cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
Assistance School Program Sman 02 Batu: Through The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) In Health Promotion: Pendampingan Program Sekolah Penggerak Sman 02 Batu: Melalui Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Promosi Kesehatan Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Sri Hariyati; Hardianti; Muhammad Ridwan; Ade Nopy Ruthmitasai; Ingga Nursanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1301

Abstract

Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu “Pelajar dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem Pendidikan Indonesia?”. Pernyataan ini berkaitan dengan dua hal, yaitu kompetensi untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan untuk menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21.           Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, antiradikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada siswa dalam mempersiapkan dan melakukan promosi Kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusi yang dilaksanakan secara luring atau tatap muka. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah cuci tangan, oral hygiene, bullying, kesehatan reproduksi, serta penyusunan satuan acara penyuluhan (SAP). Kemudian, pada sesi kedua dilakukan penguatan informasi terkait materi yang telah diberikan. Hasil kegiatan ini adalah berupa peningkatan pengetahuan terkait materi cuci tangan, oral hygiene, bullying, kesehatan reproduksi, serta penyusunan satuan acara penyuluhan (SAP). Hasil menunjukkan untuk pretest dengn kategori kurang sebanyak 12,5%, cukup 16,7%, baik 70,8%. Pada posttest pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori kurang menurun menjadi 8,3%, cukup menurun menjadi 12,5%, dan baik meningkat menjadi 79,2%
Wound Healing Education In Increasing Adolescent Knowledge For Simple Wound Treatment: Edukasi Wound Healing Dalam Peningkatan Pengetahuan Remaja Untuk Penanganan Luka Sederhana Novita Surya Putri; Tria Anisa Firmanti; Atik Pramesti Wilujeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1306

Abstract

Cedera atau kecelakaan ringan dapat dialami siapa saja di lingkungan terdekat sekalipun, seperti di rumah, sekolah, dan tempat kerja. Dengan persiapan pertolongan pertama, luka kecil tersebut seharusnya dapat ditangani secepat dan seefektif mungkin. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang keliru dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Kasus-kasus ditemukan tidak selalu terkait dengan luka besar atau fatal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang pengetahuan perawatan luka sederhana m dengan metode Participatory Learning and Action (PLA) dan demontrasi. Pada pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa SMA NU Gombengsari sebanyak 77% memiliki pengetahuan baik terkait perawatan luka sederhana setelah diberikan Pendidikan Kesehatan “Edukasi Wound Healing Dalam Peningkatan Pengetahuan Remaja Untuk Penanganan Luka Sederhana”. Pendidikan kesehatan tentang perawatan luka sederhana harus sering diberikan kepada masyarakat awam untuk mencegah perawatan luka sederhana yang keliru.
Prevention Of Depress In Adolescents At Sma Negeri 104 Jakarta Timur: Pencegahan Depresi Pada Remaja Di Sma Negeri 104 Jakarta Timur Slametiningsih; Medya Aprilia Astuti; Nuraenah; Leola Dewiyani; Fonda Bertha Maulitha; Ninda Rahma Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1316

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa.  Tugas perkembangan remaja menyelesaikan krisis identitas yang merupakan tantangan psikososial. Perubahan identitas diri yang tidak sesuai dengan masa perkembangannya mengakibatkan meningkatnya emosi dan berujung pada kondisi depresi. Berdasarkan hasil kuesioner  depresi yang disebarkan kepada siswa SMAN 104 Jakarta Timur dengan jumlah 50 siswa, hasilnya mengalami depresi sebanyak 30 siswa: depresi ringan 36,7%, sedang 43,3 % dan berat 20%, sehingga dilakukan tindakan  untuk mengatasi depresi dengan Tehnik Relaksasi Guided Imagery. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah menurunkan tingkat depresi dengan tehnik Relaksasi Guided Imagery. Metode Teknik Relaksasi Guided Imagery dilakukan tiga tahapan: pertama demostrasi kepada 30 siswa yang mengalami depresi, kedua siswa melakukan Tehnik Relaksasi Guided Imagery setiap satu hari, selama satu minggu, ketiga  disebarkan kembali kuesioner. Hasil tingkat depresi menjadi menurun yaitu depresi ringan 56,7%, sedang 26,7% dan berat 16,7%. Hasil analisis didapatkan p Value 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah tindakan Guide Imagery pada siswa yang mengalami depresi di SMAN 104 Jakarta Timur. Dapat disimpulkan bahwa tehnik relaksasi Guided Imagery bisa diterapkan untuk mengatasi masalah deperesi pada remaja. Diharapkan tehnik tersebut bisa diterapkan untuk mengatasi masalah depresi pada remaja dilingkungan sekolah dengan pendampingan dari guru bimbingan Konseling atau guru-guru sekolah lainnya sehingga diperlukan adanya pelatihan lanjut tentang tehnik relaksasi Guided Imagery
Empowerment Of Health Careers With The DABA Method To Reduce Maternal And Infant Mortality Rate (Early Detection Of The Risk Of Eclampsia And Post Partum Blooding) In The City Of Surabaya: Pemberdayaan Kader Kesehatan Dengan Metode DABA Untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Bayi (Deteksi Dini Risiko Eklampsi Dan Perdarahan Post Partum) Di Wilayah Kota Surabaya Dhiana Setyorini; Intim Cahyono; Yessy Dessy Arna; Adivtian Ragayasa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1324

Abstract

Masalah kesehatan yang menjadi keprihatinan dan perhatian  saat ini adalah masih tingginya angka kematian ibu dan Bayi. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu  indikator untuk melihat derajat kesehatan bangsa. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan bahwa  penyebab langsung kematian ibu antara lain: perdarahan 42%,  preekalmpsia atau eklamsia (PE-E) 13%, abortus 11%, infeksi 10%, partus lama atau persalinan macet 9%, dan penyebab lain  15%, sementara kematian ibu di Kota Surabaya tahun 2017 antara lain disebabkan karena preeklampsia atau eklampsia 32,4%, perdarahan 8,1%, sepsis atau infeksi 5,4%, partus lama 2,7% dan lain-lain 51,4%.  Angka kematian ibu di Kota Surabaya tahun 2017 8/100.000 KH, sementara AKB 7/1000 KH (Dinkes Kota Surabaya, 2019). Di Kelurahan Karah masih banyak ibu hamil dengan risiko yang tidak mau dirujuk, kader belum mampu untuk melakukan rujukan.  Pelatihan Metode DABA (dukungan, apresiasi, belajar, dan alih pengetahuan) akan diterapkan untuk meningkatkan peran kader kesehatan dalam menurunkan AKI dan AKB.  Pendekatan DABA adalah strategi komunikasi inovatif yang bertujuan untuk mengembangkan respon kreatif masyarakat yang berakar pada kekuatan masyarakat (Community Life Competence, 2016). Metode DABA dalam pemberdayaan kader akan meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi kader dalam melakukan deteksi dini risiko preeklampsi dan risiko perdarahan post partum sehingga akan meningkatkan  komitmen dan kemauan kader melakukan deteksi dini dan rujukan ke tebaga kesehatan.
Increasing The Knowledge Of Menopause Women & Families Through Tlakshow “Healthy And Happy In The Menopause Period”: Peningkatan Pengetahuan Wanita Menopause & Keluarga Melalui Talkshow Sehat Dan Bahagia Di Masa Menopause Pada Acara Kiprah Indonesia Di Program 1 Saluran Budaya LPP RRI Malang Yhenti Widjayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1368

Abstract

Kadar estrogen yang menurun pada masa menopause dapat menimbulkan berbagai keluhan baik fisik maupun psikologis. Salah satu pencegahan primer berupa edukasi kesehatan perlu dilakukan agar setiap wanita siap menghadapi masa menopause dengan sehat dan bahagia serta tidak cemas dalam menghadapi masa menopause. Pengabdian kepada masyarakat (PKM)  ini bertujuan untuk mengedukasi wanita dan keluarga tentang menopause. Sasaran kegiatan PKM ini adalah pendengar acara Kiprah Indonesia di Program 1 Saluran Budaya LPP RRI Malang. Bentuk kegiatan PKM ini adalah Talkshow  secara live pada acara Kiprah Indonesia di Saluran Budaya Program 1 RRI Malang 105,3 FM  serta Live streaming melalui youtube RRI Malang Official. PKM dilakukan secara bertahap. Tahap 1  tanggal 24 november 2022 dengan melakukan siaran secara live pada acara Kiprah Indonesia di Program 1 Saluran Budaya LPP RRI Malang 105,3 FM. Acara dikemas dengan metode talkshow. Pendidikan kesehatan yang diberikan dengan metode talkshow ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan wanita menopause tentang tahapan menopause, perubahan pada masa menopause, faktor yang memengaruhi dan upaya mencegah dan mengatasi keluhan menopause, penyakit- penyakit yang mungkin timbul pada masa menopause, tentang tips sehat dan bahagia menghadapi menopause dan juga pengetahuan keluarga tentang hal tersebut sehingga dapat memberikan dukungan sosial bagi wanita dalam menghadapi masa menopause
Health Education In Grandmothers About Healthy Food For Toddlers: Pendidikan Kesehatan Pada Nenek Tentang Makanan Sehat Bagi Balita TUTIK HIDAYATI
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1223

Abstract

Makanan pelengkap awal atau makanan pendamping ASI (MP-ASI ) diberikan sebelum usia 6 bulan mengakibatkan dampak negatif jangka panjang dan jangka pendek. Dampak negatif jangka pendek jika bayi diberikan makanan pendamping ASI sebelum usia 6 bulan di antaranya adalah bayi kehilangan nutrisi dari ASI, menurunkan kemampuan isap bayi, memicu diare, dan memicu anemia. Sedangkan dampak negatif jangka panjang bila bayi diberikan makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan di antaranya adalah obesitas, hipertensi, arterosklerosis, dan alergi. Tidak tepatnya waktu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) ini disebabkan oleh beberapa alasan salah satunya adalah karena ibu bekerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Posyandu RT bunut Desa Gading pada tanggal 2 November 2021 yang dibantu oleh Bidan Desa setempat  melalui wawancara pada 10 ibu menyusui 5 ibu menyusi usia anak saat ini adalah 4 bulan dan 5 diantaranya usia di atas 6 bulan, mengatakan dianatar mereka ada yang sudah di berikan makanan pendamping ASI sejak usia anak 4 bulan dan sebagian menyampaikan diberikan makanan pendamping ASI setelah 6 bulan. Namun dari hasil wawancara keseluruhan ibu mengatakan masih belum paham bagaimana cara membuat makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sesuai usia. WHO dan UNICEF telah merekomendasikan empat hal penting yang harus diperhatikan dalam pemenuhan asupan gizi yang tepat untuk bayi dan anak di bawah usia dua tahun (baduta) yaitu memberikan ASI dini pada bayi dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir,  memberikan asupan ASI eksklusif saja pada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan, memberikan makanan pendamping  ASI (MPASI) yang sesuai dan cukup pada bayi mulai usia 6 bulan tengga 26 bulan, dan  melanjutkan pembenan ASI pada bayi hingga berusia 24 bulan atau letih. Promosi kesehatan adalah upaya pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatan diri dan lingkungannya. Memberdayakan adalah upaya untuk membangun daya atau mengembangkan kemandirian yang dilakukan dengan menimbulkan kesadaran, kemampuan, serta mengembangkan iklim yang mendukung kemandirian. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan serta pemahaman tentang mmakanan sehat bergizi untuk anak balita peserta sangat tertarik dan mau belajar lebih lanjut lagi bagaimana pengelolaan makanan yang sehat serta bergizi untuk anak.  Maka dari itu diperlukan suatu upaya berkelanjutan untuk membantu masyarakat dalam hal ini mengenai pemenuhan zat gizi tambahan yang tepat sesuai usia balita dengan melibatakan keluarga (nenek)  guna menurunkan angka kekurangan gizi
Assistance Of Coaching Model Implementation On Posyandu Cadres In An Effort To Improve Health Services: Pendampingan Pelaksanaan Model Coaching Pada Kader Posyandu Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Titik Suhartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1224

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan komponen yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan. Coaching merupakan cara seorang manajer atau kepala ruang dalam melakukan supervisi dan merupakan salah satu metode yang efektif dalam melakukan bimbingan. Tujuan pengabdian masyarakat ini memfasilitasi kader posyandu melaksanakan metode “coaching” dalam upaya meningkatkan kinerja kader dalam kegiatan posyandu. Metode menggunakan pelatihan  dengan ceramah, tanya jawab,dan simulasi. Sasarannya adalah kader di Desa Sidorejo. Materi kegiatan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada: kegiatan membangun dialog, bersikap open mine, materi tentang peran kader, materi coaching dan langkah-langkah coaching. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, membutuhkan kerjasama yang baik dengan tenaga kesehatan di wilayah Desa Sidorejo, yaitu dibawah tanggungjawab perawat dan bidan desa. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dihadiri oleh 60 lansia dan 20 kader. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendampingan kader melalui program coaching dalam pemberian pelayanan kesehatan posyandu dengan sasaran lansia. Hasil diperoleh menunjukkan bahwa program pelatihan coaching yang dilakukan kepada para kader menghasilkan peningkatan pelayanan kesehatan pada saat dilakukannya posyandu lansia. Antusias dan peran aktif para lansia juga terlihat pada saat kegiatan posyandu lansia. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa metode coaching sangat berperan dalam peningkatan pelayan posyandu lansia. Coaching merupakan cara seorang manajer dan kepala ruang  dan pemberian layanan kesehatan dalam melakukan penilaian kerja dan merupakan salah satu metode yang efektif dalam melakukan bimbingan. Coaching membantu supervisor untuk mengimplementasikan  hasil evidence base practice dalam praktik klinik keperawatan. Coaching dalam keperawatan merupakan salah satu kompetensi yang harus diterapkan dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan melalui penerapan Pengembangan Manajemen Kinerja - Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional
Education About Breast Milk Supplementary Foods 4 Star Balanced Menu With Nutritional Puzzel Media: Pendidikan Tentang Makanan Pendamping Asi Menu Seimbang 4 Bintang Dengan Media Puzzel Gizi Balita wahida yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1225

Abstract

Salah Satu upaya untuk mencegah terjadinya stunting adalah dengan menggunakan media puzzle Puzzel gizi. Media Puzzel Gizi ini, merupakan inovasi alat peraga dalam memberikan penyuluhan kesehatan tentang makanan pendamping ASI. Masyarakat harus diberikan bekal pengetahuan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam pemenuhan gizi yang tepat. Stunting ini dapat kita cegah dengan mendukung gizi 1000 hari pertama kehidupan berupa keberhasilan pemberian Makanan Pendamping ASI.Hasil penelitian yang pernah dilakukan  yaitu efektifitas kelas nenek terhadap keberhasilan pemenuhan gizi asi eksklusif dan makanan pendamping ASI, dari proses penelitian saat terjun ke masyarakat ditemukan  masih banyak ibu ibu yang tidak mengerti tentang menu seimbang 4 bintang. Dari hasil penelitian sebelumnya didapatkan juga masyarakt sudah pernah mendapatkan penyuluhan tentang menu seimbang 4 bintang tetapi tidak ada perubahan perilaku. Metode ceramah yang dilakukan saat penyampaikan informasi tidak dapat merubah semua masyarakat untuk mengganti pola asuh pemberian makan pada bayi. Masyarakat juga perlu disampaikan tentang bahaya penggunaan bubur instans. Menu seimbang 4 bintang ini adalah pilihan yang dapat mengarah pada makanan alami/ buatan sendiri tanpa bahan pengawet. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk pemberdayaan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan tingginya stunting dengan pemenuhan gizi yang tepat. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode simulasi dalam penyampaian menu seimbang 4 bintang dengan media puzzle gizi dan demontrasi menu. Sasaran pada pengabdian masyarakat  ini adalah ibu yang memiliki bayi berusia 5-6 bulan di desa penambangan. Jumlah dari sasaran penelitian berjumlah 15 orang yang tersebar dari 2 posyandu
Technology Utilization By Midwives In Telemedic Services In Maternal And Child Health Services Field: Pemanfaatan Teknologi Oleh Bidan Dalam Pelayanan Telemedis Di Bidang Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak MEGA SILVIAN NATALIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1278

Abstract

Pandemi penyakit covid-19 memberikan dampak dan tekanan yang cukup besar dalam layanan kesehatan diseluruh dunia. Salah satunya adalah gangguan pada layanan kesehatan non-covid. Terjadi penurunan kunjungan baik layanan kesehatan tingkat pertama maupun tingkat ketiga. Data IBI di tahun 2020 menunjukkan terjadi penurunan kunjungan ANC selama pandemi. Dampak lebih luasnya dari penurunan kunjungan maternal ke layanan kesehatan dan penundaan vaksinasi anak antara lain peningkatan morbiditas-mortalitas dan masalah kesehatan baru yang harusnya dapat dicegah. Berdasarkan KMK RI No. HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, pemberian informasi dan segala bentuk pelayanan kesehatan akan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi atau kita sebut dengan telemedicine. Dengan pemanfaatan teknologi komunikasi, bidan dituntut adanya perubahan model praktik yang menuntut keamanan, terpercaya, namun efektif. Hambatan dalam penggunaan layanan telemedis interaktif antaralain: sebagian masyarakat sebagai bagian dari rutinitas klinis, penyediaan teknologi digital bagi masyarakat terbelakang yang masih dalam pengembangan, pengadaan edukasi sistem digital, kendala internet, perangkat teknologi informasi segi literasi digital dan budaya “lebih senang bertatap muka langsung daripada komunikasi jarak jauh”. Solusi yang ditawarkan yaitu pendidikan kesehatan yang memberikan penjelasan tentang cara pemanfaatan perkembangan teknologi yang telah ada baik media sosial maupun aplikasi dalam meningkatkan layanan kesehatan terhadap ibu dan anak (KIA) di wilayah kerjanya.
GASING (Stunting Prevention Movement) For Bajeman Village Communities Tragah District Bangkalan: GASING (Gerakan Pencegahan Stunting Bagi Masyarakat Desa Bajeman Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan Luluk Jnauarti; M.Hasinuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1300

Abstract

Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran sangat penting bagi agama, bangsa dan negara. Majunya sebuah agama, bangsa, dan negara sangat ditentukan oleh sikap dan prilaku generasi muda. Stunting merupakan insiden yang terjadi secara global, terbukti prevalensi stunting di Bangkalan yang paling tinggi di Jawa Timur. Gasing (Gerakan Pencegahan Stunting) merupakan program pemberdayaan masyarakat dan edukasi kepada masyarakat melalui pola-pola yang lebih berorientasikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki responsifitas dan tangungjawab yang tinggi terhadap pencegahan stunting Hadirnya program ini membawa sisi kemanfaatan, masyarakat khususnya akan lebih rutin melakukan gerakanolahan pangan, menggunakan pangan lokal, dan gerakan dirumamasyarakat lebih dekat dengan pelayanan kesehatan, lebih terkontrol kesehatannya mnegukur tinggi badan dan berat badan, masyarakat dapat terlibat dalam peningkatan hidup. Mitra dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Tim Pengerak PKK Desa Bajeman. Mengetahui secara komprehensif mengenai faktor-faktor genesitas stunting dapat memberikan konseptual informasi lebih akurat. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah stunting di Desa Bajeman Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan yaitu peran petugas kesehatan dengan melakukan pendekatan seperti memperbaiki gizi dan kesehatan ibu hamil, pemeriksaan ibu hamil minimal 4 kali serta mendapat tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan, perbaikan gizi di 1000 hari pertama awal pertumbuhan, pemantauan tumbuh kembang di Posyandu menjadi indikator yang diukur oleh petugas kesehatan. Pendekatan tidak langsung seperti penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi serta layanan kesehatan pun tercakup lewat dana desa. Desa diharapkan menjadi ujung tombak dalam upaya pemerintah Indonesia menekan angka kejadian stunting