cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN KOMBINASI BEBERAPA GULMA AIR: STUDI KASUS KOLAM RETENSI TALANG AMAN KOTA PALEMBANG Imron Imron; Dermiyati Dermiyati; Nanik Sriyani; Slamet Budi Yuwono; Erdi Suroso
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.064 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.51-60

Abstract

Limbah domestik (greywater) sebagian besar dibuang langsung dalam badan air tanpa adanya pengolahan karena biaya yang mahal, penerapan yang sulit dan teknologi yang belum terjangkau masyarakat, sehingga dapat mencemari lingkungan. Pengolahan air limbah domestik yang efisien, murah, mudah dan ramah lingkungan harus dikembangkan. Fitoremediasi merupakan salah satu pengolahan air limbah dengan menggunakan agen biologi gulma air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas fitoremediasi menggunakan kombinasi beberapa jenis gulma air Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart)), Kiambang (Salvinia molesta) dan Kayu apu (Pistia Stratiotes L.) dalam memperbaiki kualitas air limbah domestik. Rancangan percobaan yang digunakan perlakuan faktorial 8 x 2 dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis gulma dengan 8 level yaitu tunggal, kombinasi 2 gulma dan kombinasi 3 gulma Faktor kedua adalah waktu pengamatan dengan 2 level yaitu 4 hari dan 8 hari. Parameter yang diukur adalah pH, COD, BOD, TSS, amonia dan minyak lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma Eceng gondok, Kiambang, Kayu apu perlakuan tunggal, kombinasi 2 jenis gulma dan kombinasi 3 jenis gulma sangat efektif dan sama baiknya dalam menaikan pH dan menurunkan COD, BOD, TSS, amonia dan minyak lemak air limbah domestik pada hari ke-4 maupun hari ke-8 sampai memenuhi baku mutu yang disyaratkan oleh kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016.
STUDI KEARIFAN LOKAL SASI KELAPA PADA MASYARAKAT ADAT DI DESA NGILNGOF KABUPATEN MALUKU TENGGARA Renjaan, Melissa Justine; Purnaweni, Hartuti; Anggoro, Didi Dwi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.304 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.23-29

Abstract

Idealisme dan Dualisme Daur Ulang Sampah di Indonesia: Studi Kasus Kota Semarang Rukuh Setiadi; Moh Nurhadi; Feri Prihantoro
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.49 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.48-57

Abstract

This study analyzes various regulations on urban waste management, with emphasis in recycling activities. How regulatory frameworks from the national level translates to the city level, and the extent of its implementation are examined through field observations in the city of Semarang as a case study. Based on the study of regulations and policy documents, this study suggests that recycling is found in various policy domains, not only those concerning waste management but also in the environment, industry, company’s limited liability and infrastructure domains. This study highlights two main problems in recycling namely: policy idealism and approach dualism. From these two basic problems, this study recommends a strategy for strengthening the capacity and collaboration of related parties as one of keys to increase the capacity of waste recycling, especially in urban areas in Indonesia. These five strategic priorities that city governments need to consider include: (i) the restructurization of Waste Bank and Temporary Disposal Site (TPS) 3R, (ii) the development of a better network with informal sector, (iii) improvement on the way city government maintain engagement with local community group, (iv) Closing the gap of waste recycling policy  in which city government must catch up constantly with the ideal format of waste recycling system stipulated in the waste management law and regulations, and (v) Increasing gender inclusiveness in the waste bank organizations.
Understanding Informal Actors Of Plastic Waste Recycling In Semarang City Budi Prasetyo Samadikun; Arya Rezagama; Bimastyaji Surya Ramadan; Pertiwi Andarani; Erina Dwi Rumanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.268 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.162-170

Abstract

ABSTRAKKegiatan daur ulang sampah di Kota Semarang dapat dilakukan dengan cukup baik berkat campur tangan dari sektor informal. Sayangnya, kegiatan pengelolaan sampah formal tidak mempertimbangkan nilai pemulihan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran sampah plastik di sektor informal di Kota Semarang. Peneliti menggunakan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Ada 46 agen daur ulang, termasuk lima (5) pemulung, 17 pengepul 20 perusahaan skala kecil, tiga (3) perusahaan skala besar, dan 1 perantara (pabrik penggilingan plastik) yang telah diwawancarai. Data dari Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang digunakan sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh masing-masing agen daur ulang diperkirakan 23,98 kg/ hari di tingkat pemulung, 54,74 kg/ hari di tingkat pengepul, 347,48 kg / hari di tingkat perusahaan skala kecil, 1.735,3 kg / hari di tingkat perusahaan skala besar, dan 2.160 kg / hari di tingkat perantara. Produsen bijih plastik daur ulang berlokasi di luar Kota Semarang, sedangkan bank sampah berbasis masyarakat adalah bagian dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak mencari keuntungan. Oleh karena itu, tidak dibahas secara mendalam di penelitian ini.Kata kunci: sampah plastik, aliran sampah, agen daur ulangABSTRACTWaste recycling activities in Semarang City can be conducted quite well due to the interference of the informal sector. Unfortunately,  the formal waste management activities do not consider the utilization of waste recovery value. This study aims to identify the flow of plastic waste in the informal sector in Semarang City. We used in-depth interviews to collect data. There are 46 recycling agents, including five (5) scavengers, 17 scrap dealers, 20 small scale enterprises, three (3) large scale enterprises, and 1 intermediate (plastic grinding mill) that has been interviewed. Data from The Environment Agency of Semarang City obtained as secondary data. The results showed that the amount of plastic waste generated by each recycling agent was estimated at 23.98 kg/day at the scavenger level, 54.74 kg/day at the scrap dealer level, 347.48 kg/day at the small scale enterprise level, 1,735.3 kg / day days at large scale enterprise level, and 2,160 kg/day at the level of plastic waste intermediates. Recycled plastic ore producers are located outside Semarang City, whereas the community-based waste bank is part of community based solid waste management that is not looking for profit. Hence, it is not discussed in depth in this study.Keywords: plastic waste, waste flow, recycling agent
Kecenderungan dan Perubahan Hujan Ekstrem Harian di Pulau Madura Ahmad Nur Akma Juangga Fura; Retno Utami Agung Wiyono; Indarto Indarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.907 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.89-96

Abstract

Madura is prone to high level of flood hazard. One of the main causes of floods is the extreme rainfall. Global warming allows changes in the amount of extreme rainfall. This research was conducted to identify and analyze trends, changes, and randomness of the maximum period of 24-hour extreme rainfall data on Madura Island. The method used was a non-parametric method which includes the Median Crossing test, the Mann-Kendall test, and the Rank-Sum test at the significance level of α =0.05. There were 31 rain gauge stations that were selected out of 66 rain gauge stations which has 20 consecutive years period rainfall data. The period of rainfall observation data was between 1991-2015. The highest extreme daily rainfall data was observed at Ketapang station (430 mm) while the lowest extreme daily rainfall data was observed at Saronggi Station (25 mm). It was found that the west side of  Madura Island and the mountain area show higher value of extreme daily rainfall than other area. High intensity of rainfall (> 100 mm) was occurred in Arosbaya, Ketapang and Ambunten stations while other three stations showed lower intensity of rainfall (Tragah, Larangan and Saronggi). The results of the analysis showed that based on the Median Crossing test, most rain stations have data originating from random processes. A small part of the rain stations was analyzed based on the Mann-Kendal test and the Rank-Sum test. The result showed that the maximum 24-hour extreme rain trend was significantly decreased in a few locations  (Kamal, Ketapang, dan Ganding), while most stations (26 stations) have no experience a significant trend.
Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Ramah Lingkungan Terhadap Hasil Padi dan Emisi Gas Rumah Kaca di lahan Sawah Irigasi Agus Supriyo; Yulis Hindarwati; R Nurlaily
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.105 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.15-22

Abstract

Budidaya padi merupakan salah satu sumber potensial penyumbang gas rumah kaca seperti gas methan (CH4), yang menyumbang sekitar 11% berupa emisi gas CH4di dalam atmosfer. Implementasi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah ramah lingkungan diharapkan mampu menekan emisi gas methan. Pengkajian telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan paket teknologi PTT padi Ramah Lingkungan yang  meningkatkan hasil padi dan menurunkan emisi gas methan pada lahan sawah irigasi. Pengkajian di lahan petani (“Onfarm research”) telah dilaksanakan pada daerah penghasil varietas Rojolele yaitu di Desa Gempol, Kab. Klaten dari bulan Maret sampai bulan September 2016 seluas 1,8 ha yang melibatkan sembilan petani binaan, setiap petani seluas 0,20 hektar. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan delapan ulangan. Dua jenis PTT Padi Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi eksisting.Pertama, PTT Padi  Ramah Lingkungan (PTTRL)) teridiri atas dua sumber pupuk organik yaitu pupuk kandang (PTTPukan)  dan petroganik (PTTPetro) . Kedua, PTT eksisting yang dominan (PTTExist). Data yang dikumpulkan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil dan hasil padi. Pengamatan emisi (gas CH4 dan gas N2O) dengan menggunakan “sungkup”  pada umur 42, 63, 105 dan 112 Hari setelah tanam (Hst). Pengukuran emisi rumah kaca dilaksanakan di Kantor Balingtan Pati. Analisis data menggunakan Uji beda Duncan pada taraf 0,05. Hasil penelitan menunjukkan bahwa  (1) Penerapan (PTTPetro) memberikan hasil yang tertinggi (5,219 t GKP/ha) meningkatkan hasil sebesar 30 % di atas kontrol ((3.620 t GKP/ha), dan menurunkan emisi gas CH4 sebesar 13,6% di bawah kontrol (emisi:76,05kg CH4/ha/musim).
Pohon Aktivitas Paradisaea minor jobiensis Rothschild, 1897 di Hutan Imbowiari Barawai Yapen, Papua Edoward Krisson Raunsay
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.192 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.133-139

Abstract

Pohon aktivitas bagi Cenderawasih Kuning Kecil merupakan bagian dari habitat dimana satwa tersebut berada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana aktivitas dan semua jenis pohon yang digunakan oleh Paradisaea minor jobiensis. Penelitian ini menggunakan metode observasi, eksplorasi dan studi pustaka sekunder yang relevan dan dinalisis secara deskriptif kualitatif dan juga menelaan berbagai penelitian sekunder yang dapat dijadikan sebagai pembanding data penelitian. Aktivitas bagi Paradisaea minor jobiensis di dalam kawasan hutan Imbowiari Barawai adalah Bersarang, Makan, Bermain, Bertengger dan Bersuara. Pohon aktivitasnya untuk bertengger terdiri dari  Pometia pinnata, Sterculia parkinsoni; Bermain: Comnosperma brevipetiolata, Sterculia parkinsoni, Gnetum gnemon,  Ficus benjamina; Bersuara: Sterculia parkinsoni; Bersarang: Gnetum gnemon; Makan: Pometia pinnata. Terdapat lima (5) aktivitas dan lima (5) jenis tumbuhan yang digunakan yang dilakukan dan P. minor jobiensis.
Karakter Rhizobakteri Pelarut Fosfat Potensial dari Rhizosfer Tumbuhan Mangrove Teluk Awur Kabupaten Jepara secara Mikrobiologi Eka Oktaviani; Arina Tri Lunggani; Rejeki Siti Ferniah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.13 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.58-66

Abstract

Ekosistem mangrove Teluk Awur yang terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, merupakan  salah satu ekosistem mangrove yang mengalami kerusakan cukup parah karena perluasan lahan budidaya ikan (tambak), sehingga mendorong terjadinya erosi pantai. Peremajaan kembali dan konservasi ekosistem mangrove dapat dilakukan dengan menggunakan bakteri tanah yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman atau yang biasa disebut Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Salah satu mekanisme pendukung pertumbuhan tanaman oleh kelompok PGPR adalah dengan aktivitas pelarutan fosfat karena fosfat dalam tanah berada dalam bentuk yang sulit diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat Rhizobakteri pelarut fosfat yang unggul dalam melarutkan fosfat secara in-vitro dan mengetahui karakter isolat yang diperoleh. Isolasi dan penapisan rhizobakteri pelarut fosfat dilakukan menggunakan medium Pikovskaya agar. Karakterisasi isolat potensial dilakukan secara mikrobiologi dan atau uji aktivitas biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizobakteri pelarut fosfat potensial yang berhasil diisolasi, secara mikrobiologi teridentifikasi ke dalam genus Enterobacter.
Alokasi Air dan Pengembangan Prasarana Penyediaan Air Baku di DAS Ciliman Isvan Taufik; Muhammad Yanuar J. Purwanto; Bambang Pramudya; Satyanto K. Saptomo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.638 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.171-184

Abstract

Ciliman Watershed is one of the second largest watersheds in Banten Province and is part of the Ciliman-Cibungur River Region, besides being a rice barn in Banten Province, its development has accelerated since the development of Panimbang Airport, Tanjung Lesung Special Economic Zone, and Serang Toll Road Development –Considering. Therefore, it is necessary to regulate the water allocation for various needs and the possibility of developing water supply infrastructure. WEAP is one of the hydrological software in evaluating and planning the water balance of a region. The WEAP approach method operates with the basic principle of water balance and allows the creation of scenarios based on existing conditions to investigate the impact of policies or alternative assumptions in the use and availability of water in the future.The purpose of this study includes; (1) Analyzing the potential availability of raw water in each Ciliman Sub-watershed, (2) Analyzing the raw water needs of the Ciliman watershed, (3). Analyzing water allocation for each raw water requirement in the Ciliman watershed to be fulfilled and (4). Analyzing the potential for developing raw water infrastructure in the Ciliman watershed. The types of data used in this study are secondary data including: (1) monthly rainfall data from the Ciliman reservoir rainfall observation station, Gunung Kencana, Bojong Manik and KP3 at year 1998 - 2015, (2) population data of Ciliman watershed region, (3) the amount of raw water needs data, (4) Irrigation networks around the Ciliman watershed data (5) maps of the Ciliman watershed, (6) Tools used in this study include computer units and WEAP software. The method used in this study basically is the water allocation based on the water balance and determining the order of priority needs. The results analysis obtained that based on 5 scenarios with 3 alternative dam construction the most optimal use of water is fifth scenario with the development of  an agricultural area of 3,200 ha and an average electricity generation potential of 0.96 MW in a year.
Budidaya Kopi Rakyat dengan Pengeelolaan Bahan Organik Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan Cadangan Karbon Hesti Yulianingrum; Ika Ferry Yunianti; Maria Angelina Nai Ulu
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.594 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.97-106

Abstract

Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) akibat dari kegiatan pertanian akan menyebabkan perubahan iklim. Dampak perubahan iklim akan mengancam produktivitas tanaman kopi. Upaya mitigasi GRK perlu dilakukan untuk mencegah penuruan produktvitas kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui emisi GRK dan cadangan karbon dari perbedaan jenis pupuk yang diberikan (sistem organik dan konvensional)  di perkebunan kopi rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilaksanakan  pada lahan perkebunan kopi rakyat di Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan penelitian dilaksanakan pada dua lokasi dengan sistem budidaya konvensional (tanpa penambahan bahan organik) dan organik (penambahan bahan organik). Kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran gas rumah kaca (GRK) serta cadangan karbon. PengukuranGRK menggunakan metode sungkup tertutup dengan 4 titik pengambilan sampel. Perhitungan cadangan karbon dengan pengambilan sampel biomassa kering denga metode RaCSA (Rapid Carbon Stock’s Assesment). Hasil penelitian menunjukkan perkebunan kopi mampu menurunkan GWP sebesar 24,77 % dibandingkan pada sistem konvensional. Perkebunan kopi rakyat dengan sistem konvensional menghasilkan cadangan karbon dan serapan karbon yang lebih besar dibandingkan dengan sistem organik. Keragaman jenis tanaman penaung, umur tanaman dan sistem budidaya sangat mempengaruh cadangan karbon yang dihasilkan pada suatu lahan. Pengelolaan perkebunan secara organik dengan tanaman tahunan sebagai penaung (Agrogorestri) merupakan kegiatan ramah lingkungan sebagai upaya mitigasi gas rumah kaca.

Filter by Year

2011 2025