cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.muaddib@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
ISSN : 25282492     EISSN : 25490427     DOI : -
Core Subject : Education,
Al- Muaddib (Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman)adalah jurnal yang menampung publikasi ilmu sosial dan keislaman, baik itu artikel maupun hasil penelitian dari Dosen, Mahasiswa dan Umum.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU SINA Darliana Sormin; Muksana Pasaribu; Mira Rahmayanti Sormin; Robiyatul Robiyatul
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i1.87-95

Abstract

Abstract: This study is motivated by the current national education system, which is an adoption of Western educational theories. While the theories of Islamic education are sometimes often abandoned or ignored even do not know at all distinguish which educational theories originate in the West and which also come from the Islamic world. Whereas between the theories of Western education and Islam there are fairly basic differences. Basically, many classical Islamic thinkers, who had formulated an education system, included Ibn Sina. To obtain data relevant to this problem I used a descriptive analysis method, namely by providing a clear picture of the ideas and thoughts developed by Ibn Sina about the concept of education as well as trying to analyze it and compare it with the concept of modern education today. The results of the study show that Ibn Sina's thoughts about the concept of education can be seen through goals, materials, methods, educators and punishment. The concept is still very actual and relevant to be developed and should be emulated and developed by educational practitioners in this modern era.
KEPEMIMPINAN DALAM RUMAH TANGGA Susya Viera Novianti; Iin Cendana; Ela Febianti Krisna Dewi; Najla Nabila
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.182-190

Abstract

Artikel ini dikembangkan terhadap fenomena-fenomena yang banyak terjadi dalam rumah tangga. Banyak diperbincangkan atau diperdebatkan mengenai diskriminasi perempuan dalam rumah tangga, artinya istri harus benar-benar patuh terhadap aturan-aturan suami yang diklaim sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Hal tersebut tentunya timbul gejolak untuk mengulas lebih luas keterkaitannya. Bahwa sebenarnya telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Walahunna mitslulladziina alaihinna bil ma’ruuf (Laki-laki dan perempuan tidak mengabaikan hak dan kewajiban antara dua pihak, yang harus dilandasi prinsip dengan keadilan dan keseimbangan), artinya dalam berumah tangga laki-laki dan perempuan harus bekerjasama dan seimbang. Tidak hanya persoalan itu saja, sebagai ibu perempuan atau istri sangat dianjurkan menjadi ibu rumah tangga yang mengurus pekerjaan rumah dan menjadi madrasatul ‘ula bagi anak-anaknya. Lalu, bagaimana jika sang suami tidak bisa memenuhi sifat kasbinya ? apakah jika perempuan yang memenuhi nafkah bisa disebut pemimpin dalam rumah tangga ?
PELUANG DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Idawati Idawati
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.327-333

Abstract

Penelitian tentang penerapan hukumannya bagi pelaku tersebut dengan mengangkat suatu rumusan permsalahan yang diangkat tentang Epistemologi Pendidikan Islam, Peluang Pengembangan Epistemologi Pendidikan Islam dan Tantangan Pengembangan Epistemologi Pendidikan Islam. Epistemologi pendidikan Islam bersumber utama dari Alquran dan hadis, sehingga segala aspek pendidikan Islam termasuk tujuan pendidikan harus berdasarkan Alquran dan hadis. Epistemologi pendidikan Islam bisa berfungsi sebagai pengkritik, pemberi solusi, penemu dan pengembang. Posisi pendidikan Islam yang harus dipertahankan adalah sikap tetap selektif, kritis, dan terbuka terhadap munculnya arus globalisasi. Pendidikan Islam hendaknya tetap konsisten terhadap sumber utama agama, yaitu Alquran dan hadis sambil memperluas wawasan dan pemahaman terhadap kemajuan zaman, modernitas, temuan sains dan teknologi, sehingga pembaharuan pendidikan Islam tidak dimulai dari nol lagi. Pendidikan Islam umumnya dan epistemologi khususnya mampu memanfaatkan peluang yang ada serta dapat menjawab dan menaklukkan tantangan yang nyata, maka pendidikan Islam akan terus ada dan berkembang bahkan diminati bahkan menjadi rujukan berbagai aspek kehidupan.
IMPLIKASI TERMA AL-INSAN PADA TUJUAN PENDIDIKAN QURANI Ahmad Nur Alam
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.235-244

Abstract

Secara garis besar para ahli pendidikan Islam memiliki pendapat yang sama pada tujuan pendidikan Islam yang di mana harus didasarkan pada dua konsepsi dasar di antaranya konsepsi dasar tentang manusia dan konsepsi dasar tentang tujuan Islam diturunkan. Suatu pendidikan dalam lingkup Islam dapat diartikan sebagai sesuatu yang spesifik dan terkhusus hanya untuk manusia saja. Konsekuensi yang akan didapatkan dalam memahami sebuah eksistensi manusia dan tujuan Islam itu sendiri menurut al-Qur’an, adalah kedua bagian yang tentunya sangat pundamental dan esensial dalam proses merumuskan suatu tujuan pendidikan Islam. Pada dasarnya terdapat beberapa terma manusia dengan persentasenya masing-masing. Dalam hal ini, persentase dari masing-masing terma tentunya akan berbeda. Kemudian berdasarkan terma-terma yang ada tersebut ditemukan suatu penerapannya dalam suatu tujuan pendidikan Qurani. Terma manusia sebagai Al-Insan sangat banyak dijelaskan pada al-Quran. Selain itu, terma manusia sebagai Al-Insan juga dapat dijelaskan secara umum yang tentunya memiliki pengertian yang tidak berlawanan pada apa yang dijelaskan dalam al-Quran. Hal ini dikarenakan memang terma Al-Insan ini telah disebutkan dalam al-Qur’an. Oleh sebab itu, terma al-Insan memiliki suatu kesesuaian dengan al-Qur’an. Terma Al-Insan ini dikaji cukup mendalam di dalam al-Qur’an yang di mana banyak di dalamnya mengandung arti bahwa yang dituju sebagai Al-Insan itu tidak lain atau tidak bukan adalan nabi Adam a.s.
IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TERPADU DI SEKOLAH ISLAM TERPADU ULUL ILMI ISLAMIC SCHOOL KOTA MEDAN Nurman Ginting; Hasanuddin Hasanuddin
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.293-304

Abstract

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan kejadian di lapangan sebagaimana adanya. Adapun yang menjadi sumber primer dalam penelitian ini adalah wakil kepala sekolah dan guru wali kelas. Sebagai penunjang terlaksananya konsep ini Sekolah Islam Terpadu Ulul Ilmi Islamic School Medan menggunakan kurikulum 2103 dan menggunakan kurikulum khas yang merupakan pengembangan dari kurikulum madrasah, yang pada pengembangannya meluaskan aspek life skill sehingga memiliki porsi yang sama dengan mata pelajaran umum. Konsep pendidikan Islam terpadu yang diimplementasikan di Sekolah Islam Terpadu Ulul Ilmi Islamic School Medan berorientasi pada pembentukan kepribadian dan akhlak peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kemudian faktor penghambat yang dalam implemetasi konsep ini adalah berkaitan pada kompetensi pengetahuan keagamaan guru yang berbeda-beda hal ini disebabkan tidak semua guru memiliki latar belakang pendidikan dari lembaga pendidikan Islam.
PEMIKIRAN AHMAD SYAFII MAARIF TERHADAP KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM POLITIK Fatmawati Fatmawati; Latifah Anwar
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.191-197

Abstract

This paper aims to examine the views of Ahmad Syafii Maarif on the position of women in politics according to Islamic teachings. The data were collected from his two books 'Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah' revised edition and 'Titik-Titik Kisar di Perjalananku: Autobiografi Ahmad Syafii Maarif'. The findings show that his family background and education have formed his concern to the position of women in family, society, and politics as well as women’s rights according to Islamic teachings. In Islam, the position of women and men are equal. Women have the same rights to be political leaders as men. In politics, women are entitled to become leaders on the conditions that (1) they have excellent abilities; (2) moral, which is pious and upholding justice; (3) (preferably) over 40 years of age; and (4) obtaining husband's permission.
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM: METODOLOGI MENGHILANGKAN KETAKUTAN DAN KESEDIHAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN TAFSIR MAUDHŨĬ Ichwansyah Tampubolon
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.245-256

Abstract

Psychology and the Al-Qur'an provide very important information about human psyche and also provide solutions for efforts to eliminate, especially, the problems of fear and sadness from human feelings. However, Psychology is more oriented to material-cognitive matters of human feelings, meanwhile Al-Qur'an puts forward aspects of divine spirituality and humanistic values. Unlike Psychology, Al-Qur'an also provides strategies and methods of counseling and therapy for humans by approaching oneself with Allah intrinsically and emphasizes the importance of efforts to attain the peak of good deeds socially and humanity. Al-Qur'an warns that humans can foster their emotional aspects psychologically and spiritually in order to produce good behavior to gain safety, benefit and happiness in this world and in the hereafter. 
OTONOMI PENDIDIKAN DI MASA KRISIS PANDEMI COVID-19 (Analisis Peran Kepala Sekolah) Amini Amini; Nurman Ginting
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.305-314

Abstract

Peran otonomi pendidikan dalam masa krisis yang disebabkan oleh pandemi covid-19 sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam pelaksanaan proses pembelajaran dalam kondisi krisis seperti saat ini. Banyak strategi dan pendekatan yang dapat dilakukan dengan peran otonomi pendidikan tersebut, untuk tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan yang terdapat pada pemerintahan daerah. Berdasarkan Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2020 tentang "langkah pencegahan covid-19 pada satuan pendidikan", dan Surat Edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 tentang " pelaksanaan pendidikan pada masa covid 19". Selama pandemi covid-19 siswa belajar di rumah, dan guru mengajar dari rumah. Sehingga harus dilakukan proses perubahan yang sangat cepat dan melakukan penyesuaian yang sangat cepat dengan kondisi ini. Maka peran dari kepala sekolah dalam memfasilitasi, mendukung, mendorong, monitorin jadi sangat penting dalam rangka menjaga kualitas proses pembelajaran yang akan berlangsung. Tanggung jawab kepala sekolah di masa covid-19 ini hanya ada satu yaitu menjamin kualitas belajar murid di rumah melalui pelaksanaan fungsi manajemen dan kepemimpinan. Pengelolaan pembelajaran di masa andemic covid-19 saat ini, sangat membutuhkan peran kepala sekolah yang inovatif dengan menyusun berbagai perencanaan untuk menunjang proses pembelajaran bagi peserta didik dan kesiapan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemic covid-19.
PERALIHAN TRANSFORMASI MEDIA PEMBELAJARAN DARI LURING KE DARING DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Unik Hanifah Salsabila; Antika Melania; Alfia Miftakhul Jannah; Irada Haira Arni; Bunga Fatwa
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.198-216

Abstract

The world of education is feeling a tremendous impact with the Covid-19 pandemic. In the implementation, teaching and learning activities are completely diverted using online media, because it has been recommended by the Government and is expected to help in the learning process, because the learning process of teaching should not stop because of the pandemic. According to the hadeeth of the prophet "Demand Knowledge from buian to liang lahat". Educators are required to ensure that the learning process of teaching runs smoothly or not even if it is only done at home. In the implementation, educators and students can do the learning process using applications connected to the internet network and applications that have been agreed, can use social media applications such as google meet, zoom, whatsApp group, telegram and other supporting applications. With that, educators can monitor students following learning. This is certainly difficult for educators and learners. Especially for educators who are required to be creative in conveying learning materials through online learning media, because it will have an impact on the mental ity of students. In assigning tasks should not incriminate students, not about the final results or targeted grades but how students can easily understand what educators have conveyed. In Islam itself the blessing or useful knowledge is characterized by how everyone is able to practice and understand what educators have conveyed. This covid-19 pandemic can also be an opportunity for the education world, because it can utilize technology as a medium in the learning process But, the problems that exist in this online learning process, not yet fully either students or parents of students can operate online media, the uneven economy of parents of students, so in buying quotas can not be fulfilled.
URGENSI PENDIDIKAN BELA NEGARA GUNA MEMBANGUN SIKAP NASIONALISME PADA GENERASI MILLENIAL DI INDONESIA Hariswati Rachmadani Putri; Azizoel Metiadini; Hayatul Khairul Rahmat; Arifuddin Ukhsan
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.257-271

Abstract

This paper aims to explain the urgency of state defense education in order to build an attitude of nationalism in the millennial generation in Indonesia. The research method used is the literature method with content analysis techniques. The findings of this research are that the threats that will be faced by the state in the future will not only be in the form of military threats, but more complex than that, the non-military threats that can erode the sense of nationalism of the nation's next millennial generation. Indeed, the future of this nation is in the hands of the current millennial generation. The importance of policy makers and educators in providing the widest opportunity so that they will be more motivated in terms of innovation and creativity to make their own country proud. In addition, the importance of state defense education is also contained in several hadiths and verses that support someone who loves his homeland, is willing to be ready to defend the sovereignty and honor of his nation (or better understood by jihad), and is able to make his nation proud with positive things. Hopefully, by packaging the provision of state defense education in a more neat and innovative way so that the millennial generation is better able to understand in depth what defending the country is, the importance of nationalism for state sovereignty, and its relation to religious life.

Page 10 of 41 | Total Record : 404


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 2 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 2 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 2 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 1 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 6, No 2 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN Vol 6, No 1 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 4, No 2 (2019): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 4, No 1 (2019): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MUADDIB VOL.2 NO.2 JULI - DESEMBER 2018 Vol 3, No 2 (2018): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 3, No 1 (2018): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2, No 2 (2017): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2, No 1 (2017): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 1, No 1 (2016): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 1, No 1 (2016): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2 More Issue