cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Analisis Potensi Kawasan Laiwangi Wanggameti di Taman Nasional Matalawa Untuk Arahan Pengembangan Ekowisata Melvi Reimon Mangngi Tiga; Eka Intan Kumala Putri; Meti Ekayani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.42 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.32-41

Abstract

Pengembangan Taman Nasional sebagai kawasan ekowisata adalah salah satu altenatif untuk mengurangi degradasi kawasan konservasi di masa yang akan datang. Kawasan Laiwangi Wanggameti adalah salah satu kawasan hutan di Taman Nasiobnal Matalawa di Kabupaten Sumba Timur NTT mempunyai potensi sumberdaya alam yang layak untuk dikembangankan sebagai kawasan ekowisata. Penelitiian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan menganalisis potensi supply dan demand ekowisata kawasan Laiwangi Wanggameti; (2) menganalisis keinginan membayar pengunjung (WTP) potensial lokal; (3) merumuskan strategi pengembangan ekowisata kawasan Laiwangi Wanggameti. Potensi ekowisata dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Contingent Valuation Method digunakan untuk menganalisis keinginan membayar dan strategi pengembangan ekowisata di kawasan Laiwangi Wanggameti menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa objek di kawasan Laiwangi Wanggameti layak untuk dikembangkan dalam pengembangan ekowisata yakni gunung Wanggameti, dataran tinggi Katikuwai, area perkemahan di Wanggameti dan Praing Kareha, air terjun Laputi, danau Laputi dan area birdwatching di Billa. Nilai keinginan membayar calon pengunjung lokal sebesar Rp. 10.000 per orang per tiket. Strategi pengembangan ekowisata di kawasan Laiwangi Wanggameti dilakukan melalui strategi mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. 
OPTIMASI PROSES POLIMERISASI CNSL DENGAN FORMALDEHID UNTUK APLIKASI COATING FURNITURE Budi, Faleh Setia; Buchori, Luqman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.456 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.10-15

Abstract

KAJIAN KUALITAS AIR DAN PENGGUNAAN SUMUR GALI OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR SUNGAI KALIYASA KABUPATEN CILACAP Sasongko, Endar Budi; Widyastuti, Endang; Priyono, Rawuh Edy
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.379 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.2.72-82

Abstract

Sungai Kaliyasa mengalami penurunan kualitas dan diduga mempengaruhi kualitas air sumur gali. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji: 1) kualitas air sumur gali, parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi dibandingkan dengan Permenkes RI No.416/Menkes/Per/IX/1990, 2) perilaku masyarakat, dan 3) hubungan perilaku masyarakat dengan kualitas air sumur gali. Hasil penelitian menunjukkan semua air sumur gali tidak berbau, TDS, mangan, dan pH memenuhi baku mutu, sedangkan warna, besi, klorida, dan total coliform tidak memenuhi baku mutu. Perilaku masyarakat secara umum tidak baik. Perilaku masyarakat secara signifikan berhubungan dengan kualitas air sumur gali di sekitar Sungai Kaliyasa. Hal yang dapat disarankan yaitu: 1) masyarakat membuat IPAL, 2) pemerintah dan masyarakat dapat merubah perilaku masyarakat. Kata Kunci: Kualitas air, sumur gali, perilaku masyarakat, Sungai Kaliyasa. Water quality of Kaliyasa River has decreased and suspected to affect water quality dug well.  Research’s aim review: 1) water quality dug wells, physics, chemical, and microbiology parameters compared with Permenkes RI No.416/Menkes/Per/IX/1990, 2) society behavior, and 3) societies behavioural relationship with water quality dug well. Observational result showed that all water quality dug well are odorless, TDS, manganese, and pH accomplished the quality standard. While the color, iron, chloride, and total coliform parameters were not accomplish the quality standard. Society’s behaviour commonly was inauspicious.  Society behaviour significantly associated with water quality dug well around Kaliyasa River. Suggestions: 1) society makes WWTP, 2) government and society can change society behaviour.
Pengembangan Potensi Energi Alternatif Dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan Di Kabupaten Kotawaringin Timur Yulian Mara Alkusma; Hermawan Hermawan; H Hadiyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.192 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.96-102

Abstract

ABSTRAKEnergi  memiliki  peranan penting dalam proses pembangunan yang pada akhirnya untuk mencapai tujuan sosial,  ekonomi  dan  lingkungan  untuk  serta  merupakan  pendukung bagi kegiatan  ekonomi  nasional. Sumber energi terbarukan yang berasal dari pemanfaatan biogas limbah cair kelapa sawit dapat menghasilkan energi listrik yang saat ini banyak bergantung pada generator diesel dengan biaya yang mahal.Limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME) adalah limbah cair yang berminyak dan tidak beracun, berasal dari proses pengolahan minyak kelapa sawit, namun limbah cair tersebut dapat menyebabkan bencana lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dan dibuang di kolam terbuka karena akan melepaskan sejumlah besar gas metana dan gas berbahaya lainnya ke udara yang menyebabkan terjadinya emisi gas rumah kaca. Tingginya kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 50.000-70.000 mg/l dalam limbah cair kelapa sawit memberikan potensi untuk dapat di konversi menjadi listrik dengan menangkap biogas (gas metana) yang dihasilkan melalui serangkaian tahapan proses pemurnian. Di Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat 36 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang total kapasitas pabriknya adalah sebesar 2.115 TBS/jam, menghasilkan limbah cair sebesar 1.269 ton limbah cari/jam dan mampu menghasilkan 42.300 m3 biogas.Kata kunci:  Renewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, Methane. ABSTRACTEnergy has an important role in the development process and ultimately to achieve the objectives of social, economic and environment for as well as an environmental support for national economic activity. Renewable energy source derived from wastewater biogas utilization of oil palm can produce electrical energy which is currently heavily dependent on diesel generators at a cost that mahal.Limbah liquid palm oil (Palm Oil Mill Effluent, or POME) is the wastewater that is greasy and non-toxic, derived from the processing of palm oil, but the liquid waste could cause environmental disaster if not used and disposed of in open ponds because it will release large amounts of methane and other harmful gases into the air that cause greenhouse gas emissions. The high content of Chemical Oxygen Demand (COD) of 50000-70000 mg / l in the liquid waste palm oil provides the potential to be converted into electricity by capturing the biogas (methane gas) produced through a series of stages of the purification process. In East Kotawaringin there are 36 palm oil processing factory that total factory capacity is of 2,115 TBS / hour, producing 1,269 tons of liquid waste wastewater / h and is capable of producing 42,300 m3 of biogas.Keywords:  Renewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, MethaneCara sitasi: Alkusma, Y.M., Hermawan, dan Hadiyanto. (2016). Pengembangan Potensi Energi Alternatif dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),96-102, doi:10.14710/jil.14.2.96-102
Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Pada Zona Ketinggian Berbeda di Kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Suryana Suryana; Parikesit Parikesit Parikesit; Johan Iskandar Iskandar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.046 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.2.130-135

Abstract

ABSTRAKVegetasi Hutan di Kawasan Hutan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat telah dilakukan pada Maret – November 2016. Metode yang digunakan adalah metode survey.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik plot kuadrat yang diletakan di sepanjang transek. Sebanyak 43 jenis tumbuhan telah ditemukan yang terbagi ke dalam kategori pohon dewasa, tiang, pancang, dan semai. Kategori pohon, tiang pancang dan semai berturut-turut ditemukan sebanyak sebanyak 12, 25, 23, dan 21 jenis.  Kurai (Trema orientalis) adalah jenis yang menguasai pada kategori pohon, paku bagedor (Cyathea contaminans) pada kategori tiang, kiseureuh (Piper aduncum) pada kategori pancang, dan nangsi (Villebrunea rubescens) pada tingkat semai. Komposisi jenis vegetasi pada dua zona berbeda, tetapi jenis-jenis tumbuhan yang dominan pada dua zona tersebut hampir sama.  Hutan Gunung Galunggung masih berada dalam kondisi yang belum klimaks, populasi dan strukturnya masih dalam tahap perkembangan/tahap sekunder. Hal ini ditandai dengan tingkat keanekaragamannya yang sedang dan ditemukannya jenis huru (Litsea sp.), puspa (Schima walichii), hamerang (Vernonia arborea), dan nangsi (Villebrunea rubescens), serta jenis lainnya yang merupakan karakteristik hutan hujan pegunungan yang berada pada tahap suksesi “seral”.ABSTRACTThe study of forest vegetation in the area of Galunggung Mountains, Tasikmalaya Regency, West Java have been carried out in March to November 2016. The method used is survey method. The data was collected teknic square plots placed along the transect. The research found as many as 43 in the plant species, which are divided into categories of tree, poles, saplings and seedlings. Kurai (Trema orientalis) is dominant species into tree categories, Paku bagedor (Cyathea contaminans) into poles, Kiseureuh (Piper aduncum) into saplings, and Nangsi (Villebrunea rubescens) into seedlings.  The composition of vegetation types found in two different zones indicates a difference, but it can be said that the plant species are dominant in the two zones are almost the same. Galunggung forests are still in a state that has not climax, and the population structure is still in development (secondary stage). Marked with the current level of diversity and the discovery of Huru (Litsea sp.), Puspa (Schima walichii), Hamerang (Vernonia arborea), and Nangsi (Villebrunea rubescens), as well as other types that are characteristic of rain forest at mountian seral successional stage.Keywords: Vegetation, Rain Forest at Mountain, Seral Successional StageSitasi: Suryana, Iskandar, J., Parikesit, Partasasmita, R. dan Irawan, B. (2018). Struktur Vegetasi Kawasan Hutan pada Zona Ketinggian Berbeda di Kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 130-135, doi:10.14710/jil.16.2.130-135 
OPTIMASI PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN KOMBINASI AKTIVATOR EM4 DAN MOL TERHADAP RASIO C/N Subandriyo, S; Anggoro, Didi Dwi; Hadiyanto, H
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.901 KB) | DOI: 10.14710/jil.10.2.70-75

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan sampah organik rumah tangga berupa campuran sampah organik dari dapur dan kebun dengan penambahan aktivator EM4, MOL dan campuran EM4/MOL. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu perbandingan kombinasi volume campuran aktivator EM4 dan MOL dan waktu fermentasi. Data hasil percobaan diplotkan dalam sebuah model matematis dan selanjutnya dioptimasi menggunakan software Statistica 6.0 dengan metode Response Surface Methodology (RSM). Dari hasil penelitian diperoleh model matematika untuk hubungan penggunaan kombinasi aktivator EM4 dan MOL  untuk nilai C/N : Y= 20,47 – 3,53X1 – 1,20X2 – 3,80X12 – 0,31X22 – 0,08X1X2.Hasil kondisi optimum variabel pengomposan terhadap nilai parameter hasil kompos yang diperoleh dari Grafik response fitted surface dan contour plot yang dihasilkan menunjukkan jenis optimasi proses nilai C/N maksimal terjadi pada 21% (warna coklat tua) pada campuran EM4/MOL 0,6 sampai dengan 1,2 dan waktu fermentasi 14 sampai dengan 30 hari. Kata kunci : sampah organik rumah tangga, pengomposan, response surfase methodology, rasio C/N. ABSTRACT This research using household organic waste that is a mixture of organic waste from the kitchen and garden with the addition of an activator EM4, MOL and mixed EM4/MOL. The research design used is a combination of volume mix ratio and activator EM4/MOL and the fermentation time. The data results was plotted on a mathematical model and then optimized using the software Statistica 6.0 Response Surface Methodology methods (RSM).The results obtained by use of a mathematical model for the relationship activator combination EM4 and MOL for a C/N: Y= 20,47 – 3,53X1 – 1,20X2 – 3,80X12 – 0,31X22 – 0,08X1X2.The optimum conditions for composting variable parameter values compost obtained from Graph fitted response surface and contour plots that indicates the type of process optimization resulting of C/N ratio maximum occurred in 21% (dark brown color) in a mixture EM4/MOL of 0.6 to 1.2 and fermentation time 14 to 30 days. Keywords: household organic waste, composting, response surface methodology, the C/N ratio
Studi Profil Ozone Permukaan (O3) Dan Gas Monoksida (CO) Antara Kota Bandung Dan Bukit Kototabang andi sulistiyono; Hartanto Hartanto; Fathuroyan Fathuroyan; Dodi Saputra; Ikhsan Buyung Arifin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.485 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.239-244

Abstract

Ozone Permukaan (O3) terbentuk karena adanya proses fotokimia oleh perkusor pembentuknya salah satunya yaitu gas karbonmonoksida (CO). Dengan menggunakan data parameter gas CO dan O3diurnal hasil pengukuran di Stasiun GAW Bukit Kototabang dan Lapan Bandung,dianalisis untuk mengetahui profil diurnal gas CO dan O3 pada tipe wilayah Urban (Bandung) dan Non Urban (stasiun GAW Bukit Kototabang). Konsentrasi dan profil gas CO secara diurnal untuk wilayah tipe Urban dan Non Urban ditentukan oleh sumber serta waktu emisi dari CO. Untuk wilayah type Urban, grafik diurnal konsentrasi gas CO terjadi puncak dan lembah. Puncak konsentarsi CO terjadi saat warga kota beraktifitas dengan berefek pada emisi gas CO, sedangakan lembah konsentrasi gas CO adalah periode pembentukan O3 melalui proses fotokimia. Untuk wilayah Non Urban (Stasiun GAW Bukit Kototabang) tidak terjadi perbedaan nilai konsentasi yang besar untuk periode tertentu mengingat kedudukan stasiun GAW Bukit Kototabang jauh dari sumber emisi gas. Status kualitas udara tahun 2008 untuk wilayah kota bandung dan Stasiun GAW Bukit Kototabang masih pada kriteria sehat karena nilai dari CO dan O3 masih berada jauh pada dari nilai ambang batasnya.
KAJIAN KELAYAKAN PEMANFAATAN BIOGAS DARI PENGOLAHAN AIR LIMBAH UNTUK MEMASAK Rahmani, Pradnya; Hartono, Djoko M; Kusnoputranto, Haryoto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.427 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.132-140

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kelayakan teknis dan lingkungan dari pemanfaatan BiogasInstalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PD PAL JAYA. IPAL PD PAL JAYA dapatmenghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak bagiwarga sekitar. Warga yang dimaksud pada penelitian ini adalah warga RT 014/ RW 006Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi. Kajian kelayakan teknis melihat kecukupanpotensi biogas untuk memenuhi kebutuhan biogas warga sekitar. Kajian lingkunganmelihat signifikansi pengurangan konsumsi LPG dan minyak tanah. Hasil dari keempatkajian mendapatkan hasil yang positif sehingga pemanfaatan biogas dari IPAL PD PALJAYA layak secara teknis dab lingkungan.Kata Kunci: Bahan Bakar Memasak yang berkelanjutan, Biogas dari Limbah Domestik,Pemanfaatan Biogas, Pengolahan Air Limbah
Daya Dukung dan Kesesuaian Lahan Ekowisata Mangrove Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan Wahdaniar Wahdaniar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 3 (2019): November 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.507 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.3.481-485

Abstract

Perairan pesisir Kabupaten Sinjai memiliki ekosistem wilayah pesisir yang masih relatif baik dengan luas masing-masing yaitu mangrove 720 ha, padang lamun 860 ha, terumbu karang 6.700 ha . Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang mempunyai manfaat ganda yang meliputi: ekologi, ekonomi, sosial budaya dan jasa-jasa lingkungan, sehingga perlu upaya konservasi untuk menyelamatkan sistem rantai kehidupan organisme pesisir, upaya mencapai harus memperhatikan aspek kesesuaian dan daya dukung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian dan menghitung daya dukung kawasan ekowisata mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - Desember 2018 dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan data sekunder melalui studi pustaka. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kawasan mangrove Tongke-tongke termasuk dalam kategori sesuai (S2) untuk dikembangkan sebagai ekowisata mangrove dengan nilai Indeks Kesesuaian sebesar 74,36 % dan Daya Dukung Kawasan (DDK) hutan mangrove Tongke-tongke untuk wisata menunjukkan bahwa jumlah maksimal pengunjung yang dapat ditampung pada hutan mangrove Tongke-tongke sebanyak 485 orang, dengan waktu operasional kawasan wisata selama 8 jam kerja per hari.  
Variasi Genetik pada Pertumbuhan Tanaman Konservasi Sumberdaya Genetik Cendana (Santalum album Linn.) Populasi Pulau Timor Bagian Timur Sumardi Sumardi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.926 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.27-31

Abstract

ABSTRACT Sandalwood (Santalum album Linn.) Is a native species of East Nusa Tenggara that have high economic value because it contains oil in the hardwood that is used as a raw material for cosmetics and pharmaceuticals. However, sandalwood population in East Nusa Tenggara has declined severely caused of massive exploitation in the past without accompanied by the success of replanting. Excessive exploitation impact on the decreasing of genetic diversity. Conservation was initiatied by the Forestry Research Institute of Kupang in 2012 with Eastern Part of Timor Island as a genetic material source. This study was aimed to investigate the genetic variation of plant growth on sandalwood (Santalum album linn.) genetic conservation from Eastern Part of Timor Island until 8 months after planting. The research was designed using Incomplete Block Design (IBD), consists of 25 families, single treeplot and 10 blocks as replicates. The variance analysis showed there was no significant difference between the families tested and the average height and diameter growth of test plants respectively 51,02 cm and 4.70 mm. The families heritability (h2f)  estimation of height is 0.70 high category and the diameter is 0.53 medium category.   Key words : Population, conservation, variation, heritability ABSTRAK Cedana (Santalum album Linn.) merupakan jenis tanaman asli Nusa Tenggara Timur yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan minyak atsiri pada kayu terasnya yang digunakan sebagai bahan baku industri kosmetik dan obat-obatan. Namun demikian populasi jenis ini di Nusa Tenggara Timur telah mengalami penurunan sangat tajam, akibat eksploitasi besar-besaran dimasa lalu yang tidak dibarengi keberhasilan penanaman kembali. Kondisi tersebut berdampak pada keragaman genetik cendana yang pernah ada di NTT. Tindakan konservasi mulai dilakukan oleh Balai Penelitian Kehutanan Kupang pada tahun 2012 yang berasal dari populasi Pulau Timor bagian Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik pertumbuhan tanaman pada plot konservasi sumberdaya genetik cendana populasi Pulau Timor bagian Timur sampai dengan umur 8 bulan setelah penanaman. Penelitian disusun dengan rancangan Incomplete Block Design (IBD) yang terdiri dari 25 famili, single treeplot dan 10 blok sebagai ulangan. Hasil analisis varian tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata antar famili yang diuji dengan nilai rerata pertumbuhan tinggi dan diameter masing-masing sebesar 51,02 cm dan 4,70 mm. Taksiran nilai heritabilitas famili (h2f) untuk tinggi sebesar 0,70 termasuk kategori tinggi dan diameter sebesar 0,53 termasuk kategori sedang. Kata kunci : populasi, konservasi, cendana, variasi, heritabilitas. Cara sitasi: Sumardi. (2016). Variasi Genetik pada Pertumbuhan Tanaman Konservasi Sumberdaya Genetik Cendana (Santalum album Linn.) Populasi Pulau Timor Bagian Timur, 14(1),27-31, doi:10.14710/jil.14.1.27-31

Page 11 of 81 | Total Record : 810


Filter by Year

2011 2025