cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
Family Empowerment In Postpartum Care: Pemberdayaan Keluarga Dalam Perawatan Nifas Elisa Ulfiana; Triana Sri Hardjanti; Mimi Ruspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1221

Abstract

Masa nifas adalah masa pulihnya kembali, mulai dari keluarnya plasenta sampai alat- alat produksi kembali seperti sebelum hamil. Lamanya nifas yaitu 6-8 minggu. Masa nifas dimulai sejak 1 jam setelah keluarnya plasenta sampai dengan 6 minggu. Perawatan diri pada masa nifas diperlukan karena pada masa nifas wanita akan banyak mengalami perubahan pada dirinya, baik fisik maupun psikologis. Kemandirian ibu nifas dalam merawat diri dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, budaya, kepercayaan, pengalaman ibu, usia ibu, dukungan, tingkat kelelahan dan kondisi fisik ibu. Kurangnya perawatan diri pada ibu nifas dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan selama masa nifas. Pemberdayaan Keluarga adalah intervensi keperawatan yang dirancang dengan tujuan untuk mengoptimalkan kemampuan keluarga, sehingga anggota keluarga memiliki kemampuan secara efektif merawat anggota keluarga dan mempertahankan kehidupan mereka. Kegiatan akan dilakukan dengan cara memberikan pelatihan kepada keluarga yang diharapkan setalah dilakukannya kegiatan ini dapat meningkatkan peran keluarga dalam perawatan masa nifas di Wilayah Kerja Kelurahan Pudak Payung Kota Semarang. Dari hasil post test setelah dilakukan pelatihan didapatkan hasil akhir dengan responden yang melakukan perawatan masa nifas yang baik meningkat menjadi 18 responden (58,1%) dan yang melakukan perawatan masa nifas yang kurang baik menurun menjadi 13 responden (41,9%)
Training And Assistance Of Baby Food Business In Ensuring Nutritional Quality Of Complementary Food Products In Malang City: Pelatihan Dan Pendampingan Usaha Baby Food Dalam Menjamin Kualitas Gizi Produk Mp-Asi Di Kota Malang Endang Sutjiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1233

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan beracuan dari angka permasalahan gizi balita di Kota Malang yang masih tinggi. Dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang tahun 2020, sebanyak 6.5% balita gizi kurang, 13% balita stunting, dan 3% balita kurus. Salah satu faktor penyebab adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang masih belum optimal. Diamati usaha baby food di Kota Malang mulai berkembang, sehingga kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill pelaku bisnis sebagai dasar pengembangan produk yang ditujukan kepada beberapa pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bekerjasama dengan 20 UMKM yang tersebar berdasarkan 6 kecamatan di Kota Malang. Kegiatan pengabdian ini mengusung konsep pelatihan dan pendampingan yang diadakan selama 3 hari dan 1 bulan untuk melihat perkembangan optimalisasi produk MP-ASI. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan pre dan post test menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 80% yang termasuk dalam kategori baik
Empowerment Of Family In Treating Odgj (Persons With Mental Disorders) At Home Through Psycoeducation And Assistance As An Effort Relapse Prevention: Pemberdayaan Keluarga Dalam Merawat Odgj (Orang Dengan Gangguan Jiwa) Di Rumah Melalui Psikoedukasi Dan Pendampingan Sebagai Upaya Relapse Prevention ROUDLOTUL JANNAH; TITIK SUMIATIN
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1236

Abstract

There is no health without mental health, sebagaimana definisi sehat yang dikemukakan oleh World Health Organization bahwa “health as a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity” (WHO, 2013). Neuropsikiatrik menyumbang 13% dari total Disability Adjusted Life Years (DALYs) yang hilang karena semua penyakit dan cedera di dunia diperkirakan akan meningkat hingga 15% pada tahun 2020 (WHO, 2001). Terjadi peningkatan prevalensi orang dengan gangguan jiwa dari 1,7 tiap 1000 rumah tangga di tahun 2013 Riskesdas, (2013) menjadi 7 tiap 1000 mil rumah tangga pada tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Penyebab utama disabilitas pada kelompok usia paling produktif (15-44 tahun) adalah gangguan jiwa. Stigma, penolakan, mengucilkan atapun diskriminasi sebagai bentuk dampak sosial, seringkali menimpa orang dengan gangguan jiwa. Hilangnya hari produktif untuk mencari nafkah bagi ODGJ maupun keluarga yang harus merawat, serta tingginya biaya perawatan yang harus ditanggung keluarga maupun masyarakat (Susanto, 2013). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengelola program pelayanan kesehatan jiwa, diketahui bahwa masih cukup tinggi angka kejadian kekambuhan yang disebabkan putus obat karena keluarga yang merawat sudah jenuh dan merasa tidak ada harapan untuk kesembuhan anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa, selain itu masih terdapat beberapa posyandu kesehatan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung yang masih kurang aktif dalam kegiatan pendampingan/kunjungan rumah. Melalui Pelaksanaan kegiatan  Pengabdian masyarakat Program Kemitraan  yang  diselenggarakan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Surabaya Prodi Keperawatan Tuban bekerjasama dengan Puskesmas dan Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sumurgung  telah membantu meningkatkan pemahaman keluarga tentang pencegahan kekambuhan dan perawatan keluarga dengan Gangguan Jiwa, keluarga juga mampu mengidentifikasi berbagai maslah yang selama ini dirasakan selama merawat keluarga dengan gangguan jiwa.
Empowerment Of Health Careers In Early Detection Of Coronary Heart Disease During Pandemic In Kedungringin Village, Kec. Beji Pasuruan District: Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner Pada Masa Pandemi Di Desa Kedungringin Kec. Beji Kabupaten Pasuruan moch bahrudin bahrudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1238

Abstract

Kader Kesehatan merupakan salah satu pilar kekuatan Kesehatan di tatanan Desa atau rukun warga, salah satunya adalah berperan sebagai relawan Kesehatan ditatanan paling bawah dalam hal ini tingkat rumah tangga, sehingga  kader kesetan menjaga Kesehatan diwilayahnya. Kader Kesehatan sebagai perawat di tingkat dasar diantaranya merawat ditatanan keluarga dengan masalah jantung koroner, Perbedaan sudut pandang kader kesehatan dalam pengelolahan jantung koroner perlu dilakukan intervensi agar tidak menimbulkan permasalahan yang sangat besar, diantaranya adalah gagal jantung, gagal ginjal bahkan kematian dalam situasi ini, posisi kader Kesehatan sangat menentukan perawatan penyakit jantung koroner. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan  kader Kesehatan dalam pengolahan penyakit jantung coroner di Desa kedungringin. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan game ringan. Hasil dari kegiatan ini adalah Sebagian besar peserta kegaiatan ini memahami tentang pengertian, kriteria, tanda dan gejala, pengobatan ringan dari jantung koroner. Ada 4 pertanyaan dari peserta diantaranya adalah pengolahan makanan sehat, pertolongan pertama bila jantung koroner dan cara minum obat jantung koroner. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat akan dapat  memenuhi kebutuhan keluarga adalah adanya standart yang sama untuk bisa digunakan ibu-ibu menentukan tindakan dalam pengolahan penyakit jantung koroner di rumah tangga, yang pada akhirnya menurunkan jumlah komplikasi
Empowerment Of Family The “Ngabdi Wong Tuwo” With Caregiver Training For Elderly Stroke Suffering In Jabung Village Plupuh Sragen: Pemberdayaan Keluarga “Ngabdi Wong Tuwo” Dengan Pelatihan Care Giver Pada Lansia Penderita Stroke Di Desa Jabung Plupuh Sragen Warti Ningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1277

Abstract

Latar belakang : hidup dengan menderita stroke pada lansia memberikan pengaruh terhadap kehidupan keluarga. Kondisi stroke pada lansia menambah beban ketergantungan lansia terhadap keluarga. Sebagai support sistem dalam merawat lansia dengan stroke dibutuhkan pengetahuan, ketrampilan yang memadai. Keluraga yang memiliki lansia dengan stroke 10 diantaranya tidak mengetahui cara merawat pasien stroke dari 23 lansia dengan stroke di Desa Jabung Plupuh Sragen.   Metode : studi ini dilakukan dengan metode deskriptif. Dilakukan intervensi berupa pelatihan caregiver yang sebelumya kita lakukan identifikasi pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, dimana pelatihan diikuti oleh 20 kader lansia dan 20 care giver lansia dengan stroke. Pendampingan keluarga dilakukan pada 13 keluarga yang merawat lansia dengan stroke selanjutnya kita evaluasi terkait dukungan keluarga sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil : pengetahuan kader lansia sebelum pelatihan 50 % cukup setelah dilakukan pelatihan sebagian besar baik 75 %. Pengetahuan care giver sebelum pelatihan sebagian besar kurang 70 % menjadi sebagian besar baik 65 % setelah dilakukan penelitian. Dukungan keluarga setelah dilakukan pada 13 keluarga sebelumnya pendampinag 53,8 % dukungan keluarga baik meningkat menjadi hampir seluruhnya 92,3% baik.  Kesimpulan : pelatihan dan pendampingan keluarga dalam merawat lansia yang stroke dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga sebagai care giver lansia yang mengalami stroke
Self-Care Behavior Of People With Hypertension During The Covid-19 Pandemic: Self-Care Behavior Of People With Hypertension During The Covid-19 Pandemic Heni Maryati; Fitri Nurmalisyah, S. Kep., Ns., M. Kep
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1285

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya, Data WHO tahun 2015 di prediksi pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang terkena hipertensi dan  9,4 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat hipertensi dan komplikasinya. Dimasa Pandemik Covid-19 ini  penderita hipertensi berada dalam kondisi sangat membahayakan jika terinfeksi Covid-19 sehinggga diperlukan kemampuan mengontrol tekanan darah dengan upaya pengendalian perilaku perawatan diri  (self care) hipertensi Metodologi : Metode pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan melalui sosialisasi “Perilaku self-care penderita hipertensi di masa pandemik Covid-19 pada penderita hipertensi di Dusun Kanigoro Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang sejumlah 19 orang. Hasil : Kegiatan dilaksanakan selama satu minggu mulai tahap koordinasi sampai evaluasi di rumah kader kesehatan dengan pengukuran tekanan darah ketika peserta datang selanjutnya diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku self care hipertensi dilanjutkan tanya jawab dan diskusi serta demonstrasi pembuatan minuman bunga teleng untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah. Peserta di berikan bunga teleng kering untuk dibuat di rumah setiap hari secara rutin. Diskusi/Pembahasan : Pengetahuan penderita hipertensi tentang perilaku self care mampu meningkatkan kualitas hidup terutama di masa pandemik Covid-19 dimana minimnya pengetahuan serta rendahnya disiplin masyarakat terkait wabah Covid-19 akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian penderita hipertensi
Health Education Of Hypertension Patients To Prevent Complications In The Work Area Of Tamalanrea Puskesmas: Health Edukasi Pasien Hipertensi Untuk Mencegah Komplikasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea sriwahyuni; sri darmawan; Junaidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1295

Abstract

Hipertensi adalah Tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik sama dengan atau di atas 90 mmHg. Prevalensi hipertensi yang paling tinggi pada perempuan 36,9 % dan pada pasien berusia 60 tahun ke atas. Data Dinas Kesehatan Kota Makassar menyatakan hipertensi merupakan urutan ke 2 dari 10 penyakit terbanyak. Prevalensi hipertensi di Kota makassar pada tahun 2016 mencapai 27,61% Penyakit degeneratif memiliki korelasi yang cukup kuat dengan bertambahnya proses penuaan usia seseorang, meski faktor keturunan cukup berperan besar. Ini terjadi karena perubahan pola atau gaya hidup, termasuk pola konsumsi makanan, disamping itu malnutrisi yang lama pada lansia akan mengakibatkan kelemahan otot dan kelelahan karena energi yang menurun Individu dengan penyakit hipertensi  disarankan untuk melaksanakan self-management sebagai salah satu managemen penyakit dalam kehidupan sehari – hari. Keberhasilan strategi untuk manajemen tekanan darah tergantung pada manajemen perawatan diri pasien, atau kemampuan dan kemauan pasien untuk mengubah dan mempertahankan perilaku tertentu, baik itu mengelola dirinya secara fisik dan non fisik untuk mencegah terjadinya komplikasi atau  faktor resiko hipertensi jika ada riwayat penyakit seperti gagal ginjal, diabetes mellitus, stroke dan penyait lainnya, sehingga perlu pendidikan khusus dalam penangan penyakit hipertensi agar tidak terjadi komplikasi
Strengthening Family Knowledge As A Stunting Prevention Effort In Upt Puskesmas Moncobalang Kab. Gowa: Penguatan Pengetahuan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di UPT Puskesmas Moncobalang Kab. Gowa Nour Sriyanah; Suradi Efendi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1297

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, sehingga melalui Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPM) pemerintah menargetkan pada tahun 2025 akan mengurangi 40% jumlah balita pendek. Stunting atau pendek didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada bayi (0- 11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek hal ini berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sehingga perlu menjadi perhatian sedini mungkin dengan cara peningkatan pengetahuan kepada masyarakat yang mempunyai balita dan ibu hamil. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 05 Januari 2022 Sebelum proses penyuluhan juga melakukan screening kepada masyarakat yang mempunyai balita stunting dengan cara melakukan pengukuran TB, BB dan wawancara oleh orang tua yang dilakukan secara tatap muka. hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa masyarakat dominan kurang pengetahuan tentang stunting dari hasil wawancara dengan beberapa ibu-ibu yang memiliki balita diketahui belum banyak terpapar mengenai stunting, sehingga beberapa dari mereka beranggapan bahwa anak lebih pendek dari usianya adalah faktor genetik. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan Ada pengaruh pemberian penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu balita yang dicurigai stunting dan Ibu hamil.diharapkan merumuskan program penanganan balita stunting misalnya pemberian tablet zink pada balita, menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan agar sekolah memberikan materi makanan sehat dan PHBS.
The Effect Of Health Education Clean And Healthy Living Behavior On Skabies Prevention Knowledge In Al-Basyariyah Islamic Boarding School, Bandung Regency Year 2022: Pengaruh Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Terhadap Pengetahuan Pencegahan Skabies Di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Kabupaten Bandung Tahun 2022 Seli Saumah; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1241

Abstract

Latar Belakang. Masalah skabies masih sering dianggap lumrah untuk dibicarakan, sehingga siswa memiliki pengetahuan kurang dalam mencegah terjadinya skabies. kebiasaan yang kurang baik disebabkan karena pengetahuan yang kurang sehingga kurangnya konsentrasi belajar diakibatkan oleh rasa gatal pada tubuhnya.Tujuan penelitian. Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pengetahuan pencegahan skabies di pondok pesantren al-basyariyah kabupaten bandung. Metode. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian Pre-post test control group design Populasi adalah siswa pondok pesantren kelas VII smp. Sampel diambil menggunakan simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Jumlah sampel 80 orang (40 responden kelompok intervensi dan 40 responden kelompok kontrol). Alat ukur menggunakan kuesioner pengetahuan. Data menggunakan uji Man whitney Hasil. Dari hasil penelitian diperoleh data pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan (p value=0,000) nilai signifikansi ?=0,05 yang artinya H0 ditolak. Ada perbedaan rerata pengaruh pendidikan kesehatan PHBS terhadap pengetahuan pencegahan skabies pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di pondok pesantren Al-Basyariyah Kabupaten Bandung. Simpulan. Melihat hasil penelitian ini bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan maka akan semakin baik juga tingkat kebersihan dalam menjaga kesehatannya termasuk dalam mencegah terjadinya skabies.
Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan Lanjut Usia Melalui “Kelas Kader Lansia”: Improvement Of The Community Health Worker (CHW) Competencies Through “Chw Class” Sugiharto; Alfa Yuliana Dewi; Muhammad Arifiyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1299

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia), maka beban sosial dan kesehatan pun meningkat akibat perubahan fisiologis dan psikologis yang dialami lansia. Masih banyaknya lansia yang tinggal di komunitas menuntut peran kader kesehatan lansia untuk dapat memberikan pelayanan dasar yang sesuai dengan standar.  Dalam hal ini, kompetensi kader memegang berperan sangat penting. Masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah para kader belum pernah mendapatkan pelatihan secara formal, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi lansia. Untuk mengatasi masalah tersebut, Program Kemitraan Masyarakat (PkM) ini mengacu pada strategi audit dari the Joanna Briggs Institute Practical Application of Clinical Evidence System (JBI PACES) dan Getting Research into Practice (GRiP). Tiga tahapan yang telah dilaksanakan pada PkM yaitu pada tahap persiapan berupa penyusunan kurikulum yang merupakan kombinasi antara kurikulum standar dari Departemen Kesehatan dan kearifan lokal hasil survei dengan kader. Tahap kedua yaitu pelaksanaan “Kelas Kader” yang dilaksanakan sebanyak sepuluh kali pertemuan. Dan tahap terakhir adalah evaluasi. Diperoleh hasil ada peningkatan yang signifikan sebanyak 90% pengetahuan dan keterampilan kader. Untuk instansi terkait diharapkan dapat secara kontinyu melakukan update pengetahuan dan keterampilan kader melalui pertemuan-pertemuan kader.