cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
Range Of Motion Exercise Increase Foot Sensitivity Of People With Diabetes Mellitus Type II: Range Of Motion Exercise Meningkatkan Sensitivitas Kaki Penderita Diabetes Mellitus Type II Binarti Dwi Wahyuningsih,S.Kep.Ns,M.Kes Binarti Dwi Wahyuningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.973

Abstract

Range Of Motion Exercise diabetik merupakan jenis senam Latihan ROM ankle merupakan gerakan yang meliputi 2 gerakan yaitu dorsofleksi dan plantarfleksi yang mengakibatkan peningkatan kekuatan otot betis dan meningkatkan pompa otot betis sehingga memfasilitasi venous return yang berdampak positif dalam memfasilitasi difusi oksigen dan nutrisi (Rusandi, 2014).. Metode Pengabdian Masyarakat dengan Populasi  penderita  Diabetes mellitus Tipe 2 dusun Pajaran desa Peterongan Kecamatan Peterongan Kab Jombang , Sampling yang digunakan yaitu  Total Sampling, Jumlah Responden ada 36 responden. Pelaksaaan Pengabmas dengan memberikan modul dan Senam bersama Range of Motion  untuk  melancarkan Ektremitas Bawah, setelah itu diukur Sensivitas kaki perifer penderita diabetes tipe 2 dengan menggunakan  Monofilamen 10 gram .Dari Hasil yang didapat dari 36 responden, yang sensivitas kakinya normal ada 28 responden, Penurunan Sensivitas ada 6 responden dan tidak ada Sensivitas ada 2 Responden. Senam Range of Motion merupakan jenis terapi untuk penderita diabetes militus tipe 2, senam ini kaki penderita diaebetes mellitus tipe 2 menjadi lebih lancar peredaran darah, dan kelenturan sistem saraf dan aliran darah. Aktivitas fisik mampu meningkatkan sesivitas kaki.
Community Empowerment Program: “Kebas” (Activity Free To Defecate Indiscriminately) Toward Open Defecation Free Village: Program Pemberdayaan Masyarakat Kebas (Kegiatan Bebas Bab Sembarangan) Menuju Desa ODF (Open Defecation Free) Luluk Jnauarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.991

Abstract

Capaian  Pemerintah  berupa  Open defecation Free di  harapkan  bisa  tercapai,  yaitu  100%  terjaminnya  air  bersih  bagi masyarakat,  0%  untuk  pemukiman  kumuh  dan  100%  terjaminnya  sanitasi  masyarakat.  Di  harapkan  semua steakholder  dapat  bekerja  sama  dalam  menuju  akses  yang  sudah  di  canangkan  oleh  Pemerintah.  Untuk  masalah  akses terhadap  sanitasi,  khususnya  akses  masyarakat  terhadap  penggunaan  jamban, belum  menunjukkan  tanda-tanda  kemajuan  yang  signifikan  ,  padahal  sanitasi  merupakan  salah  satu  unsur  penting  bagi  peningkatan kesehatan  masyarakat  yang  pada  akhirnya  berujung  pada  peningkatan  kesejahteraan  masyarakat  pula. Desa Banyior merupakan salah satu desa dari Kecamatan Sepuluh Kabupaten Bangkalan  terletak 38 Km dari Kota Bangkalan, yang belum memiliki kemampuan ekonomi yang cukup baik dibandingkan desa-desa lain di wilayah Kabupaten Bangkalan. Hasil wawancara  warga,  beberapa  warga  masih  ada  yang  menggunakan  alur  sungai  sebagai  tempat  BAB  atau beraktifitas mandi dan mencuci di sungai karena warga masih beranggapan membangun jamban memerlukan biaya  yang  mahal. Tujuan pengabdian masyarakat ini Mewujudkan Desa ODF (Open Defecation Free) dengan program KeBaS (Kegiatan Bebas BAB Sembarangan) untuk mewujudkan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Metode yang digunakan sosialisasi penyuluhan diare & PHBS kepada masyarakat, pembentukan kader JULIET kesehatan jamban sehat, pelatihan pembuatan jamban sehat ,pemicuan, agen of change ROMEO, go toilet( gotong royong membangun toilet), pelatihan pembuatan filter air, evaluasi program kebas bersama tim masyarakat desa Banyior, pendistribusian air bersih pada masyarakat, deklarasi ODF. Kegiatan  ini  berhasil  dilaksanakan  dengan  meningkatnya  pengetahuan  masyarakat mengenai pembuatan septik tank yang sehat serta  murah sehingga tidak lagi membuang kotoran langsung ke sungai
Empowering Of Youth Health Community Volunteers Through A Course And Assistance Of Integrated Community Service Program: Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja Melalui Program Pelatihan Dan Pendampingan Posyandu Remaja GITA KOSTANIA; Rita Yulifah; Suprapti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1023

Abstract

Pendahuluan: Periode remaja merupakan titik awal siklus kehidupan manusia dalam mempersiapkan proses reproduksi yang sehat. Mempersiapkan kesehatan reproduksi remaja dari aspek fisik, mental, dan sosialnya perlu bimbingan dan informasi yang tepat. Untuk itu, keberadaan Posyandu remaja sangat diperlukan. Guna keberlangsungan program melalui pemberdayaan masyarakat, maka perlunya keterlibatan kader kesehatan remaja. Hal ini dapat mendorong para remaja dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan dan membantu mereka dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan situasi tersebut, maka kami ikut berpartisipasi bersama masyarakat desa Petungsewu dan Puskesmas Dau, Malang untuk membentuk dan menyelenggarakan pelatihan kader kesehatan remaja, serta mengadakan Posyandu remaja di desa Petungsewu, Dau, Malang. Metodologi: Metode kegiatan ini adalah ceramah, simulasi dan praktek, dengan tahap: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dan Pembahasan: Pelatihan kader Posyandu Remaja diikuti oleh 10 orang kader remaja. Terjadi peningkatan nilai terendah dari 40 menjadi 60. Pada pencapaian nilai tertinggi juga mengalami peningkatan dari 70 menjadi 100. Kegiatan Posyandu Remaja diikuti oleh 25 orang remaja desa Petung Sewu. Kegiatan ini melibatkan 10 orang kader remaja yang telah dilatih. Pelaksanaan Posyandu Remaja dilaksanakan menggunakan sistem 5 meja. Diketahui bahwa mayoritas peserta Posyandu Remaja adalah perempuan (88%), dengan umur mayoritas <20 tahun (56%). Sebagian besar remaja (80%) status gizi berdasarkan IMT kategori normal. Sebagian besar remaja (80%) mempunyai tekanan darah yang normal.
Implementation Of Kb Counseling On Kb Accepters In The Ngadiluwih And Ngancar Areas Of Kediri Regency: Pelaksanaan Konseling Kb Pada Akseptor Kb Di Wilayah Ngadiluwih Dan Ngancar Kabupaten Kediri RATNA FETI WULANDARI
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1025

Abstract

Peningkatan Angka Kematian Ibu disebabkan risiko 4 Terlalu (Terlalu muda melahirkan dibawah usia 21 tahun, Terlalu tua melahirkan diatas 35 tahun, terlalu dekat jarak kelahiran kurang dari 3 tahun dan terlalu banyak jumlah anak lebih dari 2). Ibu meninggal yang melahirkan berusia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun adalah 33% dari seluruh kematian ibu, sehingga apabila program KB dapat dilaksanakan dengan baik lagi, kemungkinan 33% kematian ibu dapat dicegah melalui pemakaian kontrasepsi. Konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Tujuan Pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan tentang macam-macam metode kontrasepsi, mengatasi masalah akseptor KB serta mampu meningkatkan cakupan pengguna akseptor KB di wilayah Ngadiluwih dan Ngancar Kabupaten Kediri. Media yang digunakan adalah ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah langkah SATU TUJU. Adapun materi yang disampaikan adalah Pengertian kontrasepsi, macam-macam metode kontrasepsi, efek samping, efektifitas, cara kerja dan kapan melakukan kunjungan pemeriksaan apabila ada masalah. Jumlah  WUS (Wanita Usia Subur) wilayah Ngadiluwih sebanyak 79 orang dan Wilayah Ngancar sebanyak 48 orang. Hasil Pelaksanaan pelayanan konseling KB oleh Bidan di wilayah Ngadiluwih sebagian besar kategori Baik sebanyak (66,7%). Pelaksanaan pelayanan konseling KB oleh Bidan di wilayah Ngancar sebagian besar kategori Baik sebanyak (54,43%). Jenis alat kontrasepsi yang digunakan kilen di wilayah Ngadiluwih sebagian besar implan sebanyak (66,67%). Jenis alat kontrasepsi yang digunakan kilen di wilayah Ngancar sebagian besar implan sebanyak (69,6%). Diharapkan pelaksanaan konseling memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dari Konseling sehingga Tujuan Konseling dapat terwujud dengan baik.
Maintaining A Healthy Living Spirit For Pregnant And Breastfeeding Mothers In The Covid-19 Pandemic: Mempertahankan Semangat Hidup Sehat Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui Di Masa Pandemi Covid-19 Dewi Andariya Ningsih; Yuda Muhara Sari; Urrotul Masiroh; Susiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1038

Abstract

Informasi tentang virus corona wajib diketahui oleh semua kalangan khususnya ibu hamil dan ibu menyusui karena sedang mempersiapan lahirnya penerus bangsa. Perlu dipahami, diantisipasi dan dicarikan solusi jika terpapar virus tersebut. Maka perlu dilakukan penyampaian informasi secara menyeluruh kepada sasaran. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan memberikan pengetahuan terkait virus corona yang berhubungan dengan kehamilan dan masa menyusui secara door to door ke 27 responden. Dimulai dari kontrak waktu lewat WA, ketika bertemu dilakukan cek suhu badan, mengisi lembar kuesioner, pmeberian informasi seputar virus covid-19, memberikan masker, handsanitazer, vitamin, mengisi kueisoner ulang dan tanya jawab. Semua responden antusias terlihat pada saat sesi tanya jawab. Dari hasil pengelompokan usia didapatkan usia 26-35 tahun mendominasi kegiatan ini sebanyak 19 orang (70%) dan peningkatan pengetahuan setelah diberikan konseling sebanyak 18 orang (67%). Adanya peningkatan pengetahuan tentang virus covid-19 sehingga pentingnya tindak lanjut kegiatan agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan kembali di waktu yang akan datang dengan peserta ibu hamil dan ibu menyusui yang berbeda sehingga terjadi interaksi dan pertukaran pengalaman antar para ibu hamil dengan tenaga Kesehatan.
Clean and Healthy Living Behavior Educatiom (PHBS) In Preventing Covid-19 In Jogoroto District Jombang Regency: Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dalam Pencegahan Covid-19 Di Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang Ratna Sari Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1066

Abstract

Melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) solusi terbaik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hasil survei demografi dan kesehatan Indonesia (2017) menunjukkan bahwa 93% masyarakat Indonesia sudah terbiasa melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sisanya masyarakat Indonesia mencuci tangan hanya menggunakan air dan deterjen pembersih, serta mencuci tangan dengan sabun tanpa menggunakan air. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki kebiasaan yang baik untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Hanya saja saat situasi pandemi ini terjadi intensitasnya di tingkatkan. Pada era pandemi ini perlu meningkatkan edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan mengajari anak-anak untuk menerapkan pola perilaku Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS di lingkungan Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Pada kegiatan ini didapatkan hasil pengetahuan anak-anak sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar berpengetahuan cukup 40% dan setelah diberikan penyuluhan mayoritas mempunyai pengetahuan baik (60%). Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut terus dan berkesinambungan di masyarakat, dan petugas kesehatan dapat melakukan penyuluhan disekolah-sekolah.
Health Education With A Peer Group Approach To Improve Attitudes Related To Adolescent Reproductive And Psychosocial Health: Pendidikan Kesehatan Metode Peer Group Dalam Upaya Peningkatan Sikap Terkait Kesehatan Reproduksi Dan Psikososial Remaja Septi Fitrah Ningtyas; Yudha Laga Hadi Kusuma; Dwi Helynarti Syurandhari; Atikah Fatmawati; Anndy Prastya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1070

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan keseluruhan keadaan pada kesehatan mental, kesehatan fisik dan pekerjaan sosial mengenai segala hal yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses, serta tidak adanya penyakit dan kecacatan. Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dalam perkembangannya semua remaja akan mengalami masa pubertas, yang mana merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju orang dewasa yang sesungguhnya. Di masa tersebut terdapat beberapa perubahan pada diri remaja baik secara fisik maupun kesehatan reproduksinya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan sikap terkait kesehatan reproduksi dan psikososial pada remaja dengan pendekatan peer group. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA). Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi dan psikososial, terlebih di masa pandemi COVID-19. Pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan psikososial remaja penting untuk dilakukan secara berkesinambungan agar terus dapat diingat dan diaplikasikan oleh remaja. Hal ini penting untuk tetap menjaga kualitas generasi penerus
Improving Knowledege In Asthma Self Manajemen Education: Peningkatan Pengetahuan Tentang Self Manajemen Pada Pasien Asthma Puteri Indah Dwipayanti; Edy Siswantoro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1076

Abstract

Asma atau yang lebih populer dengan sebutan sesak nafas telah dikenal luas dimasyarakat. Kekambuhan asma dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti lingkungan, makanan, udara dingin dan emosi. Self-management diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup agar penderita asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pengetahuan tentang self management kepada pasien asma  sebagai pencegahan kekambuhan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan  tentang self management untuk mencegah kekambuhan asma  sebanyak 50%..Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu adanya pelatihan pengetahuan dan keterampilan  pasien dalam pencegahan kekambuhan asma. Self-management akan mengurangi angka morbiditas asma pada orang dewasa. Hal ini memungkinkan pasien untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit asma secara umum dan pola penyakit asma sendiri, meningkatkan keterampilan dalam penanganan asma dan meningkatkan kepatuhan serta penanganan mandiri
The The Implementation Of Galasema Application (Movement Of Healthy And Independent Elderly) To Elderly Independence: Implementasi Aplikasi Galasema (Gerakan Lansia Sehat Dan Mandiri Terhadap Kemandirian Lansia) Terhadap Kemandirian Lansia I'in Noviana; Pepin Nahariani; Shanti Rosmaharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1079

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang telah memasuki tahapan akhir fase kehidupan. Kelompok yang dikategorikan lansia akan mengalami proses yang disebut Aging Process. Salah satu strategi penatalaksanaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia adalah aplikasi GALASEMA (Gerakan Lansia Sehat dan Mandiri). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan terdiri dari Analisis dan Perancangan, Pendampingan dan Pelatihan, Implementasi dan Pengawasan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang pada tanggal 7 Maret 2022 yang diikuti oleh seluruh komponen dalam kegiatan posyandu lansia. Analisa dan perancangan sistem yang terdiri dari perancangan aplikasi GALASEMA. Dalam perancangan aplikasi ini adapun tahapannya meliputi analisis dari siklus pengembangan aplikasi mobile, pendefinisian dari setiap kebutuhan-kebutuhan aplikasi mobile, persiapan untuk merancang aplikasi, menggambarkan bagaimana suatu aplikasi dapat dibentuk berupa perencanaan, penggambaran, pembuatan pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Memberikan pelatihan dalam menggunakan aplikasi GALASEMA ke tenaga kesehatan, kader, lansia dan keluarga sebagai salah satu strategi dalam memonitor status kesehatan lansia secara holistik (bio-psiko-sosio-spiritual) selama masa pandemi covid-19. Pengimplementasian aplikasi GALASEMA untuk lansia ini sangat penting dilakukan agar lansia beserta pihak keluarga dapat mengantisipasi dan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan lebih sehat dan mandiri.
Production Of Nutritious Food for Toddlers in Coastal Areas as Fulfillment of Intake During the Covid-19 Pandemic: Produksi Makanan Bergizi Pada Balita Di Daerah Pesisir Sebagai Pemenuhan Asupan Dimasa Pandemi Covid-19 Agus Purnamasari; Doris Noviani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.1080

Abstract

Kota Tarakan yang memiliki lautan dan garis pantai yang cukup luas menjadikan pesisir pantai menjadi tempat pemukiman yang menjadi daerah padat penduduk. Kepadatan penduduk disuatu wilayah khususnya di daerah pesisir memiliki banyak masalah bahkan dimasa pandemi Covid-19, salah satunya adalah masih terdapatnya status gizi balita dalam keadaan stunting. Masalah ini sebenarnya dapat diatasi jika masyarakat mengikuti program kerja Puskesmas yaitu adanya kegiatan Posyandu di daerah-daerah, guna pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Balita. Tujuan dari kegiatan ini agar dapat menekan terjadinya masalah yang timbul, dalam hal ini adalah permasalahan status gizi balita. Pemantauan Status Gizi dapat dilakukan dengan deteksi dini penyimpangan pertumbuhan yakni dengan pengolahan makanan bergizi untuk pemantauan nutrisi dan pemantau Berat badan dan tinggi badan bayi dan balita. Deteksi dini masalah pertumbuhan dapat dilakukan secara mandiri oleh orang tua, khususnya ibu di rumah. Setelah mengetahui status gizi balita, ibu dapat memberikan nutrisi yang tepat untuk balitanya, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan yang mungkin terjadi.