cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Investigasi Banjir Pada Perumahan Safa dan Marwa Dalam Realitas dan Model Mera, Mas; Givi, Muhammad; Februarman, Februarman; Daulay, Agra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.176-185.2021

Abstract

Penelitian ini adalah tentang pengujian kapasitas drainase di kompleks perumahan yang berada di daerah topografi yang relatif datar. Oleh karena itu, dipilihlah perumahan Safa dan Marwa yang terletak di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat sebagai studi kasusnya. Kompleks perumahan ini telah sering mengalami banjir bila hujan turun dengan intensitas melebihi 20 mm/jam dan dengan lama hujan melebihi 3 jam. Kemudian program jadi (existing software) “EPA Storm Water Management Model (SWMM) versi 5.0” digunakan untuk mensimulasikan kasus ini, di mana hasilnya dibandingkan dengan realitas yang terjadi di lapangan. Data primer yang diperlukan oleh model SWMM ini adalah sub-catchment, intensitas hujan, kemiringan dan dimensi saluran drainase. Hasil simulasi menunjukan hal yang sama yang terjadi di lapangan yaitu 4 dari 37 junction (persimpangan saluran) dan 6 dari 38 conduit (ruas saluran) mengalami banjir. Sehingga hasil simulasi model SWMM ini dapat dipercaya untuk menunjukkan realitas banjir yang terjadi di lapangan.
Perencanaan Geometrik Jalan Menggunakan Autocad Civil 3D Studi Kasus Jalan Duku - Sicincin (Sta 0+000 - Sta 2+700) Provinsi Sumatera Barat Putri, Elsa Eka; Syaftria Nanda, M Luthvan; Aminsyah, Muhammad
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.140-152.2021

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat, menghendaki setiap perencanaan dan perhitungan dilakukan dengan cepat dan akurat. Perencanaan Geometrik Jalan adalah merencanakan trase jalan lengkap dengan alinemennya. Ada beberapa standar dalam perencanaan geometrik jalan diantaranya AASHTO dan Bina Marga. Penelitian ini merencanakan geometrik jalan dengan menggunakan AutoCAD Civil 3D dan hasilnya akan dibandingkan dengan perencanaan manual yang mengacu kepada Bina Marga. Lokasi yang dipilih untuk perencanaan adalah Jalan Duku Sicincin Sta 0+000 - Sta 2+700. Aplikasi Civil 3D menggunakan standar AASHTO dan perencanaan manual menggunakan standar Bina Marga. Kriteria perencanaannya sama untuk kedua metode. Dari hasil perhitungan didapatkan 4 tikungan SCS dan perbedaan hasil antara Civil 3D dengan perhitungan manual sebesar <0,3 m. Penggambaran superelevasi juga terdapat perbedaan pada jarak antara TS - SC (Civil 3D) yang merupakan panjang run out + run off (panjang run off  Ls desain) sedangkan pada perhitungan manual jarak antara TS - SC pada diagram adalah jarak Ls desain saja. Pada perencanaan alinemen vertikal diperoleh 4 lengkung vertikal yang terdiri dari 2 lengkung cembung dan 2 lengkung cekung dimana hasil keluaran perhitungan Civil 3D dan perhitungan manual hasilnya sama. Dari hasil penelitian ini, AutoCAD Civil 3D dinilai efektif dalam perencanaan geometrik jalan karena membantu proses merencanakan penggambaran secara bersamaan sehingga proses perencanaan akan lebih mudah dan cepat. Hanya terdapat sedikit perbedaan hasil pada parameter tikungan SCS yaitu superelevasi dengan jari-jari 550 m adalah 5,40% pada perhitungan Civil 3D sedangkan pada perencanaan manual adalah 5,55%. Hal ini bisa dilakukan penyesuaian standarnya di bagian desain kriteria ‘xml’ pada Civil 3D, sehingga hasilnya akan sama dengan perhitungan dengan standar Bina Marga.
Studi Kasus Pembuatan Lengkung Idf Dan Perkiraan Hujan Rencana Di Kota Bekasi Dan Cikarang Berdasarkan Data Non-Stasioner Ginting, Segel
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.117-132.2022

Abstract

Perubahan wilayah dari perdesaan menjadi perkotaan menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Iklim yang berubah tersebut menyebabkan terjadinyan peningkatan hujan ekstrim. Perubahan catatan data hujan ektrim, menyebabkan analisis frekuensi data tersebut menjadi tidak valid karena kondisi data tidak stasioner. Oleh karena hal tersebut, maka dilakukan adaptasi pembuatan lengkung IDF dan hujan rencana menggunakan data non stasioner. Contoh kasus yang digunakan adalah di Kota Bekasi dan Cikarang, dimana kedua kota tersebut telah berubah menjadi wilayah perkotaan, sehingga karaketristik iklimnya mengalami perubahan. Metode pembuatan lengkung IDF dengan persamaan Bell dan penentuan hujan rencana dengan menggunakan distribusi generalized extreme value (GEV) berdasarkan empat skenario. Skenario pertama (GEV-0) menggunakan asumsi parameter lokasi (mean) dan skala (standar deviasi) tetap (stasioner), skenario kedua (GEV-1) menggunakan parameter lokasi tidak tetap (non-stasioner) sementara parameter skala tetap, skenario ketiga (GEV-2) menggunakan parameter lokasi dan parameter skala  tidak tetap, sedangkan skenario keempat (GEV-3) sama dengan skenario GEV-2 namun prediksi parameter lokasi dan skalanya berdasakan data hujan tahunan. Lengkung IDF dan hujan rencana berdasarkan parameter non stasioner memberikan hasil peningkatan intensitas hujan dan hujan rencana. Kondisi demikian membuat perencanaan infrastruktur seperti drainase perkotaan harus adaptif untuk mengantsipasi terjadinya genangan yang lebih sering dimasa mendatang.
Studi Potensi Kapasitas Tampungan Embung Simarubak Ubak Di Kabupaten Humbang Hasundutan Zevri, Asril
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.1.42-51.2022

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dengan perubahan musim yang cukup esktrem di Kabupaten Humbang Hasundutan mengakibatkan jumlah ketersediaan air tidak terkendali dan sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan air baik itu kebutuhan air irigasi dan air baku. Salah satu solusi yang dilakukan yaitu dengan konservasi melalui pembangunan kolam tampungan atau embung. Potensi kolam tampungan embung yang dapat ditingkatkan salah satunya yaitu Embung Simarubak Ubak di Kecamatan Dolok Sanggul dikarenakan catchment area yang cukup luas dan elevasi topografi yang curam. Tujuan dari penelitian untuk menghitung potensi kapasitas tampungan Embung Simarubak Ubak berdasarkan simulasi antara jumlah ketersediaan air (inflow) dengan kebutuhan air (outflow). Pendekatan metodologi dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung jumlah ketersediaan air (inflow) berdasarkan curah hujan bulanan, evapotranspirasi, debit andalan sedangkan kebutuhan air (outflow) dihitung untuk menentukan kebutuhan air irigasi dan air baku. Simulasi kapasitas tampungan dianalisa dengan metode analitis numerik antara jumlah inflow dan outflow dalam kurun waktu satu tahun. Hasil analisa simulasi kapasitas tampungan Embung Simarubak Ubak yaitu 93,394.77 m3 dapat memenuhi kebutuhan air baku penduduk sebanyak 1623 jiwa dengan luas daerah irigasi potensial seluas 94.51 Ha.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Proyek Konstruksi Maritime Tower Anisah, Anisah; Ramadhan, M. Agphin; Sofiyanti, Amanda
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.102-116.2022

Abstract

Awal tahun 2020 terjadi peningkatan angka penyebaran virus COVID-19, terutama di kota Jakarta yang memiliki status zona merah yang menyebabkan sejumlah proyek konstruksi menghentikan sementara pelaksanaannya. Salah satu proyek konstruksi di Jakarta Utara, yaitu Proyek Maritime Tower tetap melaksanakan pembangunan di tengah pandemi COVID-19. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proyek konstruksi terutama di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di masa pandemi COVID-19 di proyek konstruksi Maritime Tower yang berlokasi di kecamatan Koja, Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan analisis deskriptif. Perolehan data didapatkan melalui observasi, angket kuesioner, wawancara serta dokumentasi. Hasil yang didapatkan akan dibandingkan dengan indikator penilaian PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek Maritime Tower telah melaksanakan penerapan SMK3 di masa pandemi COVID-19 dengan baik dan terstruktur serta mengikuti pedoman yang ada sesuai PP No. 50 Tahun 2012 dibuktikan dengan nilai total keseluruhan yaitu 90,98%  atau sangat baik, dengan uraian tahapan SMK3: 1) penetapan kebijakan K3 mencapai nilai 87,5% dengan keterangan sangat baik, 2) perencanaan K3 mencapai nilai 100% dengan keterangan sangat baik, 3) pelaksanaan K3 mencapai nilai 90,05% dengan keterangan sangat baik, 4) pemantauan dan evaluasi K3 mencapai nilai 94,08% dengan keterangan sangat baik dan 5) peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 mencapai nilai 83,3% dengan keterangan cukup baik.
Kekuatan Mortar Cellular Lighweight Concrete Dengan Tambahan Abu Cangkang Sawit (POFA) Rahmadi, Rahmadi; Maizir, Harnedi; Suryanita, Reni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.239-247.2021

Abstract

Ketersediaan kelapa sawit rata-rata 2 juta ton per tahun di Provinsi Riau selain meningkatkan perekonomian juga dapat menimbulkan permasalahan di kalangan industri sebagai penghasil limbah sawit. Salah satu pemanfaatan limbah sawit adalah menggunakan abu sawit sebagai material campuran untuk pembuatan campuran mortar untuk pembuatan bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kuat tekan maksimum berdasarkan persentase substitusi POFA (Palm Oil Fuel Ash) dalam campuran mortar CLC. Persentase campuran POFA yang digunakan adalah 5%, 10%,15% dan 20% dari berat semen dalam campuran mortar CLC. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium untuk mendapatkan kuat tekan mortar dengan ukuran sampel mortar kubus dengan sisi 10 cm3. Hasil penelitian mortar menunjukkan bahwa kuat tekan optimum pada umur 28 hari berada pada komposisi 10% POFA dengan kuat tekan maksimum 1,41 MPa. Berdasarkan hasil pengujian kekuatan mortal CLC dapat disimpulkan bahwa penambahan persentase POFA (Palm Oil Fuel Ash) 10% dari kadar berat semen dapat meningkatkan nilai kuat tekan pada campuran mortar bata ringan sebesar 34,3 % dibandingkan tanpa menggunakan POFA.
Pengaruh Ekstraksi Kadar Aspal Dengan Larutan Pertamax Dan Pertalite Sastri, Frastian; Oktaviani, Oktaviani
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.259-266.2021

Abstract

Pembangunan jalan di Kota Padang pada umumnya menggunakan konstruksi perkerasan lentur karena nilai kelenturannya dapat menyebabkan kendaraan yang melintas di atasnya terasa nyaman. Perkerasan lentur adalah perkerasan yang menggunakan campuran aspal pada lapis permukaan dan bahan berbutir pada lapisan bawah. Pada perkerasan jalan telah ditentukan bahwa batas toleransi kadar aspal adalah ±0,3%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstraksi kadar aspal dengan menggunakan larutan pertalite dan pertamax, perbedaan antara kedua larutan serta mengetahui pengaruh nilai oktan terhadap ekstraksi kadar aspal. Dalam penelitian menggunakan metode sentrifugal yang digunakan untuk analisis ekstraksi kadar aspal. Hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata perbandingan ekstraksi kadar aspal antara larutan pertamax dan pertalite sebagai berikut: Kadar Aspal Pertamax(rata-rata) > Kadar Aspal Pertalite(rata-rata) dengan nilai 6,1% > 5,7%. Dimana nilai deviasi pertamax terhadap kadar aspal rencana sebesar 0,2% dan memenuhi batas toleransi spesifikasi Bina Marga serta pertalite sebesar 0,6% dan tidak memenuhi batas toleransi spesifikasi Bina Marga. Hasil analisis saringan setelah ekstraksi rata-rata sampel dinyatakan bahwa sampel aspal yang digunakan termasuk agregat halus dan nilai gradasi agregat yang diperoleh tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga. Pada penelitian diperoleh rata-rata total penggunaan larutan pertamax dan pertalite sebesar 3,3 liter dengan rata-rata waktu pada larutan pertamax 41,7 menit dan larutan pertalite 48 menit. Perolehan hasil ekstraksi kadar aspal diperoleh bahwa larutan pertamax lebih akurat mendekati persyaratan batas toleransi kadar aspal yaitu ±0,3%.
Kajian Nilai California Bearing Ratio (CBR) Pada Tanah lempung Lunak Dengan Variasi Tebal Stabilisasi Menggunakan Abu Vulkanik Waruwu, Aazokhi; Zega, Optimisman; Rano, Dian; Panjaitan, Baby Maureent Tessalonika; Harefa, Syukurman
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.116-130.2021

Abstract

Tanah lempung lunak tidak dapat digunakan sebagai tanah dasar pada konstruksi jalan, jenis tanah ini memiliki nilai California Bearing Ratio (CBR) dan kuat tekan yang sangat rendah. Perbaikan tanah merupakan salah satu solusi yang baik apabila tanah ini terpaksa digunakan sebagai tanah dasar. Material stabilisasi tanah cukup beragam, namun perlu pertimbangan bahan yang tersedia dan melimpah di sekitar pekerjaan perbaikan tanah dilakukan. Kajian sederhana perlu dikembangkan melalui model perbaikan dengan skala kecil dalam bak uji. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tebal lapisan tanah stabilisasi yang efektif dalam meningkatkan nilai CBR tanah. Penelitian ini menggunakan media tanah lempung lunak dan abu vulkanik sebagai bahan stabilisasi. Penambahan abu vulkanik ditentukan berdasarkan hasil terbaik dari uji kuat tekan bebas. Uji model dilakukan dalam bak uji berukuran 90 cm x 120 cm x 90 cm. Tanah lunak dipadatkan setiap 10 cm sampai 50 cm. Tanah stabilisasi dipadatkan dengan tebal yang bervariasi dari 0-20 cm. Selain tanah stabilisasi, uji CBR juga dilakukan pada lapisan pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 9% abu vulkanik dari berat tanah kering dapat mengubah sifat tanah lunak menjadi lempung sangat kaku. Tebal tanah stabilisasi di atas 16 cm memperlihatkan perbaikan karakteristik tanah menjadi tanah sedang dengan nilai CBR mendekati 5%. Nilai CBR tanah stabilisasi abu vulkanik didapatkan lebih tinggi 1,8 kali CBR lapisan pasir. Berdasarkan hasil penelitian, abu vulkanik didapatkan cukup efektif meningkatkan nilai CBR tanah, peningkatan yang didapatkan untuk tebal tanah stabilisasi 16-20 cm adalah 34-55 kali nilai CBR tanah lempung lunak (tanah asli).
Identifikasi Faktor Penyebab Penurunan Badan Jalan (Settlement) di Km. 128 Ruas Jalan Pekanbaru-Taluk Kuantan Taufik, Muhammad; Muhardi, Muhardi; Yusa, Muhamad
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.80-90.2022

Abstract

Ruas jalan Pekanbaru Taluk Kuantan sebagian besar melewati daerah perbukitan dengan kemiringan lereng sekitar 30o – 70o. Sepanjang daerah perbukitan ini merupakan daerah rawan longsor namun sejauh ini longsor yang terjadi masih bisa segera diatasi karena volumenya tidak besar. Hanya saja ada satu titik lokasi yang selalu bermasalah yaitu di Km. 128.  Pada lokasi ini selalu terjadi penurunan badan jalan dan miring ke arah sungai meskipun telah berulangkali diperbaiki. Usaha penanggulangan terakhir yang dilakukan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktora Jenderal Bina Marga Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Riau adalah membangun lantai bertiang sepanjang 85 m dan dinding penahan tanah dengan fondasi tiang pancang sepanjang 120 m pada sisi arah sungai. Pada saat pelaksanaan, curah hujan cukup tinggi sehingga terjadi longsor yang mengakibatkan tiang-tiang pancang yang telah terpasang banyak yang bergeser sehingga perlu dilakukan penambahan titik pemancangan. Untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan badan jalan pada Km. 128 ini perlu diketahui struktur lapisan tanah bawah permukaan. Penelitian dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner – Schlumberger. Metode ini dapat memetakan struktur lapisan tanah bawah permukaan secara horizontal dan vertikal dengan baik. Hasil interpretasi geolistrik menunjukkan pada kedalaman 4,5 m terdapat lapisan lempung lunak dengan kadar air tinggi setebal + 10,5 m. Lapisan ini sangat labil apabila di atasnya bertambah bebannya. Lapisan ini diduga menjadi penyebab terjadinya penurunan badan jalan. Lapisan ini mempunyai permeabilitas yang sangat rendah sehingga air terakumulasi di dalamnya dan dapat mendorong lapisan ini ke bawah. Lapisan ini juga diduga penyebab bergesernya tiang pancang yang telah dipancang. Di bawah lapisan tanah lempung lunak ini adalah tanah lempung kelanauan dan kepasiran dengan warna abu-abu dan sangat padat.
Analisis Prioritas Penanganan Kerusakan bendung di DAS Mayang Kabupaten Jember Syahya, Afriq Fadian; Widiarti, Wiwik Yunarni; Hidayah, Entin
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.1-13.2023

Abstract

Bertambah besarnya tanggung jawab pemerintah daerah menuntut semakin banyak jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dalam pembangunan. Hal ini merupakan tantangan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu tunggang jawab tersebut adalah melakukan penanganan terhadap kerusakan bangunan utama irigasi yang masing masing memiliki manfaat, tingkat kerusakan, dan keterbatasan yang berbeda beda, sehingga penentuan prioritas rehabilitasi sulit untuk dilakukan. Studi ini bertujuan untuk menentukan prioritas penanganan bendung berdasarkan analisis tiga kinerja yang meliputi kondisi prasarana, ketersediaan air, dan luas area irigasi. Penilaian ini dilakukan pada lima bendung yang berurutan pada aliran sungai utama DAS Mayang. Proses pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada 9 orang dari Dinas PU Pengairan Jember dan 1 orang dari UPT Pengairan Mayang. Sedangkan data ketersediaan air dan luas area irigasi didapatkan dari Dinas PU Pengairan Jember. Penentuan bobot kinerja bendung dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penilaian tingkat kerusakan bendung dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan yang mengacu pada Permen PU No.12/PRT/M/2015. Hasil pembobotan kinerja bendung menunjukan bahwa kondisi prasarana 49%, ketersediaan air 42%, dan luas area Irigasi 9%. Bendung Tegal Waru merupakan prioritas utama dalam penanganan kerusakan.