cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
PENGUKURAN RESPONS SPEKTRA KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODA PROBABILITAS Delfebriyadi Delfebriyadi; Rudy Ferial; Agasi Yudha Bestolova
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.053 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.61-68.2011

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil studi hazard kegempaan dengan suatu teknik analisis probabilistik terhadap wilayah kota Padang yang dilakukan berdasarkan kriteria desain yang disyaratkan dalam SNI 03-1726-2002, yaitu umur bangunan 50 tahun dan nilai probabilitas terlampaui 10%. Analisa hazard kegempaan dilakukan berdasarkan teori probabilitas total dan menggunakan pemodelan sumber gempa 2-D. Respons spektra desain di permukaan tanah diperkirakan berdasarkan faktor amplifikasi yang mengacu pada NEHRP 1997. Hasil akhir yang diperoleh adalah respons spektra percepatan desain permukaan tanah untuk kota Padang dengan periode ulang 500 tahun. Keywords: analisis hazard kegempaan, teori probabilitas, respon spektra
KAJIAN DAS BATANG BAYANG DAN TAMBAHAN DEBIT ALIRAN DARI BATANG SIKABAU UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR DAERAH IRIGASI BATANG BAYANG Darwizal Daoed; Bujang Rusman; Bambang Istijono; Rudy Ferial
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.07 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.2.71-80.2015

Abstract

Bukit Barisan dengan hutan yang masih asli dan curah hujan yang cukup tinggi menjadikan provinsi Sumatera Barat umumnya dan Pasaman Barat khususnya mempunyai banyak daerah aliran sungai (DAS) yang dapat mengalirkan air melalui sungai/batang hingga bermuara di lautan Indonesia. Akan tetapi perubahan fungsi hutan dan iklim menyebabkan debit air yang diprediksi mampu mengairi areal pertanian seluas 10.000 ha di daerah irigasi Batang Bayang pada kenyataannya tidak dapat terpenuhi. Pada makalah ini akan dikaji kemampuan DAS Batang Bayang dan Batang Sikabau masing-masingnya. Kemudian kedua DASini diintegrasikan, sehingga debit andalan yang terjadiakan lebih besar. Untuk menggabungkan debit air dari dua DAS dilakukan dengan metode suplesi, yakni membuat saluran yang menghubungkan Batang Sikabau ke saluran induk di DI Batang Bayang. Hasil kajian menunjukan bahwa areal irigasi Batang Bayang dapat diairi lebih dari 5.140,20ha untuk tanaman padi dan lebih dari 41.956,36 hauntuk palawija. Diharapkan dampak secara tidak langsung dari saluran suplesi akan mengurangi debit banjir di Batang Sikabau bagian hilir.Kata kunci : Integrasi, Batang, Bayang, Sikabau, Suplesi.
Perbedaan Desain Tulangan Elemen Struktur Beton Bertulang Berdasarkan Jenis Tanah Pada SNI-1726-2002 Fengky S. Yoresta
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.394 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.1.23-28.2017

Abstract

Runtuhnya bangunan menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa saat terjadi gempa. Peraturan gempa 2002 (SNI–1726–2002) telah mengatur tata-tata cara desain ketahanan struktur gedung terhadap gempa dengan membagi kondisi tanah menjadi tiga (tanah lunak, sedang, dan keras) pada respon spektrum gempa rencana. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh ketiga jenis tanah tersebut terhadap desain tulangan elemen struktur. Sebuah struktur beton bertulang dimodelkan sebagai gedung parkir yang berlokasi di wilayah gempa 4. Hasil analisis dan desain (berdasarkan SNI 03-2847-2002) menunjukkan bahwa kebutuhan tulangan terbesar pada balok maupun kolom terdapat pada struktur dengan kondisi tanah lunak. Sementara kebutuhan tulangan yang paling kecil terdapat pada kondisi tanah keras. Perbedaan keduanya bahkan mencapai dua kali lipat untuk balok, dan tiga kali lipat untuk kolom.              Kata kunci : balok, beton bertulang, desain tulangan, ketahanan gempa, kolom
PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR Sri Umiati
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.062 KB) | DOI: 10.25077/jrs.8.1.21-28.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan lalu lintas jalan Ratulangi Makassar dan juga mengetahui bagaimana pengaruh pagar tembok sebagai barier terhadap tingkat kebisingan pada halaman rumah jalan Ratulangi tersebut. Lokasi penelitian dilakukan pada dua lokasi, yaitu lokasi satu halaman tanpa pagar dan lokasi dua halaman dengan pagar tembok setinggi 2,0 meter yang keduanya terletak di jalan Ratulangi Makassar. Tiap lokasi dilakukan pengukuran pada dua titik ukur, yaitu titik ukur A dengan jarak 0 meter dari tepi badan jalan dan titik ukur B dihalaman rumah dengan jarak 7 meter dari tepi badan jalan, Pengukuran menggunakan dua buah alat ukur sound level meter yang dilakukan secara bersamaan. Tinggi pengukuran masing masing satu meter. Hasil penelitian diperoleh dengan membandingkan tingkat kebisingan yang terjadi pada lokasi satu dan lokasi dua. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan adanya pagar penghalang tembok setinggi 2.0 meter, kebisingan menurun sebesar 9,27 dB(A) dibanding dengan kebisingan tanpa penghalang pagar. Kebisingan maximum ditepi jalan Ratulangi mencapai 92 dB(A). Kebisingan dengan suara tinggi terjadi pada saat konvoi kendaraan bermotor dan suara mobil ambulans yang melintas dijalan ini. Kebisingan rata-rata adalah sebesar 77 dB(A). Keywords: kebisingan, lalu lintas, pagar tembok
STUDI PENGARUH KONDISI KADAR AIR KAYU KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS Fauzan Fauzan; Ruddy Kurniawan; Siska Martha Sari
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.929 KB) | DOI: 10.25077/jrs.5.2.53-64.2009

Abstract

Kayu kelapa sebagai alternatif bahan konstruksi belum diketahui kelas dan kekuatannya secara pasti. Penggunaan kayu kelapa untuk berbagai kondisi yang dipengaruhi cuaca dan kelembaban lingkungan perlu diketahui kekuatannya untuk kadar air yang berbeda-beda dan perkiraan besar pengurangan kekuatan yang terjadi untuk perencanaan. Selain itu bisa mengetahui klasifikasi kayu kelapa berdasarkan PKKI 1961. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu kelapa dengan umur sekitar 20 tahun dan umur 70 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan membedakan kadar air dan berat jenis. Sifat mekanis yang dilihat adalah kuat geser sejajar serat, kuat tekan sejajar serat dan tegak lurus serat, kuat lentur sejajar serat dan kuat tarik sejajar serat. Benda uji diambil pada bagian bawah batang pohon kelapa sekitar 1-2 m. Sebelum dilakukan pengujian sifat mekanis dilakukan pengaturan kadar air benda uji. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa peningkatan kadar air kayu kelapa berbanding terbalik dengan kuat tekan dan kuat tariknya, namun berbanding lurus dengan kuat gesernya. Terjadi pertambahan kekuatan yang besar pada kayu kelapa dari kadar air 20% menuju 0% kecuali untuk kekuatan gesernya. Berdasarkan berat jenis rata-rata yang diperoleh sebesar 0,83, maka kayu kelapa berumur 70 tahun termasuk kategori kayu kelas kuat II dan kayu kelapa berumur 20 tahun dengan berat jenis rata-rata 0,58 termasuk kategori kayu kelas kuat III. Perbedaan kekuatan kayu kelapa pada kondisi kadar air 20% untuk umur 20 tahun dan 70 tahun terbesar terjadi pada kekuatan tekan. Faktor koreksi layan basah kayu kelapa lebih rendah dibandingkan faktor koreksi layan basah berdasarkan SNI konstruksi kayu 2002. Keywords : kayu kelapa, sifat mekanis, kadar air, berat jenis.
STUDI PARAMETRIK PENGARUH VARIASI TINGKATAN BEBAN AKSIAL TERHADAP PERILAKU LENTUR DAN AKSIAL PENAMPANG KOLOM BETON BERTULANG DENGAN BEBAN SIKLIK Agung Adrian Qausar; Rendy Thamrin; Jati Sunaryati
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.219 KB) | DOI: 10.25077/jrs.12.2.77-84.2016

Abstract

Pada studi ini dilakukan analisis lentur dan aksial penampang kolom beton bertulang akibat beban siklik dengan hasil berupa respons momen kurvatur dan deformasi aksial. Suatu program komputer RCCSA V.4.3 berbasis metode diskrit elemen telah dikembangkan untuk keperluan tersebut. Model hsiteresis material untuk beton dan baja tulangan menggunakan model yang diajukan peneliti sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan penyesuaian Dari hasil analisis dengan variasi tingkatan beban aksial sebesar 20%, 30% dan 40% dari kapasitas aksial penampang diketahui bahwa peningkatan beban aksial akan menurunkan daktilitas lentur dari penampang kolom. Penampang kolom dengan penulangan under reinforced memilki daktilitas paling baik dalam menerima beban aksial dan lateral siklik seperti terlihat dari rasio (ϕult/ϕyield) yang lebih besar. Perubahan signifikan pada respons deformasi aksial-kurvatur kolom terjadi ketika beban aksial yang bekerja telah lewat 30% dari kapasitas rencana, hal ini menandakan kinerja kolom dalam memikul beban sudah jauh berkurang pada tingkatan beban tersebut.Kata kunci : model histeresis material; beban siklik; beban aksial; momen kurvatur; regangan aksial.
PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG MODA KERETA API JALUR PADANG-SOLOK Hardi Wijaya; Purnawan Purnawan; Hendra Gunawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.992 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.57-67.2014

Abstract

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Barat. Salah satu upaya pemerintah mendanai pembangunan infrastruktur adalah bermitra dengan pihak swasta dalam bentuk Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Unsur terpenting KPS adalah kelayakan ekonomi dan keuangan berupa pengembalian modal. Rencana pembangunan jalur kereta api Padang-Solok tahun 2000 masuk dalam usulan rute pada skema jaringan jalur kereta api Pulau Sumatera. Penentuan tarif merupakan unsur terpenting pengembalian modal investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran tarif beberapa jenis komoditi angkutan barang kereta api jalur Padang-Solok. Metode dilakukan dengan tiga cara yaitu survey, tarif berdasarkan tata cara perhitungan yang dilakukan PT Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat serta perhitungan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 34 Tahun 2011. Dari hasil survei diperoleh Nilai ATP (Abillity to Pay) ratarata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 530,85, semen sebesar Rp 1.005,44, CPO sebesar Rp 519.78, karet sebesar Rp 552.47, beras sebesar Rp 1.027,73, pupuk sebesar Rp 445,45, inti sawit sebesar Rp 500.00, dan kelontong sebesar Rp 670.53,- /ton /km. Nilai WTP (Willingness to Pay) rata-rata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 499.97, semen sebesar Rp 823.91, CPO sebesar Rp 430.00, karet sebesar Rp 471.94, beras sebesar Rp 855.06, pupuk sebesar Rp 550.00, inti sawit sebesar Rp 166.67, serta kelontong sebesar Rp 633.83,- /ton /km. Untuk komoditi pupuk nilai ATP lebih kecil dari WTP sedangkan untuk komoditi lainnya nilai ATP lebih besar dari WTP. Keywords: Infrastruktur, Kerjasama Pemerintah Swasta, Tarif, Abillity to Pay dan Willingness to Pay
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN TANAH LEMPUNG PADA TANAH PASIR PANTAI TERHADAP KEKUATAN GESER TANAH Abdul Hakam; Rina Yuliet; Rahmat Donal
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.566 KB) | DOI: 10.25077/jrs.6.1.11-22.2010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tanah lempung yang dicampurkan pada tanah pasir terhadap parameter kekuatan geser tanah. Tanah yang diuji pada penelitian iniberasal dari tanah pasir pantai Padang yang memiliki butiran seragam dan merupakan jenis tanah non kohesif yang mempunyai sifat antar butiran lepas. Untuk memperbaiki struktur tanah ini maka dilakukan pencampuran tanah lempung dengan kadar penambahan tanah lempung sebesar 2%, 5%, 10%, 20%, dan 50%. Pengujian geser langsung dilakukan dengan dua cara, yang pertama kondisi basah yaitu dengan pemadatan menggunakan proktor standar, yang kedua kondisi kering yaitu dengan menggunakan derajat kerapatan (Dr) sebesar 30%, 50%, 70% dan 100%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan parameter kuat geser tanah setelah tanah lempung dicampurkan pada tanah pasir. Dari hasil pengujian didapatkan nilai kepadatan maksimum sebesar 1,74 kg/cm2 dengan penambahan tanah lempung sebesar 20%. Untuk pengujian geser langsung, semakin padat suatu massa tanah maka semakin besar sudut gesernya, sebaliknya semakin lepas suatu massa tanah maka semakin kecil sudut geser yang dihasilkan. Semakin besar kadar lempung yang ditambahkan maka semakin meningkat kohesi tanah tersebut, dan sudut geser akan menjadi semakin menurun. Keywords : Tanah pasir pantai, tanah lempung, kekuatan geser tanah.
Pengembangan Mikro Lumpur Sidoarjo Sebagai Bahan Subtitusi Semen Dalam Pembuatan Beton Lasino Lasino; N. Retno Setiati; Dany Cahyadi
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.651 KB) | DOI: 10.25077/jrs.14.1.49-62.2018

Abstract

Mikro lumpur Sidoarjo (mikrolusi) merupakan bahan yang sangat halus dengan kehalusan butir lolos saringan No. 200 (0,074 mm) bersifat pozolanik dan dapat bereaksi dengan kapur padam dengan bantuan air sehingga membentuk masa yang padat dan keras dalam suhu kamar. Bahan ini dihasilkan dari lumpur Sidoarjo melalui proses pembakaran pada suhu sintering dan penghalusan dengan alat dishmill serta pengayakan dengan ayakan standar. Karena bentuk fisiknya yang halus serta bersifat pozolanik maka akan dikembangkan sebagai bahan substitusi atau pengganti sebagian semen dalam pembuatan mortar dan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data teknis mikro lusi yang memenuhi syarat SNI 2460:2014 atau ASTM C618-14ª, dan dapat digunakan sebagai bahan pengganti semen (cement substitution) dalam pembuatan beton. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan pembakaran lumpur Sidoarjo dan membuat benda uji dengan berbagai proporsi campuran serta pengujian sifat fisis-mekanis, sehingga hasilnya dapat dilakukan analisis dan kesimpulannya. Dari hasil penelitian diperoleh suhu bakar 1000 oC dengan waktu selama 10 menit menggunakan tungku putar (rotarry kiln). Mutu mikro lumpur Sidoarjo (lusi) sangat baik dan memenuhi syarat SNI 2460:2014 – dengan kandungan SiO2 + AL2O3 + Fe2O3 > 70 % dan indeks kuat tekan sebesar 82 % (> 75 %). Sedangkan dalam pembuatan beton diperoleh kadar optimum mikro lusi sebagai pengganti semen sebesar 20 %
ANALISA KEGAGALAN STRUKTUR DAN RETROFITTING BANGUNAN MASJID RAYA ANDALAS PADANG PASCA GEMPA 30 SEPTEMBER 2009 Fauzan Fauzan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2195.239 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.45-56.2011

Abstract

Gempa tektonik tanggal 30 September 2009 telah banyak menimbulkan kerusakan konstruksi bangunan (engineered building). Kerusakan itu terjadi akibat kegagalan pada struktur dan nonstruktur bangunan. Biasanya setelah gempa bumi terjadi, timbul keraguan untuk menentukan bagian bangunan yang harus dirombak, diperbaiki, diperkuat dan bagaimana cara melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa penyebab kegagalan struktur pada salah satu bangunan umum di kota Padang yaitu Masjid Raya Andalas Padang. Analisa ini berdasarkan pada kapasitas lentur dan geser struktur dalam menahan gaya luar terutama beban lateral (gempa). Penelitian ini dilakukan melalui evaluasi kerusakan struktur eksisting bangunan, kemudian dilakukan permodelan dan analisa struktur menggunakan software Etabs V 9.0.7 dan SAP V .11. Berdasarkan hasil analisa struktur, sebagian besar kolom-kolom eksisting mempunyai kapasitas penampang yang tidak mampu menahan beban luar. Hasil analisa struktur itu sesuai dengan hasil evaluasi kerusakan dilapangan dimana sebagian besar kolom-kolom mengalami kerusakan baik lentur maupun geser. Agar gedung ini bisa dipergunakan kembali, maka perlu dilakukan perkuatan (retrofitting) pada struktur kolom dengan menggunakan metoda jacketing. Setelah dilakukan perkuatan struktur kemudian dilakukan re-analisis struktur. Berdasarkan hasil reanalisis struktur didapatkan bahwa, beban-beban luar yang bekerja pada struktur kolom sudah berada didalam kapasitas penampang kolom, sehingga disimpulkan struktur bangunan layak kembali untuk digunakan. Keywords: perkuatan, geser, lentur, jacketing

Page 7 of 35 | Total Record : 342