cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 821 Documents
Kearifan Lokal Masyarakat sebagai Upaya Konservasi Hutan Pelawan di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung Henri Henri; Luchman Hakim; Jati Batoro
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1733.24 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.49-57

Abstract

ABSTRAKPenurunan keanekaragaman hayati umumnya disebabkan oleh adanya degradasi sumberdaya hayati dan kurangnya upaya konservasi. Oleh karena itu, salah satu upaya konservasi sumberdaya alam dapat dilakukan dengan mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat dalam melestarikan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016-Februari 2017 di Hutan Pelawan, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara secara mendalam (In-depth Interview) dan FGD (Focus Group Discussion) yang terbagi menjadi small group discussion dan final group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah penamaan Hutan Pelawan berasal dari pohon pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) yang mendominasi kawasan hutan tersebut. Hutan ini mengalami pro dan kontra sebelum ditetapkan sebagai kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Kabupaten Bangka Tengah. Pada saat ini, kondisi hutan tersebut  telah memiliki tiga fungsi utama yaitu: konservasi sumberdaya hayati, pembangunan berkelanjutan, dan logistic support (penelitian, pendidikan, dan monitoring). Kearifan lokal masyarakat yang masih terjaga dan berkaitan langsung dengan upaya konservasi sumberdaya alam Hutan Pelawan masih dapat ditemukan seperti tradisi musung madu dengan cara membuat sunggau untuk mendapatkan hasil berupa air madu dari Apis dorsata (madu liar). Selain itu, masyarakat juga masih mempercayai tentang mitos tumbuh jamur Pelawan (Heimioporus sp.) yang hanya dapat tumbuh pada inang pohon T. merguensis disaat adanya hujan petir. Oleh karena itu, perlunya mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat dalam mendukung upaya konservasi dengan merevitalisasi dan mereaktualisasi kearifan lokal tersebut yang diberi dasar hukum sebagai dasar kekuatan masyarakat, serta perlunya kajian penelitian yang ilmiah dalam mendukung kearifan lokal sebagai upaya konservasi lingkungan sehingga memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat tersebut.Kata kunci: Kearifan lokal, sumberdaya hayati, konservasi, hutan pelawan.ABSTRACTThe decrease in biodiversity is generally caused by the degradation of biological resources and the lack of conservation efforts. Therefore, one of nature resource conservation efforts can be done by integrating local wisdom of society in preserving environment sustainable. This research was conducted on October 2016-February 2017 in Pelawan Forest, Central Bangka Regency, Bangka Belitung. The research method used is observation, In-depth Interview and FGD (Focus Group Discussion) divided into small group discussion and final group discussion. The results show that the history of naming the Pelawan Forest comes from the tree of Pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) that dominate the forest area. This forest is experiencing pros and cons before it is designated as Biodiversity Park of Central Bangka Regency. At the moment, the forest condition already has three functions, namely: biological resource conservation, sustainable development, and logistic support (research, education, and monitoring). Local wisdom community who are still awake and directly related to natural resources conservation Pelawan Forests can still be found as a tradition musung madu how to make a honey with sunggau to get the results in the form of honey of Apis dorsata (Wild Honey). In addition, people also still believe in the myth of growing mushrooms Pelawan (Heimioporus sp.) which can only grow on the host tree T. merguensis in the presence of thunderstorms. Therefore, the need to integrate the local wisdom of communities in support of conservation efforts by revitalization and the implementation of the local wisdom is given the basic law as the basis of power of the community, as well as the need for a review scientific research in support of local wisdom as environmental conservation efforts so as to give a positive impact to the lives of the community.Keywords: Local wisdom,  biodiversity, conservation, Pelawan forest.Citation: Henri, Hakim, L., dan Batoro, J. (2018). Kearifan Lokal Masyarakat sebagai Upaya Konservasi Hutan Pelawan di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 49-57,doi:10.14710/jil.16.1.49-57
PENGELOLAAN AIR TANAH BERBASIS KONSERVASI DI RECHARGE AREA BOYOLALI (Studi Kasus Recharge Area Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah) Riastika, Meyra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.869 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.2.86-97

Abstract

Groundwater potential in Boyolali District is very large, because it is situated on Karanganyar - Boyolali Groundwater Basin. This study was conducted in order to find an ideal form of conservation-based management to conserve ground water potential in Boyolali District by analyzing the condition of groundwater recharge area located in Cepogo and environmental problems in the area.This study used survey methods by measuring, interviewing, and observing the area, to obtain the facts occurring in the area. Result gained from the research are groundwater potential in Boyolali District is large enough with the total flow of the springs in Boyolali District to achieve 2.085 liter/sec, which is used for irrigation and clean water service taps. The potential of groundwater depends on its recharge area located in Cepogo. Sub district Cepogo which is located at elevation 700 - 1000 m above sea level, and the ground water level ranges between 10 – 50 m under the local ground. The environmental problems in groundwater recharge area Su district Cepogo are: land usage caused by the sand mining and the social culture farming.Groundwater conservation-based management based on PP No 43 Tahun 2008 proposed to be applied in recharge area Sub district Cepogo, Boyolali District, through: the protection and conservation of groundwater, preservation of groundwater, and quality management control of groundwater pollution. This is the Government responsibility in accordance with their authority and should be implemented by involving the communitySitus barbarslot terpercaya dengan berbagai pilihan permainan seru, peluang menang besar, dan fitur bonus menarik. Nikmati pengalaman bermain aman dan menyenangkan kapan saja!Barbarslot adalah salah satu situs resmi https://www.26barsandaband.com/videos/, 5rb dan depo 5k terbaru dengan beragam permainan terbaik tahun 2025.Nikmati pengalaman bermain https://www.carsoncityantiquemall.com/contact-3, grafis epik dan fitur bonus hadir untuk meningkatkan peluang kemenangan.Rasakan keseruan bermain di om88 dengan peluang menang yang lebih besar. Nikmati pengalaman bermain yang seru, aman, dan penuh tantangan. Segera coba dan raih kemenangan besarmu!Situs gacorqq adalah game yang sering memberikan kemenangan besar, meskipun hasilnya tetap acak, tak bisa diprediksi, dan bergantung pada keberuntungan pemain.Tempat terbaik hari ini untuk bermain game slot, dengan beragam permainan tersedia cukup dengan minimal deposit 5000 di situs gacorqq login, Anda dapat bermain sepuasnya dan kapan saja.Hadir untuk Anda slot deposit 5000, bersama situs gacor5000 raih kemenenangan mudah dan juga fasilitas game terlengkap beda dari lainnya.kumolojoyohttps://pn-batang.go.id/id/https://www.ppdkk.edu.my/https://cyclinic.com.tw/https://carriesbridalcollection.com/https://inspimate.co.ke/https://www.affluence-inf.com/https://socialmovementtechnologies.org/https://www.dac-hr.com/https://ican4ir.com/https://ucrnn.net/https://family-life.co/https://pelangideco.com/https://elsekgroup.com/https://icanleaduganda.com/https://lowveldfruits.co.za/https://dominionng.com/https://www.lwuc.org/https://acadasuite.com/https://noraktech.com/https://burocromatico.mx/https://norakle.com/https://downeyrootcanal.com/https://www.summit-smile.com/https://www.mycreativesmiles.com/https://appetito.uz/https://adsec.net/https://fahariloungemalindi.com/https://dahnanproperties.com/https://foresthydrology.gov.bc.ca/https://www.gebhardtforcolorado.com/https://gitlab.weather.noaa.gov/https://msoid.abom.org/https://www.rogeebeverlyhills.com/https://wasre-datamover.umaryland.edu/https://worthyfigures.com/https://www.helsingborgsakademin.helsingborg.se/https://saa.uinsgd.ac.id/https://designsbylillianj.com/https://www.tsv-einheit.de/https://starbuckspartnerhoursinfo.com/https://infosphereeducation.com/https://amandlaomnotho.com/https://puntacanard.do/https://alessandraquartaconte.com/https://sieudaga.com/https://horusservices.com.co/https://tiffanyqueen.store/https://accessstudentportal.com/https://www.fitlifefoundations.com/https://www.nukandy.com/https://filipinofoodcart.com/https://starbridgeguides.com/https://3beansart.com/https://www.iestpahtsihuas.edu.pe/https://worldoffoods.net/https://abejotaburnaby.cl/https://peoplesopioidsummit.com/https://voordeliggenieten.nl/https://bewealthyandjoyful.com/https://fabiananliker.com/https://ipracticegolf.com/https://lhbtiqontact.nl/https://maxdiscountcodes.com/https://stturtle.com/https://clickcatalystai.com/https://grubz.co.za/https://ir-terrasverwarming.nl/https://refael-group.co.il/https://www.thedriftlesssheep.com/https://yabolichina.com/https://www.gr4nt.com/https://moviestylepopcorn.com/https://pcavisen.dk/https://emersonart.com/https://surfessay.com/https://tuaton.com/https://chelsea-westside.com/https://jadejewlery.com/https://sencesecret.com/https://www.passticks.com/https://detucasa.online/https://davidrefael.co.il/https://refaelgroup.co.il/https://verygoodclean.com/https://www.knightvisor.com/https://klinkerhaus-am-wald.de/https://medicata.ee/https://refael-nadlan.co.il/https://www.bajioffer.com/https://buycyh.com/https://giuseppemagra.com/https://www.kutivzkouture.co.uk/https://lenyvankessel.nl/https://the-domains.com/https://thenativeborne.com/https://windowsandoors.co.uk/https://max-aperture.com/https://www.tacology101.com/https://paragontelco.com/https://dataleaked.com/https://brassringlineage.co/https://capelsoundhaven.com.au/https://goldcoastmecfs.com/https://sbtienda.com/https://shehealth.com/https://worldofteas.ca/https://mamieexcels.com/https://patriotluxpools.com/https://cascadesculinary.com/https://texasprideconcrete.com/https://recipetohappy.com/https://laalquiladora.com/https://thevpsacademy.com/https://ministry-websites.com/https://businesswebsiteservices.net/https://sqrealty.com.mx/https://emrooznama.com/https://hubbil.com/https://seoactions.com/https://testlang.com/https://thevinenetwork.com/https://yogaconmarcella.com/https://lakehouseufaula.com/https://elliotpro.com/https://nftgallerycenter.com/https://eastexhomecenter.com/https://culturallyresponsiveminds.com/https://leadgeeks.net/https://nextwavestrategies.ai/https://naju.us/https://roofingmasters.ca/https://smokemart.ca/https://www.maquette.ca/https://www.caraccidentattorneycolumbia.com/https://www.ergotijm.nl/https://www.earthyoga.store/https://acesdrains.com/https://agentedesegurosdesalud.com/https://asportdesigns.com/https://astatic-solutions.com/https://beattiepropertyservices.com/https://bigwestgiftsuite.com/https://bleroofing.com/https://bmugc.com/https://cardsandcrime.com/https://dharmasimple.com/https://ebolightmd.com/https://anovelidea.com.au/https://calvaryhill-lyman.org/https://eficon.cl/https://divinorigen.cl/https://einsparhelden.de/https://bulkbuydirect.store/https://www.caedenfetters.com/https://www.duncandigital.com/https://elixirclio.com/
Penerapan Paket Teknologi Ramah Lingkungan Untuk Mengurangi Emisi Metana (CH4) Di Lahan Sawah Hesti Yulianingrum; Helena Lina Susilawati; Ali Pramono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.31 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.149-157

Abstract

Perubahan iklim (PI) memerlukan perhatian yang serius, khususnya di sektor pertanian karena sector ini merupakan sumber dan kurban dari adanya PI. Oleh karena itu, perlu pendekatan dalam pengembangan pertanian untuk menghadapi PI salah satunya melalui Climarte Smart Agriculture (CSA) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, adaptasi dan mitigasi terhadap PI. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapat informasimengenai paket teknologi ramah lingkungan di lahan sawah dalam meningkatkan produksi padi dan menurunkan emisi metana CH4. Penelitian dilaksanakan di 3 lahan milik petani (Desa Kemangi, Desa Glentengan, dan Desa Blao) kecamatan Jaken, kabupaten Pati, Jawa Tengah dengan mengintroduksikan paket teknologi ramah lingkungan budidaya padi dan membandingkan dengan cara budidaya petani konvensional. Hasil penelitian menunjukkan penelitian, Lokasi 3 desa Blao menghasilkan kombinasi emisi CH4 rendah dan menghasilkan rata-rata GKP tinggi. Lokasi 2 desa Glentengan menghasilkan emisi CH4 tinggi dan produksi rata rata GKP tinggi. Lokasi 1 desa Kemangi menghasilkan emisi CH4 rendah dan produksi GKP rendah. Emisi CH4 pada perlakuan introduksi berkisar 245-463 kg CH4/ha/musim sedangkan pada perlakuan konvensional berkisar 214-612 kg CH4/ha/musim. Hasil GKP pada perlakuan introduksi berkisar 6,12-7,72 ton/ha sedangkan pada perlakuan konvensional hasil GKP berkisar 5,58-6,58 ton/ha. Penerapan paket teknologi ramah lingkungan dapat mengurangi emisi CH4 sebesar 12,8 % serta dapat meningkatkan rata rata hasil GKP sebesar 9,8 %.
Metana: Emisi Gas Rumah Kaca dari Ekosistem Karbon Biru, Mangrove Yaya Ihya Ulumuddin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.567 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.359-372

Abstract

Kontribusi mangrove terhadap emisi metana global merupakan topik yang sedang diperdebatkan. Ini adalah kajian pustaka dari 154 makalah--yang diakses dari arsip daring, Web of Science– yang mendiskusikan tentang metana di ekosistem mangrove yang dikaji dari berbagai aspek. Namun demikian, hanya 35 makalah yang secara langsung melaporkan tentang volume emisi metana dari ekosistem mangrove. Selebihnya mengkaji tentang metana yang terlarut di dalam air poros (pore-water), mikrobioma dan organisme pembentuk metana, pemindahan gas metana melalui pasang surut, dan geokimia. Kajian emisis gas metana dari sedimen mangrove menunjukkan bahwa secara umum emisinya rendah. Namun, penilaian mendalam terhadap aspek-aspek kajian lainnya serta dikombinaiskan dengan informasi dari kajian-kajian di ekosistem lahan basah air tawar menunjukkan bahwa ekosistem mangrove mungkina menghasilkan emisi gas metana yang tinggi. Kondisi tertentu yang dapat menyebabkan tingginya emisi ini yaitu ketika ada polusi nutrisi di ekosistem mangrove. Hal ini menghasilkan kondisi lingkungan yang cocok bagi metanogen, yaitu kombinasi antara materi organik yang melimpah dan kondisi anerobik. Kemungkinan yang lain adalah ada jalur-jalur lain dalam pelepasan gas metana ke atmosfer. Hal ini disimpulkan dari aksioma bahwa emisi gas metana sedimen mangrove secara alami rendah tapi potensi produksi gas metana tinggi. Mengacu pada aksioma-aksioma ini, maka beberapa pertanyaan penelitian diajukan di sini untuk dijawab pada penelitian-penelitian di masa yang akan datang. Pertanyaan-pertanyaan penelitian ini diajukan untuk mendorong penelitian terkait gas metana di hutan mangrove Indonesia.
KOMUNITAS ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN SUMUR MINYAK BUMI DI DESA MANGUNJAYA, KECAMATAN BABAT TOMAN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Muli, Risda; Irsan, Chandra; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.868 KB) | DOI: 10.14710/jil.13.1.%p

Abstract

Emisi Gas Rumah Kaca dan Hasil Padi dari Cara Olah Tanah dan Pemberian Herbisida Di Lahan Sawah MK 2015 Miranti Ariani; Hesti Yulianingrum; Prihasto Setyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.963 KB) | DOI: 10.14710/jil.15.2.74-82

Abstract

Tanpa olah tanah (NT) telah banyak ditunjukkan sebagai praktik pengelolaan lahan sawah yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) karena kemampuannya untuk menyerap karbon dalam tanah. Di luar negeri, bahkan juga oleh FAO, sekarang ini sedang banyak dikembangkan apa yang disebut dengan conservation agriculture, yaitu cara bercocok tanam dengan meminimalkan gangguan pada tanah atau dikenal juga dengan istilah No tillage/Zero Tillage (tanpa olah tanah). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi emisi CH4 dan N2O dari lahan sawah di daerah tropis dengan perlakuan cara olah tanah. Percobaan disusun dengan rancangan faktorial acak kelompok 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor I cara olah tanah (1) Olah tanah sempurna, (2) tanpa olah tanah, dan faktor II adalah pemberian herbisida berupa (1) glifosat, (2) paraquat dan (3) tanpa herbisida. Jarak tanam adalah tegel 20 cm x 20 cm. Emisi CH4 pada MK 2015 yang terendah adalah pada perlakuan tanpa olah tanah (TOT) dan pemberian herbisida glifosat, yaitu sebesar 201 kg CH4/ha/musim dan yang tertinggi pada perlakuan olah tanah sempurna tanpa penambahan herbisida yaitu sebesar 353 kg CH4/ha/musim. Tanpa olah tanah menghasilkan rerata fluks harian CH4 yang lebih rendah dibanding perlakuan olah tanah sempurna. Emisi N2O terendah dihasilkan pada perlakuan olah tanah sempurna dengan penambahan herbisida glifosat, yaitu sebesar 0,34 kg N2O/ha/musim, dan tertinggi pada perlakuan tanpa olah tanah dengan penambahan herbisida paraquat yaitu sebesar 0,65 kg N2O/ha/musim. Hasil padi pada semua perlakuan menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata. Faktor emisi N2O langsung dari lahan padi sawah irigasi dengan perlakuan olah tanah dan herbisida berkisar antara 0,0008 – 0,0015 kg N2O-N/kg N dengan kisaran hasil padi sebesar 4,96 – 5,12 t/ha GKG. Secara total, yang dinyatakan dengan GWP, perlakuan tanpa olah tanah menimbulkan emisi GRK yang lebih kecil dibanding perlakuan olah tanah sempurnaKata kunci: olah tanah, herbisida, GWP, CH4, N2OABSTRACTNo-tillage (NT) management has been promoted as a practice capable of offsetting greenhouse gas (GHG) emissions because of its ability to sequester carbon in soils. Even FAO and many countries, are now being widely developed what so called conservation agriculture, on how to grow crops with minimize soil disturbance or also known as No tillage/Zero tillage. This study aimed to obtain information CH4 and N2O emissions and grain yield from rice fields in the tropics with tillage treatments. The experiment was arranged in a randomized factorial design with 3 replications. The treatments tested consisted of two factors, namely the first factor was tillage (1) deep tillage, (2) zero tillage, and the second factor is application of herbicide in the form of (1) glyphosate, (2) paraquat and (3) without herbicides, using tiles row spacing (20 x 20 cm). In DS 2015, the lowest CH4 emissions resulted from no-tillage (TOT) treatment combined with the application of glyphosate, which amounted to 201 kg CH4/ha/ season and the highest resulted from deep tillage treatment combined with no herbicide, which amounted to 353 kg CH4/ha/season. Daily CH4 fluxes from No tillage treatment are lower than those from deep tillage treatments. The lowest N2O emissions resulted from deep tillage treatments combined with the application of glyphosate, which amounted to 0.34 kg N2O/ha/season, and the highest resulted from no-tillage treatment combined with paraquat, which amounted to 0.65 kg N2O/ha/season. Rice yield were not significantly different among treatments. Direct N2O factors emissions from irrigated rice field applied tillage and herbicide treatments ranged from 0.0008 to 0.0015 kg N2O-N/kg N with rice yield range of 4.96 to 5.12 t/ha. In total, expressed by GWP, no tillage treatment resulted lower GHG emissions than deep tillage treatments.Keywords: tillage, herbicide, GWP, CH4, N2OCitation: Ariani, M., Yulianingrum, H. dan Setyanto, P. (2017). Emisi Gas Rumah Kaca dan Hasil Padi dari Cara Olah Tanah dan Pemberian Herbisida Di Lahan Sawah MK 2015. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 74-82, doi:10.14710/jil.15.2.74-82
EKSISTENSI KOPROSTANOL DAN BAKTERI COLIFORM PADA LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI, MUARA, DAN PANTAI DI JEPARA PADA MONSUN TIMUR Tri Yuni Atmojo; Tony Bachtiar; Ocky Karna Radjasa; Agus Sabdono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.064 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.10-17

Abstract

Limbah domestik merupakan salah satu sumber utama pencemaran di perairan pantai pada negara yang sedang berkembang, namun kurang mendapatkan perhatian serius dibandingkan dengan pencemaran oleh industri. Dengan terus meningkatnya aktivitas manusia di wilayah pesisir dan kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih bagi kesehatan, estetika dan alasan ekologis lainnya, deteksi tentang kontaminasi limbah menjadi penting untuk diketahui secara lebih baik. Selama ini indikator kontaminasi limbah domestik ditentukan berdasarkan jumlah mikroorganisme intestinal khususnya kelompok bakteri coliform. Koprostanol diusulkan sebagai alternatif indikator limbah domestik,  sehingga diperlukan kajian eksistensi koprostanol untuk persyaratan kelayakannya sebagai indikator, serta bakteri coliform sebagai pembanding.Penelitian dilakukan  lingkungan  sungai, muara dan pantai di sungai Ciliwung Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa koprostanol dapat terdeteksi pada sedimen dan tidak terdeteksi pada kolom air. Eksistensi koprostanol didapatkan nilai tertinggi pada lingkungan perairan sungai (5,81μg/g) dibandingkan muara (5,63μg/g), dan pantai (2,93μg/g). Bakteri total coliform terdeteksi pada kolom air maupun sedimen pada lingkungan perairan sungai (2,8 x 104 - 4,3 x 104) sel/100 ml, muara (0 - 4 x 103) sel/100 ml, dan tidak terdeteksi pada lingkungan perairan pantai, sementara  fecal coliform terdeteksi di lingkungan perairan sungai (2 x 104 - 4,3 x 104 ) sel/100 ml, dan muara (0 - 4 x 104 sel/100 ml), namun tidak terdeteksi pada lingkungan perairan pantai.
KARAKTERISTIK HIDROLOGI PADA DUA DAS KECIL DI WILAYAH UPT PSDA DI SURABAYA : ANALISIS MENGGUNAKAN INDICATORS OF HYDROLOGIC ALTERATION (IHA) Indarto Indarto; Isfi roni Rohman; Idah Andriyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.668 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.70-81

Abstract

This research proposes to evaluate whether there has been a change in hydrological regimes of the watershed. The research was conducted at the the administrative area of UPT PSDA Surabaya. Furthermore, Surabaya-Perning and Lamong-Simoanggrok watersheds were used as a sample for this study. The analysis was conducted using the Indicator of Hydrologic Alteration (IHA). The main input is the daily discharge data series from the two watersheds. The discharge data range from 1996 to 2015. Then, the time series data is divided into two periods, the pre-impact period (1996-2005) and the post-impact period (2006-2015). A total of 33 IHA parameters classified into 5 categories were used to evaluate the change. The results of the assessment are then used for RVA (Range of Variable approach) calculations. RVA calculations were used to discover changes occurring from the pre-impact period to the post-impact period. The data series from the two watersheds also analyzed using Environmental Flow Components (EFC) and Flow Duration Curves (FDC). The result of the research shows the difference in parameter value that indicating the hydrological change between the pre-impact period and the post-impact period. RVA analysis results show an increased flow in the Surabaya-Perning watershed from January to September and December. RVA analysis results also show an increased flow in the Lamong-Simoanggrok watershed from January to July and December. The results of the EFC analysis can provide information about flows that have the potential to cause floods and droughts. The Surabaya-Perning watershed has the potential to encounter a small flood with a value 254,7 m3/s which last for 9 days with a chance of occurring 0,5 times every 2 years.
EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK DI KOTA CIREBON TERHADAP PENURUNAN PENCEMAR ORGANIK DAN E-COLI Samina, Samina; Setiani, Onny; Purwanto, Purwanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.871 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.36-42

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan air limbah domestik di Kota Cirebon dari rumah tangga, perkantoran dialirkan melalui sistem perpipaan ke 4 lokasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kondisi keempat IPAL terlihat kurang terawat dan operasional pompa tidak kontinyu. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas IPAL secara keseluruhan maupun pada masing-masing unit, dan kendala yang dihadapi. Lokasi penelitian efektivitas IPAL, pengoperasian dan kualitas air inlet dan outlet dari IPAL. Dalam penelitian ini dibatasi pada 2 (dua) IPAL; yaitu: IPAL Kesenden dan IPAL Perumnas Selatan. Pemeriksaan kualitas air terbatas pada parameter BOD, COD, dan Bakteri E-coli. Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air menggunakan alat yang ada pada laboratorium, sedangkan analisa data dengan cara analisa perbandingan antara kualitas air sebelum diolah dan setelah diolah dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku. Sistem pengolahan pada IPAL dengan kolam oksidasi yang terdiri dari kolam anaerobik, kolam fakultatif, dan kolam maturasi. Dari hasil penelitian, pembahasan dan analisis serta merujuk pada tujuan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: telah terjadi pendangkalan di kedua IPAL, masih ada kapasitas tidak terpakai (idle capacity), penurunan BOD sangat signifikan tetapi masih di atas ambang batas, penurunan COD sangat signifikan dan sudah di bawah ambang batas, efektivitas penurunan BOD dan COD baik pada setiap kolam maupun secara keseluruhan cukup tinggi, efektivitas pengolahan secara keseluruhan pada IPAL Perumnas Selatan lebih tinggi dari pada IPAL Kesenden, dan operasional kedua IPAL belum optimal yang disebabkan oleh adanya beberapa pompa yang rusak, kurangnya pengamanan terhadap IPAL, dan masih sedikitnya pelanggan air limbah. Optimalisasi kedua IPAL tersebut direkomendasikan dilakukan pengerukan dasar kolam secara berkala, peningkatan jumlah pelanggan air limbah rumah tangga dengan promosi kesehatan dan penambahan saluran air limbah, pengamanan lokasi IPAL, pembersihan eceng gondok, penanganan kolam yang bocor, dan meningkatkan kualitas operasional IPAL dan anggaran pada pengelolaan air limbah secara umum di Kota Cirebon. Kata Kunci: Efektivitas IPAL, air limbah domestik, Kota Cirebon
Analisis Penyebab Kejadian dan Evaluasi Bencana Tanah Longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur Tanggal 1 April 2017 Heru Sri Naryanto; Hasmana Soewandita; Deliyanti Ganesha; Firman Prawiradisastra; Agus Kristijono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.274 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.272-282

Abstract

ABSTRAKBencana tanah longsor di Indonesia semakin sering terjadi dari tahun ke tahun. Bencana tanah longsor telah terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 1 April 2017. Lokasi tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terletak pada zona kerentanan tinggi. Tipologi tanah longsor berupa longsoran bahan rombakan, yang kemudian ke arah bawah (Kali Tangkil) berkembang menjadi tipe aliran bahan rombakan. Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya tanah longsor lokasi penelitian adalah: kelerengan, batuan dan tanah, rekahan/retakan batuan, konversi lahan, drainase dan keairan, curah hujan tinggi, dan aktivitas manusia. Dari kesemuanya faktor-faktor tersebut,  yang paling dominan dan berpengaruh terhadap tanah longsor adalah: lereng yang curam, soil hasil pelapukan sangat gembur dan tebal, alih fungsi lahan dan curah hujan yang tinggi. Material longsoran tidak terkonsolidasi dengan baik sehingga masih mudah bergerak, dan kemungkinan pembendungan pada Kali Tangkil oleh material longsoran tersebut bisa berpotensi terjadinya banjir bandang. Beberapa permukiman yang berada di saekitar lokasi longsor mempunyai risiko tinggi dan sedang terhadap longsor, sehingga perlu dibangun kesiapsiagaan masyarakat, pembangunan sistem peringatan dini longsor serta untuk jangka panjang adalah relokasi jika memang kondisi semakin parah. Pertanian lahan kering pada lereng-lereng sebaiknya menggunakan pola agroforestry. Kawasan sub DAS berisiko longsor, sebaiknya dikembalikan fungsi lahan sebagai hutan konservasi atau hutan lindung seperti sebelumnya.Kata kunci: longsor, Ponorogo, curam, soil tebal, degradasi lahan, curah hujan tinggi, risikoABSTRACTLandslides in Indonesia are becoming increasingly frequent from year to year. A landslide disaster has occurred in Tangkil, Banaran Village, Pulung Sub-District, Ponorogo District, East Java Province on April 1, 2017. The location of landslides in Banaran Village, Pulung Sub-District, Ponorogo District, East Java, lies in the high vulnerability zone. The landslide typology is a debris slide, which then in the downstream direction (Tangkil River) develop into a type of debris flow. Factors that influence the occurrence of landslides in the study area are: slope, rock and soil, fracture, land conversion, drainage and irrigation, high rainfall, and human activities. Of all the influential factors, the most dominant factors for landslides are: steep slopes, weathered soil is very loose and thick,   land conversion, and high rainfall. Landslide material is not well consolidated so that it is still easy to move, and the possibility of damming the Tangkil River by landslide material can potentially cause flash floods. Some settlements located near landslide locations have high and moderate risks of landslides, so community preparedness needs to be built,     the establishment of landslide early warning systems and long-term relocation if the condition is getting worse. Dryland farming on slopes should use agroforestry patterns. Sub-watershed areas are at risk of landslides, the land should be restored as conservation forest or protected forest as before.Keywords: landslide, Ponorogo, steep slopes, thick soil, land degradation, high rainfall, risk

Page 8 of 83 | Total Record : 821


Filter by Year

2011 2025