cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Identifikasi Longsor dan Pemodelan Probabilitas Jarak Luncur Longsor di Lereng Waduk Bener, Purworejo, Jawa Tengah Esya Rachma Ningrum; Guruh Samodra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1242-1254

Abstract

Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo merupakan bendungan tertinggi di Indonesia. Lereng-lereng di Waduk Bener berpotensi mengalami longsor dan degradasi lahan. Tahap awal pengurangan risiko untuk mengurangi dampak longsor dan degradasi lahan di Waduk Bener dapat dilakukan melalui pemetaan kerawanan longsor. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) menginventarisasi area longsor di lereng Waduk Bener, (2) mengidentifikasi sumber longsor di lereng Waduk Bener, dan (3) menilai kerawanan longsor di lereng Waduk Bener. Metode yang digunakan adalah interpretasi foto udara, pemodelan FlowR berbasis raster GIS, dan observasi lapangan. Interpretasi longsor secara visual menggunakan foto udara dapat mengidentifikasi 72 area dan sumber longsor yang berpotensi untuk menjadi aliran. Sumber longsor dapat dibagi menjadi unit longsor zona deplesi dan zona akumulasi. Kedua zona digunakan sebagai sumber longsor (predefined source) dalam pemodelan jarak luncur menggunakan perangkat lunak FlowR. Sebaran aliran longsor terdistribusi pada morfologi lereng atas, lereng tengah, bawah, dan lembah. Lereng atas, tengah, bawah dan lembah memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi-sedang. Lereng bawah dan lembah memiliki kerawanan longsor rendah. Area yang memiliki kerawanan tinggi merupakan area yang diprioritaskan untuk dilakukan konservasi lahan untuk mengurangi risiko longsor.
Perancangan dan Modifikasi Roughing Filter – Aerasi sebagai Unit Pengolahan Air Kolam di Wisata Kampoeng Sawah Zwageri Borneo Dwi Ermawati Rahayu; Ika Meicahayanti; Yudi Sukmono; Agus Winarno; Fernando Pratama; Farandhika Rinno Adzuari; M Aqsha
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1299-1307

Abstract

Air bersih merupakan salah satu sarana prasarana yang mutlak diperlukan bagi pengembangan kawasan wisata termasuk agrowisata yang akan dikembangkan di Kampung sawah Zwageri Borneo Desa Manunggal Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Ketersediaan air baku dengan volume yang memadai telah tersedia berupa kolam bekas galian tambang batubara. Diperlukan perencanaan unit pengolahan air yang mudah dalam aplikasi dan operasionalnya sesuai kriteria desain yang ada. Teknologi yang terpilih sesuai dengan karakteristik air bakunya yaitu kekeruhan dan Fe yang melebihi baku mutu adalah unit horizontal roughing filter dan unit tray aerasi. Berdasarkan analisis rata rata kebutuhan air sebesar 33.339,4285 liter/hari maka direncanakan unit IPA yang akan dioperasikan selama 12jam/hari dengan debit 46,3812 L/menit. Perhitungan unit rouging filter dan tray aerasi dengan menggunakan debit tersebut diperoleh dimensi unit horizontal roughing filter dengan panjang kompartemen 1 :2:3 yaitu 3m:2m:1,2m dengan lebar 1,5m dan kedalaman 1,5m. Media yang bisa digunakan sesuai karakteritik lokal adalah koral, arang kayu ulin dan ijuk. Sedangkan hasil perancangan tray aerasi menghasilkan dimensi panjang 2m lebar 1m. Tray bertingkat sebanyak 4 tingkat dengan ketinggian total 2,4m dengan jarak antar tray 60cm. Lubang tray dengan diameter 0,5mm sebanyak 5898 lubang per tray. Untuk menghemat lahan maka dilakukan modifikasi dengan penempatan unut tray diatas kompartemen ke2 horizontal roughing filter yang berukuran lebar 2m. Lebar kompartemen ini sesuai panjang tray dan masih memungkinkan lubang bagi pembersihan komparteman ke2. Teknologi ini sesuai diaplikasikan untuk unit pengolahan air skala kecil di pedesaan.
Impact-Based Forecasting (IBF) untuk Mendukung Manajemen Risiko Banjir di Kawasan Jabodetabek Muhammad Afif Shofiyudh Dhuha; Agung Hari Saputra; Aries Kristianto; Aditya Mulya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1159-1173

Abstract

Bencana Banjir menimbulkan dampak dan kerugian yang cukup besar pada berbagai sektor di Jabodetabek. Pengembangan informasi cuaca diperlukan untuk mengurangi dampak dan kerugian tersebut. Impact-based Forecasting (IBF) menjadi salah satu sistem yang bertujuan untuk meningkatkan informasi cuaca yang terintegrasi dengan prakiraan potensi dampak yang dapat terjadi. Penelitian ini menerapkan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memetakan tingkat risiko banjir di Jabodetabek dengan mempertimbangkan parameter curah hujan, kepadatan penduduk, jarak kerapatan jalan, jarak ke sungai, tata guna lahan, geologi, janis tanah, rata-rata banjir tahunan, kemiringan, dan drainage density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameer mempunyai pengaruh terhadap bencana banjir, dimana curah hujan menjadi parameter yang paling berpengaruh sebesar 25%. Jarak kerapatan jalan menjadi parameter dengan pengaruh paling kecil, yakni hanya sebesar 2%. Nilai Consistency Ratio (CR) yang dihasilkan sebesar 0,04 sehingga menunjukkan hasil pemetaan risiko banjir yang relevan. Data model curah hujan Global Ensemble Forecast System (GEFS) diimplementasikan ke dalam pemetaan risiko banjir untuk menghasilkan sistem Impact-based Forecasting (IBF), yang memberikan kemungkinan terjadinya curah hujan. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, prakiraan dampak yang diberikan memberikan hasil yang selaras dengan kejadian sebenarnya. Hasil ini menunjukkan bahwa informasi prakiraan potensi dan dampak banjir yang diberikan memberikan hasil yang baik dan representatif.
Penguatan Self Awareness Desainer Mahasiswa dalam Pengurangan Limbah Tekstil melalui Strategi Perancangan Zero Waste Fashion Design Berbasis Digital Shella Wardhani Putri; Runik Machfiroh; Faradillah Nursari; Ira Wirasari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1114-1126

Abstract

Isu limbah tekstil terhadap lingkungan tengah menjadi isu global, dan masih membutuhkan banyak solusi maupun upaya penanganannya. Solusi tersebut akan muncul jika generasi baru memiliki awareness terhadap apa yang sedang terjadi saat ini. Melihat fenomena tersebut penting bagi generasi baru terutama yang berada di lingkup industri fashion yaitu mereka sebagai desainer-mahasiswa, harus memiliki self - awareness terhadap dampak negatif yang telah ditimbulkan oleh industri fashion. Oleh karena itu, mereka sebagai desainer-mahasiswa harus dikuatkan self - awarenessnya, sehingga mampu untuk melakukan inovasi yang sustainable dengan memanfaatkan kemajuan era digital yaitu penggunaan aplikasi CLO 3D, dalam melakukan pengurangan limbah tekstil. Melalui penelitian yang dilakukan secara kualitatif tersebut, desainer-mahasiswa akan dikenalkan dengan perancangan zero waste fashion design (ZWFD) yang dapat mengurangi limbah pada proses produksinya, melalui kegiatan workshop. Desainer-mahasiswa yang telah mengikuti workshop tersebut, akan menjadi subjek penelitian dan akan melakukan perancangan ZWFD sebagai langkah penguatan self - awareness desainer-mahasiswa dalam pengurangan limbah tekstil, yang akan menjadi tujuan akhir dari penelitian ini. Temuan pada penilitian menghasilkan pembahasan mengenai cara menggali maupun meningkatan self-awareness desainer-mahasiswa dalam melakukan pengurangan limbah melalui peranacangan ZWFD. Hasil penelitian tersebut diperoleh melalui analisa proses desainer-mahasiswa dalam mengikuti workshop hingga pada hasil proses perancangan yang mereka lakukan secara menyeluruh.
Stratigrafi Diatom di Perairan Pesisir Morosari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Dian Aghnaita Hasrini; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Jumari Jumari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1356-1363

Abstract

Pesisir Morosari terdapat di wilayah Desa Morosari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi di pesisir Morosari ialah banjir rob dan naiknya permukaan air laut yang menyebabkan degradasi. Hal ini dapat merusak ekosistem perairan disekitar mangrove, maka perlu dilakukan biomonitoring guna memperbaiki kualitas perairan dengan mengetahui stratigrafi diatom. Stratigrafi diatom dapat merekam perubahan perairan pada masa lampau hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis stratigrafi diatom di pesisir Morosari untuk memonitoring kondisi lingkungan. Penelitian dilakukan bulan Juni-November 2022 dengan pengambilan sampel sedimen diatom di 3 lokasi yaitu stasiun Morosari 1 (M1), Morosari 2 (M2) dan Morosari 3 (M3) menggunakan Purposive Sampling. Analisis stratigrafi diatom menggunakan software C2 1.5.1 dan analisis Clustering dengan PAST. Hasil penelitian ditemukan 137 spesies dan 46 genus diatom. Analisis stratigrafi menunjukan diatom yang melimpah yaitu Thalassiosira pseudonana, Fallacia pygmaea dan Simonsenia Lange-Bertalot. Munculnya diatom tersebut menunjukan kualitas perairan tercemar ringan hingga berat. Kumpulan diatom didominasi diatom air tawar (52%) dibandingkan diatom air laut (48%), ini membuktikan wilayah pesisir Morosari telah dipengaruhi oleh sumber air tawar yang berasal dari hujan dan sungai di sekitar lokasi penelitian yang bergerak dari Hulu ke Hilir dibandingkan dengan sumber air laut.
Assessing the Effectiveness of CCME-WQI, NSF-WQI, OWQI, and Smith Index Water Quality Indices in Karst Areas Almira Rahma Hinanto; Margaretha Widyastuti; Eko Haryono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1255-1262

Abstract

Water quality assessment employs various methods, including water quality indices (WQI). This study compares several WQI methods to evaluate Sumurup River and Seropan Underground River in Gunungkidul Regency. The study aims to analyze the effectiveness of CCME-WQI, NSF-WQI, OWQI, and Smith Index methods. Parameter selection was conducted using Principal Component Analysis, and the NSF-WQI method was found to best represent water quality in the study area. OWQI produced consistently poor results due to an overly idealized formula, while CCME-WQI's sensitivity to parameter number reduced its effectiveness. The Smith Index, based on New Zealand standards, yielded the lowest quality results, regardless of parameter modifications. Thus, NSF-WQI is recommended for assessing water quality in karst areas like Sumurup and Seropan Underground Rivers. This research underscores the importance of selecting appropriate WQI methods tailored to specific environmental conditions to support effective water resource management and conservation efforts.
Studi Penyediaan Fasilitas pada Zona Pemanfaatan sebagai Wisata Edukasi di Kebun Raya Balikpapan (KRB), Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur Puji Raharjo; Silia Yuslim; Etty Indrawati; Olivia Seanders
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1308-1315

Abstract

Pembangunan Kebun Raya di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang pesat, terutama dengan adanya pembangunan Kebun Raya Daerah yang kaya akan keanekaragaman flora. Namun pemanfaatan terhadap keanekaragaman hayati sebagai sarana edukasi belum dilakukan secara optimal. Keadaan ini juga terjadi di Kebun Raya Balikpapan (KRB). Sejalan dengan fungsi edukasi yang juga harus diperankan KRB selain fungsi konservasi dan penelitian, maka penelitian ini akan dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan wisata edukasi pada zona pemanfaatan KRB. Terkait dengan hal tersebut, pendekatan penelitian akan menggunakan tiga domain edukasi menurut Taxonomi Bloom yang meliputi ranah psikomotor, afektik, dan kognitif. Ketiga ranah ini dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan pengunjung yang terwadahi dalam bentuk berbagai fasilitas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis frekuensi. Kesenjangan penelitian ini adalah belum adanya penelitian yang membahas pengembangan Kebun Raya dengan pendekatan domain edukasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa seluruh fasilitas ketiga ranah dari domain edukasi penting untuk dapat diterapkan dan 100% dari fasilitas terkait ranah psikomotor mendapatkan skor interpretasi data yang termasuk dalam kriteria setuju untuk disediakan. Sementara untuk ranah afektif dan ranah kognitif, 80-90% dari fasilitas yang memfasilitasi kegiatan yang mendukung masing-masing ranah setuju untuk disediakan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi pengelola KRB dalam melakukan pengembangan zona pemanfaatan KRB sebagai wisata edukasi.
Pemetaan Muka Air Tanah sebagai Rekomendasi Pengeboran Air Bersih Berdasarkan Data Geolistrik Sounding di Sekitar Embung Batur Agung, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul Boy Utama Bukit; Muhammad Faizal Zakaria; Sari Bahagiarti Kusumayudha; Istiana Rahatmawati; Tuti Setyaningrum
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1202-1208

Abstract

Kekurangan akan sumber air bersih dapat mengakibatkan bencana berupa kekeringan  yang tentunya menghambat aktivitas masyarakat seperti yang terjadi pada daerah Batur Agung kecamatan Karangmojo di kabupaten Gunung Kidul. Oleh sebab itu diperlukan studi pemetaan bawah permukaan dalam mengidentifikasi sebaran air tanah yang melimpah dengan kedalaman yang besar. Salah satu metode yang mampu mengidentifikasi kondisi geologi bawah tanah dengan baik adalah metode geolistrik VES (Vertical Electrical Sounding. Metode ini mengukur nilai beda potensial di permukaan yang diakibatkan oleh injeksi arus ke bawah permukaan dan sifat fisik batuan. Penelitian dilakukan selama 7 hari di sekitar embung Batur Agung, Karangmojo dengan luas kavling mencapai 700 meter x 700 meter menggunakan metode VES sebanyak 13 titik dengan jarak antar titik sejauh 100 meter – 150 meter. Berdasarkan hasil pengolahan data, teridentifikasi keberadaan potensi air tanah dengan nilai resistivitas yang rendah di bawah 11 Ohm.m yang terdeteksi pada 5 titik pengukuran. Kedalaman muka air tanah teridentifikasi pada kedalaman 19 sampai 85 meter dengan ketebalan 21 meter sampai 34 meter. Ditinjau  dari segi kedalaman serta ketebalan lapisan pembawa air tanah, lokasi yang cocok untuk dilakukan pengeboran sebagai sumber air bersih berada pada titik BA-12 yang memiliki kedalaman 85 meter dengan ketebalan air tanah mencapai 28 meter.
Studi Penggunaan Maximum Entropy untuk Pemodelan Kesesuaian Habitat Bekantan (Naslais larvatus wurmb, 1787) di Kawasan Cagar Alam Teluk Adang Ahmad Nuryani; Ali Suhardiman; Chandradewana Boer; Rachmad Budiwijaya Suba; Yohanes Budi Sulistioadi; Yaya Rayadin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1174-1183

Abstract

Bekantan (Nasalis larvatus Wurm, 1787) adalah primata endemik Borneo yang dikategorikan sebagai spesies terancam punah oleh IUCN dan dilindungi oleh peraturan nasional. Populasi bekantan telah mengalami penurunan signifikan di berbagai habitat, termasuk di Cagar Alam Teluk Adang yang berbagi ruang dengan aktivitas manusia. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi habitat yang cocok bagi bekantan dalam sebaran spasial sangat penting untuk menentukan tindakan konservasi yang tepat untuk melindungi populasi bekantan di Cagar Alam Teluk Adang. Penelitian ini bertujuan 1) Menghasilkan peta kesesuaian habitat melalui model hubungan antara keberadaan bekantan dengan variabel lingkungan yang berpengaruh dan 2) Memetakan struktur habitat berdasarkan pada hasil peta kesesuaian habitat. Penelitian ini menggunakan Model MaxEnt untuk membangun prediksi distribusi bekantan berdasarkan data perjumpaan dan sepuluh variabel lingkungan. Hasil kesesuaian habitat kemudian dianalis menggunakan metode Analisis Morphological Spatial Pattern Analysis (MSPA) untuk menghasilkan struktur habitat.  Berdasarkan hasil penelitian melalui Maxent, faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kehadiran bekantan adalah hutan mangrove, jarak dari sungai, jarak dari garis pantai dan Leaf Area Index. Hasil klasifikasi juga menunjukan luas potensi habitat bekantan adalah sekitar 7.513 Ha (15.7% dari total luasan). Habitat bekantan telah mengalami fragmentasi dengan 11 inti utama yang dapat secara utuh mengakomodasi home range bekantan.
Efek Karakteristik Sosial Ekonomi dan Risk Awareness Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah di Perkotaan Ernoiz Antriyandati; Nimas Suci Kusuma Melati; Umi Barokah; Wiwit Rahayu
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1127-1134

Abstract

Sampah merupakan produk sampingan yang sulit dihindari oleh hampir semua aktivitas manusia. Masalah sampah menjadi sebuah masalah yang serius karena menimbulkan risiko dan hambatan dalam upaya pembangunan sosial serta kesejahteraan manusia. Seiring dengan makin meningkatnya urbanisasi, populasi dan konsumsi serta pembangunan di kawasan urban dan sub-urban mengakibatkan jumlah timbulan sampah juga meningkat signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh karakteristik sosial-ekonomi dan risk awareness rumah tangga perkotaan terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan mengkaji perilaku pengelolaan sampah rumah tangga, yang juga memperkaya pengetahuan dan variabel agama sebagai prediktor risk awareness. Metode yang digunakan adalah dengan metode Theory of Planned Behavior dan Seemingly Unrelated Regression dengan data yang diperoleh dari 100 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai karakteristik sosial-ekonomi seperti tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh pada perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia, serta faktor lain yang memengaruhi perilaku pengelolaan sampah rumah tangga adalah risk awareness, dimana risk awareness dipengaruhi oleh variabel pengetahuan dan agama. Pengetahuan menjadi sangat penting karena merupakan dasar dari perilaku yang dilakukan oleh seseorang. Adanya risk awareness pada diri seseorang dapat berkorelasi untuk meningkatkan perilaku dalam mengelola sampah yang baik. Perilaku mengelola sampah rumah tangga dapat diminimalkan kesalahannya dengan adanya ilmu pengetahuan. Diharapkan bahwa temuan dari penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi pihak yang berwenang untuk merumuskan strategi yang lebih baik untuk meningkatkan keterlibatan rumah tangga dalam pengelolaan sampah, yaitu dapat dimulai dari pemilahan sampah dan mendaur ulang sampah rumah tangga. Perlu adanya upaya dari pihak yang berwenang dalam rangka memberikan wawasan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga kepada masyarakat.

Filter by Year

2011 2025