cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
Mini Review of Breeding Program on Rubber Trees Edi Wiraguna; Ade Astri Muliasari; Widya Hasian Situmeang; Agief Julio Pratama; Muhammad Iqbal Nurulhaq; Restu Puji Mumpuni; Hidayati Fatchur Rochmah; Merry Gloria Meliala; Aidil Azhar
AGRITROP Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i1.9203

Abstract

Rubber trees are one of the main tree crops in Southeast Asia that provides latex as the primary source of tire production. However, commercial clones of rubber trees are attacked by pests such as root and foliage diseases and are exposed to abiotic stresses such as drought, which make the development of resistant rubber clones to biotic and abiotic stresses crucial. This mini review highlights the breeding program to develop resistant rubber tree crops through crossing and biotechnology, including in vitro culture and genetic transformation.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Formula Sulfur Silikat Terhadap Pertumbuhan, Hasil Dan Mutu Beras Ciherang Slameto Slameto
AGRITROP Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i1.8791

Abstract

Penambahan unsur hara sulfur pada dua sampai tiga dekade terakhir sangat penting diberikan untuk memperbaiki defisiensi unsur hara sulfur dan peningkatan hasil serta kualitas tanaman serta pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi yang rendah dapat disebabkan oleh ketersediaan silika yang rendah. Ketersediaan unsur hara silika pada tanah di Indonesia mengalami penurunan hingga 11-20%. Rendahnya kandungan silika tersedia dalam tanah diakibatkan bahan induk tanah, minimnya pengembalian bahan organik, dan banyak mengalami leaching. Peran sulfur sebagai penyusun asam amino esensial (sistein, metionin, dan sistin), peningkatan produksi klorofil, sintesis protein, dan berperan pada fungsi serta pembentuk struktur pada tumbuhan serta peran silika menjadikan tanaman tidak mudah rebah dan meningkatkan kesehatan tanaman secara umum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2021 di lahan terbuka perumahan jalan karimata nomor 5 Sumbersari, Jember serta untuk kegiatan analisis tanah. Variabel yang diamati yaitu kehijauan daun, jumlah anakan, jumlah malai per rumpun, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah kering panen per rumpun, bobot 100 bulir gabah, potensi hasil, Kandungan Sulfur Gabah Padi, Kandungan Silika Gabah Padi, Protein terlarut, Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan pada beras. Hasil penelitian menunjukan perlakuan 1250 ppm menunjukan hasil rata – rata terbaik pada pertumbuhan pada fase vegetatif dan generatif. Variabel panjang malai dan bobot 100 biji menunjukan adanya pengaruh signifikan pemberian pupuk formula sulfur silicate dibandingkan dengan kontro
Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Pada Berbagai Konsentrasi Nutrisi AB mix Secara Hidroponik Sistem Dutch Bucket Hariyono, Kacung; Prakasa, Rivaldi
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.22205

Abstract

Dalam teknologi hidroponik memiliki beberapa sistem seperti salah satunya sistem Dutch Bucket. Pemberian larutan AB mix pada tanaman selada akan mencukupi kebutuhan nutrisi yang lebih lengkap baik unsur makro maupun mikro. Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui : 1. Interaksi antara konsentrasi AB Mix dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, 2. Pengaruh konsentrasi AB Mix terhadap  pertumbuhan dan hasil tanaman selada, dan 3. Respon varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada.  Percobaan ini  dilakukan di Greenhouse di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yaitu Faktor Pertama adalah konsentrasi AB mix (500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm) dan Faktor kedua adalah varietas tanaman selada (Longifolia, Crispa, Capitata).  Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi AB Mix dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada tidak berbeda nyata. Varietas Selada romaine (V 1) menunjukkan hasil pertumbuhan terbaik dengan menghasilkan tinggi tanaman, bobot basah, bobot kering, dan kandungan klorofil tertinggi dibandingkan dua varietas lainnya (varietas keriting merah dan varietas butterhead). Sedangkan Konsentrasi nutrisi AB mix 1000 ppm (P2) menunjukkan hasil pertumbuhan tanaman selada terbaik dengan parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan kandungan klorofil tertinggi dibandingkan dua konsentrasi AB mix lainnya (500 ppm dan 1500 ppm).
Pengaruh Pemberian PGPR dan Fobio Terhadap Pertumbuhan Caisim (Brassica juncea L.) Laila, Nita Nur; Suryandika, Fadila; Wiyatiningsih, Sri; Boleng, Maya Stolastika
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.18800

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan sayuran subtropis, namun memiliki daya adaptasi yang baik terhadap iklim tropis. Untuk meningkatkan hasil produksi diperlukan pupuk hayati yang mampu menyediakan unsur hara didalam tanah, salah satunya diperlukan adanya PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian PGPR dan Fobio pada budidaya  caisim, serta mengetahui pengaruh kedua PGPR tersebut. Penelitian menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah kontrol dengan tidak diberikan apapun pada media tanam. Faktor kedua adalah pemberian PGPR pada media tanam yang diaplikasikan dengan jarak 3 hari dalam satu minggu. Faktor ketiga adalah pemberian Biopestisida Fobio pada media tanam yang diaplikasikan dengan jarak 3 hari dalam satu minggu. Perlakuan yang diberikan yaitu menggunakan PGPR dan Biopestisida Fobio dengan konsentrasi yang diberikan masing-masing perlakuan sebanyak 10 ml/liter, yang diaplikasikan sebanyak 2 kali. Hasil yang didapatkan untuk tinggi tanaman pemberian Biopestisida Fobio memiliki nilai rata-rata tertinggi, sedangkan jumlah daun pemberian PGPR memiliki nilai rerata tertinggi.
Uji Viabilitas dan Kemampuan Fungi Pelarut Fosfor pada Media Pembawa Dedak Padi selama Masa Penyimpanan Tristiana Sukmadewi, Desak Ketut; Muliarta, I Nengah
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.20955

Abstract

Mutu pupuk hayati sangat ditentukan berdasarkan proses formulasi menggunakan bahan pembawa yang tepat dengan mikrob yang digunakan. Bahan pembawa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan salah satunya adalah dedak padi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi dedak padi sebagai bahan pembawa untuk menjaga viabilitas dan kemampuan fungi pelarut P selama masa penyimpanan. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari persiapan bahan pembawa dedak padi, uji viabilitas fungi pelarut P pada bahan pembawa dedak padi dan pengujian kemampuan mikrob pelarut P selama masa penyimpanan. Dedak padi memiliki kadar air sebesar 9,1%, kadar abu 15,76%, kadar serat kasar 13,69%, kadar lemak 4,54%, kadar protein 8,29%, kadar karbohidrat 48,62%, kandungan karbon organik (C) 36,85%, Nitrogen (N) 1,82 %, C/N 20,2. Dedak padi memiliki potensi untuk menjaga viabilitas dan kemampuan dari fungi pelarut P. Bahan pembawa dedak padi mampu menjaga viabilitas fungi pelarut sampai minggu ke-12 dengan jumlah populasi akhir fungi pada media PDA sebesar log 6,55 (3,6 x 106 CFU/g) dan populasi akhir  fungi pada media Pikovskaya sebesar log 6,54 (3,53 x 106 CFU/g). Kemampuan fungi dalam melarutkan P cenderung fluktuaktif pada minggu ke-3 (192,01 ppm) sampai dengan minggu ke-6 (123,247 ppm) dan cenderung stabil pada minggu ke-9 (173,04 ppm) sampai dengan minggu ke-12 (165,69 ppm).
Fortifikasi Media Tanam dengan Fermentasi Akar Bambu dan Kompos Kulit Kopi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Pakcoi (Brassica rapa L.) Kuswati, Kuswati; R Sa’diyah, Kusnul; Mudakir, Imam; Pujiastuti, Pujiastuti
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.21930

Abstract

Pakcoi (Brassica rapa L.) merupakan sayuran Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Sampai saat ini, hasil pakcoi belum mengimbangi permintaan pasar disebabkan rendahnya produktivitas lahan. Fortifikasi media tanam bahan organik diharapkan dapat menjadi alternatif solusi. Tujuan penelitian ini adalah investigasi efek kombinasi kompos kulit kopi dan POC fermentasi akar bambu terhadap pertumbuhan pakcoi. Pengamatan karakter morfologi meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering, berat basah dan berat layak konsumsi pakcoi dan dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil pengamatan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, menunjukkan hasil yang tidak signifikan diantara kedua faktor. Namun, pada pengamatan berat kering, berat segar, dan berat layak konsumsi menunjukkan kedua faktor menunjukkan interaksi yang signifikan. Kombinasi perlakuan terbaik adalah kompos kopi 50 g/tanaman dan fermentasi akar bambu dalam 6 mL/L air. Kedua faktor tersebut memperkaya tanah dengan menambahkan mineral esensial meliputi unsur makro N,P,K, dan C-Organik. Selanjutnya, fermentasi akar bambu terbukti memiliki bakteri PGPR yaitu Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. yang menstimulasi pertumbuhan tanaman. Hasil riset ini dapat menjadi salah satu rujukan dalam aplikasi pertanian berkelanjutan.
Evaluasi Karakter Kualitas Fisiologis Benih Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) pada Beberapa Kondisi Kapasitas Lapang Kadapi, Muhamad; Juniyanti, Dwinita Aulia; Nurmala, Tati
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.22170

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman pangan alternatif  fungsional karena mengandung protein, lemak dan kalsium yang lebih tinggi dibanding tanaman pangan padi dan jagung. Tanaman hanjeli diharapkan dapat dikembangkan ke daerah marginal, semisal daerah lahan kering dan beriklim kering. Namun usaha ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kultivar, kualitas benih, dan teknologi produksi tanaman. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakter fisiologi benih seperti daya tumbuh dan vigor benih hanjeli kultivar lokal Watani Wado pada beberapa taraf cekaman. Percobaan dilaksanakan di Rumah Plastik Bale Tatanen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Januari-April 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin 4x4 dengan empat perlakuan cekaman kekeringan menggunakan 4 taraf kapasitas lapang. Perlakuan itu terdiri dari (A) 100% KL, (B) 85% KL, (C) 65% KL, dan (D) 35% KL. Hasil analisis keragaman menggunakan uji F taraf 5% menunjukan terjadi perbedaan antar perlakuan pada semua karakter vigor benih. Adapun hasil uji lanjut menggunakan uji LSD taraf 5% pada penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman hanjeli masih mempunyai nilai daya tumbuh, indeks vigor, panjang akar, dan panjang tunas yang baik hingga tingkat cekaman kekeringan 65% KL. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa karakter fisiologis benih seperti daya tumbuh, indeks vigor serta panjang tunas dan akar bisa dijadikan acuan untuk mengetahui periode kritis hanjeli pada kondisi kekeringan.
Pengaruh Mikoriza dan Vermikompos terhadap Laju Pertumbuhan Nilam (Pogostemon cablin, Benth) pada Inceptisol Lastri, Lastri; Zuraida, Zuraida; Khalil, Munawar; Hayati, Erita; Fikrinda, Fikrinda
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.21983

Abstract

Produktivitas nilam (Pogostemon cablin Benth) sebagai salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dapat ditingkatkan dengan penggunaan pupuk hayati dan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh FMA dan pupuk organik terhadap kolonisasi FMA dan kadar hara tanaman nilam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor yang diuji dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah FMA (tanpa FMA, A. tuberculata dan Glomus sp), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk organik (0, 10, dan    20 t ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. tuberculata memberikan pengaruh lebih tinggi terhadap kolpnisasi FMA, Glomus sp.memberikan pengaruh lebih besar terhadap kadar nitrogen (N) dan fosfor (P). Kedua spesies FMA tersebut memberikan pengaruh yang sama terhadap kadar kalium (K) tanaman.  Peningkatan dosis pupuk organik menurunkan kolonisasi FMA namun meningkatkan kadar N, P, dan K tanaman.  Kedua spesies FMA tersebut memberikan respon negatif terhadap tingginya dosis pupuk organik dalam mempengaruhi kolonisasi FMA. Aplikasi pupuk organik mengurangi pengaruh A. tuberculata terhadap kadar K tanaman, namun sebaliknya dengan Glomus sp.  Hasil penelitian ini menunjukkan FMA dan pupuk organik,  tanaman baik sebagai aplikasi tunggal maupun ganda,  merupakan strategi untuk meningkatkan produktivitas tanaman nilam.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Pakcoi (Brassica rapa subsp. chinensis L.) dengan Aplikasi Pupuk Organik Bekas Maggot (Kasgot) Adiningrum, Laila; Kastono, Dody; Syafriani, Elly
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.22165

Abstract

Pakcoi (Brassica rapa subsp. chinensis (L.)) merupakan salah satu jenis sawi yang digemari oleh masyarakat sehingga bernilai ekonomi tinggi. Pemupukan diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan pakcoi sehingga diharapkan produktivitas pakcoi meningkat. Salah satu pupuk yang dapat digunakan yaitu pupuk bekas maggot atau kasgot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis pupuk kasgot dengan lima taraf yaitu M0= tanpa pupuk, M3= kasgot 10 ton/ha, M2= kasgot 20 ton/ha, M3= kasgot 30 ton/ha, dan M4= kasgot 40 ton/ha. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa pemberian pupuk kasgot berpengaruh terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang semu, bobot segar tajuk, luas daun, bobot segar akar, dan produktivitas. Dosis pupuk kasgot yang paling optimal untuk pertumbuhan pakcoi yaitu dosis 30 ton/ha 
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.) dengan Penambahan Surfaktan Dietanolamida Terhadap Mortalitas Hama Plutella xylostella pada Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensis L.) Sofyana, Siska Anggraini; Haryadi, Nanang Tri
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.23412

Abstract

Plutella xylostella merupakan hama utama yang menyerang tanaman sawi putih.  Serangan di lapangan dapat menimbulkan kerugian mencapai 50-100%. Penggunaan pestisida kimia secara intensif masih dilakukan oleh petani, sehingga dapat menyebabkan efek negatif bagi lingkungan dan manusia. Perlunya pengendalian yang ramah lingkungan salah satunya dengan menggunakan pestisida nabati. Penggunaan daun sirih hutan (Piper aduncum L.) sebagai pestisida nabati mampu menekan populasi P. xylostella di lapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan pestisida nabati sirih hutan (Piper aduncum L.) dalam menekan populasi P. xylostella pada tanaman sawi putih. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang terdiri dari: A= 0%, B= 2,5%, C= 3%, D= 3,5%, E= 4%, dan F= 4,5%. Setiap perlakuan konsentrasi sirih hutan diberikan senyawa surfaktan dietanolamida (DEA) sebesar 0,2%. Penelitian diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun sirih hutan dengan konsentrasi 4,5% ditambah surfaktan dietanolamida 0,2%  mampu menyebabkan mortalitas P. xylostella sebesar 67,5%. Hal tersebut disebabkan bahwa Piper anducum mengandung senyawa aktif piperimida yang berisfat racun yang menyerang pada sistem saraf dan dapat mengakibatkan knockdown serta kematian serangga dengan cepat. Nilai LC50 dari ekstrak daun sirih hutan dalam membunuh P. xylostella sebesar 2,85%. Nilai LT50 dalam waktu 9,8 hari yakni pada konsentrasi 3,5% mampu membunuh 50% P. xylostella. Aplikasi ekstrak daun sirih dengan konsentrasi konsentrasi 4% efektif dalam menekan mortalitas larva P. xylostella.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue