cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Prediksi Spasial Deforestasi Kawasan Hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menggunakan Cellular Automata-Artificial Neural Network Batjoli, Muh. Fajri; Lihawa, Fitryane; Lahay, Rakhmat Jaya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.443-451

Abstract

Deforestasi adalah konversi permanen area berhutan menjadi area tidak berhutan akibat aktivitas manusia. Penelitian ini mengkaji perubahan tutupan hutan antara tahun 2002, 2012, dan 2022, serta memperkirakan tutupan hutan dan tingkat deforestasi pada tahun 2032. Data yang digunakan adalah data perubahan hutan global Hansen dengan resolusi 30 meter, yang mencakup data Tutupan Pohon dan data Tahun Kehilangan. Proyeksi ini menggunakan metode Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN) dengan mempertimbangkan kemiringan lereng, ketinggian, NDVI, dan jarak dari jalan sebagai faktor-faktor pendorong. Deforestasi ditentukan dengan mengurangkan area berhutan tahun awal dengan area berhutan tahun akhir. Selama periode 2002-2012, deforestasi mencapai 3.514,53 hektar (0,12% per tahun) dan selama periode 2012-2022 sebesar 3.064,61 hektar (0,11% per tahun). Total deforestasi selama 20 tahun mencapai 6.579,14 hektar dengan laju 0,12% per tahun. Diperkirakan deforestasi pada periode 2022-2032 akan mencapai 948,43 hektar (0,03% per tahun). Temuan ini diharapkan dapat membantu pengelolaan Taman Nasional Bogani Nani Warbone dalam mengembangkan kebijakan pencegahan deforestasi.
Revealing of Macroinvertebrate Communities as Ecological Integrity of Water Quality: A Case Study in Kali Lamong Estuary Prasetya, Kevin Daffa; Ni'am, Achmad Chusnun
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.402-409

Abstract

Every country has water pollution and there are various ways to assess it, including physicochemical and biological parameters. This study examined river water quality utilizing macroinvertebrates as pollution indicators. Biological Monitoring Working Party Average Score Per Taxon is calculated. Sediment sampling was conducted using a Van Veen Grab sampler to evaluate water quality using biological indicators.  Furthermore, physicochemical parameter has been conducted in the same sites with the sediment samples site for determining water quality associated with macroinvertebrates. This study contains 3 stations A, B, and C with 3 sampling points. The area had 3 taxas of 8 macroinvertebrate families: Pachychidae, Viviparidae, Sphaeriidae, Piscicolidae, Neritidae, Chironomidae, Planorbidae, and Mollanidae. Due to the study's location in the river estuary, where pachychidae reside on the coast, they are the most common macroinvertebrates. Viviparidae inhabit waters of rivers. Water contamination scores are calculated using the Biological Monitoring Working Party Average Score Per Taxon (BMWP-ASPT) score. BMWP-ASPT scores from all stations range from 3.67 to 5.33, macroinvertebrate analysis with BMWP-ASPT method points A1, A2, A3, B1, B2, B3, and C1 include moderately and heavily polluted, and almost all physicochemical parameters have a correlation with BMWP-ASPT, except for PO4, which does not meet the statistical analysis limit.
Willingness To Pay (WTP) Pekebun Kelapa Sawit Rakyat Terhadap Jasa Ekosistem di Provinsi Riau Mustofa, Riyadi; Bakce, Riati; Suwondo, Suwondo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.544-554

Abstract

Provinsi Riau memeliki perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia mencapai 3.494.583 ha telah memberikan kontribusai terhadap perekeonomian, meningkatkan kesejahteraan dan berdampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung ketersediaan barang hipotetik pada perkebunan kelapa sawit rakyat, besarnya kesediaan membayar terhadap barang hipotetik dan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan dengan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM) menggunakan metode analisis spasial, analisis full costing, dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal daya dukung lingkungan hidup telah terlampauiseluas 19,34 ha, sedangkan kondisi daya dukung air dan pangan masih belum terlampaui. Responden yang bersedia membayar (WTP) sebanyak 181 orang rerata pendapatan sebesar Rp.1,353,143/ha/bln, sedangkan responden yang tidak bersedia membayar WTP sebanyak 79 orang dengan rerata pendapatan sebesar Rp. 865,118 /ha/bln. Faktor-faktor yang mempengaruhi WTP melibatkan variabel luas lahan, pendidikan pekebun, produktivitas lahan, pendapatan pekebun, daya dukung pangan, daya dukung air, legalitas lahan, dan kesesuaian ruang. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pembayaran (WTP) melibatkan variabel luas lahan, pendidikan pekebun, produktivitas lahan, pendapatan pekebun, daya dukung air, dan legalitas lahan. Program PSR dengan menerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan sertifikasi ISPO secara lingkungan dapat meningkatkan DDDTLH, daya dukung air dan daya dukung pangan. Program PSR bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan, pendapatan pekebun, kepastian legalitas lahan dan meningkatkan sumberdaya manusia pekebun. Kesimpulan menunjukan bahwa pekebun yang mengikuti program PSR dan menerapkan GAP akan bersedia dan membayar WTP lebih besar.
Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Mangrove Telok Bediri, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Falih, Gusti Muhammad; Santosa, Langgeng Wahyu; Harini, Rika
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.347-358

Abstract

Ekosistem Mangrove Telok Bediri di Desa Sungai Kupah menyediakan potensi besar yang dapat dikembangkan untuk menarik pengunjung untuk berwisata. Untuk mencapai tujuan menjadi Desa Wisata, ekosistem ini memerlukan pengelolaan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian dan menghitung daya dukung kawasan ekowisata mangrove. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan di empat titik stasiun pengamatan, dan data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka. Penelitian dilakukan dari Desember 2023 hingga Februari 2024.Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai stasiun pengamatan di kawasan mangrove Telok Bediri adalah 29 (Stasiun 1), 27 (Stasiun 2), 26 (Stasiun 3), dan 25 (Stasiun 4), yang menunjukkan bahwa ekowisata mangrove dan Daya Dukung Kawasan (DDK) hutan mangrove Telok Bediri sangat sesuai (S1) untuk dikembangkan sebagai ekowisata. Jumlah maksimal pengunjung yang dapat ditampung pada hutan mangrove Telok Bediri sebanyak 1.672 orang, dengan waktu operasional kawasan wisata selama delapan jam kerja per hari.
Implementasi Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah Kampus Dipo Waste Bank Universitas Diponegoro Menuju Green Campus Sumiyati, Sri; Budiharjo, M Arief; Sarminingsih, Anik; Ramadhan, Bima Setyadi; Destiasari, Ajeng; Anwar, Norrisal Fuade; Imani, Shabrina Putri; Aldela, Eriza Salsa; Prasasty, Ghina Azlia; Ramadhan, Hafidz Ismu; Firdausy, Asteria Marsha; Zayanah, Nurul Fadhilah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.500-506

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan salah satu universitas di Semarang yang menerapkan kampus hijau yang artinya Universitas Diponegoro memperhatikan permasalahan lingkungan. Dengan banyaknya jumlah civitas akademika serta kegiatan lingkungan kampus, menjadikan UNDIP menghasilkan sampah yang banyak setiap tahunnya. Untuk mendukung implementasi UNDIP dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, UNDIP memiliki bank sampah bernama Dipo Waste Bank yang bertujuan untuk mengelola dan menangani sampah dengan prinsip 3R. Universitas Diponegoro menciptakan Dipo Waste Bank juga bertujuan untuk melayani kontribusi aktif Civitas Akademika Universitas Diponegoro (CAK UDI) dalam pengelolaan sampah di dalam kampus. Dengan berjalannya Dipo Waste Bank selama 3 tahun, diperlukan peninjauan seberapa efektif Dipo Waste Bank dalam menjalankan kegiatan bank sampah di UNDIP. Metode yang dilakukan untuk meninjau Dipo Waste Bank adalah dengan observasi, literatur terkait dan wawancara dengan pengurus Dipo Waste Bank dengan hasil yang diperoleh berupa adanya peningkatan persentase sampah yang dikelola oleh Dipo Waste Bank terhadap timbulan sampah anorganik yang dihasilkan UNDIP didukung dengan meningkatnya kesadaran civitas akademika UNDIP dalam mengelola sampah.
Estimasi Emisi Gas dari Kegiatan Landfilling di TPA Bengkala dengan Model LandGEM Nurjaya, Luh Asri Ningsih Widhi; Nurhediana, Silvana Dwi; Saputro, Erwan Adi; Jalil, Mohd Jumain; Sari, Ni Ketut
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.295-304

Abstract

Pengelolaan sampah di TPA Bengkala, Kabupaten Buleleng, menjadi tantangan utama pemerintah daerah karena peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang meningkatkan volume sampah dan emisi gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi gas rumah kaca dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala di Kabupaten Buleleng menggunakan model LandGEM. Data karakteristik TPA Bengkala, seperti luas lahan, metode landfilling, dan timbulan sampah dikumpulkan untuk digunakan dalam model LandGEM. Pemodelan ini memperkirakan produksi gas berdasarkan data timbulan sampah. Hasil menunjukkan bahwa emisi gas total, metana, CO2 dan NMOC meningkat secara signifikan dari tahun 2016 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2034, sebelum akhirnya menurun. Pada tahun 2034, total emisi gas mencapai 14,2433 Gg/Tahun dengan skenario CAA-Konvensional dan 7,2238 Gg/Tahun dengan inventory default. Gas metana pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 3,8045 Gg/Tahun pada tahun 2034, sementara inventory default mencapai 1,9296 Gg/Tahun, Gas karbondioksida pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 10,4387 Gg/Tahun pada tahun 2034, sedangkan untuk inventory default adalah 5,2943 Gg/Tahun, Gas NMOC pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 0,0245 Gg/Tahun pada tahun 2034, dua kali lipat dibandingkan dengan inventory default yang mencapai 0,0124 Gg/Tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemantauan dan pengelolaan emisi gas dari TPA Bengkala sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan dan memanfaatkan potensi gas metana sebagai sumber energi alternatif. Implementasi strategi mitigasi yang efektif berdasarkan hasil model LandGEM dapat membantu dalam pengembangan pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
The Study of Coastal Vulnerability in North Insana District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province (Indonesia) Ledheng, Ludgardis; Atini, Blasius; Hano’e, Emanuel Maria Yosef
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.452-462

Abstract

The reduction in mangrove areas, which has caused significant erosion along the north coast of North Central Timor Regency, has implied the need for in-depth studies. This research, aimed to determine the spatial distribution of coastal vulnerability and its influencing factors using the Coastal Vulnerability Index (CVI). The research found that 7.07 km (48.71%) of the coastline was classified as low vulnerability, while 6.66 km (51.28%) was categorized as moderate. Key factors influencing coastal vulnerability include geomorphology (87.18%), coastline changes (7.6%), beach slope (66.6%), and beach elevation (66.7%), based on observations across 39 cells. Meanwhile, tidal variables, wave height, and sea-level rise had minimal impact, with their associated vulnerability levels categorized as low. Future research should incorporate additional variables, such as socio-economic aspects and human activities to provide a more comprehensive assessment of coastal vulnerability. This would result in a more holistic assessment for decision-making for coastal area mitigation planning.  
Potensi Fitoremediasi Logam Berat oleh Tumbuhan Herba pada Area Bekas Penambangan Emas Skala Kecil Banyumas Indonesia Muryani, Eni; Ernawati, Rika; Asrifah, Dina; Az-Zahra, Dhea Adalati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.1037-1045

Abstract

Penambangan emas ilegal banyak menimbulkan dampak lingkungan, seperti yang terjadi di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dampak yang muncul adalah pencemaran tanah oleh logam berat. Tumbuhan herba dapat dijadikan alternatif pemulihan pencemaran logam berat. Konsentrasi logam berat yang berada di jaringan tumbuhan dapat menjadi indikator tumbuhan yang berpotensi untuk menjadi fitoremediator. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang berada di tanah dan tailing area bekas penambangan emas Desa Pancurendang; menguji konsentrasi logam yang terakumulasi pada tumbuhan herba; serta menghitung nilai Bioconcentration Factor (BCF) dari tumbuhan herba yang ditemukan. Parameter logam berat yang digunakan adalah Cu, Cd, Zn, Pb, Mn, Ni, Cr, dan Fe. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Konsentrasi logam pada tanah dan tumbuhan herba diuji menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam pada tanah dan tailing berkisar 57 – 37.050.341 ppb. Konsentrasi logam berat pada 19 jenis tumbuhan herba yang diteliti berada pada rentang 72 – 60.304.198 ppb. Ipomea aquatica dan Dryopteris sp. merupakan tumbuhan herba yang memiliki nilai BCF>1 (tumbuhan hiperakumulator) untuk 8 jenis logam yang diuji. Temuan spesies tumbuhan hiperakumulator logam berat dalam studi ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam upaya fitoremediasi terhadap kontaminasi logam di lingkungan.
Penilaian Spasial Kerentanan Air Tanah dengan Model DRASTIC untuk Mitigasi Risiko Pencemaran di Cekungan Air Tanah Jakarta Azy, Fikri Noor; Martono, Dwi Nowo; Agustina, Haruki
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.1013-1022

Abstract

Di wilayah perkotaan dengan kepadatan tinggi seperti Jakarta dan sekitarnya, proses urbanisasi dan pertumbuhan industri yang pesat telah menyebabkan pengambilan air tanah secara berlebihan serta penurunan kualitasnya. Berbagai polutan seperti nitrat, hidrokarbon dari minyak bumi, mikroba, dan bahan kimia beracun kini mengancam akuifer dan persediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian spasial terhadap tingkat kerentanan intrinsik air tanah di Cekungan Air Tanah Jakarta dengan menggunakan model DRASTIC dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan berdasarkan tujuh parameter utama hidrogeologi, yaitu kedalaman muka air tanah (D), imbuhan air (R), jenis akuifer (A), jenis tanah (S), topografi kemiringan lereng (T), pengaruh zona tak jenuh (I), dan konduktivitas hidraulik (C). Hasil analisis menghasilkan peta kerentanan yang mengelompokkan wilayah studi ke dalam empat kategori, yakni sangat rendah (0-2), rendah (3-5), sedang (6-8), dan tinggi (9-10). Wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi berada di bagian utara Jakarta seperti Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, dan sebagian Kota Bekasi, yang ditandai oleh kedalaman air tanah yang dangkal (hingga 0,15 meter) dan tingkat imbuhan air tanah yang tinggi (hingga 2.000 mm/tahun). Sementara itu, wilayah dengan tingkat kerentanan rendah terletak di Jakarta pusat dan di bagian selatan Jakarta seperti Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan, yang memiliki kedalaman air tanah lebih dari 30-meter serta tanah dengan porositas rendah. Temuan ini memberi gambaran akan perlunya pengelolaan air tanah yang baik, terutama di wilayah dengan laju urbanisasi yang tinggi. Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar mitigasi kerentanan pencemaran di wilayah berisiko tinggi, khususnya untuk perencanaan tata ruang kota
Pola Distribusi Gastropoda dan Faktor Kimia Fisik di Hutan Mangrove Pemalang Wintah, Wintah; Kiswanto, Kiswanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.988-994

Abstract

Kawasan mangrove di Pemalang, Indonesia, mengalami pengurangan lahan mangrove karena alih fungsi lahan menjadi pertambakan, yang mempengaruhi pola distribusi gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi gastropoda dan memberikan informasi penting bagi indikator perubahan ekosistem mangrove. Penelitian ini berlangsung di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Tiga titik pengambilan sampel dipilih berdasarkan tutupan kanopi mangrove: SA1 (Kanopi mangrove tinggi), SA2 (kanopi mangrove sedang), dan SA3 (kanopi mangrove rendah). Metode pengambilan sampel yang digunakan untuk gastropoda adalah pengumpulan dari plot 5x5 m. Semua gastropoda dalam plot dikumpulkan dengan dua cara yaitu gastropoda diatas sedimen dan gastropoda dalam sedimen dengan kedalaman 10 cm dengan 3 kali ulangan untuk setiap stasiun. Parameter lingkungan dilakukan secara in situ: suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan jenis substrat. Sebaran gastropoda di hutan mangrove Pemalang memiliki pola sebaran mengelompok dan merata. Kelimpahan tertinggi spesies gastropoda ditemukan di SA1, Assimenia brevicula (61±2.4 ind/m2); di SA2, memiliki kelimpahan tertinggi Cassidula nucleus (106±2.1 ind/m2), dan di SA3, Cassidula nucleus paling melimpah (291±20.5 ind/m2). Faktor fisika-kimia yang memiliki pengaruh kuat terhadap densitas gastropoda adalah pH air (6.75-7.00), Oksigen terlarut (DO) (2.74-3.81 mg/l), salinitas (9.20-16.16 ‰), dan Jenis substrat (debu, tanah liat, dan pasir).

Filter by Year

2011 2025