cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Nilai Ekonomi Biodiversitas Pada Rotasi Pengelolaan Hutan Kemiri (Aleurites Moluccana L. Willd.) di Daerah Penyangga Taman Nasional Lore Lindu Hendra Pribadi; Abdul Rahman; syukur Umar; Andi Sahri Alam; budi Setiawan; Munira Fathan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.796-806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai tambah dari segi lingkungan dan ekonomi, hasil penelitian dapat diambil kebijakan yang tepat untuk melestarikan lingkungan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar daerah penyangga Taman Nasional Lore Lindu. Hasil penelitian ini menyajikan nilai biodiversitas sebagai nilai kompensasi yang akan didapat dari penurunan eksploitasi lahan atau penggarapan lahan menjadi lahan pertanian pohon kemiri, dengan tidak melakukan pengelolaan secara berkelanjutan pada hutan kemiri tersebut, maka nilai biodiversitas akan meningkat. Hal ini tentu akan mengembalikan fungsi utama kedua desa tersebut sebagai daerah penyangga kawasan Taman Nasional dari gangguan-gangguan luar serta sebagai penyangga kehidupan bagi manusia maupun hutan itu sendiri. Pendapatan rata-rata petani kemiri Desa Sigimpu dan Desa Bakubakulu dari hasil penelitian yang dilakukan yaitu berada pada kisaran angka >Rp.1.500.000 sampai dengan Rp. 2.500.000/Bulan. Sedangkan Nilai rataan WTA/nilai kompensasi yang diinginkan responden, pada Desa Sigimpu yaitu Rp.4.450.000/Ha/Bulan dan Rp.5.293.717/Ha/Bulan untuk Desa Bakubakulu. Nilai tambah ekonomi yang mampu diidentifikasi yang cukup tinggi yaitu sebesar ±Rp.11.280.000/bulan. nilai tambah dari segi lainnya berupa, meningkatnya nilai biodiversitas hutan, berkurangnya kerusakan lingkungan seperti hilangnya habitat  flora maupun fauna, menurunnya angka penebangan liar, dan secara tidak langsung kita akan memperoleh nilai tambah pada keseluruhan nilai ekonomi total.
Pemanfaatan Foto Udara UAV Untuk Pemetaan Kerentanan Fisik Rumah Terhadap Longsor di Sub-DAS Bompon Trida Ridho Fariz; Retnadi Heru Jatmiko; Estuning Tyas Wulan Mei
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.819-829

Abstract

Kajian untuk menilai kerusakan maupun kerentanan rumah terhadap longsor skala detail masih jarang dilakukan. Apalagi mengenai pedoman analisisnya melalui proksi berbasis data penginderaan jauh yang masih sangat jarang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan kerentanan fisik rumah terhadap longsor menggunakan foto udara UAV (Unmanned Aerial Vehicle) serta memaparkan proses pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini adalah foto udara UAV dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan fisik rumah terhadap longsor melalui interpretasi visual. Tahapan identifikasi dimulai dari observasi, lalu dilanjutkan dengan menginterpretasi proksi berupa bentuk atap dan bangunan, ukuran, material atap, lokasi dan asosiasi. Pendekatan tersebut digunakan sebagai pembantu proses interpretasi rumah dan indikator kerentanan fisik dan kunci interpretasi yang disusun secara umum memiliki akurasi diatas 80%. Hasil penilaian kerentanan fisik menunjukkan bahwa rumah di Sub DAS Bompon didominasi oleh rentan tertimbun longsor.
Etnobotani Tanaman Kelor (Moringa oleifera L. ) di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Rizkiati Khasanah; Jumari Jumari; Yulita Nurchayati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.870-880

Abstract

Potensi tumbuhan kelor yang ada di Kabupaten pemalang dengan tiga kondisi lingkungsn berbeda masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang potensi tumbuhan Kelor di tiga lokasi Kabupaten pemlang dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survei yang meliputi: studi literatur,observasi lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, teknik wawancara semistruktur dan menggunakan random sampling teknik dan purposive sampling. Pengambilan sampel secara random sampling dari masyarakat diambil secara acak, sedangkan purposif sampling sampling dari tokoh masyarakat seperti informan kepala desa, dukun pengantin dll. Dari hasil yang diperoleh masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan tumbuhan kelor tertinggi sebanyak 70% sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan tumbuhan kelor. Masyarakat yang berada pada lokasi pesisir dataran rendah lebih luas dalam memanfaatkan tumbuhan kelor dibandingkan masyarakat yang berada di pegunungan hasil ini di dapatkan  dari wawancara dengan persepsi masyarakat terhadap tanaman kelor.
Kinerja Unit dan Isoterm Adsorpsi Filtrasi Multimedia Pada Sistem Resirkulasi Akuakultur Ikan Hias Berdasarkan Variasi Ketebalan Media dan Debit Aliran Tarissa Kristina; Teuku Devan Assiddiqi; Budi Indra Setiawan; Chusnul Arif; Allen Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.933-945

Abstract

Limbah cair akuakultur memiliki kandungan bahan organik dan anorganik, seperti amonia dan nitrit, yang dapat menyebabkan pencemaran di badan air. Teknologi sistem resirkulasi akuakultur (RAS) dapat memberikan alternatif dengan memanfaatkan sumber daya air terbatas untuk mereduksi kontaminan organik air limbah akuakultur. Penelitian ini menggunakan kombinasi unit filter multimedia (FMM), filter karbon aktif (KA), dan nano membran (NF). Tujuan penelitian ini dirancang untuk menguji kinerja FMM, menentukan ketebalan media filter optimal, serta menentukan estimasi model isoterm adsorpsi sebagai penunjang aspek desain FMM. Enam kombinasi variasi ketebalan media zeolit (30, 60, 90 cm) dan debit aliran (22,5; 45 L/menit) digunakan untuk menguji kinerja unit. Penyisihan amonia dan nitrit berturut-turut sebesar 99,85% dan 100% lebih efektif terjadi pada ketebalan zeolit sebesar 90 cm dan debit 45 L/menit. Terkait beban biaya operasional FMM, efisiensi kedua parameter tersebut tidak diperlukan hingga mencapai optimal apabila dintegrasikan dengan unit CA dan NF. Berdasarkan analisis pemodelan isoterm adsorpsi, Model Langmuir (KL = 90,18 L/mg) untuk nitrit, serta Temkin (KT = 15,68 L/mg) dan Hasely (K= 0,45 L/mg) untuk amonia merupakan model terbaik untuk mengestimasi koefisien kapasitas adsorpsi. Nilai tersebut dapat digunakan untuk memprediksi konsentrasi nitrit dan amonia di efluen berdasarkan uji perfoma model dan analisis statistik. Aquaculture wastewater contains ammonia, nitrite, and other materials which can contribute to water pollution. Recirculation aquaculture system (RAS) technology offers an alternative approach by utilizing limited water resources to reduce organic contaminants. This research aimed to evaluate the performance of a multimedia filter (FMM), activated carbon filter (KA), and nano-membrane (NF) combination. The study focused on assessing FMM efficiency, determining the optimal filter media thickness, and selecting the appropriate adsorption isotherm model for FMM design. Six combinations of zeolite media thickness (30, 60, 90 cm) and flowrates (22.5; 45 L/min) were tested. The results showed that the highest removal efficiencies for ammonia (99.85%) and nitrite (100%) were achieved with a zeolite thickness of 90 cm and a flow rate of 45 L/min. Integrating FMM with CA and NF units can reduce operational costs without compromising efficiency. The Langmuir model (KL = 90.18 L/mg) for nitrite, and the Temkin (KT = 15.68 L/mg) and Hasely (K = 0.45 L/mg) models for ammonia were identified as the best fit models for estimating adsorption capacity coefficients. These coefficients can be used to predict nitrite and ammonia concentrations in the effluent based on performance testing and statistical analysis. 
Pencapaian SDGs Pada Kawasan Ekowisata (Studi Kasus: Situ Gunung Kabupaten Sukabumi) Iqbal Abdul Muqsith; Rina Mardiana; Arya Hadi Dharmawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.740-754

Abstract

Penelitian ini menganalisis keberlanjutan ekowisata di kawasan TNGGP, berdasarkan aspek  sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.  Pengembangan ekowisata memiliki potensi besar didalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Oleh karena itu indikator keberlanjutan ekowisata ditelaah berdasarkan indikator yang tertuang dalam SDGs. salah satu cara mengukur keberhasilan ekowisata adalah dengan menerapkan SDGs. Analisis tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada kawasan ekowisata ini, dilakukan di wilayah ekowisata Situ Gunung, Desa Gede Panggrango Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  Sustainable Development Goals (SDGs) pada kawasan ekowisata. Analisis keberlanjutan Ekowisata Situ Gunung menggunakan teori politik berkelanjutan dari Ian Scoones  dengan menggunakan empat faktor transformasi politik berkelanjutan yaitu: Teknologi, Pasar, Negara, dan Masyarakat.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriftif dan metode analytical hierarchy process (AHP) yaitu metode kualitatif bersifat numerik dari Thomas L Saati. Metode ini membandingkan kriteria dengan kriteria yang kemudian akan meghasilkan prioritas utama. Hasil  Penelitian menunjukan  peran masing-masing aktor memiliki kepentingan dan pandangan masing-masing terhadap SDGs. Berdasarkan AHP Masyarakat desa lebih berorientasi kepada ekonomi dalam memandang SDGs; kurangnya kolaborasi antara  pengelola, masyarakat lokal, dan swasta menjadi permasalahan ekowisata Situ Gunung. Hasil prioritas aktor dengan menggunakan AHP menunjukan Kriteria Ekonomi menjadi prioritas utama dengan skor 0.55426, Kriteria Sosial 0.27016. Lingkungan 0.16904. Sedangkan Alternatif yakni; kerjasama Stakeholders 0.503, mengurangi kemiskinan 0.466, pengembangan UMKM 0.185,  Infrastruktur 0.166, dan lembaga peduli lingkungan 0.101. Hasil tersebut sejalan dengan kondisi di lapangan yang membuktikan bahwa pencapaian di bidang lingkungan masih kurang dilakukan dan diprioritaskan oleh para aktor.
Analisis Potensi Kejadian Curah Hujan Ekstrem di Masa Mendatang Sebagai Dampak dari Perubahan Iklim di Pulau Jawa Berbasis Model Iklim Regional CCAM Amalia Nurlatifah; Rahaden Bagas Hatmaja; Aulia Arip Rakhman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.980-986

Abstract

Perubahan iklim adalah peristiwa berubahnya komponen atau variabel iklim akibat pemanasan global. Perubahan iklim dapat berakibat timbulnya cuaca ekstrem. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi dampak dari cuaca ekstrem akibat perubahan iklim salah satunya adalah dengan pemodelan dan proyeksi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kejadian curah hujan ekstrem di masa mendatang sebagai dampak dari perubahan iklim di Pulau Jawa dengan menggunakan model iklim regional CCAM (Conformal Cubic Atmospheric Model). CCAM digunakan untuk downscaling data GCM ACCESS 1-3 hingga resolusinya mencapai 25 km. Skenario yang digunakan adalah RCP 4.5 dengan resolusi temporal data harian. Sebelum digunakan, data CCAM dikoreksi menggunakan metode linear scaling. Hasilnya, data CCAM yang telah dikoreksi terbukti cukup mampu menggambarkan kondisi sebenarnya curah hujan di Pulau Jawa. Pulau Jawa diproyeksikan akan mengalami peningkatan curah hujan bulanan pada tahun 2021-2050 dibandingkan tahun 1991-2020. Hampir keseluruhan daerah di Jawa mengalami kenaikan curah hujan bulanan meskipun nilainya tidak signifikan dan hanya sekitar 1,7-5,3 mm. Peningkatan paling tinggi terjadi di daratan Jawa Timur dengan nilai mencapai 15,1-22,4 mm. Beberapa daerah diproyeksikan akan mengalami penurunan nilai RX1day (nilai curah hujan maksimum harian dalam satu tahun). Penurunan paling tinggi terjadi di selatan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan nilai mencapai 6,2-15,4 %. Sementara DKI Jakarta diproyeksikan akan mengalami peningkatan nilai RX1day pada periode 2021-2050 senilai 0,1-6,6%. Peningkatan nilai R50mm (jumlah hari dalam satu tahun dengan curah hujan diatas 50 mm) terjadi di hampir seluruh wilayah di Jawa pada periode 2021-2050 dibandingkan dengan periode 1991-2020 dengan presentase sekitar 15,9-52,7%.
Studi Tentang Sifat Fisis dan Kuat uji Tejan Batuan Karst Kawasaan Gua Leang Londrong Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Muhammad Arsyad; Dian Mukarramah; Agus Susanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.789-795

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sifat fisis dan kuat uji tekan batuan di karst Kawasan Gua Leang Londrong. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis besarnya nilai sifat fisis (densitas dan porositas) dan kuat uji tekan batuan. Penentuan kekerasan atau kuat tekan batuan selama ini banyak menggunakan uji kuat tekan batuan di laboratorium menggunakan Uniaxial Compressive Strength (UCS). Uji Uniaxial Compressive Strength (UCS) memiliki akurasi yang sangat baik, namun pelaksanaanya membutuhkan waktu yang lama dan memakan biaya tinggi. Oleh karena itu pada penelitian ini diusulkan metode lain untuk menentukan kuat tekan yang lebih sederhana, mudah dan murah menggunakan Schmidt Hammer. Nilai uji kuat tekan diperoleh dari metode non-destructive yaitu dengan menggunakan alat  Schmidt Hammer. Proses dimulai dari pengambilan 30 sampel batuan di daearah kawasan Gua Leang Londrong pada 10 titik yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil uji sifat fisis batuan karst di Kawasan Gua Leang Londrong, diperoleh nilai densitas batuan pada rentang 2,60   sampai 2,62  dan nilai porositas berada pada rentang 0%-7%. Sehingga jenis batuan di Kawasan Gua Leang Londrong adalah batu gamping dolomit. Nilai kuat tekan batuan diperoleh dari konversi nilai pantulan palu Schmidt menjadi nilai kuat tekan uniaksial. Diperoleh nilai kuat tekan batuan berada pada rentang nilai 20 MPa hingga 62 MPa. Sehingga batuan di Kawasan Gua Leang  Londrong adalah jenis batuan yang sangat rapuh dengan karakteristik batuan lapuk sedimen terkompaksi lemah, batuan  rapuh  dengan karakteristik  batuan tersedimentasi lemah dan batuan yang cukup keras dengan karakteristik batuan sedimen kompeten beberapa batuan beku dengan bobot isi rendah berbutir kasar.
Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Kota Bandar Lampung (Studi Kasus: Kelurahan Sukaraja) Arif Setiajaya; Firman Aldi Lewis H; Sillak Hasiany; Annisaa Siti Zulaicha
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.807-818

Abstract

Pertumbuhan yang meningkat memiliki dampak terhadap lingkungan. Salah satunya adalah sampah tidak terkelola dengan baik dan mencemari lingkungan sekitar. Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah di lingkungan 1 kelurahan Sukaraja belum terlaksana dengan baik sehingga terdapat sampah yang berserakan di beberapa wilayah. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kondisi eksisting dan menyusun strategi pengelolaan sampah serta merancang alternatif pengolahan sampah organik rumah tangga. Metode yang digunakan terdiri dari analisis akar masalah menggunakan analisis fishbone, kemudian dilakukan penyusunan strategi dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats) dan pemilihan alternatif pengolahan. Analisis SWOT digunakan untuk menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi permasalahan sampah di wilayah studi kasus kelurahan Sukaraja. Penentuan faktor strategi diperlukan untuk menentukan strategi yang direkomendasikan pada penelitian.  Analisis kondisi eksisting pengelolaan sampah pada penelitian ini terdiri dari aspek pembiayaan dan retribusi, aspek peran serta masyarakat dan aspek pengolahan dengan penilaian rata-rata 38,6% kategori buruk. Strategi yang dihasilkan berada pada kuadran III (weakness-opportunity) yaitu dengan menggunakan peran stakeholder atau suatu lembaga untuk melakukan sosialisasi terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah sehingga dapat mengubah persepsi dan pengetahuan masyarakat terhadap sampah dan dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pendapatan masyarakat. Berdasarkan analisis maka diperoleh pemilihan alternatif didasarkan pada faktor kelemahan dan peluang yang ada serta kelebihan dan kekurangan dari alternatif yang akan digunakan. Alternatif yang akan disosialisasikan adalah menggunakan tong komposter dengan luas kebutuhan lahan yaitu 28,32 m2.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor di Wilayah Kecamatan Silo Kabupaten Jember Jaduk Arief Susetyo; Sri Astutik; Fahmi Arif Kurnianto; Elan Artono Nurdin; Era Iswara Pangastuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.861-869

Abstract

Silo District, Jember Regency is an area with a mountainous topography dominated by relatively steep slopes. Many landslides occurred in the Silo District area. Based on the results of observations, in 2022 to July there have been 8 landslides in the Silo District area. Landslide disasters can be minimized by mapping landslide-prone areas. The mapping method used is a weighted overlay method for each parameter. The landslide parameters used in this study are: parameters of soil depth, rainfall, slope, soil type and land use. The final results of data processing for each parameter in this study will produce a map of landslide-prone areas in Silo District, Jember Regency. . Based on the research results, the landslide vulnerability classes are grouped into four classifications, namely low, medium, high and very high. The results showed that the Silo District was an area with high vulnerability (54%), medium vulnerability (37%), very high vulnerability (9%) and low vulnerability (1%). Mulyorejo Village is the village with the widest very high vulnerability classification in Silo District.
Status Kualitas Air DAS Sanggai di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Perumusan Strategi Pencegahan serta Pengendalian Pencemaran Air Devita Satya Lestari; Sukamta Sukamta; Yunitta Chandra Sari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.914-932

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang diakibatkan oleh perubahan tata guna lahan, berdampak pada meningkatnya limpasan langsung, perubahan kebutuhan air, serta menurunnya kualitas air yang disebabkan oleh limbah rumah tangga, perkotaan, dan limbah industri. Hal ini mendorong Pemerintah untuk memindahkan Ibukota Negara ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara (IKN) baru. Pada pembangunan IKN baru dilakukan penelitian atau analisis kualitas air yang tujuannya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kualitas air di Kawasan Ibukota Negara baru, sehingga pada akhirnya akan diketahui rumusan strategi pengendalian pencemaran air. Lokasi penelitian berada di DAS Sanggai atau Sepaku. Metode pengambilan sampel berdasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Sampel air kemudian dianalisis di lapangan dan di laboratorium serta hasil pengujian dibandingkan dengan baku mutu air nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Selanjutnya dilakukan penentuan status mutu air sungai dengan menggunakan rumus perhitungan Indeks Pencemaran (IP). Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran jika dibandingkan dengan baku mutu kelas I dan kelas II, status mutu air sungai masuk dalam kategori tercemar ringan. Kemudian berdasarkan hasil analisis, 10 parameter memenuhi baku mutu kelas I dan kelas II, dan 5 parameter tidak memenuhi baku mutu kelas I dan kelas II, kelima parameter ini menjadi kontaminan utama penurunan kualitas air, dan dapat disimpulkan bahwa penyebab status mutu air sungai masuk dalam kategori tercemar ringan adalah adanya limbah domestik dan limbah industri pengolahan kayu. Strategi pencegahan dan pengendalian pencemaran air dirumuskan untuk mencegah dan mengendalikan pencemaran air akibat adanya limbah domestik dan limbah industri. 

Filter by Year

2011 2025