cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
KOMUNITAS ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN SUMUR MINYAK BUMI DI DESA MANGUNJAYA, KECAMATAN BABAT TOMAN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Risda Muli; Chandra Irsan; Suheryanto Suheryanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.256 KB) | DOI: 10.14710/jil.13.1.1-64

Abstract

Pencemaran tanah yang diakibatkan oleh penambangan minyak bumi berpengaruh terhadap lingkungan, vegetasi, dan kelimpahan arthropoda. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dampak pencemaran minyak bumi di tanah terhadap komunitas Arthropoda. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas arhtropoda tanah di sekitar lokasi eksplorasi minyak bumi. Kelembapan, pH, suhu tanah, dan kadar TPH tanah diukur dan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arthropoda. Penelitian dilakukan di sumur minyak bumi Desa Mangunjaya Kecamatan Babat Toman pada tanggal 19-24 Februari 2015. Arthropoda dikoleksi menggunakan pit fall traps dan corong barlese-tullgren, pengambilan sampel dilakukan di 96 titik. Identifikasi arthropoda dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. Analisis kadar TPH tanah menggunakan metode Gravimetri dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata TPH dan pH tanah di lokasi eksplorasi minyak bumi yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih rendah daripada eksplorasi oleh masyarakat. Kelembaban dan suhu tanah di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih tinggi daripada di lokasi eksplorasi masyarakat. Kadar TPH, pH, kelembaban, dan suhu tanah tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arhtropoda. Rata-rata indeks keanekaragaman arthropoda tergolong rendah dengan nilai indeks kurang dari 1. Soil contamination caused by the extraction of petroleum affects the environment, vegetation, and abundance of arthropods. Therefore, it is necessary to study the impact of oil pollution on the ground against arthropod community. The research has conducted to determine the differences of terrestrial arthropod around petroleum exploration. Moisture, pH, temperature, and soil TPH (Total Petroleum Hydrocarbon) levels were measured and analyzed to determine its effect on the diversity index, dominance, and evenness of arthropods. The research has been done in the petroleum wells in Mangunjaya village of Babat Toman Toman districts on February 19 to 24, 2015. Arthropods samples were taken using pit fall traps and funnel barlese-tullgren, total sampling points are 96 points. Identification of the arthropod family has been done in Entomology Laboratory of the Agriculture Plant Disease Faculty Sriwijaya University. Analysis of soil TPH levels are using Gravimetry methods carried out in the Chemistry Laboratory of Science Faculty, Sriwijaya University. The results showed an average TPH and pH of soil in petroleum exploration conducted by Pertamina EP 1 Field Asset Ramba lower than in locations that made exploration by the public. Moisture and soil temperature at the location of the exploration by Pertamina EP 1 Field Asset Ramba are higher than in public exploration location. TPH levels, pH, moisture, and soil temperature do not affect the diversity, dominance, and evenness arhtropod index. However, the average index of arthropod diversity is low with an index value of less than 1.
Evaluasi Penerapan Program Adiwiyata Untuk Membentuk Perilaku Peduli Lingkungan di Kalangan Siswa (Kasus: SMA Negeri 9 Tangerang Selatan dan MA Negeri 1 Serpong) Iswari, Rizky Dewi; Utomo, Suyud W.
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.56 KB) | DOI: 10.14710/jil.15.1.35-41

Abstract

ABSTRAKPerilaku peduli lingkungan masih sangat minim, termasuk di kalangan siswa. Salah satu upaya untuk membentuk perilaku peduli lingkungan di kalangan siswa yaitu melalui penerapan program Adiwiyata melalui pendidikan formal pada semua jenjang sekolah. Permasalahannya, penerapan program Adiwiyata yang telah dilakukan ternyata belum menjamin terbentuknya perilaku peduli lingkungan warga sekolah. Atas dasar deksripsi tersebut, maka tujuan dari penelitian yaitu menganalisis hubungan Adiwiyata dalam upaya pembentukan perilaku peduli lingkungan, ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil riset di sekolah yang sudah Adiwiyata menunjukkan sebesar 48% siswa tingkat pengetahuannya tinggi, 99% siswa mempunyai sikap baik terhadap lingkungan, dan 79% siswa mempunyai tindakan baik terhadap lingkungan. Adapun sekolah yang belum Adiwiyata, sebesar 33% siswa tingkat pengetahuannya tinggi, 99% siswa mempunyai sikap baik terhadap lingkungan, dan 76% siswa mempunyai tindakan baik terhadap lingkungan. Dengan demikian terdapat hubungan antara penerapan Adiwiyata dengan pembentukan pengetahuan, sikap dan tindakan di kalangan siswa.Kata kunci: Adiwiyata, perilaku peduli lingkungan, pengetahuan, sikap, tindakanABSTRACTBehavior of environmental awareness is still low, even among students. One effort to create behavior of environmental awareness among students through Adiwiyata program, which is integrate in formal education at all, levels of school. The problem is, application of Adiwiyata program can’t guarantee to create behavior awareness. Based on that descriptions, purpose of this study is to evaluate implementation of Adiwiyata program, comparing student’s behavior in two different school, and to analyze the relationship between Adiwiyata and behavior of environmental awareness from three aspect, knowledge, attitude, and action. The method used in this research is descriptive qualitative. The result showed, Adiwiyata school have 48% students with high knowledge, 99%  students with good attitudes, and 79%  students with good action toward environment. In other hand, non Adiwiyata school have 33% students with high knowledge, 99%  students with good attitudes, and 76%  students with good action toward environment. Thus, there is relationship between implementation of Adiwiyata program to build knowledge, attitude and action toward environment.Keywords: Adiwiyata, behavior of environmental awareness, knowledge, attitude, actionCitation: Iswari, R.D, dan Utomo, S.W. (2017). Evaluasi Penerapan Program Adiwiyata Untuk Membentuk Perilaku Peduli Lingkungan di Kalangan Siswa (Kasus: SMA Negeri 9 Tangerang Selatan dan MA Negeri 1 Serpong). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 35-41, doi:10.14710/jil.15.1.35-41
Analisis Iklim Ekstrim Untuk Deteksi Perubahan Iklim Di Sumatera Barat Sugeng Nugroho
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.864 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.7-14

Abstract

Significant consequences of global warming due to climate change, which is characterized by increasing extremes of climate events, both magnitude and frequency. Climate change that occurs in an area is highly dependent on the sensitivity of local factors in responding to global climate change that occurred. The research was conducted in West Sumatera region which was divided into two parts of topography, lowland and highlands, using observation data and model data. The extreme climate index is determined by using the ETCCDI standard. Climate change is also seen from the shift in climate patterns within a predetermined period of time. The significance of extreme climatic trends and climate change is done by the Mann-Kendall test. The result of the analysis shows that in general there has been an increase in air temperature in the research area, both in highland and lowland areas there is a tendency to increase extreme rainfall in highland areas, while for lowland areas tend to experience a negative trend. Trend test results show that not all variations of extreme climate index trends are significant on significance tests at 90% and 95% or more confidence levels and there is also no difference in extreme climatic conditions between lowland and upland areas. Temperature pattern shift of 0.5 to 1.0 OC in both low and high areas of research. As for the pattern of rain occurred shift with lower average for in lowland area of research area and tendency of increasing amount of rainfall in highland area of research area.
STRATEGI OPTIMASI WISATA MASSAL DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN WISATA ALAM GROJOGAN SEWU SISWANTORO, HARIADI; Anggoro, Sutrisno; Sasongko, Dwi P
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.749 KB) | DOI: 10.14710/jil.10.2.100-110

Abstract

ABSTRAK Taman Wisata Alam Grojogan Sewu merupakan kawasan konservasi yang telah memberikan banyak manfaat bagi pemerintah dan aktivitas perekonomian setempat khususnya sebagai lokasi pariwisata alam. Namun pada akhirnya kegiatan wisata alam telah cenderung menjadi kegiatan wisata massal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung wisata alam yang didasarkan pada jumlah optimal pengunjung di areal wisata dan upaya untuk mengoptimalkannya. Metode yang digunakan adalah penilaian daya dukung efektif, penilaian persepsi para pelaku wisata (wisatawan dan penyedia sarana serta jasa wisata), kajian identifikasi keunggulan untuk pengembangannya dan penentuan strategi kebijakan publik melalui Analisis Hierarki Proses (AHP).  Hasil penilaian menunjukkan bahwa daya dukung efektif wisata alam adalah 1.002 wisatawan per hari yang lebih tinggi daripada daya dukung aktualnya (926 wisatawan per hari). Wisatawan mendapatkan kepuasan dalam berwisata (95%) dan ingin kembali berwisata di Grojogan Sewu (92%). Hasil analisis AHP bahwa perlu dilakukan peningkatan kapasitas ekonomi kreatif masyarakat lokal dalam menghasilkan produk dan jasa wisata. Kata kunci: daya dukung, wisata alam, Grojogan Sewu ABSTRACT Grojogan Sewu’s Nature Park is a conservation area which has provided many benefits to the government and the local economic activity especially as a nature tourism site. But in the end, a nature tourism activities have tended to be a mass tourist activities. This study aims to determine the carrying capacity of the natural attractions that are based on the optimal number of visitors in the area of ​​tourism and the efforts to optimize it. The methods used are an effective carrying capacity assessment, an assessment of perceptions of tourism stakeholders (traveler and tourist facilities and tourist services), a review of the identification and a determination of excellence for the development of public policy strategies through Analytical Hierarchy Process (AHP). Assessment results show that the effective carrying capacity of nature is the 1.002 tourists per day higher than the actual carrying capacity (926 travelers per day). They get a satisfaction traveled (95%) and want to get back traveling (92%). AHP analysis result that is necessary to improve the capacity of local creative economy in providing products and services tourism. Keywords: carrying capacity, nature tourism, Grojogan Sewu
POTENSI LAHAN DAN TENAGA KERJA TEHADAP PEMANFAATAN AIR DI DAERAH IRIGASI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG-NTT Manehat, Maria Soik; Pellokila, Marthen R; Soetedjo, I.N Prijo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.162 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.42-52

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini (1) menganalisa ketersediaan air, lahan dan tenaga kerja yang dimanfaatkan untuk usahatani padi sawah. (2) Untuk menganalisis efisiensi pemanfaatan air, lahan dan tenaga kerja terhadap produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Kupang Tengah. Pengambilan sampel dilakukan di desa Noelbaki yang merupakan daerah irigasi yang memiliki lahan potensial khususnya padi sawah. Penentuan responden menggunakan metode acak sederhana, yakni diambil 10 % dari populasi petani padi sawah, yakni sebanyak 50 orang. Untuk pengambilan sampel peneliti hanya menfokuskan petani yang memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk usahatani padi sawah. Berdasarkan hasil analisis efisiensi pemanfaatan air pada usahatani padi sawah belum efisien (nilai NPMxi/Px < 1). Efisiensi pemanfaatan lahan usahatani padi sawah masih dapat ditingkatkan karena belum efisien (nilai NPMxi/Px > 1). Untuk pemanfaatan tenaga kerja untuk usahatani padi sawah di lokasi penelitian belum efisien (nilai NPMXi/PX > 1). Ketersediaan air, lahan dan tenaga kerja di lokasi penelitian cukup mendukung pengelolaan usahatani padi sawah. Hasil analisis pemanfaatan air di lokasi penelitian tidak efisien. Untuk itu petani harus mengurangi jumlah pemakaian air, sedangkan pemanfaatan lahan  masih harus ditingkatkan. Petani harus dapat memperluas lahan garapan yang dimiliki untuk usahatani padi sawah. Pemanfaatan tenaga kerja juga belum efisien, sehingga petani harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada untuk aktif dalam kegiatan usahatani padi sawah. Kata kunci : padi sawah, efisiensi, produksi
Dekolorisasi pewarna tosca menggunakan koagulan ferro sulfat dan lumpur aktif dari pabrik teksil di salatiga pada kondisi aerob Agustien Sri Noerwahju; Vincentia Irene Meitiniarti; Sri Kasmiyati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 3 (2019): November 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.584 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.3.500-506

Abstract

Industri tekstil mengeluarkan air limbah dengan kualitas COD, padatan tersuspensi, warna yang relatif buruk dan mengandung logam berat yang bergantung pada zat warna yang digunakan. Saat ini Perda Prop Jawa Tengah no 5 tahun 2012, belum mengatur parameter warnasebagai parameter uji namun limbahberwarna harus tetap diolah karena menyangkut masalah estetika. Salah satu pewarna yang sulit didegradasikan melalui pengolahan biologi maupun kimia/fisika adalah pewarna Turquise Blue atau Tosca. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengurangan absorbansi warna, kandungan COD dan TSS pada limbah tekstil sintetik yang mengandung pewarna tosca dengan penambahan ferro-sulfat dan lumpur aktif pada waktu tinggal tertentu dengan proses aerob. Penelitian ini menggunakan limbah cair sintetik yang mengandung pewarna tosca dengan konsentrasi warna yang sama dengan warna air limbah aslinya (absorbansi warna diukur pada l 536 nm). Pengolahan dilakukan dengan mengkombinasikan proses Ferro-sulfat dan lumpur aktif pada kondisi aerob dengan sistem Sequencing bacth reactor (curah berurutan). Pengambilan sampel dilakukan pada jam ke 48, dan jam ke 72. Parameter yang diamati adalah absorbansi warna, COD dan TSS. Efisiensi pengurangan parameter tersebut dibandingkan pada semua perlakuan. Dari hasil penelitian didapat efisiensi penurunan terbaik untuk COD, TSS, dan absorbansi warna, berturut-turut adalah sebesar 79, 60, dan 52% pada pengolahan jam ke 72.
Hubungan Kemelimpahan Chlorella sp Dengan Kualitas Lingkungan Perairan Pada Skala Semi Masal di BBBPBAP Jepara Siska Aprilliyanti; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Bambang Yulianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.42 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.77-81

Abstract

ABSTRAKChlorella   sp merupakan salah satu mikroalga yang sering dibudidayakan untuk berbagai keperluan seperti obat-obatan, kosmetik, atau untuk alternatif  biodiesel Chlorella    sp  merupakan suatu agen bioremediasi yang baik, selain dapat hidup pada lingkungan yang tercemar juga dapat memakai logam berat sebagai logam esensial untuk metabolisme. Banyaknya manfaat yang akan dapat diambil apabila dapat mengembangkan Chlorella    sp pada skala masal. Dengan kemanfaatannya dari Chlorella    sp maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan Chlorella    sp sebagai objeknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemelimpahan Chlorella    sp dengan kualitas lingkungan perairan di Kabupaten Jepara. Chlorella      sp ini dikultivasi di luar ruangan dengan sumber cahaya berasal dari sinar matahari secara langsung, pengudaraan untuk pencampuran media menggunakan blower yang dialirkan melalui selang dan kran aerasi untuk mencampur media. Aerasi dalam penelitian ini digunakan dengan tujuan agar sel Chlorella   sp dapat memperoleh nutrisi dalam media kultivasi secara merata karena adanya sirkulasi air dalam wadah kultur (Amini, 2006). Dari hasil analisis data diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) = 0,995. Hal ini memberikan gambaran bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel bebas yakni kelima parameter kualitas air (nitrat, fosfat, temperature, pH dan salinitas) dengan variabel terikat yakni kemelimpahan Chlorella   sp . Selanjutnya diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:Y =  -5323.54 -16.80 nitrat -60.78 fosfat   + 111.09 temperatur  + ; 997.26 pH -191.92 salinitas. Dari persamaan regresi tersebut memperlihatkan bahwa parameter kualitas air yang memiliki hubungan searah (berbanding lurus) adalah temperature  dan pH. Sedangkan parameter kualitas air yang memiliki hubungan berbanding terbalik yaitu; nitrat,fosfat dan salinitas. Hubungan kemelimpahan Chlorella   sp dengan kualitas lingkungan perairan skala semi masal kuat, hasil analisis regresi didapat nilai Adjusted R2 0,995, artinya persentase sumbangan pengaruh variabel nitrat ,fosfat,temperature, pH dan salinitas terhadap kemelimpahan Chlorella   adalah sebesar 99,5% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai koefisien / pengaruh tertinggi terdapat pada parameter pH yaitu (997,49).Kata kunci: Chlorella  sp, kualitas lingkungan, semi masal, Jepara ABSTRACTChlorella sp is one of the microalgae are often cultivated for various purposes such as pharmaceuticals, cosmetics, or for alternative biodiesel Chlorella sp an agent of bioremediation good, but can live in a polluted environment can also wear a heavy metal as the metal essential for metabolism. The many benefits that will be taken if it can develop Chlorella sp on a mass scale. With the emergence of Chlorella sp author conducted research using Chlorella sp as its object. The purpose of this study was to determine the relationship between the abundance of Chlorella sp with the quality of the water environment in the district of Jepara.Chlorella sp is cultivated outdoors with a light source coming from direct sunlight, aeration for mixing media using a blower that flowed through the hose and faucet aeration to mix media. Aeration used in this study with the aim of Chlorella sp cells can obtain nutrients evenly in cultivation media for their water circulation in the culture vessel (Amini, 2006). From the analysis of data obtained by the coefficient of determination (R2) = 0.995. This illustrates that there is a very strong relationship between the independent variables namely the five parameters of water quality (nitrates, phosphates, temperature, pH and salinity) with the dependent variable abundance of Chlorella sp. Furthermore, multiple linear regression equation as follows: Y = -5323.54 -16.80 -60.78 nitrate phosphate + 111.09 + temperature; 997.26 -191.92 pH salinity. From the regression equation shows that the water quality parameters that have a unidirectional relationship (proportional) is temperature and pH. While water quality parameters which have an inverse relationship, namely; nitrate, phosphate and salinity. Chlorella sp abundance relationships with water environmental quality semi massive scale strong, the results of the regression analysis obtained Adjusted R2 value of 0.995, meaning that the percentage contribution of variables influence nitrates, phosphates, temperature, pH and salinity of the abundance of Chlorella is 99.5% and the rest is influenced by factors other. The coefficient of impact / highest in pH parameters ie (997.49).Keywords:  Chlorella sp, environmental quality, semi-massive, JeparaCara sitasi: Apriliyanti, S., Soeprobowati, T. R., Yulianto, B. (2016). Hubungan Kemelimpahan Chlorella sp dengan Kualitas Lingkungan Perairan pada Skala Semi Masal di BBBPBAP Jepara. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),77-81, doi:10.14710/jil.14.2.77-81
Aplikasi Analisis Spasial Untuk Penentuan Zona Imbuhan Dan Zona Lepasan Airtanah, Cekungan Air Tanah (CAT) Karangkobar, Provinsi Jawa Tengah Agus Harjanto; Thomas Triadi Putranto; Truman Simaremare
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8515.839 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.2.162-172

Abstract

ABSTRAKCekungan Air Tanah (CAT) Karangkobar terletak di wilayah administrasi Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.  CAT Karangkobar memiliki luas sekitar 299,6 km2. Daerah ini terletak di daerah dengan kondisi geologi yang banyak dipengaruhi oleh aktivitas vulkanisme. Secara regional sistem akuifer pada daerah ini merupakan sistem akuifer dengan aliran air tanah melalui ruang antar butir dan rekahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeliniasi daerah imbuhan dan daerah lepasan air tanah di CAT Karangkobar. Pengambilan data lapangan dilakukan dengan mengamati kondisi geologi dan mengukur tinggi muka air tanah CAT Karangkobar. Penentuan zona imbuhan dan lepasan dilakukan dengan metode geospasial menggunakan perangkat lunak Surfer dan ArcGis. Metode ini dilakukan dengan pembobotan. Parameter yang digunakan dalam pembobotan ini terdiri dari 5 parameter, yaitu: kelulusan batuan, curah hujan, jenis tanah penutup, kemiringan lereng dan kedalaman muka air tanah tidak tertekan. Nilai maksimal yang didapat dari pembobotan ini adalah 65 sedangkan nilai minimal adalah 39. Daerah imbuhan berada pada nilai bobot 53-65, daerah ini berada dibagian utara CAT Karangkobar. Daerah lepasan berada pada nilai bobot 39-52, daerah ini berada pada bagian selatan CAT Karangkobar..ABSTRACTKarangkobar groundwater basin located in Banjarnegara District and Wonosobo District. Karangkobar groundwater basin area is about 299,6 km2. This area is located in a region with geological condition which is heavily affected by volcanism activity. Regionally, aquifer system in this region is aquifer system with groundwater flow through pore spaces and fractures. The purpose of this research is to deliniate recharge and discharge zone of groundwater in Karangkobar groundwater basin. Field data retrieval was done by observing geological condition and measuring groundwater level, in Karangkobar groundwater basin. Recharge and discharge zone determination is done by geospatial method using Surfer and ArcGis software. This method is done with scoring method. Parameters used in this scoring consists of 5 parameters: permeability of rock, rainfall, soil type, slope and depth of superficial groundwater level. Maximum value in this scoring is 65 and minimum value is 39. Recharge zone score is on 53-65, which is located in the north of Karangkobar groundwater basin with. Discharge zone score is on 39-52, which is located in the south of Karangkobar groundwater basin.Keywords: groundwater, Karangkobar groundwater basin, geospatial method, recharge and discharge zone.Sitasi: Harjanto, A., Putranto, T.T., dan Simaremare, T.(2018 Aplikasi Analisis Spasial Untuk Penentuan Zona Imbuhan Dan Zona Lepasan Airtanah, Cekungan Air Tanah  (CAT) Karangkobar, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 162-172, doi:10.14710/jil.17.2.162-172
PENGAMBILAN MINYAK KEDELAI DARI AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL Buchori, Luqman; Sasongko, Setia Budi; Anggoro, Didi Dwi; Aryanti, Nita
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.317 KB) | DOI: 10.14710/jil.10.2.49-53

Abstract

ABSTRAK Kedelai adalah komoditi terbesar setelah padi di Indonesia. Kebutuhannya mencapai 2,3 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut 50% dikonsumsi berupa tempe, 40% berupa tahu, dan 10% berupa minyak kedelai. Dari produksi tahu, dihasilkan limbah ampas tahu. Dalam penelitian ini, lemak pada ampas tahu diekstraksi untuk mendapatkan minyak kedelai yang dijadikan bahan baku biodiesel. Hasil ekstraksi kemudian dianalisa untuk dibandingkan dengan standar bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung berat lemak yang terekstrak dari ampas tahu terhadap lama waktu ekstraksi dan jenis solven yang digunakan, serta mengetahui komposisi minyak ampas tahu tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu ekstraksi dan jenis solven mempengaruhi jumlah lemak yang dapat terekstrak. Benzene merupakan solven yang dapat mengekstrak minyak lebih baik daripada solven toluene dan n-heksane. Solven benzene memiliki waktu optimum lima jam untuk mengekstrak lemak yang terdapat di dalam ampas tahu. Dari hasil analisa, diketahui bahwa kadar FFA minyak kedelai yang menggunakan solven benzene sebesar 4,8%, lebih kecil daripada menggunakan solven toluene (5,4%) dan n-heksan (5,8%). Sedangkan bilangan penyabunan diperoleh 184,22 mgKOH/gr untuk benzene, 193,55 mgKOH/gr untuk toluene dan 184,22 mgKOH/gr untuk n-heksan. Kandungan posfor yang didapat sebesar 0,19 untuk benzene, 0,23 untuk toluene dan 0,12% untuk n-heksan. Nilai ini masih dalam kategori besar sehingga harus melewati pretreatment terlebih dahulu sebelum melewati proses transesterifikasi menjadi biodiesel. Kata Kunci: ampas tahu; biodiesel; kedelai; minyak kedelai; transesterifikasi ABSTRACT Soybeans are the largest commodity after rice in Indonesia. Needs to reach 2.3 million tons per year. Of this amount 50% is consumed in the form of tempeh, 40% in the form of knowing, and 10% of soybean oil. From tofu production, tofu waste generated. In this study, fat on tofu extracted for soybean oil used as biodiesel feedstock. The results are then analyzed for compared to standard biodiesel feedstock. This study aimed to calculate the weight of fat extracted from the tofu waste to extraction time and the type of solvent and determines the composition of the oil tofu. The results showed that the extraction time and the type of solvent affects the amount of fat that can be extracted. Benzene is a solvent that can extract oil better than the solvents toluene and n-hexane. Benzene had five hours optimum to extract the fat in the tofu. From the analysis, it is known that the FFA content of soybean oil using benzene was 4.8%, smaller than toluene (5.4%) and n-heksane (5.8%). While these numbers obtained by saponification 184.22 mgKOH/gr for benzene, 193.55 mgKOH/gr for toluene and 184.22 mgKOH/gr for n-heksane. The content of phosphorus of 0.19 for benzene, 0.23 for toluene and 0.12% for n-heksane. This value is still in the major categories that must be passed before pretreatment process trough transesterification into biodiesel. Keywords: tofu waste; biodiesel; soybean; soybean oil; transesterification
Pengaruh Perilaku Masyarakat Terhadap Kualitas Air di Sungai Sekanak Kota Palembang Herda Sabriyah Dara Kospa; Rahmadi Rahmadi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.802 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.212-221

Abstract

Sungai Sekanak, anak Sungai Musi yang berada di Kota Palembang, telah mengalami pencemaran yang terlihat pada perubahan fisik air sungai. Rencana pemkot untuk mengembalikan fungsi Sungai Sekanak sebagai lokasi wisata perairan harus didukung oleh partisipasi aktif masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perilaku masyarakat terhadap kualitas air di Sungai Sekanak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi perilaku masyarakat yang tinggal di bantaran sungai melalui penyebaran kuesioner menggunakan uji frekuensi. Selain itu, metode kuantitatif juga digunakan untuk mengukur kualitas air melalui tes laboratorium menggunakan kriteria mutu air berdasarkan kelas I yang terdapat pada Peraturan Gubernur No. 16 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Air Sungai dan Limbah Cair. Selanjutnya, untuk menentukan status mutu air digunakan metode Indeks Pencemaran. Untuk mengetahui pengaruh perilaku masyarakat dalam kegiatan PHBS dan sanitasi digunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik triangulasi sumber data. Hasil analisis frekuensi diperoleh bahwa pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kegiatan PHBS dan sanitasi rata-rata sudah berjalan baik,  tetapi sekitar 20 persen masyarakat belum mengimplementasikan pengetahuannya dengan cenderung  membuang sampah langsung ke sungai. Berdasarkan hasil uji lab nilai COD, BOD, NH3-N dan fosfat telah melampaui baku mutu yang telah ditetapkan, hal ini mengindikasikan adanya pencemaran hasil buangan limbah domestik dan industri. Hasil analisis status mutu air Sungai Sekanak dari muara hingga ke ujung hulu mengalami kondisi cemar ringan, sehingga tidak sesuai dengan kriteria mutu air yang ditetapkan. Selain itu, tingginya nilai fosfat menunjukkan adanya kandungan deterjen dalam air yang merupakan salah satu indikator dari adanya pencemaran sungai dari kegiatan MCK warga. Perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai, adanya TPS-TPS ilegal yang berada di pinggiran sungai, serta belum tersedianya fasilitas IPAL komunal untuk mengolah limbah domestik dari rumah-rumah warga menyebabkan Sungai Sekanak masih terus tercemar.

Filter by Year

2011 2025