cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Studi Pemanfaatan Limbah Penambangan Granit pada Karakteristik Kekuatan Tanah Laterit untuk Konstruksi Timbunan Jalan Irwan, Andesta Granitio; Arif, Maulana; Bayu, Hendi Hendra; Aditiawan, Riski; Panita, Shakila
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.20.3.136-148.2024

Abstract

Tanah laterit lokal di Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu material utama dalam konstruksi teknik sipil khususnya timbunan. Beberapa penelitian terkait tanah laterit memberikan anggapan bahwa seringkali tanah laterit mengalami kerusakan karena adanya air dan juga menyebabkan pemadatan menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesifikasi dan karakteristik tanah laterit sebagai konstruksi timbunan dengan penambahan limbah debu granit sebagai bahan campuran untuk menstabilkan tanah sebagai timbunan. Penelitian dilakukan dengan skala laboratorium dengan pengujian sifat fisik dan mekanik pada tanah asli serta campuran debu granit sesuai skema campuran 0%, 5%, 10%, 15%, 25% dan 30%. Hasil menunjukkan bahwa tanah laterit lokal masuk dalam golongan Silty Clay berplastisitas sedang-rendah, penambahan debu granit memberikan perubahan pada karakteristik tanah sehingga terjadinya penurunan nilai plastisitas yang secara spesifikasi sesuai untuk timbunan. Penambahan debu granit menyebabkan pemadatan tanah menjadi lebih mudah dengan densitas yang meningkat dan kadar air yang menurun, pemadatan optimal terjadi pada campuran debu granit 30%. Penambahan debu granit meningkatkan nilai CBR pada tanah sehingga masuk ke dalam syarat spesifikasi timbunan jalan yaitu >6% untuk campuran 5-15% dan optimal pada 10%. Pengujian kuat tekan memperlihatkan bahwa peningkatan nilai kuat tekan setelah ditambahkan campuran debu granit dimana pada campuran 10% merupakan kondisi tanah memiliki kekuatan optimal pada beban aksial
PENERAPAN MANAJEMEN PENJADWALAN DENGAN KONSEP BANGUNAN HIJAU Wijaya, Dedyanto; Jin, Oei Fuk
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.20.3.190-198.2024

Abstract

ABSTRAKPermasalahan perubahan iklim menyebabkan terjadinya berbagai peristiwa baik itu bencana ataupun perubahan musim di seluruh dunia merupakan salah satu topik yang banyak dibahas pada saat ini.  Diakibatkan karena permasalahan tersebut banyak cara yang digunakan untuk mengurangi aktivitas yang menghasilkan gas rumah kaca atau CO2. Perkembangan teknologi dan digitalisasi di berbagai bidang merupakan salah satunya bentuk dukungan dalam mengoptimalkan hal tersebut dan salah satu bidang yang mulai mengencarkan gerakan pengurangan gas rumah kaca adalah dunia konstruksi. Pada dunia konstruksi gerakan pengurangan gas rumah kaca yaitu dengan menggunakan prinsip green building. Penerapan ini sudah banyak diterapkan di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Penulisan ini mempunyai tujuan untuk melakukan peninjauan dari segi literatur dalam manajemen dan penjadwalan menggunakan prinsip bangunan hijau (green building). Penggunaan analisa bibbliometrik membantu dalam mengidentifikasi hubungan antar-topik yang berhubungan dengan penjadwalan dan manajemen konstruksi pada bangunan hijau sehingga dapat melihat beberapa peluang dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penjadwalan dan manajemen konstruksi bangunan hijau. Penggunaan publish or perish yang merupakan perangkat lunak yang digunakan dalam mencari data-data jurnal dan vosviewer sebagai perangkat lunak dalam pembuatan data map yang memudahkan untuk mencari peluang atau celah dalam pencarian topik penelitian. Kita dapat mengetahui bahwa dalam hasil pemetaan yang berlangsung penerapan green building dalam dunia konstruksi tidak hanya meliputi perencanaan dan pelaksanaannya saja tetapi juga dalam bentuk pemeliharaan bangunan yang sudah dioperasikan.
Penentuan Tingkat Akurasi Beberapa Metode Prediksi Efisiensi Tangkapan (Trap Efficiency) Sedimen di Waduk Mrica Utomo, Puji; Febriani, Prisca
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.248-258.2021

Abstract

Sedimentasi waduk merupakan permasalahan global yang sangat penting dalam perencanaan waduk karena menyebabkan penurunan kapasitas tampungan waduk. Dalam menghitung sedimentasi waduk, biasanya meliputi sedimen yang masuk, sedimen yang keluar, dan endapan sedimen di dalam waduk, sehingga didapatkan imbangan sedimen yang terjadi. Namun dalam praktik di lapangan, tidak semua melakukan ketiga perhitungan tersebut, karena pertimbangan biaya pelaksanaan yang cukup mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, perhitungan sedimentasi dilakukan dengan pendekatan konsep efisiensi tangkapan (trap efficiency) sedimen. Selama ini pendekatan konsep ini didasarkan pada hasil penelitian di luar negeri dan tingkat akurasi masih belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat akurasi dari beberapa metode prediksi efisiensi tangkapan sedimen. Penelitian ini dilakukan di Waduk Mrica, Kabupaten Banjarnegara. Data-data yang diperlukan berupa data sekunder, seperti: data debit inflow, data rating curve debit sedimen, data pengukuran echosounding, data analisa butiran sedimen dasar waduk, dan data teknis waduk. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, diantaranya: menghitung sedimen yang masuk, sedimen yang mengendap, efisiensi tangkapan, dan mendapatkan tingkat akurasi dari beberapa metode yang ditinjau. Kriteria statistik dari metode terpilih harus memiliki nilai korelasi > 0,6 dan error < 20%. Imbangan sedimen di Waduk Mrica menunjukkan bahwa laju sedimen yang masuk sebesar 6,001 juta m3/tahun. Sedimen rerata yang mengendap sebesar 3,850 juta m3/tahun, sehingga sedimen yang dikeluarkan rerata sebesar 2,151 juta m3/tahun. Tingkat akurasi dari metode prediksi efisiensi tangkapan bervariasi dari sedang sampai kuat. Metode prediksi efisiensi tangkapan sedimen Brune, Harbor dkk, dan Jotihiprakash dan Garg dianggap paling representatif untuk digunakan pada Waduk Mrica.
Numerical Modelling Of Glass Fibre Reinforced Polymer (Gfrp) Tube Subjected To Torsion Syamsir, Agusril; Binti Mohd Hafiz, Nurul Amira
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.131-139.2021

Abstract

Glass Fibre Reinforced Polymer (GFRP) tubes have been used widely as cross arm of electric transmission towers to replaced old wooden cross arms. Cross arm is a part of transmission tower which is required to support conductors or electrical cables. Due to nature of assembly of these GFRP tubes, it will induce torsional force to the individual GFRP tubes of cross arm. The importance of torsional effect to the cross arm has encouraged researcher to study on torsional strength of the single tube itself in order to support a complete set cross arm. In this paper, the performance of glass fiber-reinforced polymer (GFRP) tubes under statically torsional loads was studied numerically. The specimens’ ultimate twisting angle and strain were studied through tests for validation of the numerical model. Explicit solver of ANSYS was chosen and simulation results matched experiment results well with 4 % different. There are six model were simulated and analyzed in this research. It is concluded that model 4 shown the highest ultimate strains as well as twisting angle while model 3 has the lowest ultimate strains and twisting angle. The presence of fiber orientation of 90o in model 4 has contributed to the torsional capacity of the tubes.
Analisis Peningkatan Nilai Cbr Tanah Rawa Menggunakan Campuran Petrasoil Dan Kapur Indrayani, Indrayani; Herius, Andi; Prabudi, Darma; Pratama, Ade Surya; Nanda, Putra; Fernando, Nurman
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.108-115.2021

Abstract

Pengembangan daerah rawa di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan daerah rawan genangan air perlu mendapat perhatian khusus. Kawasan ini memiliki potensi sumber daya lahan yang besar dari sektor pertanian, perkebunan peternakan dan budidaya perikanan. Pada saat terjadi intensitas curah hujan yang tinggi, akses jalan daerah ini rusak parah disebabkan lemahnya daya dukung tanah pada lapis tanah dasar (subgrade) tanahnya memiliki kohesifitas tinggi/ tanah lunak. Penggunaan bahan-bahan stabilizing agent, dapat memperbaiki sifat mekanik dari tanah lunak dan meningkatkan daya dukungnya. Penelitian ini menggunakan metode stabilisasi kimiawi dengan berbagai variasi campuran additive petrasoil dan kapur, yang mana penelitian sebelumnya yang hanya menggunakan bahan additive petrasoil menyebabkan penurunan terhadap nilai CBR tanah, namun pada beberapa proyek jalan petrasoil masih terus digunakan dengan campuran bahan lain, sehingga perlu dilakukan penelitian ini dengan mencampurkan additive petrasoil bahan tambah lain seperti kapur untuk mendapatkan pengaruh petrasoil terhadap peningkatan nilai CBR.  Persentase campuran kapur adalah 10%, 15%, 20% dengan tambahan petrasoil sebesar 1 kg yang dilarutkan dalam 1000 liter air.  Dari hasil pengujian didapatkan  penambahan petrasoil dan kapur sebagai bahan tambah pada tanah rawa dengan klasifikasi tanah lempung dapat meningkatkan nilai CBR dari 1,55%  pada keadaan tanah asli menjadi 7,88% pada kondisi tanah yang distabilisasi menggunakan petrasoil dan kapur 20%.
Perilaku Mekanik dan Fisik Bata Ringan Akibat Terpapar Suhu Tinggi Riadi, Ahmad; Maizir, Harnedi; Suryanita, Reni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.72-84.2021

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia berkembang dengan pesat sehingga menyebabkan kebutuhan rumah tempat tinggal dan gedung lainnya akan semakin meningkat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan manusia. Untuk mengurangi ketergantungan akibat keterbatasan material bangunan telah mendorong dunia konstruksi untuk melakukan peningkatan teknologi baru tentang bahan bangunan, seperti pengembangan teknologi material bangunan seperti bata ringan Cellular Light-weight Concrete (CLC) sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan bata merah. Keuntungannya adalah bata ini lebih untuk dinding. Pengujian pemaparan suhu tinggi telah dilakukan pada beton namun penelitian bata ringan terpapar suhu tinggi belum banyak dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan membandingkan sifat mekanik dan fisik CLC serta kuat tekan pada saat sebelum dan sesudah terpapar suhu tinggi dengan ukuran bata ringan tinggi 20 cm lebar 10 cm dan panjang 60 cm serta komposisi campuran semen berbanding pasir sebesar  1:1, 1:2 dan 2:3 dengan usia sampel 28 hari. Analisis rambatan panas dilakukan menggunakan perangkat lunak LUSAS V19 dengan suhu paparan 100° C dan 200° C selama 30 dan 60 menit. Berdasarkan pengujian bata ringan setelah pemaparan suhu tinggi selama 60 menit, kuat tekan bata ringan ukuran kubus pada campuran semen berbanding pasir 1:1 mengalami penurunan kuat tekan sebesar 58.09% dibandingkan sebelum terpapar sedangkan bata ringan ukuran balok mengalami penurunan kuat tekan sebesar 37,77% dibandingkan sebelum terpapar. Selain penurunan kuat tekan, hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pemaparan suhu tinggi telah menyebabkan perubahan pada bata ringan seperti perubahan warna, perubahan ukuran lobang pori serta perubahan kuat tekan. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi praktisi terkait perbedaan sifat mekanik.
Pengaruh Penggunaan Semen dan Fly Ash Terhadap Nilai CBR Tanah Lempung Muara Fajar Nugroho, Soewignjo Agus; Satibi, Syawal; Raflyatullah, Raflyatullah
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.267-278.2021

Abstract

Tanah merupakan bagian terpenting dari struktur bawah bangunan maupun perkerasan jalan. Tanah berfungsi memikul beban struktur atas, baik itu berupa beban statis maupun dinamis. Pembangunan jalan bebas hambatan (tol) khususnya di Riau, sebagian besar trace jalan melewati daerah dengan deposit tanah lempung lunak. Masalah pokok pada tanah lempung ialah kembang susut yang besar serta daya dukung yang rendah. Stabilisasi kimiawi dengan bahan tambah (additive) diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah tersebut agar bisa digunakan sebagai lapis fondasi atau tanah dasar pada perkerasan jalan. Pencampuran semen dan abu terbang, sebagai additive, merupakan upaya perbaikan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemakaian campuran abu terbang dan semen pada lempung Muara Fajar. Muara Fajar merupakan Desa di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru yang deposit tanah berupa lempung plastisitas tinggi, satu daerah yang akan dilewati jalan tol. Penelitian meliputi perubahan plastisitas karena penambahan additive, perubahan kadar air dan berat volume serta perubahan nilai CBR. Pengujian CBR difokuskan pada kondisi pemeraman 7 hari dan perendaman 4 hari, sesuai standar. Kadar semen dipilih 3% dan 5% dengan masing-masing dicampur dengan abu terbang sebesar 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukan, penambahan additive menurunkan sifat kembang susut. Perubahan kadar air dan berat volume mulai dari pencampuran sampai dengan perendaman tidak melebihi 20%. penambahan additive meningkatkan kepadatan tanah. Nilai CBR pada kandungan 3% semen tidak bisa digunakan sebagai material tanah dasar. Nilai CBR, untuk kadar semen 5%, dengan pemeraman 7 hari dan rendaman 4 hari, dengan kadar abu terbang 5%, 10%, dan 15% berturut-turut sebesar 29,33%; 31,47%; dan 35,23%. Penambahan 5% semen dan 5% pada tanah memenuhi syarat sebagai sub-base dan sub-grade jalan.
Pengaruh Perubahan Kadar Air Tanah Terhadap Stabilitas Dinding Penahan Tanah Jenis Bronjong Andriani, Andriani; Hanafi, Hanafi; Hakam, Abdul
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.85-96.2021

Abstract

Bronjong merupakan salah satu jenis dinding penahan tanah tipe gravity, dimana tingkat stabilitasnya tergantung dari berat konstruksi dan jenis timbunan yang digunakan.  Dinding penahan tanah merupakan suatu konstruksi yang digunakan untuk menahan tekanan lateral dari masa tanah dengan  ketinggian tertentu, untuk itu stabilitas dinding penahan tanah harus memenuhi syarat agar aman terhadap beban yang bekerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas dinding penahan tanah adalah kuat geser tanah timbunan dibelakang dinding. Pada lokasi tertentu terkadang sulit untuk menemukan jenis tanah berbutir kasar, sehingga digunakan jenis tanah berbutir halus. Penggunaan tanah berbutir halus sebagai bahan timbunan  dipengaruhi oleh kadar air, sehingga kuat geser tanah akan berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat  stabilitas  jangka pendek dan jangka panjang dinding penahan tanah tipe bronjong di km 31+800 ruas jalan nasional Lubuk Selasih – Batas kota Padang dan menganalisis pengaruh berbagai variasi kadar air terhadap kuat geser tanah timbunan. Parameter kuat geser yang ditinjau berupa kuat geser total dan kuat geser efektif. Parameter kuat geser didapatkan dari pengujian di laboratorium  menggunakan uji triaksial Unconsolidated Undrained (UU) dan uji triaksial Consolidated Undrained (CU). Sampel yang digunakan dalam pengujian  dipadatkan pada tiga variasi kadar air, yaitu pada kadar air dibawah optimum, pada kadar air optimum dan pada kadar air diatas optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat geser total dan kuat geser efektif tertinggi diperoleh pada kondisi variasi kadar air terkecil (30 %). Dari perhitungan nilai stabilitas bronjong diperoleh bahwa pada variasi kadar air 30 % dan 40 % tingkat stabilitas bronjong aman terhadap guling, geser dan daya dukung sedangkan pada variasi  kadar air  50 %, dinding bronjong aman terhadap daya dukung tetapi tidak aman terhadap guling dan geser.
Kuat Tekan Beton Self Compacting Concrete (SCC) Menggunakan Pasir Besi Pada Pesisir Pantai Kecamatan Waplau Wagola, Erwin syaiful; Muharyanto, Eddy Agus
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.153-163.2021

Abstract

Beton Self Compacting Concrete (SCC) mulai dikembangkan di Jepang sejak tahun 1983, beton ini dapat memadat secara mandiri dengan slump yang cukup tinggi. Self Compacting Concrete (SCC) mempunyai sifat flowability yang tinggi sehingga mampu mengalir, memenuhi bekisting, dan mencapai kepadatan tertingginya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dari pasir besi pada pesisir pantai Kecamatan Waplau Kabupaten Buru, Provinsi Maluku dan menganalisis kuat tekan beton Self Compacting Concrete yang menggunakan pasir besi pada pesisir pantai Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, sebagai pengganti agregat halus. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental atau pengujian langsung di laboratorium, Hasil pemeriksaan karakteristik pasir besi memperlihatkan bahwa modulus kehalusan sebesar 2,55 nilai ini masuk kategori pasir agak kasar, berat jenis semu sebesar 4,47, berat jenis kering sebesar 4,35, dan berat jenis SSD adalah sebesar 4,39, kemudian penyerapan air sebesar 1,20 %, dan Send Equivalen dari pasir besi diperoleh sebesar 97%, Kuat tekan rata-rata beton Self Compacting Concrete dengan variasi campuran beton 100% pasir besi untuk umur beton 3, 7 dan 28 hari adalah 13,46 MPa, 19,23 MPa dan 28,27 MPa. Kuat tekan rata-rata beton SCC dengan variasi campuran beton 50% pasir besi dan 50% pasir sungai untuk umur beton 3, 7, dan 28 hari adalah  14,42 MPa, 20,57 MPa dan 30,96 MPa. Sehingga berdasarkan hasil penelitian tersebut terlihat bahwa pemanfaatan pasir besi dalam campuran beton Self Compacting Concrete sangat berkontribusi terhadap kenaikan kuat tekan beton Self Compacting Concrete. Olehya itu disarankan agar pemanfaatan sumber daya pasir besi di Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku ini harus dimanfaatkan penggunaanya guna pengembangan teknologi beton khususnya dalam pengambangan beton Self Compacting Concrete (SCC).
Perbandingan Life Cycle Cost Perkerasan Kaku Dan Lentur (Studi Kasus: Jalan Lintas Selatan Jarit-Puger STA 25+500-STA 40+400) Swandari, Tintany; Hasanuddin, Akhmad; Kriswardhana, Willy
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.164-175.2021

Abstract

Pada Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang sampai dengan pesisir Pantai Puger, Kabupaten Jember akan direncanakan pembangunan Jalan Lintas Selatan. Jalan ini akan dibangun dari STA 25+500 sampai dengan STA 40+400 dengan nilai CBR pada tanah dasar 22,7%. Perbedaan penggunaan jenis perkerasan akan menghasilkan nilai life cycle cost yang berbeda pula, nilai life cycle cost yang minimum merupakan salah satu kriteria yang harus dipenuhi dalam merencanakan perkerasan jalan. Menghitung nilai life cycle cost setiap jenis perkerasan bertujuan untuk mendapatkan desain perkerasan yang paling efisien. Dalam merencanakan tebal struktur perkerasan dibutuhkan data sekunder berupa nilai California Bearing Ratio (CBR) dan lalu lintas harian rata-rata. Data-data tersebut diolah sesuai dengan pedoman Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Rancangan anggaran biaya dihitung dengan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) Provinsi Jawa Timur, sehingga didapatkan biaya konstruksi tiap perkerasan.  Nilai life cycle cost didapatkan dengan menambahkan biaya konstruksi dan biaya pemeliharaan. Selanjutnya dibutuhkan nilai tingkat inflasi dan nilai suku bunga untuk menghitung nilai discounted life cycle cost. Berdasarkan hasil analisis didapatkan perkerasan lentur terdiri atas lapis pondasi agregat kelas A 130 mm, AC Base 115 mm, AC BC 60 mm dan AC WC 40 mm, sedangkan struktur perkerasan kaku terdiri dari lapisan drainase 150 mm, LMC 100 mm, dan pelat beton 195 mm dengan tie bars diameter 16 mm dan serta dowel diameter 36 mm. Nilai discounted life cycle cost perkerasan lentur sebesar Rp162.834.408.862 dan perkerasan kaku sebesar Rp64.501.092.789. Perkerasan lentur membutuhkan biaya lebih banyak daripada perkerasan kaku.