cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.muaddib@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
ISSN : 25282492     EISSN : 25490427     DOI : -
Core Subject : Education,
Al- Muaddib (Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman)adalah jurnal yang menampung publikasi ilmu sosial dan keislaman, baik itu artikel maupun hasil penelitian dari Dosen, Mahasiswa dan Umum.
Arjuna Subject : -
Articles 414 Documents
TEORI PEMBELAJARAN BEHAVIORISTIK MENURUT IMAM AS SHARQAWI DALAM PAI Sholihah, Kamilatus; Muhlis, Achmad
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 3 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v10i3.211-219

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran Imam As-Sharqawi terkait teori pembelajaran yang memiliki kemiripan dengan pendekatan behavioristik dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori behavioristik, yang menekankan pada perubahan perilaku sebagai hasil dari stimulus dan respons, menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam memahami metode pengajaran klasik dalam khazanah Islam. Imam As-Sharqawi, sebagai salah satu ulama terkemuka, dalam karya-karyanya menekankan pentingnya pengulangan, pembiasaan, dan keteladanan dalam proses pendidikan, yang sejalan dengan prinsip-prinsip utama dalam teori behavioristik modern. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap karya-karya Imam As-Sharqawi serta literatur terkait teori behavioristik. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang digagas Imam As-Sharqawi memiliki relevansi dengan teori behavioristik, khususnya dalam aspek pembentukan karakter melalui pembiasaan amal shaleh dan penguatan perilaku positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa warisan pemikiran pendidikan Islam klasik dapat dikontekstualisasikan dalam paradigma pendidikan modern, khususnya dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang efektif dan aplikatif.  
ANALISIS FORMULASI STRATEGI BERBASIS SWOT ISLAMI Urmilawati, Suci; Hadi, Saiful
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 3 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v10i3.220-234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan formulasi strategi berbasis SWOT dalam perspektif Islam, khususnya pada lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif pustaka (library research), dengan menelaah berbagai literatur, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis SWOT Islami tidak hanya berfungsi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, tetapi juga menjadi sarana integrasi antara nilai-nilai spiritual dengan pendekatan strategis modern. Nilai-nilai Islam seperti keadilan, amanah, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta strategi lembaga pendidikan. Selain itu, hasil pembahasan menekankan pentingnya lima model strategi unggul pendidikan Islam berbasis lingkungan, yaitu model integratif, partisipatif, keteladanan, pembiasaan, dan kolaboratif. Melalui penerapan kelima model tersebut, lembaga pendidikan Islam diharapkan mampu membentuk generasi yang berkarakter Islami, peduli terhadap lingkungan, serta mampu bersaing di era global tanpa meninggalkan nilai moral dan spiritual.  
TOTAL QUALITY MANAJEMEN PANDANGAN BARAT DAN NILAI NILAI KUALITAS DALAM ISLAM MENURUT RUSDI AHMAD THAIMAH Urmilawati, Suci; Muhlis, Achmad
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 3 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v10i3.230-240

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dan titik temu antara konsep Total Quality Management (TQM) dalam perspektif Barat dan nilai-nilai kualitas dalam Islam menurut Rusdi Ahmad Thaimah. TQM sebagai pendekatan manajerial modern menekankan perbaikan berkelanjutan, kepuasan pelanggan, efisiensi, dan pelibatan seluruh anggota organisasi. Namun, konsep ini sering kali bersifat teknis dan berfokus pada aspek material. Sebaliknya, nilai-nilai kualitas dalam Islam bersumber dari wahyu dan berakar pada prinsip spiritual seperti ihsan, itqan, amanah, istiqamah, dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai tersebut memandang kualitas bukan hanya sebagai hasil kerja, tetapi juga sebagai wujud ibadah dan penghambaan kepada Allah. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, mengkaji literatur Barat tentang TQM serta pemikiran sarjana Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TQM dan nilai kualitas Islam memiliki tujuan serupa dalam peningkatan mutu, namun berbeda dalam landasan filosofis. Integrasi keduanya dinilai penting untuk menciptakan manajemen mutu yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berakar pada etika dan spiritualitas. Penelitian ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam yang lebih holistik dan sesuai kebutuhan lembaga modern.  
PEMIKIRAN-PEMIKIRAN FILOSOFIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Herawati, Herawati; Efendi Hasibuan, Zainal
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i2.429-446

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tujuan yang mendalam dan holistik, melampaui sekadar transfer pengetahuan untuk mencakup pembentukan karakter dan akhlak. Artikel ini mengkaji pengertian dan tujuan pendidikan Islam, serta pandangan para tokoh seperti Ibnu Khaldun, Ibnu Sina, dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman yang menyeluruh tentang tujuan pendidikan Islam sangat penting untuk mengatasi kesalahan persepsi mengenai pendidikan, di mana aspek kognitif sering lebih diutamakan daripada aspek afektif dan psikomotorik. Melalui tinjauan literatur, artikel ini mengidentifikasi bahwa tujuan pendidikan Islam mencakup pengembangan individu yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran spiritual. Hasil utama diskusi menunjukkan bahwa pendidikan Islam seharusnya diarahkan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, membentuk pribadi insan kamil, serta mengarahkan manusia sebagai khalifah fil ardh. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang pendidikan Islam dan pentingnya integrasi nilai-nilai moral dalam proses pendidikan, sejalan dengan pandangan para cendekiawan sebelumnya. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan baru bagi pendidik dan praktisi dalam menerapkan tujuan pendidikan Islam secara efektif.
DINAMIKA INTERAKSI MEDIA SOSIAL DAN RELIGIUSITAS REMAJA PUTRI: STUDI KASUS DI MAN 2 MODEL MEDAN Sari Nasution, Fadhilah; Marisa, Siti; Tamba, Sulaiman
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan remaja putri, memengaruhi komunikasi, hiburan, sekaligus pembentukan perilaku sosial dan religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Medan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak ganda: secara positif memudahkan akses informasi keagamaan, dakwah digital, dan pembentukan komunitas religius daring, namun secara negatif berpotensi menurunkan intensitas ibadah, kualitas interaksi sosial langsung, serta mendorong perilaku konsumtif dan perbandingan sosial yang tidak sesuai nilai Islam. Temuan ini menekankan perlunya pengawasan, literasi digital religius, dan sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan agar media sosial menjadi sarana pembentukan perilaku sosial religius yang positif
PERBANDINGAN ASAS-ASAS KEWARISAN DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA (KUHPERDATA) Pratiwi, Puji; Azis, Muhammad Amin; Dongoran, Putoro
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.23-27

Abstract

Hukum waris di Indonesia diatur dalam tiga sistem hukum yang berlaku dan dapat digunakan dalam tatanan masyarakat. Hukum tersebut yaitu, hukum waris perspektif adat, hukum waris perspektif kompilasi hukum Islam (KHI) dan hukum waris menurut kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Sistem hukum yang berlaku memiliki metode dan asas-asas berbeda dalam menetapkan waris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis dan membandingkan asas-asas waris yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif, dengan metode analisis kepustakaan (Library Research). Hasil dari penelitian ini adalah asas-asas kewarisan dalam KHI dan KUH Perdata memiliki persamaandari segi pewarisan terjadi ketika adanya kematian, asas individual, asas bilateral, dan penyelesaian hutang pewaris oleh ahli waris sebelum pembagian warisan. perbedaan asas-asas kewarisan dalam KHI dan KUH Perdata yaitu; Pertama, syarat keimanan. Kedua,Porsi pembagianKetiga, Kebebasan mewasiatkan harta. Keempat, Status anak.
PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN FIQIH: STUDI PADA SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 LABUHAN BATU Rahmadani Ritonga, Ina; Dewi Andriani, Rini; Sumiati, Sumiati
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Penilaian autentik dalam pembelajaran Fiqih belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari masih dominannya penggunaan tes tertulis sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, sementara instrumen penilaian autentik seperti rubrik kinerja, portofolio, maupun penilaian proyek masih jarang digunakan. Selain itu, keterlibatan siswa dalam praktik ibadah, seperti wudhu dan salat, masih terbatas sehingga pemahaman siswa cenderung bersifat teoretis dan kurang aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui pelaksanaan penilaian autentik dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Fiqih pada kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu; (b) mengetahui faktor-faktor kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi Fiqih di kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu; dan (c) mengetahui solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi Fiqih di kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian kualitatif memiliki karakteristik antara lain: sumber data berasal dari situasi alami, peneliti berperan sebagai instrumen kunci, data bersifat deskriptif, lebih menekankan pada makna proses daripada hasil, analisis data dilakukan secara induktif, serta menempatkan makna sebagai fokus utama dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran Fiqih pada siswa kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu telah diterapkan secara menyeluruh dengan menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Penilaian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap tingkat pemahaman siswa serta mendorong siswa untuk tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Fiqih dalam kehidupan sehari-hari
TALAK TIGA DI LUAR PENGADILAN MENURUT MAZHAB SYAFI’I DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) Sasya Agustin, Fetri; Hamdani, Ikhwan; Irma Imamah, Ade
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengucapan talak tiga di luar pengadilan menimbulkan persoalan ketika terjadi perbedaan antara keabsahan menurut fiqh dan pengakuan menurut hukum negara yang berpotensi menimbulkan dualisme keabsahan terhadap status talaknya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang akibat yang ditimbulkan jika mengucapkan talak di luar pengadilan dan memberikan kepastian hukum yang tidak sekadar persepsi agama pribadi tetapi harus sesuai regulasi hukum yang berlaku sehingga menghindari talak liar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif yang digunakan untuk memahami norma-norma hukum yang berlaku untuk mengatur talak tiga dan pendekatan komparatif yang berguna untuk membandingan antara pandangan mazhab syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut mazhab syafi’i, talak selama rukun dan syaratnya terpenuhi maka talak tersebut dianggap sah, pengucapan talak tiga di luar pengadilan tidak mempengaruhi keabsahan nya, berbeda dengan kompilasi hukum islam yang berpendapat bahwa talak harus diucapkan di depan hakim pengadilan agama. Kesimpulannya menunjukkan bahwa fiqh dan hukum positif bergerak pada ranah yang berbeda, Bukan karena isinya bertentangan, tapi karena yang dinilai berbeda levelnya, fiqh menilai keabsahan hukum di agama dan hukum negara menilai akibat hukum dan pengakuan resmi di administrasi negara.
PERAN GURU AKIDAH AKHLAK SEBAGAI ROLE MODEL DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ISLAMI SISWA KELAS VIII MTS HAJI DATUK ABDULLAH TANJUNG MORAWA Yulia Sari, Andea; Marisa, Siti; Bakar, Abu
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru Akidah Akhlak sebagai role model dalam membentuk akhlak Islami siswa kelas VIII di MTs Haji Datuk Abdullah Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi yang berfokus pada pemaknaan pengalaman subjektif guru dan siswa terkait keteladanan akhlak dalam proses pembelajaran dan kehidupan di madrasah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Akidah Akhlak, siswa kelas VIII, serta pihak-pihak lain yang mendukung proses pembentukan akhlak siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak di MTs Haji Datuk Abdullah Tanjung Morawa telah berperan sebagai role model dalam membentuk akhlak Islami siswa melalui keteladanan sikap, ucapan, dan perilaku sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Keteladanan tersebut tercermin dalam penerapan nilai-nilai akhlak Islami seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan kesopanan. Selain itu, guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai akhlak dalam interaksi langsung dengan siswa. Faktor pendukung dalam pembentukan akhlak Islami siswa antara lain konsistensi sikap guru, lingkungan madrasah yang religius, serta hubungan emosional yang baik antara guru dan siswa. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga serta lingkungan tempat tinggal siswa yang kurang mendukung pembiasaan akhlak Islami. Dengan demikian, peran guru Akidah Akhlak sebagai role model memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk akhlak Islami siswa kelas VIII
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI SDIT AL HAMIDIYYAH BOGOR Al-Khatib, Ibadurrahman
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak siswa di SDIT Al Hamidiyyah Bogor di tengah tantangan degradasi moral pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana subjek penelitian terdiri dari tiga guru PAI (Guru A, B, dan C). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam membentuk akhlak siswa bersifat multidimensional dan terintegrasi, meliputi fungsi sebagai mu’allim dalam mentransformasikan pengetahuan berbasis dalil, sebagai uswatun hasanah melalui keteladanan, sebagai kolaborator dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman, sebagai mediator dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga, serta sebagai muaddib yang menerapkan pendekatan diferensiatif sesuai karakteristik siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak yang efektif memerlukan pendekatan holistik, berkelanjutan, dan kontekstual, sehingga nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 3 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 2 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 2 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 2 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 1 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 6, No 2 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN Vol 6, No 1 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 4, No 2 (2019): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 4, No 1 (2019): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MUADDIB VOL.2 NO.2 JULI - DESEMBER 2018 Vol 3, No 2 (2018): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 3, No 1 (2018): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2, No 2 (2017): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2, No 1 (2017): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 1, No 1 (2016): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 1, No 1 (2016): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman Vol 2 More Issue