiting bakau yang berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di kota Palu dan teluk Tomini pada Bulan Juli – Desember 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pengambilan data primer secara time series yaitu data lalu lintas perdagangan selama Januari sampai dengan Desember 2015 yang telah divalidasi. Data primer diambil dari aplikasi Sister Karoline (Sistem Komputerisasi Karantine Ikan Online) yang dijalankan secara real time. Observasi dan wawancara dilakukan dengan responden yang melakukan usaha perikanan kepiting bakau di pesisir teluk Tomini kemudian dianalisa dengan melihat status perlindungannya. Analisa data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk gambar, tabel dan grafik. Analisa pembanding yang dilakukan adalah analisa kebijakan menggunakan AWOT yang merupakan analisa gabungan antara Analytical Hierarchy Process dan SWOT Analysis. Analisa AWOT menghasilkan strategi, yaitu: perlunya pembenahan pendataan perikanan kepiting bakau, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum, penguatan peran karantina ikan serta kampanye penyadaran stakeholder.  Kata kunci: Kepiting bakau, Permen KP Nomor 1 tahun 2015, AWOT, stakeholder
ANALISIS MIKROBA IKAN TUNA ASAP PADA BEBERAPA PASAR DI TOBELO, HALMAHERA UTARA Febrina Olivia Akerina
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.338 KB)

Abstract

Produk ikan tuna asap merupakan salah satu produk perikanan yang diminati oleh masyarakat Tobelo. Oleh karena itu, produsen dan penjual ikan tuna asap harus mampu mempertahankan mutu ikan asap agar aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. Salah satu faktor yang menentukan mutu ikan asap berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah cemaran mikroba. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroba pada ikan asap pada beberapa pasar di Tobelo. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis Total Mikroba (TPC), pendugaan dan penegasan Escherichia coli, koloni Sthapylococcus sp., Salmonella dan total koloni kapang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ketiga sampel, nilai rata-rata total mikroba berkisar antara 7,5 x 101 – 5,35 x 102 APM/g; ikan asap sampel B menunjukkan nilai rata-rata tertinggi koloni bakteri Staphylococcus sp. yakni 1,3 x 103 CFU/g; analisis koloni Salmonella sp. menunjukkan hasil yang negatif pada ketiga jenis sampel; ikan asap sampel A menunjukkan nilai rata-rata total koloni kapang sebesar 2,5 x 101 CFU/g; nilai rata-rata analisis pendugaan dan penegasan E. coli menunjukkan bahwa sampel A melebihi standar SNI sebesar 23 CFU/g. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa, ikan asap sampel A terkontaminasi bakteri E. coli sedangkan ikan asap sampel B terkontaminasi Staphylococcus sp.; total koloni kapang dan bakteri pada ketiga sampel berada dibawah standar SNIKata kunci : E. coli, ikan asap, total mikroba (TPC)
Produktifitas Warna Lampu Tusuk Cumi Sebagai Alat Bantu Penangkapan Cumi-Cumi (Loligo duvauceli) di Desa Wawama, Kabupaten Pulau Morotai Supriono Ahmad; Titien Sofiati
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.149 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan mengujicobakan 3 unit lampu tusuk cumi hasil modifikasi (merah, hijau dan putih) dan 1 unit lampu standar milik nelayan sebagai kontrol. Empat unit perahu penangkapan cumi-cumi dioperasikan di perairan Desa Wawama dan masing-masing unit perahu dilengkapi 1 unit lampu tusuk cumi dengan warna berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah Menentukan cahaya lampu yang produktif untuk menangkap cumi-cumi Loligo duvauceli. Penangkapan dilakukan sebanyak 10 malam pada bulan agustus 2017. Data hasil tangkapan dianalisis secara deskriptif komparatif, sedangkan untuk melihat pengaruh warna cahaya lampu tusuk cumi terhadap hasil tangkapan cumi-cumi menggunakan analisis rancangan acak lengkap (RAL) dan uji lanjut BNT. Hasil tangkapan cumi-cumi yang diperoleh secara total seberat 26.6 kg. Hasil tangkapan tertinggi diperoleh perahu yang dilengkapi dengan lampu tusuk cumi warna merah seberat 8.8 kg (33.1 %), selanjutnya lampu kontrol seberat 6.3 kg (23.7 %), lampu berwarna putih 6 kg (22.6 %) dan lampu hijau seberat 5.5 kg (20.7 %). Hasil uji statistik ANOVA dan uji lanjut BNT diketahui bahwa lampu berwarna merah berbeda nyata dengan lampu berwarna putih, dan berbeda sangat nyata dengan lampu berwarna hijau. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh warna lampu terhadap hasil tangkapan cumi-cumi. Warna lampu yang produktif pada penangkapan cumi-cumi adalah warna merah.Kata kunci : Cumi-cumi, Tusuk cumi, Warna lampu

Filter by Year

2016 2017