cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
Pengaruh Pupuk Kasgot (Bekas Maggot) Magotsuka terhadap Tinggi, Jumlah Daun, Luas Permukaan Daun dan Bobot Basah Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var. Parachinensis) Muhammad - Fauzi; Luhtfia Hastiani M; Qori Atur Suhada R; Nelis Hernahadini
AGRITROP Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i1.7324

Abstract

Pengolahan sampah organik dengan maggot lalat hitam (Black Soldier Fly) telah banyak diminati karena mem-iliki efesiensi penguraian sampah organik lebih tinggi dibandingkan dengan proses composting. Namun, teknologi hayati ini masih menyisakan limbah yang tidak dapat diurai oleh maggot pada sampah organik yang mengandung serat dan lig-nin tinggi yang tentunya masih dapat digunakan sebagai bahan organik untuk pemupukan tanaman yang disebut dengan pupuk bekas maggot (kasgot). Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) Tunggal yang terdiri dari faktor kosentrasi pupuk kasgot yaitu: 0 gr /3 kg tanah (A) sebagai kontrol, 100 gr/3 kg tanah (B), 200 gr/kg tanah (C), 300 gr/3 kg tanah (D) dan 400 gr/3 kg tanah (E). Perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 15 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kasgot telah menunjukkan pengaruh sig-nifikan pada tinggi dan bobot basah sawi, namun tidak siginifikan pada jumlah dan luas daun sawi. Kasgot juga mengan-dung populasi bakteri dengan bakteri pelarut fosfat sebesar 5,8 x 107 dan bakteri pemfiksasi nitrogen sebesar 3,1 x 108. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan  bahwa penelitian yang diperoleh adalah pemberian kasgot 100 gr/3 kg tanah (B) memberikan hasil terbaik pada tinggi rata-rata sebesar 38 cm dan bobot basah rata-rata sawi sebesar 220 gr.
Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Hibrida pada Kultur Cair dengan Penambahan BA dan NAA Alifatul Aqidah; Parawita Dewanti; Firdha Narulita Alfian
AGRITROP Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i1.7112

Abstract

Dendrobium merupakan anggrek yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena ketertarikan dari warna dan bentuk bunga. Permintaan yang tinggi dan ketersediaan yang terbatas sehingga metode kultur in vitro sangat dibutuhkan untuk memperoleh anggrek dengan jumlah banyak dan pertumbuhannya dalam waktu yang singkat. Media MS cair dengan eksplan protocorm like bodies (PLB) dapat digunakan untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi BA dan NAA terbaik terhadap pertumbuhan PLB pada kultur cair serta hasil PLB terbaik yang disubkultur pada media regenerasi. Bahan tanam menggunakan PLB umur 3 bulan yang ditanam pada media MS cair dengan perlakuan kombinasi BA dan NAA masing-masing pada konsentrasi BA (0 mgL-1, 0.1 mgL-1, 0.2 mgL-1) , NAA (0.5 mgL-1, 1.0 mgL-1, 1.5 mgL-1). Media regenerasi menggunakan MS padat dengan bahan organik 15% air kelapa, 15% ekstrak kentang, 15% ekstrak pisang, 0.2% arang aktif. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi BA dan NAA berpengaruh nyata terhadap jumlah hidup PLB rata-rata terbaik yaitu 85.52% dan panjang PLB rata-rata terbaik yaitu 1.27 gram pada perlakuan 0.2 mgL-1 BA + 1.0 mgL-1 NAA.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre-nursery Terhadap Komposisi Media tanam Bilman Wilman Simanihuruk; Herry Gusmara; Siska Ruby P Silitonga
AGRITROP Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i1.7337

Abstract

Media tanam merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam tumbuh-kembang bibit kelapa sawit di pre-nursery. Penelitian bertujuan untuk memperoleh komposisi media tanam terbaik bagi pertumbuhan bibit sawit di pre-nursery. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor dan tiga ulangan. Komposisi media tanam terdiri atas 10 perlakuan, yaitu: 100% tanah mineral, 80% tanah mineral + 20% pupuk organik padat (POP) + tanpa sekam padi, 80% tanah mineral + tanpa POP + 20% sekam padi, 60% tanah mineral + 20% POP + 20% sekam padi, 60% tanah mineral + 10% POP + 30% sekam padi, 60% tanah mineral + 30% POP + 10% sekam padi, 60% tanah mineral + 40% POP + tanpa sekam padi, 60% tanah mineral + tanpa P0P + 40% sekam padi, 50% tanah mineral + 50% POP + tanpa sekam padi, dan 50% tanah mineral + tanpa P0P + 50% sekam padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tanah mineral berkisar antara 50 – 80%, dengan campuran POP sebanyak 20-50% dan sekam padi antara nol – 10% memberikan pertumbuhan bibit sawit yang bagus. Pemberian sekam padi di atas 10% dengan tanpa penambahan POP memberikan pertumbuhan bibit sawit yang kurang baik.
Perbaikan Sifat Kimia Tanah Bekas Tambang Emas Melalui Aplikasi Pupuk Organik Granul Biokanat Panji Romadhan; Gusmini Gusmini; Hermansah Hermansah
AGRITROP Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i1.7504

Abstract

Tanah bekas tambang identik dengan sifat kimia tanah yang rendah sehingga tingkat kesuburan tanah juga rendah. Inovasi terbarukan dalam meningkatkan sifat kimia tanah bekas tambang emas melalui kombinasi biochar sekam padi, kompos pupuk kandang serta sampah sayur, dan tanah liat yang dinamai dengan pupuk organik biokanat granul. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki sifat kimia lahan bekas tambang emas melalui aplikasi pupuk organik biokanat granul. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari A1= 0 ton.ha-1 (kontrol), A2= 10 ton.ha-1, A3= 20 ton.ha-1 Pupuk granul Biokanat granul. Variabel pengamatan dianalisis statistika menggunakan Uji F 5% dan Uji Duncan 5%. Selain itu juga uji regresi dan kolerasi untuk mengetahui bentuk dan hubungan antara dosis pupuk organik Biokanat granul dengan perubahan variabel amatan. Dosis paling baik untuk meningkatkan sifat kimia tanah bekas tambang emas 20 ton.ha-1 dapat menaikan pH menjadi 5,54, C-organik 2,19%, N total 0,253%, P-tersedia menjadi 24,08 ppm, KTK 29,25 Cmol kg-1, K-dd menjadi 0,94 Cmol kg-1, Mg-dd menjadi 0,45 Cmol kg-1, dan Ca-dd menjadi 1,17 Cmol kg-1sehingga kriteria sifat kimia tanah tersebut menjadi sedang jika dibandingkan dengan kontrol yang memiliki kriteria sangat rendah.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Dan Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L.) Arum Nillia Rusdiana
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.8595

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L.). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Januari hingga 24 Mei 2022 di KBTPH Tohudan. Metode yang digunakan yaitu RAKL Faktorial dengan 2 faktor, Faktor 1 yaitu macam media tanam, yang terdiri dari 4 taraf sebagai berikut : M0 =Tanah (Kontrol) , M1 =Tanah : Sekam Bakar = 2 : 2, M2 =Tanah : Cocopeat = 2 : 2, M3 =Tanah : Sekam Bakar: Cocopeat = 2 : 1 : 1, dan faktor 2 yaitu dosis pupuk NPK, yang terdiri dari 4 taraf sebagai berikut : D0 = Dosis Pupuk NPK 0 gr/tan (Kontrol), D1 = Dosis Pupuk NPK 0,84 gr/tan, D2 = Dosis Pupuk NPK 1,68 gr/tan, dan D3 = Dosis Pupuk NPK 2,52 gr/tan. Sehingga dari rancangan tersebut diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Data parameter dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjut dengan uji DMRT taraf 5%. Dari kesimpulan menunjukkan bahwa Pemberian dosis pupuk NPK memberikan pengaruh pada semua pengamatan. Perlakuan macam media tanam berpengaruh terhadap pengamatan munculnya bunga, berat biji per tanaman, berat brangkasan basah, dan berat brangkasan kering. Interaksi perlakuan macam media tanam dan pupuk NPK memberikan pengaruh pada semua pengamatan kecuali tinggi tanaman dan jumlah daun.
Identifikasi Nitrat, Karotenoid Dan Vitamin C Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica Chinensis L) Di Beberapa Ketinggian Tempat Budidaya Yang Berbeda Ahmad Undi Witonoa; Iskandar Umarie; Bagus Tripama
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.5941

Abstract

Tujuan riset ini adalah identifikasi kandungan nitrat, karotenoid, dan vitamin C pada tanaman sawi hijau (Brasica chinensis L) yang dipengaruhi oleh beberapa ketinggian tempat budidaya yang berbeda. Jenis penelitian cross sectional dengan teknik sekali bidik (one snapshot) digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian adalah sawi hijau yang diambil dari beberapa titik yang memiliki ketinggian berbeda, yaitu dataran rendah (Desa Pabean, Dringu, Probolinggo), sedang (Desa Curahdami, Sukorambi, Jember) dan tinggi (Desa Kandang Tepus, Senduro, Lumajang). Analisis data dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil identifikasi nitrat, karotenoid dan vitamin C diperoleh ketinggian tempat mempunyai pengaruh positif dan bermakna terhadap kandungan nitrat, karotenoid dan vitamin C dengan kecenderungan bahwa semakin tinggi tempat budidayanya maka kandungan nitrat, karotenoid vitamin C juga akan semakin meningkat.
Respon Pemangkasan Pucuk Daun Berdasar Umur Tanaman Terhadap Produktivitas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Fathurrahman Fathurrahman
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.7700

Abstract

Pemangkasan pucuk daun mendorong pertumbuhan tunas lateral, dengan tumbuhnya tunas lateral akan menambah percabangan pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) yang meningkatkan jumlah bunga dan bakal polong per tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk daun terhadap hasil produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dan tujuh ulangan. Perlakuan pemangkasan pucuk daun tanaman umur 15 hari setelah tanam (P3) menunjukkan hasil presentase berbeda sangat nyata terhadap parameter pengamatan jumlah polong, jumlah biji dan berat total biji. Perlakuan pemangkasan 15 hst (P3) memiliki jumlah polong dengan rerata 26,89 buah, jumlah biji dengan rerata 191,41 biji, berat total biji dengan rerata 11,60 g. Perlakuan pemangkasan pucuk 15 hst (P3) memiliki hasil presentase berbeda nyata terhadap parameter pengamatan berat kering polong dengan rerata 15,45 g.
Pengaruh Metode Pengeringan Dan Tingkat Ketebalan Penjemuran Terhadap Mutu Viabilitas Benih Dan Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Isna Nur Fadhila; Agus Wartapa; Suharno Suharno
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.8269

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pertanian yang menjadi sumber pangan bagi sebagian besar penduduk di Indonesia. Peningkatan kebutuhan pangan sejalan dengan penyediaan benih padi berkualitas. Salah satu permasalahan dalam produksi yaitu pada pasca panen khususnya pengeringan. Proses pengeringan yang kurang tepat mampu menurunkan mutu pada benih. Adanya inovasi dan anjuran perlu diterapkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan pengeringan terhadap laju penurunan kadar air, mutu viabilitas benih, dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Benih Pertanian Bantul dan Laboratorium Teknologi Benih Polbangtan Yogyakarta dari bulan Maret hingga Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu metode penjemuran terdiri dari tiga aras yaitu alas terpal (M1), sungkup (M2), lantai jemur (M3), dan ketebalan lapisan penjemuran yang terdiri dari tiga aras, yaitu 3 cm (T1), 6 cm (T2), dan 9 cm (T3). Parameter pengujian yaitu kadar air dan lama penjemuran, suhu dan kelembapan, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, persentase pertumbuhan di lapangan, tinggi tanaman, jumlah anakan, serta jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penjemuran berbeda nyata terhadap potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah.
Pemanfaatan Potensi PGPR Dari Akar Bambu Dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame (Glycin max (L.) Merrill) Frestika Wanantari; Bejo Suroso; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.8586

Abstract

Permasalahan yang timbul dari budidaya kedelai Edamame yaitu pengembangannya sangat padat modal dengan masukan yang tinggi baik pupuk, pestisida dan bahan lain-lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sangat tinggi dan produk yang dihasilkan dimungkinkan mengandung residu kimia yang tinggi. Selain itu, produksi yang kurang maksimal serta kesuburan tanah yang kurang membuat produksi hasil edamame rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PGPR, dosis pupuk kandang sapi, dan interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame (Glycin max (L.) Merrill). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor. Dua faktor tersebut yaitu konsentrasi PGPR (P) dalam 4 taraf, yaitu : P0 = 0 ml/lt, P1 = 40 ml/lt, P2 = 80 ml/lt, P3 = 120 ml/lt dan dosis pupuk kandang sapi (K) dalam 3 taraf, yaitu K0 = 0 gr/plot, K1 = 4000 gr/plot, K3 = 6000 gr/plot yang masing – masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame, dan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi pemberian PGPR dan dosis pemberian pupuk kandang sapi
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Hayati Dan Dosis Pupuk Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica Oleraceae) Setiyono Setiyono; Ahmad Faris Al Mubarok
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.6697

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae) merupakan salah satu tanaman dari famili kubis-kubisan. Kailan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Pada tahun 2018 produksi kailan mengalami penurunan mencapai 100 ribu ton. Penyebab turunnya produksi kailan seperti rendahnya kesuburan tanah dan tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk anorganik. Pemanfaatan pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam merupakan salah satu alternatif dalam budidaya tanaman kailan. Penelitian ini dilakukan secara faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor utama yaitu konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk kotoran ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat interaksi konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap variabel berat kering dengan kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk hayati 30 ml/liter air dan dosis pupuk kotoran ayam 300 kg/ha; (2) Konsentrasi pupuk hayati 30 ml/liter air berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman; (3) Dosis pupuk kotoran ayam dosis 300 kg/ha berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, volume akar dan berat segar tanaman.  

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue