cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Dimensi Kearifan Lokal dalam Novel Laskar Pelangi Hasan Suaedi
Belajar Bahasa Vol 6, No 2 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i2.4953

Abstract

Kearifan lokal sering kali diartikan sebagai sebuah warisan budaya. Kearifan lokal dapat terbentuk melalui interaksi antar individu dalam suatu masyarakat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Kearifan lokal secara teoritis mengandung tiga dimensi utama, yaitu pengetahuan, nilai, dan kepemimpinan. Ketiga dimensi tersebut sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Pewarisan kearifan lokal dalam novel Laskar Pelangi disosialisasikan melalui orangtua dan tokoh masyarakat. Oleh karena itu, proses sosialisasi kearifan lokal disampaikan melalui kekuasaan yang berbeda antara generasi muda, orang tua, dan tokoh masyarakat. Guna mengungkapkan dimensi kearifan lokal yang disosialisasikan oleh individu yang memiliki kuasa, maka peneliti menggunakan teori wacana kritis. Teori wacana kritis memnadang sebuah teks (novel) bagian dari interaksi sosial dan kebudayaan. Oleh karena itu, pengarang dalam menulis novel menginterpretasi pristiwa sosial ke dalam novelnya.Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan berupa kajian teks. Kajian teks dalam penelitian ini menggunakan model analisis data Fairlough. Luaran dalam penelitian ini adalah berupa laporan penelitian, eksplorisasi kearifan lokal, sebagai bahan pembelajaran bahasa dan sastra terutama untuk membentuk karekter peserta didik melalui budaya kearifan lokal. Kemudian penelitian ini ditargetkan dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi. Jurnal terakreditasi yang menjadi target adalah Belajar Bahasa.Dimensi kearifan lokal dalam novel Laskar Pelang diungkapkan dengan tiga dimensi. Ketiga dimensi tersebut adalah (a) dimensi pengetahuan lokal yang terdiri dari cerdas cermat sebagai media untuk meningkatkan harkat dan martabat sekolah dan pengetahuan tentang guru linguasalnya, (b) dimensi nilai lokal yang dipercaya oleh masyarakat terdiri dari nilai lokal Islam dan nilai semangat dalam menempuh pendidikan formal, (c) dimensi mekanisme pengambilan keputusan lokal yang dijalankan oleh masyarakat terdiri dari kepala sekolah sebagai pengamil keputusan dan orang pintar sebagai pengambil solusi.
Mekanisme Pertahanan Diri dalam Novel “Gadis Pantai” Karya Pramoedya Ananta Toer Nur Farida; Ekarini Saraswati
Belajar Bahasa Vol 6, No 2 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i2.4367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk mekanisme pertahanan diri dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Pemilihan novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer pada penelitian ini sangat penting untuk dilakukan karena: (1) novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer banyak mengandung nilai-nilai manusia yang layak ditelaah lebih dalam; (2) di dalam novel Gadis Pantai terdapat beberapa kejiwaan yang dialami oleh tokoh; (3) novel ini menggambarkan realitas kehidupan masyarakat pesisir pada masa feodalisme jawa yang mengandung banyak konflik dan masalah. Sumber penelitian adalah novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Data penelitian ini berupa teks, kalimat, kata-kata, dan wacana yang memperlihatkan permasalahan mengenai mekanisme pertahanan diri yang dialami oleh tokoh dalam novel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak catat. Teknik analisis data menggunakan penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer  yaitu menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Bendoro, Si Mbok, Agus, dan Mardinah. Mekanisme pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh tersebut memiliki delapan bentuk yaitu; represi, pembentukan reaksi, proyeksi, penempatan yang keliru, rasionalisasi, sublimasi, kompesensi, dan regresi. Hal ini, digunakan untuk mempertahankan dirinya dalam menghadapi masalah yang dialami.
Kesalahan Kalimat Bahasa Indonesia dalam Skripsi Mahasiswa Syamsul Ghufron; Suharmono Kasiyun; Muhammad Thamrin Hidayat
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3067

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan-kesalahan kalimat bahasa Indonesia yang terdapat dalam skripsi mahasiswa PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah tiga skripsi mahasiswa PGSD Unusa yang diujikan tahun 2019. Data penelitian adalah semua kalimat pada bagian latar belakang dalam ketiga skripsi tersebut. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat menggunakan instrumen berupa lembar korpus data. Penganalisisan datanya juga dilakukan secara kualitatif dengan langkah-langkah berikut: membaca dengan cermat data kalimat demi kalimat pada lembar korpus data, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kalimat berdasarkan kesalahannya, dan merumuskan simpulan terkait dengan kesalahan kalimat dalam skripsi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam skripsi mahasiswa terdapat 44% kalimat yang menyimpang dari kaidah penyusunan kalimat. Dalam penelitian ini ditemukan lima macam kalimat yang salah berdasarkan penyebabnya yakni (1) kalimat tidak gramatikal, (2) kalimat tidak padu, (3) kalimat tidak hemat, (4) kalimat tidak logis, dan (5) kalimat tidak cermat.  Dari kelima jenis kesalahan kalimat tersebut, yang paling banyak adalah kalimat tidak gramatikal yang mencapai 51% dan kalimat tidak cermat yang berjumlah 27%.
Register Istilah dalam Bidang Pemasaran Rofiatul Hima
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.648

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memetakan penggunaan istilah bahasa Indonesia dengan bahasa asing melalui perspektif sosiolinguistik. Istilah asing dalam bahasa Inggris sering digunakan dalam pemasaran suatu produk yang berupa produk makanan, barang, dan property. Penggunaan istilah asing tersebut mampu menunjukkan pretise atau tingkat social penggunannya. Manfaat yang lain adalah mampu meningkatkan nilai jual produk tertentu jika dibandingkan dengan produk yang menggunakan bahasa local (bahasa Indonesia). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini adalah studi observasi dan dokumentasi berupa brosur/pamphlet penjualan produk yang menggunakan istilah bahasa inggris. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istilah asing yang digunakan dalam bidang pemasaran produk memiliki perubahan makna karena bidang pemakaian dan memiliki fungsi register bahasa untuk tujuan khusus yaitu mencapai keuntungan besarKata kunci : register, istilah bahasa Inggris, istilah bahasa Indonesia, bidang pemasaran
HASRAT KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MEMBURU MATAHARI KARYA NADJIB KARTAPATI Z Muhsyanur Muhsyanur
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis hasrat kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel Memburu Matahari karya Nadjib Kartapati Z. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori skizoanalisis Deleuze dan Guattari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualiatatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Adapun pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan kepustakaan. Data penelitian ini diperoleh dari novel berupa kata, frasa, kalimat, atau penyataan yang berkaitan dengan fokus penelitian, yaitu tentang jenis hasrat kepribadian dari tokoh utama dalam cerita tersebut. Dari data yang diperoleh, kemudian dideskripsikan menurut jenis-jenis hasrat kepribadian yang ditemukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasrat kepribadian tokoh utama dalam novel Memburu Matahari karya Nadjib Kartapati Z adalah bahwa tokoh utama tersebut adalah seorang yang paranoid dan skizofrenik. Hasrat paranoid terbentuk dari status, tradisi, kepercayaan, keyakinan, nilai, dan ikatan darah (filiasi). Hasrat skizofrenik ditemukan ada dua yaitu tingkat individu dan makro. Penelitian menunjukkan bahwa kedua hasrat tersebut merupakan bagian dari skizoanalisis.Kata-kata Kunci: hasrat kepribadian, paranoid, skizofrenik, skizo analisis
ABREVIASI PADA BERITA DALAM SURAT KABAR JAWA POS Muhammad Said Adnan
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2560

Abstract

Di dalam sebuah media masa termasuk surat kabar, banyak ditemui ada nya bentuk abreviasi; namun masih banyak orang yang tidak memahami baik dari segi bentuk maupun proses pembentukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses pembentukan istilah abreviasi yang terdapat di surat kabar Jawa Pos terbitan 20 Oktober 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa istilah abreviasi yang meliputi singkatan, akronim, penggalan, kontraksi dan lambang huruf. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari surat kabar Jawa Pos terbitan20 Oktober 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri selaku instrumen utama. Metode dan teknik analisis data yaitu dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Selanjutnya, teknik keabsahan temuan peneliti menggunakan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti adalah terdapat istilah abreviasi dalam surat kabar Jawa Pos terbitan terbitan 20 Oktober 2018 antara lain yaitu singkatan, akronim, penggalan, kontraksi dan lambang huruf. Singkatan sering kali kita jumpai khususnya saat membaca surat kabar.  
Teknik Pelukisan Analitik dan Dramatik pada Tokoh Utama dalam Novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy Novia Isfa Devi
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.4157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelukisan tokoh yang digunakan penulis untuk menggambarkan watak tokoh dengan teknik analitik dan dramatik pada Novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy.  Pelukisan tokoh merupakan cara yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan penggambaran watak tokoh. Penggambaran tokoh disampaikan dengan teknik analitik yakni teknik penggambaran tokoh secara langsung oleh penulis dan teknik dramatik yakni teknik penggambaran tokoh secara tidak langsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks yang memuat penokohan dengan teknik analitik dan dramatik pada novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Sumber data pada penelitian ini adalah Novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Republika Penerbit pada tahun 2019 dengan 266 halaman. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah teknik telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah pada Novel Kembara Rindu penulis menggunakan dua teknik dalam menggambarkan watak tokoh yakni dengan teknik analitik dan teknik dramatik. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa dalam novel Kembara Rindu penulis dominan menggunakan teknik dramatik untuk menggambarkan watak tokoh utama yakni Ridho. Maka, berdasarkan temuan ini menunjukkan bahwa penulis tidak intens menggunakan teknik analitik agar pembaca merasa penasaran dan bertanya-tanya dalam interpretasinya terhadap watak tokoh dalam novel. Teknik analitik yang menggambarkan watak tokoh oleh pengarang secara langsung, menunjukkan watak Ridho yakni ramah, selanjutnya teknik dramatik menunjukkan bahwa tokoh Ridho merupakan orang yang patuh, dapat diandalkan, dapat dipercaya, ramah, sopan, penurut, beretika, bijaksana, cekatan, tegas, pantang menyerah, dan pekerja keras dengan menggambarkannya melalui perilaku tokoh, ucapan tokoh kepada orang lain, ucapan orang lain kepada tokoh, dan cara berpikir tokoh.
PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM ACARA “SENTILAN SENTILUN” DI METRO TV Windy Estiningrum
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.398

Abstract

Setiap percakapan membutuhkan prinsip kerja sama agar lawan bicara memahami apa yang hendak dikomunikasikan, namun terkadang pelanggaran prinsip kerja sama sengaja dilakukan untuk mengkritik atau membuat lucu. Seperti dalam penelitian ini, yang akan membahas tentang penyimpangan prinsip kerja sama dalam acara Sentilan Sentilun di METRO TV. Acara Sentilan Sentilun dipilih karena membawakan lawakan politik. Semua yang diceritakan atau dialog yang ada di dalamnya menyindir carut marut dunia politik Indonesia. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah penyimpangan prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan yang terjadi dalam acara Sentilan Sentilun. Data yang diperoleh peneliti yaitu berupa tindak tutur yang melanggar prinsip kerja samadalam percakapan yang berlangsung antara Sentilan, Sentilun, dan sejumlah bintang tamu yang dihadirkan dalam acara Sentilan Sentilun. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyediaan data menggunakan metode simak dan tahap penyajian datanya menggunakan metode penyajian data informal. Dari hasil penelitian, bahwa dalam acara Sentilan Sentilun terdapat penyimpangan maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan.Penyimpangan prinsip kerja samadigunakan untuk menimbulkan efek lucu dan sarana kritik sosial.Kata Kunci: penyimpangan, prinsip kerjasama, Sentilan Sentilun
KONSEP KURIKULUM REKONSTRUKSI SOSIAL DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN DI ERA MODERN Syahrul Mubaroq
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1112

Abstract

Kurikulum rekonstruksionis sosial merupakansebuah gagasan untuk menggunakan sekolah sebagai institusi perubahan dan pengajaran positif seperti membangun masyarakat yang lebih baik. Paulo Freire menerapkan rekonstruksi sosial dengan konsep “Cultural Action for conscientization”. Conscientization merupakan proses dimana seseorang bukan sebagai penerima tetapi sebagai pembelajar aktif, Keberhasilan di sekolah berhubungan erat dengan khayalak masyarakat, orang tua, perhatian masyarakat, organisasi, pebelajar, dan kelompok lainnya harus terlibat dalam pembelajaran. Shane menggunakan perencanaan masa yang akan datang (Futurologist) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Beliau menekankan peranan individu dalam menemukan peranan masa depanya sendiri, mereka tidak dapat melepaskan diri dari perkembangannya akan tetapi harus menyesuaikannya. Shane menyarankan para pengembang kurikulum agar mempelajari tren perkembangan. Tren utama pada era modern ini adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat, serta kecenderungan lain seperti perkembangan ekonomi , politik, sosial, dan budaya.Kata Kunci: kurikulum, social, tren.
EFEKTIVITAS PEMODELAN DAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Rahayu Pujiastuti; Luluk Isani Kulup
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1871

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) penerapan pemodelan dan pembelajaran berbasis projek pada mata kuliah Perencanaan PBSI untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa menyusun RPP, (2) peningkatan hasil belajar mahasiswa untuk menyusun RPP setelah menggunakan pemodelan dan pembelajaran berbasis projek, dan                     (3) respon mahasiswa setelah menggunakan pemodelan dan pembelajaran berbasis projek untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa menyusun RPP. Subjek penelitian ini adalah dosen pada mata kuliah pada mata kuliah Perencanaan PBSI dan mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, dan angket. Untuk analisis data digunakan persentase dan deskripsi. Hasil penelitian memberi informasi tiga hal, yaitu (1) terjadi peningkatan penerapan pemodelan dan pembelajaran berbasis projek pada mata kuliah Perencanaan PBSI untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa menyusun RPP; tampak pada aktivitas dosen dan aktitas mahasiswa dari kriteria ‘baik’ pada menjadi ‘sangat baik’; (2) terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa untuk menyusun RPP setelah menggunakan pemodelan dan pembelajaran berbasis projek dari kriteria ‘cukup’ menjadi ‘baik’; (3) terjadi peningkatan respon mahasiswa setelah menggunakan pemodelan dan pembelajaran berbasis projek untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa menyusun RPP dari kriteria ‘cukup’ menjadi ‘baik’.