cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Analisis Trauma Masa Lalu Tokoh Sari dalam Novel “Wanita Bersampur Merah” Karya Intan Andaru: Kajian Psikologisastra Ika Nurdayana; Ekarini Saraswati
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3011

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan pertama, menguraikan trauma masalalu yang  dialami oleh tokoh Sari.  Kedua, mendeskripsikan  bentuk trauma yang dialami tokoh Sari. Ketiga, menganalisis bentuk penguatan yang terdapat dalam novel “Wanita bersampur Merah”. Untuk mengupas permasalahan  trauma yang dialami oleh tokoh Sari dalam novel “Wanita Bersampue Merah”   digunakan  pendekatan psikologisastra dengan konsep psikologi Behaviorisme Skinner . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Teknik yang digunakan  padaadalah teknik baca catat,serta  analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitik. Sumber data pada penelitian ini yaitu, novel “Wanita Bersampur Merah”  Hasil penelitian ini   ditemukan sub pembahasan pertama, ditemukan  dua faktor  yang melatarbelakngi trauma yang dialami oleh tokoh Sari yakni , (1) Pembunuhan , (2) Diskriminasi. Kedua  ditemukan bentuk trauma yang dialami oleh tokoh Sari yakni, (1) Ketakutan Pada Dunia Luar, (2) Kecemasan Tokoh Sari pada Bahaya yang ditemui  pada  masalalunya. Ketiga,  ditemukan du bentuk penguatan  yang  ada pada diri tokoh sari untuk memulihkan trauma masa kecilnya yakni, (1) Penguatan positif, (2) Penguatan Positif bersifat tetap.
STRUKTUR FORMULA DALAM SYAIR LAGU DOLANAN ANAK-ANAK DI KABUPATEN JOMBANG (Kajian Struktur Naratif Albert B. Lord) RIAN DAMARISWARA*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.77

Abstract

The lyries of Nursery Rymes in Jombang, Jember has its own typical characteristes compared to the other lyries of Nursery Rymes in other parts of Java. In Jombang, it has the natural laguage of Jombangan, that is the mixing of Mataraman dialect or Jogja/Solo and arek dialect or Surabaya.There has not been any study focused on the lyrics of Nursery Rymes in Java which was typically regional and case study based. The purpose of the study is to describe the stucture of the formula used in the lyrics of Jombang Nursery Rymes. The theory used is the narrative structure theory of Albert.B.Lord. The method of the study is qualitative. The nature of the study is using informant. The data is in the form of Jombang Nursery Rymes lyrics. The data colletion technig us applied are observation (participant observation) taping and recording, the resuets of the study show that (1) the formula of the lines comprised of the connection or interelationship based on the syntaxis on wordy, complete contruction and elypses, structure similarity, rymes, aliteration and subtitutions.(2) The formula of the lines comprises, the length of the lines, the patterns of the lines, the rymes of the lines.Key words: formula structure, nursery rymes.
ASPEK IDEOLOGI DALAM NOVEL: TINJAUAN WACANA KRITIS Hasan Suedi, Eka Nova Ali Wardani
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.827

Abstract

Pada novel Kemi 1 karya Adian Husaini berbeda dari novel-novel yang ada. Jika kebanyakan novel menceritakan perjuangan, penindasan, persahabatan, dan percintaan dalam novel kemi 1 membahas banyak tentang ideologi. Paham ideologi yang terdapat dalam novel Kemi 1 dibenturkan satu dengan yang lainnya. Pada penelitian ini, pendekatan  penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif, yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk, pertarungan, dan eksploitasi ideologi terhadap pandangan Islam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak sembilan bentuk ideologi dalam novel Kemi 1. Kesembilan ideologi tersebut adalah (a) pluralisme, (b) gender, (c) agama sebagai produk budaya, (d) liberalisme, (e) lesbian (f) perkawinan lintas agama, (g) netral agama, (h) netral agama, dan (i) eksklusif. Dari segi pertarungan ideologi terdapat dua pertarungan yaitu dalam bentuk perdebatan ideologi yang berupa pluralisme agama dan kesetaraan gender. Permasalahan eksploitasi ideologi terhadap pandangan islam yang terdapat dalam novel Kemi 1 ditemukan adanya enam faham atau ideologi. Keenam faham atau ideologi tersebut yaitu liberal, netral agama, pluralisme, kebenaran objektif, gender, dan budaya manusia.Kata Kunci: pluralisme, gender, liberalisme.
Media Internet dan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Rahayu Pujiastuti; Nurhayati Nurhayati
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.2773

Abstract

Peserta didik kelas X Jasa Boga 3 (X-JB3) SMK Negeri 6 Surabaya mengalami tiga permasalahan pada pembelajaran menyusun teks eksposisi, yaitu kesulitan (1) menemukan ide; (2) mengatur urutan peristiwa yang akan dikembangkan; (3) mengembangkan urutan peristiwa menjadi teks eksposisi. Dari 35 peserta didik, hanya 20 atau 57% yang dapat mencapai KBM 70. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik kelas X-JB 3 di SMK Negeri 6 Surabaya melalui media internet dan peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi dan evaluasi, serta (4) refleksi. Subjek penelitian 35 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan penilaian nontes. Penganalisisan data menggunakan persentase dan deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa media internet dan peta konsep dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik kelas X-JB 3 di SMK Negeri 6 Surabaya. Peningkatan proses pembelajaran terlihat dari aktivitas peserta didik 78,7% pada siklus 1 menjadi 89,8% pada siklus 2. Peningkatan hasil pembelajaran terlihat dari kemampuan menulis teks eksposisi 71,4% pada siklus 1 menjadi 88,2% pada siklus 2.
MENGGALI POTENSI INTELEKTUAL MAHASISWA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN AQUA: A QUESTION AND ANSWER Dardiri Dardiri*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.68

Abstract

The background of this research is that there was a tendency of passive behavior of the students during the process of teaching and learning. The students were only taking a little chances to be activity participate in the classroom. This leads to the tendency of having one-way communitation during teaching and learning process. Student were only receive information, taking notes and agreeing to the teacher’s explanation write out any interactive comunication. Learning strategy which is called AQUA is used as the alternative to solve the problem. The objectives of this research are (a) to describe the process of learning by using AQUA to explore the intelectual potential of the students, and (b) to describe the intelectual potential which was explored by using AQUA strategy. The subjects of the study are the students of Bahasa Indonesia in the Laguage and Literature Departement of Muhammadiyah University of Jember. The collection data technique is used are portofolio, observation, questionaire, and interview. The result of the research shows that the AQUA strategy is able to explore the intelectual potential of the students. It can be seen from the inprovement of intelectual potential through AQUA both individually and classically.Key words: passive behavior , intellectual potention, question-answer.
KOMUNIKASI FATIK PADA MASYARAKAT PENDALUNGAN DI KABUPATEN JEMBER Astri Widyaruli Anggraeni
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.825

Abstract

Beragamnya etnis yang terdapat di daerah Jember yang dikenal dengan istilah pendalungan ini membuat masyarakatnya harus dapat menjalin hubungan baik dengan lingkungan sosialnya. Untuk itu, mereka harus menggunakan tuturan yang mengandung fungsi fatik untuk mempertahankan kelangsungan hubungan sosial dalam keadaan yang baik dan menyenangkan. Selain itu, adanya konteks yang metarbelakangi peristiwa tutur tersebut turut membantu proses komunikasi antaretnis tersebut. Penemuan ini akan menjadi tambahan wacana dalam kegiatan berbahasa terutama pada masyarakat multilingual.Kata kunci: fatik, pendalungan, multilingual
BARAA NANGIS ISANTUK PAINGKO ARUNG: SUNTINGAN TEKS, TERJEMAHAN, STRUKTUR DAN GAYA BAHASA Yudita Susanti, Ursula Dwi Oktaviani
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1593

Abstract

Baraa Nangis merupakan salah satu sastra lisan suku Dayak Tamambaloh. Baraa NangisIsantuk Paingko Arungadalah cerita rakyat yang menceritakan kegigihan Isantuk Paingko Arung dalam mencari harta ke negeri Jawa. Penelitian Baraa Nangis bertujuan untuk menghimpun dan mendokumentasikan teks Baraa Nangis; menerjemahkan Baraa Nangis  agar dapat dipahami dan dinikmati masyarakat luas; mengkaji serta mendeskripsikan struktur Baraa Nangis menurut perspektif A. J.Greimas dan kajian gaya bahasa menurut Gorys Keraf. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, perkaman dan pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian, struktur aktansiansial dalam cerita Isantuk Paingko Arung meliputi keinginan kakek mejadikan cucunya terkenal (pengirim); Isantuk Paingko Arung dan rombongannya mencari harta ke negeri Jawa (objek); Isantuk Paingko Arung (subjek); kakek, orang tua, Roronga Sonaru, Burung Pikin Apalin, Landook, Ali-Ali Bua Basi, Tingang, Aniyana, Burung Kiung Balunus, Mando, Lotai Raja Cina, Sipang Batang Sintang, Koling, Saladang Ratu Jawa (penolong); Timbul Laut, Ratu Dadari, Raja Kodali Melayu (penentang); dan orang tua, baro, pekerja lainnya (penerima). Struktur fungsional meliputi: mimpi Isantuk Paingko Arung (situasi awal); Isantuk Paingko Arung menikahi Roronga Sonaru dan harta habis (Transformasi tahap uji kecakapan); Isantuk Paingko Arung beserta rombongannya mencari harta ke negeri Jawa (transformasi tahap utama); Isantuk Paingko Arung mengumpulkan banyak harta dari Raja Kodali Melayu (Tranformasi tahap kegemilangan); dan Isantuk Paingko Arung mampu mengganti harta milik orang tuanya dan hidup bahagia (situasi akhir). Kesimpulan dari fungsi aktansial dan fungsional dari cerita Isantuk Paingko Arung  yaitu rasa ingin terkenal - menjalankan titah - harta habis - mencari dan menemukan - harta terganti - hidup bahagia.Gaya bahasa dalam penelitian ini yaitu jujur, sopan-santun dan menarik. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat mengandung gaya bahasa repetisidan eponim.Kata kunci: cerita rakyat, gaya bahasa, strukturalisme A.J. Greimas
Kata Arkais pada Hikayat Hang Tuah I dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kelas X Reni Wulandari; Arief Rijadi; Anita Widjajanti
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.2445

Abstract

Hikayat merupakan karya sastra lama yang berbentuk prosa dan didalamnya mengisahkan tentang kehidupan dari keluarga istana, kaum bangsawan atau orang-orang ternama dengan segala kehebatan dan kepahlawanannya. Hikayat Hang Tuah I merupakan sebuah karya sastra melayu. Kata-kata yang terdapat dalam hikayat mengandung unsur arkais. Kata adalah satuan terkecil yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna. Arkais merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu atau berciri kuno dan sudah tidak lazim lagi dipakai. Kata arkais adalah kata- kata yang lazim digunakan pada masa lampau yang memiliki makna atau bentuk sesuai dengan konteks pada saat itu dan sudah jarang atau tidak pernah digunakan pada masa sekarang. Penelitian ini mengkaji kategori kata arkais pada hikayat Hang Tuah I, padanan kata arkais dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis saat ini, dan pemanfaatan hasil penelitian kata arkais pada hikayat Hang Tuah I sebagai alternatif materi pembelajaran pada siswa SMA kelas X. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hikayat Hang Tuah I karya Bot Genoot Schap terbitan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional dan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA Kurikulum 2013 revisi 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata arkais yang terdapat dalam hikayat Hang Tuah I karya Bot Genoot Schap terbitan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional dan Kompetensi Dasar 3.8 membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat (hikayat) dan cerpen. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kategori kata arkais dan padanan kata arkais dalam penggunaan Bahasa Indonesia tulis saat ini. Kategori kata arkais meliputi verba, adjektiva, nomina, pronomina dan adverbia. Tidak seluruh kategori kata terpenuhi dalam data. 
Kohesi pada Teks Biografi Siswa SMK Kelas XI Campin Veddayana; Fenny Anita; Ricky Setya Prayoga
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kohesi dalam teks biografi karya siswa kelas XI SMK Negeri di Malang. Data penelitian diperoleh dari teks biografi yang disusun oleh siswa kelas XI SMK. Data penelitian tersebut diinterpretasi dengan melalui tahapan reduksi, kodifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa peranti kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal digunakan dalam teks biografi siswa kelas XI SMK. Penggunaan penanda konjungsi sebagai peranti kohesi gramatikal dan reiterasi yang merupakan peranti kohesi leksikal mendominasi teks biografi siswa.
KETERBACAAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2016 DENGAN FORMULA FRY Idhoofiyatul Fatin
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterbacaan buku teks Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 dengan menggunakan formula Fry. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan berjenis penelitian pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah baca catat. Di dalam buku tersebut terdapat 45 teks utama. Teks tersebut terdiri atas 31 teks sastra dan 15 teks non-sastra. Teks yang dihitung keterbacaannya adalah 11 teks sastra dan 15 teks non-sastra sebab 18 teks sastra tersebut berbentuk puisi dan sebuah teks sastra lainnya berbentuk drama percakapan pendek, sehingga tidak bisa dihitung dengan menggunakan formula fry. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tingkat keterbacaan Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 rendah jika dihitung dengan menggunakan formula fry. Pada teks sastra, terdapat 8 teks yang termasuk dalam kategori tingkat keterbacaan di bawah kelas X dan 3 teks yang termasuk dalam kategori invalid.  Pada teks nonsastra, terdapat 7 teks yang termasuk dalam kategori tingkat keterbacaan di bawah kelas X, 5 teks yang sesuai untuk kelas X, 2 teks yang termasuk kategori tingkat keterbacaan di atas kelas X, dan 1 teks invalid. Dengan mengetahui hasil tersebut, diharapkan agar guru dapat menyelaraskan teks tersebut dengan daya baca siswa.Kata Kunci: kurikulum 2013, buku teks edisi revisi 2016, kelas x, keterbacaan, formula fry