cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 951 Documents
Skenario Pengelolaan Sampah di Kota Pontianak Menggunakan Model Sistem Dinamik Lita Luki Bressti; Evi Gusmayanti; Akhmad Yani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.831-841

Abstract

Kota Pontianak saat ini belum mencapai target pengelolaan sampah yang telah ditetapkan khususnya upaya pengurangan sampah. Hal ini disebabkan masih kurangnya partisipasi masyarakat untuk pengelolaan sampah dari sumbernya. Sehingga perlu upaya yang berkelanjutan dalam perbaikan sistem pengelolaan sampah di Kota Pontianak. Tujuan dari penelitian ini untuk membangun model pengelolaan sampah serta dapat mensimulasi skenario terbaik yang dapat diimplementasikan dalam mencapai target pengelolaan sampah di Kota Pontianak. Metode yang dilakukan dimulai dari pengumpulan data dan informasi, pengembangan model melalui Cousal Loop Diagram (CLD), simulasi model melalui Stock Flow Diagram (SFD), Validasi model, Analisa skenario serta pengambilan keputusan. Terdapat 3 (tiga) skenario yang ditawarkan antara lain; skenario Jakstrada (A) yaitu pengelolaan 100 % sampah dengan capaian volume pengurangan sampah 31,54 % dan volume penanganan sampah sebesar 68,64 % dengan sistem control landfill di TPA, Skenario Optimalisasi TPA (B) yaitu pengelolaan 100 % sampah dengan capaian volume pengurangan sampah 31,54 % dan volume penanganan sampah sebesar 68,64 % diolah dengan pengomposan dan RDF di TPA dan Skenario Optimalisasi Pengurangan di sumber (C) yaitu pengelolaan 100 % sampah dengan capaian volume pengurangan sampah 41,17 % dan volume penanganan sampah sebesar 58,83 % diolah dengan pengomposan dan RDF di TPA. Periode simulasi dengan rentang waktu 2019-2032 dengan hasil validasi yang diperoleh dari beberapa variabel dengan nilai AME dan AVE < 5% sehingga model ini dapat dikatakan mempunyai kesesuaian yang baik antara data simulasi dan data aktual. Dari ketiga skenario yang ada, skenario B merupakan skenario yang paling mendekati dengan kondisi Kota Pontianak karena dilihat dari keterbatasan lahan dalam pembangunan sarana pengolahan di sumber serta komitmen Pemerintah daerah dalam peningkatan sarana prasarana di TPA menuju Zero Waste. Untuk itu, Dibutuhkan komitmen dari Pemerintah Kota Pontianak dalam pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah serta peran aktif dan kolaborasi dari stakeholder terkait dan masyarakat Kota Pontianak sehingga sampah dapat menjadi potensi bukan masalah.
The Effectiveness of Several Bioactivators in Influencing Compost Quality Retno Rosariastuti; Mohammad Farhan Hafizd; Sutami Sutami; Agustin Ayu Saputri; Widyatmani Sih Dewi; Sudadi Sudadi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.979-990

Abstract

Excessive long-term use of inorganic fertilizers has contributed to the decline in soil quality in Indonesia. Therefore, the use of organic fertilizers, such as compost, is considered a more sustainable alternative to improve soil fertility and health. This study aimed to evaluate the effects of various bioactivators on compost quality and its compliance with the Regulation of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia No. 7763/2024. The study employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely bioactivator type (control, fungal consortium, eco-enzyme, biofilm biofertilizer, and EM4), with five replicates. The data were statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the type of bioactivator significantly affected compost quality. Compost treated with biofilm biofertilizer exhibited the highest quality, with organic carbon content of 10.45%, total nitrogen of 1.36%, total phosphorus of 1.31%, and a C/N ratio of 7.68, while maintaining a near-neutral pH of 7.96. In contrast, the compost without a bioactivator (control) exhibited the lowest quality. Most treatments met the compost quality standards stipulated in the Regulation of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia No. 7763/2024 for pH, C/N ratio, and NPK content (<2%); however, none met the minimum organic carbon requirement (≥15%). This was attributed to the compost being harvested three months after the composting process. As composting progresses, organic carbon tends to decrease because microorganisms decompose organic matter and oxidize carbon into CO₂. The decrease is generally greater during the early stage of composting because readily decomposable organic fractions are still abundant, whereas during the maturation stage, the rate of carbon loss slows as the remaining organic matter becomes more stable and resistant to decomposition. Overall, biofilm, biofertilizer, and the fungal consortium were the most effective bioactivators, as they produced compost with the highest quality and the closest compliance with the established quality standards.
Integrasi Variabilitas Curah Hujan dan Perubahan Penggunaan Lahan untuk Pemetaan Potensi Banjir dan Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh Safrizal Safrizal; Cut Azizah; Abdul Malik; Sarif Robo; Misnawati Misnawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.891-899

Abstract

Banjir dan banjir bandang merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang dipengaruhi oleh variabilitas curah hujan, perubahan penggunaan lahan, dan kondisi biofisik wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas curah hujan dan perubahan penggunaan lahan serta memetakan potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Variabilitas curah hujan dianalisis menggunakan data CHIRPS periode 1981–2024 melalui pola tahunan, musiman, dan Antecedent Precipitation Index lima hari (API5) sebagai indikator kondisi basah sebelum kejadian. Perubahan penggunaan lahan dianalisis dengan membandingkan data tahun 1990 dan hasil klasifikasi citra Landsat 9 OLI 2 tahun 2025. Analisis spasial mengintegrasikan perubahan penggunaan lahan dengan Hydrologic Soil Group (HSG), Curve Number (CN), serta Flash Flood Potential Index (FFPI) untuk menggambarkan potensi banjir dan banjir bandang. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan di Bireuen memiliki pola ekuatorial dengan dua puncak hujan pada Maret–April dan November–Desember, sedangkan API5 tinggi pada tahun 2020 berasosiasi dengan kejadian banjir besar pada tahun yang sama. Perubahan penggunaan lahan menunjukkan berkurangnya hutan dan semak belukar disertai peningkatan perkebunan dan permukiman selama periode 1990 2025. Sekitar 90,6% wilayah didominasi HSG C dan D yang memiliki kemampuan infiltrasi rendah hingga sangat rendah, sementara 54,7% wilayah berada pada kategori CN tinggi. Hasil FFPI menunjukkan bahwa 63,0% wilayah berada pada kategori potensi banjir bandang sedang dan 27,5% pada kategori tinggi, dengan variasi yang jelas antarkecamatan. Pola spasial tersebut menunjukkan bahwa potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen berkaitan dengan kombinasi kondisi hidrometeorologi, penggunaan lahan, karakteristik tanah, dan fisiografi wilayah, sehingga pemetaan potensi dapat mendukung perencanaan tata ruang dan penentuan wilayah prioritas mitigasi.
Risk Analysis and Mitigation of Flash Flood in Ijen Sub-District, Bondowoso Safira Nurrahmah Ramadhani; Wiwik Yunarni Widiarti; Ratih Novi Listyawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.786-798

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa Kabupaten Bondowoso pernah mengalami tiga kali kejadian banjir bandang sepanjang tahun 2020 – 2024 yang seluruhnya terjadi di Kecamatan Ijen. Bencana ini menyebabkan jalan desa tertutup lumpur, kerusakan pada rumah warga, infrastruktur, dan kandang ternak. Namun, terdapat ketidaksesuaian dalam dokumen perencanaan tata ruang di tingkat kabupaten maupun provinsi. Sehingga upaya penanggulangan bencana belum dapat dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, analisis risiko dan mitigasi bencana diperlukan untuk mengurangi risiko yang ada serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko banjir bandang dan menyusun upaya mitigasi yang relevan. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan tingkat risiko bencana dan analisis Delphi yang melibatkan 6 ahli dalam 2 kali putaran iterasi menggunakan kuesioner untuk memberikan rekomendasi kegiatan mitigasi yang tepat. Penelitian ini juga melanjutkan hasil studi sebelumnya terkait manajemen tanggap darurat dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam tahap prabencana di Kecamatan Ijen. Hasil analisis menunjukkan bahwa 52,11% wilayah termasuk dalam kategori risiko rendah, 44,12% kategori sedang, dan 3,77% kategori tinggi yang seluruhnya tersebar di 6 desa. Tingkat risiko yang didominasi kelas rendah disebabkan oleh faktor tutupan lahan yang sebagian besar berupa hutan, kepadatan penduduk yang rendah, sebaran permukiman penduduk yang terkonsentrasi, dan adanya kelompok Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dalam meningkatkan kapasitas wilayah untuk menghadapi bencana. Selanjutnya, rekomendasi kegiatan mitigasi dibagi menjadi mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, pertimbangan, dan rekomendasi dalam penanggulangan bencana serta kebijakan tata ruang di Kabupaten Bondowoso khususnya terkait banjir bandang. Selain itu, metode dan parameter yang digunakan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memahami karakteristik wilayah rawan bencana secara lebih mendalam.
Evaluasi Kinerja dan Keterbatasan Scippus grossus pada Adsorpsi-Fitoremediasi Limbah Cair Industri Batik Isna Apriani Budjang; Margaretha Palma Audry Lith; Arifin Arifin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.1034-1041

Abstract

Industri batik menghasilkan limbah cair dengan kandungan pencemar tinggi seperti kromium heksavalen (Cr⁶⁺), Chemical Oxygen Demand (COD), dan warna, yang melebihi baku mutu limbah cair industri tekstil (Permen LHK No. P.16/2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi kombinasi metode adsorpsi menggunakan karbon aktif dan zeolit dengan fitoremediasi menggunakan tanaman Scirpus grossus (Mensiang) dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah cair batik. Proses adsorpsi dilakukan dengan sistem batch, kemudian dilanjutkan fitoremediasi selama 16 hari. Parameter yang diuji meliputi COD, Cr⁶⁺, dan warna. Waktu pengamatan dengan hasil terbaik penurunan parameter limbah cair batik dengan fitoremediasi menggunakan Scirpus grossus diperoleh pada hari ke-12. Konsentrasi Cr⁶⁺ berhasil diturunkan dari 2,3 mg/L menjadi <0,001 mg/L dengan efisiensi >99,9%. Nilai COD turun dari 11.971 mg/L menjadi 367,3 mg/L dengan efisiensi 97%, dan warna menurun dari 3.416 Pt-Co menjadi 180 Pt-Co dengan efisiensi 95%. Meskipun Cr⁶⁺ telah memenuhi baku mutu (≤1,0 mg/L), parameter COD dan warna masih melebihi standar (150 mg/L dan 200 Pt-Co). Dengan demikian, kombinasi metode adsorpsi–fitoremediasi mampu menurunkan konsentrasi Cr⁶⁺, COD, dan warna pada limbah cair batik, dengan kontribusi penyisihan terbesar terhadap COD dan warna terjadi pada tahap adsorpsi, sedangkan pengolahan lanjutan tetap diperlukan untuk mencapai baku mutu. Metode ini berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair batik, khususnya sebagai tahap pra-pengolahan atau pengolahan antara.
Penilaian Potensi Resiliensi Relatif Terumbu Karang di Perairan Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo Berlania Mahardika Putri; Bachtiar W. Mutaqin; Priyaji Agung Pambudi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.938-947

Abstract

Penelitian ini menilai potensi resiliensi relatif terumbu karang di perairan sekitar PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo berdasarkan data lapangan pada hari survei di empat stasiun: Mercusuar (MR), Water Intake (WI), Water Discharge Timur (WDT), dan Water Discharge Barat (WDB). Sebanyak 12 indikator biotik–abiotik dikumpulkan menggunakan Underwater Photo Transect (70 m), Underwater Visual Census (70 m), Belt Transect (70 m), serta pengukuran suhu permukaan. Indikator yang didapatkan kemudian dilakukan indeks komposit untuk membandingkan nilai resiliensi relatif antar stasiun dengan pembobotan yang sama. Hasil menunjukkan MR memiliki resiliensi relatif tertinggi (Final = 1,000; kategori medium-high) yang ditopang fungsi herbivori kuat; diikuti WI (0,926; medium–high) didukung tutupan karang dan proporsi karang resisten yang tinggi. Stasiun discharge lebih rendah, terutama WDT (0,315; low) dan WDB (0,741; medium–low), ditandai pelemahan herbivori dan tekanan gangguan/kompetisi yang lebih besar. Perbedaan suhu menunjukkan stasiun discharge lebih hangat daripada stasiun kontrol. Studi ini memberikan nilai yang merupakan perbandingan internal antar stasiun, sehingga tidak menginterpretasikan kategori mutu ekologis secara absolut. Hasil ini memberikan gambaran awal mengenai indikator yang dapat menjadi prioritas untuk pemantauan resiliensi terumbu karang di sekitar PLTU Paiton.
Pemanfaatan Lumpur dari Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu Kawasan Industri sebagai Adsorben dalam Penghilangan Metilen Biru Wa Ode Maryani Asrim; Radjali Amin; Triyono Triyono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.842-854

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu Kawasan Industri menghasilkan lumpur yang termasuk Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), tetapi kandungan karbon dalam lumpur berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisik-kimia dan kinerja adsorpsi adsorben berbasis lumpur IPAL terpadu kawasan industri dalam penyisihan metilen biru (MB) serta mengevaluasi penggunaan media penyaring lumpur berupa nylon dan kertas saring dalam pembuatan adsorben. Adsorben dibuat melalui serangkaian persiapan lumpur, pirolisis, dan aktivasi menggunakan larutan KOH. Karakterisasi dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS), dan Brunauer-Emmett-Teller (BET). Uji adsorpsi batch dilakukan dengan variasi massa adsorben (0,05, 0,1, dan 0,25 g), waktu kontak (5, 10, 20, 30, dan 60 menit), dan konsentrasi awal MB (5, 10, 25, 50, dan 100 ppm). Berdasarkan penelitian, adsorben yang dibuat dengan penyaring nylon menunjukkan karakteristik dan kinerja yang lebih baik dibanding kertas saring. Adsorben memiliki porositas dan permukaannya tersusun dari unsur utama C, O, Al, dan Si. Adsorben dengan penyaringan nylon memiliki luas permukaan spesifik 127,1 m²/g dengan kandungan karbon sebesar 39,3%, sedangkan adsorben dengan penyaringan kertas saring sebesar 65,5 m²/g dan 15,6%. Kondisi optimum diperoleh dari massa adsorben seberat 0,1 g, waktu kontak selama 30 menit, dan konsentrasi awal MB yaitu 10 ppm yang menghasilkan persentase penyisihan MB sebesar 90,8%. Model Isoterm Langmuir memberikan kecocokan yang lebih tinggi (R2 = 0,9989) dibandingkan Freundlich (R2 = 0,9503), yang menunjukkan kecenderungan adsorpsi monolayer pada permukaan relatif homogen. Hasil ini menunjukkan potensi pemanfaatan lumpur IPAL yang dapat diaplikasikan dalam pengolahan air limbah secara berkelanjutan.
The Effect of Effective Microorganism (EM4) Concentration and Turning Frequency on the Quality of Compost from Organic Waste (A Case Study at the Wonorejo Composting Facility, Surabaya) Nimas Mayang Sabrina Sunyoto; Muhammad Fikri Prasetyo; Diyah Purwanti; Dinda Agustin Pratiwi; Ika Atsari Dewi; Nur Hidayat
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.991-1002

Abstract

The rapid population growth and dense settlements in Surabaya have led to an increase in waste volume, which reached 2,600 tons per day in 2021 (Pratama & Fitriyah, 2021), a significant rise compared to 1,075 tons in 2011 (Kurniawan, 2016). To address this issue, the local government continues to innovate by adding waste management facilities and constructing compost houses (Meriatna et al., 2019). One compost house in Surabaya, which still employs a semi-manual composting process, is the Wonorejo Compost House. The composting process is carried out over one month without the addition of a bioactivator, resulting in slower decomposition and less optimal compost quality. Therefore, this study investigates the addition of Effective Microorganisms (EM4) as an activator. The aim of this research is to analyze the impact of EM4 addition and turning frequency on compost production. The research factors include testing of pH, temperature, moisture content, Nitrogen (N), Phosphorus (P), Potassium (K), Organic Carbon, and C/N Ratio. These tests were conducted using a Factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors: EM4 concentrations of 0.1% v/b, 0.3% v/b, and 0.5% v/b, and turning frequencies of once every day, once every three days, and once every five days over the course of one month, resulting in 9 treatment combinations with 3 replications, for a total of 27 treatments. Data analysis was performed using ANOVA, and compost quality was determined through Multiple Attribute Decision Making (MADM). The results indicated that the best treatments for pH were found with EM4 concentrations of 0.3% and 0.5% and turning frequencies of once every day and once every five days. The best treatment for temperature was observed with 0.1% EM4 and turning once every day. These parameters were in accordance with the Indonesian National Standard (SNI 19-7030-2004).
Modifikasi Membran Polyethersulfone (PES) dengan PVA dan Selulosa untuk Peningkatan Hidrofilisitas dan Kinerja Antifouling Siti Khairani; Umi Fathanah; Syawaliah Muchtar; Cut Meurah Rosnelly; Mirna Rahmah Lubis; Abubakar Abubakar; Zuhra Zuhra; Sidik Marsudi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.900-909

Abstract

Penelitian ini mengkaji modifikasi membran polyethersulfone (PES) dengan penambahan polyvinyl alcohol (PVA) dan selulosa dari daun pandan laut (Pandanus tectorius) untuk meningkatkan hidrofilisitas, permeabilitas, dan ketahanan fouling. Selulosa diperoleh melalui delignifikasi, pemutihan, dan hidrolisis asam, lalu dikarakterisasi dengan FTIR. Membran dibuat menggunakan metode Non-solvent Induced Phase Separation (NIPS) dengan 1% b/b PVA dan variasi selulosa 0–2% b/b, serta diuji menggunakan FTIR, SEM, WCA, porositas, dan filtrasi asam humat 50 ppm pada sistem dead-end. Penambahan PVA dan selulosa meningkatkan porositas dari 55,59% menjadi 80,18% dan menurunkan WCA dari 69,33° menjadi 45,31°, sehingga fluks air murni naik dari 26,16 menjadi 44,82 L/m²·jam pada MPS2 (1% PVA, 2% selulosa). Namun, rejeksi asam humat menurun dari 71,32% menjadi 57,06%, menunjukkan trade-off antara fluks dan selektivitas. MPS2 juga menunjukkan FRR tertinggi 95,51% dengan Fouling total (Rt), Fouling reversible (Rr) dan Fouling irreversible (Rir) masing-masing sebesar 29,79%, 25,31%, dan 4,48%, yang mengindikasikan dominasi fouling reversibel. Peningkatan antifouling dikaitkan dengan gugus –OH yang meningkatkan hidrofilisitas dan mengurangi interaksi polutan dengan membran. Secara keseluruhan, kombinasi PVA dan selulosa berpotensi meningkatkan kinerja membran PES, namun diperlukan pengujian lanjutan pada air limbah nyata dan operasi jangka panjang untuk evaluasi lebih komprehensif.
Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Sampah di Kota Cimahi Menggunakan Analisis Faktor Konfirmatori Lilih Muflihah; I Made Wahyu Widyarsana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.799-810

Abstract

Pertumbuhan penduduk, keterbatasan lahan, dan pembatasan kuota pengangkutan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti menuntut Kota Cimahi mengoptimalkan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat lokal. Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Melong, menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberlanjutan pengelolaan sampah di Kota Cimahi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner pada kelompok pengelola fasilitas dan penerima manfaat, dengan berfokus pada lima subkonstruk: teknis operasional, pembiayaan, peraturan, kelembagaan, dan peran serta masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) first order dan second order dengan estimator Diagonally Weighted Least Squares (DWLS). Model CFA yang sama diterapkan terpisah pada kedua kelompok untuk membandingkan pola loading factor secara deskriptif. Hasil CFA second order menunjukkan seluruh subkonstruk secara signifikan merefleksikan konstruk Keberlanjutan (t-statistic >1,96). Pada kelompok penerima manfaat, subkonstruk dominan adalah pembiayaan, kelembagaan, dan peran serta masyarakat, dengan varians terjelaskan 51,46%. Pada kelompok pengelola, Teknis Operasional dan Peran Serta Masyarakat paling dominan, dengan penjelasan varians terjelaskan 61,45%. Temuan ini menunjukkan perbedaan penekanan faktor keberlanjutan antarkelompok dan menegaskan Peran Serta Masyarakat sebagai faktor yang mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 4 (2026): July 2026 Vol 24, No 3 (2026): May 2026 Vol 24, No 2 (2026): March 2026 Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue